MENURUNKAN RASIO
MENURUNKAN RASION0 GON0 GOOD HURT ON HOD HURT ON H EADEAD DIMESINDIMESINCOCOLD LD FORGFORGININ G G 1 1 DENGAN
DENGANMM ETODE QUALETODE QUAL II TY CTY CONTROONTROL CIL CI RCRCLE LE ( QC( QCC )C )
Muhammad Kholil
Muhammad Kholil(1)(1) , Rudini Mulya , Rudini Mulya(2)(2) Program Studi Teknik Industri Program Studi Teknik Industri Universitas Mercubuana
Universitas Mercubuana – – Jakarta Jakarta Email:
Email:11 ) )[email protected] [email protected] , ,22 ) )[email protected]@gmail.com
ABSTRAK ABSTRAK
Pengendalian kualitas suatu produk atau barang sangat penting bagi perusahaan untuk dapat Pengendalian kualitas suatu produk atau barang sangat penting bagi perusahaan untuk dapat mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam proses tiap- tiap unit produksi harus disertai
mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam proses tiap- tiap unit produksi harus disertai checkcheck sheet
sheet ,, history production, deki-dakahistory production, deki-daka, dan Aktifititas selama proses berlangsung,dengan tujuan, dan Aktifititas selama proses berlangsung,dengan tujuan mengetahui Produksi tersebut berjalan lancar atau adanya
mengetahui Produksi tersebut berjalan lancar atau adanya Abnormality Abnormality dalam line tersebutdalam line tersebut sehingga mempermudah tindak lanjutnya. Dalam proses produksi tentunya akan ada sehingga mempermudah tindak lanjutnya. Dalam proses produksi tentunya akan ada kendala-kendala yang dihadapi Operator,
kendala yang dihadapi Operator, Leader, Leader, ForemanForeman smpai ke smpai ke Manager Manager ProductionProduction, tentunya, tentunya masalah masalah Kualitas Produk selalu menjadi prioritas utama karena karena apabila terjadi masalah masalah Kualitas Produk selalu menjadi prioritas utama karena karena apabila terjadi Problem
Problem maka Line tersebut mengalami gangguan sehingga mempengaruhi maka Line tersebut mengalami gangguan sehingga mempengaruhi next customer next customer atau atau proses berikutnya d
proses berikutnya d an tentu sajan tentu saja mempengaruhia mempengaruhi Operation ProductionOperation Production atau Target Produksi Yang atau Target Produksi Yang harus dicapai. Dengan adanya Pengendalian Kualitas diharapkan Rasio barang akan Meningkat , harus dicapai. Dengan adanya Pengendalian Kualitas diharapkan Rasio barang akan Meningkat , Kepuasan Pelangganpun Tercapai dan Mengurangi Rasio
Kepuasan Pelangganpun Tercapai dan Mengurangi Rasio No Good, No Good, untuk semual hal itu di setiap untuk semual hal itu di setiap perusahaan
perusahaan mengadakanmengadakan Quality Control Cirle (QCC) untukQuality Control Cirle (QCC) untuk meminimalisasi kerugian terhadapmeminimalisasi kerugian terhadap produk
produk cacat cacat yang terjyang terjadi adi disetiapdisetiap Department Department . Perusahaan mewajibkan. Perusahaan mewajibkan QCCQCC setiap Tahunnya 2setiap Tahunnya 2 kali melakukan
kali melakukan QCC QCC dan setiap department harus mengajukan hasil dan setiap department harus mengajukan hasil QCCQCC nya untuk dibahas dannya untuk dibahas dan di kualifikasi ant
di kualifikasi antar department dan yar department dan yang terbaik dapaang terbaik dapat t mengikuti perlombaan mengikuti perlombaan antar Perusahaanantar Perusahaan dan Antar Negara yang diselenggarakan Setiap Tahunnya.
dan Antar Negara yang diselenggarakan Setiap Tahunnya. Kata Kunci :
Kata Kunci :Check SheeCheck Sheet, Ht, H istory Produistory Produ ctionction ,,Kepuasaan Pelanggan, Target Produksi, QCC.Kepuasaan Pelanggan, Target Produksi, QCC. ABSTRAK
ABSTRAK REDUCE R
REDUCE RATIO N0 GOATIO N0 GOOD HURT ON HOD HURT ON H EAD DIEAD DI MM ESESII N COLD FORING 1N COLD FORING 1 QUALITY CONTR
QUALITY CONTROL MOL M ETHOD WIETHOD WI TH TH CIRCCIRCLE LE (Q(QCCCC))
Control the quality of a product or item is very important for companies to be able to get Control the quality of a product or item is very important for companies to be able to get maximum results. In the process of production of each unit must be accompanied by check sheet, maximum results. In the process of production of each unit must be accompanied by check sheet, production history,
production history, deki-daka, and deki-daka, and Aktifititas throughout Aktifititas throughout the process, the process, with the aim with the aim of knowing of knowing thethe production
production running smoothly running smoothly or or any abnany abnormality in ormality in the the line line making it making it easier easier to to follow ufollow up. p. In In thethe production process
production process of course of course there will there will be obe obstacles faced bstacles faced by opby operators, erators, Leader, Foreman Leader, Foreman smpaismpai to Production Manager, Product Quality issues certainly matter has always been a top priority to Production Manager, Product Quality issues certainly matter has always been a top priority because the problem occurs because when the Line disorder affecting customer or the next and the because the problem occurs because when the Line disorder affecting customer or the next and the next course affect Operation Production or Production Targets to be achieved. With the expected next course affect Operation Production or Production Targets to be achieved. With the expected ratio of goods Quality Control will Increase, Satisfaction and Reduce Ratio Reached ratio of goods Quality Control will Increase, Satisfaction and Reduce Ratio Reached Pelangganpun
Pelangganpun No No Good, Good, for for semual semual it it in in any any company company held held Quality Quality Control Control cirle cirle (QCC) (QCC) toto minimize losses to product defects that occur in each Department. The year requires every minimize losses to product defects that occur in each Department. The year requires every company QCC QCC and 2 times did each department must submit the results of its QCC company QCC QCC and 2 times did each department must submit the results of its QCC qualifications to be discussed and in the best inter-department and inter-company can follow the qualifications to be discussed and in the best inter-department and inter-company can follow the race and Transnational organized annually.
race and Transnational organized annually.
