• Tidak ada hasil yang ditemukan

Duta Besar Republik Indonesia di Djeddah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Duta Besar Republik Indonesia di Djeddah"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PROTOKOL PENANDA TANGANAN PERDJANDJIAN PERSAH.ABATAN antara REPUBLIK INDONESIA dan

KERADJAAN SAUDI ARABIA

Bertempat di gedung Kementerian Luar Negeri Saudi Arabia, pada hari Selasa tanggal dua puluh empat bulan Ramadhan tahun 1390 bersesuaian dengan tanggal dua puluh empat bulan Nopember 1970, maka:

Jang Mulia Aminuddin Aziz

Duta Besar Republik Indonesia di Djeddah dan

Jang Mulia Omar Sakkaf

Menteri Negara Urusan Luar Negeri

telah mengadakan pertemuan untuk menanda tangani Rentjana Per-d janPer-d jian Persahabatan antara Republik InPer-donesia Per-dan KeraPer-djaan Saudi Arabia.

Setelah mengadakan pertukaran surat kuasa penuh masing-masing jang terdapat dalam keadaan baik dan sebagaimana

mus-tinja, maka beliau-beliau-pun menanda tangani Perdjandjian Persahabatan dimaksud atas nama Pemerintah

masing-masing.-Untuk Pemerintah

Keradjaan Saudi Arabia.-Signed

Untuk Pemerintah Republik

(2)

REPU13LIK INDONESIA

DAN

KERADJAAN SAUDI ARABIA

Paduka Jang Mulia Presiden Republik Indonesia dan

Sri Baginda Radja Keradjaan Saudi Arabia

Didorong oleh kehendak jang sungguh-sungguh untuk mempererat pertalian persahabatan jang telah ada antara kedua bangsa dan ne-gara dan untuk meningkatkan kerdjasama diberbagai lapangan sedja-lan dengan politik jang dianut oleh kedua negara untuk memelihara perdamaian dunia sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah memutuskan untuk mengadakan Perdjandjian Persahabatan dan Persaudaraan dan untuk maksud itu telah menundjuk sebagai Wakil-Wakil Berkuasa Penuh mereka:

Untuk Paduka Jang Mulia Presiden Republik Indonesia: Aminuddin Aziz, Duta Besar Republik Indonesia di Djeddah

dan

Untuk Sri Baginda Radja Keradjaan Saudi Arabia Omar Sakkaf, Menteri Negara Urusan Luar Negeri Keradjaan Saudi Arabia

(3)

ma-- 2

-sing-masing terdapat dalam keadaan baik dan sebagaimana mustinja, telah menjetudjui pasal-pasal sebagai berikut:

PASAL I

Kedua Pihak Agung Jang Berdjandji bertekad untuk memelihara perdamaian jang abadi dan hubungan jang baik antara mereka serta mempererat pertalian persahabatan dan persaudaraan jang dapat me-rapatkan warga Kedua Pihak.

PASAL II

Kedua Pihak Agung Jang Berdjandji menjetudjui untuk memper-erat hubungan-hubungan diplomatik dan konsuler mereka masing-masing atas dasar hukum dan kebiasaan internasional. Pedjabat-Pe djabat diplomatik dan konsuler dari salah satu Pihak jang berdi-am dalberdi-am wilajah Pihak jang lain atas dasar timbal-balik

diberi-I I

I I

kan perlakuan istimewa sesuai dengan hukum dan kebiasaan inter- !

nasional dengan tidak melanggar adat-istiadat dan kebiasaan dan hukum jang berlaku dinegara masing-masing.

PASAL III

Kedua Pihak Agung Jang Berdjandji, pada waktu jang dianggap tepat, akan mengadakan perundingan-perundingan dan persetudju-an-persetudjuan chusus mengenai hal-hal jang bersangkutan dengan

Pengaturan Urusan Hadji, Urusan-urusan Dagang, Ekonomi,

Kebuda-jaan, Penerbangan Sipil dan lain-lain jang dianggap perlu bagi

kemaslahatan Kedua Belah Pihak.

PASAL IV

Kedua Pihak Agung Jang Berdjandji menjatakan bahwa maksud dan tudjuan dari perdjandjian ini dibidang internasional ialah untuk mewudjudkan perdamaian, ketenteraman dan kemakmuran dunia,

kerdjasama internasional, dan menjokong hak-hak bangsa-bangsa

(4)

I

jang belum merdeka untuk memperoleh kemerdekaannja dan kebebasan-n ja ukebebasan-ntuk mekebebasan-nekebebasan-ntukakebebasan-n kebebasan-nasibkebebasan-nja sekebebasan-ndiri, dakebebasan-n akakebebasan-n bekerdjasama ukebebasan-n- un-tuk mengerahkan segala daja-upaja guna mentjapai tudjuan-tudjuan ini sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dasasila jang diputuskan oleh Konperensi Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1955 atau bersesuaian dengan tahun 1375 Hidjrijah.

PASAL

V

Kedua Pihak Agung Jang Berdjandji menjetudjui untuk menje-lesaikan segala Perselisihan dan Persengketaan jang mungkin tim-bul antara mereka dengan setjara damai dan persaudaraan melalui saluran-saluran diplomatik biasa, dan bilamana tidak dapat dise-lesaikan dalam waktu jang lajak, mereka akan menempuh setiap dja lan jang praktis jang disetudjui oleh kedua belah pihak, selaras dengan Peraturan-peraturan dan Ketentuan-ketentuan Piagam Perse-rikatan Bangsa-Bangsa.

PASAL VI

Perobahan-perobahan mengenai perdjandjian ini dapat dilaku-kan dengan pertukaran Nota antara Kedua Pihak Agung Jang Berdjan-dji.

PASAL VII

Perdjandjian Persahabatan ini akan berlaku untuk djangka waktu tidak terbatas, ketjuali apabila salah satu Pihak

memberi-tahukan kepada Pihak jang lain enam bulan sebelumnja tentang ke-inginann ja untuk mengadakan pembatalan Perdjandjian ini.

PASAL VIII

Perdjandjian ini akan disahkan oleh Kedua Pihak Agung Jang Berdjandji menurut tjara-tjara dan peraturan-peraturan jang ber-laku dimasing-masing negara dan akan mulai berber-laku pada tanggal

(5)

4

-pertukaran Piagam-Piagam Pengesahannja jang akan dilangsungkan di Djakarta.

PASAL IX

Perdjandjian ini dibuat dalam rangkap dua dalam bahasa Indonesia dan Arab jang keduanja mempunjai kekuatan jang sama.

UNTUR MENJA.KSIKANNJA, maka Wakil-Wakil Berkuasa Penuh Ke-dua Pihak Agung Jang Berdjandji telah menandatangani Perdjandji-an ini dPerdjandji-an membubuhinja pula dengPerdjandji-an meterai mereka masing-masing.

Dibuat di Djeddah pada hari Selasa tanggal dua puluh empat bulan Ramadhan tahun 1390 Hidjrijah, bersesuaian dengan tanggal dua puluh empat bulan Nopember tahun 1970 M.

Omar Sakkaf

Menteri Negara untuk Urusan Luar

Negeri.-Signed

Aminuddin Aziz

Duta Besar Republik Indonesia di

(6)

rr"

11 ~I _,JI ..lb\

r' ·

r~ 0 1 .a~.; 4 .~. ~ V=.,r-:....J~c:-:~l

't

)l:.11

·r\,Y·

r~~,,.;~~V=J ·.-J1J~~1

u-s-~J.l.:':11 ~~14.._,..w> Signed ~I ...._o _ _ _ _ _...J 1 _ri:- ~I

J

L-.

u-s-4:: ..>,,__.J 14:---,rl IAW I~ Signed

(7)

t.J.; •

)

~-' ~ .h::J I ~ 44! l.il I ~I .J...al I

...s_r

~

_,;

i} o

41

~ u-e ~ ...t.>-: W ~

(>!

..•..

JI

..t::-b

_rJ 4::-

~

t-

~

" ..:..

)I l~, ... JI , 91.:.>... i}

4

~ ~

u _,

W I _,....; i} _, t .. &_ •• .!

4:: WI 41

..4J

~ ~ o _,.>-I _,~I ~ ;; .u. L- ..iU- ~} ...i.i c. o ...t.>.:.J I

r

)'I J ~ li9 _,

uJ

W I

: (L..-A jl.-1 ~ '11

w

.,,.WI ~ _,...t.:..) ._j l.9.. _ _ _ _ t~~t

JL-Lii;l.J.i~

- r

-llJ

)!Jl.-:lh. 1.-_ -L...; 1.:)11 · ' ....!:; -·~ '1..JL; ·l.J... . ..i.JI) y& ~ -'~-·-'r ~7-&-' . w .v:: : ( _ - )I I r\f >)I I

Js.

: .,..J

_,'ti

o..Jl-JI_

;;..J_,...:..1.9 ~-' (l..J r)L.. ~\:l:, (r.:.J ~~l..::.JI ~WI ~J.bJI a:: .J~

• ~ ... 4:: _,.> I

: ~\!JI o..Jl-JI_

a-. : .a...:l.il I 4_ l,a.:il ~4:- ~ ..iJ I..:..\; )LJ 1 ~..r.31 ~ _, ..iJ I J~ )I~ ...s..>

L:.J

I ~

ur.:-

l. ~ ..U I

u

_,lW I~ clJ j

Js.

'~

_, "

~ .J.i t...:.J I ~ W I ~

_JJ

I

u=;J _,

..J

i..r L..1

Js.

,;>

'11 ,_;

_,.bJ

I 4l ~ ..J i) ~ .J.i l..::.J I ~ W 1 ~

,;.bJ

lu-eflu~ I _,

C::- .1l j_, <> 4~··11.; L!..J I~_, ..iJ

IJ

~)It_,

'...s

..J ~I ~ ".; j.J 1 o.1..W ~

J

..>~I

• t .. ,:. § ...s..U ~ ..r.31 ~\.i;JI _, cl..JW~

J

)L:;.. )It

r..l>-: 4--...!ll!JI o..JWI_ ....___....;_,J ..:.. Lb_, Li. i) _ ~ l:.J I ci _,JI i} _ u I ~ l..::.J I u \:-.WI u t; ~ I

J.>

.J.:

....; Li:! I ct.. ... d ... ~ci )I I ct.. l>..::J I · -~ • II r~ I · • • -!;, :-: ....9 ~ ~ ..:.. Ll ti; I

- ~ .. -' .. .J .

u_,... -'

~

u>-

r--

.. .

(8)

(/) (Q ::::s ti) c. (/) (Q ::::s ti) c.

»

f

~

·t

~

.

[

:::

~

. -< y;- I... C· "'

r

..

~ ~

f

~

(

't.°

t

~

<i·

'i"' I....

,f

~

~

~

E

t.:

-

~

~

l

{... ·r

[ . , I .T • [ I...

- r.

C· ~

il

t

L

r

.

~.·

t

~

l .[

C· •, ~ . !(· •

c~

I:

.c-l

...

-

i;:-

~

~

-

~

t .

(

"'-C·1~

-r:r

r.

~

K· ...

'i:

E

t

f.

E

~

~

~

rt.

j:"

.r.

t

'I= ...

·~

..;- \..,

<t.

-

•.

G.. ----\..

\1- \

<i·

E:.

t [

f:.

~

{

..

[

\;""

-

~

-L

~

E

fi.

-.r~

-r

~

er

<t·.

~.·

s:-

[

J \..,

v

-~ G.. ~- ~· - & I;;

~~

'

r

·t

c..:

E

I... - -~

-:

~

-

~

l

·f'

\--

~ ~.

~

G...

c..

c;_.

t

'L

·V ~· ~ E ~ c_

. t [

~t

:f.

~· <(>~

C:

<[--

f''

~

t

~

c_

·r-

[

~ ~

C: '"

(

-{..

-

.

~ ~ ~·

..

~

f

~

..

~1

[. [ ..

~

I... 1C - f; '"

f

(_ \..,

c.. '

r. .

~ ~·

J

t

E

- r.

.c.

f

r

E

r··

t.

~

[

~-,..

.~

. -

~ ,f'

..

..

~ {.. {.. {..

[

[

[

-

-

-I I I

1:

t

~:

- )·

c..

·~ ~~ ~

Cf·

E

<i·

.

,r··

-f

~

1

.f

~ - e.! •

t

·t

~

.F

""\ - ... f:. ~ ~ "' r ~ 'i

e.

.e-·

·f :

l

1.

G...

y.

- < ; c,

·f

~

f"

.r C· '_~C·

r

-~ ~

1-

f;,

l

't

.!:_ [ - ~ ~ C· {; ,f"

r

·r--

·r

~

c

~ .r

..

re-

E

.r

c-:

r

.

r.

1.

'-t~

{.. f

~

\..,-

~

~

IT -

·r-

<t·.

... ('_

t~f" {..

"'·

[

I

.

\.. ;:

t

~

~

~

·

...

[

c..

(:_

~ E:.

-1

~

(

~.

~ ~ ~I... 9

'f:r

t.[<i·

1: {..

·f [' (

~

't

·r

I • _ : I..: ·~ - I ~

\..

:~

J \.., ...

-~

't.

t

t

r

.

)~.

<i-

[

[

t

»le·~

_ F

--r

~c.

~

~

't

~

t

C

·-·[

·r

-

f:.

~:

:

!

l

l

[

=tls·~~

0 - -l:'~

[

O ""\ ':-t ..,_' L ..L_ \., ~. -~

.:::

r.·

f. ((_

c ..

y;- Co. (,... '{_ \.., ~ .. rt'. · [

v

e-

~

t

r

f:

r

'i:,.

<":= ('.

J

c

r

I:'. 1..:

r

·'ii 't- "L

~

:l " '.

r-

~

!:=

.r

-c. .. {.. {..

[

[

-

-I I

(9)

.J,. Jlr...;-• ..

n

~ ~

J

~v--:

~..J,_,...

__

__.,11 ~r-11.

<1 ..

11 ~··' ... '

-..

• 1-L..rJ ._u I

.r-1

I ·~A-~:-1 ' .J.i ~I

r~lc,,iJ> ~r-11~ ~ l..L..A l ; ) , _ ..w.;dJJ....-: l.Jly ·1,

r

~ J ; I ,..JI .A \ T' ' • i.:.1.1 WI 0 La. .J ft_.: 0'" 0--! _,..:-.J 1,

s

J WI

r

l ' y • f. · ; ,_; f t _ : 0'" ~ _,.:. .. ~ .. JI, ..> J W I

Referensi

Dokumen terkait

Kedua Pihak Agung Jang Membuat Persetudjuan akan mengandjurkan dan mempe rmudah dibentuknj a dan bekerdj a.nj a organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga jang

Kedua Pihak Agung Jang Berdjandji menjetudjui untuk. mengadakan selekas mungkin, atas dasar timbal-balik,

Sebanyak 99 Pengadilan Telah Dikunjungi Berdasarkan catatan yang dihimpun oleh Tim Sekretariat Reformasi Birokrasi dan Pembangunan Zona Integritas Mahkamah Agung, hingga

Masing-masing Pihak setuju untuk menyerahkan setiap perselisihan yang timbul antara Pihak dan penanam modal dari Pihak lainnya mengenai penanaman modal dari penanam modal tersebut di

(1) Jika dalam perundingan itu oleh pihak-pihak yang berselisih sendiri tidak dapat diperoleh penyelesaian, serta mereka tidak bermaksud untuk menyerahkan perselisihan mereka

Berdasarkan ketentuan dalam Peraturan perundang-undangan tersebut, menurut Pihak Terkait, Mahkamah Konstitusi tidak berwenang memeriksa dan mengadili perkara perselisihan

Setjara singkat kita telah melihat bahwa keadaan kita sekarang lebih madju lagi dari tahun-tahun jang lalu, baik dibidang politik, keamanan dan ketertiban, dibidang ekonomi

ma diketahui dan perbuatan2 se perti jg dimaksudkan itu akan diperhatikan dengan seksama oleh pihak Kedjaksaan Agung: Djuga bahwa adanja pem- bukuan setjara dubbel, Wa- laupun