• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGAH"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGAH

Jalan Setia Budi No. 9 Palu Telp. (0451) 451684, 421190, 421290 Faximile (0451) 451684

KEPUTUSAN

KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

PROVINSI SULAWESI TENGAH

NOMOR: 800.05/06.SMA/DIKBUD SEK/DIKBUD TENTANG

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SMAN/SMKN/SLBN/SMANOR/TK, SD, SMP, SMA NEGERI TERPADU MADANI

PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN PELAJARAN 2021/2022

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

PROVINSI SULAWESI TENGAH

Menimbang : a. Bahwa dalam rangka mewujudkan Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru Pada SMAN/SMKN/SLBN/SMANOR/TK, SD,SMP, SMA NEGERI TERPADU MADANI Provinsi Sulawesi Tengah Tahun Pelajaran 2021/2022 yang obyektif, transparan, tidak diskriminatif dan dapat dipertanggungjawabkan maka perlu diatur melalui petunjuk teknis pelaksanaannya.

b. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf (a), maka dipandang perlu menetapkan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN/SMKN/SLBN/SMANOR/TK, SD, SMP, SMA NEGERI TERPADU MADANI Provinsi Sulawesi Tengah Tahun Pelajaran 2021/2022 .

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587), sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional

Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan kedua Atas Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105);

5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 01 Tahun 2021 tentang Juknis PPDB TK, SD,SMP, SMA, SMK Tahun Pelajaran 2021/2022; 6. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 4 Tahun 2020

tentang Pelaksaanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disease (Covid 19)

(2)

7. Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah nomor ;420/163/DIS.DIKBUD-G.ST/2021 Tahun 2021 Tentang Penetapan Wilayah Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Satuan Pendidikan Yang Menjadi Kewenangan Provinsi Tahun Pelajaran 2021/2022.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SMAN/SMKN/SLBN/SMANOR/TK, SD, SMP, SMA NEGERI

TERPADU MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN

PELAJARAN 2021/2022

Pasal 1

Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2021/2022 disusun untuk menjamin kelancaran dan akuntabilitas dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru pada Satuan Pendidikan.

Pasal 2

Petunjuk teknis sebagaimana dimaksud pada Pasal 1 secara lengkap seperti pada lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari surat Keputusan ini.

Pasal 3 Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Palu

Pada tanggal : 04 Mei 2021 April 2021 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Provinsi Sulawesi Tengah.

Drs, H. IRWAN LAHACE, M.Si Pembina Utama Madya NIP. 196108081981121007

TEMBUSAN YTH ;

1. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I diJakarta; 2. Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah;

3. Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah;

4. Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah; 5. Bupati/Walikota seProvinsi Sulawesi Tengah;

6. Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota se- Provinsi Sulawesi Tengah ; 7. Kepala LPMP Provinsi Sulawesi Tengah

8. Sekretaris/Kepala Bidang Lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Sulteng 9. Kepala Cabang Dinas pendidikan Menengah se Sulawesi Tengah;

10. Kepala SMA/SMK/SLB/ se Provinsi Sulawesi Tengah;

(3)

LAMPIRAN 1

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI SULAWESI TENGAH

Nomor : 800.05/06.SMA/DIKBUD Tanggal : 04 Mei 2021

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SMAN/SMKN/SLBN/SMANOR/TK, SD, SMP,SMA NEGERI TERPADU MADANI

PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN PELAJARAN 2021/2022 I. KETENTUAN UMUM

A. Dalam Keputusan Gubernur ini yang dimaksud dengan : 1) Provinsi adalah Provinsi Sulawesi Tengah.

2) Kabupaten/Kota adalah Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.

3) Dinas Pendidikan adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah. 4) Cabang Dinas Pendidikan adalah Cabang Dinas Pendidikan menengah Wilayah Provinsi

Sulawesi Tengah.

5) Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenis, dan jenjang pendidikan tertentu.

6) Penerimaan Peserta Didik Baru yang selanjutnya disingkat PPDB adalah penerimaan peserta didik baru pada Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, dan Sekolah Luar Biasa di Provinsi Sulawesi Tengah.

7) Satuan Pendidikan Terpadu Madani Palu adalah Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Dasar dan PAUD yang memberikan layanan pendidikan khusus bagi peserta didik yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi serta tergabung dalam satu kompleks Pendidikan Terpadu Madani Palu.

8) Satuan Pendidikan adalah Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, dan Sekolah Luar Biasa di Provinsi Sulawesi Tengah.

9) Sekolah Menengah Atas yang selanjutnya disingkat SMA adalah Sekolah Menengah Atas Negeri di Provinsi Sulawesi Tengah.

10) Sekolah Menengah Kejuruan yang selanjutnya disingkat SMK adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Provinsi Sulawesi Tengah.

11) Sekolah Luar Biasa yang selanjutnya disingkat SLB adalah Taman Kanak- Kanak Luar Biasa Negeri, Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Negeri, dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Negeri di Provinsi Sulawesi Tengah. 12) Pagu sekolah adalah jumlah rencana penerimaan peserta didik pada Satuan Pendidikan. 13) Sistem dalam jaringan yang selanjutnya disebut daring adalah sistem pendaftaran dan

seleksi PPDB yang terkoneksi melalui jaringan internet.

14) Sistem luar jaringan yang selanjutnya disebut luring adalah sistem penerimaan peserta didik baru dan seleksi penerimaan peserta didik baru secara manual.

II. MAKSUD DAN TUJUAN

Petunjuk Teknis PPDB ini dimaksudkan sebagai ketentuan teknis pelaksanaan PPDB Pada SMAN/SMKN/SLBN/SMANOR/TK, SD,SMP, SMA NEGERI TERPADU MADANI Provinsi Sulawesi Tengah Tahun Pelajaran 2021/2022, untuk :

A. Menjamin penerimaan peserta didik baru berjalan secara objektif, akuntabel, transparan, dan tanpa diskriminasi sehingga mendorong peningkatan akses layanan pendidikan di Provinsi Sulawesi Tengah;

B. Meningkatkan kualitas dan pelayanan pendidikan di Provinsi Sulawesi Tengah;

(4)

D. Memberikan pelayanan bagi calon peserta didik untuk memasuki sekolah secara terarah dan berkualitas;

E. Mengatur prosedur operasional pendaftaran, seleksi dan pengumuman PPDB. III. PERSYARATAN CALON PESERTA DIDIK

A. Memiliki Ijazah/STTB/SKYBSSMP/Bentuk lain yang sederajat B. Memiliki Nilai hasil ujian sekolah

C. Berusia setinggi-tingginya 21 tahun pada awal tahun pelajaran 2021/2022.

IV. JALUR PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU A. Sekolah Menengah Atas (SMA)

Jalur penerimaan peserta didik baru untuk Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dikelompokkan dalam 4 jalur :

1. Jalur Zonasi, dengan kuota paling sedikit 50% dari daya tampung sekolah sesuai Dapodik.

2. Jalur Afirmasi, dengan kuota paling sedikit 15 % dari daya tampung sekolah sesuai Dapodik;

3. Jalur Alasan Perpindahan Orang Tua/Wali dengan kuota paling banyak 5% dari daya tampung sekolah sesuai Dapodik.;

4. Jalur Prestasi, dengan kuota paling banyak 30 % dari daya tampung sekolah sesuai Dapodik;

B. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB)

Jalur Penerimaan peserta didik baru bagi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dan Sekolah Luar Biasa Negeri di kecualikan (tidak ada jalur zonasi), sebagaimana yang tertuang dalam pasa 15 Permendikbud nomor 1 tahun 2021.

V. KETENTUAN PPDB A. JALUR ZONASI

1. Penetapan wilayah zonasi khusus untuk Sekolah Menengah Atas Negeri wajib menggunakan peta wilayah Zonasi sebagaimana yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi nomor : 420/163/DIS.DIKBUD-G.ST/2021 Tanggal 03 Mei 2021. 2. Penerimaan calon peserta didik dalam zona berdasarkan ketentuan SK Kepala dinas di

atas adalah dibuktikan dengan dokumen sah Nomor Induk Kependudukan (NIK)/KTP), Kartu Keluarga atau Surat Keterangan Domisili dari orang tua calon siswa baru.

3. Dokumen sah yang dimaksudkaan adalah dalam bantuk asli atau foto kopi yang telah dilegalisisir pejabat berwenang dan dokumen tersebut juga diterbitkan oleh penjabat kelurahan atau desa setempat minimal atau paling singkat 1 (satu) tahun tinggal/domisili sampai pada saat tanggal pendaftaran PPDB.

4. Jika dalam satu wilayah zonasi terdapat beberapa SMA termasuk SMA swasta, maka sekolah tempat pendaftaran sebaiknya tidak menerima peserta didik yang berdomisili lebih dekat dengan sekolah lainnya yang satu zonasi atau lebih mengutamakan peserta didik yang berdomisili dekat dengan sekolah yang bersangkutan.

