• Tidak ada hasil yang ditemukan

Permasalahan Statistika dalam Penelitian Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Permasalahan Statistika dalam Penelitian Indonesia"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

PROYEK SEMI QUE-V P.S. AGRONOMI

FAKULTAS PERTANIAN UNRAM

PERMASALAHAN STATISTIKA

DALAM PENELITIAN PERTANIAN

oleh:

Ir. I Gde Ekaputra Gunartha, M.Agr., Ph.D.

(2)

1. Formulasi Tujuan dan Hipotesis Penelitian 2. Pelanggaran Prinsip Dasar Percobaan

3. Percobaan Faktorial dan Percobaan Tersarang 4. Percobaan Faktorial dengan Kontrol Terpisah 5. Rancangan Percobaan dengan Peubah Waktu

10. Tuntunan Memilih Analisis Statistika 11. Makna Signifikansi

6. Pelanggaran Asumsi Dasar ANOVA

7. Analisis Regresi pada Rancangan Percobaan 8. Partisi dbperlakuan

(3)

Bandingkan 

Tujuan: untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis pupuk nitrogen terhadap hasil kacang hijau.

Hipotesis: diduga jenis pupuk nitrogen yang berbeda

(4)

Tujuan Penelitian : ingin mengetahui

(1). Beda pengaruh antara pemberian pupuk nitrogen dengan tanpa pemberian pupuk terhadap hasil

kacang hijau

(2). Perbedaan hasil kacang hijau akibat pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik

(3). Beda hasil kacang hijau antara pemberian pupuk N-anorganik yang bersumber dari ammonium dengan yang lain

(4). Perbedaan hasil kacang hijau akibat pemberian (NH4)2SO4 dengan NH4NO3

(5)

Hipotesis Penelitian :

1. Terdapat pengaruh yang berbeda terhadap hasil

kacang hijau akibat pemberian pupuk N dibandingkan dengan tanpa pemberian N

2. Terdapat beda pengaruh pada hasil kacang hijau

antara yang diperlakukan pupuk organik dengan N-anorganik

3. Terdapat beda pengaruh pupuk N-anorganik sumber ammonium dengan N-anorganik sumber lainnya

terhadap hasil kacang hijau

4. Terdapat beda pengaruh antara pemberian pupuk

(NH4)2SO4 dengan NH4NO3 terhadap hasil kacang hijau 5. Pupuk Ca(NO3)2 dan NaNO3 memberikan pengaruh

(6)

Replikasi

Pengacakan

Pengawasan Galat

Percobaan Yang Baik

Tujuannya untuk : (a) pendugaan galat, (b) mening-katkan presisi percobaan, (c) memperluas cakupan kesimpulan, dsb

Tujuannya untuk : (a) meminimisasi bias, (b) mem-peroleh pengamatan yang tidak berkorelasi (indepen-den), dsb.

(7)

Kasus-1: Lack of Replication

Faktor-1: Lama Blanching: b1, b2, dan b3

Faktor-2: Cara Pengeringan: MATAHARI dan OVEN Menurut peneliti JUMLAH ULANGAN = 3????

Simak

MATAHARI

Jumlah unit percobaan = 3 kombinasi x 3 ulangan DIJEMUR BERSAMAAN

OVEN

(8)

Kasus-2: Lack of Replication

Perlakuan suhu : misal ada 6 aras

15oC 20oC 25oC 35oC

Jika diulang 3 kali, maka

Aparatus suhu 15oC harus ada 3

20oC harus ada 3

25oC harus ada 3 30oC harus ada 3 35oC harus ada 3

Lalu bagaimana

caranya agar ulangan bisa dibuat jika jumlah

aparatus suhu hanya ada 5 buah?, sesuai

dengan perlakuan

(9)

Percobaan Faktorial:

1. Kita ingin melakukan penyelidikan secara bersamaan efek dari beberapa faktor perlakuan yang dikaji, masing-masing faktor-nya terdiri atas beberapa aras/taraf (level);

2. Dicirikan oleh adanya persilangan antar setiap aras dari ma-sing-masing faktor yang kemudian membentuk kombinasi perlakuan.

