• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

2.1 Demografi Penelitian

Demografi yang digunakan dalam penelitian ini adalah beberapa pejabat Direktur Nasional di Kementerian Keuangan RDTL, mengenai faktor-faktor yang menentukan cash holding di Pemerintah RDTL. Pada saat penelitian, peneliti melakukan wawancara dengan daftar pertanyaan yang menyangkut penentuan cash holding, jangka waktu pelaksanaan penelitian di mulai bulan desember 2014 dan melakukan wawancara dengan Direktor Nasional pada bulan januari 2015 sampai pebruari 2015.

Tabel 4.1

Data Demografi Responden

Demografi Responden

Jenis Kelamin Laki-Laki 2

Perempuan 1

Unit/Jabatan 1 Direktur Nasional Anggaran Belanja Negara Kementerian Keuangan RDTL

(Sr.SalamãoYaquim).

1

2 Direktur Nasional Pembayaran

(Director Pagamento)

Kementerian Keuangan RDTL 1

(2)

2

(Sr. Rui Magno).

3 Direktur Nasional Seluruh Pemerintah (Directora Nacional todo o Governo) Kementerian Keuangan

(Sra. Regina da Conceição Martins Costa).

1

Berdasarkan tabel responden diatas peneliti melakukan interview dengan beberapa pejabat di Kementerian Keuangan RDTL dan berfokus daftar pertanyaan dari peneliti.

2.2 Analisis dan Hasil Penelitian

Dapat diketahui bahwa peneliti melakukan interview dengan narasumber terkait faktor-faktor yang menentukan cash holding atau petty cash di Pemerintah RDTL.

2.2.1 Persepsi Narasumber Terkait Faktor Penentuan Cash Holding

Persepsi narasumber dalam penelitian ini lebih menekankan pada pemahaman narasumber mengenai penentuan cash holding. Adapun narasumber yang diwawancarai terkait pemahaman mereka terkait faktor penentuan cash holding berjumlah 3 orang (Direkur Nasional di Kementerian Keuangan Republik Demokratik Timor Leste).

(3)

3

Direktur Nasional Anggaran Belanja Negara Kementerian Keuangan RDTL, Bapak Salmão Yaquim (wawancara pada tanggal 21 Januari 2015), mengungkapkan faktor penentuan cash holding pada Pemerintah yaitu:

“Menurut saya adalah perencanaan dan pendistribusian Keuangan Negara serta pemantuan penggunaan keuangan yang sudah di distribusikan dan mencari tahu sebab akibat penggunaannya sesuai aturan atau tidak dan sesuai prosedur trimester yang di tetapkan atau tidak. Penggunaan kas yang di distribusikan ketika tidak cukup karena apa dan masalahnya dimana sehingga mencari tahu dan solusinya apa, dan menfasilitasi pemerintah untuk memperkuat politik negara RDTL, dan faktor yang menentukan cash holding tidak ada pendistribusian tetapi pendistribusian ke item-item yang lain sudah ditentukan tetapi di dalam laporan cash holding atau fundu maneiu selalu muncul dan cash holding atau fundu maneiu ada karena untuk merespon kebutuhan-kebutuhan mendadak artinya ketika mau membeli air minum langsung beli setelah itu mebuat laporan penggunaan dan tidak perlu membuat permohonan pada saat mau membeli karena itu ada cash holding atau fundu maneiu sudah dialokasikan trimester.

(4)

4

Direktur Nasional Pagamentu (Direktur Nasional Pembayaran) Kementerian Keuangan, Bapak Rui Magno (wawancara pada tanggal 2 Pebruari 2015), berpendapat bahwa faktor penentuan cash holding atau fundu maneiu yaitu:

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari berdasarkan perencanaan tiap direktorat atau tiap kementerian karena para pegawai negeri yang bekerja untuk bisa membeli makanan ringan dan air minum mineral. Pendistribusian cash holding atau fundu maneiu berdasarkan program tiap Kementerian dan digunakan sesuai prosedur yang ada, karena nilai yang di distribusikan sesuai trimester sehingga pengunaannya harus dengan hati-hati tetapi semua orang ingin uang jadi bisa memanfaatkan dan memanipulasi kwitansi palsu untuk mendapatkan keuntungannya. Kemudian pemantauan penggunaan agar sesuai dengan program atau tidak ketika tidak sesuai dengan program maka melakukaan koordinasi antara Kementerian supaya pengunaannya sesuai prosedur yang sudah di tetapkan.