5. Urutan calon peserta didik dalam jalur zonasi diurutkan mulai dari jarak tempat tinggal palinh dekat dengan sekolah.

6. Jumlah siswa yang diterima pada jalur Zonasi paling sedikit 50 % dari daya tampung kelas X sesuai DAPODIK, dan sudah termasuk di dalamnya kuota calon peserta didik disabilitas.

7. Ketentuan PPDB pada Jalur Zonasi ini dikecualikan untuk : a. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN).

b. Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN).

c. Sekolah Menengah Atas Negeri Olah Raga (SMANOR). d. TK, SD, SMP, SMA Negeri Terpadu Madani.

e. SMA/SMK/SLB yang diselenggarakan oleh masyarakat. f. Sekolah Di Daerah 3T.

g. Sekolah di daerah yang jumlah penduduk usia sekolah tidak dapat memenuhi ketentuan jumlah peserta didik dalam 1(satu) rombongan belajar.

B. JALUR AFIRMASI

1. Jalur afirmasi diperuntukan kepada calon peserta didik yang berlatar belakang dari keluarga yang berekonomi lemah atau kurang mampu, yang berdomisili di dalam atau di luar wilayah zonasi yang ditetapkan.

(5)

2. Status calon peserta didik tersebut dibuktikan dengan keikutsertaan peserta didik dalam program penangan keluarga tidak mampu dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah Seperti :

a. Kartu Indonesia Pintar (KIP) b. Kartu Indonesia Sehat (KIS) c. Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)

d. Kartu Bantuan Pangan Non Tunai (KBPNT)

e. Kartu program lain yang setara yang dikeluarkan oleh Pemerintah dan Pemerintah daerah.

3. Pelaksanaan penerimaan calon peserta didik jalur Afirmasi bersamaan dengan jalur zonasi.

4. Orang tua calon peserta didik bersedia menyerahkan surat penyataan yang menerangkan bersedia mendapatkan sanksi hukum jika ternyata pada saat verifikasi data ditemukan ketidakbenaran dokumen surat ketarangan yang diserahkan kepada panitia PPDB.

5. Jumlah siswa yang diterima pada jalur Afirmasi paling sedikit 15 % dari daya tampung kelas X sesuai data di DAPODIK

C. JALUR ALASAN PERPINDAHAN ORANG TUA/WALI

1. Jalur Alasan Perpindahan Orang Tua diperuntukan kepada Peserta didik, yang berasal perpindahan orang tua, yang dibuktikan dengan Surat Tugas orang tua/wali siswa dari instnsi, lembaga, kantor atau perusahaan yang mempekerjakan, yang berdomisili di dalam atau di luar Zonasi yang ditetapkan.

2. Kuota jalur perpindahan oranga tua ini dapat digunakan untuk anak guru dari sekolah yang bersangkutan.

3. Pelaksanaan penerimaan calon peserta didik jalur Perpindahan Orang Tua bersamaan dengan jalur zonasi.

4. Jumlah siswa yang diterima pada jalur perpindahan orang tua paling banyak 5 % dari daya tampung kelas X sesuai data di DAPODIK.

D. JALUR PRESTASI

1. Jalur prestasi diperuntukan kepada calon peserta didik yang memiliki prestasi akademik dan non akademik mulai tingkat kab/kota, provinsi hingga Internasional, yang berdomisili di dalam zonasi atau di luar zonasi

2. Bukti prestasi yang diterima adalah diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan, dan paling lama 3 (tiga tahun) sejak tanggal pendaftaran PPDB.

3. Pelaksanaan penerimaan calon peserta didik jalur prestasi bersamaan dengan jalur zonasi.

4. Jumlah siswa yang diterima pada jalur Prestasi paling banyak 30 % dari daya tampung kelas X sesuai data di DAPODIK atau sisa kuota dari 3 Jalur tersebut diatas.

E. PENAMBAHAN NILAI PRESTASI NON AKADEMIK

Calon peserta didik yang memiliki Prestasi Non Akademik dapat diperhitungkan dalam seleksi PPDB pada jalur prestasi dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Calon Peserta Didik yang memiliki prestasi di bidang olahraga/ seni/sains/penelitian/kreativitas dan minat mata pelajaran perorangan maupun beregu, diberikan penghargaan dalam bentuk penambahan nilai yang diperhitungkan dalam penentuan peringkat PPDB.

2. Prestasi non akademik di bidang olahraga/seni/sains/ penelitian/kreativitas dan minat mata pelajaran perorangan maupun beregu yang diselenggarakan secara berjenjang (adanya seleksi/lomba ditingkat sekolah, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan wilayah/regional) dan dilaksanakan oleh Dinas Kab/Kota, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Agama dan/atau Induk Organisasi Olahraga.

