• Tidak ada hasil yang ditemukan

01 Desain Riset dan Penyusunan Pernyataa (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "01 Desain Riset dan Penyusunan Pernyataa (1)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

RMK METODE

PENELITIAN

PERTEMUAN II

K E L A S A S T A R U N I V E R S I T A S H A S A N U D D I N

(2)

DESAIN RISET, PENENTUAN AREA PERMASALAHAN, DAN MENDIFINISIKANNYA DALAM SEBUAH PERNYATAAN

A. Desain Riset

1. Pengertian Desain Riset

Desain riset adalah sebuah desain (cetak biru) dalam pengumpulan, pengukuran, dan analisis data dengan berdasarkan pada pertanyaan-pertanyan dalam sebuah riset. Elemen-elemen desain riset adalah sebagaimana disajikan pada bagan di bawah ini.

DETAIL STUDI PENGUKURAN ANALISIS

DATA

Kalitas suatu riset bergantung pada alternatif desain riset yang dipilih sesuai dengan tujuannya. Semakin komplek suatu desain riset maka akan semakin membutuhkan banyak biaya, waktu, maupun sumber daya lainnya.

2. Macam-macam Tujuan Studi

Tujuan studi dapat diklasifikasikan menjadi Eksplanatori, Deskriptif, dan Kausal. Penentuan tujuan-tujuan tersebut tergantung pada tingkat pengetahuan yang tersedia.

a. Studi Eksplanatori

Studi ini dilaksanakan ketika peneliti (1) tidak memiliki banyak pengetahuan tentang situasi yang diteliti dan/atau (2) tidak tersedia informasi mengenai bagaimana permasalahan/riset serupa diselesaikan di masa lampau. Oleh karena itu, dibutuhkan pekerjaan pendahuluan yang ekstensif untuk memahami apa yang terjadi, menilai ruang lingkup masalah, dan/atau menjadi familiar dengan fenomena

(3)

atau pun situasi tersebut. Sebagai hasilnya, dapat berupa kesimpulan bahwa riset tidak perlu dilanjutkan karena permasalahannya tidak sebesar yang diprediksi, tetap menggunakan desain yang sudah direncakan, atau dapat pula harus menggunakan desain yang lebih kompleks. Jadi, eksplanatori studi dibutuhkan dalam hal telah terdapat beberapa fakta yang diketahui dari suatu fenomena, tetapi dibutuhkan informasi lebih lanjut untuk menjaga keberlangsungan sebuah teori tertentu.

Seringkali, studi eksplanatori bergantung pada riset sekunder untuk dapat melaksanakan pengumpulan data. Contohnya: reviu literatur dan/atau pendekatan kualitatif dalam pengumpulan data seperti diskusi infomal, interviu, studi kasus, dll. Hasil dari sebuah studi ekspalanatori tidak berlaku secara umum bagi seluruh populasi.

b. Studi Deskriptif

Tujuan dari studi ini adalah untuk mendeskripsikan objek penelitian. Studi ini seringkali didesain dalam rangka mengumpulkan data yang menjelaskan karakteristik orang, kejadian, atau situasi. Studi ini dapat bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Seringkali, studi ini digunakan untuk menggambarkan korelasi dari satu atau lebih objek. Namun, dua atau lebih objek yang berkorelasi tidak selalu berarti memiliki hubungan kausalitas.

Manfaat studi deskriptif antara lain untuk:

- memahami karakteristik sebuah grup pada suatu situasi tertentu (Contoh: profile dari sebuah segmen pasar tertentu)

- berfikir secara sistematis tentang sebuah aspek pada suatu situasi tertentu (Contoh: faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja)

- menawarkan ide untuk penelitian atau riset lebih lanjut

- membantu membuat keputusan tertentu yang bersifat sederhana

c. Studi Kasual

Studi ini merupakan inti dari pendekatan ilmiah dalam riset. Studi ini berusaha untuk menentukan apakah satu variabel tetentu dapat menyebabkan perubahan pada variabel yang lain. Kondisi yang harus dipenuhi untuk tercipanya hubungan kausalitas adalah

- variabel independen dan dependen bersifat kovarian - independen variabel harus mendahuli dependen variabel

- tidak ada faktor lain yang dapat menyebabkan perubahan dependen variabel - dibutuhkan teori yang menjelaskan mengapan independen variabel

mempengaruhi dependen variabel.

