BAB IV METODE PENELITIAN. suatu karya ilmiah dan kemudian menganalisa faktor-faktor yang berhubungan dengan

15  Download (0)

Full text

(1)

41

Metode penelitian adalah suatu teknis atau cara mencari, mendapatkan data, baik data primer maupun data sekunder yang digunakan untuk keperluan menyusun suatu karya ilmiah dan kemudian menganalisa faktor-faktor yang berhubungan dengan pokok-pokok permasalahan sehingga akan terdapat suatu kebenaran data-data yang akan diperoleh.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, sistem pemikiran ataupun kelas peristiwa pada masa mendatang (Nazir, 2014:3). Sedangkan, penelitian verifikatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengecek kebenaran hasil penelitian lain (Arikunto, 2010:5)

4.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penulis melakukan penelitian pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2017 melalui media internet. Adapun waktu penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Januari Tahun 2019 sampai dengan selesai.

4.3 Data dan Sumber Data

4.3.1 Objek Penelitian

Menurut Nuryaman dan Christina (2015: 5) objek penelitian adalah sebagai karakteristik yang melekat pada beberapa subjek, yang nilainya dapat berbeda–beda

(2)

antar subjek satu dengan lainnya. Objek penelitian yang diambil dalam penelitian ini adalah pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Profitabilitas Adapun subjek dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017.Penelitian ini mengambil sampel berupa laporan keuangan yang telah diaudit pada periode 2017.

4.3.2 Populasi Penelitian

Sekaran dan Bougie (2017:53) menyatakan definisi populasi mengacu pada keseluruhan kelompok orang, kejadian, atau hal-hal yang menarik yang ingin peneliti investigasi. Populasi dibagi menjadi dua jenis yaitu populasi terbatas dan tidak terbatas. Populasi terbatas adalah populasi yang diketahui jumlahnya, sedangkan populasi tidak terbatas adalah populasi yang tidak diketahui jumlahnya.

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang masuk kedalam kategori sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Periode pengamatan dengan rentang 1 tahun (2017) diharapkan akan menghasilkan sampel yang cukup.

4.3.3.Sampel Penelitian

Nazir (2014:240) sampel adalah suatu prosedur dimana hanya sebagian dari populasi yang diambil dan digunakan untuk menentukan sifat serta ciri yang

(3)

Penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode purpose sampling ialah teknik penentuan sampel dengan maksud atau tujuan tertentu (Nuryaman dan Christina 2015:110)

Penulis memilih teknik purpose sampling dengan menetapkan kriteria-kriteria tertentu yang harus dipenuhi oleh sampel-sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Beberapa kriteria sampel yang harus dipenuhi dalam pemilihan sampel yang digunakan:

1. Perusahaan manufaktur yang terdapat di Bursa Efek Indonesia yang telah menerbitkan kegiatan Corporate Social Responsibility periode 2017.

2. Perusahaan manufaktur yang memakai satuan mata uang rupiah. Tabel 3.1

Kriteria Penentuan Sampel Penelitian No

. Kriteria

Tota l 1 Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun

2017. 154

2 Perusahaan manufaktur yang tidak menerbitkan laporan Corporate Social

Responsibilty 25

3 Laporan keuangan perusahaan manufaktur tersebut di nyatakan dalam

satuan rupiah. 32

4 Sample Outliners 16

Perusahaan yang memenuhi kriteria 81

Jumlah data tahun 2017 perusahaan 81

(4)

Tabel 3.1 menunjukkan bahwa 81 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017. 81 perusahaan yang terpilih menjadi sampel penelitian berdasarkan teknik purposive sampling.

4.3.4 Sumber Data

Sumber data yang di gunakan dalam penelitian ini dengan mengumpulkan laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang di peroleh dari berbagai buku, dan situs internet www.idn.financial.com.

4.4. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Penjelasan lebih lanjut mengenai teknik pengumpulan data adalah sebagai berikut:

1. Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan yaitu pengumpulan data dengan mengolah, mencari, dan mempelajari bahan-bahan dan membandingkan dengan beberapa sumber kepustakaan, seperti buku literatur, jurnal, majalah-majalah, serta referensi lainnya yang relevan dengan permasalahan yang akan dibahas sebagai landasan teoritis penelitian.

