• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ekspresi Hypoxia Inducible Factor-1α pada Jaringan Endometriosis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Ekspresi Hypoxia Inducible Factor-1α pada Jaringan Endometriosis"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Endometriosis merupakan salah satu penyakit jinak yang sering dijumpai

oleh para ahli di bidang ginekologi. Penyakit ini mempengaruhi kurang lebih

5-10% wanita usia reproduktif di Amerika Serikat dan selama 30 tahun terakhir ini

menunjukkan angka kejadian yang meningkat.1 Endometriosis yang

didefinisikan sebagai adanya kelenjar dan stroma endometrium diluar rongga

kavum uteri, merupakan penyakit yang dihubungkan dengan nyeri pelvik, nyeri

haid, dispareunia dan infertilitas. Wanita yang mengalami endometriosis paling

banyak pada masa reproduksi dikarenakan pembentukan dan pertumbuhan lesi

endometriosis dipengaruhi oleh estrogen.

Beberapa teori telah banyak diungkapkan namun hingga saat ini

patogenesis dan etiologi terjadinya endometriosis masih belum dapat dijelaskan

dengan pasti. Namun saat ini didapati beberapa pandangan baru dari

penelitian-penelitian terakhir dengan menggunakan metode genetik, molekuler dan biokimia

baru antara lain adanya polimorfisme beberapa gen yang berhubungan dengan

endometriosis, pengaruh dari endokrin dan reseptornya, peranan apoptosis,

sistem imunitas, angiogenesis, suasana lingkungan di peritoneum yang telah

membantu menjelaskan mekanisme endometriosis dan memberikan pendekatan

baru terhadap diagnosis dan pengobatan penyakit yang cukup kompleks ini. 2

Angiogenesis dikatakan memiliki peranan penting dalam patofisiologi

endometriosis, menjadikannya target baru yang potensial untuk terapi penyakit

ini.

3,4,5

2 Angiogenesis merupakan pembentukan pembuluh darah baru yang dibentuk

dari pembuluh darah yang sudah ada yang melibatkan interaksi molekuler, salah

satunya adalah Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF). VEGF berperan

(2)

dalam meningkatkan mitogenik sel spesifik endotelial dan aktifitas permeabilitas

pembuluh darah.6 Produksi VEGF diatur oleh berbagai rangsangan. Hipoksia

adalah salah satu faktor yang paling ampuh menghasilkan ekspresi VEGF.

Hypoxia-Inducible Factor-1α (HIF-1α) diyakini memainkan peranan dalam angiogenesis terkait VEGF.

Terdapat beberapa jenis VEGF yang dikenal, diantaranya VEGF-A,

VEGF-B, VEGF-C, VEGF-D, VEGF-E, VEGF-F dan PlGF. VEGF-A adalah jenis

VEGF yang banyak ditemukan pada sel glandular epitel dan stroma dari

endometrium baik eutopik maupun ektopik endometrium yang diketahui

mempunyai peranan pada angiogenesis secara umum dan juga angiogenesis

pada proliferasi endometrium. 2

Ekspresi VEGF-A dapat diinduksi dengan keadaan hipoksia. Kebutuhan

oksigen ditransportasikan oleh eritrosit yang bersirkulasi, yang produksinya

dikontrol oleh glycoprotein hormone erythropoietin (EPO). Dengan adanya

peningkatan kebutuhan oksigen akan membutuhkan pertumbuhan pembuluh

darah baru. Keadaan hipoksia akan meningkatkan dan mengaktifkan

Hypoxia-Inducible Protein-1 (HIF-1) yang akan meningkatkan ekspresi gen VEGF dan gen reseptor VEGF. HIF-1 merupakan faktor transkripsi yang paling penting untuk

gen regulasi-hipoksia. HIF-1 merupakan heterodimer yang terdiri dari HIF-1α dan

HIF-1β. HIF-1β lebih stabil, sedangkan HIF-1α sangat berpengaruh terhadap

keadaan hipoksia.

