Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; 14

24  31  Download (0)

Teks penuh

(1)

22 Maret ● SENIN MINGGU KELIMA PRA PASKAH

Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu

Kolose 1:13-23a

13

Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam

Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;

14

di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

15

Ia adalah

gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang

diciptakan,

16

karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di

sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik

singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu

diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

17

Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan

segala sesuatu ada di dalam Dia.

18

Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang

sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama

dalam segala sesuatu.

19

Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam

Dia,

20

dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik

yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian

oleh darah salib Kristus.

21

Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati

dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

22

sekarang

diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk

menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.

23

Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan

jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah

dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi

pelayannya

Renungan

Bagian ini memberi kita himne Kristologis lain yang ditulis dengan indah yang

membawa pengajaran mendalam tentang Yesus Kristus. Untuk devosi singkat

ini, saya ingin menawarkan tiga pemikiran untuk pengembangan spiritual

pribadi kita. Hal pertama adalah keunggulan Yesus Kristus. Keunggulannya tidak

dimulai dengan sejarah. Ia berada di luar batas ruang dan waktu. Dia ada di sana

sebelum dunia diciptakan. Dia ada di sana pada awal penciptaan. Dia masih

bersama kita, mengawasi ciptaan-Nya dan di dalam Dia "segala sesuatu

bersatu". Tidak ada yang bisa dibandingkan dengan keunggulan dan supremasi

Yesus Kristus.

(2)

Di antara banyak hal lain yang telah Yesus lakukan adalah anugerah-Nya yang

tak ternilai bagi umat manusia. Ingatlah bahwa Dia adalah Tuhan atas ciptaan,

namun Dia dengan rela mempersembahkan diri-Nya, untuk kebaikan kita,

“dengan darah salib-Nya”. Dalam himne Kristologis lainnya yang ditemukan

di Filipi 2, kita diberitahu bahwa Yesus “dalam keadaan sebagai manusia, Ia

telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu

salib” (Filipi 2:8). Yesus Tuhan atas segala ciptaan, merendahkan diri-Nya, dan

pergi ke kayu salib, untuk menawarkan kepada manusia yang sesat jalan keluar

dari dosa-dosa kita. Hanya Yesus saja yang bisa menawarkan anugerah hadiah

ini, memberi kita pengampunan dan rekonsiliasi yang tidak selayaknya kita

peroleh.

Lalu bagaimana kita akan menanggapi Ia yang lebih utama dalam segala

sesuatu dan kehadiran-Nya? Kita dapat menanggapi dengan menolaknya atau

dengan meletakkan hadiah ini di peti es. Namun jika Yesus adalah seperti yang

kita katakan, adalah bodoh bagi kita untuk menolak Dia atau menempatkan Dia

di pinggir hidup kita. Tanggapan yang tepat bagi kita adalah menempatkan Dia

di pusat kehidupan kita sewaktu kita berusaha untuk menjadi "kudus dan tak

bercela dan tak bercacat" dan "bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak

bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil." Ini harus menjadi

tanggapan praktis kita, diinformasikan oleh iman kita pada keunggulan Kristus

dan hadiah tak ternilai yang telah Dia tawarkan dengan murah hati kepada kita.

Doa

Allah, Tuhan kita, sangat mudah bagi kita untuk menyatakan bahwa kita percaya

kepada Yesus Kristus dan menyanyikan pujian atas kebesaran-Nya. Ajari kami

untuk membiarkan keyakinan ini membentuk hubungan kami dengan-Mu dan

mengizinkan-Mu untuk mengubah hidup kami sehingga kami benar-benar

kudus dan tak bercela dan tak bercacat. Dalam nama Yesus yang tak ternilai dan

yang lebih utama dalam segala sesuatu. Amin.

Tindakan

Sebagai perpanjangan dari masa Prapaskah ini, Anda mungkin ingin mengambil

satu buku yang bagus tentang Yesus untuk dibaca dan kemudian berbicara

(3)

dengan teman-teman gereja Anda tentang apa yang telah Anda pelajari dari

bacaan Anda. Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk membaca Simply

Jesus karya N.T. Wright, atau Kristus tiada tara karya John Stott,

Oleh

Rev Dr Daniel Koh Kah Soon,

Pastor, Barker Road Methodist Church,

Secretary, Methodist Welfare Services

(4)

23 Maret ● SELASA MINGGU KELIMA PRA PASKAH

Bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu

Yohanes 11:45-57

45

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang

menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.

46

Tetapi ada

yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang

telah dibuat Yesus itu.

47

Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama

untuk berkumpul dan mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat? Sebab orang

itu membuat banyak mujizat.

48

Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan

percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat

suci kita serta bangsa kita."