Direktur Nasional Seluruh Pemerintah (Directora Nasional Todo o Governo), Kementerian Keuangan Ibu Regina da Conceição Costa (wawancara pada tanggal 20 Januari 2015, berpendapat bahwa faktor penentuan cash holding atau fundu

(5)

5

maneiu di Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste adalah sebagai berikut:

Berdasarkan peraturan undang-undang jurnal da Republica Timor Leste Bab III pasal 19 mengenai cash holding atau fundu maneiu, dan mengajukan kas untuk menfasilitasi kegiatan sehari-hari yang telah di rencanakan oleh tiap Kementerian. Dan Keuangan Negara ini berdasarkan perencanaan kegiatan sesuai program yang ada tetapi tidak sesuai karena kurang koordinasi antara Kementerian satu dengan yang Kementerian yang lain. Cash holding atau fundu maneiu ini fungsinya berdiri sendiri dan digunakan untuk kebutuhan setiap hari dan nilainya kurang lebih $. 500.00 untuk tiap Direktorat dan cash holding atau fundu maneiu ini untuk menangani kebutuhan mendadak tetapi tidak diperbolekan pembayaran jasa dan sumbangan, sebab cash holding atau fundu maneiu tersebut sudah di tetapkan peraturan pengunaannya.

Berdasarkan pendapat ketiga narasumber diatas, hal ini sesuai dengan makna yang ditekankan dalam Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste melalui Jurnal da Republik BAB III mengenai Peraturan memajukan Kas dan pasal 19 mengenai pengunaan Fundu Maneiu. Sedangkan sesuai dengan beberapa teori faktor yang mempengaruhi cash holding yaitu:

(6)

6

ukuran Pemerintahan, menurut Riyanto (2001) ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang ditunjukkan dari total aktiva, menurut Kim et al., 2011), leverage menurut Purnasiwi dan Sudarno (2011) sebagai alat untuk mengukur seberapa besar perusahaan tergantung pada kreditur dalam membiayai aset perusahaan, Modal kerja bersih (Net Working Capital) menurut Riyanto (2001) mengacu pada pengertian modal kerja menurut konsep kualitatif di mana modal kerja bersih diartikan sebagai bagian dari aktiva lancar yang benar-benar dapat digunakan untuk membiayai operasional perusahaan tanpa mengganggu likuiditas perusahaan dan Arus Kas (cash Flow) menurut Brigham dan Houston (2001) merupakan arus kas masuk operasi dengan pengeluaran yang dibutuhkan untuk mempertahankan arus kas operasi di masa mendatang.

2.2.1.1 Kebutuhan Cash Holding atau Fundu maneiu (Petty Cash)

Cash Holding atau fundu maneiu digunakan untuk mendanai transaksi yang bernominal kecil yang rutin terjadi setiap hari, ribet juga kan kalau misalnya ada keperluan seperti keperluan ATK yang jumlahnya tidak seberapa dan tiap saat selalu keluar biayanya jika harus mengambil uang sesuai denganprosedur kan tidak perlu.

(7)

7

Oleh karena itu Kementerian Keuangan mengambil kebijakan cash holding atau fundu maneiu dibentuk untuk menangani masalah perlengkapan atau perbekalan kantor yang dialami oleh suatu bagian di kantor, menghindari cara pembayaran yang tidak ekonomis juga tidak praktis atas pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan mendadak. Untuk meringankan beban staff karyawan dalam memberikan pelayanan secara maksimal kepada pelanggan juga termasuk kepada relasi politik pemerintah, supaya mempercepat aktivitas atasan yang menggunakan dana secara mendadak dan juga tidak terencana sebelumnya.

2.2.1.2 Keperluan Cash Holdingatau Fundu maneiu (Petty Cash)

Cash Holding atau fundu maneiu merupakan uang yang dicadangkan oleh pemerintah untuk pengeluaran-pengeluaran yang bersifat rutin namun jumlah nominalnya relatif kecil serta tidak material, tidak lebih ataupun tidak kurang dari jumlah nominal tertentu yang sudah ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Tentunya masing-masing Kementerian menetapkan jumlah nominal yang berbeda-beda sesuai dengan kebijakan dan skala operasional tiap Kementerian.

(8)

8 2.2.2 Motif Cash Holding

Motif cash holding menurut Direktur Nasional Anggaran Belanja Negara Kementerian Keuangan di Pemerintah RDTL, wawancara pada tanggal 21 Januari 2015 yaitu:

“Menurut saya hanya dua yang pertama transaksi dan berjaga-jaga ini berlaku di Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste, bahwa belanja bulanan untuk kebutuhan para pegawai negeri yang bekerja guna menfasilitasi pekerjaan agar ke efektivitasnya berjalan dengan baik, dengan belanja ini memberi motifasi kerja, cash holding ini digunakan ketika kunjungan tamu dari internal maupun ekxternal agar digunakan untuk membeli makanan ringan dan air minum mineral untuk malayani para tamu yang melakukan kunjungan kerja. Dan kedua untuk kebutuhan yang sifatnya mendadak (berjaga-jaga) karena kegiatan yang tidak direncanakan yang kemudian tiba-tiba adakan kegiatan tersebut maka bisa gunakan sehingga dengan adanya cash holding ini untuk mengantisipasi ketika kebutuhan mendadak atau istilah urgent. Sebab di Pemerintahan kadang-kadang kegiatan banyak sehingga dengan cash holding ini untuk memenuhi kegiatan tersebut agar tidak fakum, karena kas adalah kunci utama dari semua kegiatan”.