3. Tingkatan-tingkatan Keterlibatan Peneliti

(4)

mengetahui akibatnya terhadap dependen variabel. Jadi, peneliti memiliki keterlibatan yang besar dalam hal ini.

4. Seting dari Sebuah Studi: contrived dan noncontrived

Suatu studi dapat dilakukan pada lingkungan yang alami yang mana segala seuatunya berjalan dengan normal (noncontrived setting) maupun pada lingkungan buatan (contrived setting). Studi korelatif dilaksanakan pada lingkungan alami, sedangkan studi kausal dilaksanakan pada lingkungan buatan.

Studi korelatif yang dilaksanakan pada sebuah lingkungan yang alami dinamakan field study. Studi yang dilaksanakan di dalam lingkungan yang alami yang mana setiap subjek dalam studi tetap berfungsi secar norma dalam rangka menentukan hubungan kasual dinamakan field experiments. Adapun studi yang dilaksanakan untuk menentukan hubungan kausal dalam sebuah lingkungan artifisial yang mana variabel lain selain yang ditetiliti dikontrol secara ketat dinamakan lab experiment.

5. Strategi-strategi dalam Melaksanakan Riset a. Eksperimen

Eksperimen biasanya dihubungkan dengan riset deduktif atau pendekatan riset ilmiah (hypothetico-deductive). Eksperimen biasanya tidak digunakan dalam studi ekspanatori maupun deskriptif.

b. Survai

Survai merupakan sebuah sistem untuk mengumpulkan informasi dari atau tentang orang-orang untuk mendeskripsikan, membandingkan, atau menjelaskan pengetahuan, sifat, dan perilaku mereka. Jadi, survai meliputi: penentuan tujuan dari pengumpulan data, desain studi, penyiapan instrumen yang valid dan andal, pelaksanaan survai, pengloahan dan analisis data, serta pelaporan hasil.

c. Observasi

Observasi bermanfaat dalam mengumpulkan data tentang tindakan dan/atau sifat dari orang-orang. Observasi meliputi: mengunjungi orang-orang dalam situasi yang alami, wengamati apa yang mereka lakukan, menjelasakan, menganalisa, dan menginterpretasikan hasil pengamatan tersebut.

d. Studi kasus

Studi kasus berfokus pada pengumpulan informasi tentang objek tertentu, kejadian, atau aktivitas. Contohnya: unit bisnis atau organisasi. Jadi, studi kasus adalah sebuah investigasi empiris atas sebuah fenomena kontemporer tertentu dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan berbagai metode pengumpulan data. Sebagaimana eksperimen, hipotesis dapat dikembangkan pada studi kasus.

e. Grounded theory

(5)

adalah sampling teoritis, pengkodean, dan perbandingan yang konstan. Sampling teoritis adalah proses pengumpulan, pengkodean, dan analisis data untuk menentukan data apa yang dibutuhkan dalam rangka mengembangkan teori diperoleh dari pengumpulan, pengokedan, dan analisis adata tersebut.

f. Action research

Strategi ini biasanya dilakukan oleh konsultan yang ingin memulai proses perubahan dalam sebuah organisasi. Dengan kata lain, metode ini paling sesuai untuk digunakan dalam kerangka mempengaruhi perubahan yang telah direncanakan. Metode ini dimulai dengan adanya masalah yang telah teridentifikasi dan dilanjutkan dengan mengmupulkan data yang relevan untuk menentukan solusi sementara. Solusi sementara tersebut kemudian diimplementasikan dan dievaluasi terus menerus sampai diperoleh solusi yang valid.

g. Campuran

Metode terakhir adalah metode campuran. Hal ini dikaitak dengan konsep triangualtion yang dilatar belakangi fakta bahwa seorang peneliti akan merasa yakin dengan hasil penelitiannya manakala telah melaksanakannya dengan berbagai metode. Beberapa konsep triangulation yang mungkin dilaksanakan adalah

- Metode trianggulasi: menggunakan berbagai metode pengumpulan dan analsis data

- Data trianggulasi: mengumpulkan data dari berbagai sumber atau berbagai periode waktu

- Peneliti trianggulasi: beberapa peneliti mengumpulkan dan menganalisis data - Teori trianggulasi: berbagai teori dan/atau perspektif digunakan untuk

menginterpretasikan dan menjelaskan data yang ada.

