Contoh Critical Review Jurnal Penelitian
Contoh Critical Review Jurnal Penelitian
Critical Review Jurnal
Critical Review Jurnal
Penelitian
Penelitian
Mata Kuliah
Mata Kuliah
Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen
Dosen :
Dosen :
Shinta Avriyanti, SE, MAB
Shinta Avriyanti, SE, MAB
Di Susun oleh:
Di Susun oleh:
MAHLIANI
MAHLIANI
214. 057. 20201. 1730
214. 057. 20201. 1730
( reguler pagi )
( reguler pagi )
SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI (STIA)
SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI (STIA)
TABALONG
TABALONG
2016
2016
KATA PENGANTAR KATA PENGANTARPuji syukur kehadirat Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, karena
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, karena
berkat rahmat dan hidayah-Nya, penulis bisa menyusun dan menyajikan tugas ini dengan judul
berkat rahmat dan hidayah-Nya, penulis bisa menyusun dan menyajikan tugas ini dengan judul
“
“
KUALITAS LAYANAN SITUS WEB PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN GRESIK KUALITAS LAYANAN SITUS WEB PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN GRESIK”.
”.
Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata k
Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata k
uliah “Sistem Informasi
uliah “Sistem Informasi
Manajemen” semester genap tahun 2016. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada
Manajemen” semester genap tahun 2016. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada
berbagai pihak yang telah memberikan dorongan dan motivasi.
berbagai pihak yang telah memberikan dorongan dan motivasi.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan tugas ini masih terdapat banyak
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan tugas ini masih terdapat banyak
kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik serta
kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik serta
KU
KU
LIT
LIT
S
S
L
L
Y
Y
N
N
N
N
SITUS
SITUS
WEB
WEB
PEMERINT
saran yang membangun guna menyempurnakan tugas ini dan dapat menjadi acuan dalam
saran yang membangun guna menyempurnakan tugas ini dan dapat menjadi acuan dalam
menyusun tugas-tugas selanjutnya.
menyusun tugas-tugas selanjutnya.
Penulis juga memohon maaf apabila dalam p
Penulis juga memohon maaf apabila dalam p
enulisan tugas ini terdapat kesalahan
enulisan tugas ini terdapat kesalahan
pengetikan dan kekeliruan sehingga membingungkan pembaca dalam memahami maksud
pengetikan dan kekeliruan sehingga membingungkan pembaca dalam memahami maksud
penulis.
penulis.
Tanjung, 10 Juni 2016
Tanjung, 10 Juni 2016
Penulis
Penulis
CRITICAL REVIEW JURNAL PENELITIAN
CRITICAL REVIEW JURNAL PENELITIAN
A.
A.
REVIEW JURNAL PENELITIAN
REVIEW JURNAL PENELITIAN
Jurnal penelitian
Jurnal penelitian
yang dianalisis
yang dianalisis
untuk direview
untuk direview
berjudul “Kualitas
berjudul “Kualitas
Layanan Situs
Layanan Situs
Web Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik” yaitu jurnal penelitian karya dari Mia Dwi
Web Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik” yaitu jurnal penelitian karya dari Mia Dwi
Ayuning
Ayuning
tiyas, maha
tiyas, maha
siswa
siswa
S1 Ilmu Ad
S1 Ilmu Ad
ministrasi
ministrasi
Negara,
Negara,
FIS UNES
FIS UNES
A.
A.
Dalam jurnal penelitian ini, Penulis mendeskripsikan bagaimana kualitas layanan
Dalam jurnal penelitian ini, Penulis mendeskripsikan bagaimana kualitas layanan
situs web yang ada di pemerintah daerah Kabupaten Gresik. Pemerintah Kabupaten
situs web yang ada di pemerintah daerah Kabupaten Gresik. Pemerintah Kabupaten
Gresik membangun portal situs web dengan nama domain
Gresik membangun portal situs web dengan nama domain
www.gresikkab.go.id
www.gresikkab.go.id
pada
pada
tahun 2005 dan mulai dioperasikan pada tahun 2006. Pada tahun 2009 situs web
tahun 2005 dan mulai dioperasikan pada tahun 2006. Pada tahun 2009 situs web
Kabupaten Gresik berfungsi secara maksimal sebagai media komunikasi layanan
Kabupaten Gresik berfungsi secara maksimal sebagai media komunikasi layanan
publik.
publik.
Penulisan jurnal penelitian ini dilatarbelakangi karena fungsi dan kualitas situs
Penulisan jurnal penelitian ini dilatarbelakangi karena fungsi dan kualitas situs
web belum sesuai dengan harapan masyarakat, adanya faktor ketidaksingkronan dalam
web belum sesuai dengan harapan masyarakat, adanya faktor ketidaksingkronan dalam
pengembangan situs web pemerintah Kabupaten Gresik dengan perkembangan system
pengembangan situs web pemerintah Kabupaten Gresik dengan perkembangan system
informasi teknologi sebagai media komunikasi sehingga perlu adanya optimalisasi
informasi teknologi sebagai media komunikasi sehingga perlu adanya optimalisasi
kinerja situs web dengan cara mengikuti perkembangan zaman.
Metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode
penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh dari sumber
data primer yaitu data dari subjek penelitian dan sumber data sekunder yaitu dokumen
pendukung penelitian dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan
dokumentasi kemudian dianalisis dengan teknik analisis menurut Miller dan Huberman
(1992).
Fokus penelitian dalam jurnal ini untuk menentukan kualitas layanan situs web
adalah berdasarkan Kebijakan Kementrian Komunikasi dan Informasi tahun 2003
tentang sebelas parameter situs web pemerintah daerah yang dapat dijadikan tolak
ukur untuk melakukan penilaian. Parameter tersebuut ialah kecepatan, homepage, isi,
konteks, ukuran kualitas interaksi, kemudahan dibaca, mobilitas data, ketepatan,
layanan publik, hits, dan penggunaan platform. Dan locus penelitian dalam jurnal ini
adalah Kantor Pemerintah Kabupaten Gresik tepatnya pada bagian Pengelolaan Data
Teknologi dan Informasi.
Berdasarkan dari paparan penulis dalam jurnal peneitian ini, ada beberapa hal
yang menjadi kekuatan dan kelemahan pada situs web yang dimiliki oleh Pemerintah
Daerah Kabupaten Gresik. Unsur kekuatan situs web adalah adanya sumber daya
manusia yang berpendidikan memadai dan ketersediaan jumlah perangkat keras serta
jaringan. Dan unsur kelemahannya adalah belum adanya penanggung jawab untuk
keamanan dan kerusakan, belum adanya system terpadu dan masih mahalnya akses
terhadap fasilitas pendukung teknologi oleh sebagian masyarakat.
Dari sebelas parameter yang menjadi acuan dalam menentukan kualitas
layanan situs web tidak semua parameter mendapat penilaian baik, ada beberapa hal
yang perlu dibenahi dan ditingkatkan kualitasnya yaitu ukuran kualitas interaksi,
ketepatan, layanan publik, dan hits karena belum difungsikan secara maksimal. Kualitas
situs web Kabupaten Gresik perlu meningkatkan mutu dan kinerja situs agar dapat
memberikan dampak dan hasil yang positif bagi masyarakat.
Penulis dalam peneletian ini berasal dari program studi Ilmu Administrasi Negara
Fakultas Ilmu Sosial UNESA yaitu Mia Dwi Ayuningtyas. menurut analisa saya, dengan
melihat latar belakang pendidikan penulis berasal, penulis tersebut mempunyai
kualifikasi yang cukup di bidang yang dia teliti.
Sistematika penulisan telah tersusun dengan baik dan jelas mulai dari judul
penelitian, nama penulis, abstrak, pendahuluan, kajian pustaka, metode, hasil dan
pembahasan, kesimpulan, saran, dan daftar pustaka. Judul penelitian yang digunakan
oleh penulis juga cukup jelas, akurat, tidak ambigu, dan menggambarkan apa yang
akan diteliti. Namun judul tersebut masih memiliki kekurangan yaitu belum memenuhi
prinsip 5W + 1H dimana pada judul tersebut tidak dicantumkan tahun penelitian
sehingga penelaah tidak tahu kapan penelitian tersebut dilakukan.