Direktor Nasional Pagamentu (Direktur Nasional Pembayaran) Kementerian Keuangan di Pemerintah RDTL

(9)

9

(wawancara pada tanggal 2 Februari 2015), bahwa motif cash holding atau fundu maneiu yaitu:

“Untuk memenuhi kebutuhan kecil-kecilan yang sifatnya makanan ringan seperti makanan ringan dan air minum mineral guna merespon kegiatan sehari-hari agar pegawai negeri bekerja tidak jenuh dan merupakan motifasi kerja sehingga pekerjaan tidak fakum. Kemudian cash holding ini di sediakan untuk kebutuhan yang mendadak sehingga bisa gunakan pada kegiatan tersebut dan cash holding ini berjaga-jaga untuk gunakan bantuan kepada masyarakat karena kadang-kadang masyarakat mengajukan permohonan yang berupa bantuan.

Direktur Nasional Seluruh Pemerintah (Directora Nasional Todo o Governo) Kementerian Keuangan (wawancara pada tanggal 20 Januari 2015), bahwa motif cash holding di dalam Pemerintahan antara lain:

“Uuntuk memenuhi kebutuhan mendadak (Urgent) seperti membeli persediaan makanan ringan dan air minum mineral untuk pegawai negeri yang bekerja supaya pekerjaan berjalan dengan baik dan juga untuk berjaga-jaga ketika terjadinya kebutuhan untuk bulan berikutnya karena cash holding atau fundu maneiu ini berlaku untuk tiga bulan atau trimester pertama begitu seterusnya pada trimester yang akan datang”.

(10)

10

Berdasarkan pendapat ke tiga narasumber diatas, hal ini sesuai dengan teori bahwa di Pemerintah mengadobsikan dua motif cash holding yaitu motif transaksi dan motif berjaga-jaga yakni motif spekulasi tidak digunakan di Pemerintahan. Sedangkan, menurut keynes motif cash holding ada tiga motif yaitu motif transaksi, motif berjaga-jaga dan motif spekulasi.

2.2.3 Perencanaan Cash holding di Pemerintah

Perencanaan cash holding menurut Direktur Nasional Anggaran Belanja Negara Kementerian Keuangan di Pemerintah RDTL, wawancara pada tanggal 21 Januari 2015 bahwa:

”Tiap Direktorat dari tiap-tiap Kementerian melakukan perencanaan kegiatannya ke Kementerian masing-masing berdasarkan banyaknya pegawai negeri karena setiap tahun adanya penambahan pegawai negeri, dari perencanaan tersebut menjadi satu perencanaan final Kementerian yang akan dibahas dalam rapat kabinet Pemerintah sesuai perencanaan masing-masing yang telah direncanakan tiap Kementerian”.

Perencanaan cash holding menurut Direktur Nasional Pembayaran (Director Nasional Pagamentu) Kementerian Keuangan di Pemerintah RDTL, wawancara pada tanggal 2 Pebruari 2015 bahwa:

“Berdasarkan kegiatan yang direncanakan oleh tiap-tiap Direktorat masing-masing dari Kementerian karena setiap tahun ada penambahan pegawai negeri sehingga

(11)

11

perencanaan dari tiap direktorat masing-masing. Oleh karena itu semua perencanaan akan di bahas melalui rapat kabinet dan sebagai ukuran perencanaan tersebut adalah hasil laporan pengunaan tahun sebelumnya dari tiap Kementerian”.

Berdasarkan pendapat ke dua narasumber bahwa staff dari tiap departemen merencanakan program sesuai dengan kegiatannya dan diakumulasikan menjadi program direktorat, dari program direktorat tersebut menjadi patokan program tiap Kementerian yang menjadi program final dan dibahas melalui rapat kabinet dalam menyusun anggaran tahunan.

