• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP MEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP MEN"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP MENAJEMEN PEMBELAJARAN

Disusun Guna Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah : Manajemen Pembelajaran Dosen Pengampu : Joko Purnomo

Disusun Oleh : Miftakhul Wahab 121-14-003 Novie Purnia Putri 111-14-388

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH & ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA

(2)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian manajemen dan pembejalaran? 2. Apa Ruang lingkup manajemen pembejalaran?

C. Tujuan

(3)

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Manajemen pembelajaran

Secara etomologis, kata manajemen (management) berarti, pimpinan, direksi dan pengurus, yang diambil dari kata kerja “manage” dalam bahasa perancis berarti tindakan membimbing atau memimpin. Sedangkan dalam bahasa latin, management berasal dari kata “managiere” terdiri dari dua kata yaitu manus dan agere. Manus Berarti tangan dan “agere” berarti melakukan atau melaksanakan.1

Menurut George R Terry, manajemen ialah suatu proses tertentu, terdiri dari planning, organizing, actuating, controlling dengan menggunakan dengan menggunakan seni dan ilmu pengetahuan untuk setiap fungsi itu dan merupakan petunjuk dalam mencapai tujuan yang telah di tetapkan terlebih dahulu.2

Manajemen dapat diartikan sebagai alat untuk mencapai tujuan untuk mencapai suatu tujuan dengan melalui orang lain. Manajemen juga diartikan sebagai proses dari perencanaan, pengorganisasiaan, pelaksanaan dan pengendalian untuk suatu tujuan tertentu.3 Jadi dapat disimpulakan bahwa

manajemen merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan dengan melalui suatu proses.

Sedangkan pembelajaran secara etimologis berasal dari kata “instruction” atau disebut juga kegiatan intruktional (instructional activities) adalah usaha mengelola lingkungan dengan sengaja agar seseorang belajar berprilaku tertentu dalam kondisi tertentu. Kata “instruction” mempunyai pengertian yang lebih luas daripada pengajaran (teaching). Jika kata pengajaran ada dalam konteks guru-murid di kelas formal, ;pembelajaran (instruction) mencakup pula kegiatan belajar mengajar yang tidak mesti-dihadiri guru secara fisik. Oleh karena itu

1Wojowarsito, purwodarminto, kamus lengkap Indonesia-Inggris, (Jakarta: Hasta, 1974), hlm 6

2Mannulang, Dasar-dasar Mangement, (Jakarta: Ghalia, 1976), hlm 6.

(4)

dalam instruction yang di tekankan adalah proses belajar, maka usaha-usaha terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar dalam diri siswa disebut pembelajaran.4

Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar. Belajar, mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain. Sedangkan proses belajar mengajar merupakan interaksi yang dilakukan antara guru dengan peserta didik dan sumber belajar pada suatau lingkungan belajar. Proses pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan diawasi agar terlaksana secara efektif dan efisien.5

Pembelajaran menurut Degeng adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Dalam pengertian ini secara implisit dalam pengajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.6

Gagne dan Briggs mendefinisikan pembelajaran sebagai suatu rangkaian events (kondisi, peristiwa, kejadian, dsb ) yang secara sengaja dirancang untuk mempengaruhi pembelajar, sehingga proses belajarnya dapat berlangsung mudah Pembelajaran bukan hanya terbatas pada kegiatan yang dilakukan guru, seperti halnya dengan konsep mengajar. Pembelajaran mencakup semua kegiatan yang mungkin mempunyai pengaruh langsung pada proses belajar manusia. Pembelajaran mencakup pula kejadian-kejadian yang diturunkan oleh bahan-bahan cetak, gambar, program radio, televisi, film, slide maupun kombinasi dari bahan –bahan itu.

Berpijak dari konsep manajemen dan pembelajaran, maka konsep manajemen pembelajaran dapat diartikan proses mengelola yang meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian (pengarahan) dan

4Syeb Kurdi dan Abdul Aziz, Model pembelajaran efektif pendidikan Agama Islam di SD dan MI, (Bandung : Pustaka Bani Quraisy, 2006), hlm.

5Rusman, Model-Model Pembelajaran, (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2011),hlm 4.

(5)

pengevaluasian kegiatan yang berkaitan dengan proses membelajarkan si pebelajar dengan mengikutsertakan berbagai faktor di dalamnya guna mencapai tujuan. Dalam “memanaje” atau mengelola pembelajaran, manajer dalam hal ini guru melaksanakan berbagai langkah kegiatan mulai dari merencanakan pembelajaran, mengorganisasikan pembelajaran, mengarahkan dan mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan.7

Manajemen pembelajaran pada hakekatnya mempunyai pengertian yang hampir sama dengan manajemen pendidikan. Namun, ruang lingkup dan bidang kajian manajemen pembelajaran merupakan bagian dari manajemen sekolah dan juga merupakan ruang lingkup bidang kajian manajemen pendidikan.

Namun demikian, manajemen pendidikan mempunyai jangkauan yang lebih luas daripada manajemen sekolah dan manajemen pembelajaran. Dengan perkataan lain, manajemen pembelajaran merupakan elemen dari manajemen sekolah sedangkan manajemen sekolah merupakan bagian dari manajemen pendidikan, atau penerapan manajemen pendidikan dalam organisasi sekolah sebagai salah satu komponen dari sistem pendidikan yang berlaku.

Jadi Manajemen pembelajaran ialah keseluruhan kegiatan bagaimana membelajarkan siswa mulai dari perencanaan pembelajaran sampai pada penilaian pembelajaran. Pendapat lain menyatakan bahwa manajemen pembelajaran merupakan bagian dari strategi pengelolaan pembelajaran.

B. Ruang lingkup manajemen pembejalaran

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Efektivitas layanan bimbingan kelompok melalui permainan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa.. Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Pendidikan

Pada studi pendahuluan ini didapatkan tingkat kesesuaian antara kedua sistem klasifikasi dalam menentukan stadium keganasan sigmoid dan rektum dengan kategori sedang..

belajar membaca Al-Quran beliau mendengarkan dan memperhatikan kemudian menirukan setelah bacaan malaikat Jibril. Maka penting mempelajari Al-Quran dengan metode

MELKY E.L.SEUBELAN, SE MENIKAH DENGAN JENI LAPUDOOH.. YOPI

Penerapan pembelajaran TGT dilengkapi Adobe Flash dapat meningkatkan: (1) aktivitas belajar siswa pada materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan siswa kelas XI IPA 3 SMA

Bagaimana satu pihak, kelompok, orang, gagasan, atau peristiwa ditampilkan dengan cara tertentu dalam wacana berita yang memengaruhi pemaknaan ketika diterima oleh khalayak.

Hal tersebut menarik untuk diamati oleh peneliti yaitu dengan membandingkan bentuk latihan antara Senam Body language (BL) dengan Senam Irama menggunakan