• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIKUM benyalo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN PRAKTIKUM benyalo"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM

ELEKTRONIKA FISIS DASAR 1

KOMPONEN DAN ALAT UKUR LISTRIK

NAMA

: ABDUL MUIN BANYAL

NIM

: H211 12 274

KELOMPOK : X (SEPULUH)

ASISTEN

: ABDUL ANRIFAIL

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS HASANUDDIN

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Praktikum mengenai komponen dan alat ukur listrik ini dilakukan dalam

memenuhi kuliah Elektronika Fisis Dasar 1 yang diambil oleh praktikan dan

pembuatan laporan ini sebagai kriteria dalam praktikum. Praktikan

mengharapkan dengan membuat laporan ini dapat mendukung praktikum yang

telah dilakukan sebelumnya.

Elektronika

menjadi bagian favorit dalam fisika terutama pada bagian instrumentasi yang akhir – akhir ini menjadi mengalami perkembangan pesat. Hampir semua peralatan modern bertumpu pada prinsip elektronika dari pencukur rambut elektronik hingga pesawat ulang alik. Namun perlu diakui bahwa untuk melakukan pengembangan teknologi yang berguna bagi umat manusia tidaklah mudah melainkan harus melewati berbagai percobaan dasar yang menjadi modal awal bagi seorang pereka cipta untuk memulai percobaannya. Di bangku kuliah mulai diperdalam tentang proses kerja ,langkah pembuatan rangkaian , hingga pada proses pembuatan instrumentasi yang banyak digunakan di berbagai bidang seperti kedokteran dan industri. Oleh karena itu sangatlah penting bagi mahasiswa jurusan fisika agar mampu mengetahui dan memahami teknologi elektronika, sehingga penguasaan elektronika dasar tentang berbagai komponen dan alat ukur listrik amat diperlukan sebagai dasar untuk pembelajaran lebih lanjut.

I.2 Ruang Lingkup percobaan

Ruang lingkup di dalam percobaan ini adalah menyangkut komponn dan alat

ukur listrik. sehingga dalam percobaan ini kita akan mengetahui berbagai macam dan

fungsi komponen elektronika serta alat ukur listrik yang akan digunakan untuk

menghitung resistansi, tegangan input dan output maupun arusnya.

(3)

I.3 Tujuan Percobaan

1. Mampu

menggunakan alat-alat ukur listrik seperti amperemeter, voltmeter, dan multimeter untuk mengukur besaran besaran elektronik yang diperlukan.

2. Mampu menggunakan osiloskop untuk berbagai tujuan.

3. Mampu menggunakan berbagai komponen listrik.

4. Memahami dan mengerti cara pembebanan catu daya.

5. Mengukur waktu RC pada pengisian dan pengosongan kapasitor.

I.4 Waktu dan Tempat Percobaan

Percobaan dengan judul komponen dan alat ukur listrik dilaksanakan pada

tanggal 1 November 2013 bertempat di Laboratorium Elektronika dan

Istrumentasi jurusan fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan alam

Universitas Hasanuddin, Makassar.

(4)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Pengukuran besaran elektronika dan pengenalan komponen elektronika merupakan hal yang sangat penting dalam pekerjaan elektronika.Pengukuran arus , tegangan listri, bentuk isarat, hambatan dan pengenalan berbagai komponen elektronika seperti resistor, kapasitor, transistor, dan lain- lain adalah merupakan topik yang akan di bahas pada praktikum ini. Salah satu syarat dasar semua alat ukur adalah bahwa alat yang dipakai tidak menghambat sistem atau variabel yang sedang di amati tapai hal ini mustahil. Tapi ada beberapa alat ukur yang terbukti lebih baik pada suatu pekerjaan tertentu.

Transistor

Transistor adalah semi konduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai

sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal

atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana

berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan

pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.

Transistor dibandingkan dengan pita ukur sentimeter

Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal. Tegangan atau arus yang

dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal

lainnya. Transistor adalah komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik

modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat).

(5)

Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil, dan penguat

sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar

berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa

sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori, dan komponen-komponen lainnya.

Cara Kerja Transistor:

Dari banyak tipe-tipe transistor modern, pada awalnya ada dua tipe dasar

transistor, BJT atau transistor bipolar dan FET, yang masing-masing bekerja secara

berbeda.