3. Pemberlakuan Penambahan Nilai Prestasi Non Akademik

a. Penambahan nilai bagi calon peserta didik lulusan SMP/bentuk lain yang sederajat dari dalam Kota dan Kabupaten berlaku untuk prestasi minimal Juara III Tingkat Kabupaten/Kota.

b. Penambahan nilai bagi calon peserta didik lulusan SMP/bentuk lain yang sederajat dari luar Provinsi Sulawesi Tengah berlaku untuk prestasi minimal Juara III Tingkat Nasional.

(6)

F. PROSES PENAMBAHAN NILAI PRESTASI NON AKADEMIK

1. Calon pendaftar meminta legalisasi fotocopy sertifikat/surat keterangan kejuaraan/penghargaan (dengan membawa aslinya)ke:

a. Untuk prestasi tingkat kabupaten/kota Calon pendaftar meminta legalisasi sertifikat/surat keterangan kejuaraan / penghargaan ke Dinas Kabupaten/Kota atau Induk Organisasi Olahraga Kabupaten/Kota yang menerbitkan sertifikat/surat keterangan kejuaraan/penghargaan.

b. Untuk prestasi/penghargaan tingkat daerah/ Nasiona/Internasional calon pendaftar meminta legalisasi sertifikat/surat keterangan kejuaraan/ penghargaan ke Dinas Pendidkan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah atau Induk Organisasi Olahraga Tingkat Kota dan KONI.

c. Membawa foto copy sertifikat/surat keterangan kejuaraan/penghargaan yang telah dilegalisir calon pendaftar .

G. MEKANISME PENDAFTARAAN PPDB

Mengingat waktu pendaftaran PPDB berlangsung pada masa darurat pencegahan penyebaran Covid-19, maka pendaftaran PPDB harus mengikuti seluruh ketentuan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 termasuk mencegah berkumpulnya orang tua dan siswa secara fisik di sekolah.Mekanisme pendaftaran siswa SMA/SMK/SLB Negeri dapat dilakukan dengan cara sebagai sebagai :

1. Pendaftaran dengan Sistem Daring/Online.

a. Bagi sekolah yang telah memiliki fasilitas jaringan internet, dapat menerapkan sistim pendaftarannya secara daring atau online.

b. Pengaturan sistem daring/online diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan dengan aplikasi, sumber daya yang digunakan dan lain-lain.

c. Pemanfaatan sistem daring/online dapat digunakan mulai dari proses pendaftaran, seleksi, pengumuman kelulusan sampai pada tahap pendaftaran ulang bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi.

d. Calon peserta didik SMAN/SMKN dapat memindahkan pendaftarannya dengan cara mencabut berkasnya dan menyerahkan pada satuan pendidikan lainnya.

e. Pencabutan berkas pendaftaran paling lambat pada Pukul 10.00 wita pada hari terakhir pendaftaran.

f. Calon Peserta Didik SMKN hanya dapat mendaftar diri di dua kompetensi keahlian pada satuan pendidikan yang sama.

2. Pendaftaran dengan Sistem Luring / manual.

a. Sistem Luring/manual hanya diperuntukan Bagi sekolah yang sama sekali belum memiliki fasilitas untuk melaksanakan sistem berbasis online.

b. Pemanfaatan sistem luring/manual dapat digunakan mulai dari proses pendaftaran, seleksi, pengumuman kelulusan sampai pada tahap pendaftaran ulang bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi.

c. Calon peserta didik SMAN/SMKN dapat memindahkan pendaftarannya dengan cara mencabut berkasnya dan menyerahkan pada satuan pendidikan lainnya

d. Pencabutan berkas pendaftaran paling lambat pada Pukul 10.00 wita pada hari terakhir pendaftaran.

e. Calon Peserta Didik SMKN hanya dapat mendaftar diri di dua kompetensi keahlian pada satuan pendidikan yang sama.

3. Pendaftaran dengan Sistem Kombinasi Daring dan Luring

a. Sistem kombinasi diperuntukan bagi sekolah yang telah mamiliki fasilitasi berbasis online namun masih terbatas baik kelengkapan perangkat maupun dukungan sumber daya baik di dalam maupun di luar sekolah.

b. Jika sebagian sistemnya menggunakan during/online, maka seluruh ketentuan yang diatur melalui sistem pendaftaran daring/online pada poin (1) di atas harus diikuti dan dipatuhi.

c. Jika sebagian pendaftarannya menggunakan sistem Luring/manual, maka seluruh ketentuan yang diatur pada sistem pendaftaran luring pada poin (F.2), wajib semuanya dikuti dan dipatuhi.

(7)

d. Jika tidak memungkinkan dipisahkan seperti ketentuan (a) dan (b), maka sekolah dapat melakukaan kombinasi keduanya dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan yang diatur melalui protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19. 4. Pendaftaran, sekolah wajib menyiapkan segala fasilitas yang diperlukan sesuai protokol

kesehatan untuk pencegahan Covid-19 seperti :

a. Tempat cuci tangan beserta sabun deterjen disiapkan di luar area pendaftaran. b. Seluruh area tempat pendaftaran maupun fasilitas parangkat seperti meja, komputer,

maupun seluruh benda yang sering disentuh dan yang digunakan pada saat pendafaraan wajib disterilkan dengan cairan anti septik mapun disinspektan sebelum digunakan.

c. Panitia pendaftaran maupun warga sekolah lainnya ada di sekolah wajib menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk dan setiap saat benda yang mencurigakan seperti dokumen, ATK, perlengkapan makanan dan lain-lain selama berada di sekolah.

d. Tempat duduk bagi pendaftar diatur berjarak minimal 1,5 meter dengan petugas maupun dengan sesama pengunjung di tempat pendaftaran.

e. Pengunjung wajib menggunakan masker dan mencuci tangan di luar sebelum memasuki area tempat pendaftaran.

f. Sekolah wajib menyiapkan tenaga keamanan yang mengatur kedataangan pengunjung maupun mengatur tata cara pengaturan pengunjung di luar sekolah agar mengindahkan jarak kontak antara pengunjung.

g. Orangtua/Wali atau calon peserta didik baru dilarang memasuki area bagian dalam sekolah.

H. JENIS PENDAFTARAN 1. REGULER

a. Sistem seleksi dilakukan secara serentak untuk semua calon peserta didik yang akan melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri yang dilakukan secara during maupun luring baik melalui jalur zonasi, jalur afirmas, jalur prestasi, jalur alasan perpindahan orang tua sampai dengan terpenuhinya batas daya tampung kelas X sesuai data daya tampang di DAPODIK masing- masing sekolah.

b. Sistem seleksi dilakukan secara serentak untuk semua calon peserta didik yang akan melanjutkan pendidikan ke SMK/SLB Negeri yang dilakukan secara during maupun luring sampai dengan terpenuhinya batas daya tampung kelas X sesuai data daya tampang di DAPODIK masing- masing sekolah.

2. SEKOLAH MENENGAH OLAHRAGA (SMANOR)

Sistem seleksi yang diperuntukkan bagi calon peserta didik baru yang memiliki minat/bakat di bidang olahraga atau memiliki prestasi kejuaraan di bidang olahraga dilakukan secara during/luring, dengan waktu pelaksanaan diserahkan kepada sekolah yang bersangkutan, dan melaporkan ke Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Sulawesi Tengah tentang tata cara dan mekanisme penerimaan peserta didik baru sebelum pelaksanaannya.

3. TK, SD, SMP, SMA NEGERI TERPADU MADANI

Sistem seleksi yang diperuntukkan bagi calon peserta didik baru yang memiliki minat/bakat dan mememiliki kecerdasan istimewa yang dilakukan dengan tes khusus, di lakukan secara daring/Online dengan waktu pelaksanaan diserahkan kepada sekolah yang bersangkutan, dan melaporkan ke Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Sulawesi Tengah tentang tata cara dan mekanisme penerimaan peserta didik baru sebelum pelaksanaannya.

I. TATA CARA SELEKSI

1. Sekolah Menengah Atas (SMA)

Seluruh proses seleksi yang dilakukan baik pada jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur mengikuti orang tua maupun jalur prestasi hendaknya memperhatikan aspek skala perioritas seperti :

a. Pada jalur zonasi, siswa yang berdomisili lebih dekat dengan sekolah lebih diutamakan dari pada siswa jauh dari sekolah atau siswa yang lebih dekat domisilinya dengan sekolah yang sama dalam satu zonasi.