7,8,9

HIF-1α merupakan faktor transkripsi berupa protein dengan struktur

helix-loop-helix yang tersebar dalam sel mamalia. Dalam keadaan normal HIF-1α akan dihidroksilasi oleh prolyl hydroxylase (PH), kemudian akan berikatan dengan Von

Hippel Lindau Protein (VHL) yang selanjutnya akan didegradasi. Bentuk heterodimer ini mengikat elemen yang respon terhadap hipoksia pada berbagai

gen seperti enzim glikolitik, eritropoetin dan VEGF. 2,9

2

(3)

Perbedaan ekspresi HIF-1α antara jaringan endometriosis ektopik dan

endometrium eutopik masih kontroversial. Penelitian Xu dkk (2006) menunjukkan

ekspresi HIF-1α secara signifikan meningkat pada endometrium ektopik daripada

pada endometrium yang normal (P <0,01), Ekspresi ini tidak mengalami

perubahan dalam siklus menstruasi normal pada ketiga tipe endometrium (tidak

ada perbedaan yang signifikan (P> 0,05)). Dari penelitian tersebut mereka

menyimpulkan bahwa ekspresi HIF-1α meningkat secara signifikan pada pasien

dengan endometriosis, yang menunjukkan bahwa HIF-1α berkaitan erat dengan

patogenesis endometriosis.10

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan: “Apakah terdapat

perbedaan ekspresi HIF-1α pada jaringan endometriosis dibandingkan dengan

endometrium normal?”

1.2 Hipotesis Penelitian

Hipotesis penelitian ini adalah terdapat perbedaan antara ekspresi HIF-1α

jaringan endometriosis dibandingkan ekspresi HIF-1α jaringan endometrium

normal.

1.4 Tujuan Penelitian 1.4.1 Tujuan Umum

Mengetahui perbedaan ekspresi HIF-1α antara jaringan endometriosis

dibandingkan jaringan endometrium normal.

1.4.2 Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui karakteristik subjek penelitian.

(4)

2. Untuk mengetahui hubungan ekspresi HIF-1α dengan endometriosis.

3. Untuk mengetahui hubungan ekspresi HIF-1α pada jaringan endometrium

penderita endometriosis dengan stadium endometriosis.

1.5 Manfaat Penelitian 1.5.1 Manfaat Teoritis

Hasil penelitian diharapkan menambah pengetahuan bahwa HIF-1α

memiliki peranan dalam angiogenesis terkait VEGF yang menjadi salah satu teori

pada kejadian endometriosis.

1.5.2 Manfaat Aplikatif

Dengan adanya peranan VEGF dalam patogenesis endometriosis,

HIF-1α dapat menjadi salah satu biomarker diagnotik dan target terapi endometriosis.

Referensi

Dokumen terkait

Ekspresi aromatase P450 pada endometriosis lebih tinggi dibandingkan endometrium normal, dan perbedaan ini bermakna secara statistik (&lt;0,05) Pada kaitan derajat

dan sarana kepada saya untuk bekerja sama selama mengikuti pendidikan. Magister Kedokteran Klinis Obstetri dan Ginekologi di

Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional yang bertempat di Departemen Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas

Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis... The minimum expected

Hal ini menunjukkan bahwa intesitas ekspresi RANTES dari jaringan endometriosis lebih tinggi dari intensitas dari jaringan endometrium normal dan berdasarkan uji

Hal ini menunjukkan bahwa intesitas ekspresi RANTES dari jaringan endometriosis lebih tinggi dari intensitas dari jaringan endometrium normal dan berdasarkan uji

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola mRNA HIF- 1α dan ekspresi protein HIF- 1α pada organ ginjal dari tikus yang mengalami kondisi hipoksia

Adam Malik Medan yang telah memberikan kesempatan dan sarana kepada saya untuk bekerja sama selama mengikuti pendidikan Magister Kedokteran Klinis Obstetri dan Ginekologi