Transistor bipolar dinamakan demikian karena kanal konduksi utamanya

menggunakan dua polaritas pembawa muatan: elektron dan lubang, untuk membawa

arus listrik. Dalam BJT, arus listrik utama harus melewati satu daerah/lapisan

pembatas dinamakan depletion zone dan ketebalan lapisan ini dapat diatur dengan

kecepatan tinggi dengan tujuan untuk mengatur aliran arus utama tersebut.

FET (juga dinamakan transistor unipolar) hanya menggunakan satu jenis pembawa muata (elektron atau hole, tergantung dari tipe FET). Dalam FET, arus listrik utama mengalir dalam satu kanal konduksi sempit dengan depletion zone di kedua sisinya (dibandingkan dengan transistor bipolar dimana daerah Basis memotong arah arus listrik utama). Dan ketebalan dari daerah perbatasan ini dapat dirubah dengan perubahan tegangan yang diberikan, untuk mengubah ketebalan kanal konduksi tersebut (Arifin , 2010)

Komponen Elektronika

Ada dua macam komponen elektronika yaitu komponen aktif dan komponen fasif. Contokomponen fasif adalah resistor, kapasitor, induktor, dan transformator. Sedangakan IC dan transistor adalah komponen aktif . suatu resistor akan tetap memiliki hambatan meskipun tidak dialiri listrik . Komponen seperti ini disebut sebagai komponen pasif.

(6)

Hampir semua rangkaian elektronika menggunakan komponen resistor atau tahanan listrik. Dalam prakteknya kadang disebut Werstand. Resistor disimbolkan dengan R.Fungsi utama dari resistor :

1. menghambat arus listrik

2. mengatur besarnya arus yang mengalir pada rangkaian 3. membagi arus dalam satu rangkaian

Dalam bidang elektronika kita mengenal beberapa jenis resistor yaituresistor tetap, resistor variable, resistor peka cahaya, resistor peka tahanan,resistor peka tempratur. Resistansi suatu resistor dinyatakan dalam Ohm. Resistor yang digunakan pada rangkaian elektronika sederhan biasanya adalah resistor tetap. Yaitu resistor yang nilai tahanannya telah dibuat tetap oleh pabrik pembuatnya dan tidak dapat diubah- ubah.Nilai hambatan suatu resistor tetap tercantum dari pita warna yang ada pada badannya.

Cincin 1 menunjukkan angka pertama resistansi resistor. Cincin 2 menujukkan angka 2 resistansi resistor.

Cincin 3 menunjukkan faktor perkalian dari 2 angka sebelumnya. Cincin 4 menunjukkan nilai toleransi dari resistansi resistor itu.

(7)

warna pita ini telah ditentukan sebelumnya dari tabel nilai warna pita resistor. misalkan sebuah badan resistor menunjukkan nilai warna merah – biru- hitam- emas maka kita bisa mengetahui nilai resistansi resistor itu sebesar 26 × 10 0 ± 5% Ω.

Resistor dibuat dengan ukuran badan yang mencerminkan kemampuan bertahan terhadap daya lesap yang diterimanyan jika dialiri arus listrik yang disebut dengan kemampuan daya. Suatu resistor yang dialiri arus I maka akan menerima daya lesap p=I2R. Daya ini akan menaikkan suhu resistor , dan jika melebihi kemampuan daya yang ditentukan dapat menyebabkan kerusakan permanen yang menjadikannya rusak.

Kapasitor disimbolkan Cmerupakan suatu komponen pasf yang dibuat untuk mendapatkan suatu kapasitansi tertentu . Kapasitor dibagi ke dalam dua kelompok yaitu kapasitor elektrolisis dan kapasitor non elektrolisis. kapasitor di buat dari dua buah plat konduktor yang dipisahkan oleh suatu lapisan osilator. untuk kapasitor plat paralel maka kapasitansi dinyatakan C= keA/d , k adalah tetapan dielektrik, e adalah permitivitas vakum, A luas pelat, d jarak antar plat. Berikut ini kapasitor dengan resonansinya

plastik 1 MHz

mika 1 MHz

keramik (cakram, tabung) 10 MHz keramik (monolitik) 100 MHz elektrolitik (Al lembaran) 100 MHz

Tantalum 50 MHz

Kemampuan kapasitor untuk menyimpan muatan disebut kapasitansi yang satuannya adalah Farad.Ukuran kapasitor poly ester ditunjukkan lewat sistem kode warna dengan 5 jalur yang dibaca sama seperti resistor. dan biasanya dicantumkan juga nilai tegangan kerja untuk kapasitor ini. Kenaikan tegangan dinyatakan dengan C=Q/V sedangkan energi yang tersimpan pada kapasitor memenuhi E=1/2 CV2 . Energi ini bisa bertahan beberapa lama dalam kapasitor bahkan setelah power supply di matikan. Karena sifatnya ini kapasitor bisa di