(8)

b. Pada jalur afirmasi, siswa yang memiliki keterbatasan secara ekonomi atau kurang mampu, yang berdomisili di dalam atau di luar wilayah zonasi yang ditetapkan, sesuai yang dipersyaratkan dan diurutkan sesuai kuota.

c. Pada jalur Perpindahan orang tua, diperuntukan kepada Peserta didik, yang berasal perpindahan orang tua, yang dibuktikan dengan Surat Tugas orang tua/wali siswa dari instnsi, lembaga, kantor atau perusahaan yang mempekerjakan, yang berdomisili di dalam atau di luar Zonasi yang ditetapkan sesuai yang dipersyaratkan dan diurutkan sesuai kuota.

d. Jika kuota jalur afirmasi dan jalur perpindahan orang tua tidak terpenuhi, maka kuota dimasukan dalam jalur zonasi.

e. Sementara jalur prestasi, siswa yang memiliki prestasi yang lebih tinggi baik secara akandemik maupun non akademik lebih diutamakan sampai pada prestasi yang rendah.

f. Jika pendaftaran jumlahnya melebihi daya tampung kelas yang tersedia, maka siswa yang memiliki usia yang lebih tua diperioritaskan dibanding yang lebih muda berdasarkan surat keterangan lahir atau akte kelahiran, serta nomor urut pendaftaran yang lebih rendah.

g. Seleksi yang dilakukan hanya untuk memenuhi daya tampung kelas X sesuai data daya tampung yang ada pada DAPODIK, sehingga tidak dibenarkan menambah jumlah siswa hasil seleksi PPDB di luar daya tampung yang tersedia.

h. Jika ternyata pada saat seleksi sekolah siswa yang mendaftar melebihi daya tampung atau mengalami kelebihan jumlah siswa, maka siswa yang lebih tersebut wajib di laporkan kepada dinas pendidikan provinsi, dan dinas pendidikan sesuai kewenangannya diberi hak untuk menyalurkan kepada sekolah lain yang satu zonasi dan sejenis termasuk sekolah ke sekolah yang diselenggarakan masyarakat. 2. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Seleksi yang dilakukan hanya untuk memenuhi daya tampung kelas X sesuai data daya tampung yang ada pada DAPODIK, sehingga tidak dibenarkan menambah jumlah siswa hasil seleksi PPDB di luar daya tampung yang tersedia dengan kriteria sebagai berikut : a. Jika daya tampung kelas X tidak melebihi jumlah pendaftar siswa baru maka tidak

perlu dilakukan seleksi (diterima 100%).

b. Jika daya tampung kelas X melebihi jumlah pendaftar siswa baru maka dilakukan seleksi dengan :

1) Menggunakan rata-rata nilai raport semester 1 (satu) sampai dengan 5 (lima). 2) Menggunakan nilai rata-rata hasil Ujian Sekolah

3) Menggunakan Prestasi Akademik dan Non Akademik dibuktikan dengan sertifikat baik tingkat Kabupaten dan Provinsi minimal peringkat ke III (tiga), dan bagi prestasi tingkat Nasional dan Internasional tidak perlu dilakukan seleksi, bukti prestasi yang diterima adalah diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan, dan paling lama 3 (tiga tahun) sejak tanggal pendaftaran PPDB.

4) Apabila terdapat nilai akhir yang sama, maka penentuan peringkat diurutkan dan diutamakan :

- Usia lebih tinggi, sesuai Akte kelahiran

- Pilihan pertama Kompetensi Keahlian pilihan (pilihan Utama/ke satu)

- Nilai yang lebih tinggi berdasarkan urutan mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS.

- Sekolah memprioritaskan calon peserta didik yang berdomisili pada wilayah provinsi atau kabupaten/kota yang sama dengan SMK yang bersangkutan. c. SMK dengan bidang keahlian, program keahlian, atau kompetensi keahlian tertentu

dapat menetapkan tambahan persyaratan khusus dalam penerimaan peserta didik baru, yang diatur oleh satuan pendidikan.

J. PENGUMUMAN

1. Pengumuman kelulusan dilakukan secara Online, bagi sekolah yang menerapkan PPDB secara online.

2. pengumuman kelulusan dilakukan dengan di tempel pada papan pengumuman di luar sekolah bagi sekolah yang menerapkan PPDB luring, di upayakan ditempatkan dibeberapa tempat agar tidak terkonsentarasi massa pada satu titik, serta tetap memperhatikan kondisi jangan sampai terjadi kerumunan orang tua atau massa di tempat pengumuman, serta memperhatikan protap kesehatan dalam situasi darurat Covid 19.

(9)

K. DAFTAR ULANG

1. Daftar ulang calon peserta didik baru tidak dipungut biaya.

2. Peserta didik yang dinyatakan diterima wajib daftar ulang, sesuai jadwal yang telah ditentukan.

3. Peserta didik yang telah diterima dan tidak mendaftar ulang sesuai jadwal yang ditentukan, dinyatakan mengundurkan diri.

4. Proses daftar ulang dilakukan secara online bagi sekolah yang menerapkan PPDB secara online.

5. Proses daftar ulang bagi sekolah yang menerapkan PPDB secara luring, dalam situasi darurat Covisd 19, agar dilakukan seperti saat mendaftar, sebagaimana ketentuan, pada huruf G poin 4.

L. WAKTU PELAKSANAAN PPDB

No Kegiatan Hari,Tanggal Keterangan

1 Pengambilan Formulir 03 mei sd 25 Mei 2021

2 Pemasukan berkas Pendaftaran 27 sd 7 juni 2021

3 Pengumuman 19 juni 2021

4 Lapor diri bagi yang lulus 21 sd 24 juni 2021

5 Pengenalan Lingkungan Sekolah 8 sd 10 juli 2021

6 Hari pertama sekolah 12 Juli 2021

M. DAYA TAMPUNG SEKOLAH

1. Daya tampung untuk peserta didik baru di harus sesuai dengan jumlah ruang kelas X yang tersedia sesuai data di DAPODIK dan maksimal 36 siswa per rombel.

2. PPDB SMA Negeri menyediakan kesempatan bagi pendaftar anak berkebutuhan khusus maksimal 4 (empat) siswa setiap rombongan belajar dengan seleksi tersendiri;

3. Calon peserta didik baru berkebutuhan khusus melampirkan hasil penilaian dari psikolog profesional atau lembaga yang berkompeten.

N. KELAS KHUSUS OLAHRAGA atau SMANOR

1. Satuan Pendidikan menyampaikan ketersediaan ruang untuk penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2020/2021

2. Cara Pendaftaran

Proses pendaftaran dilaksanakan secara langsung di sekolah yang menjadi pilihan. 3. Syarat Pendaftaran

Pendaftar menyerahkan:

a. Surat Keterangan telah mengikuti Ujian Nasional dengan mencantumkan nomor peserta Ujian Nasional;

b. Foto copy Ijazah yang telah dilegalisir dengan menunjukkan aslinya atau Surat Keterangan Lulus (bagi yang sudah memiliki);

c. Sertifikat/Surat Keterangan asli kejuaraan/penghargaan bidang olahraga sesuai Cabang Olahraga dan foto copy yang telahdilegalisir (apabila memiliki);

d. Foto copy KTP orang tua dan Kartu Keluarga sesuai data orang tua yang tercantum diIjazah/STTB/SKYBS dengan menunjukkan aslinya;

e. Pas foto ukuran 3 x 4 cm sebanyak 4 (empat)lembar. f. Atau Persyaratan lain yang diperlukan.

(10)

4. Tata Cara Seleksi

a. Seleksi dilaksanakan sebelum pendaftaran regular;

b. Seleksi mempertimbangkan : tes bakat olahraga dan nilai prestasi non akademik bidang olahraga;

c. Nilai Akhir Seleksi Kelas Khusus Olahraga:

d. Nilai Ujian sekolah (30%) + Tes Bakat Olahraga (60%) + Nilai Prestasi Non Akademik di bidang Olahraga (10%);

e. Calon peserta didik yang tidak diterima pada Kelas Khusus Olahraga dapat mengikuti PPDB regular;

f. Pelaksanaan seleksi wajib menggunakan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-29.

5. Waktu Pelaksanaan

Waktu pelasanaan pendaftaran dapat disesuaikan tersendiri oleh sekolah yang bersangkutan.

6. Segala hal berkaitan dengan PPDB pada SMANOR agar di koordinasikan terlebih dahulu dengan Bidang Teknis (Bidang PKPLK Disdikbud Provinsi Sulteng).

O. SEKOLAH KHUSUS, TK, SD, SMP, SMAN MADANI PALU 1. Cara Pendaftaran

Proses pendaftaran sepenuhnya dilaksanakan dengan menggunakan sistem daring/Online.

2. Syarat Pendaftaran Pendaftar menyerahkan :

a. Surat Keterangan Lulus dari Sekolah; b. Surat Keterangan Kesehatan dari dokter; c. Surat Keterangan Bebas Narkoba;

d. Surat Keterangan tidak buta warna (khusus SeniRupa); e. Pas foto ukuran 3 x 4 cm sebanyak 4 (empat)lembar. 3. Tata Cara Seleksi

a. Seleksi mempertimbangkan: tes minat, bakat, prestasi seni, tes IQ dan nilai Ujian sekolah ;

b. Calon peserta didik yang telah diterima tidak dapat mengikuti PPDB regular Di sekolah lain.

c. Calon peserta didik yang tidak diterima dapat mengikuti PPDB reguler di sekolah lain.

4. Waktu Pelaksanaan

Waktu pelasanaan pendaftaran dapat disesuaikan tersendiri oleh sekolah yang bersangkutan.

5. Ketentuan angka 1, 2, 3 dan 4 diatas, untuk TK dan SD Terpadu Madani dikecualikan dan diatur secara khusus oleh satuan pendidikan serta segala hal berkaitan dengan PPDB agar dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Bidang Teknis (Bidang PKPLK Disdikbud Provinsi Sulteng).

VI. PEMBIAYAAN

1. Untuk pelaksanaan PPDB during maupun luring, sekolah dilarang memungut biaya kepada calon Peserta Didik Baru;

2. Untuk pelaksanaan PPDB Kelas Khusus Olahraga dan sekolah yang menggunakan jasa pihak ketiga seperti biaya tes bakat olahraga, pshyco tes, tes IQ, Tes Bakat minat/seni dibebankan pada calon peserta didik.

VII. PENGAWASAN DAN PENGADUAN

1. Pengawasan dan pengendalian dilakukan oleh Pengawas Pembina SMA/SMK/SLB yang ditunjuk oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Menengah Wilayah Kabupaten/Kota.

2. Pelanggaran dalam pelaksanaan PPDB dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan perundangan undangan yang berlaku.

3. Untuk kepentingan informasi dan pengaduan dapat menghubungi nomor layanan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prrovinsi Sulawesi Tengah, Nomor telp. (0451-421290-421190) atau Cabang Dinas Pendidikan Menengah Wilayah Kabupaten/Kota.

(11)

VIII. SANKSI

Sanksi dapat diberikan kepada :

1. Calon peserta didik baru yang menggunakan dokumen tidak sesuai/tidak benar sebagaimana yang dipersyaratkan.

2. Pihak/orang yang mengatasnamakan pejabat tertentu/pihak lain yang berwenang, panitia PPDB, pejabat cabang dinas wilayah dan atau dinas pendidikan provinsi.

IX. PENUTUP

1. Sebelum melaksanakan PPDB, Sekolah wajib menyampaikan laporan kepada dinas pendidikaan provinsi melalui Kepala Cabang Dinas Pendidikan Menengah Wilayah di masing masing kabupaten tentang hal-hal :

a. Mekanisme PPDB secara keseluruhan yang diberlakukan di sekolah.

b. Daya tampung sekolah atau kelas X yang tersedia sesuai data di DAPODIK

2. Jika dalam satu wilayah zonasi terdapat beberapa Sekolah Menengah Negeri yang sama, maka diharapkaan kepada wadah MKKS untuk melakukaan langkah-langkah pengaturan untuk membangun suasana keharmonisan bersama diantara sekolah di satu wilayah.

3. Hal-hal lain dan yang spesifik/teknis dan belum diatur dalam ketentuan petunjuk pelasanaan PPDB ini, akan ditentukan oleh panitia pada satuan pendidikkan selama tidak bertentangan dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah.

Drs, H. IRWAN LAHACE, M.Si Pembina Utama Madya NIP. 19610808198112 1 007

TEMBUSAN YTH :

1. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I diJakarta; 2. Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah;

3. Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah;

4. Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah; 5. Bupati/Walikota seProvinsi Sulawesi Tengah;

6. Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota se- Provinsi Sulawesi Tengah ; 7. Kepala LPMP Provinsi Sulawesi Tengah

8. Sekretaris/Kepala Bidang Lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Sulteng 9. Kepala Cabang Dinas pendidikan Menengah se Sulawesi Tengah;

10. Kepala SMA/SMK/SLB se Provinsi Sulawesi Tengah;

Referensi

Dokumen terkait

Yaitu, anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik formal, maupun informal (Dwi Priyanto,

bahwa Perseroan Terbatas Bank Sulawesi Tengah yang sahamnya milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, perlu terus

GUBERNUR SULAWESI TENGAH..

Peserta didik menurut Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi dirimelalui proses

20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah Bab I, pasal I, Ayat 4 dinyatakan bahwa : “Peserta didik adalah Anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan

Tabel 56 Cakupan Pelayanan Rawat Jalan Masyarakat Miskin (Dan Hampir Miskin) menurut Strata Sarana Kesehatan dan Jenis Kelamin per Kabupaten/Kota Provinsi

Rasio Jenis Kelamin SP2020 mencatat jumlah penduduk laki-laki di Sulawesi Tengah sebanyak 1.534,71 ribu jiwa, atau 51,40 persen dari penduduk Sulawesi Tengah.. Sementara, jumlah

SELEKSI PENERIMAAN CALON PRAJA INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI TAHUN 2023 PROVINSI SULAWESI TENGAH JUMLAH PESERTA : 444 Orang LOKASI : 1 UPT BKN PALU JL... BAGINDA NURASYAH