(12)

12

Diagram 4.1

Diagram Perencanaan Cash Holding

Keterangan :

T : dokumen yang diputuskan dan disimpang sesuai tanggal urut

Mulai Hasil Keputusan Penentuan Rancangan Perencanaan Tiap Departemen Rapat rancangan Perencanaan Direktorat Rancangan Perencanaan Direktorat Rancangan Perencanaan Kementerian Rapat Kabinet Pemerintah Penetapan Penentuan Cash Holding Proses Perencanaan Direktorat Proses Perencanaan Kementerian T

(13)

13

2.2.4 Penentuan Cash Holding di Pemerintahan

Direktur Nasional Anggaran Belanja Negara Kementerian Keuangan di Pemerintah RDTL, wawancara pada tanggal 21 Januari 2015 mengenai penentuan cash holding atau fundu maneiu yaitu:

“Menurut saya adalah suatu kebijakan dan tidak ditetapkan karena tiap trimester disediakan 25% dari total cash holding atau fundu maneiu dan besarnya cash holding atau fundu maneiu untuk satu Direktorat adalah $. 500.00 per trimester jadi unttuk setiap tahun rata-rata $. 2,000.00 untuk satu Direktorat dan pengunaannya mencapai 100%”.

Direktur Nasional Pembayaran (Director Nasional Pagamentu) Kementerian Keuangan di pemerintah RDTL, wawancara pada tanggal 2 Pebruari 2015 mengenai penetuan cash holding atau fundu maneiu bahwa:

“Tergantung kebutuhan tiap Kementerian dan jumlah pegawai banyak maka jumlah cash holding atau fundu maneiu nilainya besar jadi setiap bulan $. 15,000.00 per bulan. Universitas Nasional Timor–Lorosae (UNTL) $. 10,000.00, Agency Desenvolvimentu Nasional (ADN), $. 10.000.00 dan Servisu de Agua e Saneamentu (SAS) sebesar $. 10,000.00. Sedangkan menurut Direkut Nasional Seluruh Pemerintah (Directora Nasional Todo o

(14)

14

Governo) bahwa setiap Kementerian yang menentukan tetapi berdasarkan aturan yang ada tetapi sudah ditentukan tiap trimester 25% dari jumlah yang ditentukan. Penentuan cash holding atau fundu maneiu tergantung pada jumlah pegawai negeri dimasing-masing Kementerian dan pengunaannya mencapai 25% per trimester. Untuk trimester pertama dari bulan Januari sampai Maret dan membuat laporan pengunaan pada bulan April”.

Berdasarkan wawancara dengan kedua narasumber diatas mengenai penentuan kas (cash holding atau fundu maneiu) bahwa dalam peraturan Peranan Legislatif dan Pengawasan Mei 8-9, 2003, Dili (Timor-Leste) karena yang disebut dengan Anggaran adalah laporan program-program yang akan dilaksanakan oleh lembaga Eksekutif beserta biaya dan pendanaan yang berhubungan dengan program tersebut, tanggung jawab penyusunan anggaran dan pelaksanaan program sesuai dengan Anggaran tersebut terletak di tangan Eksekutif.Meskipun demikian, lembaga Eksekutif harus memperoleh persetujuan legislatif Parlemen–sebelum dapat melaksanakan usulan Anggarannya.Dalam kasus yang ekstrim, Parlemen dapat memilih untuk tidak memberikan persetujuan tersebut. Dan sejauh yang menyangkut masalah proses anggaran keseluruhan, peran Parlemen, meskipun penting, masih tetap nomor dua sesudah peran Eksekutif. Parlemen dapat memberikan atau tidak

(15)

15

memberikan persetujuan dan mempertanyakan,mengkritik, memantau, serta meminta pertanggungjawaban Menteri, Parlemen dapat mempengaruhi keputusan Eksekutif,baik dalam bidang Anggaran maupun semua bidang pemerintahan lembaga pembuat undang-undang tidak dapat dan sebaiknya tidak pula mencoba mencampuri atau melangkahi hak Eksekutif untuk menjalankan Pemerintahan dalam hal amanat yang diterima dari para pemilih.

Diagram 4.2

Perencanaan dan Penentuan Cash Holding

Adapun data sekunder dari hasil laporan Kementerian Keuangan yang mendukung penelitian bahwa total pendistribusian cash holding atau fundu maneiu bahwa penentuan cash holding di Pemerintah RDTL, adalah suatu kebijakan Kementerian sesuai kebutuhan operasional. Oleh karena itu jumlah cash holding (fundu maneiu) dengan kode 7400 pada tahun 2011 yaitu total advance sebesar $. 5,304,922.87 dan total acquitted advance $. 5,260,465.46 sedangkan total outstanding advance sebesar $. 44,457.41 dan untuk tahun 2012: total

Program Direktorat Program Kementeria n Rapat Kabinet Pemerintah Parlamen Kegiatan

(16)

16

advance $. 2,304,055.56 dan total acquitted advance $. 2,296,644.53 saldo total outstanding advance $. 7,411.03. Sedangkan untuk tahun 2013 yaitu total advance $. 1,132,026.00 dan total acquitted advance 1,131,210.59 saldo total outstanding advance 815.41.