(8)

isi kan energi listrik dan sangat berperan dalam penyimpan listrik cadangan yang bisa diisi ulang. Fungsi utama dari kapasitor adalah :

1. memisahkan antara arus searah dengan arus bolak-balik 2. sebagai filter dalam rangkaian catu daya

3. sebagai penghubung

4. sebagai pembangkit frekuensi pada rangkaian pemancar 5. menghalangi loncatan bunga api pada saklar

6. menghemat daya listrik pada lampu TL

selain kapasitor tetap ada juga kapasitor variabel yang nilai kapasitasnya dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan dalam suatu rangkaian. Kapasitor ini meliputi :

a. VARCO

kapasitor jenis ini memiliki bentuk fisik yang besar dan dipergunakan sebagai penala atau pemilih gelombang pada pesawat penerima radio generasi lama yang masih menggunakan tabung. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya , karena bentuk fisiknya yang besar memakan banyak tempat maka kapasitor ini sudah jarang digunakan. sebagai gantinya telah dibuat kapasitor variabel yang lebih kecil disebut Trimmer.

b. kapasitor trimmer

fungsi dari kapasitor trimmer sama dengan kapasitor Varrco hanya saja bentuknya lebih kecil.Trimmer terbuat dari bahan plastik Seluruh bagian dari rotor dan stator kapasitor ini terbuat dari plastik. tujuannya untuk mencegah kerusakan pada rotor saat bergeser dan mencegah penempelan debu. Kapasitor trimmer memiliki tangkai preset yaitu tungkai yang dapat mengatur besar kecilnya nilai kapasitansinya. Pengaturannya dapat dilakukan dengan cara menggunakan obeng minus atau trimmer. Aplikasi lain dari kapasitor ini adalah digunakan dalam membuat bantalan key board. (Fajar, 2008)

(9)

Transformator adalah alat listrik yang mengubah tegangan listrik yang lebih rendah menjadi tegangan yang lebih tinggi atau sebaliknya. Tegangan yang dapat diubah oleh trafo hanya tegangan yang berubah-ubah terhadap waktu seperti tegangan pada arus bolak balik. Secara umum trafo memiliki 2 kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder. 1. kumparan primer berada dibagian input , tempat tegangan listrik masuk ke dalam trafo. 2. kumparan sekumder berada dibagian output, tempat keluarnya tegangan listrik hasil pengubahan.

Jika arus masuk melalui kumparan primer maka akan timbul medan magnet . Medan magnet ini diarahkan ke kumparan sekunder. Agar pengarahan tersebut dapat bersifat efektif maka didalam rongga trafo umumnya diisiteras besi.atau bahan lain yang dapat bersifat magnetik. Dengan demikian seolah medan magnet dari kumparan primer masuk ke kumparan sekunder. Berdasar kan cara kerjanya dalam menaikkan atau menurunkan tegangan maka trafo itu ada 2 macam yaitu :

1. Jika Ns>Npmaka tegangan keluaran lebih besar dari pada tegangan masukan . Dengan kata lain trafo ini menaikkan tegangan.disebut juga trafo step-up

2. Jika Ns<Npmaka tegangan keluaran lebih kecil dari pada tegangan masukan sehingga trafo ini menurunkan tegangan , disebut trafo step – down..

Pada transformator arus dimasukkan melalui kumparan primer. Hasilnya pada kumparan sekunder diperoleh arus.Adanya arus listrik menandakan adanaya energi. jadi energi yang masukke kumparan primer bisa di deteksi melalui kumparan sekunder.. dengan demikian trafo itu berperan dalam memindahkan energi dari kumparan primer ke kumparan sekunder. Dari sifat pemindahan energi ini kita dapat menentukan hubungan antara arus pada kumparan primerdan pada kumparan sekunder.

Hubungan ini dapat di tentukan sebagai berikut:

Daya pada kumparan primer adalah: Pp=IpEp dengan Pp+ daya yang masuk pada kumparan primer

(10)

Ip =arus yang ada pada kumparan primer.

sementara itu daya pada kumparan sekunder adalah: Ps =IsEs

dengan Ps adalah daya yang masuk pada kumparan sekunder dan Is adalah arus pada kumparan sekunder.

Tidak semua daya pada kumparan primer dipindahkan ke kumparan sekunder. Hanya trafo ideal yang dapat memindahkan semua daya dari kumparan primer ke sekunder.