Keywords: Chec
Keywords: Check Shek Sheeet, Productit, Producti on Hon H istory, Customeistory, Customer Satisfactir Satisfacti on,on, target producti
1. PENDAHULUAN 1. PENDAHULUAN
PT. Denso Indonesia bergerak di PT. Denso Indonesia bergerak di bidang
bidang Otomotif Otomotif yaitu yaitu sebagai sebagai SupplierSupplier Astra Indonesia untuk Menyediakan Astra Indonesia untuk Menyediakan Perlengkapan dan Peralatan Motor dan Perlengkapan dan Peralatan Motor dan Mobil Pabrikan PT. Toyota Indonesia, PT. Mobil Pabrikan PT. Toyota Indonesia, PT. Astra Daihatsu Indonesia , PT. Astra Honda Astra Daihatsu Indonesia , PT. Astra Honda Indonesia dan lain sebagainya. Hasil Indonesia dan lain sebagainya. Hasil Produksi PT. Denso Indonesia yang ada di Produksi PT. Denso Indonesia yang ada di kawasan Industri MM 2100 menghasilkan kawasan Industri MM 2100 menghasilkan Compressor
Compressor , AC , Radiator Alumunium , , AC , Radiator Alumunium , Maghnetto
Maghnetto,, Wipper Wipper dan lain sebagainya. dan lain sebagainya. Sedangkan Sunter Plant PT. Denso Sedangkan Sunter Plant PT. Denso Indonesia Menghasilkan Produksi seperti Indonesia Menghasilkan Produksi seperti Spark Plug
Spark Plug (Busi), Radiator Kuningan, (Busi), Radiator Kuningan, StickStick Coil
Coil ,, Horn Horn (Klakson) , dan Oksigen Sensor. (Klakson) , dan Oksigen Sensor.
Dalam setiap proses produksi
Dalam setiap proses produksi
setiap departemen mempunyai batasan
setiap departemen mempunyai batasan
batasan
batasan proses
proses produksi
produksi dimana
dimana suatu
suatu
proses
proses dikatakan
dikatakan Good Process
Good Process atau
atau
NoGood
NoGood Process
Process.. Good Process
Good Process adalah
adalah
Barang yang dalam keadaan proses
Barang yang dalam keadaan proses
produksi
produksi tidak
tidak terjadinya
terjadinya perubahan
perubahan
pada
pada segi
segi Bentuk,
Bentuk, ukuran
ukuran dan
dan dimensi,
dimensi,
luka atau tergores dan lain sebaginya.
luka atau tergores dan lain sebaginya.
Sedangkan
Sedangkan No
No Good
Good Process
Process adalah
adalah
Barang yang dalam Keadaan proses
Barang yang dalam Keadaan proses
produksi
produksi Mengalam
Mengalami
i kecacata
kecacatan
n Fisik,
Fisik,
Bentuk,
Ukuran
dan
Dimensi
Bentuk,
Ukuran
dan
Dimensi
((
Abnormality)
Abnormality)..
Departement
Departement Spark Spark Plug Plug Part Part adalah Departemen yang Membuat adalah Departemen yang Membuat Housing.
Housing.Proses Pertama adalah dari mesinProses Pertama adalah dari mesin Cold Forging
Cold Forging lalu ke Proses Mesin lalu ke Proses Mesin ShutteShutte kemudian Proses
kemudian Proses Welding Welding dan dan Rolling. Rolling. Dimana proses pertama ada di mesin Dimana proses pertama ada di mesin ColdCold Forging,
Forging, terdapat 4 mesin Cold forging. terdapat 4 mesin Cold forging. Dimana salah satu mesin Tepatnya di Cold Dimana salah satu mesin Tepatnya di Cold Forging 1 sering terjadi masalah kualitas Forging 1 sering terjadi masalah kualitas yaitu
yaitu Hurt On Head Hurt On Head yang sangat tinggi rasio yang sangat tinggi rasio No
No GoodnyaGoodnya. Jika kondisi ini dibiarkan. Jika kondisi ini dibiarkan maka akan mengakibatkan perusahaan maka akan mengakibatkan perusahaan merugi oleh karena itu perlu adanya merugi oleh karena itu perlu adanya penanggulangan
penanggulangan agar agar masalah masalah yang yang timbultimbul dapat ditanggulanggi dengan
dapat ditanggulanggi dengan Metode Quality Metode Quality Control Circle
Control Circle (QCC) (QCC)
2.
2. IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI MASALAHMASALAH A.
A. Mencari pada Mencari pada parameter penguparameter pengujian manajian mana yang menyebabkan
yang menyebabkan No No Good Good Process Process ScrapScrap
On Head di Mesin Cold Forging
On Head di Mesin Cold Forging 1 di PT. 1 di PT. Denso Indonesia.