Garfik 4.1

Hasil laporan cash holding

Penentuan Cash Holding Trimester

Penentuan cash holding tiap trimester I atau 3 bulan tahun pertama di Pemerintah RDTL menurut Direktur Nasional Anggaran Belanja Negara Kementerian Keuangan RDTL, wawancara pada tanggal 21 Januari 2015 yaitu:

“Penentuan cash holding tiap trimester adalah 25% dari jumlah yang dialokasikan ketiap Kementerian, setelah menggunakan dan membuat laporan pertanggung-jawaban sebagai ukuran pada pencairan trimester

0% 20% 40% 60% 80% 100% total advance total acquitted advance balance Tahun 2013 Tahun 2012 Tahun 2011

(17)

17

berikutnya tetapi biasanya trimester pertama pencairan terlambat karena Presiden RDTL belum mengesahkan sekalipun Parlamen sudah menyetujui dan untuk mencegah keterlambatan pencairan maka sisa tahun sebelumnya dipersiapkan untuk digunakan awal tahun atau trimester pertama sehingga kegiatan operasional tidak fakum, ketika Presiden RDTL sudah menyetujui Anggaran Negara maka proses pencairan sesuai program masing-masing Kementerian yang sudah direncanakan, oleh karena itu cash holding didalam laporan Keuangan Negara tertera di Bens e servicos atau bagian dari barang dan jasa”

Berdasarkan data sekunder perencanaan dan penentuan total cash holding atau fundu maneiu dengan kode 1400 bahwa District Imprest Advance yang dianggarkan ke district yaitu: tahun 2011 sebesar $. 20,099,918.47, tahu 2012 sebesar $. 36,806,679.10 dan tahun 2013 sebesar $. 45,867,564.43. sedangkan total dari pemerintah pusat tahun 2011 sebesar $. 70,310.368.09, tahun 2012 sebesar $. 71,530,086.37 dan tahun 2013 sebesar $. 76,304,270.92. oleh karena itu persentase dari hasil analisis district imprest advance tahun 2011 sebesar 0,29%, tahun 2012 sebesar 0,51% dan tahun 2013 sebesar 0,60%, dari ini persentase ini yang dianggarkan ke district dari total yang dianggarkan pe,erintah pusat ke district.

(18)

18

Grafik 4. 2

Hasil analisis district imprest advance

2.2.5 Pencairan Cash Holding (Fundu Maneiu)

Proses pencairan cash holding atau fundu maneiu menurut Direktur Nasional Anggaran Belanja Negara Kementerian Keuangan di Pemerintah RDTL, wawancara pada tanggal 21 Januari 2015 yaitu:

“Merupakan suatu kebijakan melalui surat edaran atau penetapan dan untuk per trimester sebesar $. 500.00 untuk satu Direktorat dan juga tergantung banyak sedikitnya pegawai negeri, dan jumlah pegawai negerinya sedikit kadang kurang dari $. 500.00 per trimester ketika pegawai negerinya banyak kadang lebih dari $. 500.00 sehingga rata-ratanya $. 500.00 per trimester jadi untuk satu tahun $. 2,000.00 untuk satu Direktorat. Oleh karena itu 25% per trimester dan satu tahun harus mencapai 100% dan pada pencairan trimester berikutnya membuat

2011 0,29% 2012 0,51% 2013 0,60%

(19)

19

laporan pengunaan trimester sebelumnya dan membuat permohonan pencairan trimester berikutnya karena ini merupakan kriteria dan cash holding atau fundu maneiu untuk kebutuhan operasional rutin tiap Kementerian untuk menfasilitasi para pegawai negeri seperti pembelian makanan ringan, air minum mineral dan lain-lain”.

Direktur Nasional Pembayaran (Director Nasional Pagamentu) Kementerian Keuangan mengenai pencairan cash holding (fundu maneiu) di Pemerintah RDTL, wawancara pada tanggal 2 Pebruari 2015 bahwa:

“Berdasarkan program, menyiapkan cash payment voucher (CPV) payment request, tesoureiro, staff keuangan (pessoal request), penggunaan tiap trimester 25%. Sedangkan hasil wawancara Direktur Nasional Seluruh Pemerintah (Directora Nasional Todo o Governo) Kementerian Keuangan yaitu melalui cash payment request (CPV).payment request, tesoureiro, staff keuangan, berdasarkan program yang direncanakan dari tiap Direktorat atau tiap Kementerian masing-masing berdasarkan kebutuhan karena menfasilitasi para pegawai negeri yang bekerja untuk pembelian makanan kecil-kecilan dan air minum mineral”.

