• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aplikasi Kompetensi Profesi Kepala Sekol

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Aplikasi Kompetensi Profesi Kepala Sekol"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

No Dimensi

Kompetensi Kompetensi Contoh Aplikasi

1. Kepribadian 1.1. Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/ madrasah.

Melaksankan tugas sebagai pimpinan dengan tulus, ikhlas, jujur, amanah, dan bertanggung jawab.

1.2. Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin.

Memiliki sikap tegas, adil, serta dapat menjadi contoh dan teladan yang baik bagi bawahannya.

1.3. Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah/ madrasah.

Selalu aktif dalam pembelajaran dan diklat-diklat kepemimpinan sehingga pengetahuannya terus bertambah.

1.4. Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi.

Menerima kritik, saran, ataupun ide yang dianggap baik dan memajukan sekolah dari para bawahannya. 1.5. Mengendalikan diri dalam

menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah/ madrasah.

Tidak mudah terpancing dan emosional dalam menghadapi setiap kritikan atau ide-ide dan saran yang memang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

1.6. Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan.

Meningkatkan kompetensi diri untuk memenuhi kompetensi pemimpin pendidikan melalui pendidikan formal dan non formal. 2. Manajerial 2.1. Menyusun perencanaan sekolah/

madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan.

Menyusun rencana/ program pengembangan sekolah dalam semester serta menyusun program supervisi guru

2.2. Mengembangkan organisasi sekolah/ madrasah sesuai dengan kebutuhan.

Mengadakan rapat untuk mengakomodasi perubahan struktur yang diharapkan dari berbagai pihak di lingkungan sekolah.

2.3. Memimpin sekolah/ madrasah dalam rangka pendayagunaan

(2)

sumber daya sekolah/ madrasah secara optimal.

memanfatkan/ melaksanakan pembelajaran di kelas, di laboratorium dan di lapangan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

2.4. Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/ madrasah menuju organisasi pembelajar yang efektif.

Memberikan arahan dan saran yang relatif baru kepada bawahan dalam rangka meningkatkan kinerja bawahan baik tenaga pendidik maupun kependidikan.

2.5. Menciptakan budaya dan iklim sekolah/ madrasah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik.

Menanamkan sikap disiplin kepada semua bawahanya dan peserta didik.

2.6. Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal.

Menempatkan guru sesuai dengan bidang dan kopetensi yang dimiliki.

2.7. Mengelola sarana dan prasarana sekolah/ madrasah dalam rangka pendayagunaan secara optimal.

Membuat program pengembangan sarana prasarana serta menyediakan semua kebutuhan bahan dan alat praktik bagi peserta didik.

2.8. Mengelola hubungan sekolah/ madrasah dan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah/ madrasah.

Mengajak peran serta seluruh orang tua siswa dalam menetapkan RAPBS (Rencana Anggaran, Pendapatan dan Belanja Sekolah).

2.9. Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru, dan penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik.

Menentukan kapasitas peserta didik yang akan diterima sesuai dengan sarana yang ada.

2.10. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional.

Membimbing guru dalam memilih

dan menggunakan media

(3)

2.11. Mengelola keuangan sekolah/ madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien.

Merencanakan semua kebutuhan sekolah berdasarkan rencana pengembangan sekolah, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

2.12. Mengelola ketatausahaan sekolah/ madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/ madrasah.

Mengelola administrasi surat masuk dan surat keluar sesuai dengan pedoman persuratan yang berlaku.

2.13. Mengelola unit layanan khusus sekolah/ madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/ madrasah.

Menjalin hubungan dengan dunia usaha/ dunia industri dalam rangka penyaluran Tenaga Kerja bagi peserta didik

2.14. Mengelola sistem informasi sekolah/ madrasah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan.

Menyusun forman data base sekolah sesuai dengan kebutuhan.

2.15. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/ madrasah.

Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam manajemen sekolah.

2.16. Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah/ madrasah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya.

Menyusun standar kinerja program pendidikan yang dapat diukur dan dinilai.

3. Kewira-usahaan

3.1. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/ madrasah.

Melakukan kunjungan industri dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan yang berkaitan dengan kewirausahaan.

3.2. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/ madrasah sebagai organisasi pembelajaran yang efektif.

(4)

dibutuhkan dunia kerja nantinya. 3.3. Memiliki motivasi yang kuat untuk

sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/ madrasah.

Melakukan supervisi dan evaluasi pada setiap kegiatan guru dan staff.

3.4. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/ madrasah.

Mengahadapi masalah dan kesalahan dengan jiwa besar dan berusaha untuk memperbaikinya.

3.5. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/ jasa sekolah/ madrasah sebagai sumber belajar peserta didik.

Selalu mencari peluang untuk mendaya gunakan berbagai potensi orang tua, masyarakat, dan lingkungan.

4. Supervisi 4.1. Merencanakan program supervisi

akademik dalam rangka

peningkatan profesionalisme guru.

Merencanakan kunjungan kelas secara reguler untuk mendapatkan informasi secara langsung tentang berbagai hal yang berkaitan dengan profesionalisme guru.

4.2. Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.

Melaksanakan program supervisi akademik yang tepat, untuk meningkatkan profesionalisme guru melalui kompetisi guru yang sehat, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

4.3. Menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.

Menindaklanjuti hasil supervisi akademik dengan memberikan penghargaan bagi guru terbaik, serta memberikan motivasi dan pelatihan untuk guru yang kurang memenuhi kualifikasi sebagai bukti peningkatan profesionalisme guru. 5. Sosial 5.1. Bekerja sama dengan pihak lain

untuk kepentingan sekolah/ madrasah

Melibatkan orang tua secara proporsional dan profesional dalam mengembangkan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program sekolah.

5.2. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

(5)

perayaan hari besar nasioanl dan keagamaan.

5.3. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain.

Referensi

Dokumen terkait

Kelemahan dalam memahami konsep dasar penerapan metode yang dibarengi dengan tidak diketahuinya kekurangan yang terdapat pada setiap metode yang diterapkan dalam

Rata-rata keterampilan proses sains yang menekankan pada ranah sikap pada indikator tanggung jawab pada siklus I yaitu 82.54 dengan kategori baik dan meningkat

Selain itu, tokoh yang selalu muncul dalam cerita dan mengalami berbagai konflik batin adalah Tokoh utama Aku dan tokoh utama Niyala.Berdasarkan analisis data

Dengan penambahan pasir kuarsa meningkatkan nilai tegangan putus, hal ini sesuai dengan hasil penelitian Siswanto et al ., 2012 yang menyatakan bahan baku silika

menentukan menyunting informasi iklan, slogan, dan poster sesuai bahasa yang baik dan benar.. Pertemuan Kedua

Dalam proses pembelajaran disekolah perlu melibatkan pihak orang tua untuk berperan serta menjadi fasilitator dalam pendidikan bagi para peserta didik. Orang tua harus

Selain menggunakan teknik paksaan dalam pembentukan disiplin belajar PAI, guru juga menggunakan teknik disiplin tanpa paksaan. Teknik ini digunakan guru

Sebagai tambahan untuk melengkapi keadaan pendidikan di daerah Sangihe Talaud pada akhir abad ke-19 (sebelum abad ke-20), maka dapat dicatat bahwa sekolah-sekolah Gubernemen