Denso Indonesia.
B. Mencari penyebab
B. Mencari penyebab No No Good Good ProcessProcess Scrap On Head di Mesin Cold Forging Scrap On Head di Mesin Cold Forging 11 dengan
dengan QCC QCC di PT. Denso Indonesia. di PT. Denso Indonesia. C. Bagaimana menanggulangi
C. Bagaimana menanggulangi No No GoodGood Process
Process Scrap Scrap On On Head Head di di Mesin Mesin ColdCold Forging
Forging 1 1 dengan dengan langkah-langkah langkah-langkah yangyang ada pada
ada pada QCC QCC ..
3.
3. TUJUAN TUJUAN PENELITIANPENELITIAN
A. Mengetahui parameter pengujian yang A. Mengetahui parameter pengujian yang menyebabkan
menyebabkan No No Good Good Process Process Scrap Scrap OnOn Head di Mesin Cold
Head di Mesin Cold Forging Forging 1 di PT. Denso 1 di PT. Denso Indonesia.
Indonesia. B.
B. Mengetahui Mengetahui penyebabpenyebab No No Good PrGood Processocess Scrap On Head di Mesin Cold Forging Scrap On Head di Mesin Cold Forging 1 di 1 di PT. Denso Indonesia.
PT. Denso Indonesia. C.
C. Mendapatkan Mendapatkan penanggulangan penanggulangan daridari permasalahan
permasalahan No Good Process Scrap On No Good Process Scrap On Head di Mesin Cold Forging
Head di Mesin Cold Forging 1 di PT. Denso 1 di PT. Denso Indonesia
Indonesia
4.
4. LANDASAN LANDASAN TEORITEORI
QUALITY CONTROL SYSTEM (QCC) QUALITY CONTROL SYSTEM (QCC)
Quality Control Circle
Quality Control Circle adalahadalah sekolompok orang yang terdiri dari 3- 10 sekolompok orang yang terdiri dari 3- 10 orang dalam usaha memperbaiki atau orang dalam usaha memperbaiki atau menghilangkan atau Mengendalikan proses menghilangkan atau Mengendalikan proses produksi
produksi terutama terutama dalamdalam No No Good Good ProcessProcess.. Setiap Depertemen Wajib melaksanakan Setiap Depertemen Wajib melaksanakan Quality Control Circle
Quality Control Circle dalam setiapdalam setiap produksinya.
produksinya. Setiap Setiap tahunnya tahunnya harusharus menyerahkan data dan hasil
menyerahkan data dan hasil Quality ControlQuality Control Circle
Circle kepadakepada Total Quality Management Total Quality Management atau disingkat
atau disingkat TQM.TQM.
Total Quality
Total Quality
Management
Management
((
TQM) TQM) adalah adalah satusatu himpunan prinsip-prinsip, alat-alat, dan himpunan prinsip-prinsip, alat-alat, dan prosedur-prosedurprosedur-prosedur yang yang memberikanmemberikan tuntunan dalam praktek penyelenggaraan tuntunan dalam praktek penyelenggaraan organisasi
organisasi
..
QCC merupakan pendekatanQCC merupakan pendekatan yang membina manusia dan bukannya yang membina manusia dan bukannya pendekatanpendekatan penggunaan penggunaan manusia. manusia. QCCQCC bertujuan
bertujuan untuk untuk membuat membuat setiap setiap pekerjapekerja menjadi pengambil keputusan sepanjang menjadi pengambil keputusan sepanjang menyangkut pekerjaannya.
DELAPAN LANGKAH QCC DELAPAN LANGKAH QCC
Dalam pelaksanaan kegiatan Dalam pelaksanaan kegiatan pengendalian
pengendalian mutu, mutu, QCC QCC memutar memutar rodaroda Deming (PDCA) dan melakukan 8 langkah Deming (PDCA) dan melakukan 8 langkah dan 7 alat secara berkesinambungan.Delapan dan 7 alat secara berkesinambungan.Delapan Langkah yang digunakan meliputi :
Langkah yang digunakan meliputi : P
P berarti “ berarti “ Planning Planning ” (perencanaan) meliputi” (perencanaan) meliputi 4 langkah yaitu :
4 langkah yaitu : Langkah
Langkah 1: 1: Menentukan Menentukan pokokpokok masalah/persoalan atau tema
masalah/persoalan atau tema Langkah
Langkah 2: 2: Menentukan Menentukan target target yangyang akan dicapai
akan dicapai Langkah
Langkah 3: 3: Membahas Membahas kondisi kondisi yangyang terjadi
terjadi Langkah
Langkah 4 4 : : Menganalisa Menganalisa penyebabpenyebab terjadinya masalah
terjadinya masalah Langkah
Langkah 5: 5: Menyusun Menyusun rencanarencana penanggulangan
penanggulangan D
D berarti berarti ““ Do Do” (pelaksanaan) meliputi 1” (pelaksanaan) meliputi 1 langkah yaitu :
langkah yaitu : Langkah
Langkah 6:Pelaksanaan 6:Pelaksanaan rencanarencana penanggulangan
penanggulangan C
C berarti “ berarti “Check Check ” (meneliti hasil) meliputi 1” (meneliti hasil) meliputi 1 langkah yaitu :
langkah yaitu : Langkah
Langkah 7 7 : : Meneliti/MengevaluasiMeneliti/Mengevaluasi hasil
hasil A
A berarti berarti ““ Action Action” (tindakan) meliputi 2” (tindakan) meliputi 2 langkah yaitu :
langkah yaitu : Langkah
Langkah 8: 8: Standarisasi Standarisasi dan dan tindaktindak lanjut
lanjut
TUJUH ALAT BANTU DALAM QCC TUJUH ALAT BANTU DALAM QCC 1.