Ada sebuah persamaan yang menyatakan kerja trafo pada kumparan sekunder dan primernya:Is=η(Np/Ns)

dengan Is kuat arus pada kumparan sekunder Np =jumlah lilitan pada kumparan primer Ns=jumlah lilitan pada kumparan sekunder η = efisiensi tranformator

Dari hubungan ini kita juga bisa mendapatkan hubungan antara tegangan, jumlah lilitan, dan kuat arus pada bagian sekunder dan primer suatu trnsformator. (Abdullah, 2007)

(11)

BAB III

METODOLOGI PERCOBAAN

III.1. Alat dan Bahan

III.1.1. Alat

1. Multimeter

Digunakan untuk mengukur hambatan, tegangan, dan kuat arus dalam

rangkaian.

2. Osiloskop

Untuk menampilkan visualisasi dari gelombang listrik pada rangkaian.

3. signal generator

(12)

4. kabel jumper

5. catu daya

Sumber input arus dan tegangan listrik.

6. papan rangkaian/PCB

Digunakan untuk merakit komponen elektronika (tempat menancapkan

kaki komponen).

(13)

III.1.2. Bahan

1. Kapasitor 2 buah

Digunakan untuk menyimpan arus sementara.

2. resistor

Berfungsi sebagai penghambat arus listrik dengan nilai hambatan tertentu.

III.2. Prosedur Kerja

A. Penentuan Resistansi

1. Menghitung resistansi lima buah resistor secara manual dengan membaca

kode warna pada cincinnya.

2. Menghitung

resistansi

resistor

menggunakan

multimeter

(pada

pengukuran hambatan) dan membandingkan hasilnya dengan prosedur

pertama.

B. Perhitungan Arus dan Tegangan Listrik

1. Merakit resistor, catu daya (menggunakan input 12 V), dan multimeter

(pada posisi amperemeter) secara seri, kemudian membaca nilai pada

multimeter sebagai kuat arus.

(14)

2. Merakit resistor, catu daya (menggunakan input 12 V), dan multimeter

(pada posisi voltmeter) secara paralel, kemudian membaca nilai pada

multimeter sebagai tegangan.

3. Mengulangi prosedur B1 dan B2 untuk keempat transistor lainnya.

C. Pengisian Kapasitor

1. Membuat rangkaian pengisian pada PCB

2. Mencatat tegangan listrik saat kapasitor masih terhubung dengan power

supply dan ketika terputus dari power supply

3. Mencatat kuat arus listrik saat kapasitor masih terhubung dengan power

supply.

D. Pengosongan Kapasitor

1. Membuat rangkaian pengosongan pada PCB

2. Mencatat tegangan listrik saat kapasitor masih terhubung dengan power

supply dan ketika terputus dari power supply

3. Mencatat kuat arus listrik saat kapasitor masih terhubung dengan power

supply.

(15)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Hasil

IV.1.1 Tabel Data

1. Resistor

No

A

B

C

D

Resistansi(Ω)

Pengukuran(Ω)

1.

O

HT

HT

E

30 ± 5%

30

2.

M

HT

M

E

2000 ± 5%

2000

3.

C

HJ

C

E

150 ± 5%

150

keterangan: A,B,C,D, menyatakan kode warna

2. Arus dan Tegangan

Kode warna

R(Ω)

ε (V)

I(A)

Volt(v)

P (Watt)

1

30

12

24

16

384

3

150

12

24

13

312

3. Pengisian MuatanKapasitor

Pengisian Kode

warna

Resistansi(Ω) V inp

V out

A inp

A out

(16)

4. Pengosongan Kapasitor

Pengisian Kode

warna

Resistansi(Ω) V inp

V out

A inp

A out

A

3

150

7

0

-

-

IV.1.2 Gambar Rangkaian

IV.1.3 Pengolahan Data

Perhitungan daya pada pengukuran tegangan.

P = V.I

1. P

1

= V

1

.I

1

= 16 × 24 = 384 Watt

(17)

IV.2Pembahasan

A. Resistor

Dari data yang diperoleh dari pengukukuran dengan multimeter

menunjukkan resistansi dari resistor berada diantara batas toleransi yang ada

pada nilai perhitungan kapasitansi dari pita resistor. Dengan kata lain

pengukuran dengan multimeter menunjukkan suatu nilai pasti. Resistor

dengan toleransi 1% tentunya memiliki nilai hambatan yang lebih presisi

dibandingkan resistor yang memiliki toleransi 5% atau 10%.