2. Studi Dokumentasi

Studi dokumentasi yaitu pengumpulan data dengan mengumpulkan dan mempelajari dokumen-dokumen dan data-data yang diperlukan. Dokumen

(5)

yang dimaksud dalam penelitian ini berupa laporan keuangan tahunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017.

4.5 Instrumen Penelitian

4.5.1 Operasionalisasi Variabel

Operasionalisasi dapat juga dikatakan sebagai mengoperasionalkan konsep yang artinya penguraian konsep abstrak untuk membuatnya menjadi dapat diukur dengan cara yang nyata, mengoperasionalkan dilakukan dengan melihat dimensi dan indikator perilaku, aspek, atau sifat yang ditunjukkan oleh konsep tersebut (Sekaran 2017:5).

Secara singkat menurut Sekaran (2017;5) variabel adalah apapun yang dapat membedakan atau membawa variasi pada nilai. Terdapat dua variabel dalam penelitian yaitu variabel bebas (variabel X) dan varibel terikat (variabel Y). Untuk menguji hipotesis yang di ajukan, variable yang di ajukan dalam penelitian ini di klasifikasikan menjadi dua, yaitu :

1. Variabel Dependen – Nilai perusahaan (Y)

Variabel dependen adalah variabel yang menjadi fokus perhatian peneliti, karena variabel ini yang sering di anggap sebagai masalah penelitian (Sekaran, 2011). Nilai perusahaan menjadi variabel dependen yang di notasikan sebagai variabel Y.

2. Variabel Independen – Pengungkapan Corporate Social Responsibility (X1), Profitabilitas (X2) .

(6)

Variabel independen adalah variabel yang dapat mempengaruhi variabel dependen. Dengan kata lain, perubahan nilai (variance) pada variabel independen dapat menyebabkan peubahan nilai variabel dependen (Sekaran, 2011). Dalam penelitian ini terdapat 2 variabel independen yang di gunakan, pertama adalah Corporate Social Responsibility yang dinotasikan sebagai variabel X1, kedua adalah Profitabilitas di notasikan sebagai X2.

Operasionalisasi variabel merupakan satu upaya untuk mengurangi tingkat abstrak konstruk sehingga dapat di ukur dengan mendefinisikan variabel secara operasional berdasarkan karakteristik yang di amati yang memungkinkan peneliti untuk melakukan pengukuran secara cermat terhadap satu objek atau fenomena (Nuryaman dan Christina, 2015). Penjelasan dari masing-masing variabel adalah sebagai berikut :

(7)

Tabel 4.1

Operasionalisasi Variabel Penelitian

Konsep Variabel Indikator Sekala

Nilai Perusahaan Y Perbandingan antara market value of equity ditambah dengan total debt dibagi dengan total assets

(Lestari, 2015)

Q = MVE + DEBT Total Asset Smithers dan Wrihgt,

2007 Rasio CSR Disclosure Index (CSR) X1 Perbandingan antara jumlah pengungkapan CSR dengan jumlah yang seharusnya 𝐢𝑆𝑅𝐷𝐼𝑗 = βˆ‘ 𝑋𝑗 𝑁𝑗 Pristianingrum, 2017 Rasio Profitabilitas X2 Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dengan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva, maupun modal sendiri (Agus Sartono, 2010:122).

Return on Assets (ROA)= Laba Bersih

__________ x 100% Total Aset

Brigham dan Houston 2013

(8)

4.5.2 Statistik Deskriptif

Analisis deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan skewness (kemencengan distribusi) (Ghozali, 2016: 19).

Uji deskriptif yang di lakukan dalam penelitian ini antara lain nilai rata-rata (mean), simpangan baku (standard deviation), nilai tertinggi data (maksimum) dan nilai terendah data (minimum). Statistik deskriptif menyajikan ukuran-ukuran numerik yang sangat penting bagi data sampel, sehingga secara konseptual dapat lebih mudah di mengerti pembaca.