1. CHECK CHECK SHEET ATAU SHEET ATAU KERTASKERTAS PERIKSA
PERIKSA Kertas
Kertas periksa periksa adalah adalah suatu suatu pirantipiranti yang paling mudah untuk menghitung yang paling mudah untuk menghitung seberapa sering sesuatu terjadi.Dengan seberapa sering sesuatu terjadi.Dengan demikian, kertas periksa adalah piranti yang demikian, kertas periksa adalah piranti yang sederhana, tetapi teratur untuk pengumpulan sederhana, tetapi teratur untuk pengumpulan dan pencatatan data untuk mengetahui dan pencatatan data untuk mengetahui masalah utama (Hunt, 1993: 132).
masalah utama (Hunt, 1993: 132). 2.GRAFIK.
2.GRAFIK.
Grafik adalah data yang dinyatakan Grafik adalah data yang dinyatakan dalam bentuk gambar.
dalam bentuk gambar. 3. DIAGRAM PARETO 3. DIAGRAM PARETO
Diagram pareto merupakan suatu Diagram pareto merupakan suatu alat untuk melihat permasalahan yang paling alat untuk melihat permasalahan yang paling tinggi prioritasnya. Divisualisasikan dalam tinggi prioritasnya. Divisualisasikan dalam sebuah diagram yang disusun mulai dari data sebuah diagram yang disusun mulai dari data terbesar/terbanyak.
terbesar/terbanyak. Diagram pareto jugaDiagram pareto juga dapat mengidentifikasikan suatu masalah dapat mengidentifikasikan suatu masalah
yang paling penting yang mempengaruhi yang paling penting yang mempengaruhi usaha perbaikan kualitas dan memberikan usaha perbaikan kualitas dan memberikan petunjuk dalam mengalokaskan sumber daya petunjuk dalam mengalokaskan sumber daya yang terbatas untuk menyelesaikan masalah yang terbatas untuk menyelesaikan masalah (Mitra, 1993).
(Mitra, 1993).
4. DIAGRAM TULANG IKAN 4. DIAGRAM TULANG IKAN
Diagram tulang ikan atau diagram Diagram tulang ikan atau diagram fishbone merupakan diagram yang fishbone merupakan diagram yang menggambarkan hubungan antara menggambarkan hubungan antara karakteristik mutu dengan faktor karakteristik mutu dengan faktor penyebabnya.
penyebabnya. DisebutDisebut Fishbone Fishbone karena karena strukturnya yang mirip struktur tulang ikan. strukturnya yang mirip struktur tulang ikan. Fungsi dasarnya adalah untuk Fungsi dasarnya adalah untuk mengindentifikasi dan mengorganisasi mengindentifikasi dan mengorganisasi penyebab-penyebab
penyebab-penyebab yang yang mungkin mungkin timbultimbul dari suatu efek spesifik dan kemudian dari suatu efek spesifik dan kemudian memisahkan akar penyebabnya. Penyebab memisahkan akar penyebabnya. Penyebab permasalahan
permasalahan bisa bisa diidentifikasi diidentifikasi melaluimelalui proses sesi
proses sesi brainstorming brainstorming (curah pendapat). (curah pendapat). 5. DIAGRAM PENCAR
5. DIAGRAM PENCAR
Diagram Pencar merupakan Diagram Pencar merupakan diagram yang menggambarkan korelasi diagram yang menggambarkan korelasi (hubungan) antara dua faktor atau data yang (hubungan) antara dua faktor atau data yang ada. Dengan memakai diagram ini kita dapat ada. Dengan memakai diagram ini kita dapat melihat apakah dua faktor yang kita uji melihat apakah dua faktor yang kita uji tersebut saling berpengaruh dan mempunyai tersebut saling berpengaruh dan mempunyai korelasi atau tidak.
korelasi atau tidak.
6. PETA KENDALI (CONTROL CHART) 6. PETA KENDALI (CONTROL CHART)
Peta kendali (
Peta kendali (Control Control Chart ))Chart merupakan metode statistik yang merupakan metode statistik yang membedakan adanya variasi penyimpangan membedakan adanya variasi penyimpangan karena sebab umum dan sebab khusus. Peta karena sebab umum dan sebab khusus. Peta kendali menggambarkan perbaikan kualitas. kendali menggambarkan perbaikan kualitas. Perbaikan kualitas terjadi pada dua situasi, Perbaikan kualitas terjadi pada dua situasi, situasi pertama adalah ketika pata kendali situasi pertama adalah ketika pata kendali dibuat, proses dalam kondisi tidak stabil. dibuat, proses dalam kondisi tidak stabil. Kondisi yang diluar batas kendali terjadi Kondisi yang diluar batas kendali terjadi karena sebab khusus (
karena sebab khusus (assignable causeassignable cause),), kemudian dicari perbaikan sehingga proses kemudian dicari perbaikan sehingga proses menjadi stabil.
menjadi stabil. 7. HISTOGRAM 7. HISTOGRAM
Histogram merupakan diagram yang Histogram merupakan diagram yang mirip grafik balok yang digunakan untuk mirip grafik balok yang digunakan untuk menggambarkan penyebaran data.
menggambarkan penyebaran data.
5.
5. METODOLOGI METODOLOGI PENELITIANPENELITIAN Metode penelitian yang digunakan Metode penelitian yang digunakan untuk penelitian dan analisis melalui untuk penelitian dan analisis melalui beberapa tahap yaitu :
1.
1. Studi LapanganStudi Lapangan
Studi lapangan dilakukan untuk Studi lapangan dilakukan untuk mendapatkan data-data dan informasi mendapatkan data-data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini. yang diperlukan dalam penelitian ini. Studi lapangan dilakukan dengan Studi lapangan dilakukan dengan meninjau langsung ke lapangan/kawasan meninjau langsung ke lapangan/kawasan perusahaan.
perusahaan. 2.
2. Studi Pustaka.Studi Pustaka.
Studi pustaka dilakukan dengan Studi pustaka dilakukan dengan membaca dan mempelajari buku-buku membaca dan mempelajari buku-buku referensi yang berhubungan dengan masalah referensi yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas dan digunakan dalam yang akan dibahas dan digunakan dalam memecahkan masalah.
memecahkan masalah. 3.
3. WawancaraWawancara
Wawancara langsung dengan Wawancara langsung dengan penganalisis
penganalisis dan dan karyawan karyawan yangyang berhubungan dengan masalah y
berhubungan dengan masalah yang dibahas.ang dibahas.
6.
6. ANALISA ANALISA DAN DAN PEMBAHASANPEMBAHASAN QCC (
QCC (Quality Control CircleQuality Control Circle) yang) yang dilakukan
dilakukan oleh tim oleh tim QCC QCC Ceria Ceria 2 2 diawalidiawali dengan membuat rencana kegiatan dari dengan membuat rencana kegiatan dari delapan langkah yang ada pada QCC. delapan langkah yang ada pada QCC. Berikut ini adalah
Berikut ini adalah time linetime line rencana danrencana dan kegiatan QCC Ceria
kegiatan QCC Ceria 2 terlihat pada tabel 12 terlihat pada tabel 1
Tabel 1. Time line
Tabel 1. Time line Rencana dan KegiatanRencana dan Kegiatan QCC
QCC
Menentukan Tema Menentukan Tema
Langkah pertama dalam QCC Langkah pertama dalam QCC adalah
adalah menentukan menentukan tema. tema. BerdasarkanBerdasarkan penjabaran
penjabaran fakta fakta dan dan data data diperoleh diperoleh bahwabahwa masalah yang utama adalah Banyaknya masalah yang utama adalah Banyaknya NO NO Good In Process
Good In Process. Oleh karena itu dalam. Oleh karena itu dalam QCC ini akan mengangkat Tema
QCC ini akan mengangkat Tema Scrap OnScrap On Head
Head di mesin di mesinCold Forging 1 Cold Forging 1
Manfaat yang akan kami dapat Manfaat yang akan kami dapat dikaji masalah ini ditanggulangi, dikaji masalah ini ditanggulangi, berdasarkan dari segi:
berdasarkan dari segi:
Quality
Quality : : Dapat Dapat meningkatkanmeningkatkan Kualitas yang lebih baik
Kualitas yang lebih baik
Cost
Cost : : Berkurangnya Berkurangnya No No GoodGood akan mengurangi Biaya Proses Produksi akan mengurangi Biaya Proses Produksi
Delivery
Delivery :: releaserelease tepat tepat padapada waktunya.
waktunya.
Moral
Moral : : hasil hasil pemeriksaan pemeriksaan dapatdapat dipertanggung jawabkan.
dipertanggung jawabkan.
Productivity
Productivity : : MeningkatnyaMeningkatnya Operational Rasio
Operational Rasio
Environment
Environment : : MembaiknyaMembaiknya Lingkungan di lingkungan kerja.
Lingkungan di lingkungan kerja.
Gambar 1. Diagram Pareto No Good Hurt Gambar 1. Diagram Pareto No Good Hurt
On Head On Head Menetapkan Target Menetapkan Target
Grafik 1. Grafik No Good Hurt On Head Grafik 1. Grafik No Good Hurt On Head
Sebelum QCC Sebelum QCC Alasan Target
Alasan Target A.
A. KesepakatanAnggota Group.KesepakatanAnggota Group. B.
B. Berdasarkan Kaidah SmartBerdasarkan Kaidah Smart
S
S pesifik pesifik : Membahas pada masalah: Membahas pada masalah utama dan Analisa akar masalah utama dan Analisa akar masalah
M
M easurableeasurable : Berdasarkan pada : Berdasarkan pada kemampuan dan skill anggota kemampuan dan skill anggota
A
Achiveblechiveble : Hasil yang maksimal : Hasil yang maksimal dari kualitas
dari kualitas
R
R easonable : sesuai dengan Policyeasonable : sesuai dengan Policy Management
Management
T
T ime Baseime Base : Diselesaikan dari: Diselesaikan dari Apr,10
Apr,10 – – Sept,10(AktifitasSept,10(Aktifitas Terjadwal)
Terjadwal)
Analisis Kondisi Yang Ada Analisis Kondisi Yang Ada
Analisis kondisi merupakan Analisis kondisi merupakan langkah yang harus dilakukan setelah target langkah yang harus dilakukan setelah target telah ditentukan. Kondisi yang dianalisis telah ditentukan. Kondisi yang dianalisis mencakup setiap faktor yang berpengaruh mencakup setiap faktor yang berpengaruh dalam pemeriksaan uji batas mikroba. dalam pemeriksaan uji batas mikroba. Analisis yang dilakukan yaitu menelaah Analisis yang dilakukan yaitu menelaah secara teliti kondisi yang terjadi di lapangan secara teliti kondisi yang terjadi di lapangan dan kemudian di analisis kesesuaiannya dan kemudian di analisis kesesuaiannya dengan kondisi yang seharusnya terjadi. dengan kondisi yang seharusnya terjadi. Analisis kondisi yang ada pada QCC ini Analisis kondisi yang ada pada QCC ini ditampilkan pada tabel 4 berikut ini:
ditampilkan pada tabel 4 berikut ini: Tabel 2. Analisi Kondisi yang ada Tabel 2. Analisi Kondisi yang ada
Analisa Penyebab Yang Ada Analisa Penyebab Yang Ada
Penyebab dari kondisi yang tidak sesuai Penyebab dari kondisi yang tidak sesuai pada
pada saat saat pelaksanaan pelaksanaan proses proses produksiproduksi housing
housing dituangkan dituangkan dalam diagramdalam diagram fishbone fishbone
Gambar 2. Diagram Tulang Ikan Gambar 2. Diagram Tulang Ikan Rencana Penanggulangan
Rencana Penanggulangan
Langkah kelima dalam QCC setelah Langkah kelima dalam QCC setelah dilakukan pencarian akar dari masalah yang dilakukan pencarian akar dari masalah yang sedang dialami adalah merencanakan sedang dialami adalah merencanakan penaggulangan
penaggulangan yang yang akan akan dilakukan dilakukan untukuntuk mengatasi masalah tersebut. Rencana mengatasi masalah tersebut. Rencana penanggulangan
penanggulangan yang yang akan akan dilakukandilakukan dituangkan pada tabel 3 berikut ini:
dituangkan pada tabel 3 berikut ini:
Tabel 3. Rencana Penanggulangan Masalah Tabel 3. Rencana Penanggulangan Masalah
No Good Hurt On Head No Good Hurt On Head
Penanggulangan Penanggulangan
Langkah selanjutnya dalam QCC Langkah selanjutnya dalam QCC setelah dilakukan rencana penanggulangan setelah dilakukan rencana penanggulangan adalah penanggulangan. Rencana adalah penanggulangan. Rencana penanggulangan
penanggulangan yang yang telah telah dibuatdibuat diaktualisasikan dalam tindakan nyata. diaktualisasikan dalam tindakan nyata. Penanggulangan yang dilakukan terlihat Penanggulangan yang dilakukan terlihat pada tabel 4. berikut ini.
pada tabel 4. berikut ini.
Tabel 4. Penangulangan Masalah No Good Tabel 4. Penangulangan Masalah No Good
On Head di Mesin Cold 1 On Head di Mesin Cold 1
1. Pembuatan SOP Pemasangan
1. Pembuatan SOP Pemasangan HexagonHexagon Punch
Punch
Pembuatan SOP pemasangan Hexagon Pembuatan SOP pemasangan Hexagon Punch untuk mencegah operator memasang Punch untuk mencegah operator memasang hexagon punch dengan hanya menggunakan hexagon punch dengan hanya menggunakan feeling, sehingga operator memahami feeling, sehingga operator memahami bagaimana
bagaimana memasang memasang hexagon hexagon punchpunch dengan baik dan benar.
dengan baik dan benar.
Gambar 3. Cara Pemasangan
Gambar 3. Cara Pemasangan Hexagon Hexagon Punch
Punch Tabel 4. SOP P
Tabel 4. SOP P emasanganemasangan Hexagon Punch Hexagon Punch
1. Pembuatan SOP pemasangan 1. Pembuatan SOP pemasangan JigJig Se
Setting Ftting F inin gegerr
Pembuatan SOP Pemasangan Jig Setting Pembuatan SOP Pemasangan Jig Setting Finger di harapkan pada saat setting posisi Finger di harapkan pada saat setting posisi finger lebih baik menggunakan master jig finger lebih baik menggunakan master jig finger yang telah dibuat sesuai dengan posisi finger yang telah dibuat sesuai dengan posisi centernya. Yang sebelumnya pada saat centernya. Yang sebelumnya pada saat setting finger hanya menggunakan blank 3/6 setting finger hanya menggunakan blank 3/6 hal
hal ini ini dengan dengan tujuan tujuan pada pada prosess pressprosess press posisi blank tidak miring
posisi blank tidak miring
..
Tabel 5. SOP Pemasangan Jig Tabel 5. SOP Pemasangan Jig
Master Finger 3/6 Master Finger 3/6
Gambar 4. Master Jig Finger 3/6 Gambar 4. Master Jig Finger 3/6 2.
2. DrawingDrawing HH eexagon Punch xagon Punch
Diharapkan operator mengerti mengenai Diharapkan operator mengerti mengenai sudut sudut antara
sudut sudut antara hexagon punch hexagon punch dan dan punch
punch pada saat pada saat centering punchcentering punch 3/6. 3/6.
tabel 6. Tabel Drawing Hexagon tabel 6. Tabel Drawing Hexagon
Punch Punch
3.
3. Cleaning Cleaning eexhaustxhaust
Cleaning Exhaust
Cleaning Exhaust di di lakukan lakukan untukuntuk mendapatkan lingkungan yang baik,karena mendapatkan lingkungan yang baik,karena apabila tidak di cleaning asap dari uap oli apabila tidak di cleaning asap dari uap oli sangat banyak dan sangat menggangu sangat banyak dan sangat menggangu operator pada saat setting terlihat pada operator pada saat setting terlihat pada gambar 5.:
gambar 5.:
Gambar 5. Area Cleaning Exhaust Cold Gambar 5. Area Cleaning Exhaust Cold
Forging 1 Forging 1
4.
4. Data Data monitoring monitoring pemakaianpemakaian hexagon punch
hexagon punch
Monitoring ini dilakukan selama Monitoring ini dilakukan selama prosesi qcc sampai selesainya QCC. prosesi qcc sampai selesainya QCC.
Grafik 2. Monitoring Pemakaian Tools Grafik 2. Monitoring Pemakaian Tools
Hexagon Punch Hexagon Punch
Evaluasi Hasil Evaluasi Hasil
Selama proses penanggulangan Selama proses penanggulangan QCC, No Good in process Mengalami QCC, No Good in process Mengalami penurunan
penurunan yang yang sangat sangat signifikan. signifikan. TerlihatTerlihat dalam grafik:
dalam grafik:
Grafik 3. Grafik No Good On Head Sebelum Grafik 3. Grafik No Good On Head Sebelum
sampai Sesusah QCC sampai Sesusah QCC Standarisasi dan Tindak lanjut Standarisasi dan Tindak lanjut
Tabel 7 Standarisasi Tabel 7 Standarisasi
Standarisasi
Standarisasi
Pasang
Pasang
Hexagon
Hexagon
punch
punch
sesuai
sesuai
dengan SOP.
dengan SOP.
Setting
Setting Finge
Finger Menggunakan
r Menggunakan Jig.
Jig.
Pasang
Pasang
Hexagon
Hexagon
Punch
Punch
sesuai
sesuai
dengan SOP.
dengan SOP.
Finger menggunakan
Finger menggunakan Radius
Radius
(R
(R
2.5mm).
2.5mm).
Setiap 100000 pcs harus diganti
Setiap 100000 pcs harus diganti
PM filter
PM filter oil miss
oil miss dilakukan
dilakukan cleaning
cleaning
( 1X per bulan ).
( 1X per bulan ).
Tindak Lanjut Tindak Lanjut No Good hurt on
No Good hurt on Head Head yang terjadi di mesin yang terjadi di mesin CF 1 dari sebelumnya : 0.08% - 0.02 %. CF 1 dari sebelumnya : 0.08% - 0.02 %. Penurunan sekitar 75%, Maka kami berhasil Penurunan sekitar 75%, Maka kami berhasil menangani masalah. Untuk meningkatkan menangani masalah. Untuk meningkatkan mutu dan menjaga kualitas maka tema QCC mutu dan menjaga kualitas maka tema QCC Selanjutnya adalah
Selanjutnya adalah Menurunkan No GoodMenurunkan No Good Proses HurtBagian Hexagon pada Type Proses HurtBagian Hexagon pada Type Q/K di mesin Cold Forging 3.
Q/K di mesin Cold Forging 3. AlasanAlasan Tema QCC selanjutnya adalah karena Tema QCC selanjutnya adalah karena Tingginya Pareto No Good Proses Hurt Tingginya Pareto No Good Proses Hurt bagian
bagian Hexagon Hexagon type type Q/K Q/K di di Mesin Mesin ColdCold Forging 3.
Forging 3.
Kesimpulan dan Saran Kesimpulan dan Saran Kesimpulan
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian diatas maka Berdasarkan hasil penelitian diatas maka kesimpulan ini dapat dilihat dari beberapa kesimpulan ini dapat dilihat dari beberapa faktor yaitu:
faktor yaitu: 1
1.. QualityQuality dapat dikendalikan karena sudah dapat dikendalikan karena sudah adanya SOP setting dan sudah berkurangnya adanya SOP setting dan sudah berkurangnya NG item.
NG item. 2.
2. Cost spoilageCost spoilage dapat ditekan karena NG dapat ditekan karena NG berkurang.
berkurang. Total Total = = Rp Rp 912000 912000 ( ( 3 3 bln bln ) ) == (2220 pcs X Rp 411/ pcs ).
(2220 pcs X Rp 411/ pcs ). 3.
3. Delivery Delivery Karena produktifitas naik Karena produktifitas naik Delivery
Delivery lebih aman ( Stock Terjaga ). lebih aman ( Stock Terjaga ). 4.
4. SafetySafety OperatorOperator setting setting lebih aman karena lebih aman karena bagian dalam mesin tidak ada asap.
bagian dalam mesin tidak ada asap. 5.
5. Measureable Measureable Menambah skill untuk lebihMenambah skill untuk lebih menghasilka produk yang lebih baik.
menghasilka produk yang lebih baik. 6.
6. Procuctivity Procuctivity meningkat karena waktu meningkat karena waktu setting lebih meningkat karena waktu setting setting lebih meningkat karena waktu setting lebih cepat.
lebih cepat. 7.
7. Environment Mengurangi pencemaran Environment Mengurangi pencemaran lingkungan karena
lingkungan karena Scrap No Good Scrap No Good .. Saran
Saran
1. PT.Denso Indonesia hendaknya terus 1. PT.Denso Indonesia hendaknya terus menerapkan sistem Moral baik
menerapkan sistem Moral baik QualityQuality Control Circle
Control Circle (QCC) , QCP , (QCC) , QCP , Kaizen Kaizen ,, Sumbang Saran (SS),
Sumbang Saran (SS), Improvment Improvment Improvment
Improvment yang sudah aada dalam Siste yang sudah aada dalam Siste m.m. 2. Setiap Karyawan harus memberikan buah 2. Setiap Karyawan harus memberikan buah pikirinnya untuk kemajuan perusahaan. pikirinnya untuk kemajuan perusahaan.
3. Setiap anggota harus berperan aktif dalam 3. Setiap anggota harus berperan aktif dalam melaksanakan QCC untuk kepentingan melaksanakan QCC untuk kepentingan perusahaan.
perusahaan.
4. Kualitas Sarana dan prasarana harus tetap 4. Kualitas Sarana dan prasarana harus tetap dijaga dan terus menerus melakukan dijaga dan terus menerus melakukan perbaikan.
perbaikan.
5. Manajemen harus lebih aktif lagi dalam 5. Manajemen harus lebih aktif lagi dalam melaksanakan kegiatan kegiatan untuk melaksanakan kegiatan kegiatan untuk meningkatkan
meningkatkan skill skill dan Potensi karyawan. dan Potensi karyawan.
Daftar Pustaka Daftar Pustaka Bounds, G. (1994).
Bounds, G. (1994). Beyond Beyond Total Total QualityQuality Management
Management Toward Toward thethe Emerging
Emerging Paradigm.Paradigm. New New York:York: Mc-Graw Hill Book Inc.
Mc-Graw Hill Book Inc. Bounds, Greg. 1994.
Bounds, Greg. 1994. Beyond Beyond Total Total QualityQuality Management.
Management. New New York: York: MeMe Graw-Hill Inc. Dale, Barrie G. Graw-Hill Inc. Dale, Barrie G. 1994.
1994. Managing Managing Quality.Quality. New New York: Prentice-Hill. Feigumbaum York: Prentice-Hill. Feigumbaum A.V. (1996).
A.V. (1996). Total Total QualityQuality Control.
Control. New New York: York: Me Me Graw- Graw-Hill Inc.
Hill Inc.
Crosby, Philip B. (1979).
Crosby, Philip B. (1979). Quality is Free.Quality is Free. New
New York: York: Mc-Graw Mc-Graw Hill Hill BookBook Inc. Deming, W. Edwards (1986). Inc. Deming, W. Edwards (1986). Out of Crisis.
Out of Crisis. Cambridge:Cambridge: Massachussetts Institute of Massachussetts Institute of Technology.
Technology. Fandy, Tjiptono (1995).
Fandy, Tjiptono (1995). Total QualityTotal Quality Management,
Management, Yogyakarta:Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
Penerbit Andi Offset. Feigenbaum, Armand V. (1991).
Feigenbaum, Armand V. (1991). TotalTotal Quality Control.
Quality Control. 33rdrd ed, New ed, New York: Mc-Graw.
York: Mc-Graw. Garvin, David A. (1988).
Garvin, David A. (1988). Managing Quality. Managing Quality. New
New York: York: The The Free Free Press.Press. Gaspersz, V. (2002).
Gaspersz, V. (2002). Manajemen Manajemen Kualitas
Kualitas dalam dalam Industri Industri Jasa.Jasa. Jakarta: PT Gramedia."
Jakarta: PT Gramedia."
Goetsch, D.L. & Davis S.B. (1997). Goetsch, D.L. & Davis S.B. (1997).
Introduction
Introduction to to Total Total Quality.Quality. New New Jersey: Prentice-Hill Inc.
Jersey: Prentice-Hill Inc. Hermandez, Arnaldo (1985).
Hermandez, Arnaldo (1985). Just Just in in TimeTime Manufacturing.
Manufacturing. New New Jersey:Jersey: Prentice-Hill
Prentice-Hill Inc.
Inc.
Hessel, Nogi S. Tangkilisan (2003). Hessel, Nogi S. Tangkilisan (2003).
Manajemen
Manajemen Modern Modern untuk untuk SektorSektor Publik.
Publik. Yogyakarta: Yogyakarta: PenerbitPenerbit Balairung & Co.Hill Book Inc. Balairung & Co.Hill Book Inc. Hunt, Daniel V. (1993).
Hunt, Daniel V. (1993). Managing Managing forfor Quality.
Quality. Illinois: Illinois: BusinessoneBusinessone Irwin.
Irwin.
Ishikawa, Karou (1985).
Ishikawa, Karou (1985). What is TotalWhat is Total Quality Control.
Quality Control. New New Jersey:Jersey: Prentice-HillInc.
Prentice-HillInc. Juran, Joseph M. (1993).
Juran, Joseph M. (1993). Quality PlanningQuality Planning and Analysis.
and Analysis. 33rdrd ed: New York: ed: New York: Me- Graw Hill Book Inc.
Me- Graw Hill Book Inc.
Parasuraman, A., Zeithaml, V.A. dan Berry, Parasuraman, A., Zeithaml, V.A. dan Berry, L.L. (1985). A Conceptual Model L.L. (1985). A Conceptual Model of Service Quality,
of Service Quality, Journal Journal ofof Marketing
Marketing (Fall): 41-50.(Fall): 41-50. Ross, J.E. (1994).
Ross, J.E. (1994). Total Total QualityQuality Management.
Management. London: KoganLondon: Kogan Page Ltd.
Page Ltd.
Ritzman, L.P & Krajeweski L.J. (1996). Ritzman, L.P & Krajeweski L.J. (1996).
Operations Management,
Operations Management, FourthFourth Edition.New York: Addison-Edition.New York: Addison-Wesley Publishing Company Inc. Wesley Publishing Company Inc. Thoby Mutis & V. Gasperz (2004).
Thoby Mutis & V. Gasperz (2004). Nuansa Nuansa Menuju
Menuju Perbaikan Perbaikan Kualitas Kualitas dandan Produktivitas.
Produktivitas. Jakarta: Penerbit UniversitasJakarta: Penerbit Universitas Trisakti.