6. Jenis-jenis Unit Analisis dalam Studi

Unit analisis adalah tingkatan agregasi data yang dikumpulkan sebelum tahap analisis.

- Level individu: untuk mengetahui perbandingan perilaku antarindividu - Level dyad: untuk mengetahui perbandingan perilaku antarpasangan - Level grup: untuk mengetahui perbandingan perilaku antargrup.

7. Horison Waktu dalam Studi h. Cross sectional study

Studi ini adalah studi yang mana pengumpulan data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan dalam riset hanya dilaksanakan satu kali, baik dalam periode satu minggu, satu bulan, dsb.

i. Longitudianl study

(6)

B. Penentuan Area Permasalahan dan Pendefinisiannya 1. Area Permasalahan secara Luas

Permasalahan adalah setiap situasi yang mana terdapat kesenjangan antara realita yang ada dengan apa yang diinginkan. Peneliti harus jeli dalam membedakan gejala masalah dengan sebuah masalah.

2. Pengumpulan Informasi Awal

a. Menenteukan Sifat dari Informasi yang dikumpulkan

Hal ini dapat dilaksanakan melalui instrospeksi, wanancara tak terstruktur, dan/atau menggunakan informasi yang telah tersedia. Secara Umum, sifat informasi tersebut adalah berupa

- Latar Belakang Organisasi

Informasi ini biasanya berupa sejarah organisasi, ukuran (jumlah pegawai dan aset), tujuan dan ideologi, lokasi, sumber daya (SDM dll.), dll.

- Literatur

Literatur bermanfaat untuk mengikuti stuktur penelitian sebelumnya dan mempermudah pendefinisian permasalahan.

Data Sekunder adalah data yang sudah ada sehingga peneliti dapat langsung menggunakannya. Sedangkan data primer adalah data baru yang diperoleh dengan survai, interviu, obesrvasi, studi kasus, dll.

3. Mendefinisikan Pemasalahan dalam Pernyataan

Permasalahan harus dinyatakan secara jelas, tidak ambigu, spesifik, fokus, dan ditujukan pada perspektif akademik tertentu.

4. Menyusun Proposal

Sebelum sebuah riset dilaksanakan, harus ada persetujuan antara peneliti dengan pihak yang berwenang mengotorisasi riset. Untuk itulah dibutuhkan sebuah proposal riset yang isinya adalah

1. Judul

2. Latar Belakang Studi 3. Pernyataan Permasalahan:

a. Tujuan dari Studi

b. Pertanyaan-Pertanyaan Riset 4. Ruang Lingkup Studi

5. Relevansi Studi

6. Desain Riset, yang berisi:

a. Jenis Studi: Eksplanatori, deskriptif, atau kausal b. Metode Pengumpulan Data

c. Desain Sampling d. Metode Analisis Data

7. Waktu Pelaksanaan Studi (meliputi pula batas waktu penyampaian laporan) 8. Anggaran yang terperinci untuk setiap item kegiatan

Referensi

Dokumen terkait

Baru pada awal abad 21 sebagian besar perguruan tinggi baik negeri maupun swasta telah memasukkan pemeriksaan intern (internal auditing) sebagai mata kuliah wajib pada program

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk memberikan informasi bagaimana tindakan yang tepat

kurikulum pembelajaran mewujudkan suasana dan proses pembelajaran yang aktif, untuk mengembangkan potensi dirinya seperti, keagamaan, pengendalian

Pada lahan gambut yang dikategorikan masih belum terusik, langkah langkah konservasi dapat dilakukan, lahan gambut yang sudah direklamasi perlu direstorasi atau dimanfaatkan

Setelah proses pembelajaran peserta didik dapat menjelaskan kewajiban umat islam terhadap orang yang meninggal dengan benar sesuai ketentuan syariat islam3. Setelah

Penyediaan Data dan Penyebaran Informasi Pariwisata Provinsi, Baik dalam dan Luar Negeri Jumlah informasi dan database disektor pariwisata yang dibuat Pemasaran Pariwisata

Sesuai dengan lingkup masalah yang telah ditentukan maka untuk menghindari agar jangan sampai timbul suatu pembahasan yang nantinya keluar dari pokok permasalahan

Padat tebar cacing tanah dalam media harus seimbang karena berhubungan dengan persaingan untuk mendapatkan pakan sehingga pertumbuhan cacing tanah menjadi