4.5.3 Uji Asumsi Klasik

Pengujian asumsi klasik diperlukan untuk mengetahui berbagai hal dalam proses penelitian. Pengujian asumsi klasik ini untuk mengetahui apakah hasil estimasi regresi yang dilakukan benar-benar bebas dari adanya gejala heterokodastisitas, gejala multikolineritas, dan gejala auto korelasi. Pengujian asumsi klasik ini dilakukan sebelum melakukan analisis regresi linier, apabila semua uji asumsi telah dilakukan dan sesuai maka penelitian dapat diajukan.

Pengujian ini meliputi: 1) Uji Normalitas Data

Tujuan uji normalitas adalah untuk mengeutahui apakah distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal. Data yang baik adalah data yang mempunyai pola seperti distribusi normal (tidak menceng ke kiri atau

(9)

ke kanan). Uji normalitas dilakukan untuk sifat distribusi data penelitian yang berfungsi untuk mengetahui apakah sempel yang diambil normal atau tidak dengan menguji sebaran data yang dianalisis Ghozali( 2013:160). Terdapat dua cara untuk melihat apakah data terdistribusi normal, yaitu:

a) Jika nilai jarque-bera lebih kecil dari 2 maka data berdistribusi normal.

b) Jika probabilitas lebih besar dari 5% (tingkat signifikansi), maka data berdistribusi normal.

2) Uji Multikolinieritas

Pengujian uji multikolinearitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi yang tinggi antara variabel-variabel bebas dalam model yang digunakan. Multikolonieritas dapat dilihat dari Tolerance Value dan Variance

Inflation Factor (VIF). Tolerance value mengukur variabel-variabel

independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Nilai cut off yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolonieritas adalah nilai tolerance <0,10 atau sama dengan nilai VIF > 10 Ghozali (2013:92).

3) Uji Heteroskedastisitas

Model regresi yang baik adalah homokedasitas atau tidk terjadi heteroskedastisitas. Menurut Ghozali (2013:105), uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians

(10)

dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Salah satu cara untuk mendeteksi adanya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan white test.

White test mempertimbangkan untuk meregresi nilai absolut residual terhadap

variabel bebas. Jika variabel bebas signifikan secara statistik mempengaruhi variabel terikat, maka indikasi terjadinya heteroskedastisitas. Jika variabel bebas tidak signifikan (sig > 0,05) berarti model terbebas dari heteroskedastisitas.

4) Uji Autokorelasi

Ghozali (Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi antara kesalahan-kesalahan yang muncul pada data yang diurutkan berdasarkan waktu (time series). Uji untuk mendeteksi adanya gejala autokorelasi adalah uji yang dikembangkan oleh Durbin dan Watson, yang dikenal dengan statistik Durbin-Watson (DW) Uji Statistik Durbin-Watson

menguji bahwa tidak terhadap autokorelasi pada nilai sisa. Nilai DW hitung dibandingkan dengan nilai DW tabel. Distribusi DW adalah simterik di sekitar dua yaitu nilai tengahnya. Dengan demikian selang kepercayaan dapat dibentuk dengan melibatkan lima wilayah dengn menggunakan du (batas bawah) dan dI (batas atas), lima selang itu adalah:

(11)

Tabel 4.2 Kriteria Pengambilan Uji Durbin-watson

Hipotesis Keputusan Jika

Tidak ada autokorelasi positif Tolak 0<d<Di Tidak Ada autokorelasi positif No decision dI<d<du Tidak ada autokorelasi negative Tolak 4-dI<d<4 Tidak ada autokorelasi negative No Decision 4-du≀d≀4-dI Tidak ada autokorelasi positif atau

negative

Tidak ditolak du<d<4-du

Sumber : Ghozali (2013)

Silalahi (2010:430) analisis regresi linear berganda merupakan satu teknik statistic yang dapat digunakan untuk menganalisa hubungan antara satu variable dependen tunggal dan beberapa variable independen. Menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Dalam penelitian ini, model analisis yang digunakan adalah model Regresi Linier Berganda, yang dirumuskan :

π‘Œ = 𝛼 + 𝛽1𝑋1+ 𝛽2𝑋2+e

Keterangan:

Y = Nilai Perusahaan 𝛼 = Konstanta

𝛽1𝛽2𝛽3 = Koefisien regresi masing-masing variabel independen 𝑋1 = Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR)

(12)

E = Error

4.5.4 Pengujian Hipotesis Parsial (Uji t)

Uji statistik t (t-test) digunakan untuk menguji hipotesis secara parsial guna menunjukkan pengaruh tiap-tiap variabel independen secara individu terhadap variabel dependen (Ghozali, 2013:62). Uji t adalah pengujian koefisien regresi masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen untuk mengetahui seseberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.

