REFORMASI
BIROKRASI
Dewan Energi Nasional
Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional
Jl Jenderal Gatot Subroto Kav. 49 – Jakarta Selatan Telp. (021) 52921621
2020
LAPORAN
KEGIATAN
LAPORAN KEGIATAN
REFORMASI BIROKRASI
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah, rahmat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga penyusunan Laporan Kegiatan Reformasi Birokrasi Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional Tahun Anggaran 2020 ini dapat diselesaikan.
Laporan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas segala daya dan upaya yang telah dilaksanakan dalam rangka mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance) melalui implementasi Reformasi Birokrasi di lingkungan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional.
Adapun materi muatan dalam laporan ini berisi tentang latar belakang, kegiatan dan/ atau hasil yang telah dicapai oleh Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional pada Tahun Anggaran 2020 dalam rangka mewujudkan sasaran program Reformasi Birokrasi (mewujudkan birokrasi yang bersih dan
akuntabel; birokrasi yang efektif dan efisien; serta birokrasi yang memiliki pelayanan publik berkualitas) di lingkungan Sekretariat Jenderal Dewan Energi
Nasional.
Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung dan berperan aktif memberikan sumbangan pemikiran, gagasan, saran, waktu serta tenaga terbaiknya dalam kegiatan Reformasi Birokrasi Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional Tahun Anggaran 2020, dan semoga kerjasama yang baik ini dapat terus berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya.
Jakarta, Desember 2020
DAFTAR ISI Table of Contents KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii PENDAHULUAN ... 1 A. Latar Belakang ... 1 B. Dasar Hukum ... 4 C. Tujuan ... 11 PELAKSANAAN KEGIATAN ... 12 A. Uraian Umum ... 12 B. Metodologi ... 13
HASIL YANG DIPEROLEH ... 16
A. Capaian Hasil ... 16 B. Tantangan... 38 C. Tindak Lanjut ... 42 PENUTUP ... 47 A. Kesimpulan ... 47 B. Saran ... 49 LAMPIRAN ... 50
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kebijakan pembangunan Reformasi Birokrasi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan merupakan bagian terpenting dalam meningkatkan pelaksanaan pembangunan nasional. Reformasi adalah pengubahan, perombakan, penataan, perbaikan atau penyempurnaan. Sementara Birokrasi adalah aparatur, lembaga/ instansi, organisasi pemerintah, pegawai pemerintah, sistem kerja, dan perangkat kerja. Reformasi Birokrasi merupakan upaya sistematis, terpadu dan komprehensif untuk mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance) yang meliputi aspek kelembagaan, sumber daya manusia aparatur, ketatalaksanaan, akuntabilitas, pengawasan, dan pelayanan publik. Reformasi Birokrasi dihadapkan pada upaya mengatasi inefisiensi, inefektivitas, tidak professional, tidak netral, tidak disiplin, tidak patuh pada aturan, rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak transparan, belum ada perubahan mindset, korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang marak di berbagai jenjang pekerjaan, abdi masyarakat yang belum terbangun, pemerintahan yang belum akuntabel, transparan, partisipatif, dan kredibel, serta pelayanan publik yang belum berkualitas dan belum terbangun secara luas.
Dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good
governance) tersebut, maka penyelenggaraan pemerintahan di lingkungan
Kementerian atau Lembaga (K/ L) perlu didasarkan pada semangat Reformasi Birokrasi. Kegiatan Reformasi Birokrasi diselenggarakan berdasarkan Kebijakan Pembangunan Nasional dan Kebijakan Reformasi Birokrasi Nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang NasionalP0F
1
P
(RPJPN). Berdasarkan visi misi dan program Presiden dan
1 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka
dengan berpedoman pada RPJPN tersebut kemudian disusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) yang selanjutnya diselaraskan dengan Grand Design Reformasi Biokrasi dan menjadi acuan sekaligus panduan dalam penyusunan Roadmap Reformasi Birokrasi.
Grand Design Reformasi Biokrasi dimaksud terbagi dalam 3 (tiga)
periode Road Map Reformasi Biokrasi Nasional, yaitu Road Map Reformasi Biokrasi 2010-2014; Road Map Reformasi Biokrasi 2015-2019; dan Road Map Reformasi Biokrasi 2020-2024, yang dapat digambarkan sebagai berikut :
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, saat ini Reformasi Birokrasi telah masuk kepada periode ketiga atau terakhir dari Grand Design Reformasi Birokrasi Nasional. Pada tahap akhir ini, Reformasi Birokrasi diharapkan
menghasilkan karakter birokrasi yang berkelas dunia (world class bureaucracy) yang dicirikan dengan beberapa hal, yaitu pelayanan publik yang semakin berkualitas dan tata kelola yang semakin efektif dan efisien. Hal ini sejalan dengan sasaran yang ingin dicapai dalam Reformasi Birokrasi, yang antara lain adalah sebagai berikut :
1. Birokrasi yang bersih dan akuntabel; 2. Birokrasi yang efektif dan efisien; dan
3. Birokrasi yang memiliki pelayanan publik berkualitas.
Dalam rangka mencapai sasaran Reformasi Birokrasi tersebut, maka ditetapkanlah 8 (delapan) area perubahan, yang digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan dan/ atau pencapaian Reformasi Birokrasi pada K/ L. Kedelapan area perubahan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :
1. Manajemen Perubahan; 2. Deregulasi Kebijakan; 3. Penataan Organisasi; 4. Penataan Tata Laksana;
5. Penataan Sistem Sumber Daya Manusia Aparatur; 6. Penguatan Akuntabilitas;
7. Penguatan Pengawasan;
8. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.
Untuk dapat mengoptimalkan capaian Reformasi Birokrasi, maka kegiatan Reformasi Birokrasi perlu dilaksanakan secara konsisten, terus
menerus dan berkelanjutan. Selain itu diperlukan blueprint atau roadmap dari masing- masing K/ L untuk dijadikan sebagai acuan dan/ atau pedoman untuk mencapai sasaran Reformasi Birokrasi. Blueprint atau Roadmap Reformasi Birokrasi tersebut adalah sebagaimana PermenPAN RB 11/2015P1F
2
P
. PermenPAN RB 11/2015 tersebut digunakan sebagai acuan bagi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) dan K/ L untuk menetapkan dan menjalankan program Makro dan Meso, selain itu juga sebagai acuan bagi seluruh K/ L dan Pemerintah Daerah untuk menyusun Roadmap Reformasi Birokrasi di internal (masing-masing instansi) serta menjalankan program MikroP2F.
B. Dasar Hukum
1. Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme;
3. undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi;
4. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional;
5. Undang-undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi;
6. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik;
7. Undang-undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara; 8. Undang-undang No. 43 tahun 2009 tentang Kearsipan;
9. Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara; 10. Undang-undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi
Pemerintahan;
2 Roadmap Reformasi Biokrasi 2020-2024 sebagaimana diatur dalam PermenPAN RB
11. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian
Intern Pemerintah;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil;
14. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil;
15. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan;
16. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional;
17. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil;
18. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 tentang Pembentukan Dewan Energi Nasional dan Tata Cara Penyaringan Calon Anggota Dewan Energi Nasional;
19. Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Biokrasi 2010-2025;
20. Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penetapan dan Penanggulangan Krisis Energi dan/ atau Darurat Energi;
21. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2010 tentang Hak Keuangan Dan Fasilitas Bagi Ketua Harian dan Anggota Dewan Energi Nasional;
22. Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2015 tentang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;
23. Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional;
24. Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2018 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;
25. Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2019 tentang Organisasi Kementerian Negara;
26. Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024;
27. Keputusan Presiden selaku Ketua Harian Dewan Energi Nasional Nomor 11 Tahun 2009 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional;
28. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 14 Tahun 2007 tentang Pedoman Sistem Informasi Kepegawaian Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;
29. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 14 Tahun 2009 tentang Tugas dan Fungsi Organisasi Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional;
30. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 7 Tahun 2011 tentang Kode Etik dan Tata Tertib Dewan Energi Nasional;
31. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 13 Tahun 2011 tentang Kode Etik Pegawai Negeri Sipil Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;
32. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 17 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;
33. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 08 Tahun 2013 Pedoman Pengelolaan Sistem Informasi Kehadiran Pegawai di Lingkungan Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral, Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional, dan Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa;
34. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 25 Tahun 2014 tentang Sistem Penanganan Pengaduan Internal terhadap Dugaan Tindak Pidana Korupsi di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;
35. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 42 tahun 2015 tentang Pedoman Tata Naskah Dinas Kementerian Energi dan Sumber
36. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 13 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;
37. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 46 Tahun 2016 tentang Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan di Lingkungan Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral;
38. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 54 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pelaporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara dan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;
39. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 44 Tahun 2018 tentang Pemberian Tunjangan Kinerja Kepada Pegawai di Lingkungan Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral;
40. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 15 Tahun 2019 tentang Pencabutan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 26 Tahun 2014 tentang Kelas Jabatan Di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;
41. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyaringan Anggota Dewan Energi Nasional Dari Pemangku Kepentingan
42. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pencabutan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 Tahun 2015 tentang Peta Jabatan dan Informasi Jabatan Fungsional Umum di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;
43. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor Per/21/M.PAN/11/2008 tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur Administrasi Pemerintahan Jo. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 35 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur Administrasi Pemerintahan;
44. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Analisis Jabatan;
45. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Evaluasi Jabatan Pegawai Negeri Sipil; 46. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Evaluasi Jabatan; 47. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Penanganan Benturan Kepentingan;
48. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 80 tahun 2012 tentang Pedoman Tata Naskah Dinas Instansi Pemerintah;
49. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 19 Tahun 2018 tentang Penyusunan Peta Proses Bisnis Pemerintah;
50. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pedoman Evaluasi Kelembagaan Instansi Pemerintah;
51. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 41 Tahun 2018 tentang Nomenklatur Jabatan Pelaksana Bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Instansi Pemerintah;
52. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 8 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pedoman Evaluasi Reformasi Biokrasi Instansi Pemerintah;
53. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pedoman Analisis Jabatan dan Analis Beban Kerja;
54. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 25 Tahun 2020 tentang Roadmap Reformasi Biokrasi 2020-2024;
55. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 26 Tahun 2020 tentang Pedoman Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Biokrasi;
Kepegawaian di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;
57. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor : 85 K/73/MEM/2017 tentang Tim Asesor Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;
58. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor : 1050 K/73/MEM/2017 tentang Tim Pelaksana Reformasi Birokrasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;
59. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor : 3940 K/08/MEM/2017 tentang Proses Bisnis Level 0 dan Level 1 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Penunjukan Pemilik Proses;
60. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor : 2038 K/07/MEM/2018 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;
61. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 155 K/08/MEM/2020 tentang Peta Jabatan di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;
62. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 52 K/70/MEM/2020 tentang Kelas Jabatan di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional
63. Keputusan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Nomor : 146 K/73/SJD/2017 tentang Satuan Tugas Pelaksana Sistem Pengendalian
Intern Pemerintah di Lingkungan Sekretariat Jenderal Dewan Energi
Nasional;
64. Keputusan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Nomor 01/70/SJD.U/2018 tentang Kode Etik Pegawai dan Penolakan Gratifikasi; 65. Keputusan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Nomor
02/70/SJD.U/2018 tentang Penggunaan Aset Barang Milik Negara Untuk Kedinasan;
66. Keputusan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Nomor : 055 K/73/SJD/2018 tentang Pengangkatan Agen Perubahan Reformasi Birokrasi Di Lingkungan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional; 67. Keputusan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Nomor 014/
K/73/SJD/2019 tentang Tim Counterpart Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) di Lingkungan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional;
68. Keputusan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Nomor 046/ K/70/SJD/2019 tentang Proses Bisnis Level 0 dan Level 1 Dewan Energi Nasional dan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional serta Penunjukan Pemilik Proses;
69. Keputusan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Nomor 067/ K/73/SJD/2019 tentang Tim Efektif Proyek Perubahan Efisiensi dan Optimalisasi Pada Bidang Kepegawaian melalui Penyusunan Standard
Operational Procedure (SOP) Kepegawaian dan Penggunaan Blast Message untuk Peningkatan Kedisiplinan Pegawai di Lingkungan
Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional;
70. Keputusan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Nomor 068/ K/73/SJD/2019 tentang Tim Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional;
71. Keputusan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Nomor 0050.K/06/SJD/2020 tentang Pembentukan Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Lingkungan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional Tahun 2020;
72. Keputusan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Nomor 066.K/06/SJD/2020 tentang Satuan Tugas Pelaksana Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional.
C. Tujuan
Sebagaimana dijelaskan di awal, bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan Reformasi Biokrasi Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional Tahun Anggaran 2020 ini adalah dalam rangka melaksanakan Kebijakan Pembangunan Nasional dan Kebijakan Reformasi Birokrasi Nasional sebagaimana tertuang dalam Grand Design Reformasi Biokrasi - Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (UU 17/07) melalui implementasi pada 8 (delapan) area perubahan, sehingga sasaran program Reformasi Birokrasi (mewujudkan
birokrasi yang bersih dan akuntabel; birokrasi yang efektif dan efisien; serta birokrasi yang memiliki pelayanan publik berkualitas) di lingkungan Sekretariat
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Uraian Umum
Reformasi Birokrasi merupakan upaya untuk melakukan perubahan dan/ atau perbaikan mendasar dan berkelanjutan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan. Reformasi Birokrasi dilaksanakan berdasarkan prinsip good
governance, dengan memperhatikan azas keterbukaan, azas akuntabilitas,
azas efektif dan efisien, serta menjunjung tinggi supremasi hukum dan membuka partisipasi masyarakat yang dapat menjamin kelancaran, keserasian, dan keterpaduan tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
Untuk dapat mengoptimalkan pelaksanaan Reformasi Birokrasi, maka perubahan dan/ atau perbaikan tersebut harus terukur, dapat dirasakan hasilnya oleh masyarakat atau stakeholder dan dapat mendukung prioritas pembangunan nasional. Pelaksanaan Reformasi Birokrasi perlu dilaksanakan secara berkelanjutan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dalam rangka mewujudkan sasaran Reformasi Birokrasi, yang antara lain adalah sebagai berikut:
1. Birokrasi yang bersih dan akuntabel; 2. Birokrasi yang efektif dan efisien; dan
3. Birokrasi yang memiliki pelayanan publik berkualitas.
0T
Dalam rangka percepatan pelaksanaan program Reformasi Birokrasi di lingkungan KESDM, maka dimulai pada Tahun Anggaran 2017 dibentuk Tim Asesor Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan KESDM melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor : 85 K/73/MEM/2017 tentang Tim Asesor Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, yang ditindaklanjuti dengan penetapan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor : 1050 K/73/MEM/2017 tentang Tim Pelaksana Reformasi Birokrasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Berdasarkan hal tersebut selanjutnya pada tahun 2019 ditetapkanlah Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor : 065 K/73/SJD/2019 tentang Tim Pelaksana Reformasi Birokrasi Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional Tahun Anggaran 2019, yang dibentuk dalam rangka 0Tmendukung pelaksanaan kegiatan Reformasi Birokrasi di lingkungan KESDM pada umumnya, dan di lingkungan Setjen DEN khususnya.