B. Pengukuran Arus dan Tegangan

Pada pengukuran arus dan tegangan terlihat hubungan antara

resistansi, kuat arus dan tegangan. Pada pemilihan tegangan ε = 12 V tercatat

tegangan output berada pada kisaran 12 – 13 Volt. Makin besar hambatan

resistor yang digunakan, makin besar pula kuat arusnya,

C. Pengisian Kapasitor

Pengisian dan pengosongan kapasitor diamati nilai tegangan pada

keadaan terhubung dan terpisahnya rangkaian kapasitor dari power supply.

Pada saat proses pengisian, arus listrik memasuki kapasitor, dari sini terlihat

bahwa setelah terpisah dari power supply kapasitor masih memiliki tegangan

listrik, ini menunjukkan bahwa kapasitor yang terisi muatan maka muatannya

akan menurun secara perlahan

D. Pengosongan Kapasitor

Pada saat proses pengosongan pada saat terhubung dengan power

supply maka kapasitor menunjukkan suatu nilai tegangan setelah dipisah

(18)

tegangannya habis. pada pengamatan ini arus listriknya terlalu tinggi

sehingga tidak terukur karena terlalu besar.

(19)

BAB V

PENUTUP

V.1 Kesimpulan

Berdasarkan percobaan tentang komponen dan alat ukur listrik dapat

ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Nilai hambatan resistor dapat dilihat dari warna pita/cincinnya, namun nilai

ini tidak presisi karena berada di sekitar toleransi tertentu. Penghitungan nilai

resistor yang presisi menggunakan multimeter yang juga dapat mengukur

arus dan tegangan.

2. Power supply menjaga kestabilan tegangan pada suatu nilai meskipun arus

dan resistansi berubah-ubah. Kapasitor digunakan dengan mengisi atau

mengosongkan muatan dalan kapasitor, Resistor bisa digunakan manual

untuk menghambat arus listrik.

3. Pada penghitungan arus dan tegangan yang melewati resistor berlaku

hubungan

I V R

.

4. Tegangan kapasitor bermuatan menurun secara perlahan setelah terpisah

dengan power supply seadangkan kapasitor kosong tegangannya sudah nol

saat dilepaskan dari power supply.

V.2 Saran

1.Laboratorium

Sebaiknya dan sepatutnya alat alat yang digunakan dalam praktikum eloktronika

dasar ini perlu untuk diperhatikan kembali, demi kelancaran praktikum.

2.Asisten

Cara penjelasan dari asisten sangat bagus, karna muda di pahami sehingga sekiranya

tetap dipertahankan dan kalau bisa ditingkatkan lagi.

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Jayadin, ELDAS, 2007, e-book

Arifin, Drs, M.T., Buku Penuntun Elektronika Fisis Dasar 1, Jurusan Fisika

Universitas Hasanuddin, Makassar, 2010

Fajar, Belajar Elektronika tanpa Guru. Jakarta : Del Fajar, 2008

http://www.electroniclab.com

30 Oktober 2013. Pukul 22:32

http://www.wikipwedia.co.id/

30 Oktober 2013. Pukul 21:53

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan yang hendak dicapai adalah untuk menggali, mengumpulkan serta mengidentifikasi permasalahan yang ada serta merumuskan permasalahan tersebut untuk memperoleh solusi

Hasil dari Pengujian Hipotesis menentukan bahwa Hipotesis Alternatif (Ha) yang menyatakan bahwa mengajar kosa kata menggunakan teka teki silang bergambar memberikan

Konsep ketahanan pangan bagi masyarakat adalah tersedianya bahan pangan (beras), adanya kemampuan dan akses masyarakat untuk membeli, dan juga tidak adanya ketergantungan

Dalam penelitian ini dibatasi sampai menghasilkan produk saja yaitu sampai menghasilkan Rencana Strategis Peningkatan Mutu Layanan Perpustakaan Sekolah di SMA

ANALISIS ALAT PENILAIAN KOMPETENSI BATIK BERBASIS AUTHENTIC ASSESSMENT DI SMK NEGERI 14 BANDUNG.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Menegakkan aturan-aturan yang mengacu pada nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong terhadap penyelenggara negara. Mempraktikkan nilai integritas, etos kerja, dan gotong

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 1981 tentang Perlindungan “Upah” memberikan definisi upah sebagai berikut : Suatu penerimaan sebagai imbalan dari perusahaan

Sistem pelayanan air bersih adalah suatu sistem suplai air bersih yang meliputi pengambilan air baku, unit pengolahan air bersih serta sistem distribusi air bersih