SEJARAH AMERIKA SERIKAT
Periode “Ketidakpuasan dan Reformasi”
Tahun 1893-1920
Dosen pengampu: M. Hasmi Yanuardi, S.S., M. Hum Nur’aeni Marta, S.S., M. Hum
DISUSUN OLEH:
Kelompok 7
1. ADVENT SILABAN
4415133834
2. ARY CHRISTANTO
4415133842
3. APRILIA NOVITASARI
4415133851
PENDIDIKAN SEJARAH 2013/A
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2015
Era Progresif adalah masa dimana ketidakpuasan kelas menengah atas korupsi, inefisiensi, dan politik tradisional yang kemudian memicu gerakan Progresif sejak tahun 1890-an hingga 1920-an. Para pemimpin politik nasional termasuk Theodore Roosevelt, Robert M. La Follette, dan Charles Evans Hughes dari Republik, dan William Jennings Bryan, Woodrow Wilson dan Al Smith dari Demokrat yang mendukung reformasi progresif. Empat amandemen konstitusi baru, yaitu Amandemen Keenam belas, Amandemen Ketujuh belas, Amandemen Kedelapan belas, dan Amandemen Kesembilan belas yang berasal dari aktivisme progresif, membawa reformasi berupa pajak penghasilan federal, pemilihan langsung Senator, dan hak pilih perempuan serta pelarangan alkohol (yang nantinya dicabut pada 1933).
Salah satu tujuan utama dari gerakan progresif adalah menghilangkan korupsi di pemerintahan dengan mengekspos dan meremehkan Political Machine atau organisasi politik dan bos-bos mereka kemudian membangun sarana lebih lanjut untuk mengadakan demokrasi langsung. Progresif juga mencari peraturan monopoli perusahaan trust melalui undang-undang antitrust.1
Awalnya gerakan dioperasikan terutama pada tingkat lokal, kemudian diperluas ke tingkat negara bagian dan nasional. Progresif menarik dukungan dari kelas menengah, pendukungnya termasuk dari profesi pengacara, guru, dokter, menteri dan orang-orang bisnis. Progresif sangat mendukung metode ilmiah yang diterapkan pada ekonomi, pemerintah, industri, keuangan, obat-obatan, pendidikan, teologi, dan bahkan keluarga. Mereka mengikuti kemajuan yang berlangsung di Eropa Barat dan mengadopsi berbagai kebijakan, seperti transformasi besar dari sistem perbankan dengan menciptakan Sistem Federal Reserve pada tahun 1913. Reformis merasa bahwa cara kuno berarti menjadi limbah dan in-efisiensi, dan para reformis penuh semangat mencari "satu sistem yang terbaik".
A. Reformasi politik
Terganggunya oleh limbah, in-efisiensi, korupsi dan ketidakadilan yang berasal dari
Gilded Age,2 para kaum Progresif berkomitmen untuk mengubah dan mereformasi setiap
aspek dari negara, masyarakat dan ekonomi.
a) Amandemen XVI ke Konstitusi Amerika Serikat memungkinkan Kongres untuk memungut pajak penghasilan tanpa apportioning atau pembagian di antara negara-negara atau berdasarkan pada Sensus Amerika Serikat. Perubahan tersebut telah diadopsi pada 3 Februari 1913.
b) Amandemen XVII pemilihan langsung Senator dan Juga mengubah prosedur untuk mengisi kekosongan di Senat. Memungkinkan legislatif negara untuk mengizinkan gubernur mereka melakukan pengangkatan sementara sampai Pemilu khusus dapat diadakan.
c) Amandemen XVIII dari Konstitusi Amerika Serikat efektif membentuk larangan minuman beralkohol di Amerika Serikat dengan menyatakan produksi ilegal, transportasi dan penjualan alkohol (meskipun tidak konsumsi atau milik pribadi). d) Amandemen XIX ke Konstitusi Amerika Serikat melarang setiap warga negara
Amerika Serikat untuk memilih atas dasar jenis kelamin. Hal ini disahkan pada tanggal 18 Agustus 1920. Sampai tahun 1910-an, sebagian besar negara kehilangan hak perempuan. Perubahan tersebut merupakan puncak dari gerakan hak pilih perempuan di Amerika Serikat yang berjuang di tingkat negara dan nasional untuk mencapai suara. Amerika. Gerakan jurnalistik muncul di Amerika Serikat setelah tahun 1900 dan terus
menjadi berpengaruh sampai Perang Dunia I, ketika gerakan ini berakhir melalui boikot iklan, trik kotor dan "patriotisme."
Sebelum Perang Dunia I, istilah "wartawan yg membuka korupsi" atau Muckrakers digunakan untuk merujuk kepada seorang penulis yang menyelidiki dan menerbitkan laporan dengan jujur. Dalam penggunaan kontemporer, istilah ini menggambarkan baik wartawan atau non-jurnalis yang mempunyai tujuan dalam publikasinya adalah untuk mendukung reformasi dan perubahan.
C.Gerakan Hak Pilih Perempuan
Dalam buku ‘Feminist Thought: Pengantar Paling Komprehensif kepada Arus Utama Pemikiran Feminisme’, oleh Rose Putnam Tong. Perjuangan kaum feminis di Amerika Serikat dimulai pada paruh pertama abad ke-19. Pada awalnya gerakan-gerakan ini (kemudian lebih terkenal dengan istilah suffragists karena perjuangan mereka untuk memperoleh hak pilih) bersatu dengan gerakan para abolisionis, yang bertekad mengakhiri perbudakan di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Begitu eratnya hubungan kedua gerakan ini di Amerika Serikat sehingga pada Konvensi Anti Perbudakan yang diadakan pada tahun 1840 di London, dua tokoh suffragists turut serta, berharap akan diberi waktu berbicara. Elizabeth Cady Stanton dan Lucretia Mott harus menghadapi kekecewaan ketika mereka sama sekali tidak diberi kesempatan untuk berbicara dalam konvensi.
Dengan perlakuan yang Stanton dan Mott terima, jelaslah bahwa para suffragists perlu memiliki wadah mereka sendiri. Pada tahun 1848, Konvensi Hak-hak Perempuan pertama diadakan di Seneca Falls, New York. Konvensi ini menghasilkan sebuah Deklarasi Tuntutan (Declaration of Sentiments), pada dasarnya berisi tuntutan untuk mengubah hukum di bidang pernikahan, perceraian, hak milik dan pengasuhan anak. Yang menarik adalah bahwa dalam konvensi ini tuntutan utama para suffragists di kemudian hari malah tidak disebutkan: yakni hak untuk memilih. Susan B. Anthony mengusulkan hal ini, namun tidak diterima karena kekhawatiran bahwa tuntutan ini akan dianggap terlalu ekstrim dan menyebabkan semua tuntutan ini ditolak.
perempuan kulit hitam mulai ikut berbicara. Sojourney Truth membacakan pidatonya yang sangat terkenal Ain’t I a Woman?, menanggapi ejekan laki-laki yang rupanya tidak bisa diabaikan mengenai ketidakmampuan perempuan untuk bahkan naik ke atas kereta kuda tanpa dibantu laki-laki. Pidato ini sendiri sangat worth reading secara terpisah, mengungkapkan segala hal yang telah dialami oleh Truth sebagai seorang perempuan kulit hitam yang mampu menjalaninya walaupun ia sepenuhnya merupakan perempuan.
Pada tahun 1866 Konvensi lain diadakan, menghasilkan Equal Right Association, para
suffragists dan para pejuang civil rights bersatu lagi, kali ini menuntut hak pilih untuk perempuan dan orang kulit hitam. Equal Right Association kemudian bubar ketika Amandemen ke-15 memberikan hak pilih untuk laki-laki kulit hitam tapi tidak untuk perempuan. Pada perkembangan selanjutnya para suffragists ini malah terpecah dalam dua kelompok yakni NWSA (National Women Suffragists Association) dan AWSA (American Women Suffragists Association).
National Women Suffragists Association dimotori oleh Elizabeth Cady Stanton dan Susan B. Anthony, dianggap sebagai gerakan yang revolusioner dan radikal. American Women Suffragists Association didirikan oleh Lucy Stone, memiliki haluan yang lebih reformis dan liberal. Pada tahun 1890, demi tujuan bersama kedua organisasi ini menyampingkan perbedaan mereka dan mendirikan NAWSA (National American Women Suffragists Association).