Adapun matrik rencana pelaksanaan kegiatan Reformasi Birokrasi Tahun 2020 adalah sebagai berikut :
No Tahapan Kegiatan Waktu (Bulan)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 penyusunan rencana kegiatan;
2 rapat koordinasi internal; 3 rapat koordinasi dengan
unit/ instansi terkait; 4 evaluasi
5 menyusun laporan pelaksanaan kegiatan
B. Metodologi
Metodologi yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan Reformasi Birokrasi Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional Tahun Anggaran 2020 ini antara lain adalah sebagai berikut:
1. Pengumpulan data;
Pengumpulan data ini dilaksanakan dengan melakukan inventaris terhadap data dan/ atau kegiatan Reformasi Birokrasi yang telah dilaksanakan (dicapai) pada tahun sebelumnya. Kegiatan inventarisasi ini dimaksudkan sebagai bahan acuan atas capaian kerja sebelumnya, mengingat pelaksanaan kegiatan Reformasi pada dasarnya dilaksanakan secara berkelanjutan, dan merupakan penguatan dan/ atau penyempurnaan dari
pelaksanaan Reformasi Birokrasi sebelumnya serta pembaharuan dalam menghadapi dan/ atau mengantisipasi permasalahan baru (yang mungkin akan timbul) di masa mendatang.
Selain melakukan inventarisasi terhadap data dan/ atau kegiatan Reformasi Birokrasi pada tahun sebelumnya, dilaksanakan pula inventarisasi terhadap data dan/ atau kegiatan Reformasi Birokrasi yang telah dan/atau akan dilaksanakan pada tahun berjalan (tahun 2020). Adapun acuan yang digunakan dalam melaksanakan inventarisasi ini antara lain meliputi data dan/ atau kegiatan pada 8 (delapan) area perubahan pelaksanaan Reformasi BirokrasiP4F
3
P
. 2. Koordinasi dengan unit terkait;
Berdasarkan hasil inventarisasi tersebut, selanjutnya dilaksanakan koordinasi baik secara internal (dengan para Stakeholders terkait di lingkungan Setjen DEN dan/ atau KESDM), maupun secara eksternal dengan unit organisasi (Kementerian/ Lembaga) lain terkait. Koordinasi dimaksud terutama berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) di lingkungan Setjen DEN dan/ atau KESDM.
3. Evaluasi pelaksanaan kegiatan;
Evaluasi pelaksanaan kegiatan Reformasi Birokrasi ini dilaksanakan melalui evaluasi terhadap capaian PMPRB di lingkungan Setjen DEN dan/ atau KESDM. Selanjutnya, berdasarkan nilai capaian PMPRB tersebut disusun rencana aksi tindak lanjut atau langkah-langkah untuk melaksanakan perbaikan atau penyempurnaan dalam rangka mendukung kegiatan Reformasi Birokrasi di lingkungan KESDM pada tahun-tahun selanjutnya.
3 Delapan area perubahan pada pelaksanaan Reformasi Birokrasi antara lain terdiri
dari 1.) Manajemen Perubahan; 2.) Deregulasi Kebijakan; 3.) Penataan Organisasi; 4.) Penataan Tata Laksana; 5.) Penataan SDM Aparatur; 6.) Penguatan Akuntabilitas; 7.) Penguatan Pengawasan; serta 8.) Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik;
4. Pelaporan
Pelaporan terhadap pelaksanaan kegiatan Reformasi Birokrasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada Pimpinan atas capaian dan/ atau kontribusi yang diberikan oleh Setjen DEN terhadap capaian pelaksanaan kegiatan Reformasi Birokrasi di lingkungan KESDM, selain itu juga sebagai bahan acuan untuk menyusun kebijakan kedepan (terutama terkait dengan pelaksanaan kegiatan Reformasi Birokrasi) di lingkungan Setjen DEN dalam rangka mewujudkan sasaran program Reformasi Birokrasi (mewujudkan birokrasi yang bersih dan akuntabel; birokrasi yang
efektif dan efisien; serta birokrasi yang memiliki pelayanan publik berkualitas), serta mendukung kegiatan Reformasi Birokrasi KESDM pada
BAB III
HASIL YANG DIPEROLEH
A. Capaian Hasil
Pelaksanaan kegiatan Reformasi Birokrasi perlu dilaksanakan secara konsisten, terus menerus, dan berkelanjutan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), sehingga sasaran Reformasi Birokrasi (mewujudkan birokrasi yang bersih dan akuntabel; birokrasi yang
efektif dan efisien; serta birokrasi yang memiliki pelayanan publik berkualitas)
dapat tercapai secara optimal. Berkaitan dengan hal tersebut, maka pelaksanaan kegiatan Reformasi Birokrasi pada Tahun Anggaran 2020 ini tidak dapat dilepaskan/ dipisahkan dari capaian pelaksanaan kegiatan Reformasi Birokrasi di tahun-tahun sebelumnya, yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan/ atau penyempurnaan terhadap langkah, proses, dan/ atau kegiatan dalam rangka mencapai sasaran Reformasi Birokrasi.
Dalam rangka mencapai sasaran Reformasi Birokrasi tersebut, maka ditetapkanlah 8 (delapan) area perubahan, yang digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan dan/ atau pencapaian Reformasi Birokrasi pada K/ L. Adapun kedelapan area perubahan tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
1. Manajemen Perubahan a. Tim Reformasi Birokrasi;
b. Road Map Reformasi Birokrasi;
c. Pemantauan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi; d. Perubahan Pola Pikir dan Budaya Kinerja. 2. Deregulasi Kebijakan
- Harmonisasi. 3. Penataan Organisasi
a. Evaluasi Kelembagaan; b. Tindak Lanjut Evaluasi.
4. Penataan Tata Laksana
a. Proses Bisnis dan Prosedur Operasional Tetap (SOP); b. Keterbukaan Informasi Publik.
5. Penataan Sumber Daya Manusia Aparatur
a. Perencanaan Kebutuhan Pegawai Sesuai dengan Kebutuhan; b. Pengembangan Pegawai Berbasis Kompetensi;
c. Penetapan Kinerja Individu;
d. Penegakan Aturan Disiplin/ Kode Etik/ Kode Perilaku Pegawai; e. Pelaksanaan Evaluasi Jabatan;
f. Sistem Informasi Kepegawaian. 6. Penguatan Akuntabilitas
a. Keterlibatan Pimpinan;
b. Pengelolaan Akuntabilitas Kinerja. 7. Penguatan Pengawasan
a. Gratifikasi;
b. Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP); c. Pengaduan Masyarakat;
d. Whistle-blowing System;
e. Penanganan Benturan Kepentingan; f. Pengembangan Zona Integritas. 8. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
a. Standar Pelayanan; b. Budaya Pelayanan Prima; c. Pengelolaan Pengaduan;
d. Penilaian Kepuasan terhadap Pelayanan; e. Pemanfaatan Teknologi Informasi.
Untuk memudahkan pengukuran keberhasilan dan/ atau pencapaian Reformasi Birokrasi melalui 8 (delapan) area perubahan tersebut dilaksanakanlah Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB). PMPRB merupakan instrumen penilaian kemajuan pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang dilakukan secara mandiri (self assessement) yang berbasis prinsip Total Quality Management dan digunakan sebagai metode untuk
melakukan penilaian serta analisis yang menyeluruh terhadap kinerja instansi pemerintah.