Langkah-langkah pengujian dalam menggunakan Uji t adalah sebegai berikut: 1) Jika probabilitas < 0,05 maka variabel X secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel Y.

2) Jika probabilitas > 0,05 maka variabel X secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel Y.

Dengan kriteria Pengujian:

1) Ha diterima dan H0 ditolak jika nilai thitung > ttabel / -thitung < -ttabel maka

variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

2) Ha ditolak dan H0 diterima jika nilai thitung < ttabel / -thitung > -ttabel maka

(13)

4.5.5 Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)

Uji statistik F digunakan untuk menguji hubungan regresi secara simultan yang bertujuan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (Ghozali,2013:61).

Adapun hipotesis dalam penelitian dirumuskan sebagai berikut:

1) Jika nilai F-hitung > F-tabel, maka variabel X secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Y.

2) Jika nilai F-hitung < F-tabel, maka variabel X secara simultan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Y.

Dengan pengambilan keputusan sebagai berikut:

1) Jika nilai probabilitas lebih kecil dari atau sama dengan nilai Sig. (Prob < 0,05) atau F-hitung > F-tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima dan artinya

berpengaruh signifikan.

2) Jika nilai probabilitas lebih kecil atau sama dengan nilai Sig. (Prob > 0,05) atau F-hitung < F-tabel maka H0 diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak

(14)

4.5.6 Instrumen Penelitian

Pengujian hipotesis ini akan dilakukan dengan menggunakan tingkat signifikansi (Ξ± = 0,05) karena tingkat signifikansi tersebut yang umum digunakan pada penelitian ilmu-ilmu sosial dan dianggap cukup tepat untuk mewakili hubungan antar variabel yang diteliti. Tingkat signifikansi 0,05 artinya adalah kemungkinan besar dari hasil penelitian kesimpulan mempunyai probabilitas 95% atau toleransi kesalahan sebesar 5%

4.6 Teknis Analisis Data

Analisis data memiliki tujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan sehingga hasil dari analisis dapat dijadikan dasar dalam membuat kesimpulan serta rekomendasi bagi pengguna (Nuryaman dan Christina, 2015). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kolerasi. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diolah dengan menggunakan bantuan dari program aplikasi e-views.

4.7 Keabsahan Data

Keabsahan data untuk memperoleh data yang nilai keabsahannya mempunyai validitas maka peneliti melakukan usaha-usaha sebagai berikut :

1. Perpanjangan kehadiran Peneliti memperpanjang masa untuk memperoleh data yang valid dari lokasi penelitian. Disini peneliti tidak hanya sekali dua kali atau tiga kali, akan tetapi peneliti sesering mungkin datang untuk mendapatkan informasi yang berbeda dari para informan sampai jawaban yang keluar seperti jawaban yang

(15)

pertama kali.

2. Triangulasi Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan suatu yang lain, di luar itu untuk keperluan pengecekan atau suatu pembanding terhadap data itu. 11 Peneliti berusaha mengkaji data dengan mengkaji beberapa sumber dan mengadakan pengecekan hasil penelitian dengan para ahli ekonomi melalui buku-buku ekonomi Islam. Secara garis besar triangulasi ada 3 yaitu triangulasi sumber, tehnik, dan waktu. 12 Triangulasi sumber adalah tehnik untuk menguji kredibilitas data, tehnik ini dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh dari berbagai sumber.13 Triangulasi tehnik adalah tehnik untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek pada sumber yang sama tetapi dengan tehnik yang berbeda. 14 Triangulasi waktu adalah tehnik untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data pada waktu yang berbeda.

Figure

Tabel 3.1 menunjukkan bahwa 81 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa  Efek  Indonesia  pada  tahun  2017

Tabel 3.1

menunjukkan bahwa 81 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017 p.4
Tabel 4.2 Kriteria Pengambilan Uji Durbin-watson

Tabel 4.2

Kriteria Pengambilan Uji Durbin-watson p.11

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in