Sekitar tahun 1912 gerakan feminis, yang dulunya tumbuh dengan lambat, mulai bangkit kembali, menekankan pada tuntutan untuk kesetaraan dan mengklaim bahwa korupsi dalam politik Amerika harus dibersihkan oleh perempuan karena laki-laki tidak mampu melakukannya. Para pemrotes kemudian disebut suffragette. Alice Paul memimpin parade di ibukota dan kota-kota besar. Alice memisahkan diri dari Asosiasi Hak Suara
Perempuan Amerika Nasional (AHSPAN), yang lebih menyukai pendekatan yang lebih
moderat dan mendukung Partai Demokrat dan Woodrow Wilson, yang dipimpin oleh
Carrie Chapman Catt. Alice mendirikan Partai Perempuan Nasional yang lebih militan. Para pejuang hak suara ditangkapi dan mendapat respon keras dari partai politik yang kala itu mayoritas kaum pria. Ahkirnya pada tahun 1917, tepatnya bulan oktober, Alice ditangkap, dan dijatuhi hukuman selama 7 bulan.
membuat rasa kagum saya makin tinggi, adalah ketika, saat Alice melihat, seorang napi yang terlihat sesak nafas karena berada diruangan yang cukup panas, tanpa adanya ventilasi udara. Alice meminta ijin untuk membuka jendela, namun oleh penjaga (yang berkelamin perempuan) tidak di perkenankan. Maka dengan sikap berani, dia nekat memecahkan salah satu jendela di ruangan tersebut,dengan melemparkan salah satu sepatunya. Karena kejadian tersebut, maka Alice di bawa pada suatu ruangan yang di beri nama ruang isolasi. Selama dalam penjara Alice melakukan aksi mogok makan, karena dia merasa, haknya telah di rampas. Dia di pisahkan dari narapidana lainnya. Kemudian tidak boleh di damping oleh pengacaranya. Aksi mogok makan tersebut mendapat dukungan dari rekan-rekan sesama penghuni penjara. Hal itu semakin membuat risau Penjaga Penjara Distrik Washington. Karena hal itu bisa berpengaruh pada resolusinya. Karena aksinya Alice kemudian di tempatkan di bangsal psikopat, yaitu bangsal bagi pidana orang gila, yang tentunya akan di rujuk pada perawatan di rumah sakit jiwa. Di sini, Alice sungguh mendapat siksaan mental yang luar biasa.
Salah satu siksaan mental adalah ketika dirinya mendapat paksaan untuk makan. Mulutnya terpaksa dibuka dengan sebuah alat yang mirip leher bebek, kemudian sebuah selang dimasukan dengan paksa menuju lambungnya, dan kemudian dengan kasar, perawat memasukan makanan yang berupa susu dan telur mentah. Namun Alice tetap menolak makan, hingga ketika selang tersebut dicabut, Alice memuntahkan kembali makanan tersebut.
Ternyata, apa yang sudah Alice alami, membuat salah satu sipir penjara yang notabene juga seorang wanita merasa iba, dan ahkirnya dengan diam-diam, dia membantu Alice agar bisa berkomunikasi dengan dunia luar. Bentuk bantuan yang di berikan adalah selalu menyelipkan secarik kertas dan sebuah pena di tampan makannya. Dengan kedua alat tersebut, Alice menceritakan apa yang sudah terjadi selama di penjara.
sebagai “Ukuran perang“. Pada tanggal 18 Agustus 1920, Negara bagian Tennessee meratifikasi Amandemen ke-19. Enam hari kemudian, Sekretaris Negara Colby mensahkannya. Dan perempuan Amerika mendapatkan hak pilih setelah pertempuran tujuh puluh dua tahun. Kemudian pada tanggal 26 Agustus di tetapkan sebagai Hari Kesetaraan Perempuan di Amerika Serikat.
Untuk menghargai jasa perjuangan Alice Paul, pada tahun 1985 didirikan Institut Alice Paul yang didedikasikan untuk menciptakan warisan dan pusat pengembangan kepemimpinan di Paulsdale. Lembaga ini khusus bekerja untuk mendidik dan mendorong perempuan dan anak perempuan untuk mengambil peran kepemimpinan dalam komunitas mereka dan untuk melanjutkan perjuangan panjang untuk kesetaraan perempuan.
ALICE PAUL
Lahir di New Jersey pada 11 Januari 1885, dan meninggal pada 9 Juli 1977 diusia 92 tahun
Putri dari pasangan William dan Tacie
Sebagai Quaker Hixsite, keluarganya sangat percaya pada kesetaraan gender, pendidikan untuk wanita, dan bekerja untuk kemajuan masyarakat. Tacie sang ibunda sering membawa Alice ke pertemuan hak pilih perempuan.
Awal mula ketertarikan Alice memperjuangan persamaan hak, ketika dirinya mendapat beasiswa ke Inggris, dan di sana dia mendengar pidato yang di sampaikan oleh Christabel Pankhurst di Universitas Birmingham.
D. Alkoholisme Dan Pelacuran
Pelarangan di Amerika Serikat juga dikenal sebagai The Noble Experiment adalah masa mulai 1920 hingga 1933 ketika penjualan, pembuatan dan penyebaran alkohol
dilarang secara nasional seperti yang diamanatkan dalam Amandemen Kedelapanbelas Konstitusi Amerika Serikat.
Undang-Undang Volstead, nama populer untuk Undang-Undang Pelarangan Nasional,
Larangan di Amerika Serikat adalah larangan konstitusional nasional pada penjualan, produksi, impor dan transportasi minuman beralkohol yang tetap di tempat dari tahun 1920 sampai 1933. Hal ini dipromosikan oleh gerakan tentara salib "kering" yang dipimpin oleh Protestan pedesaan dan progresif sosial Demokrat dan partai Republik dan dikoordinasi oleh Liga Anti-Saloon dan Wanita Christian Temperance Union. Larangan diberi mandat di bawah XVIII Amandemen Konstitusi AS. Mengaktifkan undang-undang, yang dikenal sebagai Undang-Undang Volstead, ditetapkan aturan untuk menegakkan larangan dan mendefinisikan jenis minuman beralkohol yang dilarang oleh pemerintah.
Pelarangan berhasil mengurangi jumlah minuman keras yang dikonsumsi, namun malah mengacaukan masyarakat dengan cara lain, mendorong perkembangan aktivitas kriminal bawah tanah yang merajalela, terorganisir dan meluas. Pelarangan semakin tidak populer selama Depresi Besar, terutama di kota-kota besar. Sebagian besar warga Amerika tidak senang setelah pembantaian Hari St. Valentine tahun 1929. Sampai saat itu mereka merasa bahwa Pelarangan berjalan dengan baik meski mengalami kemunduran.
Pada abad kedua puluh awal pengenalan larangan alkohol dan penegakan selanjutnya dalam hukum adalah masalah hangat diperdebatkan. Pendukung larangan, disebut “drys”, disajikan sebagai kemenangan bagi moral publik dan kesehatan. Anti-prohibitionists, yang dikenal sebagai kencing, mengkritik larangan alkohol sebagai intrusi cita-cita Protestan terutama pedesaan pada aspek sentral dari perkotaan, imigran dan kehidupan Katolik. Meskipun pendapat umum percaya bahwa Larangan gagal, itu berhasil memotong konsumsi alkohol secara keseluruhan dalam setengah selama tahun 1920 dan konsumsi tetap di bawah tingkat sebelum Larangan sampai tahun 1940-an, menunjukkan bahwa Larangan melakukan sosialisasi proporsi yang signifikan dari populasi dalam kebiasaan beriklim setidaknya untuk sementara. Beberapa peneliti berpendapat bahwa kegagalan politiknya disebabkan lebih ke konteks sejarah berubah dibandingkan dengan karakteristik hukum itu sendiri. Kritik tetap bahwa Larangan menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan seperti pertumbuhan organisasi kejahatan perkotaan. Sebagai percobaan itu kehilangan pendukung setiap tahun dan kehilangan penerimaan pajak bahwa pemerintah diperlukan ketika Depresi Besar dimulai pada 1929.
impor , penjualan dan transportasi alkohol adalah ilegal di Amerika Serikat. Bagian 29 dari Undang-Undang Volstead diperbolehkan anggur dan sari dibuat dari buah di rumah , tapi tidak bir . Sampai dengan 200 galon anggur dan sari per tahun bisa dibuat dan beberapa kebun-kebun anggur tumbuh anggur untuk digunakan di rumah . Undang-undang tidak melarang konsumsi alkohol . Banyak orang menimbun anggur dan minuman keras untuk penggunaan pribadi mereka di bagian akhir 1919 sebelum penjualan minuman beralkohol menjadi ilegal di Januari 1920.
Tiga agen-agen federal ditugaskan tugas menegakkan UU Volstead : US Coast Guard Kantor Penegakan Hukum, Departemen Keuangan AS IRS Biro Larangan dan US Department Biro Hukum Larangan.
Banyak upaya untuk memaksakan hukum Larangan terhalang karena kurangnya transparansi antara pemerintah federal dan negara bagian. Selain itu, geografi Amerika kontribusi terhadap kesulitan dalam menegakkan Larangan. Medan bervariasi dari lembah, pegunungan, danau, dan rawa-rawa, serta jalur laut yang luas, pelabuhan, dan berbatasan dengan Amerika Serikat bersama dengan Kanada dan Meksiko membuat sangat sulit bagi agen Larangan untuk menghentikan pembuat minuman keras mengingat kurangnya sumber daya. Pada akhirnya itu dikenal dengan pencabutan nya bahwa sarana yang hukum itu harus ditegakkan tidak pragmatis, dan dalam banyak kasus legislatif tidak sesuai dengan pendapat masyarakat umum.
Pada tahun 1930 Komisaris Larangan memperkirakan bahwa pada tahun 1919, tahun sebelum UU Volstead menjadi undang-undang, rata-rata minum Amerika menghabiskan $ 17 per tahun pada minuman beralkohol. Pada tahun 1930, karena penegakan berkurang pasokan, belanja meningkat menjadi $ 35 per tahun (tidak ada inflasi pada periode ini). Hasilnya adalah industri minuman alkohol ilegal yang membuat rata-rata $ 3 miliar per tahun pendapatan yamg tergolong ilegal.
E. Perjuangan Para Buruh
Krisis ekonomi berkala terkadang menyapu negeri, membuat tingkat gaji di industry semakin menurun dan menghasilkan tingkat pengangguran yang tinggi. Pada saat yang sama, kemajuan teknologi, yang menambah begitu banyak terhadap produktivitas negeri, secara bertahap mengurangi kebutuhan akan tenaga kerja ahli. Namun kelompok tenaga kerja tanpa keahlian bertumbuh dengan stabil, dengan jumlah imigran yang belum pernah terjadi sebelumnya – 18 juta jiwa dari 1880 sampai 1910 – memasuki negeri itu, berhasrat untuk mencari pekerjaan.
Sebelum tahun 1874, ketika Massachusetts memberlakukan peraturan pertama di negeri itu yang mengatur pembatasan jumlah jam kerja pekerja pabrik wanita dan anak-anak maksimum 10 jam per hari, sesungguhnya tidak pernah ada undang-undang tentang buruh sebelumnya. Baru pada 1930-an pemerintahan federal akhirnya ikut berperan aktif tentang ini. Sampai waktu itu, bidang ini dibiarkan diatur oleh Negara bagian dan otoritas lokal, yang sedikit dari mereka cukup responsive terhadap hal ini, tidak seperti terhadap para pengusaha yang kaya.
Kapitalisme yang tidak mau diatur pemerintah yang mendominasi paruh kedua abad ke-19 dan membantu perkembangan konsentrasi kekayaan dan kekuasaan didukung oleh para hakim pada masa itu dan sekali lagi melenyapkan secara hokum mereka yang berusaha menentang sistem ini.
Dalam hal ini, mereka sebenarnya hanya mengikuti filosofi yang telah berlangsung saat itu. Mengikuti gambaran teori Darwin yang disederhanakan, banyak pemikir social percaya bahwa baik pertumbuhan bisnis besar dengan mengorbankan usaha kecil dan kekayaan sedikit orang maupun kemiskinan orang banyak adalah masalah ‘keberlangsungan hidup mereka yang lebih kuat’, dan merupakan produk samping yang tidak terelakkan dalam kemajuan.
Para pekerja Amerika, khususnya mereka yang memiliki keahlian, kelihatan dapat hidup sama baiknya dengan pekerja-pekerja setara mereka di industri-industri Eropa. Namun, biaya social sangat tinggi. Sampai tahun 1900, Amerika Serikat memiliki tingkat kematian karena pekerjaan paling tinggi di antara negara-negara industri di dunia. Kebanyakan pekerja industry masih bekerja 10 jam sehari (12 jam untuk industry baja), namun masih hanya memperoleh upah dibawah minimum nilai yang diasumsikan perlu untuk hidup secara baik. Jumlah anak-anak dalam tenaga kerja meningkat dua kali lipat antara 1870 dan 1900.
Knights of Labor) pada 1869. Awalnya organisasi rahasia dan merupakan perkumpulan agama yang diatur oleh pekerja-pekerja garmen di Philadelphia dan mendukung program kooperatif, mereka terbuka kepada semua pekerja, termasuk kaumAfrika-Amerika, wanita, dan para petani. Para Ksatria ini bertumbuh dengan perlahan sampai unit pekerja kereta apinya memenangkan demonstrasi terhadap bos besar kereta api, Jay Gould, pada1885. Dalam waktu setahun mereka menambahkan 500.000 anggota pekerja. Namun, tidak menyesuaikan diri kepada unionisme perdagangan pragmatis dan tidak dapat mengulang suksesnya, organisasi Ksatria ini mulai kehilangan anggota.
Tempat mereka dalam ke gerakan para buruh perlahan diambil alih Federasi Tenaga Kerja Amerika (AFL). Dan tidak terbuka terhadap semua, AFL, dibawah pimpinan bekas pejabat serikat cerutu Samuel Gompers, adalah kelompok serikat pekerja yang terfokus pada tenaga-tenaga kerja ahli. Tujuan mereka adalah “murni dan sederhana” dan tidak politis: meningkatkan upah, mengurangi jam kerja dan memperbaiki kondisi kerja. Kelompok ini banyak berpengaruh untuk mengalihkan gerakan-gerakan buruh dari pandangan sosialis seperti yang terjadi di Eropa. Walau begitu, baik sebelum berdirinya AFL maupun sesudahnya, sejarah buruh Amerika Serikat sangat keras.
Pada Demonstrasi Buruh Rel Besar di pada 1877, para buruh rel kereta di penjuru negeri bereaksi terhadap pemotongan upah 10 persen. Usaha untuk memadamkan demonstrasi membawa kepada huru-hara dan perusakan di berbagai kota: Baltimore, Maryland; Chicago, Illnois; Pittsburgh, Pennsylvania; Buffalo, New York; dan San Fransisco, California. Tentara.
Federal harus dikirimkan ke beberapa lokasi sebelum demonstrasi berakhir. Sembilan tahun kemudian, pada insiden di Haymarket Square di Chicago, seseorang melemparkan bom ke arah polisi yang akan membubarkan barisan anarkis yang mendukung demonstrasi yang sedang berlangsung di Perusahaan Harvester Mc Cormick di Chicago. Dalam bentrok yang terjadi setelah itu, 7 polisi dan sedikitnya 4 pekerja dilaporkan terbunuh. Sekitar 60 polisi dikabarkanluka-luka.
dukungan Serikat Pekerja Rel Amerika, melumpuhkan banyak sekali system rel di negeri itu. Dengan keadaan yang semakin memburuk, jaksa agung AS Richard Olney, yang dulunya juga merupakan pengacara perusahaan kereta api, menugaskan lebih dari 3.000 orang untuk mengusahakan agar rel-rel kereta api tetap terbuka.
Ini kemudian disusul amanat pengadilan federal yang menentang intervensi serikat pekerja terhadap kereta-kereta api. Ketika huru-hara mulai terjadi, presiden Cleveland mengirimkan tentara federal, dan demonstrasi berhasil dipadamkan. Serikat pekerja yang menyukai demonstrasi yang paling militant adalah Pekerja Industri Sedunia (Industrial Workers of the World / IWW). Dibentuk dari gabungan serikat pekerja yang berjuang untuk keadaan yang lebih baik di industry pertambangan West, para IWW, atau lebih terkenal dengan sebutan “Wobblies”, menjadi terkenal dari bentrokan di tambang Colorado pada 1903 dan cara-cara brutal yang mereka gunakan. Dipengaruhi anarkis memilitan dan secara terbuka menuntut kesejahteraan, para Wobblies merebut banyak pendukung setelah mereka memenangkan pertempuran demonstrasi yang sulit di pabrik tekstil di Lawrence, Massachusetts, pada 1912.
DAFTAR PUSTAKA
Cincotta, Howard. 2004. Garis Besar Sejarah Amerika. Washington: Departemen Luar Negeri Amerika Serikat
Jordan, Winthrop D., Miriam Greenblatt, dan John S. Bowes. 1992. The American: A History. Evanston: McDougal, Littell and company
Ritchie, Donald A. 1999. American History: The Modern Era Since 1865. Westerville, Ohio: Glencoe/ McGraw-Hill
Tong, Rosemarie Putnam. 2006. Feminist Thought: Pengantar Paling Komprehensif kepada Arus Utama Pemikiran Feminisme, terj Aquarini Priyatna Prabasmoro. Yogyakarta: Jalasutra
Film:
Iron Jawed Angels: Lead, follow, or get out of the way. HBO and Warner Home Video, Inc., VCD. 2004. (durasi 123 menit)