49

Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu,

berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa,

50

dan kamu tidak insaf, bahwa

lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh

bangsa kita ini binasa."

51

Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi

sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk

bangsa itu,

52

dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan

mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.

53

Mulai dari hari itu mereka

sepakat untuk membunuh Dia.

54

Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia

berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama

Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya.

55

Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari

negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu.

56

Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata

seorang kepada yang lain: "Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke

pesta?"

57

Sementara itu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi telah

memberikan perintah supaya setiap orang yang tahu di mana Dia berada

memberitahukannya, agar mereka dapat menangkap Dia.

Renungan

Joseph Kayafas, menantu mantan imam besar Hanas, adalah imam besar dari

tahun 18 hingga 36 M. Dia adalah anggota partai Saduki. Dia telah ditempatkan

pada kedudukan itu oleh pendahulu Pontius Pilatus sebagai prokurator Romawi

di Yudea, menunjukkan bahwa imamat tinggi adalah jabatan politik, tidak

(5)

ditunjuk oleh penguasa Romawi. Karena inilah kelas pendeta tinggi merasa

tidak aman.

Pada pertemuan Sanhedrin, terjadi perdebatan hebat tentang apa yang harus

dilakukan terhadap Yesus. Yesus melakukan banyak mukjizat dan dalam

ayat-ayat sebelumnya dari pasal ini, kita melihat salah satu mukjizat terbesar dari

Yesus, Ia membangkitkan Lazarus, saudara laki-laki Maria dan Marta yang telah

meninggal selama 4 hari. Banyak yang menyaksikan mukjizat ini mulai percaya

dan mengikuti Yesus. Ini sangat mengecewakan Sanhedrin yang berkata "jika

kita membiarkan dia terus seperti ini, semua orang akan percaya padanya". Tapi

mereka tidak yakin bagaimana menghentikan Dia. Mereka telah mencoba untuk

menangkap Yesus sebelumnya tetapi gagal. Kayafas mencoba membujuk

Sanhedrin dengan membuatnya terdengar seperti satu-satunya solusi dan hal

yang benar untuk dilakukan. Dia menyarankan untuk mengorbankan yang lebih

rendah ("satu orang") untuk yang lebih besar ("seluruh bangsa") - satu orang

binasa, daripada bangsa Yahudi. Sanhedrin memutuskan untuk mengambil

nyawa Yesus.

Nubuat dari Kayafas bahwa Yesus akan mati bagi bangsa ini sejalan dengan

banyak nubuatan Alkitab tentang pendamaian dosa. Rasul Yohanes lebih lanjut

menyatakan “bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan

dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai”, ini digemakan

dalam 1 Yohanes 2: 2 “Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan

bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia”.

Di bulan April 2020, di saat teduh saya, saya merasakan Tuhan mendorong saya

untuk "mengasihi bangsa". Saya benar-benar bingung karena sebelum

Covid-19, saya melakukan perjalanan setiap bulan untuk misi. Bangsa-bangsa selalu

dekat dengan hati saya tetapi karena Covid-19, hampir tidak mungkin untuk

melakukan perjalanan misi. Saya ingat duduk di mobil saya dan hanya

mengeluh kepada Tuhan bagaimana Covid-19 telah mengganggu hidup saya

dan bagaimana hal itu telah memengaruhi persekutuan pertemuan di gereja.

(6)

Tuhan kemudian mendorong saya untuk membaca tulisan suci yang sudah

akrab dari Yesaya 60:1-3 – “Bangkitlah [dari depresi rohani menuju kehidupan

baru], menjadi teranglah [bersinar dengan kemuliaan dan kecemerlangan

Tuhan], sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab

sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi

bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu [Yerusalem], dan kemuliaan-Nya

menjadi nyata atasmu.” Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada

terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.

Saya segera tahu bahwa Tuhan menuntut tanggapan. Alih-alih melihat

kesulitan, Tuhan mendorong untuk melihat kesempatan. Leonard Ravenhill

mengutip "Peluang seumur hidup perlu dimanfaatkan selama masa hidup

kesempatan itu (The opportunity of a lifetime needs to be seized during the

lifetime of the opportunity)". Tuhan meminta saya untuk mengasihi

Bangsa-bangsa di negara Singapura, saudara pekerja tamu kita. Ini adalah waktu bagi

Gereja Yesus Kristus untuk bersinar terang di saat kegelapan yang luar biasa ini.

Saya menelepon saudara laki-laki saya yang terkasih, Rev Ezekiel Tan untuk

membahas kemungkinan peluang. Tuhan telah mempersiapkan kami

berbulan-bulan sebelumnya dengan mendorong kami untuk meluncurkan Aliansi

Penjangkauan Pekerja Tamu (Alliance of Guest Workers Outreach / AGWO),

sebuah Aliansi Inisiatif Prakarsa Harapan. Kami telah mengumpulkan Gereja

selama periode 2019 untuk menghormati dan menghargai pekerja tamu kami

yang datang dari berbagai negara. Dengan cara tertentu Tuhan sedang

mempersiapkan kita untuk menghadapi pandemi terbesar yang pernah ada di

dunia. Setelah diskusi singkat, kami memutuskan untuk memberkati tiga puluh

ribu saudara dari bangsa-bangsa dengan satu kali makan enak pada hari Jumat

Agung, 10 April 2020. Kami menjangkau mitra kami dan dalam beberapa hari

mengumpulkan dana untuk tiga puluh ribu makanan.

Pada malam Jumat Agung, saya menerima telepon dari salah satu mitra kami

bahwa salah satu asrama yang menampung dua puluh ribu saudara telah

menjadi Cluster Covid-19 sehingga, kami tidak dapat mendistribusikan

(7)

dan produknya sudah dibeli. Kami hanya merencanakan latihan satu hari pada

hari Jumat Agung untuk memberkati saudara-saudara. Meskipun kecewa, kami

mendistribusikan 9.218 paket Biryani ke 117 pabrik yang dirubah menjadi

asrama (Factory Converted Dormitories / FCD). Kami sekarang memiliki dua

puluh ribu makanan tersisa untuk didistribusikan karena kami harus

bertanggung jawab kepada donor kami serta penyedia katering. Di sinilah

seluruh perjalanan iman dimulai. Keesokan harinya kami pergi berburu di

asrama (berkeliling Singapura mencari FCD yang membutuhkan, yang

mengejutkan, saya menemukan sekelompok saudara yang tidak makan selama

3 hari di FCD di Defu Lane. Mereka berjongkok di depan sebuah pipa air dan

mereka menyendok air dengan tangan mereka, ke mulut mereka. Mereka tidak

makan selama 3 hari karena tidak bisa meninggalkan asrama. Itu membuat

mereka tidak tahu apa-apa tentang makanan oleh karena itu, minum air dari

keran adalah satu-satunya harapan mereka. Sudah 6 bulan sejak perjalanan ini

dimulai, kami hanya memiliki cukup uang untuk tiga puluh ribu makanan tetapi,

seperti bagaimana Tuhan melipatgandakan 5 roti dan 2 ikan untuk memberi

makan 5.000, hari ini kami telah membagikan lebih dari satu juta makanan dan

memberkati ribuan saudara yang berasal dari berbagai negara. Kami telah

melihat berbagai bangsa-bangsa datang kepada anugerah penyelamatan

Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus. Pengalaman ini telah mengajari saya

bahwa Tuhan selalu memberikan kesempatan bagi Gereja-Nya untuk bersinar.

Jika kita bersedia, untuk waspada pada saat-saat sulit; tidak hanya melihat

kesejahteraan kita sendiri tetapi, untuk percaya bahwa Tuhan menempatkan

Anda di dunia ini untuk mewujudkan Kemuliaan-Nya; bangsa-bangsa bisa

diberkati.

Dalam Kejadian 12:3, "olehmu semua kaum (bangsa) di muka bumi akan

mendapat berkat." Tuhan membuat perjanjian dengan Abraham, jika dia

mengambil langkah iman dan mengikuti Allah, maka dia akan menjadi berkat

bagi bangsa-bangsa. Dalam Galatia 3:29, “ jikalau kamu adalah milik Kristus,

maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah"

Tuhan telah menyatakan bahwa jika Anda bersedia mengambil langkah iman,

Anda bisa menjadi berkat bagi bangsa. Yesus mati untuk

(8)

bangsa-bangsa tetapi bangsa-bangsa-bangsa-bangsa perlu melihat Terang-Nya melalui Anda. Saatnya

untuk

bangkit dan bersinar

.

Doa

Tuhan, Engkau memberikan hidup-Mu untuk bangsa-bangsa, tolong aku untuk

mencintai bangsa-bangsa dan bersinar terang-Mu untuk negara-negara ini di

Singapura.

Tindakan

Memberkati bangsa dengan menghormati dan menghargai saudara pekerja

tamu kami di Singapura.

Oleh

Rev Samuel Gift Stephen

Senior Overseer

(9)

24 Maret ● RABU MINGGU KELIMA PRA PASKAH

Allah kami yang kami layani mampu membebaskan kami

Daniel 3:14-20, 24-25, 28

14

berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh

dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung

emas yang kudirikan itu?

15

Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar

bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis

bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak

menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang

menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam

tanganku?"