(10)

Percobaan Tersarang (Nested Experiment)

1. Pada percobaan tersarang aras faktor tidak saling silang memben-tuk kombinasi perlakuan. Aras suatu faktor hanya berlaku unmemben-tuk faktor itu sendiri tidak berlaku untuk faktor yang lain. Misal

faktor-1 adalah jenis pestisida (3 aras) dan faktor-2 adalah

konsentrasi (4 aras). Maka satu pertanyaan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi apakah termasuk percobaan faktorial atau percobaan tersarang, adalah:

“APAKAH ANTARA JENIS PESTISIDA DAN KONSEN -TRASI TERJADI PERSILANGAN SEHINGGA

MEMBEN-TUK KOMBINASI PERLAKUAN”

(11)

a1 a2

b1 b2 b1 b2

X111 X112 X113

X121 X122 X123

X211 X212 X213

X221 X222 X223 Faktor A

Faktor B

Observasi

(12)

a1 a2

b1 b2 b1 b2

X111 X112 X113

X121 X122 X123

X211 X212 X213

X221 X222 X223 Faktor A

Faktor B

Observasi

(13)

Faktor-1 (Konsentrasi): k aras

Faktor-2 (frekuensi semprot): f aras Kontrol: tanpa Plant Catalyst

Jumlah Perlakuan:

(k*f +1)

Uji Hipotesis:

1. Kontrol vs Kombinasi Perlakuan dengan Uji Kontras Ortogonal

(14)

1. Penelitian PERTUMBUHAN TANAMAN sering dilakukan

dengan PENGAMATAN BERULANG (REPEATED

MEASUREMENT).

2. Dengan demikian terdapat interes untuk mencari

INTERAKSI antara PERLAKUAN dengan WAKTU (UMUR TANAMAN).

3. Pendekatan analisis statistika yang sesuai untuk

(15)

dimana:

yi = peubah respon pada hari ke-i y0 = ukuran awal peubah respon

= laju pertumbuhan nisbi (relative growth rate = RGR) tanaman

ti = hari pertumbuhan tanaman ke-i

i = galat percobaan/pengukuran, dimana

i ~ NID(0, 2).

(16)

2. Model Logistik

ε

,

e

1

a

y

i

c(t

m)

i

i

dimana:

yi = peubah respon pada hari ke-i

a = hasil akhir (potensial) peubah respon

c = laju pertumbuhan (= RGR awal pertumbu-han tanaman)

m = saat tanaman mencapai pertumbuhan maksimum

ti = hari pertumbuhan tanamanke-i

i = galat percobaan/pengukuran, dimana

(17)

2. Model Gompertz:

,

ε

e

a

y

i

e

c(t

i

m)

i

dimana:

yi = peubah respon pada hari ke-i

a = hasil akhir (potensial) peubah respon

c = laju pertumbuhan (= RGR saat pertumbu-han tanaman maksimum)

m = saat tanaman mencapai pertumbuhan maksimum

ti = hari pertumbuhan tanamanke-i

i = galat percobaan/pengukuran, dimana

(18)

4. Data harus bersifat BEBAS (

independent

)

2. Data harus berdistribusi NORMAL

3. Ragam data hendaknya HOMOGEN

(

homoscedasticity)

(19)

Perlakuan

Replikasi/Blok

Pengaruh Blok (I – II)

I II

A 180 120 60

B 160 100 60

Pengaruh Perlakuan

(A – B) 20 20

Teladan Sifat Aditif

(20)

RKLT:

agar linier ditransformasi ke logaritma:

ij

(21)

Pemeriksaan Data Awal

Mengapa Penting?

• pola sebaran normal yang banyak mendasari analisis statistika sering tidak tercermin pada data kita

• adanya anggapan bahwa pengamatan yang kita telah lakukan merupakan contoh acak dari populasi tertentu

Pemeriksaan:

• Penelusuran

• Pengungkapan

1. Struktur Data

 apakah data dapat diuraikan menjadi beberapa komponen?

 apakah komponen tersebut bersifat ADITIF atau

MULTI-PLIKATIF?

DATA = DUGAAN + GALAT

(k. teratur) (k. tak-teratur) (deterministik) (stokhastik)

2. Pola Sebaran Data

 apakah cenderung mengumpul di satu nilai tertentu atau

beberapa nilai tertentu?

(22)

Teknik Pemeriksaan Data

Diagram (Plot)

• Titik (dotplot)

• Dahan-dan Daun (stem-and-leaf)

• Kotak-Garis (boxplot)

• Histogram

• Pencar (scatter plot)

Ringkasan 5-Angka

dan

Ringkasan 3-Angka

Ringkasan 5-Angka

Me

Q1 Q3

k b

Ringkasan 3-Angka

Me

(Q1+Q3)/2

(k+b)/2

(23)

nilai tercocokkan

(a)

nilai tercocokkan

(b)

nilai tercocokkan

(c)

nilai tercocokkan

(24)

Nama transformasi Perhitungan Transformasi balik Kasus Akar kuadrat Y = (X + c) XT = Y2 - c (b) Logaritma Y = ln(X + c) XT = eY - c (b) Kebalikan Akar Kuadrat Y = 1/ (X + c) XT = (1/Y2) -c (b) Kebalikan Data (Y) Y = 1/(X + c) XT = (1/Y) - c (b) Arscine Y = sin-1(X) XT = (sin(Y))2 (d) Kuadrat Y = X2 XT = Y (c) Kubik Y = X3 XT = Y1/3 (c)

(25)

b. BENAR

•Kuadratik

1

•Linier

2 Regresi:

db

Sumber Keragaman

•Deviasi

1

•Kuadratik

1

•Linier

(t – 1) = 4 Perlakuan:

db

Sumber Keragaman

(26)

1. Apakah ada beda pengaruh pemulsaan antara materi organik dibandingkan dengan materi sintetik?

2. Apakah ada perbedaan antar materi organik tersebut?

3. Apakah respon hasil bawang merah cenderung bersifat linier atau kuadratik akibat peningkatan aplikasi dosis pupuk NPK?

4. Apakah respon linier hasil bawang merah cenderung sama pada pemulsaan materi organik atau plastik?

5. Apakah respon kuadratik hasil bawang merah cenderung sama pada pemulsaan materi organik atau plastik

(27)

0

Interaksi (M*D)

1

Koefisien kontras (ci)

300 Faktor D

Plastik Seresah Lamtoro

Jerami Padi Faktor M

(28)

PEMBANDINGAN GANDA

TERENCANA

TAK-TERENCANA

Tipe

Pembandingan

Basis Kontrol

error rate

(29)

Jumlah rerata perlakuan

BNT

DMRT

BNJ

C

LAJU KESALAHAN

Jumlah rerata perlakuan

E

BNT

DMRT

(30)

Data sekunder dan data primer

Data kualitatif dan data kuantitatif

Data sensorik (organoleptik)

(31)

1. IDENTIFIKASI CARA PENGUMPULAN/PENGUKU-RAN DATA

2. PLOT DATA MENGGUNAKAN SOFTWARE GRAFIK, DIANTARANYA EXCEL. LIHAT KECENDERUNGAN KARAKTERISTIKNYA.

3. JIKA TIDAK MEMENUHI ASUMSI ANOVA SEPERTI BERSIFAT MULTIPLIKATIF LAKUKAN TRANSFOR-MASI DATA.

(32)

Analisis Regresi

ANOVA Uji-t & Uji-z

JENIS DATA

Uji - X2

(satu contoh dan 2 contoh)

Tipe Pertanyaan?

kontinu

diskret

Apakah ada peubah bebas yang sebenarnya?

Perbedaan antar apa? (rerata atau ragam)

pendugaan/pembandingan hubungan

Analisis Korelasi

ya

tidak

r - Pearson r - Spearman

parametrik

non-parametrik

Uji Barlett, dsb

(uji homogenitas) ragam

Barapa jumlah group contoh?

(2 group atau lebih)

Apakah sesuai asumsi?

Kruskal-Wallis, Friedman, dsb.

parametrik

non-parametrik

> 2 group

Apakah sesuai asumsi?

Uji Tanda, Uji Wilcoxon, dsb

parametrik

non-parametrik

2 group

(33)

Uji Rerata Contoh

Tests of Means

ANOVA 1-Contoh

(H0: = 0)

2-Contoh (H0: 1 = 2)

2-Contoh atau lebih (H0: 1 = 2 = … = t )

Apakah contoh berpasangan?

Apakah diketahui?

berpasangan tak-berpasangan

ya tidak

1-contoh

ya tidak

2-contoh

(34)

1. Kemungkinan dalam kenyataannya memang tidak terdapat beda antar rerata perlakuan yang dikaji.

2. Jika terjadi beda antar rerata perlakuan (in reality) sangat kecil dibandingkan kemampuan alat uji statistika yang

digunakan untuk mendeteksinya.

3. Kemungkinan adanya high background noises.

4. Rancangan percobaan yang digunakan kurang sesuai

(poor design), kurang mengindahkan prinsip dasar

(35)

“… ketika berhadapan dengan statistical pitfall, segera berkonsultasi dengan ahli Biometrika untuk mendapatkan bantuan bisa keluar dari

jebakan itu.”

SUMMARY:

1. Formulasikan tujuan dan hipotesis penelitian yang jelas, opera-sional, padat dan dapat diukur (measurable)

(36)

3. Hati-hati mendefinisikan faktor perlakuan pada percobaan faktorial dan percobaan tersarang

4. Hati-hati mendefinisikan dan menganalisis faktor perlakuan pada

percobaan faktorial dan percobaan tersarang yang melibatkan kontrol

5. Gunakan analisis yang sesuai dengan tujuan terhadap pengukuran data berulang (repeated measurement).

6. Minimisasi pelanggaran terhadap asumsi yang diprasyaratkan ANOVA

7. Perlu tindakan keberhati-hatian menggunaan analisis regresi pada percobaan yang menggunakan experimental design.

8. Gunakan partisi db-perlakuan pada pembandingan rerata perlakuan ANOVA percobaan faktorial.

9. Perlu keberhati-hatian dalam menggunakan Uji Pembandingan Ganda

(37)

sukses

semoga informasi ini bermanfaat pada pelatihan

Referensi

Dokumen terkait

Aplikasi pupuk hijau sangat ditentukan oleh tujuan utama dari pemberian pupuk hijau tersebut dan bahan atau sisa tanaman yang digunakan. Bila tujuan utama dari pemberian pupuk

Menurut Kaya (2009) dalam jurnal penelitiannya, pemberian bahan organik (pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk jerami, dan lain-lain) dapat meningkatkan pH tanah, P tersedia, N

Di samping pemberian pupuk kandang pemberian MOL bonggol pisang juga diharapkan memberikan unsur hara dan sejumlah mikroorganisme yang baik bagi tanaman

Dari hasil penelitian setelah dianalisa secara statistik menunjukkan bahwa pemberian pupuk guano terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman (g) kacang hijau ( vigna radiata

Terdapat pengaruh yang nyata antara Kultivar kacang hijau dan pemberian pupuk organik cair (Bio-agro) terhadap rata-rata tinggi tanaman 28 HST, indeks luas daun 28

Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian yang telah dilaksanakan adalah pemberian kombinasi dosis pupuk organik dan pupuk anorganik tidak memberikan pengaruh yang

kesimpulan bahwa pemberian pupuk hijau plus pada tiga genotipe kacang tanah lokal Muna mempengaruhi semua variabel pengamatan yaitu serapan N dan P tanaman,

Berdasarkan hasil penelitian pemberian pupuk anorganik dan pupuk hijau Centrosema pubescens dengan berbagai dosis yang berbeda memberikan pengaruh nyata