Pada bagian abstrak menurut saya sudah baik, karena penulis mampu
menggambarkan secara jelas mengenai masalah penelitian, tujuan penelitian,
metodologi dan hasil yang didapatkan serta mencantumkan kata kunci. Namun, jurnal
ini tidak memberikan rekomendasi apa yang diberikan untuk penelitian selanjutnya.
Menurut analisa saya, metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini sudah
tepat sesuai dengan focus penelitian yang tujuannya menentukan kualitas pelayanan
dari suatu situs web pemeritah, yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan
deskriptif. Meleong, mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah suatu penelitian
ilmiah, yang bertujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks social secara
alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara
peneliti dengan fenomena yang diteliti (Herdiansyah, 2010: 9). Jadi, penelitian kualitatif
dengan pendekatan deskriptif maksudnya adalah penelitian ini mendesripsikan,
menggambarkan mengungkap fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang
terjadi saat penelitian berjalan dan menyuguhkan apa adanya. Penelitian kualitatif
pendekatan deskriptif menafsirkan dan menuturkan data yang bersangkutan dengan
situasi yang sedang terjadi, sikap serta pandangan yang terjadi di dalam masyarakat,
hubungan antarvariabel, perbedaan antar fakta, pengaruh terhadap suatu kondisi, dan
lain-lain.
Pada bagian penulisan hasil penelitian dan pembahasan, menurut penelaah
terdapat beberapa typo karena ada beberapa kalimat yang sama digunakan berulang
oleh penulis dan menurut penelaah hal itu akan mengurangi kekuatan jurnal penelitian
ini. Selain itu, materi yang ditulis pada bagian pembahasan juga kurang mendalam dan
saran saya bagi penulis agar lebih memperbanyak koleksi kosa kata supaya kalimat
yang ditulis lebih menarik dibaca dan mudah dipahami.
Jurnal penelitian ini termasuk cukup bagus, pada bagian penutup sudah memuat
kesimpulan sesuai dengan tujuan penelitian. Penulis juga mencantumkan saran-saran
sebagai harapan untuk kondisi subjek penelitian menjadi lebih baik, sebagai salah satu
solusi dari permasalahan yang terjadi.
Setelah menganalisa secara keseluruhan, menurut saya jurnal penelitian ini
secara sistematika sudah cukup bagus karena penulis telah mengikuti aturan penulisan
yang benar namun dari segi teori masih banyak kekurangan. Penulis perlu menambah
literatur-literatur untuk
dijadikan bahan pembanding dalam melakukan penelitian
karena dilihat dari daftar pustaka yang dicantumkan penulis tidak terdapat jurnal-jurnal
penelitian terdahulu sebagai bahan pembanding. Dalam sebuah penelitian sumber
pustaka tidak hanya bersumber dari buku, tetapi juga bersumber dari jurnal-jurnal,
internet, sumber hukum, makalah/paper, surat kabar, majalah, dll.
Kamis, 02 April 2015
CRITICAL REVIEW JURNAL
CRITICAL REVIEW
Judul : Hubungan Antara Frekuensi Kemoterapi Dengan Status Fungsional Pasien Kanker Yang Menjalani Kemoterapi Di Rsup Sanglah Denpasar
Penulis : Melia, E.KD.A., Putrayasa, I.D.P.Gd., Azis, A.
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Konteks :
Cancer is a condition in which cells have lost their control and normal mechanism, is one of treatment for cancer therapy is chemotherapy. The frequency of chemotherapy in cancer patients
is the number of patients doing treatment with cytostatic medicines. The functional status of cancer patients is an ability to perform daily activities included at work, self-care and maintenance of family or social roles that can be affect by the patient condition and the therapy.
Tujuan :
The aim of this research was to analyze the relationship between the frequency of chemotherapy with the functional status of cancer patients who undergone chemotherapy in RSUP Sanglah Denpasar.
Pengaturan dan Desain :
This research include in descriptive correlational and used cross-sectional method approach. Samples were taken from 38 patient with nonprobability sample selection technique with the purposive sampling.
Analisis Statistik yang di gunakan :
The analysis technique of the data to examine the hypothesis is correlation product moment (p<0.05).
Hasil :
The result of this research showed the average score of the chemotherapy frequency is four times with the minimal frequency is two times and the maximal is eight times, the average score of functional status is 24,03. The p-value is 0.000 which means p<0.05 so the H0 is rejected and the r-value is (-0,745) with an absolute r-value is 0,745, then it can be stated there was a strong correlation and inversely between the frequency of chemotherapy with the functional status of cancer patients who undergone chemotherapy.
Kesimpulan :
Based on this result, it can be suggest nurses should increase their roles in providing care for cancer patients who undergone chemotherapy, to maintain their functional status during chemotherapy.
Keyword: Cancer, Frequency of Chemotherapy, Functional Status. 1. Deskripsi Jurnal
a. Tujuan Utama Penelitian
Untuk mengetahui hubungan antara frekuensi kemoterapi dengan status fungsional pasien kanker yang menjalani kemoterapi.
Dari 38 responden sebagian besar berada pada kelompok umur 41-60 tahun yang tergolong dewasa madya yaitu sebanyak 24 orang atau sebesar 63,2%, jenis kelamin dengan persentase yang sama besar yaitu 50% atau masing-masing sebanyak 19 orang, tingkat pendidikan sebagian besar responden sekolah Dasar (SD) yaitu sebanyak 21 orang atau sebesar 55,26% dan responden lebih banyak yang bekerja 73,68% dengan sebagian besar pekerja kasar yaitu buruh dan petani. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi minimal kemoterapi responden yaitu dua kali dan maksimal delapan kali, nilai rata-rata skor status fungsional sebesar 24,03, dengan skor terkecil adalah 12 dan terbesar 37. Skor rata-rata status fungsional sesuai karakteristik yang mempengaruhi paling tinggi dimiliki pada responden dengan umur >60 tahun yang tergolong dewasa akhir yaitu sebesar 28,50, jenis kelamim perempuan yaitu sebesar 24,21, tingkat pendidikan SMP yaitu sebesar 26,86, dan responden yang tidak bekerja yaitu sebesar 24,21.
c. Kesimpulan Penelitian
Menurut analisis hubungan antara frekuensi kemoterapi dengan status fungsional menggunakan uji Korelasi Product Moment program komputer SPSS for Windows dengan tingkat kemaknaan p<0,05 didapatkan nilai p=0.000 jika dibandingkan dengan tingkat kemaknaan, maka 0.000<0.05 sehingga H0 ditolak dan nilai r sebesar (-0,745) yang artinya tanda negatif hubungan berbanding terbalik dan kekuatan hubungan kuat, maka dapat dinyatakan ada hubungan yang kuat dan berbanding terbalik antara frekuensi kemoterapi dengan status fungsional pasien kanker yang menjalani kemoterapi.
2. Telaah Jurnal
a. Fokus Utama Penelitian
Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian global, berdasarkan data yang dirilis International Agency for Research on Cancer salah satu lembaga di bawah Badan Kesehatan Dunia Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Penderita kanker dunia mencapai 12,7 juta orang pada tahun 2008 dan mengakibatkan kematian 7,6 juta penderita (Napitupulu, 2010). Menurut data Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar pada tahun 2010 jumlah penderita kanker yang dirawat di Instalasi Rawat Inap sebanyak 1922 pasien dan mengalami peningkatan pada tahun 2011 yaitu sebanyak 2020 pasien. Menurut Persatuan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (2005), penatalaksanaan atau pengobatan utama penyakit kanker meliputi empat macam yaitu pembedahan, radioterapi, kemoterapi dan terapi hormon. Kemoterapi dilakukan untuk membunuh sel kanker dengan obat anti kanker (sitostatika). Frekuensi pemberian kemoterapi dapat menimbulkan beberapa efek yang dapat memperburuk status fungsional pasien. Efek kemoterapi yaitu supresi sumsum tulang, gejala gastrointestinal seperti mual, muntah, kehilangan berat badan, perubahan rasa, konstipasi, diare, dan gejala lainnya alopesia, fatigue, perubahan emosi, dan perubahan pada sistem saraf (Nagla, 2010). Status fungsional merupakan suatu kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari yang termasuk dalam pekerjaan, perawatan diri, dan pemeliharaan keluarga atau peran sosial. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa efek kemoterapi dapat memperburuk status fungsional (mencakup ketidak mampuan dalam menjalankan perannya) setelah pemberian kemoterapi pada periode kedua. mengetahui hubungan antara frekuensi kemoterapi dengan status fungsional pasien kanker yang menjalani kemoterapi.
b. Elemen yang mempengaruhi tingkat kepercayaan suatu penelitian 1) Gaya Penulisan
- Sistematika penulisan telah tersusun dengan baik dan jelas mulai dari judul penelitian, nama penulis, abstrak (konteks, tujuan penelitian, pengaturan dan desain, analisis statistik, hasil, kesimpulan, dan kata kunci), pendahuluan, bahan dan metode, hasil, pembahasan kesimpulan dan pustaka.
- Tata bahasa yang dipergunakan dalam penulisan jurnal ini cukup mudah dipahami sehingga memudahkan pembaca untuk mengerti bagaimana penelitian tersebut dilaksanakan dan apa hasil yang diperoleh.
2) Penulis
- Penulis dalam penelitian ini berasal dari Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yaitu : Melia, E.KD.A., Putrayasa, I.D.P.Gd., Azis, A
- Menurut penelaah, dengan melihat latar belakang pendidikan mereka berasal, penulis tersebut mempunyai kualifikasi yang cukup di bidang yang mereka teliti.
3) Judul
“Hubungan Antara Frekuensi Kemoterapi Dengan Status Fungsional Pasien Kanker Yang Menjalani Kemoterapi Di Rsup Sanglah Denpasar “
Judul penelitian cukup jelas, akurat, tidak ambigu, dan menggambarkan apa yang akan diteliti. Namun judul tersebut masih memiliki kekurangan yaitu belum memenuhi prinsip 5W + 1H dimana
pada judul tersebut tidak dicantumkan tahun penelitian.
4) Abstrak
Kelebihan :
- Abstrak mampu menggambarkan secara jelas mengenai masalah penelitian, tujuan penelitian, metodologi dan hasil yang didapatkan.
- Mencantumkan kata kunci
Kekurangan
- Jumlah kata dalam abstrak melebihi 250 kata dan jurnal ini tidak memberikan rekomendasi apa yang diberikan untuk penelitian selanjutnya.
c. Elemen yang mempengaruhi kekuatan suatu penelitian 1) Tujuan / Masalah Penelitian
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara frekuensi kemoterapi dengan status fungsional pasien kanker yang menjalani kemoterapi.
Laporan penelitian telah mengikuti langkah – langkah yang seharusnya yaitu dimulai dari judul penelitian, nama penulis, abstrak (konteks, tujuan penelitian, desain, analisis statistik, hasil, kesimpulan, dan kata kunci), pendahuluan, metode, hasil, pembahasan dan kesimpulan.
3) Literatur Review
Penyusunan Literarur telah terorganisir dengan logis
Penulisan jurnal menggunakan analisis kritis berdasarkan literatur yang ada dengan
membandingkan temuan-temuan pada penelitian sebelumnya dengan yang didapatkan oleh penulis.
Literatur yang digunakan 70% mengunakan literatur terbaru yang berasal dari buku dan
jurnal- jurnal yang telah dipublikasikan. 4) Theoritical Kerangka
Baik kerangka konseptual maupun kerangka teori tidak digambarkan secara jelas dalam jurnal penelitian tersebut namun pada pembahasan, tinjauna pustaka mengenai frekuensi kemoterapi dengan status fungsional pasien kanker yang menjalani kemoterapi pada berbagai penelitian sebelumnya dijelaskan dengan cukup rinci.
5) Tujuan / Sasaran / Pertanyaan Penelitian / Hipotesis
Tujuan dan sasaran penelitian disebutkan secara jelas dan mencerminkan informasi yang disajikan dalam tinjaun pustaka.
6) Sampel
Penelitian ini dilakukan di RSUP Sanglah Denpasar. Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah
seluruh pasien kanker yang menjalani kemoterapi di Ruang Cempaka Timur dan Kamboja RSUP Sanglah Denpasar selama periode waktu pengumpulan data. Peneliti mengambil sampel berjumlah 38 orang sesuai dengan kriteria sampel. Pengambilan sampel disini dilakukan dengan cara Non Probability Sampling dengan Teknik Purposive Sampling.
7) Pertimbangan Ethical
Sebelum mendapatkan persetujuan lisan dari peserta (subjek penelitian), terlebih dahulu mereka
diberikan penjelasan mengenai tujuan penelitian, sasaran dan n metodologi penelitian.
8) Defenisi Operasional
Defenisi operasional mengenai kemterapi tidak disebutkan secara jelas dalam jurnal tersebu. Kemoterapi hanya digambarkan berdasarkan penelitian sebelumnya.
9) Metodologi
Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif korelasional dengan menggunakan
metode pendekatan cross-sectional. Sehingga memungkinkan untuk mengungkapkan hubungan korelatif antar variabel
Instrumen Penelitian Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi untuk data frekuensi
kemoterapi dan karakteristik responden yang diperoleh melalui rekam medik pasien oleh peneliti sendiri dan kuesioner pertanyaan Short Form 12 (SF-12) untuk status fungsional pasien. frekuensi kemoterapi dan status fungsional menggunakan skala numerik.
Pengujuian reliabilitas dan validitas instrumen tidak dijelaskan dalam jurnal tersebut.
10) Data Analisi / Hasil
Analisis statistik yang digunakan adalah menganalisis hubungan antara frekuensi kemoterapi dengan
status fungsional digunakan uji statistik Korelasi Product Moment program SPSS for Windows dengan tingkat signifikansi p< 0,05 dan tingkat kepercayaan 95%.
Penyajian jurnal disajikan dengan narasi.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan dari 38 responden sebagian besar berada pada
kelompok umur 41-60 tahun yang tergolong dewasa madya yaitu sebanyak 24 orang atau sebesar 63,2%, jenis kelamin dengan persentase yang sama besar yaitu 50% atau masing-masing sebanyak 19 orang, tingkat pendidikan sebagian besar responden sekolah Dasar (SD) yaitu sebanyak 21 orang atau sebesar 55,26% dan responden lebih banyak yang bekerja 73,68% dengan sebagian besar pekerja kasar yaitu buruh dan petani. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi minimal kemoterapi responden yaitu dua kali dan maksimal delapan kali, nilai rata-rata skor status fungsional sebesar 24,03, dengan skor terkecil adalah 12 dan terbesar 37. Skor rata-rata status fungsional sesuai karakteristik yang mempengaruhi paling tinggi dimiliki pada responden dengan umur >60 tahun yang tergolong dewasa akhir yaitu sebesar 28,50, jenis kelamim perempuan yaitu sebesar 24,21, tingkat pendidikan SMP yaitu sebesar 26,86, dan responden yang tidak bekerja yaitu sebesar 24,21. Menurut hasil uji statistik hubungan antara frekuensi kemoterapi dengan status fungsional. Dengan uji statistik Korelasi Product Moment Nilai p sebesar 0,000 yang berarti (p<0,05) ditemukan nilai p=0.000<0.05, sehingga H0 ditolak dan nilai r sebesar (-0,745) yang artinya tanda negatif hubungan berbanding terbalik dan kekuatan hubungan kuat, maka dapat dinyatakan ada hubungan yang kuat dan berbanding terbalik antara frekuensi kemoterapi dengan status fungsional pasien kanker yang menjalani kemoterapi.
11) Pembahasan temuan hasil penelitian a. Kuatnya Hubungan
Besarnya pengaruh antara frekuensi kemoterapi dengan status fungsional pasien kanker yang
menjalani kemoterapi dapat dilihat dari tingginya prevalensinya yang juga ditemukan pada berbagai penelitian sebelumnya.
b. Konsisten
Replikasi dari temuan peneliti sebelumnya memiperlihatkan hasil yang bervariasi pada penelitan
c. Koheren
Pada penelitian ini, unsur koheren terpenuhi dalam frekuensi kemoterapi dengan status fungsional
pasien kanker yang menjalani kemoterapi d. Analogi
Pada penelitian ini, unsur kausalitas dalam hal analogi menunjukan danya hubungan yang nyata
antara frekuensi kemoterapi dengan status fungsional pasien kanker yang menjalani kemoterapi. 12) Referensi
Referensi yang digunakan 70% mengunakan literatur terbaru yang berasal dari buku dan jurnal- jurnal yang telah dipublikasikan.
13) Kesimpulan dan Saran Kelebihan :
a. Isi kesimpulan peneliti merupakan jawaban dari tujuan penelitian. b. Kesimpulan ringkas, jelas, dan padat.
c. Peneliti memberikan rekomendasi kepada peneliti lain untuk meneliti hal yang sama tetapi dari aspek yan berbeda.
Sebagai penutup, meskipun ditemukan berbagai kekurangan dan kelebihan dalam penelitian tersebut telah memberikan kontribusi positif pada kemajuan dan pengemangan dibidang ilmu pengetahuan khusunya pengembangan karya ilmiah di bidang kesehtan.
Contoh Critical Review
Februari 5, 2010— knowboo
Tugas I ndividu
(cri tical review )Nama : Nova Pradana Nasution NIM : 0801112907
Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Hubungan Internasional Jurusan : Ilmu Hubungan Internasional
THE GLOBAL ENVIRONMENT
Tulisan ini berbentuk critical review dari buku
I nternational R elations and World Politics
Securi ty, E conomy, I dentity
chapter 13 yang ditulis oleh Paul. R. Vioti (University of Denver )
dan Mark. V. Kauppi (Georgetown University) yang diterbitkan oleh PEARSON Prentice Hall,
New Jersey pada tahun 2007 edisi ke-3.
Chapter 13 yang berjudul The Global Environment , secara garis besar memperlihatkan bahwa
lingkungan global merupakan topik yang masih relatif baru di dalam hubungan internasional dan
politik dunia. Isu-isu lingkungan global ini menyangkut deplesi ozon, keberagaman makhluk dan
polusi air yang terjadi di berbagai tempat yang melintasi batas teritorial suatu negara. Kemudian,
karena adanya isu-isu “kerusakan” yang terjadi dalam skala global, maka timbul pertanyaan
seperti apa sebenarnya konsep keamanan. Menurut penulis, isu-isu mengenai lingkungan tidak
hanya mengarah kepada masalah ekonomi dan pembangunan seperti yang dikemukakan oleh
kaum liberalis atau pluralis, tetapi juga dapat menyebabkan timbulnya konflik antar-negara. Oleh
karena itu, penulis sangat mengambil perhatian kepada masalah kemanan ( security), baik
kemanan manusia (human), nasional (national ) maupun internasional (international ).
Dalam bab ini, penulis mengajukan beberapa rumusan yang menanyakan apakah isu lingkungan
merupakan isu keamanan. Penulis melihat aspek tersebut melalui perspektif globab yang terdiri
dari Atmosfer (atmosphere), tanah (land ), hutan ( forest ), keberagaman makhluk hidup
(biodiversity), air bersih ( freshwater ) dan coastal and marine area. Dalam hal ini, menurut
penulis, pada intinya kerusakan yang terjadi dalam skala global akan memiliki pengaruh
(influence) terhadap kemanan ( security). Seperti halnya di atmosfer, produksi
chlorofluorocarbons (CFCs) yang semakin meningkat akan menyebabkan deplesi pada ozon dan
akan berdampak pada kelangsungan hidup manusia di bumi karena sinar ultraviolet akan tidak
memiliki filter masuk ke bumi.
Dalam bagian berikutnya, yaitu lingkungan dan keamanan (The environment and security) yang
merupakan bagian paling penting dalam bab ini, penulis mengajukan tiga rumusan utama yang
akan membawa kepada inti permasalahan. Inti dari pertanyaan penulis adalah apakah dengan
kurangnya suplai SDA akan menyebabkan persaingan antar-negara dalam mencari SDA,
kemudian mengenai pengaruh dari migrasi besar yang terjadi akibat kerusakan di daerah asal
akan menyebabkan ketegangan konflik yang sarat dengan identitas-identitas tertentu. Dan yang
terakhir adalah seperti apa sebenarnya permasalah lingkungan dapat menyebabkan gangguan
dalam bidang ekonomi.
Hal yang penting juga di dalam lingkungan global adalah menyangkut masalah organisasi
internasional. Organisasi internasional menjadi aktor yang penting di samping negara. Dalam hal
lingkungan global, organisasi internasional terutama PBB, memiliki peran penting d alam
menghasilkan konferensi-konferensi dan aturan-aturan yang mengharuskan pelestarian terhadap
lingkungan global. Selain itu, organisasi internasional ini juga dibantu oleh organisasi
transnasional (NGOs). Salah satunya yang terkenal adalah greenpeace.
Dalam bab ini, penulis telah memaparkan penjelasan dengan cukup baik, karena pembahasan
telah dibagi menjadi sub-sub yang lebih kecil sehingga lebih memudahkan para pembaca untuk
memahami isi tulisan. Tetapi, pada bagian pendahuluan penulis belum begitu baik, karena
penulis hanya memberikan sedikit ilustrasi kasus yang menggambarkan sesuatu mengenai
lingkungan. Sebaiknya, penulis memberikan suatu introduksi pada bagian awal untuk
memberitahukan kepada para pembaca tentang apa yang sebenarnya akan dibahas di dalam
tulisan tersebut. Karena, jika pembaca membaca bagian introduksi kemudian bagian simpulan
yang memiliki koherensi, maka akan memberikan gambaran secara umum kepada pembaca,
sehingga pembaca telah mengetahui sedikit gambaran mengenai tulisan tersebut.
Kemudian mengenai indentitas penulis. Walaupun bab ini merupakan bagian dari satu buku,
alangkah sebaiknya diberikan sedikit identitas atau seperti memberikan sedi kit catatan kaki
( footnote) sehingga para pembaca yang kebetulan hanya memiliki bagian dari bab ini mengetahui
siapa penulis, apakah memiliki kredibilitas di bidang tersebut atau tidak.
Pada bab ini juga tidak diberikan informasi mengenai tujuan dan sasaran pe nulis dalam menulis
bab ini. Apakah penulis ingin memberikan kontribusi kepada para praktisi, umum atau
mahasiswa hanya dilakukan berdasarkan penafsiran pembaca.
Pada bab ini, penulis sangat baik dalam menyajikan data-data dan fakta dengan memberikan
sumber-sumber secara jelas. Walaupun begitu, data yang digunakan kebanyakan merupakan
sumber-sumber sekunder. Sumber data primer yang digunakan oleh penulis sudah sangat baik,
hanya saja mengenai sumber data sekunder, sebaiknya penulis memasukkan juga sumber utama
di mana pertama kali data ini ditemukan. Karena dengan diberikannya secara sangat lengkap,
maka para pembaca dapat mengetahui apakah data-data tersebut merupakan data yang sangat
akurat atau tidak.
Mengenai bagian pengayaan, sebenarnya tujuan penulis sudah sangat baik, karena ingin
memberikan pendalaman terhadap permasalahan di dalam bab tersebut. Akan tetapi, di saat
pengayaan tersebut tidak disambungan dengan memberikan sedikit penjelasan yang berisi
relevansi dengan masalah yang ingin diuraikan, maka akan memungkinkan terjadinya kesalahan
dalam penafsiran. Oleh karena itu, sebaiknya lebih diberi sedikit penjelasan mengenai
keterkaitannya walaupun tidak terlalu panjang.
Secara keseluruhan, dapat diambil beberapa simpulan dari tulisan tersebut. Pertama, tujuan
penulis baik terhadap mahasiswa, praktisi maupun golongan umum sudah tercapai walaupun
penulis tidak mengemukakannya secara eksplisit pada bagian simpulan. Kedua, penulis juga
telah objektif dalam menilai mengenai lingkungan dan hal ini dapat dilihat dari penyajian
data-data yang baik dan menyajikan sumber-sumber yang cukup jelas. Walaupun, penulis belum
mengemukakan apakah tujuan penulisannya sudah tercapai atau belum, tetapi tulisan ini akan
sangat berguna bagi mahasiswa yang sedang menempuh kuliah pada studi ilmu hubungan
internasional, dan khususnya kepada reviwer yang sedang menempuh mata kuliah pengantar
ilmu hubungan internasional akan dapat menambah wawasan serta memberikan suatu wacana
baru terhadap kehidupan global.