Dari hasil pendapat kedua narasumber diatas, bahwa penggunaan cash holding atau fundu maneiu sesuai prosedur

(20)

20

yang ditetapkan dan mencapai 25% per trimester tiap Kementerian setelah itu melakukan pengisian ulang cash holding atau fundu maneiu pada trimester berikutnya sebesar 25%. Jadi tiap Kementerian penggunaan rata-rata 25% dalam trimester pertama sedangkan dalam satu periode atau satu tahun mencapai 100%.

Diagram 4.3

Diagram Pencairan Cash Holding

Di dalam teori mengatakan bahwa ketika uang pada kas kecil mencapai tingkat minimum, dana diisi ulang.Permintaan penggantian uang (reimbursement) diusulkan oleh penjaga (kustodian) kas kecil.Pihak ini menyiapkan skedul (ringkasan) pembayaran-pembayaran yang telah dilakukan dan memberikan skedul tersebut, disertai dengan tanda terima kas kecil dan dokumentasi lainnya ke bagian bendahara. Tanda terima dan dokumen pendukung dipelajari oleh bagian bendahara untuk diverifikasi bahwa telah dilakukan pembayaran yang memadai

Tiap direktorat Kementerian menyiapkan CPV per Trimester 25% Payment Request Tesoureiro Kementerian Keuangan Staff Keuangan tiap

Direktorat Kementerian Pencairan Cash tiap

(21)

21

dari dana tersebut. Bagian bendahara kemudian menyetujui permohonan itu dan sebuah cek disiapkan untuk mengisi ulang dana dengan jumlah yang sama besar saat dana dibentuk. Pada saat yang sama, dokumen pendukung diberi stempel (dicap) “lunas” sehingga tidak dapat dilampirkan lagi untuk permohonan pembayaran.

Penggunaan cash holding atau fundu maneiu sesuai prosedur yang ditetapkan dan mencapai 25% per trimester tiap Kementerian setelah itu melakukan pengisian ulang cash holding atau fundu maneiu pada trimester berikutnya sebesar 25%. Jadi tiap Kementerian penggunaan rata-rata 25% dalam trimester pertama sedangkan dalam satu periode atau satu tahun mencapai 100%.

Diagram 4.4 Diagram Penggunaan kas

Trimester Pertama 25 % Trimester Kedua 50% Trimester Ketiga 75% Trimester Keempat 100%

(22)

22 2.2.6 Pembelanjaan Cash Holding

Direktur Nasional Anggaran belanja Negara Kementerian Keuangan di Pemerintah RDTL (wawancara pada tanggal 21 Januari 2015) bahwa pembelanjaan kas (cash) di Pemerintahan yaitu:

“Menurut saya tergantung manajemen pembelanjaan karena bendahara melakukan pembelanjaan sesuai kebutuhan pegawai negeri dan hasil pembelian tersebut berpikir untuk trimester berikutnya karena pencairannya kadang terlambat sehingga persediaan ini berjaga-jaga untuk trimester berikutnya sebab pencairan cash holding atau fundu maneiu pada awal tahun pencairan terlambat karena dari Parlamen sudah menyetujui tetapi Presiden Republik Demokratik Timor Letse belum mengesahkan sehingga sisa (saldo) cash trimester tahun sebelumnya di persiapkan untuk trimester pertama awal tahun. Sedangkan wawancara dengan Direktur Nasional

Pembayaran (Director Nasional Pagamentu)

Kementerian Keuangan bahwa tergantung manajemen belanja karena ada permintaan para pegawai negeri yang bekerja agar menfasilitasinya, transaksi sesuai kebutuhan yang diperlukan para pegawai negeri, berjaga-jaga ketika pencairan trimester berikutnya belum cair dan membuat laporan pertanggungjawaban”.

(23)

23

Diagram 4.5

Diagram Pembelanjaan Cash Holding

Berdasarkan Peranan Legislatif dan Pengawasan Mei 8-9, 2003, Dili (Timor-Leste) perkiraan Pembelanjaan yang menguraikan dengan sangat terinci rencana pengeluaran departemen nasional untuk tahun fiskal yang akan datang diajukan kepada Parlemen untuk dipertimbangkannya oleh Menteri Keuangan mewakili Pemerintah. Oleh karena itu hasil wawancara dengan narasumber mengenai pembelanjaan kas di Pemerintahan yang dilakukan oleh bendahara salah satunya adalah mengatur keuangan agar kebutuhan rutin bisa terpenuhi dan digunakaan sesuai program yang direncanakan sehingga dalam trimester tersebut tidak terjadi kekurangan kas. Sehingga

Bendahara atau staff logistik tiap

Direktorat Order barang Transaksi atau Berjaga-jaga Persediaan di gudang tiap Direktorat Pendistribusian

(24)

24

penggunaan kas sesuai dengan keperluan yang dibutuhkan dan pada trimester ini mencapai 25% dan setelah itu melakukan laporan penggunaan kas trimester sebelumnya dan menunggu pencairan trimester berikutnya. Sedangkan teori dengan permintaan uang Keynes 1936.