16

Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar:

"Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.

17

Jika Allah

kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari

perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;

18

tetapi

seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan

memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan

itu."

19

Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap

Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat

tujuh kali lebih panas dari yang biasa.

20

Kepada beberapa orang yang sangat kuat

dari tentaranya dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan

mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu.

24

Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia

kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan

terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"

25

Katanya:

"Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api

itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

28

Berkatalah Nebukadnezar: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia

telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah

menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan

tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun

kecuali Allah mereka.

Renungan

Raja Nebukadnezar telah menaklukkan umat Allah dan membawa mereka ke

pengasingan, termasuk Daniel bersama dengan teman-temannya - Sadrakh,

Mesakh dan Abednego. Mencoba untuk hidup setia di pengasingan sangatlah

sulit, dengan banyaknya pencobaan dan godaan. Hal termudah yang harus

(10)

mereka lakukan adalah meninggalkan Tuhan mereka, itu akan menghindarkan

mereka dari hukuman dilempar ke tungku api! Itu, mereka bertekad untuk tidak

melakukannya. Mereka memilih untuk tetap setia, karena tahu bahwa Tuhan

yang mereka layani mampu menyelamatkan mereka.

Sungguh dorongan semangat yang kita miliki di sini! Saat kita menghadapi

pencobaan dan godaan, tekanan dan penganiayaan, marilah kita ingat untuk

tetap benar dan setia kepada Allah. Kita tidak boleh membiarkan keadaan sulit

membuat kita tidak setia kepada Tuhan. Selama masa Prapaskah ini, marilah kita

belajar untuk terus mempercayakan diri kita ke tangan Tuhan yang penuh kasih

dan kuasa, karena Tuhan kita lebih dari mampu untuk membebaskan kita. Dia

akan menjaga kita.

Allah akan melakukan ini bukan dari kejauhan! Sama seperti Allah bersama

Sadrakh, Mesakh dan Abednego dalam tungku yang menyala-nyala, demikian

juga Tuhan akan berjalan bersama kita melalui pencobaan dan kesulitan kita.

Dia adalah Tuhan yang dalam Ibrani 13:5 telah berkata, "Aku sekali-kali tidak

akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan

engkau.”

Ya, Tuhan akan datang untuk kita. Tuhan setia pada diri-Nya - Dia setia pada

firman-Nya. Kita tidak selalu tahu bagaimana Tuhan akan melakukannya, tapi

kita bisa yakin bahwa Tuhan yang kita layani lebih dari mampu untuk

membebaskan kita.

Doa

Tuhan terkasih,

walau nama saya bukan Shadrach, Meshach atau Abednego

Engkau tetap setia kepada saya, saya tahu.

Pimpin kami bukan ke dalam waktu pencobaan tetapi jika kami menghadapinya,

mohon ingatkan kami akan kesetiaan-Mu - bahwa Engkau lebih dari mampu

untuk membebaskan kami. Dalam nama Yesus. Amin.

Tindakan

Ibrani 13: 6, “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang

dapat dilakukan manusia terhadap aku?”

(11)

Ini adalah pengakuan iman yang luar biasa kepada Tuhan dan jaminan besar

akan kesetiaan-Nya. Ingatlah kembali, banyak pencobaan dan kesulitan yang

telah Anda hadapi dan alami. Meskipun Anda mungkin telah gagal dan jatuh di

sepanjang jalan, ketahuilah sekarang bahwa Tuhan kita jauh lebih besar dan

lebih kuat daripada yang Anda izinkan sejauh ini. Bertekadlah untuk tetap setia -

Tuhan kita mampu membebaskan kita!

Oleh

Rt Rev Datuk Danald ak Jute

(12)

25 Maret ● KAMIS MINGGU KELIMA PRA PASKAH

Engkau telah membuka telingaku

Mazmur 40:1-17

1

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud.

Aku sangat menanti-nantikan TUHAN;

lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong.

2

Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan,

dari lumpur rawa;

Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu,

menetapkan langkahku,

3

Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku

untuk memuji Allah kita.

Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut,

lalu percaya kepada TUHAN.

4

Berbahagialah orang,

yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN,

yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh,

atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan!

5

Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku,

perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami.

Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau!

Aku mau memberitakan dan mengatakannya,

tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.

6

Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian,

tetapi Engkau telah membuka telingaku;

korban bakaran dan korban penghapus dosa

tidak Engkau tuntut.

7

Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang;

dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;

8

aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku;

Taurat-Mu ada dalam dadaku."

9

Aku mengabarkan keadilan

dalam jemaah yang besar;

bahkan tidak kutahan bibirku,

Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.

(13)

kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan,

kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan

kepada jemaah yang besar.

11

Engkau, TUHAN, janganlah menahan

rahmat-Mu dari padaku,

kasih-Mu dan kebenaran-Mu

kiranya menjaga aku selalu!

12

Sebab malapetaka mengepung aku

sampai tidak terbilang banyaknya.

Aku telah terkejar oleh kesalahanku,

sehingga aku tidak sanggup melihat;

lebih besar jumlahnya dari rambut di kepalaku,

sehingga hatiku menyerah.

13

Berkenanlah kiranya Engkau, ya TUHAN,

untuk melepaskan aku;

TUHAN, segeralah menolong aku!

14

Biarlah mendapat malu dan tersipu-sipu

mereka semua yang ingin mencabut nyawaku;

biarlah mundur dan kena noda

mereka yang mengingini kecelakaanku!

15

Biarlah terdiam karena malu

mereka yang mengatai aku: "Syukur, syukur!"

16

Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau

semua orang yang mencari Engkau;

biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu

tetap berkata: "TUHAN itu besar!"

17

Aku ini sengsara dan miskin,

tetapi Tuhan memperhatikan aku.

Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku,

ya Allahku, janganlah berlambat!

Renungan

Engkau telah membuka telingaku

Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi

Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa

tidak Engkau tuntut

(14)

Mazmur 40:6a

Dalam mazmur ini, Daud dengan sangat menyentuh mengingat bagaimana

Allah membebaskannya dari 'lubang kebinasaan' dan dari 'lumpur rawa' (40:1).

Mazmur ini berisi banyak wawasan rohani yang sangat berharga yang sangat

membantu orang Kristen yang menghadapi kesulitan atau sedang menjalani

pencobaan.

Dalam ayat 6-8, Daud mengalihkan perhatiannya pada esensi agama yang

benar. Dia merenungkan apa artinya menjadi orang percaya sejati, penyembah

Allah yang sejati. Dia menyimpulkan bahwa seorang beriman sejati adalah

seseorang yang memiliki telinga terbuka (40:6) dan yang senang melakukan

kehendak Allah (40:8).

Apa artinya memiliki telinga terbuka?

Seseorang yang telinganya terbuka tidak tuli terhadap suara lembut Allah

Mahakuasa. Telinganya tidak tersumbat oleh kotoran dan lemak pengejaran

duniawi, ketidakpedulian spiritual dan pengacauan gangguan duniawi sehingga

bisikan ilahi tidak lagi terdengar olehnya.

Orang yang telinganya terbuka selalu memperhatikan firman Allah. Dia selalu

menerima perintah Tuhan. Dia selalu selaras dengan Roh dan peka terhadap

bisikan dan bimbingan-Nya.

Tetapi mazmur ini menekankan bahwa tidak cukup hanya dengan membuka

telinga, menegaskan bahwa telinga yang terbuka harus selalu disertai dengan

hati yang taat (40:8), yang menganggap melakukan kehendak Tuhan bukan

hanya tugas, tetapi kesenangan besar (40:8; cf. Yak 1:22- 25).

Telinga yang terbuka dan hati yang taat lebih berharga bagi Allah daripada

persembahan lembu dan domba (40:6). Jiwa yang mau menerima dan hidup

yang berserah lebih penting dari pada tindakan kulit luar akan ibadah dan

pelayanan!

(15)

Karena tanpa ketaatan, ekspresi ibadah kita yang paling bersemangat dan

pelayanan kita yang paling rajin seperti kotoran di mata Allah - itu hampa dan

tidak berarti (Mat 7: 21-23).

Doa

Ya Tuhan, Bapa Surgawi kami, selidiki hati kami hari ini dengan Roh-Mu. Berilah

kami rahmat untuk selalu menerima apa yang dikatakan Firman-Mu kepada

kami. Beri kami kerendahan hati dan keberanian untuk patuh. Kami memohon

ini dalam nama Yesus Kristus. Amin.

Tindakan

Berdoa supaya Tuhan menunjukkan satu bidang dalam hidup Anda yang belum

diserahkan kepada-Nya. Kemudian mohonlah supaya Tuhan memberi Anda

kesediaan dan kekuatan untuk menyerahkan area ini kepada-Nya.

Oleh

Dr Roland Chia

Chew Hock Hin Professor of Christian Doctrine

Trinity Theological College

(16)

26 Maret ● JUMAT MINGGU KELIMA PRA PASKAH

Sebagai orang-orang pilihan Allah

KOLOSE 3:12-17

12

Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya,

kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan

kesabaran.

13

Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang

akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama

seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

14

Dan di

atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan

menyempurnakan.

15

Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu,

karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

16

Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu,

sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain

dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu

mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

17

Dan segala sesuatu yang kamu

lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama

Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Renungan

Bagaimana rasanya disebut orang pilihan Allah? Komunitas Kristen adalah

pilihan Allah. Itu adalah panggilan yang tinggi dan hanya dapat dihidupi dengan

mengikuti suara Dia yang memanggil. Dalam surat Rasul Paulus kepada jemaat

di Kolose sangat jelas bahwa kita dipilih dan sangat dikasihi oleh Allah. Rasul

Paulus selanjutnya memberikan cetak biru tentang bagaimana kita harus

menjalani hidup kita bersama. Kata-kata yang dia gunakan adalah kasih sayang,

kebaikan, kerendahan hati, kelembutan dan kesabaran. Anda mungkin berkata

ini suatu tuntutan yang sulit, bagaimana kita bisa melakukan ini terutama di saat

ada begitu banyak ketakutan di tengah pandemi global.

Tuhan kita Yesus sepenuhnya ilahi, tetapi kita begitu sering lupa bahwa Dia juga

sepenuhnya manusia dengan semua emosi manusia dan Yesus memahami

ketakutan kita. Jika kita menantikan siapa yang tahu apa artinya menjadi

manusia yang seutuhnya dan juga sepenuhnya ilahi, maka kita membawa

doa-doa kita dan semua pasang surut kita kepada Yesus!

(17)

Sementara kita berdoa agar kita dapat merenungkan penderitaan Yesus di

taman Getsemani, kita tahu bahwa hanya Dialah yang membawa doa kita

kepada Bapa Surgawi-Nya. Melalui mengikut Yesuslah kita melakukan

perjalanan “dari Takut menuju Iman”. Ini adalah jalan berbatu dengan

rintangan di jalannya, kita diberitahu agar diri kita mengenakan pakaian belas

kasih sehingga kita dapat menjangkau orang lain dalam perjalanan hidup yang

menakutkan. Kita perlu mempraktikan kebaikan karena social distancing

pembatasan jarak sosial menciptakan semangat keegoisan. Kita akan

membutuhkan kerendahan hati karena di beberapa titik dalam perjalanan kita

juga akan merasa takut dan akan membutuhkan satu sama lain.

Yesus memimpin jalan menuju perdamaian. Apapun yang kita lakukan, kita

melakukannya dalam nama-Nya. Kita mengikuti-Nya sebagai orang yang

mencintai kita dan menuntun kita menjauh dari rasa takut dan mengajari kita

untuk percaya dalam iman. Mungkin dalam perjalanan kita akan menyanyikan

syair dari himne agung ini untuk menyemangati kita:

When peace like a river attendeth my way

Saat kedamaian seperti sungai memenuhi jalan saya

When sorrows like sea billows roll

Saat kesedihan seperti ombak laut bergulir

Whatever my lot Thou hast taught me to say

Apapun yang telah kuberikan kepadaku untuk diucapkan

It is well, it is well with my soul

Baiklah, itu baik dengan jiwaku

Gates 1873

Doa

Bapa Surgawi, terima kasih karena Engkau mengutus Putra-Mu Yesus untuk

mengajari kami bagaimana menjalani hidup kami terutama di saat seperti ini.

Bantulah kami untuk mengenakan kerendahan hati dan kasih agar kami dapat

berguna bagi saudara dan saudari kami. Mendekatlah dengan kami saat kami

(18)

merasa takut dan tunjukkan kami cara untuk menemukan kedamaian dan cinta,

usir ketakutan kami saat rasa takut itu muncul dan panggil kami untuk melihat

kepada-Mu, yang setia. Jadikanlah kami satu Tuhan di saat-saat sangat mudah

untuk mementingkan diri sendiri. Terima kasih atas kesetiaan-Mu, baru setiap

pagi, kekal cinta-Mu bagi kami, Engkau berjalan bersama kami di setiap langkah

perjalanan “dari Ketakutan menuju Iman”. Amin

Tindakan

Luangkan waktu untuk mendengarkan orang-orang di sekitar Anda, berikan

perhatian untuk bertanya kepada saudara saudari dalam Kristus bagaimana

perasaan mereka. Mari saling membantu untuk menjadi berani pada saat

ketakutan menghampiri kita dan mintalah orang yang mengenal dan mencintai

kita agar mendoakan kita mendapatkan kekuatan. Ingatlah bahwa Anda dipilih

dan sangat dikasihi, kita menjalani hidup kita berpadanan dengan panggilan ini.

Oleh

Mr Michael Perreau

Director General

United Bible Societies

(19)

27 Maret ● SABTU MINGGU KELIMA PRA PASKAH

Tuhan memerlukannya

Matius 21:1-11

1

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang

terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya

2

dengan pesan:

"Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera

menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya.

Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku.

3

Dan jikalau ada orang

menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera

mengembalikannya."

4

Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh

nabi:

5

"Katakanlah kepada puteri Sion:

Lihat, Rajamu datang kepadamu,

Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai,

seekor keledai beban yang muda."

6

Maka pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada

mereka.

7

Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya

dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya.

8

Orang banyak yang sangat

besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong

ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan.

9

Dan orang banyak

yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru,

katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,

hosana di tempat yang mahatinggi!"

10

Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah

seluruh kota itu dan orang berkata: "Siapakah orang ini?"

11

Dan orang banyak itu

menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea."

Renungan

Sejak zaman kuno, orang Israel telah mengakui Yerusalem sebagai kota Allah,

ibu kota Bait Suci, dan takhta raja-raja. Dengan kata lain, kota Yerusalem adalah

pusat negara, bangsa dan agama. Di kota terkenal ini, terdapat pejabat lokal

yang didirikan oleh kekaisaran Romawi, pendeta dan ahli Taurat yang melayani

sistem Bait Suci, pedagang, pekerja, dan penduduk setempat.

Apa yang terjadi ketika Yesus, yang telah berkhotbah di bagian utara dan

tengah Palestina, naik keledai ke Yerusalem? Penulis menggambarkan

masuknya Yesus ke kota itu sebagai sesuatu yang mengejutkan, mengguncang

orang-orang dan sangat mengganggu mereka (ayat 10)!

(20)

Situasi seperti itu hanya terjadi tiga kali dalam Injil Matius, sekali pada saat

kelahiran Yesus, ketika Yesus disalibkan dan ketika tirai Bait Suci robek.

Setelah keributan itu, pertanyaan langsung dari orang-orang adalah, "Siapakah

orang ini?" Kesaksian orang-orang tentang Yesus adalah bahwa “Inilah nabi

Yesus dari Nazaret di Galilea”. Apakah itu cukup kuat untuk membenarkan

keterkejutan yang dialami oleh penduduk kota? Itu pasti jawaban yang tidak

memuaskan bagi penduduk kota, karena bagaimana mungkin seorang nabi dari

utara - orang asing dalam hal itu - mengguncang kota suci yang besar ini?

Namun itu adalah Yesus, orang luar, yang akan membangunkan dengan keras

kepada orang-orang dalam kota yang mandiri dan berpuas diri - kesempatan

untuk menilai kembali hidup mereka dan mengubah iman mereka. Pada titik ini,

siapa pun dapat melakukan hal yang sama.

Pertama, hal itu membutuhkan penemuan kembali akan Yesus - bukan raja yang

menyelamatkan Israel, raja yang memimpin pasukan melawan naga kuning,

tetapi Raja perdamaian yang naik keledai perdamaian masuk ke kota suci.

Kedua, ini membutuhkan reorientasi keyakinan pribadi seseorang. Munculnya

Yesus, orang luar, memberi orang-orang di dalam kota kesempatan untuk

memberikan tanggapan kepada Allah, untuk menerima atau menolak Yesus

sebagai Anak Allah, Juruselamat, dan Raja.

Ketiga, hal itu membutuhkan pemfokusan kembali kehidupan seseorang. Ketika

Anda berfokus pada Yesus, Anda menyesuaikan prioritas Anda di semua bidang

kehidupan Anda dan menjadi murid Yesus yang tulus dan fokus.

Sesaat sebelum memasuki kota, dua murid di Betfage yang diutus oleh Yesus —

para pemilik keledai itu ketika mendengar para murid berkata, "Tuhan

memerlukannya," dengan senang hati memberikan keledai itu kepada Yesus.

Mengapa demikian? Itu karena mereka mengakui Dia sebagai Raja dan Tuhan

mereka.

Apakah Yesus adalah Rajamu hari ini? Aspek mana dari Anda yang Tuhan ingin

pakai? Apakah Anda ingin dipakai oleh Tuhan?

(21)

Doa

Tuhan Yesus! Jika ada aspek dalam hidupku yang mencegah Engkau menjadi

Tuhanku, maka Engkau sama sekali bukan Tuhanku. Saat ini, saya ingin

mengevaluasi kembali hidup saya dan menjadikan Engkau Raja; Tuhan, gunakan

saya dan semua yang saya miliki.

Tindakan

Dengan cara apa saya tidak menyenangkan Tuhan? Apakah saya bersedia

menyesuaikan waktu, uang, minat, dan aspirasi saya agar sejalan dengan tujuan

Tuhan?

Oleh

Rev Dr Clement Chia

Principal

(22)

28 Maret ● MINGGU

PALEM

Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus

Yohanes 12:12-26

12

Keesokan harinya ketika orang banyak yang datang merayakan pesta mendengar,

bahwa Yesus sedang di tengah jalan menuju Yerusalem,

13

mereka mengambil

daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: "Hosana! Diberkatilah

Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!"

14

Yesus menemukan seekor

keledai muda lalu Ia naik ke atasnya, seperti ada tertulis:

15

"Jangan takut, hai puteri Sion,

lihatlah, Rajamu datang,

duduk di atas seekor anak keledai."

16

Mula-mula murid-murid Yesus tidak mengerti akan hal itu, tetapi sesudah Yesus

dimuliakan, teringatlah mereka, bahwa nas itu mengenai Dia, dan bahwa mereka

telah melakukannya juga untuk Dia.

17

Orang banyak yang bersama-sama dengan Dia

ketika Ia memanggil Lazarus keluar dari kubur dan membangkitkannya dari antara

orang mati, memberi kesaksian tentang Dia.

18

Sebab itu orang banyak itu pergi

menyongsong Dia, karena mereka mendengar, bahwa Ia yang membuat mujizat itu.

19

Maka kata orang-orang Farisi seorang kepada yang lain: "Kamu lihat sendiri, bahwa

kamu sama sekali tidak berhasil, lihatlah, seluruh dunia datang mengikuti Dia."

20

Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat

beberapa orang Yunani.

21

Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari

Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan

Yesus."

22

Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus

menyampaikannya pula kepada Yesus.

23

Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia

dimuliakan.

24

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh

ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan

menghasilkan banyak buah.

25

Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan

nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan

memeliharanya untuk hidup yang kekal.

26

Barangsiapa melayani Aku, ia harus

mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada.

Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Renungan

20

Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat

beberapa orang Yunani.

21

Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari

Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan

Yesus."

(23)

Ini mengingatkan pada sebuah insiden bertahun-tahun yang lalu. Saya sendirian

di gereja. Saya mendengar ketukan di pintu saya dan saya mencari tahu, saya

melihat kepala seorang anak laki-laki muncul. Dia bertanya, "Apakah ini gereja

yang percaya kepada Yesus?" Jawab saya“Ya.” "Apa yang bisa saya bantu?"

“Bisakah Anda memberi tahu saya bagaimana saya bisa mengikuti Yesus?”

Itulah percakapan antara saya dan Nixon, anak laki-laki berusia 10 tahun dari

lingkungan sekitar yang membaca tentang Yesus dari Alkitab untuk anak-anak

di perpustakaan. Saya memimpin dia dalam doa dan memberinya sebuah Good

News Bible.

Berita tentang Yesus membangkitkan Lazarus dari antara orang mati menyebar

jauh dan luas. Banyak yang mendengar dan datang mencari Yesus. Di antara

mereka yang mendengar, beberapa percaya, beberapa tidak dan beberapa

mencari verifikasi. Kita diberitahu di sini bahwa beberapa orang Yunani yang

datang ke perayaan itu datang kepada Filipus, mencari pertemuan dengan

Yesus. Kami tidak tahu apakah mereka datang karena mereka percaya dan ingin

mengikuti-Nya atau mereka datang untuk memeriksa apakah Yesus

benar-benar seperti yang mereka katakan.

“Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus .…”

Hari ini, ketika orang datang ke gereja, akankah mereka mendengar tentang apa

yang Tuhan telah lakukan untuk mereka melalui Yesus atau akankah mereka

mendengar tentang apa yang harus mereka lakukan untuk menjadi baik? Hari

ini ketika, orang melihat kita, apakah mereka melihat kasih Yesus di dalam kita

atau apakah mereka melihat komunitas yang hanya peduli tentang diri mereka

sendiri? Hari ini, ketika orang datang kepada kita, akankah mereka terhubung

dengan Yesus sehingga mereka dapat mengenal-Nya, mengikuti-Nya, belajar

dari-Nya dan dengan melakukan itu, tumbuh serupa dengan-Nya?

Doa

Ya Allah Bapa kami, Engkau menebus kami dan menjadikan kami anak-anak-Mu

di dalam Kristus. Penuhi kami dengan cinta-Mu sehingga kami dapat mencintai

(24)

orang lain dengan cinta-Mu sehingga mereka dapat melalui kami mengalami

cinta-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa, amin.

Tindakan

1. Doakan sebuah doa berkat bagi kolega dan tetangga Anda.

2. Lakukan sesuatu sebagai ungkapan kasih, baik itu kepada rekan Anda atau

salah satu tetangga Anda sama seperti kepada Yesus.

Oleh

Bishop Terry Kee

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :