APLIKASI INVENTORI PADA CV. ARCOMA BASCO DENGAN MENGGUNAKAN VISUAL BASIC.NET DAN SQL SERVER 2005.

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

APLIKASI INVENTORI PADA CV. ARCOMA BASCO DENGAN MENGGUNAKAN VISUAL BASIC.NET DAN SQL SERVER 2005.

Safik (1) Yuli Karyanti (2) Jurusan Sistem Informasi

Fakultas Ilmu Komputer & Teknologi Informasi (1) safik.almunawar@gmail.com

(2) yuli@staff.gunadarma.ac.id 20 April 2013

ABSTRAKSI

Saat ini perkembangan teknologi informasi sangatlah pesat sehingga dapat dimanfaatkan oleh banyak badan usaha atau perusahaan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Salah satu contoh pemanfaatan teknologi informasi tersebut adalah untuk menginventarisasi aset perusahaan. Namun masih banyak badan usaha yang pengolahan data inventorinya secara manual seperti pada CV. Arcoma Basco.

Semakin tinggi keluar masuknya barang di CV. Arcoma Basco menjadi latar belakang penulis ingin membuat Aplikasi Inventori Pada CV. Arcoma Basco Dengan Menggunakan Visual Basic.net dan SQL Server 2005. Aplikasi inventori ini membuat CV. Arcoma Basco dapat melakukan pencatatan aktivitas keluar masuknya barang secara komputerisasi.

Pada penulisan ini dijelaskan tahapan pengembangan aplikasi yaitu analisa, spesifikasi, perancangan, implementasi dan pengujian aplikasi. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan Visual Basic.Net dan SQL Server 2005. Didalam database aplikasi ini terdapat 5 tabel yaitu tabel barang, supplier, customer, pengeluaran barang, dan penerimaan barang. Aplikasi ini sudah diimplementasikan dan di uji coba dengan kepala gudang CV. Arcoma Basco. Kepala gudang CV. Arcoma Basco setuju jika aplikasi ini dapat membantu CV. Arcoma Basco dalam melakukan pencatatan keluar masuknya barang.

Kata Kunci : Aplikasi, Inventori, SQL Server, VB.Net.

1. Pendahuluan

Saat ini perkembangan teknologi informasi sangatlah pesat sehingga dapat dimanfaatkan oleh banyak badan usaha atau perusahaan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Salah satu contoh pemanfaatan teknologi informasi tersebut adalah untuk menginventarisasi aset perusahaan.

Namun masih banyak badan usaha yang pengolahan data inventorinya secara manual seperti pada CV. Arcoma Basco. CV. Arcoma Basco adalah salah satu perusahaan importir karpet dan sajadah di Jakarta. Perusahaan tersebut meng-import karpet dan sajadah dari berbagai Negara seperti Cina, Turki, dan Belgia.

CV. Arcoma Basco merupakan salah satu perusahaan yang berkembang pesat. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan omset yang diperoleh per tahunnya. Pada tahun 2010, CV. Arcoma Basco memiliki pendapatan mencapai 18 milyar rupiah dan pada tahun 2011, pendapatan CV. Arcoma Basco meningkat menjadi 21 milyar rupiah. Seiring dengan peningkatan pendapatan tersebut, barang yang masuk ke CV. Arcoma Basco pun meningkat dari 9 kontainer berukuran 40feet pada tahun 2010, menjadi 16 kontainer berukuran 40feet di tahun 2011. Sehingga semakin tinggi aktivitas keluar masuknya barang di CV. Arcoma Basco. Oleh karena itu, penulis tertarik mengembangkan “Aplikasi Inventori Pada CV. Arcoma Basco Dengan Menggunakan Visual Basic.Net dan SQL Server 2005” dimaksudkan agar CV. Arcoma Basco dapat mencatat aktivitas

(2)

keluar masuknya barang secara komputerisasi.

Dalam pelaksanaan pembuatan aplikasi ini, penulis akan membuat aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan CV. Arcoma Basco meliputi pada proses pengolahan data barang, penerimaan barang dari supplier, pengeluaran barang ke customer, serta pembuatan laporan-laporan yang meliputi laporan masuk dan keluarnya barang per periode diantaranya laporan harian dan laporan bulanan.

2. Metode Penelitian

Dalam Pembuatan aplikasi tentunya ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, mulai dari analisa kebutuhan sampai implementasi. Berikut tahapan-tahapan tersebut :

Analisa Kebutuhan

Pada tahap ini penulis melakukan analisa aliran kerja manajemen yang sedang berjalan.

Spesifikasi Kebutuhan

Pada fase analisis ini akan dilakukan pengumpulan informasi terkait dengan sistem perdagangan koperasi. Menggunakan model proses dan model data yang sesuai.

Perancangan

Pada tahap ini penulis membuat perancangan aplikasi, database dan pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan aplikasi inventori.  Implementasi

Menerapkan aplikasi inventori yang telah dibuat pada CV. Arcoma Basco.  Pengujian Aplikasi

Melakukan pengujian terhadap aplikasi yang telah dibuat untuk menemukan kesalahan-kesalahan sehingga dapat diperbaiki kembali

3. Landasan Teori 3.1 Pengertian Inventori

Inventori meliputi semua barang yang dimiliki perusahaan pada saat tertentu, dengan tujuan untuk dijual kembali atau dikomsumsikan dalam siklus operasi normal perusahaan sebagai barang yang dimiliki untuk dijual atau diasumsikan untuk dimasa yang akan datang, semua barang yang berwujud dapat disebut sebagai inventori, tergantung dari sifat dan jenis usaha perusahaan.

Menurut Koher,Eric L.A. Inventori adalah : " Bahan baku dan penolong, barang jadi dan barang dalam proses

produksi dana barang-barang yang

tersedia, yang dimiliki dalam perjalanan

dalam tempat penyimpanan atau

konsinyasikan kepada pihak lain pada akhir periode".

Secara umum pengertian Inventori adalah merupakan suatu aset yang ada dalam bentuk barang-barang yang dimiliki untuk dijual dalam operasi perusahaan maupun barang-barang yang sedang di dalam proses pembuatan.

Diantara pengertian diatas maka inventori dapat diklasifikasikan yang ditentukan oleh perusahaan, apabila jenis perusahaan yang membeli barang akan dijual lagi, maka klasifikasi hanya ada satu macam saja persedian barang dagangan. 3.2 Visual Basic.NET

Visual Basic.Net merupakan salah satu tool development Microsoft yang dapat digunakan untuk membuat aplikasi di lingkungan kerja berbasis sistem operasi Windows. Visual Basic.NET menyediakan

tools bagi para developer untuk

membangun aplikasi yang berjalan di .Net Framework. Visual Basic.Net membawa perubahan besar dalam gaya pemrograman, karena setiap programmer dituntut untuk memahami .NET object

(3)

model dan Object Oriented Programming dengan baik, jika tidak ingin menghasilkan aplikasi dengan performa rendah. Visual Basic.Net juga semakin mempertipis jarak antara Windows Programmer dengan Web Programmer.

Dalam Microsoft Visual Basic.Net terdapat dua komponen utama adalah:

1. Net Framework Class Library.

Komponen ini digunakan untuk menjalankan aplikasi melalui objek yang telah didefinisikan, antara lain : label, form, textbox, button, listbox, datetimepicker, dan lain-lain.

2. Common Language Runtime (CLR).

Komponen ini digunakan untuk mengeksekusi program yang ditulis dalam bahasa pemrograman yang ada dalam lingkungan Microsoft Visual Studio.Net, seperti: C#.Net, C++.Net, J#.Net, dan juga Visual basic.Net. 3.3 SQL Server 2005

Menurut Wood, Leiter dan Turkey SQL Server 2005 merupakan sebuah Relational Database Management System (RDBMS). SQL Server 2005 lebih akurat digambarkan sebagai sebuah Enterprise Data Platform. Pada SQL Server 2005 merupakan lanjutan atau pengembangan feature-feature dari produk SQL Server sebelumnya. Sebagai tambahan dari tugas RDBMS tradisional, SQL Server 2005 juga mempunyai kemampuan pelaporan yang kaya, analisis data yang kuat, dan data mining.