Keynes menerangkan mengapa seseorang memegang uang kas berdasarkan kegunaan uang. Seperti kita ketahui, uang dapat berfungsi sebagai alat tukar (transaksi) dan penyimpangan kekayaan. Dalam teorinya tentang permintaan akan uang kas, keynes membedakan antara motif transaksi (dan berjaga-jaga) serta spekulasi. Seseorang memerlukan uang karena dia akan melakukan transaksi dan untuk berjaga-jaga (kalau sakit, musibah dan sebagainya yang pada akhirnya merupakan kegiatan transaksi). Motif transaksi. Motif ini menjelaskan bahwa keuntungan utama dari memegang kas adalah perusahaan dapat menurunkan biaya transaksi dengan menggunakan uang tunai untuk melakukan pembayaran daripada melikuidasi aset-aset yang dimiliki oleh perusahaan.

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mendapatkan data sekunder bahwa total cash holding atau fundu maneiu di Pemerintah RDTL, dari tahun 2011 sampai 2013 sesuai kebutuhan operasional. Oleh karena itu cash holding (fundu maneiu) dengan kode 7400 pada tahun 2011 yaitu total advance sebesar $. 5,304,922.87 dan total acquitted advance $. 5,260,465.46 sedangkan total outstanding advance sebesar $.

(25)

25

44,457.41. percentage acquitted advances 99,16 dan percentage outstanding advance 0,84. Untuk tahun 2012: total advance $. 2,304,055.56 dan total acquitted advance $. 2,296,644.53 sedangkan total outstanding advance $. 7,411.03. percentage acquitted advances 99,68 dan percentage outstanding advance 0,32. Sedangkan untuk tahun 2013 yaitu total advance $. 1,132,026.00 dan total acquitted advance 1,131,210.59 sedangkan total outstanding advance 815.41. percentage acquitted advances 99,93 dan percentage outstanding advance 0,07.

Grafik 4.3

Total cash holding atau Petty Cash

0 0 0 99,16% 0,84% 0 0 0 99,68% 0,32% 0 0 0 99,93% 0,07%

Total Advance Total Acquitted Advance Total Outstanding Advance Persentage Acquitted Advances Persentage Outstanding Advance Tahun 2011 Tahun 2012 tahun 2013

(26)

26

Sesuai dengan hasil penelitian, peneliti mendapatkan data sekunder bahwa District Imprest Advance di Pemerintah RDTL, dari tahun 2011 sampai 2013 sesuai kebutuhan operasional. Oleh karena itu District Imprestt Advance dengan kode 1400 pada tahun 2011 yaitu total advance sebesar $. 20,099,918.47 dan total acquitted advance $. 19,551,922.42 sedangkan total outstanding advance sebesar $. 547,996.05. percentage acquitted advances 97,27 dan percentage outstanding advance 2,73. Untuk tahun 2012: total advance $. 36,806,679.10 dan total acquitted advance $. 36,326,054.31 sedangkan total outstanding advance $. 480,624.79 percentage acquitted advances 98,69 dan percentage outstanding advance 1,31. Sedangkan untuk tahun 2013 yaitu total advance $. 45,867,564.43 dan total acquitted advance 45,705,056.69 sedangkan total outstanding advance 162,507.74. percentage acquitted advances 99,65 dan percentage outstanding advance 0,35.

(27)

27

Data sekunder yang peneliti mendapatkan dalam penelitian bahwa Current Transfers Personal Benefit di Pemerintah RDTL, dari tahun 2011 sampai 2013 sesuai kebutuhan operasional. Oleh karena itu Current Transfers Personal Benefit dengan kode 7215 pada tahun 2011 yaitu total advance sebesar $. 39,004,079. dan total acquitted advance $. 38,841,470.24 sedangkan total outstanding advance sebesar $.

Total Advaance Total Acquitted Advance Total Outstanding Advance Persentage Acquitted Advances Persentage Outstanding Advances 0 0 0 97,27% 2,73% 0 0 0 98,69% 1,31% 0 0 0 99,65% 0,35% Grafik 4.4

District Imprest Advance

(28)

28

162,608,76. percentage acquitted advances 99,58 dan percentage outstanding advance 0,42. Untuk tahun 2012: total advance $. 22,564,941.40 dan total acquitted advance $. 22,428,575.99 sedangkan total outstanding advance $. 136,365.41 percentage acquitted advances 99,40 dan percentage outstanding advance 0,60. Sedangkan untuk tahun 2013 yaitu total advance $. 13,228,988.75 dan total acquitted advance 13,139,414.25 sedangkan total outstanding advance 89,574.50. percentage acquitted advances 99,32 dan percentage outstanding advance 0,68.

Sesuai dengan hasil penelitian, peneliti mendapatkan data sekunder bahwa Current Transfers Public Grants di Pemerintah RDTL, dari tahun 2011 sampai 2013 sesuai kebutuhan

Total Advance Total Acquitted Advance Total Outstanding Addvance Persentage Acquitted Advance Persentage Outstanding Advance 0 0 0 99,58% 0,42% 0 0 0 99,40% 0,60% 0 0 0 99,32% 0,68% Grafik 4.5

Current Transfers Personal Benefit Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013

(29)

29

operasional. Oleh karena itu Current Transfers Public Grants dengan kode 7225 pada tahun 2011 yaitu total advance sebesar $. 2,830,452.50 dan total acquitted advance $. 2,747,012.00 sedangkan total outstanding advance sebesar $. 83,440.50 percentage acquitted advances 97 ,58 dan percentage outstanding advance 0,42. Untuk tahun 2012: total advance $. 4,150,883.40 dan total acquitted advance $. 3,902,801.84 sedangkan total outstanding advance $. 248,081.56 percentage acquitted advances 94,02 dan percentage outstanding advance 5,98. Sedangkan untuk tahun 2013 yaitu total advance $. 7,539,425.35 dan total acquitted advance 7,483,102.24 sedangkan total outstanding advance 56,323.11. percentage acquitted advances 99,25 dan percentage outstanding advance 0,75. Total Advaance Total Acquitted Advance Total Outstanding Advance Persentage Acquitted Advances Persentage Outstanding Advances 0 0 0 97,05% 2,95% 0 0 0 94,02% 5,98% 0 0 0 99,25% 0,75% Grafik 4.6

Current Transfers Public Grants Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013

(30)

30

Penerbitan Pedoman Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) merupakan awal masing-masing pihak untuk bersama-sama mewujudkan good govermance melalui penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN / APBD oleh semua instansi pemerintah pengguna anggaran baik di pusat maupun daerah. Selama ini terdapat beberapa aturan yang digunakan sebagai rujukan pemerintah daerah dalam penyusunan laporan keuangan. Ketidakseragaman ini akan membuat perbedaan dalam penyajian laporan keuangan oleh pemerintah daerah.

Kondisi demikian membuat laporan keuangan pemerintah daerah tidak akan dapat memenuhi keterbandingan baik secara internal maupun eksternal. Padahal karakteristik kualitatif laporan keuangan seperti yang disampaikan pada kerangka konseptual akuntansi pemerintah yang baru ini adalah dapat dibandingkan.

Pasal 32 ayat (1) UU 17 tahun 2003 menyatakan bahwa bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD / APBN disusun dan disajikan sesuai standar akuntansi pemerintah. Sedangkan pasal 184 ayat (1) dan (3)) UU 32 tahun 2004 intinya menyatakan bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah disusun dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah.

(31)

31

Dari dua pasal tersebut di atas maka jelaslah pentingnya diterapkan standar akuntansi pemerintah dalam pelaksanaan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Hal ini direspon pemerintah dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah.

Gambar

Diagram Perencanaan Cash Holding
Diagram 4.4  Diagram Penggunaan kas
Diagram Pembelanjaan Cash Holding

Referensi

Dokumen terkait

Realisasi nominasi ke produsen gas adalah selama 24 jam untuk penyaluran hari berikutnya dan seminggu sebelum bulan berikutnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa

Dengan adanya modul pengembangan bimbingan kelompok untuk mencegah perilaku seks bebas pada peserta didik, diharapkan dapat membantu guru dalam memberikan

Hal ini disebabkan, zat ekstraktif pada sengon (saponin) kurang memberikan dampak mencegah rayap untuk memakan contoh uji sehingga rayap lebih cenderung memakan

dimadu dan ia telah menyetujui Pemohon untuk menikah lagi dan melakukan poligami dengan seorang perempuan yang bernama Calon Istri dan berdasarkan bukti P.8

Pada tombol play, tombol pengaturan, dan tombol petunjuk akan menuju pada halaman berikutnya, sedangkan tombol keluar berfungsi untuk keluar/menutup aplikasi Game Edukasi

Pada tahap berikutnya, setelah gambar sistem Pipa Distribusi Air Bersih telah disetujui dari pihak owner maka praktikan diberikan tugas untuk membuat gambar instalasi Pipa

Karena tajen sangat sukar untuk di berantas, maka pemerintah juga tidak mampu untuk mencegah, sekarang tergantung pada masyarakat itu sendiri dan menurut peneliti, sebagai

a) Reset ECU ===== bila hasil tetap sama atau tetap ada masalah ditransmisi lanjut ke langkah berikutnya. b) Ganti / Kuras oli Transmisi sesuai dengan spesifikasi