CONTOH REVIEW JURNAL
Review Jurnal Intervensi Person-Centered Therapy
Judul A Person-centered Approach to Studying the Linkages among Parent –Child Differences in Cultural Orientation, Supportive Parenting, and Adolescent Depressive Symptoms in Chinese American Families.
Jurnal Journal Youth Adolescence
Volume & Halaman Vol. 37, Hal. 36-49
Tahun 2008
Penulis Scott R. Weaver & Su Yeong Kim
Reviewer SRI UTAMI HALMAN (1171040009)
Tanggal 24 Desember 2013
Tujuan Penelitian Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik bagaimana orientasi budaya Tionghoa, orang tua imigran dan anak-anak mereka dapat berinteraksi untuk menghasilkan peningkatan gejala depresi di kalangan remaja melalui lingkungan pengasuhan yang kurang mendukung.
Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah 451 keluarga Amerika Cina yang berada di California Utara berpartisipasi di penelitian masa sekarang. Remaja (53,8% perempuan) berusia rata-rata 13 tahun (SD = 0,73) pada gelombang pertama dan 17,05 tahun (SD = 0.80) pada gelombang kedua. Anak-anak remaja yang terutama (75%) kelahiran US. Kebanyakan orang tua (87% dari ayah, 90% dari ibu) yang kelahiran asing. Rata-rata usia pada saat imigrasi adalah 30,45 tahun (SD = 10.03) untuk ayah dan 28,30 tahun (SD = 8.80) untuk ibu. Lama waktu di AS rata-rata 17,46 tahun (SD = 9.73) untuk ayah dan 15,74 tahun (SD = 8.36) untuk para ibu. Mayoritas dari kedua ayah (63,1%) dan ibu (68,4%) melaporkan mencapai sekolah tinggi atau tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Kisaran pendapatan tahunan keluarga rata-rata adalah $30,001-$45,000, meskipun distribusi pendapatan ditunjukkan variabilitas yang cukup besar, dengan 13% melaporkan kurang dari $15.000 dan 6,2% melaporkan lebih dari $105.000. Sebagian besar remaja (85%) tinggal dengan kedua orang tua, dengan 10,7% hidup dengan hanya ibu mereka, 1,2% hidup dengan hanya ayah mereka, dan remaja
yang tersisa tinggal di konfigurasi struktur keluarga lainnya.
Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuesioner. Kuesioner ini diberikan pada remaja dan orang tua keturunan China Amerika.
Definisi Operasional Variabel Dependen
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Adolescent s’ cultural
orientation(orientasi budaya remaja).
Tsai dan Chentsova (Weaver & Kim, 2008) menyatakan bahwa mode diferensial dan tingkat akulturasi dapat mengakibatkan perbedaan orangtua dan anak dalam budaya orientasi, yang didiartikan sebagai sejauh mana individu dipengaruhi dan secara aktif terlibat dalam tradisi, norma, dan praktik budaya tertentu.
Portes (Weaver & Kim, 2008) menjelaskan bahwa orang tua imigran dan anak-anak mereka baik pengalaman kekuatan asimilasi, anak-anak sering berasimilasi di tingkat yang lebih cepat dari orang tua mereka, hak ini disebut dengan disonan akulturasi.
Cara & Alat Mengukur Variabel Dependen
Cara dan alat yang digunakan untuk mengukur variabel dependen yaitu:
Cara yang digunakan untuk mengukur variabel dependen yaitu melakukan perekrutan untuk indikator remaja keturunan Cina-Amerika. Penelitian dibagi dua gelombang, gelombang pertama pada tahun 2002 dan gelombang kedua 2006.
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner yang digunakan terdiri atas dua versi, yaitu versi bahasa Inggris dan versi bahasa China.
Definisi Operasional Variabel Independen
Variabel independen dalam penelitian ini adalah person centered approach.
Pendekatan berpusat pada orang telah dianggap mampu keuntungan untuk meneliti tentang remaja dan keluarga (Bergman 2001; Mandara 2003). Aspek utama dari pendekatan berpusat pada orang adalah penekanan pada pemahaman terhadap individu secara keseluruhan, bukan pada karakteristik individu atau variabel itu sendiri. Kekuatan dari pendekatan berpusat pada orang adalah kemampuannya untuk mengakomodasi non-linearities dan interaksi yang tidak dapat dengan mudah terwakili dalam berpusat variabel model (Bergman, 2001).
Langkah-langkah Terapi Langkah-langkah yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah:
metropolitan utama California utara dengan bantuan dari administrator sekolah (dipilih berdasarkan kriteria).
Meminta persetujuan dari keluarga mengenai penelitian tersebut.
Peserta diberi paket kuesioner yang akan dikumpulkan dua sampai tiga minggu setelah surat oleh staf penelitian diterima peserta.
Melakukan studi tingkat lanjut pada tahun 2006.
Membagikan dua versi kuesioner kepada peserta, yaitu kuesioner dalam bahasa China dan bahasa Inggris.
Hasil Penelitian Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan beberapa dukungan untuk gagasan bahwa disonansi generasi berhubungan dengan dukungan orangtua dan tingkat kebersamaan simtomatologi depresi. Secara umum, memiliki orangtua dengan profil bicultural tampaknya paling menguntungkan jika remaja sama memiliki profil bicultural. Hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian ini bukan ibu atau ayah bicultural, melainkan kombinasi dari sebuah biculturally orangtua dan remaja. Konfigurasi ini mungkin optimal, karena melibatkan jarak minimal antara orangtua dan anak di kedua budaya China dan Amerika saat masih berada pada lingkungan keluarga yang memiliki aspek nilai-nilai budaya dan tradisi Cina serta sama dihargainya oleh orang tua dan anak.
Kekuatan Penelitian Kekuatan penelitian ini adalah alat yang digunakan dalam penelitian berupa kuesioner cukup mudah digunakan oleh subjek penelitian sehingga dalam pengambilan datanya tidak dibutuhkan waktu yang lama seperti pada metode kualitatif.
Kelemahan Penelitian Kelemahan penelitian ini adalah rentan waktu penelitian yang digunakan pada wave 1 ke wave 2 cukup jauh, yaitu 4 tahun sehingga subjek yang dapat ikut pada wave 2 hanya 80%.
R a b u , 1 8 M a r e t 2 0 1 5
Contoh Review Jurnal
Review Jurnal Psikologi
I.A. Judul Penelitian
Jurnal Penelitian Kualitatif
B. Nama Penulis
Fitria Ismali (Universitas Negeri Gorontalo)
C. Nama Jurnal
Deskripsi Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Dalam Pembelajaran Matematika Di Kelas V SDN 6 Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango
II.Latar Belakang masalah
Pendidikan menjadi kebutuhan yang primer, karena dengan arus globalisasi yang semakin pesat, manusia harus dapat mengikuti perkembangan zaman. Salah satu cara yang
ditempuh adalah dengan belajar. Dengan belajar, manusia diharapkan dapat
menyerap informasi sebanyak-banyaknya melalui pembelajaran dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu, siswa atau pembelajar harus bisa
ikut berpartisipasi, ikut mencoba dan melakukan
sendiri yang sedang dipelajari. Pembelajaran yang mengacu pada pembelajaran aktif adalah jika guru mampu menciptakan suatu kondisi belajar yang
memungkinkan siswa berkembang secara optimal. Salah satu metode pembelajaran yang biasa diterapkan guru dalam kelas di SDN 6 Bulango Selatan adalah metode ceramah.
Pembelajaran matematika dengan metode ceramah
cenderung meminimalkan keterlibatan siswa dalam belajar dan siswa menjadi kurang aktif. Kenyataan ini nampak pada siswa kelas V di SDN 6 Bulango Selatan,
sebagian siswa mengalami kesulitan belajar mata pelajaran matematika. Agar ketuntasan
belajar siswa dapat tercapai salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif yang di maksud adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD(Student Team Achievement
Divisions). Pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana,dan merupakan model yang
paling baik untuk permulaan bagi guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif (Slavin, 2010:143). Slavin (dalam Asma, 2006:51) menjelaskan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD(Student Team Achievement Divisions), siswa ditempatkan
dalam kelompok belajar beranggotakan empat atau lima orang siswa yang merupakan campuran dari kemampuan akademik yang berbeda, sehingga dalam
setiap kelompok terdapat siswa yang berprestasi tinggi, sedang dan rendah atau variasi jenis kelamin, kelompok ras dan etnis, atau kelompok sosial lainnya.
III. Masalah/ Pertanyaan Penelitian
-IV. Hipotesis
-V. Metode
- Jenis/ Metode Penelitian
Metode pendekatan fenomenologis dengan
jenis penelitian kualitatif, maksudnya bahwa dalam penelitian ini peneliti
berusaha memahami arti sebuah peristiwa dan kaitannya terhadap objek penelitian.
- Metode Pengambilan Data
Sebelum dilakukan pengambilan dan pengumpulan data. Data keseluruhan dikelompokkan terlebih dahulu menjadi 2 jenis data, yaitu :
1. Data primer, merupakan informasi utama dalam penelitian, meliputi seluruh data kualitatif yang diperoleh melalui kegiatan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam hal ini, yang menjadi data penelitian adalah deskripsi
penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran matematika di kelas V SDN 6 Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango.
2. Data sekunder, merupakan data yang diperoleh melalui buku –buku referensi berupa pengertian –
pengertian dan teori –teori yang ada hubungannya dengan permasalahan yang sedang diteliti. Yang menjadi sumber data adalah guru dan siswa.
Adapun prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain observasi, wawancara dan dokumentasi.
1. Observasi
Observasi merupakan langkah awal dalam melakukan penelitian, observasi dilakukan untuk mengetahui secara detail tentang lokasi maupun kondisi tempat (sekolah) yang akan di teliti baik dari segi siswa, guru bahan ajar, sumber belajar, lingkungan belajar dan sebagainya.
2. Wawancara
Wawancara sebagai alat penilaian digunakan untuk mengetahui pendapat,
aspirasi, harapan, prestasi, keinginan, keyakinan dan proses belajar siswa.Kegiatan wawancara dilak ukan secara langsung yaitu mengadakan tanya jawab
dengan responden seperti guru, siswa dan ditunjang dari berbagai data lainnya.
Instrumen pedoman wawancara dilakukan secara terstruktur untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
3. Dokumentasi
Dokumen diartikan sebagai suatu catatan tertulis/gambar yang tersimpan
tentang sesuatu yang sudah terjadi. Dokumentasi merupakan bukti fisik berupafoto yang diambil pada saat mengadakan penelitian, dalam kegiatan observasi, wawancara, dan pengamatan proses pembelajaran.
- Metode Analisis Data
Sedangkan analisis data dalam penelitian ini, Milles dan Hubberman (dalam Tohirin, 2012 : 141) menjelaskan bahwa analisis data merupakan langkah-langkah
untuk memproses temuan penelitian yang telah ditranskripkan melalui proses
reduksi data, yaitu data disaring dan disusun lagi, dipaparkan, diverifikasi atau dibuat kesimpulan.
VI. Hasil Penelitian
Peneliti mengamati bahwa guru sudah baik dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, mulai dari menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa terlihat sangat baik, menyajikan materi, mengorganisasikan
siswa ke dalam kelompok kooperatif, evaluasi, dan sampai pada penghargaan kelompok terlihat baik. Meskipun dalam kegiatan membimbing kelompok bekerja
dan belajar masih cukup, namun penerapan model pembelajaran kooperatif ini dapat terlaksana dengan baik, karena sebagian besar langkah-langkah dari model kooperatif tipe STAD, dilaksanakan dengan baik. Namun dalam proses pembelajaran guru sering mendapati siswa yang sulit untuk diatur, terlihat hanya bermain dan tidak aktif dalam mengerjakan tugas kelompok, sehingga seringkali teman-teman kelompoknya, ataupun kelompok
yang lain merasa terganggu. Sedangkan untuk siswa, dalam mengerjakan tugas kelompok terkadang siswa merasa sulit atau kurang paham dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, hal ini karena guru belum maksimal dalam membimbing kelompok untuk bekerja dan belajar. Karena guru hanya sesekali
membimbing siswa dalam kelompok, guru kebanyakan hanya duduk di depan kelas dan menyuruh siswa bertanya apabila ada yang belum dipahami. peneliti
mengamati bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam
pembelajaran matematika, pada materi pecahan telah dilaksanakan dengan baik, terdiri dari 6 (enam) langkah utama yaitu: Menyampaikan tujuan dan memotivasi
siswa, menyajikan/menyampaikan materi, mengorganisasikan siswa dalam
kelompok belajar, membimbing kelompok bekerja dan belajar, evaluasi, dan memberikan
penghargaan. Dampak dari pembelajaran tersebut dapat dilihat atau diamati dengan jelas ketika proses pembelajaran berlangsung, yaitu guru ataupun siswa sudah menerapkan
langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe
STAD dengan benar, sehingga proses pembelajaran berjalan dengan baik,
interaksi guru dengan siswa, siswa dengan siswa terlihat baik, selain itu siswa dapat berinteraksi dan bekerja sama dalam kelompok.
VII.Review/ Komentar
Secara konten keseluruhan jurnal ini sudah terlihat sangat baik dalam hal mendeskripsikan apa yang ingin disampaikan oleh peneliti. Karena penelitian ini termasuk penelitian yang menggunakan metode secara kualitatif yakni dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Deskripsi yang detail dan mendalam tentang kasus merupakan sebuah keharusan bagi peneliti kualitatif. Kemudian dari segi struktural, meskipun dalam penelitian kualitatif narasi yang disampaikan berdasarkan dengan kebutuhan penelitian, namun akan lebih baik lagi jika ditambahkan poin masalah atau pertanyaan penelitian. Hal ini tentunya akan membantu peneliti untuk mempermudah dalam hal mengkategorikan
atau mengklasifikasikan tujuan penelitiannya. Seperti pertanyaan “bagaimana cara menerapkan model
pembelajaran kooperatif tipe Stad dalam pembelajaran Matematika di kelas V SDN 6 Bulango Selatan
Kabupaten Bone Bolango?” dan “mengapa siswa Matematika di kelas V SDN 6 Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango memerlukan model pembelajarn kooperatif tipe Stad?” .
VIII. Abstrak Jurnal
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran matematika, telah dilaksanakan dengan baik,
terdiri dari 6 (enam) langkah utama yaitu: Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberi motivasi, menyajikan materi, mengorganisasikan siswa dalam
kelompok belajar, membimbing kelompok bekerja dan belajar, memberikan evaluasi, dan memberikan penghargaan. Dampak dari pembelajaran tersebut dapat
dilihat atau diamati dengan jelas ketika proses pembelajaran berlangsung, yaitu guru ataupun siswa sudah menerapkan langkah-langkah model pembelajaran
kooperatif tipe STAD dengan benar, sehingga proses pembelajaran berjalan dengan baik, interaksi guru dengan siswa, siswa dengan siswa terlihat baik, selain itu siswa dapat berinteraksi dan bekerja sama dalam kelompok.
Kata kunci : Penerapan, Model pembelajaran kooperatif tipe STAD, pembelajaran matematika.
IX. Referensi
Asma, Nur. 2006. Model pembelajaran kooperatif. Jakarta: Depertemen Pendidikan Nasional
http://nopiwanabadi.blogspot.com/2011/5/hakikat-pembelajaranmatematika.html
Jonson, D. W., & Johnson, R.1991, Learning Together and Alone, Cooperative and individualisti learning. Boston: Allyn and Bacon.
Sagala, Syaiful, 2009, Konsep dan Makna Pembelajaran Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar, Alfabeta, Bandung
Tohirin. 2012. Metode Penelitian Kualitatif Dalam Pendidikan dan Bimbingan Konseling –
Pendekatan Praktid untuk Peneliti Pemula dan Dilengkapi dengan Contoh Transkip Hasil Wawancara Serta Model Penyajian Data.
Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif: Konsep,Landasan, dan Im plementasinya Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana Prenada Madia Group
Wardhani, Sri. 2008. Paket fasilitasi pemberdayaan kkg/mgmp matematika Analisis si dan skl mata pelajaran matematika smp/mts untuk optimalisasi tujuan mata pelajaran matematika. Yogyakarta: Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Matematika.
Sumber: http://jaymi-psikologi.blogspot.com/2014/10/contoh-review-jurnal-psikologi.html
REVIEW JURNAL : SISTEM INFORMASI SUMBER
DAYA MANUSIA DAN DAMPAKNYA TERHADAP
PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Sistem Informasi Sumber daya manusia terhadap Perencanaan Sumber Daya Manusia dalam konteks ke-Indonesiaan. Penelitian
ini dilakukan oleh Dr. Shikha N. Khera dan Ms. Karishma Gulati [2012], menyatakan bahwa HRIS memberikan pengaruh positf pada perencanaan sumber daya manusia di perusahaan. Dalam konteks ke-Indonesiaan, penelitian yang dilakukan sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh oleh Dr. Shikha N. Khera dan Ms. Karishma Gulati [2012], HRIS memberikan pengaruh positif pada perencanaan
karyawan di PT. Telekomunikasi Indonesia dan Sekretariat Jenderal Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Namun penerapan HRIS di Indonesia masih terbatas pada karyawan di dalam perusahaan
blm sampai pada tahap rekrutmen dan seleksi. PENDAHULUAN
Pengertian paling mendasar tentang HRIS (Human Resources Managemen System) adalah sistem yang digunakan untuk memperoleh, menyimpan, memanipulasi, menganalisis, mengambil dan
mendistribusikan informasi yang bersangkutan dengan organisasi sumber daya manusia. Hal ini sering dianggap sebagai layanan yang diberikan kepada organisasi dalam bentuk informasi (Tannenbaum, 1990).
Penggunaan HRIS tergantung pada beberapa faktor seperti yang digambarkan oleh Broderick dan Boudreau (1992) bahwa penggunaan sistem HRIS ditentukan oleh strategi sumber daya manusia,
membacanya sebagai sebuah proses yang sesuai antara strategi yang berbeda dan praktek sistem yang berbeda.
Perencanaan sumber daya manusia atau Human Resource Planning (HRP) umumnya diabaikan dalam sebagian besar organisasi bahkan HRP tidak diakui (Vareta, 2010). Cherian (2011) mendefinisikan HRP sebagai proses peramalan permintaan dan penawaran sumber daya manusia dengan merekrut karyawan yang benar, dan memiliki keterampilan yang tepat (sesuai job) sesuai kebutuhan organisasi.
Perencanaan sumber daya manusia merupakan suatu proses menterjemahkan strategi bisnis menjadi kebutuhan sumber daya manusia baik kualitatif maupun kuantitatif melalui tahapan tertentu. Pengertian dan Strategi Perencanaan SDM Mondy & Noe (1995) mendefinisikan Perencanan SDM sebagai proses yang secara sistematis mengkaji keadaan sumberdaya manusia untuk memastikan bahwa jumlah dan kualitas dengan ketrampilan yang tepat, akan tersedia pada saat mereka dibutuhkan”. Kemudian Eric Vetter dalam Jackson & Schuler (1990) dan Schuler & Walker (1990) mendefinisikan Perencanaan sumber daya manusia (HR Planning) sebagai; proses manajemen dalam menentukan pergerakan sumber daya manusia organisasi dari posisinya saat ini menuju posisi yang diinginkan di masa depan. Dari konsep tersebut, perencanaan sumber daya manusia dipandang sebagai proses linear, dengan menggunakan data dan proses masa lalu (short-term) sebagai pedoman perencanaan di masa depan (long-term).
Tulisan ini, lebih lanjut akan menguraikan tentang analisis kegiatan HRIS yang membantu dalam
perencanaan sumber daya manusia dan kegiatan strategis manajer SDM, pelatihan dan pengembangan karyawan perencanaan suksesi, pelacakan pemohon dalam rekrutmen dan seleksi, dan perencanaan tenaga kerja. Kemudian di bagian akhir tulisan, akan diungkapkan pengaruh HRIS terhadap HRP yang diterapkan dalam konteks ke-Indonesiaan.
RINGKASAN JURNAL
Di awal jurnal, Dr. Shikha N. Khera dan Ms. Karishma Gulati mengungkapkan fakta dalam pendahuluan jurnal tentang perkembangan HRIS dengan m engutip hasil penelitian Siriwal Tevavichulada (1997)
bahwa awalnya HRIS diperuntukkan untuk mengatur karyawan karena fungsinya untuk menyimpan dan mengelola departemen sumber daya manusia tapi sekarang HRIS tidak terbatas pada penyimpanan saja, tetapi mencakup berbagai bidang yang terkait dengan karyawan seperti perencanaan tenaga kerja,
permintaan tenaga kerja dan pasokan peramalan, deskripsi pekerjaan untuk pekerjaan dan pelamar, rekrutmen dan seleksi, pelatihan dan pengembangan, negosiasi, manajemen keluhan dll (Kenneth A. Kovach dan Charles E. Cathcart (1999).
Dr. Shikha N. Khera dan Ms. Karishma Gulati mengatakan sumber daya manusia adalah aset untuk setiap organisasi dan khususnya organisasi TI di mana karyawan bertindak sebagai gudang bakat. Karena pentingnya sumber daya manusia, perencanaan sumber daya manusia (HRP) juga harus
menjadi pusat perhatian. Untuk memanfaatkan karyawan se efisiensi mungkin. Sehingga sangat penting untuk memiliki gambaran lengkap tentang karyawan serta pekerjaan yang tersedia. Kadang-kadang karyawan bisa menjadi warisan bagi organisasi tetapi tidak dapat melakukan hal yang terbaik untuk perusahaan dengan posisi pekerjaan saat ini. Kedua, peningkatan dan kekurangan karyawan juga mempengaruhi keadaan perusahaan. HRP dapat membantu perusahaan untuk mengatasi tantangan tersebut. Tidak hanya itu, penilaian kinerja perlu dikelola dengan baik agar dapat menjadi faktor puncak untuk memotivasi karyawan dalam organisasi dan HRP membantu dalam hal ini juga dengan
menganalisis karyawan. Melakukan hal ini secara manual sangatlah kompleks dan HRIS dapat menyelesaikan masalah ini.
Penelitian ini bekerja berfokus pada kontribusi HRIS di HRP. Tinjauan literatur pentingnya HRIS dengan berbagai subsistem, tetapi sangat langka menemukan jurnal yang membahas peran HRIS untuk HRP. Aspek yang paling menantang dalam pembahasan makalah penelitia n ini adalah isu menyeluruh tentang
peran HRIS di HRP di tengah kelebihan dan aplikasi strategis.
PERAN PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PERUSAHAAN
Handoko (1992) menyatakan perencanaan sumberdaya manusia meliputi penentuan jabatan-jabatan yang harus diisi, kemampuan yang dibutuhkan karyawan untuk melaksanakan tugas tersebut, jumlah karyawan yang dibutuhkan, pemahaman pasar tenaga kerja, dan pertimbangan kondisi permintaan dan penawaran sumberdaya manusia. Werther dan Davis (1993) menyatakan perencanaan sumber daya manusia adalah prakiraan yang sistematis dari organisasi untuk melihat masa depan tentang penawaran dan permintaan tenaga kerja dengan menentukan jumlah dan tipe tenaga kerja yang dibutuhkan, dimana bagian sumber daya manusia dapat merencanakan langkah-langkah penarikan, seleksi, perencanaan kader dan aktivitas sumber daya manusia lainnya, dan Mondy dan Noe (1990) menyebutkan
perencanaan sumberdaya manusia merupakan suatu proses yang secara sistematis
pegawai yang dibutuhkan dengan skill yang disyaratkan, tersedia pada saat diperlukan. lni merupakan proses memadukan ketersediaan sumber daya manusia di dalam dan diluar perusahaan dengan antisipasi lowongan kerja dari perusahaan dalam suatu waktu atau periode.
Dengan demikian pada dasarnya perencanaan sumberdaya manusia adalah menentukan tentang kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia yang dibutuhkan oleh organisasi atau dapat dikatakan perencanaan sumberdaya manusia merupakan suatu proses didalam mencari orang yang tepat yang disiapkan pada tempat yang tepat dan pada waktu yang tepat (The Right Man in The Right Place and The Right Time).
TUJUAN PENELITIAN
Untuk mengeksplorasi kontribusi keseluruhan HRIS dalam perencanaan sumber daya manusia. METHODOLOGI PENELITIAN
Populasi Penelitian dan Metode Pengumpulan data
Populasi penelitian terdiri dari 127 responden dari atas 7 perusahaan IT di India telah diambil untuk membedakan peran HRIS dalam perencanaan tenaga kerja di perusahaan mereka. Desain penelitian yang digunakan adalah eksplorasi. Data untuk penelitian ini diperoleh terutama dari sumber primer dan sumber-sumber sekunder. Sumber primer meliputi karyawan dari organisasi TI yang mengisi kuesioner diarahkan untuk penelitian. Data juga dikumpulkan dari sumber-sumber sekunder termasuk internet, website dll. Teknik yang digunakan adalah survei dan wawancara, dan untuk analisa data digunakan SPSS paket statistik. Eksplorasi makalah penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi peran HRIS dalam perencanaan sumber daya manusia dalam organisasi TI.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Tabel 1: Korelasi antara berbagai tahapan dan sub-tahapan Perencanaan Sumber Daya Manusia dan Penerapan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia untuk Perencanaan Sumber Daya Manusia
Variabel Independen
Variabel Dependen
Penerapan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia untuk Perencanaan Sumber Daya
Manusia HRIS menganalisa deskripsi setiap pekerjaan 0,568
HRIS mengatur berbagai keterampilan karyawan
(kemampuan, kapasitas, kualifikasi dan tujuan karir). 0,537 HRIS mengatur hubungan antara individu yang
mendaftar(pelamar) dengan ketersediaan bakat di perusahaan
0,184
HRIS menghilangkan pelamar yang tidak sesuai dan
berfokus pada kandidat yang menjanjikan. 0,252 HRIS menempatkan karyawan di tempat yang tepat dan
waktu yang tepat 0,347
HRIS subsistem perekrutan diimplementasikan dengan
tepat 0,207
Semua nilai korelasi yang signifikan pada tabel di atas menafsirkan bahwa HRIS membantu dalam semua tahap HRP termasuk menganalisis deskripsi pekerjaan, mengatur berbagai keterampilan
karyawan dan mengatur hubungan antara individu yang mendaftar(pelamar) dengan ketersediaan bakat, menghilangkan pelamar yang tidak cocok dan berfokus pada kandidat yang menjanjikan, pelaksanaan subsistem perekrutan yang tepat dan menempatkan karyawan di tempat yang tepat dan waktu yang tepat Studi ini mengkonfirmasikan bahwa dengan menerapkan HRIS, organisasi TI dapat memiliki kendali penuh atas organisasi mereka. HRIS membantu organisasi dalam perencanaan sumber daya manusia baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Menjadi sumber informasi untuk sumber daya manusia, dapat menyimpan banyak data tentang karyawan, selain itu membantu dalam mengidentifikasi posisi pekerjaan untuk karyawan. Tidak hanya itu tetapi juga dapat mengidentifikasi apakah orang tersebut berapa pada posisi tertentu yang cocok untuk pekerjaan atau tidak.
KESIMPULAN
Penelitian ini fokus utamanya adalah pada keuntungan lain yang diperoleh dari HRIS. Penelitian ini sangat bermanfaat karena studi yang membahas hubungan antara HRIS dengan HRP sangat jarang. Penelitian ini mengidentifikasi keuntungan HRIS tidak hanya dari sisi pengolahan SDM namun juga mencakup strategi perusahaan dalam mengatur SDM. Hasil penelitian menunjukkan keuntungan lain HRIS meliputi, :
1. Keputusan mengenai SDM lebih sehat, pengawasan dan kontrol terhadap tenaga kerja dapat ditingkatkan.
2. HRIS membantu dalam mengurangi berbagai biaya seperti biaya tenaga kerja, biaya perekrutan dll karena sistem komputerisasi.
3. HRIS mengerahkan kegiatan strategis yang luar biasa oleh manajer SDM. Kegiatan ini
mencakup pelatihan dan pengembangan manajemen, perencanaan suksesi (identifikasi posisi kunci dan kebutuhan mereka), pelacakan pemohon rekrutmen dan seleksi dan perencanaan tenaga kerja, informasi kepegawaian dan identifikasi (kehadiran pelacakan, dll), perencanaan gaji, analisis absensi, analisis omset dan penjadwalan kerja.
4. HRIS juga membantu dalam pelacakan kehadiran karyawan untuk mengetahui keteraturan dan pengabdian mereka bagi organisasi. Hal ini tidak hanya membantu dalam perencanaan gaji tetapi manajemen kinerja juga.
Pada intinya, dapat disimpulkan bahwa HRIS adalah alat yang sangat baik untuk perencanaan sumber daya manusia, meskipun ada tindakan-tindakan yang tidak sepenuhnya dapat dilakukan oleh HRIS. PENERAPAN HRIS TERHADAP HRP DI INDONESIA
Menurut Hadari Nawawi (2008:46) perencanaan SDM untuk operasional bisnis dibagi menjadi beberapa tahap yaitu :
Gambar 1: Perencanaan SDM untuk mewujudkan operasional bisnis
Dalam penerapannya HRIS di Indonesia juga berpengaruh positif terhadap perencanaan SDM. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Wiwiek Irmawati [2010] menyatakan bahwa SIPEG
berpengaruh positif dan signifikan terhadap perencanaan SDM. SIPEG memberikan efek baik kepada pengembangan pegawai maupun kepada penilaian kinerja. Perencanaan SDM menggunakan data terkini dan akurat sebagaimana dihasilkan oleh SIPEG, sehingga diperoleh SDM yang sesuai dengan
Selain itu penelitian yang dilakukan Eka Kadharpa Utama Dewayani [2011] menyatakan penerapan HRIS pada PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK telah sesuai dengan tujuan perusahaan. Penerapan HRIS berpengaruh terhadap employee empowerment di perusahaan. Beberapa proses dan metode dalam HRM practice dapat dilakukan secara online sehingga mendukung kelancaran aktifitas pekerjaan karyawan. Penerapan HRIS memberikan kemudahan dalam melakukan knowledge sharing sehingga setiap karyawan dapat mengakses semua knowledge yang dibutuhkan pada setiap saat.
Dari penelitian yang ada penggunaan HRIS di Indonesia masih terbatas pada perencanaan karyawan, belum sampai pada tahap rekrutmen dan seleksi karyawan.
DAFTAR PUSTAKA UTAMA :
Dr. Shikha N. Khera, Ms. Karishma Gulati. 2012. “Human Resource Information System and its impact on Human Resource Planning: A perceptual analysis of Information Technology companies”. India
PENUNJANG
1. Nicholas Aston Beadles II. 2005. “The Impact of Human Resource Information Systems: An Exploratory Study in the Public Sector ”. Milledgeville, Georgia, Amerika Serikat
2. Kamuli, Sukarman. 2009 : Fakultas ilmu Sosial Universitas Gorontalo. “Perencanaan Pegawai. Indonesia
3. Irmawati, Wiwiek. 2010. Tesis : Universitas Indonesia. “Pengaruh Sistem Informasi Kepegawaian terhadap Perencanaan Sumber Daya Manusia pada Sekretariat Jenderal Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral”. Indonesia
4. Ekade Balkrishna Daulat, Dr. Ashok Narayan Patil. 2013. Human Resource Information System : A Tool for Decision Making. India
Sumber: http://blog.pasca.gunadarma.ac.id/2013/05/14/review-jurnal-sistem-informasi-sumber-daya-manusia-dan-dampaknya-terhadap-perencanaan-sumber-daya-manusia/