Adapun PMPRB mencakup penilaian terhadap dua komponen, yakni : 1. Pengungkit (Enablers) seluruh upaya yang dilakukan oleh instansi
pemerintah dalam menjalankan fungsinya;
Penilaian terhadap setiap program dalam komponen pengungkit (proses) dan sasaran reformasi birokrasi diukur melalui indikator-indikator yang dipandang mewakili program tersebut. Sehingga dengan menilai indikator tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran pencapaian upaya yang berdampak pada pencapaian sasaran. Komponen pengungkit terdiri dari 3 (tiga) aspek, yaitu Aspek Pemenuhan, Hasil Antara Area Perubahan, dan Aspek Reform. Kategori-kategori pengungkit ini menjadi bagian dari 8 (delapan) area perubahan reformasi birokrasi, yaitu: manajemen perubahan, deregulasi kebijakan, organisasi, tata laksana, SDM aparatur, akuntabilitas, pengawasan, dan pelayanan publik.
2. Hasil (Results) dampak dari upaya-upaya atau program/kegiatan yang telah dilakukan oleh kementerian/lembaga/pemerintah daerah dalam mewujudkan sasaran Reformasi Birokrasi.
PMPRB Tahun 2020 disusun berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tahun 2020 tentang
Road Map Reformasi Birokrasi 2020-2024. Dalam peraturan ini digunakan
program-program reformasi birokrasi sebagai unsur komponen pengungkit dan sasaran reformasi birokrasi sebagai hasil. Model ini dapat digambarkan sebagai berikut :
Adapun detail persentase dalam PMPRB Tahun 2020 antara lain adalah sebagai berikut :
Mekanisme PMPRB Tahun 2020 (secara daring) dapat digambarkan dalam diagram alur sebagai berikut :
Mekanisme pelaksanaan evaluasi kegiatan Reformasi Birokrasi melaui instrumen PMPRB di Tahun Anggaran 2020 berbeda dengan mekanisme pelaksanaan pada tahun sebelumnya (Tahun 2019). Jika sebelumnya PMPRB dilaksanakan dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pedoman Evaluasi Reformasi Birokrasi Instansi Pemerintah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 30 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pedoman Evaluasi Reformasi Birokrasi Instansi Pemerintah, maka pada Tahun 2020 pelaksanaan PMPRB berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 26 Tahun 2020 tentang Pedoman Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi.
Mekanisme/ alur evaluasi Reformasi Birokrasi pada Tahun 2020 dapat digambarkan sebagai berikut :
Adapun pendekatan monev yang diterapkan dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi ini adalah sebagai berikut :
Berdasarkan hal tersebut di atas dilaksanakan PMPRB Unit di lingkungan KESDM. Adapun hasil perkembangan capaian PMPRB (pada Komponen Pengungkit) di lingkungan Setjen DEN adalah sebagai berikut :
Secara garis besar, beberapa capaian (perubahan) dalam pelaksanaan Reformasi Biokrasi Setjen DEN hingga akhir Tahun 2020 antara lain adalah sebagai berikut :
No. Perubahan Area Perubahan
Before After
A Manajemen Perubahan
1. Pembentukan Tim RB Unit
Tim RB Setjen DEN 2019 Tim RB Setjen DEN 2020 2. Inovasi Agen Perubahan
Sistem Monitoring Kedisiplinan Pegawai (SiMoniK/aplikasi Blasting Kedisiplinan Pegawai)
Kurangnya kesadaran/ kedisiplinan pegawai
Peningkatan kesadaran/ kedisiplinan pegawai saat dilaksanakan rekonsiliasi kehadiran Tahun 2019 di lingkungan KESDM, tidak terdapat indikasi terhadap (dugaan) pelanggaran disiplin (kehadiran) pada data kehadiran pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal DEN, serta kemudahan dalam penyebaran update informasi kepada seluruh pegawai e-Lakip – Setjen DEN (Sistem Monitoring dan Evaluasi Capaian Kinerja – Setjen DEN)
Monitoring dan/ atau pelaporan kinerja sebelumnya dilaksanakan per-triwulan
Monitoring dan/ atau pelaporan kinerja sekarang dilaksanakan setiap bulan, sehingga laporan dapat menjadi lebih fokus dan detail.
No. Perubahan Area Perubahan Before After SINERGEES (Sistem Informasi Manajemen Persidangan DEN)
Informasi bagi Anggota DEN terkait jadwal, agenda, hasil rapat & sidang, serta evaluasi hasil sidang yang belum optimal
• Terbangunnya database manajemen persidangan/rapat DEN
• Terdokumentasinya rapat/ sidang DEN dengan baik dan optimal berdasarkan kategori rapat/ sidang (Rapat Koordinasi, SA, SP) • Mempercepat dan
mempermudah penyampaian jadwal, undangan, bahan, hasil rapat/ sidang DEN kepada Anggota DEN dan stakeholders terkait.
Konsultasi Online
RUED Konsultasi RUED dilakukan melalui rapat (tatap muka) di Kantor DEN atau pun di daerah
Konsultasi RUED selain rapat langsung, juga dilakukan secara online. Sehingga dapat mempermudah daerah dalam melakukan konsultasi 3. Penandatanganan Komitmen Pembangunan Zona Integritas/ZI menuju Wilayah Bebas dari Korupsi-Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK-WBBM)
Komitmen Pembangunan Zona Integritas/ZI menuju Wilayah Bebas dari Korupsi-Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK-WBBM) belum dituangkan dalam dokumen formal
Penandatanganan Komitmen Pembangunan Zona Integritas/ZI menuju Wilayah Bebas dari Korupsi-Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK-WBBM) oleh seluruh pegawai 4. Implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental melalui Gerakan Indonesia Bersih
Kesadaran untuk hidup bersih belum optimal
• Sosialisasi Motor Listrik yang ramah lingkungan
• Optimalisasi penerapan protokol kesehatan covid-19 (kebiasaan mencuci tangan, social distancing, menggunakan masker, serta pelaksanaan medical check-up, rapid test dan Swab test PCR dsb.) B Deregulasi Kebijakan 1. Penyederhanaan regulasi melalui penyesuaian peraturan perundang-undangan dan usulan R-Perpres terkait Dewan Energi Nasional dalam Progsun 2021serta usulan pencabutan beberapa regulasi Penyesuaian peraturan perundang-undangan di lingkungan Dewan Energi Nasional terkait Penyaringan Calon Anggota Dewan Energi Nasional Dari Pemangku Kepentingan semula diatur dalam Permen ESDM Nomor 17 Tahun 2008 dan Permen ESDM Nomor 29 Tahun 2018;
Regulasi terkait Pembentukan Dewan Energi Nasional dan Tata Cara Penyaringan
Penyesuaian peraturan perundang-undangan di lingkungan Dewan Energi Nasional terkait Penyaringan Calon Anggota Dewan Energi Nasional Dari Pemangku Kepentingan diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyaringan Calon Anggota Dewan Energi Nasional Dari Pemangku Kepentingan yang mencabut Permen ESDM Nomor 17 Tahun 2008 dan Permen ESDM Nomor 29 Tahun 2018;
Penyusunan dan pengusulan RPerpres tentang Dewan Energi Nasional yang akan mencabut
No. Perubahan Area Perubahan
Before After
Anggota Dewan Energi Nasional dan Kode Etik dan Tata Tertib DEN diatur dalam peraturan yang terpisah sebagai berikut:
a. Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2008 tentang Pembentukan Dewan Energi Nasional dan Tata Cara Penyaringan Anggota Dewan Energi Nasional; dan b. Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2011 tentang Kode Etik dan Tata Tertib Dewan Energi Nasional;
Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2008 tentang Pembentukan Dewan Energi Nasional dan Tata Cara Penyaringan Anggota Dewan Energi Nasional serta mencabut Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2011 tentang Kode Etik dan Tata Tertib Dewan Energi Nasional; 2. Revisi atas kebijakan yang tidak harmonis/ tidak sinkron/ bersifat menghambat
Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2009 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional;
Peraturan Menteri ESDM Nomor 20 Tahun 2009 tentang Kelompok Kerja; dan
Penyusunan RPermen tentang Tugas dan Fungsi Organisasi Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional yang akan mencabut Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2009.
Pengusulan RKeppres tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional yang akan mencabut Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2009;
Pengusulan RPermen tentang Pencabutan Peraturan Menteri ESDM Nomor 20 Tahun 2009 tentang Kelompok Kerja; dan
Penyusunan RPermen tentang Tugas dan Fungsi Organisasi Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional yang akan mencabut Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2009. C Penataan Organisasi 1. Penyusunan perubahan dan/ atau penyesuaian Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK)
Sebelum ditetapkannya PerMenPAN RB No. 41 Tahun 2018 tentang Nomenklatur Jabatan Pelaksana Bagi Pegawai, K/L telah memiliki Nomenklatur Jabatan (beserta Anjab dan ABK) nya masing-masing
Dilaksanakan penyesuaian kembali Anjab dan ABK sesuai dengan PerMenPAN RB No. 41 Tahun 2018 tentang Nomenklatur Jabatan Pelaksana Bagi Pegawai
2. Penyusunan
perubahan Peta Jabatan
Peta Jabatan sebelumnya yang diatur dalam Permen ESDM No. 11 tahun 2015 Peta Jabatan dan Informasi Jabatan Fungsional Umum di Lingkungan KESDM tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan kebutuhan organisasi
Dilaksanakan penyesuaian kembali Peta Jabatan melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 155 K/08/MEM/2020 tanggal 26 Agustus 2020 tentang Peta Jabatan di Lingkungan KESDM 3. Penyederhanaan Birokrasi 2 Level melalui Pengalihan Jabatan Administrasi ke dalam Jabatan Fungsional
Jabatan Administrasi terdiri dari Eselon III (Kepala Bagian) dan Eselon IV (Kepala Subbagaian)
Struktur Organisasi dan Tata Kerja Setjen DEN sebagaimana diatur dalam Kepres 11/2009 jo. Permen ESDM 14/2009 perlu disesuaikan
Dilaksanakan penyederhanaan birokrasi 2 Level melalui usulan untuk “Pengalihan Jabatan Administrasi ke dalam Jabatan Fungsional”
Dilaksanakan penyesuaian terhadap pengaturan terkait
No. Perubahan Area Perubahan
Before After
kembali karena sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan kebutuhan organisasi, serta arah kebijakan terkait penyederhanaan birokrasi
Struktur Organisasi dan Tata Kerja Setjen DEN (melalui penyusunan draft perubahan Kepres 11/2009, draft Perubahan Permen ESDM 14/2009, dan draft Permen ESDM terkait uraian fungsi
4. Kooordinasi penyusunan/ penyesuaian informasi jabatan pelaksana
Pedoman penyusunan Informasi jabatan (pelaksana) sebelumnya diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 33 Tahun 2011 tentang Pedoman Analisis Jabatan
Dilaksanakan kooordinasi dalam penyusunan/ penyesuaian informasi jabatan pelaksana di lingkungan KESDM berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pedoman Analisis Jabatan dan Analis Beban Kerja
D Penataan Tata Laksana
1. Penyusunan dan Penetapan Proses Bisnis dan Standar Operasional Prosedur Pelaksanaan Kegiatan
Belum terpetakannya Proses Bisnis Organisasi yang ditindaklanjuti juga dengan Standar Operasional Prosedur Pelaksanaan Kegiatan dari masing-masing proses bisnis yang dijalankan
Telah terpetakannya Proses Bisnis Organisasi (Keputusan Sekjen DEN Nomor 046 K/ 70/SJD/2019) dan ditindaklanjuti juga dengan penyusunan dan penetapan Standar Operasional Prosedur Pelaksanaan Kegiatan dari masing-masing proses bisnis yang dijalankan 2. Penyederhanaan Birokrasi 2 Level melalui Pengalihan Jabatan Administrasi ke dalam Jabatan Fungsional
Jabatan Administrasi terdiri dari Eselon III (Kepala Bagian) dan Eselon IV (Kepala Subbagaian)
Struktur Organisasi dan Tata Kerja Setjen DEN sebagaimana diatur dalam Kepres 11/2009 jo. Permen ESDM 14/2009 perlu disesuaikan kembali karena sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan kebutuhan organisasi, serta arah kebijakan terkait penyederhanaan birokrasi
Dilaksanakan penyederhanaan birokrasi 2 Level melalui usulan untuk “Pengalihan Jabatan Administrasi ke dalam Jabatan Fungsional”
Dilaksanakan penyesuaian terhadap pengaturan terkait Struktur Organisasi dan Tata Kerja Setjen DEN (melalui penyusunan draft perubahan Kepres 11/2009, draft Perubahan Permen ESDM 14/2009, dan draft Permen ESDM terkait uraian fungsi
3. Implementasi terhadap Kebijakan Keterbukaan Informasi Publik melalui media sosial
Kebijakan Keterbukaan Informasi Publik telah ditetapkan melalui media sosial (website, twitter, instagram, dan youtube)
Kebijakan Keterbukaan Informasi Publik telah dilaksanakan dan telah terintegrasi dengan PPID KESDM 4. Penerapan e-Office e-Office telah diterapkan Penyusunan dan/ atau
Pengembangan terhadap beberapa aplikasi :
• NADINE & Email ESDM • SIPEG ESDM
• SiMoniK • e-LAKIP DEN • SIPEDE
No. Perubahan Area Perubahan
Before After
E Penataan Sistem Manajemen SDM
1. Rekrutmen Pegawai Transparan,
Objektif, Akuntabel, dan Bebas KKN
- Rekrutmen Pegawai Transparan, Objektif, Akuntabel, dan Bebas KKN 2. Peningkatan Kompetensi SDM melalui Assessment, Penyertaan Pelatihan, Sharing Knowledge, dan/ atau Magang
Indeks Profesional Pegawai (IPP) Setjen DEN sebelumnya (pada tahun 2019) adalah 80,09
• Pegawai Setjen DEN terpilih sebagai Pemenang Anugrah Humas Indonesia Ahli 2019 Kategori Pranata Humas Ahli Subkategori Kementerian)
• Pada Tahun 2020 nilai Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara (IPASN) Setjen DEN 80,33 • Peningkatan Kompetensi SDM
melalui Assessment, Penyertaan Pelatihan, Sharing Knowledge dilaksanakan secara online atau webinar
3. Penerapan Work
From Home (WFH) Pelaksanaan kegiatan perkantoran dilaksanakan melalui Work From Office (WFO)
Dimungkinkan untuk dilaksanakan Work From Home (WFH), selain juga Work From Office (WFO) apabila dibutuhkan, mengingat kondisi pandemi covid-19 4. Penyederhanaan Birokrasi 2 Level melalui Pengalihan Jabatan Administrasi ke dalam Jabatan Fungsional
Jabatan Administrasi terdiri dari Eselon III (Kepala Bagian) dan Eselon IV (Kepala Subbagaian)
Struktur Organisasi dan Tata Kerja Setjen DEN sebagaimana diatur dalam Kepres 11/2009 jo. Permen ESDM 14/2009 perlu disesuaikan kembali karena sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan kebutuhan organisasi, serta arah kebijakan terkait penyederhanaan birokrasi
Dilaksanakan penyederhanaan birokrasi 2 Level melalui usulan untuk “Pengalihan Jabatan Administrasi ke dalam Jabatan Fungsional”
Dilaksanakan penyesuaian terhadap pengaturan terkait Struktur Organisasi dan Tata Kerja Setjen DEN (melalui penyusunan draft perubahan Kepres 11/2009, draft Perubahan Permen ESDM 14/2009, dan draft Permen ESDM terkait uraian fungsi
5. Monitoring Disiplin Pegawai melalui Monev Kehadiran Pegawai Penganugerahan 3 (tiga) besar Best Attendance, dan 3 (tiga) besar Worst Attendance ditampilkan dalam layar informasi
Kesadaran dan/ atau kedisiplinan Pegawai terhadap kehadiran kurang
Terdapat peningkatan kesadaran/ kedisiplinan pegawai terhadap kehadiran
No. Perubahan Area Perubahan Before After F Penguatan Akuntabilitas 1. Penyusunan Rencana Strategis, Cascading Indikator Kinerja Utama/ IKU
Rencana Strategis sebelumnya sebagaimana diatur dalam Permen ESDM No. 22 Tahun 2015 perlu disesuaikan kembali dengan perkembangan dan kebutuhan organisasi
Rencana Strategis yang baru memuat strategi dalam pemenuhan IKU yang telah di-cascading ke semua level, sehingga dapat mengoptimalkan capaian IKU yang ditargetkan 2. Monitoring Kinerja secara berkala (e-Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah/ eLAKIP Setjen DEN)
Monitoring Kinerja dilaksankaan
secara berkala (triwulan-an) • Monitoring Kinerja dilaksankaan secara berkala (bulan-an); • Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah/SAKIP Tahun 2019 sebesar 85,59 dari sebelumnya, Nilai SAKIP Tahun 2018 sebesar 84,57;
• Indikator Kinerja Pelaksanaan
Anggaran/ IKPA sebesar 93,91 (per Maret 2020 - setelah Maret
tidak/ belum dilakukan penilaian karena pandemic covid-19).
G Penguatan Pengawasan
1. Pembangunan Zona Integritas menuju WBK-WBBM
- Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas/PMPZI 94,69 2. Penandatanganan Komitmen Pembangunan Zona Integritas/ZI menuju Wilayah Bebas dari Korupsi-Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK-WBBM)
Komitmen Pembangunan Zona Integritas/ZI menuju Wilayah Bebas dari Korupsi-Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK-WBBM) belum dituangkan dalam dokumen formal
Penandatanganan Komitmen Pembangunan Zona Integritas/ZI menuju Wilayah Bebas dari Korupsi-Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK-WBBM) oleh seluruh pegawai
3. Penandatanganan Pakta Integritas Pengendalian Gratifikasi
Komitmen Pengendalian Gratifikasi belum dituangkan dalam dokumen formal
Penandatanganan Pakta Integritas Pengendalian Gratifikasi oleh Pejabat Pimpinan Tinggi, Pejabat Administrasi Dan Pengelola APBN 4. Pelaporan Harta
Kekayaan (LHKPN, LHKASN, dan LP2P) mencapai 100 %
Pelaporan Harta Kekayaan (LHKPN, LHKASN, dan LP2P) mencapai 100 %
Pelaporan Harta Kekayaan (LHKPN, LHKASN, dan LP2P) mencapai 100 %
H Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
1. Penyusunan dan penetapan
Maklumat Layanan
- Telah dilaksanakan penyusunan dan penetapan Maklumat Layanan, dan telah dimuat baik secara fisik (di kantor), maupun non-fisik diupload pada website
No. Perubahan Area Perubahan
Before After
2. Penyusunan dan Penetapan Proses Bisnis dan Standar Operasional Prosedur Pelaksanaan Kegiatan
Belum terpetakannya Proses Bisnis Organisasi yang ditindaklanjuti juga dengan Standar Operasional Prosedur Pelaksanaan Kegiatan dari masing-masing proses bisnis yang dijalankan
Telah terpetakannya Proses Bisnis Organisasi (Keputusan Sekjen DEN Nomor 046 K/ 70/SJD/2019) dan ditindaklanjuti juga dengan penyusunan dan penetapan Standar Operasional Prosedur Pelaksanaan Kegiatan dari masing-masing proses bisnis yang dijalankan 3. Fasilitasi dan
Konsultasi
Penyusunan RUED-P
Fasilitasi dan Konsultasi Penyusunan RUED-P sebelumnya dilaksanakan secara langsung (tatap muka)
Fasilitasi dan Konsultasi Penyusunan RUED-P saat ini telah dapat dilaksanakan secara online, baik melalui Fitur Konsultasi RUED-P (https://den.go.id/index.php/publik asi/konsultasirued), maupun melalui webinar (ZoomMet)
Adapun beberapa detail capaian dalam pelaksanaan Reformasi Biokrasi Setjen DEN hingga akhir Tahun 2020 antara lain adalah sebagai berikut : 1. Program Manajemen Perubahan
Kegiatan dalam Program Manajemen Perubahan, meliputi :
a. Meningkatkan keterlibatan pimpinan dalam pelaksanaan Reformasi Biokrasi di lingkungan KESDM dengan cara berperan aktif sebagai anggota dalam Tim Pelaksana Reformasi Birokrasi KESDM, sekaligus menjadi Asesor dalam rangka pelaksanaan PMPRB KESDM Tahun 2020;
b. Optimalisasi Pembangunan Reformasi Birokrasi melalui : Agen Perubahan
Pembentukan dan/atau pengangkatan Agen Perubahan Reformasi Birokrasi di lingkungan Setjen DEN melalui Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Nomor : 108.K/73/SJD/2019 tentang Agen Perubahan Reformasi Birokrasi Di Lingkungan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional, serta penyusunan Rencana Tindak Agen Perubahan;
c. Optimalisasi Pembangunan Zona Integritas melalui :
- Penyusunan dan pembentukan Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayani di lingkungan Setjen DEN melalui Keputusan
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Nomor 0050.K/06/SJD/2020 tentang Pembentukan Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Lingkungan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional Tahun 2020;
- Penandatanganan Komitmen Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Lingkungan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional oleh seluruh pegawai;
d. Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan Reformasi Biokrasi di lingkungan Setjen DEN;
e. Monitoring, evaluasi, serta rekonsiliasi kehadiran pegawai di lingkungan Setjen DEN
f. Implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental – Gerakan Indonesia Bersih melalui :
- Sosialisasi Motor Listrik dalam rangka mendukung program Pemerintah sesuai Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) UntukTransportasi Jalan;
- Optimalisasi penerapan protokol kesehatan covid-19 (kebiasaan mencuci tangan, social distancing, menggunakan masker, serta pelaksanaan Medical Check-Up, Rapid Test dan Swab Test PCR dsb.).
2. Program Deregulasi Kebijakan,
Kegiatan dalam Program Deregulasi Kebijakan meliputi :
a. Penyusunan dan penyampaian usulan Prolegnas Peraturan Perundang-undangan Tahun 2020 dari Setjen DEN;
b. Koordinasi dengan Biro Hukum KESDM terkait usulan penyusunan regulasi (regelling) dan keputusan (beschikking) dari Setjen DEN sebagai berikut:
1) Penyesuaian peraturan perundang-undangan di lingkungan Dewan Energi Nasional terkait Penyaringan Calon Anggota Dewan Energi
Nasional Dari Pemangku Kepentingan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyaringan Calon Anggota Dewan Energi Nasional Dari Pemangku Kepentingan yang mencabut Permen ESDM Nomor 17 Tahun 2008 dan Permen ESDM Nomor 29 Tahun 2018;
2) RKeppres tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional yang akan mencabut Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2009;
3) RPermen tentang Pencabutan Peraturan Menteri ESDM Nomor 20 Tahun 2009 tentang Kelompok Kerja; dan
4) Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2008 tentang Pembentukan Dewan Energi Nasional dan Tata Cara Penyaringan Anggota Dewan Energi Nasional serta mencabut Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2011 tentang Kode Etik dan Tata Tertib Dewan Energi Nasional;
c. Penyusunan RPermen tentang Tugas dan Fungsi Organisasi Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional yang akan mencabut Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2009 sebagai bentuk penyesuaian terhadap transformasi jabatan ASN di lingkungan Sekretariat Jenderal DEN. 3. Program Penataan Organisasi,
Kegiatan dalam Program Penataan dan Penguatan Organisasi, meliputi : a. Penyusunan draft perubahan Peta Jabatan (dan saat ini) telah
ditetapkan Peta Jabatan baru melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 155 K/08/MEM/2020 tanggal 26 Agustus 2020 tentang Peta Jabatan di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;
b. Koordinasi pelaksanaan penyesuaian terhadap perubahan Peta Jabatan sebagaimana Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 155 K/08/MEM/2020 tanggal 26 Agustus 2020 tentang Peta Jabatan di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral; c. Koordinasi pelaksanaan Penyederhanaan Birokrasi 2 Level melalui
d. Koordinasi tekait pengaturan Struktur Organisasi dan Tata Kerja Setjen DEN (melalui penyusunan draft perubahan Kepres 11/2009, draft Perubahan Permen ESDM 14/2009, dan draft Permen ESDM terkait uraian fungsi);
e. Kooordinasi terkait penyusunan/ penyesuaian informasi jabatan pelaksana sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pedoman Analisis Jabatan dan Analis Beban Kerja; f. Koordinasi terkait (rencana) perubahan Peta Jabatan di lingkungan KESDM pasca Penyederhanaan Birokrasi 2 Level melalui Pengalihan Jabatan Administrasi ke dalam Jabatan Fungsional;
g. Penguatan Kelembagaan DEN melalui pelaksanaan koordinasi dan
Focus Group Discussion dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat
Republik Indonesia (DPR RI). Penguatan kelembagaan ini dilaksanakan terutama karena pertimbangan peran, dan kedudukan DEN yang sangat strategis dalam merumuskan kebijakan energi nasional dalam rangka menjamin ketahanan, kedaulatan dan kemandirian energi nasional, serta masukan dari DPR-RI.
4. Program Penataan Tata Laksana,
Kegiatan dalam Program Penataan Tata Laksana, meliputi :
a. Penyusunan dan penetapan Peta Proses Bisnis Organisasi melalui Keputusan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Nomor 046/ K/70/SJD/2019 tentang Proses Bisnis Level 0 dan Level 1 Dewan Energi Nasional dan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional serta Penunjukan Pemilik Proses;
b. Penyusunan dan/ atau penyempurnaan Standar Operasional Prosedur (SOP) Kegiatan sesuai dengan Proses Bisnis Organisasi;
Implementasi Kebijakan Keterbukaan Informasi Publik dalam website DEN (https://den.go.id/) telah terintegrasi dengan PPID KESDM, serta Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SPAN) Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!);
Selain itu dilaksanakan juga melalui social media (Facebook, Twitter,
atau edukasi terkait kebijakan keenergian yang bersifat lintas sektor kepada masyarakat (pemanfaatan jumlah follower);
c. Implementasi e-government Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional dilaksanakan melalui pengembangan e-office yang terintegrasi dalam rumah aplikasi https://apps.den.go.id/, beberapa aplikasi tersebut antara lain :
1) Pengembangan Aplikasi Sistem Monitoring Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (e-LAKIP DEN) - (https://elakip.den.go.id)
2) Pembaharuan Aplikasi Persuratan Elektronik – Naskah Dinas Elektronik Setjen DEN (NADINE) - (https://nadine.den.go.id);
3) Penyusunan dan/ atau pengembangan Sistem Monitoring Kedisiplinan (SiMoniK) - (https://simonik.den.go.id);
4) Penyusunan dan/ atau pengembangan Sistem Informasi Manajemen Persidangan Dewan Energi Nasional (SINERGEES) (https://sinergees.den.go.id); dan
5) Fasilitasi konsultasi penyusunan Rencana Umum Energi Daerah – Provinsi (RUED-P) secara Online.
5. Program Penataan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia,
Kegiatan dalam Program Penataan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia, meliputi :
a. Perencanaan kebutuhan pegawai melalui :
1) Pengisian e-Formasi KemenPAN RB, melalui pengisian kebutuhan pegawai hingga 5 (lima) tahun kedepan;
2) Koordinasi pengusulan formasi pegawai pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan KESDM Tahun 2020 dan/atau 2021;
3) Koordinasi dengan Biro Sumber Daya Manusia bersama unit-unit lain di lingkungan KESDM terkait Penyelenggaraan Pengadaan CPNS KESDM Tahun Anggaran 2019.
b. Kooordinasi terkait penyusunan/ penyesuaian informasi jabatan pelaksana sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pedoman Analisis Jabatan dan Analis Beban Kerja;
c. Fasilitasi pengembangan kapasitas pegawai melalui penyertaan pendidikan, pelatihan, studi banding, assessment, dan tugas belajar bagi pegawai di lingkungan Setjen DEN.
6. Program Penguatan Akuntabilitas,
Kegiatan dalam Program Penguatan Akuntabilitas dilaksanakan melalui peningkatan keterlibatan pimpinan, yakni dengan :
a. Pelaksanaan reviu dan penyusunan cascading terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) Setjen DEN melalui penyusunan Peta Strategis; dan
b. Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP) dengan melaksanakan monitoring dan evaluasi manajemen kinerja organisasi yang dilaksanakan secara berkala (bulanan) melalui aplikasi Sistem Monitoring Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (https://elakip.den.go.id).
7. Program Penguatan Pengawasan,
Kegiatan dalam Program Penguatan Pengawasan, meliputi : a. Optimalisasi Pembangunan Zona Integritas melalui :
- Penyusunan dan pembentukan Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayani di lingkungan Setjen DEN melalui Keputusan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Nomor 0050.K/06/SJD/2020 tentang Pembentukan Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Lingkungan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional Tahun 2020;
- Penandatanganan Komitmen Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Lingkungan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional oleh seluruh pegawai;
- Penandatanganan Pakta Integritas Pengendalian Gratifikasi Pejabat Pimpinan Tinggi, Pejabat Administrasi, dan Pengelola APBN;
- Internalisasi Gratifikasi, Whistleblower, dan Benturan Kepentingan; - Penegakan Kode Etik dan Disiplin melalui :
1) Kode Etik PNS, dan Monev Kedisiplinan (Kehadiran) Pegawai; 2) Surat Edaran Sekjen DEN terkait Penolakan Gratifikasi di
lingkungan Setjen DEN melalui Keputusan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Nomor 01/70/SJD.U/2018 tentang Kode Etik Pegawai dan Penolakan Gratifikasi; dan
3) Surat Edaran Sekjen DEN terkait Penggunaan Barang Milik Negara di lingkungan Setjen DEN melalui Keputusan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Nomor 02/70/SJD.U/2018 tentang Penggunaan Aset Barang Milik Negara Untuk Kedinasan; b. Sebagai implementasi terhadap Program Penguatan Akuntabilitas, telah disusun Keputusan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Nomor 066.K/06/SJD/2020 tentang Satuan Tugas Pelaksana Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional;
c. Penyampaian laporan harta kekayaan pegawai (Pelaporan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT), Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P), Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN)), inventarisasi wajib LHKPN, pelaporan e-LHKPN;
d. Integrasi Layanan Pengaduan pada website DEN (http://den.go.id/) – integrasi pengaduan layanan melalui ppid (https://ppid.esdm.go.id/) dan
contact center KESDM 136, tautan pengaduan terkait whistleblowing system (WBS) (https://wbs.esdm.go.id/) – KESDM, tautan pengaduan terkait Gratifikasi (https://www.kpk.go.id/gratifikasi/), - KPK, serta tautan pada Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SPAN) Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) (https://www.lapor.go.id/).
8. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik,
Kegiatan dalam Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, meliputi : a. Pelayanan internal di lingkungan DEN dan/ atau Setjen DEN :
1) Pelayanan Pimpinan (fasilitasi perjalananan dinas, fasilitasi rapat (rapat pimpinan), fasilitasi rapat dan/ atau sidang DEN);
2) Penyusunan dan Penetapan Maklumat Pelayanan, Proses Bisnis Organisasi, serta SOP Pelaksanaan Kegiatan;
3) Layanan internal terkait e-Government : a) Website (http://den.go.id/);
Berisi tentang konsepsi tentang DEN (sejarah, tugas, struktur organisasi, dsb.), Publikasi (Buku, Energy Outlook, Executive
Reference, Foto Kegiatan, IKU, Pengumuman, Perjanjian
Kinerja, Produk Hukum, Renstra, dsb.), Infografis, serta informasi keenergian lainnya.
Selain itu, website den juga digunakan sebagai sarana dalam mendukung pelaksanaan/ penanganan Gratifikasi (33Thttps://www.kpk.go.id/gratifikasi/33T), Whistleblowing System (33Thttp://wbs.esdm.go.id/33T), dan pemberian akses terhadap Layanan Pegadaan Secara Elektronik (LPSE) KESDM(33Thttp://eproc.esdm.go.id/eproc/app33T), serta tautan pada Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SPAN) Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) (https://www.lapor.go.id/).
b) Informasi dan Dokumentasi Hukum (http://jdih.den.go.id/); Menyediakan informasi dan/ atau regulasi terikait keenergian; c) Aplikasi Internal di lingkungan Sekretariat Jenderal Dewan
Energi Nasional (http://apps.den.go.id/);
Beberapa aplikasi internal tersebut anatara lain adalah aplikasi terkait Persuratan Elektronik, Email (den), Sistem Monitoring Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (e-LAKIP DEN) - (https://elakip.den.go.id); Aplikasi Persuratan Elektronik – Naskah Dinas Elektronik Setjen DEN (NADINE) - (https://nadine.den.go.id); Sistem Monitoring Kedisiplinan (SiMoniK) - (https://simonik.den.go.id); dan Sistem Informasi Manajemen Persidangan Dewan Energi Nasional (SINERGEES) (https://sinergees.den.go.id);
b. Pelayanan eksternal
Sebagaimana amanat ketentuan Pasal 4 Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (Perpres 22/2017), bahwa “Dewan Energi Nasional bersama Kementerian
melakukan :
1) sosialisasi RUEN kepada instansi terkait baik pusat maupun daerah dan pihak lain terkait; dan
2) pembinaan penyusunan rancangan Rencana Umum Energi Daerah
Provinsi (RUED-P) P11F
4
P
”””.
Berkaitan dengan hal tersebut, sejak tahun 2018 Setjen DEN sebagai organisasi yang bertugas untuk memberikan dukungan teknis dan administratif kepada DEN telah melaksanakan asistensi kepada Pemerintah Daerah (34 (tiga puluh empat) Provinsi) dalam rangka pelaksanaan penyusunan RUED-P. Sebagai peningkatan kualitas pelayanan (publik), terkait asistensi penyusunan RUED-P ini Setjen DEN telah menyiapkan fasilitasi fisik berupa ruang pelayanan konsultasi penyusunan RUED-P (Warroom); serta fasilitasi non-fisik melalui e-konsultasi RUED-P yang dapat diakses melalui website DEN (https://den.go.id/index.php/publikasi/konsultasirued), atau dapat juga langsung melakukan konsultasi penusunan RUED-P secara online melalui Zoom-Met).
Adapun perkembangan penyusunan RUED-P hingga 17 Desember 2020 adalah sebagai berikut :
1) 19 (Sembilan Belas) Provinsi telah menetapkan Perda RUED-P yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Jawa Timur, Lampung, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Jambi, Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera Selatan dan Bali;
4 Rencana Umum Energi Daerah Provinsi yang selanjutnya disingkat RUED-P adalah
kebijakan pemerintah provinsi mengenai rencana pengelolaan energi tingkat provinsi yang merupakan penjabaran dan rencana pelaksanaan RUEN yang bersifat lintas sektor untuk
2) 2 (Dua) Provinsi dalam proses fasilitasi nomor register di Kemendagri yaitu Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara (target akhir Desember 2020 sudah ditetapkan);
3) 8 (Delapan) Provinsi telah memasukkan dalam Propemperda Tahun 2020 dan sedang melakukan pembahasan dengan DPRD yaitu Banten, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan dan Maluku Utara;
4) 3 (Tiga) Provinsi sedang menyusun Naskah Akademis dan Ranperda tahun 2020 namun belum terdaftar di Program Pembentukan Perda 2020 yaitu DKI Jakarta, Sulawesi Utara dan Papua Barat;
5) 2 (Dua) Provinsi belum memfinalisasi dokumen, Naskah Akademis, Ranperda yaitu: Maluku dan Papua.
Adapun realisasi anggaran dalam pelaksanaan kegiatan Reformasi Birokrasi di lingkungan Setjen DEN Tahun 2020 adalah sebagai berikut :
Nomor/
Kode Komponen
Anggaran
Pagu Realisasi Sisa
059 - C Reformasi Birokrasi
521211 Belanja Bahan Rp 19.615.000,- Rp 19.500.000,- Rp 115.000,- 521213 Belanja Honor Output
Kegiatan
Rp 236.500.000,- Rp 236.500.000,- Rp -
521811 Belanja Barang Persediaan Barang Konsumsi
Rp 4.910.000,- Rp 4.907.000,- Rp 3.000,-
522151 Belanja Jasa Profesi Rp 3.600.000,- Rp 3.600.000,- Rp - 524111 Belanja Perjalanan Dinas
Biasa
Rp 158.717.000,- Rp 158.127.960,- Rp 589.040,-
B. Tantangan
Dalam rangka mencapai sasaran dalam pelaksanaan kegiatan Reformasi Birokrasi di lingkungan Setjen DEN serta mendukung pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan KESDM, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, yang antara lain adalah sebagai berikut :
1. Program Manajemen Perubahan
Pelaksanaan program Manajemen Perubahan di lingkungan Setjen DEN sudah cukup baik, meskipun terdapat beberapa tantangan yang dihadapi yang antara lain adalah sebagai berikut :
a. Adanya perubahan arah kebijakan, Roadmap Reformasi Birokrasi (Nasional) 2020-2024 baru ditetapkan di tahun 2020 ini melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 25 Tahun 2020 tentang Roadmap Reformasi Biokrasi 2020-2024. Selanjutnya, berdasarkan Roadmap Reformasi Birokrasi (Nasional) 2020-2024 tersebut, perlu ditindaklanjuti dengan Roadmap Reformasi Birokrasi 2020-2024 di lingkungan KESDM dan diintegrasikan dalam Roadmap Reformasi Birokrasi 2020-2024 unit organisasi di lingkungan KESDM; dan
b. Adanya perubahan mekanisame, serta standar bobot penilaian dalam PMPRB sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 26 Tahun 2020 tentang Pedoman Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Biokrasi.
2. Program Deregulasi Kebijakan
Mengingat tugas Setjen DEN adalah memberikan dukungan teknis dan administratif kepada DEN yang merupakan institusi yang bertanggungjawab terhadap kebijakan pengelolaan energi (management
energy policy) nasional, maka penyusunan peraturan
perundang-undangan memegang peran penting dalam mewadahi kebijakan (pengelolaan energi) yang akan diambil. Energi memegang peran penting