Komponen utama dari SQL Server 2005 adalah engine basis data. Engine basis data ini merupakan Online Transaction Processing (OLTP) dari SQL Server. Engine basis data dari SQL Server 2005 terdapat beberapa pengembangan untuk mendukung scalability, availability, dan kemajuan (dan juga keamanan). Seperti :

1. Partisi fisik tabel dan indeks

Tabel dan indeks sekarang dapat secara fisik dipartisi dibeberapa

kelompok file yang terdiri dari beberapa file fisik. Ini secara dramatis meningkatkan kinerja operasi pengambilan data dan pemeliharaan tugas-tugas yang dilaksanakan terhadap tabel yang sangat besar

2. Pemicu Data Definition Language (DDL)

Pemicu DDL dapat digunakan untuk mengeksekusi perintah dan prosedur ketika tipe DDL dieksekusi. Sebelumnya, pengubahan basis data dapat tidak terdeteksi sampai terjadinya kegagalan aplikasi. Dengan pemicu DDL, semua kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan dapat direkam dengan mudah atau bahkan dapat mencegah. Pemicu DDL dapat ditempatkan pada server ataupun basis data

3. Lanjutan dari tipe data panjang variable Pada tipe data varchar, nvarchar, dan varbinary ditambahkan kata kunci MAX yang mengizinkan alokasi tempat lebih dari 2gb untuk variable objek yang besar. Keuntungan dari penambahan ini adalah kemampuan untuk menggunakan tipe data dengan nilai yang besar pada deklarasi dan variable yang digunakan

4. Tipe data XML

Tipe data XML yang baru memungkinkan penyimpanan yang baik dan validasi skema dari data XML. Hal ini banyak mendukung form dari metode tipe data XML

5. Multiple Active Result Set (MARS) MARS mengizinkan client untuk memperbaiki lebih dari satu permintaan data tiap koneksi. Sebagai contohnya, dulu jika ada sebuah koneksi yang dibuka pada sebuah aplikasi, hanya satu pembaca data yang dapat dibuka untuk menerima data dari basis data. Untuk membuka pembaca data lainnya, pembaca data sebelumnya harus ditutup terlebih dahulu. Dengan adanya MARS, pembatasan ini dihilangkan.

(4)

4. Analisa dan Pembahasan 4.1 Tahap Analisa

Pada tahap ini penulis akan melakukan analisa aliran kerja manajemen yang sedang berjalan digudang CV. Arcoma Basco. Penulis melakukan survei langsung ke gudang CV. Arcoma Basco dan mempelajari aliran kerja manajemen tersebut dengan Kepala gudang CV. Arcoma Basco yang bertanggung jawab keluar masuknya barang.

Aliran kerja manajemen pertama adalah barang masuk, CV. Arcoma Basco melakukan pemesanan barang yang diinginkan ke supplier. Setelah barang sampai, dilakukan pencatatan yaitu dengan mencatat data barang dan supplier yang mengirimkan barang . Barang dicatat didalam buku dengan membuat penambahan terhadap barang yang sudah ada ataupun barang baru.

Aliran kerja kedua adalah barang keluar. Customer memesan barang ke CV. Arcoma Basco. Sebelum mengeluarkan barang yang dipesan, dilakukan pengecekan stok barang yang tercatat didalam buku. Jika sesuai baru dilakukan pencatatan dan berikutnya dilakukan pengiriman barang. Ketika stok barang tidak memenuhi yang diinginkan customer, kepala gudang melaporkan ke manajer untuk memberitahukan bahwa stok barang yang diinginkan customer dan kehendak pemesanan kembali sepenuhnya berada di tangan manajer.

Seiring perkembangannya CV. Arcoma Basco aliran kerja digudang pun semakin bertambah. Dibutuhkan aplikasi untuk mencatat aktivitas keluar masuknya barang beserta laporan-laporan agar lebih efisien. Dengan adanya masalah tersebut, penulis mengembangkan aplikasi inventori ini.

4.2 Tahap Perancangan a) Hirarki Program

Awal untuk memulai program pengguna harus melakukan login terlebih dahulu. Setelah melakukan login, akan tampil menu utama yang terdiri menu data master, menu pengeluaran barang, menu penerimaan barang, dan menu laporan. Didalam menu-menu tersebut terdapat fungsi- fungsi seperti input, edit, delete, save, view dan close. Fungsi input adalah fungsi untuk memasukan data, edit untuk merubah data yang ingin dirubah, delete untuk menghapus data, save untuk menyimpan data, print untuk mencetak laporan dan close untuk menutup menu tersebut. Data master terdiri dari data barang, data customer dan data supplier. Didalam data master terdapat fungsi-fungsi diantaranya adalah fungsi input, edit, delete, save dan close.

Didalam menu pengeluaran barang dan penerimaan barang memiliki kesamaan fungsi diantaranya. Fungsi-fungsi tersebut adalah fungsi input, save dan close. Terakhir adalah menu laporan untuk melihat laporan-laporan barang masuk dan keluar didalam CV. Arcoma Basco

b). Rancangan Interface

Rancangan interface harus dilakukan pada saat pembuatan aplikasi. Interface adalah bagian program yang berhubungan langsung dengan pemakai, yaitu segala sesuatu yang muncul pada layar (screen).

(5)

Rancangan interface bertujuan agar aplikasi yang dihasilkan terlihat menarik dan mudah untuk digunakan. Hal ini diperlukan karena setiap interaksi dengan user pasti melalui objek yang ada pada halamannya. c. Rancangan Database

Program aplikasi ini mengunakan database untuk mengolah data barang, supplier dan customer dan pengeluaran dan penerimaan barang. Kumpulan data tersebut akan dikelompokkan dan dimasukkan ke beberapa tabel yaitu table barang, customer, supplier, pengeluaran barang, dan penerimaan barang sehingga dibutuhkan perancangan database yang tepat. 5. Ujicoba

Aplikasi ini mempunyai besaran data sebesar 28mb. Untuk mengetahui kinerja aplikasi secara fungsional maka dilakukanlah pengujian aplikasi dengan metode Black Box. Pengujian black box dilakukan dengan menggunakan data uji berupa sebuah data masukan dari pengisian data pada aplikasi.

6. Penutup a.Kesimpulan

Aplikasi inventori ini dibuat untuk mencatat aktivitas keluar masuknya barang digudang CV. Arcoma Basco. Barang tersebut berbagai macam ukuran sajadah maupun karpet. Didalam aplikasi ini terdapat data barang untuk mencatat data barang, data supplier dan customer, penerimaan dan pengeluaran barang untuk mencatat masuk dan keluarnya barang serta laporan harian, bulanan dan chart bulanan.

Aplikasi ini masih belum terhubung ke perangkat lainnya seperti komputer kasir. Sehingga aplikasi ini tidak dapat mengetahui besaran omset yang didapat CV. Arcoma Basco. b.Saran

Aplikasi ini masih dapat

dikembangkan dengan

menghubungkan aplikasi ini ke perangkat lainnya seperti komputer kasir, aplikasi ini dapat langsung terintegrasi dengan komputer kasir. REFERENSI

1 Alexander F.K. Sibero, Dasar-Dasar Visual Basic.Net, MediaKom, Yogyakarta, 2010.

2 Ali Akbar, Visual Basic.net, Informatika, Bandung, 2005.

3 Hartini Deliana., Lisye Mereta Cahaya., Kikis Sabrina Kaisariza, Database Dengan SQL Server 2005, Mitra Wacana Media, Bogor, 2009.

4 Soetam Rizky, Panduan Belajar SQL Server Express Edition, Prestasi Pustaka, Surabaya, 2008.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :