LAPORAN KINERJA
INSTANSI PEMERINTAH
LKj Tahun Anggaran 2016
DINAS CIPTA KARYA,
KEBERSIHAN, TATA RUANG
DAN LINGKUNGAN HIDUP
2017
LKj DCKTLH 2016 i KATA PENGANTAR
Laporan Kinerja (LKj) Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (DCKTLH) Kota Banjar Tahun 2016 disusun dalam rangka memenuhi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang merupakan wujud pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas sesuai visi dan misi DCKTLH dalam kurun waktu tahun 2016. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi dan Birokrasi No. 53 Tahun 2014 bahwa nomenklatur LAKIP mengalami perubahan menjadi LKjIP (Laporan Kinerja Instansi Pemerintah).
Laporan ini disusun sebagai sarana pengendalian dan penilaian kinerja dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pemerintah yang baik dan bersih (good governance and clean government) serta sebagai umpan balik dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pada tahun berikutnya.
LKj Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (DCKTLH) merupakan wahana untuk menyampaikan pelaporan kinerja dalam meningkatkan akuntabilitas dan pencapaian kinerja yang dapat diukur dari misi, tujuan, sasaran, program dan kegiatan yang dilakukan pada tahun 2016, sesuai dengan yang diamanatkan dalam Rencana Strategis (Renstra) DCKTLH Kota Banjar Tahun 2014-2018.
Banjar, Januari 2017
Kepala Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup
Kota Banjar
Drs. H. YOYO SUHARYONO NIP. 196107071990121001
LKj DCKTLH 2016 ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
DAFTAR TABEL iv
BAB I PENDAHULUAN I-1
1.1 Latar Belakang I-1
1.2 Aspek Strategis Yang Berpengaruh I-2
1.2.1 Kondisi Sumber Daya Manusia I-2
1.2.2 Kondisi Sarana / Prasarana I-4
1.2.3 Anggaran/Pembiayaan I-4
1.3 Tugas Pokok, Fungsi, Kewenangan dan Susunan Organisasi
1.3.1 Tugas Pokok dan Fungsi
I-5 I-5
1.3.2 Kewenganan I-6
1.3.3 Struktur Organisasi dan Pejabat Struktural 1.4 Sistematika Penyajian dan Dasar Hukum
1.4.1 Sistematika Penyajian 1.4.2 Dasar Hukum I-6 I-8 I-8 I-8
BAB II PERENCANAAN KINERJA II-1
2.1 RPJMD Tahun 2014-2018 II-1 2.1.1 Visi II-1 2.1.2 Misi II-1 2.2 RENSTRA DCKTLH Tahun 2014-2018 2.2.1 Visi 2.2.2 Misi II-2 II-2 II-2 2.2.3 Tujuan II-3 2.2.4 Sasaran II-4
LKj DCKTLH 2016 iii
2.3 Indikator Kinerja Utama II-8
2.4 Perjanjian Kinerja Tahun 2016 II-13
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA III-1
3.1 Capaian Kinerja Organisasi III-2
3.2 Evaluasi Pencapaian Kinerja Tahun Berjalan beserta
Pencapaian Tahun-tahun Sebelumnya Target RPJMD III-3
3.3 Analisis Efisiensi Anggaran terhadap Program/Kegiatan III-24
3.4 Program yang Menunjang Keberhasilan Pencapaian Kinerja III-34
3.5 Realisasi Anggaran Program/Kegiatan DCKTLH Tahun Anggaran 2016
III-36
3.6 Prestasi III-44
BAB IV PENUTUP IV-1
LKj DCKTLH 2016 iv
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Daftar Kualifikasi Pendidikan dan Pangkat/Golongan Pegawai Negeri Sipil
Tabel 1.2 Daftar Kualifikasi Pendidikan TKHL (Non Pegawai Negeri Sipil)
Tabel 1.3 Daftar Kualifikasi Pendidikan Pemilah Non Pegawai Negeri Sipil
Tabel 1.4 Daftar Kualifikasi Pendidikan Pemilah Non Pegawai Negeri Sipil
Tabel 2.1 Visi dan Misi Renstra
I-2
I-3
I-3 I-4 II-2
Tabel 2.2 Tujuan dan Indikator Renstra II-3
Tabel 2.3 Sasaran dan Indikator Renstra II-4
Tabel 2.4 Indikator Kinerja Utama
Tabel 2.5 Formulasi Indikator Kinerja Utama Bidang Cipta Karya
II-8 II-10
Tabel 2.6 Formulasi Indikator Kinerja Utama Bidang Kebersihan II-11
Tabel 2.7 Formulasi Indikator Kinerja Utama Bidang Tata Ruang II-12
Tabel 2.8 Formulasi Indikator Kinerja Utama Bidang Lingkungan Hidup II-12
Tabel 2.9 Perjanjian Kinerja Tahun Anggaran 2016 II-13
Tabel 2.10 Pagu Anggaran Program/Kegiatan Pendukung Indikator Kinerja Tahun Anggaran 2016
II-15
Tabel 3.1 Predikat Nilai Capaian Kinerja III-2
Tabel 3.2 Pencapaian Kinerja Sasaran 2 Tahun 2016 III-4
Tabel 3.3 Pencapaian Kinerja Sasaran 3 Tahun 2016 III-11
Tabel 3.4 Pencapaian Kinerja Sasaran 4 Tahun 2016 III-13
Tabel 3.5 Pencapaian Kinerja Sasaran 5 Tahun 2016 III-16
Tabel 3.6 Pencapaian Kinerja Sasaran 6 Tahun 2016 III-18
Tabel 3.7 Tingkat Pencapaian IKU Tahun 2016 III-23
Tabel 3.8 Tingkat Efisiensi Program Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-gorong
III-24
LKj DCKTLH 2016 v
Tabel 3.10 Tingkat Efisiensi Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah
III-26
Tabel 3.11 Tingkat Efisiensi Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh
III-26
Tabel 3.12 Tingkat Efisiensi Program Penataan Bangunan dan Lingkungan
III-27
Tabel 3.13 Tingkat Efisiensi Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan
III-28
Tabel 3.14 Tingkat Efisiensi Program Penataan, Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah
III-28
Tabel 3.15 Tingkat Efisiensi Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
III-29
Tabel 3.16 Tingkat Efisiensi Program Pengelolaan Areal Pemakaman III-29
Tabel 3.17 Tingkat Efisiensi Program Penataan, Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah
III-30
Tabel 3.18 Tingkat Efisiensi Program perencanaan Tata Ruang III-31
Tabel 3.19 Tingkat Efisiensi Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang
III-31
Tabel 3.20 Tingkat Efisiensi Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup
III-32
Tabel 3.21 Tingkat Efisiensi Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam
III-33
Tabel 3.22 Tingkat Efisiensi Program Peningkatan Pengendalian Polusi III-33
Tabel 3.23 Program yang Menunjang Pencapaian Kinerja III-34
Tabel 3.24 Realisasi Anggaran Program/Kegiatan DCKTLH Tahun Anggaran 2016
III-36
LKj DCKTLH 2016 I-1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam rangka meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan, pemerintah mewajibkan setiap instansi pemerintah dan unit kerja untuk menyusun laporan kinerjanya sebagai wujud pertanggungjawaban atas segala tugas dan kewajibannya. Sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Pemerintah Kota Banjar Tahun 2014-2018 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor : 4 Tahun 2014, perlu melaporkan hasil pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sesuai perencanaan yang telah ditetapkan dengan melakukan pengukuran, evaluasi dan analisis capaian kinerja selama tahun 2016, yang disajikan dalam LKj Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar Tahun 2016.
Perbaikan tata kelola pemerintahan merupakan agenda penting dalam reformasi pemerintahan yang sedang dijalankan oleh pemerintah. Sistem pemerintahan yang berfokus pada peningkatan kinerja berorientasi pada hasil (outcome) dikenal sebagai Sistem Kinerja Instansi Pemerintah yang diimplementasikan oleh masing-masing instansi pemerintah, hal ini berarti instansi pemerintah merencanakan sendiri, melaksanakan, mengukur dan memantau kinerjanya sendiri serta melaporkan kepada instansi yang lebih tinggi. Indikator kinerja sasaran strategis Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar merupakan parameter keberhasilan seluruh pelayanan penyelenggaraan pemerintahan yang dilaksanakan Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar.
1.2 Aspek Strategis Yang Berpengaruh
Aspek strategis yang berpengaruh kepada peran dan fungsi Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar selama tahun anggaran 2016 terutama hal-hal sebagai berikut :
LKj DCKTLH 2016 I-2
1.2.1 Kondisi Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar pada tahun 2016 terdiri dari 69 orang Pegawai Negeri Sipil , 228 orang TKHL (Non Pegawai Negeri Sipil), 90 orang pemilah (Non Pegawai Negeri Sipil). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini :
Tabel 1.1
Daftar Kualifikasi Pendidikan dan Pangkat/Golongan Pegawai Negeri Sipil
No. Tingkat
Pendidikan Pangkat/Gol Jmlh (org)
1. 2. 3. 4. 5. 6. SD SLTP SLTA D.1 S.1/D.IV S.2
- Juru (Gol. I/c)
Total 1 - Juru (Gol. I/c)
- Pengatur Muda (Gol. II/a)
Total 2 - Pengatur Muda (Gol. II/a)
- Pengatur Muda Tk. I (Gol. II/b) - Pengatur (Gol. II/c)
- Penata Tk. I (Gol. II/d) - Penata Muda (Gol. III/a)
Total 3 - Penata (Gol. III/c)
Total 4 - Penata Muda Tk. I (Gol. III/b)
- Penata (Gol. III/c) - Penata Tk. I (Gol. III/d) - Pembina (Gol. IV/a)
- Pembina Utama Muda (Gol. IV/c) Total 5 - Penata (Gol. III/c)
- Pembina (Gol. IV/a)
Total 6 2 2 7 2 9 1 13 17 1 1 33 1 1 6 11 1 1 1 20 2 2 4 TOTAL PNS 69
LKj DCKTLH 2016 I-3
Tabel 1.2
Daftar Kualifikasi Pendidikan TKHL (Non Pegawai Negeri Sipil)
No. Tingkat Pendidikan Jmlh (org) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. SD STN STN SLTP SLTA D.1 S.1/D.IV S.2 109 1 1 26 54 1 5 31 TOTAL TKHL 228
Sumber : Sub Bagian Umum dan Kepegawaian DCKTLH,2016
Tabel 1.3
Daftar Kualifikasi Pendidikan Pemilah Non Pegawai Negeri Sipil
No. Tingkat Pendidikan Jmlh (org) 1. 2. 3. 4. 5. . SD SR SMP SLTA S.1 46 1 17 24 2 TOTAL TKHL 90
Sumber : Sub Bagian Umum dan Kepegawaian DCKTLH,2016
LKj DCKTLH 2016 I-4
1.2.2 Kondisi Sarana / Prasarana
Untuk mendukung pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar pada tahun
2016, menggunakan sarana/prasarana antara lain Bangunan dan
kelengkapannya (Gedung Laboratorium dan 2 unit Gedung Kantor), kendaraan dinas pejabat struktural (kondisi baik), kendaraan dinas operasional (kondisi baik) dan sarana penunjang (Laptop, Infocus, Komputer dan Printer) dalam kondisi baik (layak pakai).
1.2.3 Anggaran/Pembiayaan
Jumlah anggaran DCKTLH dialokasikan dalam belanja tidak langsung dan belanja langsung. Untuk kegiatan pada tahun 2016 jumlah anggaran belanja
tidak langsung sebesar Rp. 5.860.757.438,50 (Lima Milyar Delapan Ratus
Enampuluh Juta Tujuh Ratus Limapuluh Tujuh Ribu Empat Ratus Tigapuluh Delapan Limapuluh sen Rupiah) dan jumlah anggaran belanja langsung sebesar
Rp. 149.992.664.536,00 (Seratus Empatpuluh sembilan milyar Sembilan Ratus
Sembilanpuluh Dua Juta Enam Ratus Enampuluh Empat Ribu Lima Ratus Tigapuluh Enam Rupiah) yang rinciannya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 1.4
Daftar Kualifikasi Pendidikan Pemilah Non Pegawai Negeri Sipil
No. Anggaran/Pembiayaan Jumlah (Rp)
1. Belanja tidak langsung Rp. 5.860.757.438,50
- Belanja Pegawai Rp. 5.860.757.438,50
2. Belanja Langsung Rp. 149.992.664.536,00
- Belanja Pegawai Rp. 2.823.355.000,00
- Belanja Barang dan Jasa Rp. 10.901.339.536,00
LKj DCKTLH 2016 I-5 Diserahkan Kepada Pihak
Ketiga Masyarakat
- Barang/Jasa Selain Hibah
dan Bantuan Sosial Rp. 5.565.590.000,00
- Belanja Modal Rp. 136.267.970.000,00
1.3 Tugas Pokok, Fungsi, Kewenangan dan Susunan Organisasi 1.3.1 Tugas Pokok dan Fungsi
Sesuai dengan Peraturan Walikota Banjar No. 13 Tahun 2013 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Unsur Organisasi; Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar, maka tugas pokok, fungsi dan kewenangannya adalah : Melaksanakan Kewenangan Daerah bidang Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, dengan sasaran kinerja :
Meningkatnya kualitas dan kuantitas infrastruktur lingkungan dan gedung
pemerintah
Meningkatnya pencapaian target pelayanan sarana dan prasarana bidang
Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup.
Meningkatnya Kualitas pelayanan kepada masyarakat dalam bidang Cipta
Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup.
Meningkatnya kinerja pengelolaan persampahan
Terkendalinya sistem penataan pengelolaan persampahan.
Meningkatnya penataan dan pemeliharaan taman atau pertamanan.
Pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Terlaksananya pemanfaatan ruang kota Yang efektif dan efisien
Terfasilitasinya peraturan legalitas administrasi dan teknis pengelolaan
LKj DCKTLH 2016 I-6
Dengan demikian diharapkan akan terbina suatu keterpaduan antara bidang-bidang yang ada di lingkup Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar, dan pada akhirnya ada satu nilai manfaat yang sangat diharapkan untuk kesejahteraan masyarakat serta dapat meningkatkan Index Prestasi Masyarakat (IPM).
1.3.2 Kewenangan
Melaksanakan kewenangan Daerah sebagian Bidang Pengembangan Otonomi Daerah sebagian bidang Perimbangan Keuangan serta melaksanakan tugas sesuai dengan kebijakan Walikota.
1.3.3 Struktur Organisasi dan Pejabat Struktural
Kedudukan dan Status Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar sesuai dengan Peraturan Walikota Banjar Nomor 13 Tahun 2013, Tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Unsur Organisasi Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar adalah sebagai berikut :
1. Kepala Dinas
2. Sekretariat, membawahi :
a) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; b) Sub Bagian Keuangan;
c) Sub Bagian Program dan Evaluasi. 3. Bidang Cipta Karya, membawahi :
a) Seksi Penyehatan Lingkungan dan Permukiman; b) Seksi Bangunan dan Pembinaan Jasa Konstruksi; c) Seksi Pengembangan Perumahan dan Kawasan. 4. Bidang Kebersihan, membawahi :
a) Seksi Pengolahan Sampah dan Kelembagaan; b) Seksi Sarana dan Prasarana;
LKj DCKTLH 2016 I-7
5. Bidang Tata Ruang, membawahi :
a) Seksi Penataan dan Pemanfaatan Ruang; b) Seksi Pengendalian Ruang;
c) Seksi Layanan Pertanahan.
6. Bidang Lingkungan Hidup, membawahi : a) Seksi Analisis Dampak Lingkungan;
b) Seksi Pencegahan dan Pengawasan Lingkungan; c) Seksi Pengendalian dan Pemulihan Lingkungan.
Berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Tugas Pokok Fungsi dan Tata Kerja Unsur Organisasi Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Laboratorium Lingkungan Hidup Pada Dinas Kebersihan Pertamanan Pemakaman dan Lingkungan Hidup Kota Banjar (Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup sekarang) dan Peraturan Walikota Nomor 10 Tahun 2012 Tentang Tugas Pokok Fungsi dan Tata Kerja Unsur Organisasi Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelola Limbah Pada Dinas Kebersihan Pertamanan Pemakaman dan Lingkungan Hidup Kota Banjar (Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup sekarang), Maka dibentuklah :
A. UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup. Dipimpin oleh Kepala UPT Laboratorium Lingkungan Hidup berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
B. UPTD Pengelola Limbah. Dipimpin oleh Kepala UPT Pengelola Limbah berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
Bagan Struktur Organisasi DCKTLH dapat dilihat pada Lampiran.
1.4 Sistematika Penyajian dan Dasar Hukum 1.4.1 Sistematika Penyajian
Pada dasarnya Laporan Kinerja ini memberikan penjelasan mengenai pencapaian kinerja Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar selama Tahun 2015. Capaian kinerja (performance results)
LKj DCKTLH 2016 I-8
Tahun 2015 tersebut dibandingkan dengan Perjanjian Kinerja (performance agreement) Tahun 2015 sebagai tolak ukur keberhasilan tahunan organisasi.
Analisis atas capaian kinerja terhadap perjanjian kinerja ini akan memungkinkan diidentifikasikannya sejumlah celah kinerja (performance gap) bagi perbaikan kinerja di masa datang. Sistematika penyajian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar Tahun 2014 berpedoman pada PERMENPAN No. 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, sebagai berikut:
Bab I – PENDAHULUAN, menjelaskan secara ringkas latar belakang, aspek
strategis Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar, serta struktur organisasi.
Bab II – PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA, menjelaskan secara
ringkas dokumen perencanaan yang menjadi dasar pelaksanan program, kegiatan dan anggaran Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar Tahun 2015 meliputi RPJMD 2014-2018, Rencana Strategis (RENSTRA) DCKTLH Tahun 2014-2018, Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Perjanjian Kinerja Tahun 2016.
Bab III – AKUNTABILITAS KINERJA, Menguraikan tentang kinerja, capaian
Indikator Kinerja Utama, pengukuran, evaluasi dan analisis capaian kinerja. Menjelaskan analisis pencapaian kinerja Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar dikaitkan dengan pertanggung jawaban publik terhadap pencapaian sasaran strategis untuk Tahun 2016.
Bab IV – PENUTUP, menjelaskan simpulan menyeluruh dari Laporan Kinerja
Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar Tahun 2016 dan menguraikan rekomendasi yang diperlukan bagi perbaikan kinerja di masa mendatang.
LKj DCKTLH 2016 I-9
1.4.2 Dasar Hukum
Dasar penyusunan LKIP Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar tahun 2015 sebagai berikut :
1. Tap MPR RI Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;
2. Undang-undang nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;
3. Undang-Undang Nomor 27 tahun 2002 tentang Pembentukan Kota Banjar di Provinsi Jawa Barat;
4. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 pengganti Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah;
5. Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah;
6. Instruksi Presiden nomor 7 tahun 1999, tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan;
7. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
8. Peraturan Daerah Kota Banjar Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banjar Tahun 2014-2018 (Tambahan Lembaran Daerah Nomor 4);
9. PERMENPAN No. 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
LKj DCKTLH 2016 II-1
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
2.1 RPJMD Tahun 2014-2018 2.1.1 Visi
Gambaran nyata tentang visi dan misi dituangkan ke dalam tujuan dan sasaran merujuk pada arah kebijakan RPJPD Kota Banjar Tahun 2005-2025. Tujuan dan sasaran juga mengalami pengayaan mempertimbangkan berbagai isu strategis dan kebijakan nasional.
Pertimbangan potensi, kondisi, permasalahan pembangunan dan isu strategis di Kota Banjar serta budaya yang hidup dalam masyarakat, maka visi
Pemerintah Kota Banjar tahun 2014 – 2018 yang hendak dicapai adalah :
“Dengan Iman dan Taqwa Kita Wujudkan Masyarakat Kota Banjar yang Agamis, Mandiri dan Sejahtera Menuju Banjar Agropolitan”
2.1.2 Misi
Untuk merealisasikan visi yang telah ditetapkan yang bertumpu pada potensi sumberdaya dan kemampuan yang dimiliki serta ditunjang dengan semangat kebersamaan, tanggung jawab yang optimal dan proposional dari seluruh pemangku kepentingan kota, maka misi yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :
Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Meningkatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE)
Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup
Meningkatkan Kesadaran dan Ketaatan Hukum Serta Tata kelola
pemerintahan secara profesional untuk menjamin terciptanya good
LKj DCKTLH 2016 II-2
2.2 RENSTRA DCKTLH Tahun 2014-2018 2.2.1 Visi
Sejalan dengan Visi Kota Banjar “Dengan Iman dan Taqwa Kita
Wujudkan Masyarakat Kota Banjar yang Agamis, Mandiri dan Sejahtera
Menuju Banjar Agropolitan”, maka Visi Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata
Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar adalah “TERBANGUNNYA
INFRASTRUKTUR PERKOTAAN MELALUI PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN MENUJU KOTA
BANJAR YANG BERSIH, INDAH DAN HIJAU”.
2.2.2 Misi
Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan dan diwujudkan agar tujuan dapat terlaksana dan berhasil dengan baik sesuai dengan visi yang telah ditetapkan. Untuk mencapai visi tersebut berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi, maka misi Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar 2014 – 2018 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.1
Visi dan Misi Renstra
VISI MISI
Terbangunnya Infrastruktur Perkotaan Melalui Pengembangan Sarana Dan Prasarana Yang Berwawasan Lingkungan Menuju Kota Banjar Yang Bersih, Indah Dan Hijau
1. Mewujudkan Organisasi yang Efisien, Tata Laksana yang Efektif dan SDM yang Profesional
2. Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur Lingkungan, Pengembangan Sarana dan Prasarana Permukiman
3. Mengembangkan Sistem Manajemen Persampahan yang Efektif dan Efisien Serta Meningkatkan Pengelolaan Pertamanan, Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Penataan Ruang Pemakaman
4. Melaksanakan Pembinaan dan Pengelolaan Kawasan dan Bangunan Berdasarkan Norma Standar Manual Penataan Ruang Serta Melaksanakan Pengendalian Pemanfaatan Ruang
5. Melestarikan Pengelolaan Lingkungan Melalui Partisipasi Masyarakat
LKj DCKTLH 2016 II-3
2.2.3 Tujuan
Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi,
yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) – 5 (lima) tahun.
Penetapan tujuan dalam Rencana Strategis didasarkan pada potensi dan permasalahan serta isu utama bidang cipta karya, kebersihan, tata ruang dan lingkungan hidup di Kota Banjar.
Adapun rumusan tujuan di dalam Perencanaan Strategis Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar 2014 – 2018 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.2
Tujuan dan Indikator Renstra
TUJUAN INDIKATOR
1. Terwujudnya Profesionalisme Aparatur a. Peningkatan Indeks Kepuasan
Masyarakat
2. Terwujudnya lingkungan permukiman
yang sehat dan terlaksananya
pengembangan infrastruktur yang sesuai
dengan Norma Standar Pedoman
Manual Pengelolaan Perumahan dan Permukiman
a. Peningkatan pembangunan
infrastruktur dan kawasan
3. Terwujudnya peningkatan kapasitas
pelayanan persampahan secara terpadu serta peningkatan kapasitas infrastruktur
persampahan berdasarkan Norma
Standar Pedoman Manual pengelolaan sampah dan Terwujudnya peningkatan
kapasitas pengelolaan pertamanan,
ruang terbuka hijau (RTH) dan
pengelolaan permakaman
a. Peningkatan cakupan penanganan
persampahan
b. Peningkatan cakupan pengelolaan
pertamanan dan permakaman
4. Terwujudnya pengendalian dan
pembinaan penataan ruang,
pembinaan dan pengendalian tata
bangunan dan gedung, serta
pengawasan bangunan dan gedung agar sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan di kawasan perkotaan dan perdesaan berdasarkan Norma Standar Pedoman Manual Penataan Ruang
a. Tersedianya pranata tata ruang kota dan pengendalian pemanfaatan ruang
5. Meningkatkan kualitas lingkungan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat sehingga terciptanya rutinitas bersih lingkungan
a. Kualitas udara, tanah dan air
LKj DCKTLH 2016 II-4
2.2.4 Sasaran
Sasaran adalah penjabaran tujuan secara terukur, yaitu sesuatu yang akan dicapai/ dihasilkan secara nyata oleh Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup dalam jangka waktu tahunan, sampai lima tahun mendatang.
Perumusan sasaran harus memiliki kriteria “SMART”. Analisis SMART digunakan untuk menjabarkan isu yang telah dipilih menjadi sasaran yang lebih jelas dan tegas. Analisis ini juga memberikan pembobotan kriteria, yaitu khusus (spesific), terukur (measurable), dapat dicapai (attainable), nyata (realistic) dan
tepat waktu (time bound).
Sasaran di dalam Rencana Strategis Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar 2014 – 2018 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.3
Sasaran dan Indikator Renstra
SASARAN INDIKATOR
1. Peningkatan Kinerja Aparatur a. Tertib administrasi perkantoran
b. Terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana aparatur
c. Terwujudnya disiplin kerja
d. Pemenuhan sumber daya aparatur yang terlatih e. Penyediaan perencanaan kerja dan pelaporan
kegiatan 2. Penyehatan lingkungan permukiman dan
pengembangan infrastruktur
a. Tersedianya sistem jaringan drainase skala kawasan dan skala kota
b. Peningkatan rumah tangga pengguna air bersih c. Peningkatan rumah tangga bersanitasi
d. Penurunan lingkungan permukiman kumuh e. Penurunan rumah tidak layak huni
f. Tersedianya air baku untuk memenuhi kebutuhan pokok minimal sehari-hari g. Tersedianya Prasarana, sarana dan utilitas
perumahan yang sehat dan aman
h. Tersedianya sistem air limbah setempat yang memadai
i. Tersedianya sistem air limbah skala komunitas/kawasan/ kota
j. Meningkatnya cakupan pelayanan air minum/bersih perpipaan
LKj DCKTLH 2016 II-5
pembangunan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan
l. Tersedianya sarana dan prasarana penunjang wilayah strategis dan cepat tumbuh
m. Meningkatnya pelayanan dan pembinaan jasa konstruksi di Kota Banjar
n. Tersedianya pedoman Harga Standar Bangunan Gedung Negara (HSBGN) di kab/kota
3. Pelayanan dan pengelolaan persampahan beserta peningkatan infrastruktur persampahan
a. Cakupan penanganan sampah
b. Tempat Pembuangan Sampah (TPS) per satuan penduduk
c. Perluasan lahan TPA/TPS 4. Peningkatan pengelolaan taman kota,
Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan penataan permakaman
a. Ruang Terbuka Hijau per satuan luas wilayah ber HPL/HGB
b. Pertamanan kota yang ditangani dengan baik c. Areal pemakaman dalam kondisi terawat d. Dokumen acuan regulasi pengelolaan areal
permakaman
e. Perluasan lahan makam 5. Penataan ruang serta peningkatan
pembinaan dan pengendalian tata bangunan dan gedung
a. Dokumen perencanaan penataan ruang teknis b. Dokumen pengendalian pemanfaatan ruang 6. Peningkatan kualitas lingkungan hidup a. Cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan
amdal, UKL/UPL, SPPL b. Penegakan hukum lingkungan
c. Kerusakan tanah terhadap produksi biomassa d. Pelayanan Pencegahan Pencemaran air e. Tingkat pencemaran lingkungan hidup perkotaan
f. Cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan amdal
g. Tersedianya dokumen perlindungan dan konservasi SDA
h. Cakupan upaya perlindungan dan konservasi sumber daya alam
i. Pelayanan pencegahan pencemaran udara j. laboratorium lingkungan hidup yang terakreditasi Sumber : RPJMD 2014-2018,2014
2.2.5 Strategi dan Kebijakan
Untuk mencapai tujuan dan sasaran di dalam Rencana Strategis (Renstra) diperlukan strategi. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi.
Strategi untuk mencapai visi dan misi Dinas Cipta Karya, Kebersihan, tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar dihasilkan dari posisi Strategis hasil
LKj DCKTLH 2016 II-6
kekuatan atau keunggulan untuk meraih peluang dan tantangan yang ada. Rumusan strategi merupakan pernyataan yang menjelaskan bagaimana sasaran akan dicapai, yang selanjutnya diperjelas dengan serangkaian kebijakan.
Kebijakan diambil sebagai arah dalam menentukan bentuk konfigurasi program kegiatan untuk mencapai tujuan. kebijakan dapat bersifat internal, yaitu kebijakan dalam mengelola pelaksanaan program -program pembangunan maupun bersifat eksternal yaitu kebijakan dalam rangka mengatur, mendorong dan memfasilitasi kegiatan masyarakat.
Dari analisa lingkungan strategis yang telah dilakukan maka dapat strategi Dinas Cipta Karya, Kebersihan, tata Ruang dan Lingkungan Hidup adalah :
1. Sasaran 1 : Peningkatan Kinerja Aparatur
Strategi :
Penguatan sumber daya aparatur
Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini, yaitu :
a) Penerapan sistem pelatihan dan pengembangan SDM aparatur yang sesuai kebutuhan
b) Penerapan sistem penghargaan dan hukuman (reward and punishment)
c) Penyediaan sarana prasarana kerja yang memadai
2. Sasaran 2 : Penyehatan lingkungan permukiman dan
pengembanganinfrastruktur
Strategi :
Efektifitas pembangunan dan pengelolaan drainase
Meningkatkan pembangunan infrastruktur lingkungan permukiman yang
sehat, layak dan memadai
Percepatan pembangunan dan pertumbuhan wilayah-wilayah strategis
dan cepat tumbuh
Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini, yaitu : a) Pembangunan drainase pada daerah rawan banjir
b) Pengelolaan drainase secara berkelanjutan
LKj DCKTLH 2016 II-7
d) Penyediaan sarana air bersih dan pengelolaan air limbah
e) Penataan terhadap lingkungan kumuh dalam penciptaan rumah layak huni f) Penyediaan sarana dan prasarana penunjang wilayah strategis dan cepat
tumbuh
3. Sasaran 3 : Pelayanan dan pengelolaan persampahan beserta
peningkatan infrastruktur persampahan Strategi :
Optimalisasi pengelolaan sampah secara terpadu
Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini, yaitu : a) Penyediaan sarana dan prasarana persampahan
b) Pengembangan dan pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan dalam mengguna ulang, mendaur ulang, dan penanganan akhir sampah
c) Pengembangan kemitraan dan partisipasi masyarakat
4. Sasaran 4 : Peningkatan pengelolaan taman kota, Ruang Terbuka Hijau
(RTH) dan penataan permakaman Strategi :
Optimalisasi pengelolaan, pemeliharaan dan penataan pertamanan, RTH
dan permakaman
Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini, yaitu :
a) Pembangunan dan pengelolaan pertamanan kota yang representatif
b) Penyediaan sarana dan prasarana pertamanan dan permakaman yang memadai
5. Sasaran 5 : Penataan ruang serta peningkatan pembinaan dan
pengendalian tata bangunan dan gedung Strategi :
Optimalisasi perencanaan dan pengendalian pemanfaatan ruang secara
berkelanjutan
Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini, yaitu :
Penyediaan perencanaan tata ruang teknis dan pengendalian pemanfaatan ruang
LKj DCKTLH 2016 II-8
6. Sasaran 6 : Peningkatan kualitas lingkungan hidup
Strategi :
Pengendalian kualitas lingkungan hidup dari pencemaran dan perusakan
serta peningkatan konservasi sumber daya alam
Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini, yaitu :
a) Meningkatkan upaya pengendalian tingkat pencemaran lingkungan hidup b) Penyediaan sarana dan prasarana laboratorium lingkungan hidup
c) Meningkatkan cakupan upaya perlindungan dan konservasi sumber daya alam
2.3 Indikator Kinerja Utama
Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar telah menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) secara berjenjang, sebagai ukuran keberhasilan organisasi dalam mencapai sasaran strategis organisasi.
Indikator Kinerja Utama ditetapkan dengan memilih indikator-indikator kinerja yang ada dalam Renstra Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar tahun 2014-2018 yang memiliki fokus pada perspektif stakeholder, sedangkan yang fokusnya pada peningkatan kapasitas internal organisasi (internal bussines process) tidak dijadikan sebagai Indikator Kinerja Utama. Indikator kinerja utama (IKU) yang akan digunakan untuk periode waktu tahun 2014-2018 sesuai periode Renstra pada tabel berikut ini:
Tabel 2.4
Indikator Kinerja Utama
NO URAIAN SASARAN INDIKATOR KINERJA SATUAN
1. Penyehatan lingkungan
permukiman dan pengembangan infrastruktur
a. Tersedianya sistem jaringan drainase skala kawasan dan skala kota
meter
b. Peningkatan rumah tangga pengguna air bersih
%
c. Peningkatan rumah tangga bersanitasi % d. Penurunan lingkungan permukiman kumuh %
LKj DCKTLH 2016 II-9
e. Penurunan rumah tidak layak huni %
f. Tersedianya air baku untuk memenuhi kebutuhan pokok minimal sehari-hari
% g. Tersedianya Prasarana, sarana dan utilitas
perumahan yang sehat dan aman
m1
h. Tersedianya sistem air limbah setempat yang memadai
%
i. Tersedianya sistem air limbah skala komunitas/kawasan/ kota
unit
j. Meningkatnya Cakupan pelayanan air minum/bersih perpipaan
kk
k. Tersedianya dokumen perencanaan pembangunan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan
dok
l. Tersedianya sarana dan prasarana penunjang wilayah strategis dan cepat tumbuh
paket
m. Meningkatnya pelayanan dan Pembinaan Jasa Kontruksi di Kota Banjar
%
n. Tersedianya pedoman Harga Standar Bangunan Gedung Negara (HSBGN) di kab/kota
%
2. Pelayanan dan pengelolaan persampahan beserta peningkatan infrastruktur persampahan
a. Cakupan penanganan sampah %
b. Tempat Pembuangan Sampah (TPS) per satuan penduduk
m3
c. Perluasan lahan TPA/TPS Ha
3. Peningkatan pengelolaan taman kota, Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan penataan permakaman
a. Ruang terbuka hijau per satuan luas wilayah ber HPL/HGB
%
b. Pertamanan kota yang ditangani dengan baik
Ha
c. Areal pemakaman dalam kondisi terawat lokasi d. Dokumen acuan regulasi pengelolaan areal
permakaman
dok
e. Perluasan lahan makam Ha
4. Penataan ruang serta peningkatan pembinaan dan pengendalian tata bangunan dan gedung
a. Dokumen perencanaan penataan ruang teknis
dok
b. Dokumen pengendalian pemanfaatan ruang
dok
5. Peningkatan kualitas lingkungan hidup
a. Cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan amdal, UKL/UPL, SPPL
%
b. Penegakan hukum lingkungan %
c. Kerusakan tanah terhadap produksi biomassa
% d. Pelayanan Pencegahan Pencemaran air % e. Tingkat pencemaran lingkungan hidup
perkotaan
%
f. Tersedianya dok perlindungan dan konservasi SDA
LKj DCKTLH 2016 II-10
g. Cakupan upaya perlindungan dan konservasi sumber daya alam
lokasi
h. Pelayanan pencegahan pencemaran udara % i. Laboratorium lingkungan hidup yang
terakreditasi
%
Sumber : RPJMD 2014-2018,2014
Adapun indikator kinerja utama beserta formulasinya dapat dilihat per bidang sebagai berikut :
Tabel 2.5
Formulasi Indikator Kinerja Utama Bidang Cipta Karya
Sasaran
Formulasi Uraian Sasaran Indikator Satuan
1. Penyehatan lingkungan permukiman dan pengembangan infrastruktur 1. Tersedianya sistem jaringan drainase skala kawasan dan skala kota
meter Sudah cukup jelas
2. Peningkatan rumah tangga pengguna air
bersih %
Formulasi perhitungan : Jumlah rumah tangga pengguna air bersih
--- x 100 % Jumlah rumah tangga
3. Peningkatan rumah tangga bersanitasi
%
Formulasi perhitungan : Jumlah rumah tangga ber sanitasi
--- x 100 % Jumlah total rumah tangga
4. Penurunan lingkungan
permukiman kumuh %
Formulasi perhitungan : Luas kawasan kumuh
--- x 100 % Luas wilayah
5. Penurunan rumah tidak layak huni
%
Formulasi perhitungan : Jumlah rumah tidak layak huni
--- x 100% Jumlah seluruh rumah di wilayah Pemkot Banjar
6. Tersedianya air baku untuk memenuhi kebutuhan pokok minimal sehari-hari % Indikator SPM 7. Tersedianya Prasarana, sarana dan utilitas perumahan yang sehat dan aman
m1 Sudah cukup jelas 8. Tersedianya sistem
air limbah setempat
yang memadai %
Formulasi perhitungan : Jumlah kumulatif masyarakat yang memiliki akses/terlayani sistem
jaringan dan pengolahan air limbah skala komunitas/kawasan/kota --- x 100 %
Jumlah kumulatif masyarakat di seluruh kabupaten/kota
9. Tersedianya sistem air limbah skala komunitas/kawasan/ kota unit Indikator SPM 10. Meningkatnya Cakupan pelayanan air minum/bersih perpipaan kk Indikator SPM
LKj DCKTLH 2016 II-11 11. Tersedianya dokumen perencanaan pembangunan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan
dok Sudah cukup jelas
12. Tersedianya sarana dan prasarana penunjang wilayah strategis dan cepat tumbuh
paket Sudah cukup jelas
13. Meningkatnya pelayanan dan Pembinaan Jasa Kontruksi di Kota Banjar % Indikator SPM 14. Tersedianya pedoman Harga Standar Bangunan Gedung Negara (HSBGN) di kab/kota % Indikator SPM Sumber : RPJMD 2014-2018,2014 Tabel 2.6
Formulasi Indikator Kinerja Utama Bidang Kebersihan
Sasaran
Formulasi Uraian Sasaran Indikator Satuan
1. Pelayanan dan pengelolaan persampahan beserta peningkatan infrastruktur persampahan 1. Cakupan penanganan sampah % Indikator IKK:
Volume sampah yang ditangani (m3)
--- x 100 % Volume produksi sampah (m3)
2. Tempat Pembuangan Sampah (TPS) per satuan penduduk
m3 Indikator IKK:
Jumlah daya tampung TPS (m3)
--- x 100% Jumlah penduduk
3. Perluasan lahan TPA/TPS
Ha Sudah cukup jelas 2. Peningkatan
pengelolaan taman kota, Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan penataan permakaman
1. Ruang terbuka hijau per satuan luas wilayah ber HPL/HGB
% Formulasi perhitungan : Luas ruang terbuka hijau
--- x 100 % Luas wilayah ber HPL/HGB
2. Pertamanan kota yang ditangani dengan baik
Ha Sudah cukup jelas
3. Areal pemakaman dalam kondisi terawat
lokasi Sudah cukup jelas
4. Dokumen acuan regulasi pengelolaan areal permakaman
dok Sudah cukup jelas
5. Perluasan lahan makam
Ha Sudah cukup jelas Sumber : RPJMD 2014-2018,2014
LKj DCKTLH 2016 II-12
Tabel 2.7
Formulasi Indikator Kinerja Utama Bidang Tata Ruang
Sasaran
Formulasi Uraian Sasaran Indikator Satuan
1. Penataan ruang serta peningkatan pembinaan dan pengendalian tata bangunan dan gedung
1. Dokumen perencanaan penataan ruang teknis
dok Sudah cukup jelas
2. Dokumen pengendalian pemanfaatan ruang
dok Sudah cukup jelas
Sumber : RPJMD 2014-2018,2014
Tabel 2.8
Formulasi Indikator Kinerja Utama Bidang Lingkungan Hidup
Sasaran
Formulasi Uraian Sasaran Indikator Satuan
1. Peningkatan kualitas lingkungan hidup 1. Cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan amdal, UKL/UPL, SPPL % Indikator IKK:
Jumlah usaha yang wajib amdal, UKL/UPL yang telah diawasi
--- x 100 % Jumlah usaha yang wajib amdal, UKL/UPL
2. Penegakan hukum lingkungan
% Indikator IKK:
Jumlah kasus lingkungan yang diselesaikan pemda --- x 100 % Jumlah kasus lingkungan yang ada
3. Kerusakan tanah terhadap produksi biomassa
% Indikator SPM:
Luas lahan yang ditetapkan untuk produksi biomassa --- x 100 % Luas kajian kerusakan yang akan dilaksanakan 4. Pelayanan
Pencegahan Pencemaran air
% Indikator SPM:
Jumlah usaha atau kegiatan yang mentaati persyaratan --- x 100 % Jumlah usaha yang ditargetkan
5. Tingkat pencemaran lingkungan hidup perkotaan
% Parameter yang memenuhi baku mutu
--- x 100 % Parameter standar baku mutu yang dipersyaratkan 6. Tersedianya
dok perlindungan dan konservasi SDA
dok Sudah cukup jelas
7. Cakupan upaya perlindungan dan konservasi sumber daya alam
lokasi Sudah cukup jelas
8. Pelayanan pencegahan pencemaran udara
% Indikator SPM:
Jumlah kegiatan penghasil emisi tidak bergerak yg memenui persyaratan
--- x 100 % Target perusahaan penghasil emisi yg diawasi 9. Laboratorium
lingkungan hidup yang terakreditasi
% Persyaratan yang terpenuhi
--- x 100 % Persyaratan yang diperlukan untuk akreditasi Sumber : RPJMD 2014-2018,2014
LKj DCKTLH 2016 II-13
2.4 Perjanjian Kinerja Tahun 2016
Perjanjian Kinerja merupakan salah satu tahapan dalam Sistem Kinerja Instansi Pemerintah yang termuat dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Perjanjian Kinerja berkaitan dengan pelaporan kinerja dan tata cara reviu instansi pemerintah yang termuat dalam Permenpan No. 53 Tahun 2014 disebutkan bahwa Perjanjian kinerja merupakan lembar/dokumen yang berisikan penugasan dari kepala daerah dalam hal ini Walikota sebagai pemberi amanah kepada
Pimpinan SKPD sebagai penerima amanah untuk melaksanakan
program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Melalui perjanjian ini maka terwujudlah komitmen dan kesepakatan antara W alikota Banjar sebagai pemberi amanah dan Kepala Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar sebagai penerima amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia.
Target Kinerja yang ingin dicapai Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar pada tahun 2016 dengan indikator dan target capaiannya secara rinci dapat dilihat dalam tabel Perjanjian Kinerja Tahun 2016 sebagai berikut :
Tabel 2.9
Perjanjian Kinerja Tahun Anggaran 2016
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
1. Peningkatan Kinerja Aparatur 1) Tersedianya Jasa Surat Menyurat 12 bulan
2) Tersedianya Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrikpengguna air bersih
12 bulan
3) Tersedianya Jasa Jaminan Milik Daerah 100%
4) Tersedianya Alat Tulis Kantor 100%
5) Tersedianya Barang Cetakan dan
Penggandaan
100%
6) Tersedianya Komponen Instalasi
Listrik/Penerangan Bangunan Kantor
100%
7) Tersedianya Peralatan Rumah Tangga 100%
8) Tersedianya Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan
100%
LKj DCKTLH 2016 II-14
10) Terlaksananya Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah
100%
11) Tersedianya Jasa Tenaga Pendukung Administrasi/Teknis Perkantoran
318 orang
12) Tersedianya Jasa Iklan/Publikasi 100%
13) Tersedianya Jasa Pengamanan Kantor 5 orang 14) Tersedianya Peralatan Kebersihan Kantor 100%
15) Terpeliharanya Gedung Kantor 100%
16) Terpeliharanya Kendaraan Dinas/Operasional 100% 17) Terpeliharanya Peralatan dan Perlengkapan
Kantor
100%
18) Tersedianya Peralatan dan Perlengkapan Kantor
100%
19) Tesedianya Kendaraan Dinas/Operasional - unit 20) Tersedianya Pakaian Dinas Beserta
Perlengkapannya
69 set 21) Tersedianya Pakaian Khusus Hari-hari Tertentu 69 set 22) Terlaksananya Bimbingan Teknis dan Pelatihan
Aparatur
100%
23) Tersusunnya Dokumen Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
5 dok 24) Terlaksananya Monitoring, Evaluasi dan
Tersusunnya Dokumen Laporan Fisik Keuangan
12 dok
25) Tersusunnya Dokumen Rencana Kerja Anggaran (PRA RKA, RKA)
2 dok
26) Tersusunnya Dokumen Pelaporan Keuangan Semesteran dan Aset Daerah
2 dok 27) Tersusunnya Dokumen Pelaporan Keuangan
Akhir Tahun dan Aset Daerah
2 dok
2. Penyehatan lingkungan
permukiman dan pengembangan infrastruktur
28) Tersedianya sistem jaringan drainase skala kawasan dan skala kota
5000 meter
29) Peningkatan rumah tangga pengguna air bersih 87,26% 30) Peningkatan rumah tangga bersanitasi 73,24% 31) Penurunan lingkungan permukiman kumuh 0,6%
32) Penurunan rumah tidak layak huni 5,5%
33) Tersedianya prasarana, sarana dan utilitas perumahan yang sehat dan aman
6000 meter
34) Tersedianya sistem air limbah setempat yang memadai
72,22%
35) Tersedianya sistem air limbah skala komunitas/kawasan/kota
10 unit
36) nya cakupan pelayanan air minum/bersih perpipaan
19.417 kk 37) Tersedianya dokumen perencanaan
pembangunan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan
LKj DCKTLH 2016 II-15
38) Tersedianya sarana dan prasarana penunjang wilayah strategis dan cepat tumbuh
4 paket
39) Meningkatnya pelayanan dan pembinaan jasa kontruksi di Kota Banjar
100%
3. Penyehatan lingkungan
permukiman dan pengembangan infrastruktur
40) Cakupan penanganan sampah 15%
41) Tempat Pembuangan Sampah (TPS) per satuan penduduk
0.57 M3
42) Perluasan lahan TPA/TPS 2 Ha
4. Peningkatan pengelolaan taman kota, Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan penataan permakaman
43) Ruang terbuka hijau per satuan luas wilayah ber HPL/HGB
19%
44) Pertamanan kota yang ditangani dengan baik 8.35 Ha 45) Areal pemakaman dalam kondisi terawat 3 lokasi 5. Penataan ruang serta peningkatan
pembinaan dan pengendalian tata bangunan dan gedung
46) Dokumen perencanaan penataan ruang teknis 6 dok 47) Dokumen pengendalian pemanfaatan ruang 3 dok
6. Peningkatan kualitas lingkungan hidup
48) Pelayanan pencegahan pencemaran air 80%
49) Tingkat pencemaran lingkungan hidup perkotaan
24% 50) Tersedianya dok perlindungan dan konservasi
SDA
1 dok 51) Cakupan upaya perlindungan dan konservasi
sumber daya alam
1 lokasi
52) Laboratorium lingkungan hidup yang terakreditasi
20%
Sumber : Perjanjian Kinerja DCKTLH,2016
Rincian pagu anggaran untuk mendukung pelaksanaan Program/Kegiatan pada perjanjian kinerja dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 2.10
Pagu Anggaran Program/Kegiatan Pendukung Indikator Kinerja Tahun Anggaran 2016
NO PROGRAM PAGU ANGGARAN INDIKATOR KINERJA
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Rp. 3.114.000.000,00 a. Terlaksananya pengadministrasian kantor
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Rp. 35.589.220.000,00 a. Terpenuhinya Kebutuhan Sarana dan Prasarana Aparatur 3. Program Peningkatan Disiplin
Aparatur
Rp. 100.000.000,00 a. Terwujudnya Disiplin Kerja
4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Rp. 30.000.000,00 a. Terpenuhinya Bimbingan Teknis dan Pelatihan Aparatur
5. Program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan
Rp. 140.000.000,00 a. Terpenuhinya Rencana Kerja dan Pelaporan Kegiatan
LKj DCKTLH 2016 II-16
Keuangan
6. Program Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-gorong
Rp. 32.948.520.000,00 a. Tersedianya sistem jaringan drainase skala kawasan dan skala kota 7. Program Lingkungan Perumahan
Sehat
Rp. 3.531.928.000,00 a. Peningkatan rumah tangga pengguna air bersih b. Peningkatan rumah tangga
bersanitasi
c. Penurunan lingkungan permukiman kumuh
d. Penurunan rumah tidak layak huni
e. Tersedianya air baku untuk
memenuhi kebutuhan pokok minimal sehari-hari
f. Tersedianya Prasarana, sarana dan utilitas perumahan yang sehat dan aman
8. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah
Rp. 9.759.659.400,00 a. Tersedianya sistem air limbah setempat yang memadai
b. Tersedianya ystem air limbah skala komunitas/kawasan/ kota
c. Meningkatnya Cakupan pelayanan air minum/bersih perpipaan 4. Program Pengembangan
Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh
Rp. 44.170.000.000,00 a. Tersedianya dokumen perencanaan pembangunan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan b. Tersedianya sarana dan prasarana
penunjang wilayah strategis dan cepat tumbuh
c. Meningkatnya pelayanan dan pembinaan jasa konstruksi di Kota Banjar
5. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan
Rp. 1.529.470.000,00 a. Cakupan penanganan sampah b. Tempat Pembuangan Sampah (TPS)
per satuan penduduk 6. Program Pengelolaan Ruang
Terbuka Hijau (RTH)
Rp. 10.830.000.000,00 a. Ruang terbuka hijau per satuan luas wilayah ber HPL/HGB
b. Pertamanan kota yang ditangani dengan baik
7. Program Pengelolaan Areal Pemakaman
Rp. 135.000.000,00 a. Areal pemakaman dalam kondisi terawat
b. Dokumen acuan regulasi pengelolaan areal permakaman 8. Program Penataan Penguasaan,
Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah
Rp. 5.468.000.000,00 a. Perluasan lahan TPA/TPS b. Perluasan lahan makam b. Pertamanan kota yang ditangani
dengan baik 9. Program Perencanaan Tata
Ruang
Rp. 150.000.000,00 a. Dokumen perencanaan penataan ruang teknis
LKj DCKTLH 2016 II-17 10. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang Rp. 175.000.000,00 a. Dokumen pengendalian pemanfaatan ruang 11. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup
Rp.1.730.846.000,00 a. Cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan amdal, UKL/UPL, SPPL b. Penegakan hukum lingkungan c. Kerusakan tanah terhadap produksi
biomassa
d. Pelayanan Pencegahan Pencemaran air
e. Tingkat pencemaran lingkungan hidup perkotaan
12. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam
Rp. 421.021.136,00 a. Tersedianya dok perlindungan dan konservasi SDA
b. Cakupan upaya perlindungan dan konservasi sumber daya alam 14. Program Peningkatan
Pengendalian Polusi
Rp. 140.000.000,00 a. Pelayanan pencegahan pencemaran udara
b. Laboratorium lingkungan hidup yang terakreditasi
LKj DCKTLH 2016 III-1
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak -pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah. Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar selaku pengemban amanah masyarakat melaksanakan kewajiban melalui penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja DCKTLH Kota Banjar yang dibuat sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan tersebut memberikan gambaran penilaian tingkat pecapaian target masing-masing indikator sasaran srategis yang ditetapkan dalam dokumen Renstra Tahun 2014-2018 dan Rencana Kerja Tahun 2015. Berdasarkan ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang ditetapkan untuk mewujudkan visi dan misi DCKTLH.
Capaian indikator kinerja utama (IKU) diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis. Cara penyimpulan hasil pengukuran kinerja pencapaian sasaran strategis dilakukan dengan membuat capaian rata-rata atas capaian indikator kinerja sasaran. Predikat nilai capaian kinerjanya dikelompokan sebagai berikut :
LKj DCKTLH 2016 III-2
Tabel 3.1
Predikat Nilai Capaian Kinerja
No Capaian Kinerja Interpretasi
1. > 100 % Melebihi/Melampaui Target
2. = 100 % Sesuai Target
3. < 100 % Tidak Mencapai target
Sumber : Pengelompokan predikat Capaian Kinerja DCKTLH,2016 3.1 Capaian Kinerja Organisasi
Proses pengukuran kinerja didahului dengan penetapan Indikator Kinerja kegiatan yaitu ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan. Indikator-indikator tersebut secara langung atau tidak langsung dapat mengindikasi sejauh mana keberhasilan pencapaian sasaran.
Pengukuran Kinerja dapat diartikan sebagai parameter yang
mempengaruhi variabel dalam pengukuran kinerja. Variabel yang akan diukur adalah capaian indikator kinerja dengan parameter yang telah ditetapkan yaitu target dan realisasi. Dari perbandingan antara target dan realisasi akan diketahui proporsi capaian pencapaian kinerja dalam bentuk prosentase.
Evaluasi bertujuan agar diketahui pencapaian realisasi, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam rangka pencapaian misi, agar dapat dinilai dan dipelajari guna perbaikan pelaksanaan program/kegiatan di masa yang akan datang. Selain itu, dalam evaluasi kinerja dilakukan pula analisis efisiensi dengan cara membandingkan antara output dengan input baik untuk rencana maupun realisasi. Analisis ini menggambarkan tingkat efisiensi yang dilakukan oleh instansi dengan memberikan data nilai output per unit yang dihasilkan oleh suatu input tertentu.
Selanjutnya dilakukan pula pengukuran/penentuan tingkat efektivitas yang menggambarkan tingkat kesesuaian antara tujuan dengan hasil, manfaat atau dampak. Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap setiap perbedaan
LKj DCKTLH 2016 III-3
kinerja (performance gap) yang terjadi, baik terhadap penyebab terjadinya gap maupun strategi pemecahan masalah yang telah dan akan dilaksanakan.
Sebagaimana telah dibahas pada bab sebelumnya bahwa didalam Rencana Strategis Tahun 2014-2018 Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar telah melaksanakan berbagai kegiatan strategis. Seluruh kegiatan tersebut direncanakan sebagai bagian dari Penetapan Kinerja Tahun 2016 untuk mencapai 6 (enam) sasaran yang telah ditetapkan.
Pembahasan lebih lanjut mengenai pencapaian kinerja Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar akan
dibahas pada sub bab selanjutnya.
3.2 Evaluasi Pencapaian Kinerja Tahun Berjalan beserta Pencapaian
Tahun-tahun Sebelumnya Terhadap Target RPJMD
Adapun analisis Pencapaian Kinerja terhadap Target Tahun 2016 sesuai pengelompokan sasaran yang telah dilaksanakan di Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kota Banjar dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini :
LKj DCKTLH 2016 III-4 SASARAN 2
Penyehatan lingkungan permukiman dan pengembangan infrastruktur
Tabel 3.2
Pencapaian Kinerja Sasaran 2 Tahun 2016
No Indikator Sasaran 2 Satuan
Target Renstra Pencapa ian Target s.d Akhir Renstra (2018)
Realisasi dan Capaian Terhadap Target Realisasi Kumulatif s.d tahun 2016 Terhadap Target Akhir Renstra (RPJMD) Realisasi Kumulatif s.d tahun 2016 Terhadap Target Akhir Renstra (RPJMD) (%) 2014 2015 2016 2017 2018 2014 Capaian Terhadap Target 2014 (%) 2015 Capaian Terhadap Target 2015 (%) 2016 Capaian Terhadap Target 2016 (%) 1. Tersedianya sistem jaringan drainase skala kawasan dan skala kota M 8.600 5.000 5.000 5.000 5.000 28.600 13.353 155,26 10.979,75 219,59 26.101,1 522,02 50.433,85 176,34 2. Peningkatan rumah tangga pengguna air bersih % 86,68 87,01 87,26 87,45 87,57 87,57 82,19 94,82 82,14 94,40 77,84 89,20 77,84 88,8 3. Peningkatan rumah tangga bersanitasi % 72,64 72,72 73,24 73,65 74,45 74,45 72,29 99,51 72,80 100,11 69,83 95,35 69,83 93,79 4. Penurunan lingkungan permukiman kumuh % 0,64 0,62 0,60 0,58 0,56 0,56 0,64 25,74 1,142 28,43 1,11 14,41 1,11 196,42 5. Penurunan rumah
tidak layak huni % 7,30 6,40 5,50 4,70 3,80 3,80 6,89 17,57 6,63 32,81 4,95 109,96 4,95 130,26
6. Tersedianya air baku untuk memenuhi kebutuhan pokok minimal sehari-hari % 67,50 75,00 77,00 79,00 80,00 80,00 75,88 112,41 73,66 97,38 78,81 102,35 78,81 98,51 7. Tersedianya Prasarana, sarana dan utilitas perumahan yang sehat dan aman
LKj DCKTLH 2016 III-5
8. Tersedianya sistem air limbah setempat yang memadai
% 71,79 72,00 72,22 72,43 72,64 72,64 72,15 100 72,00 0 71,3 98,77 71,33 98,19
9. Tersedianya sistem air limbah skala komunitas/kawasa n/ kota Unit 0 10 10 10 10 40 0 0 0 40 15 75 19 47,50 10. Meningkatnya Cakupan pelayanan air minum/bersih perpipaan KK 17.417 18.417 19.417 20.417 21.417 21.417 17.417 100 17.561 0 34.710 178,76 34.710 162.02 11. Tersedianya dokumen perencanaan pembangunan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan Dok 5 4 5 4 5 23 8 160 17 425 0 0 25 108,69 12. Tersedianya sarana dan prasarana penunjang wilayah strategis dan cepat tumbuh Paket 2 4 4 5 4 19 4 200 67 1.675 4 100 75 394,73 13. Meningkatnya pelayanan dan Pembinaan Jasa Konstruksi di Kota Banjar % 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 14. Tersedianya pedoman Harga Standar Bangunan Gedung Negara (HSBGN) di kab/kota % 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
LKj DCKTLH 2016 III-6
Pada SasaranPenyehatan lingkungan permukiman dan pengembangan
infrastruktur (Sasaran 2) terdapat 14 (empat belas) indikator.
Penjelasan Capaian masing-masing Indikator adalah sebagai berikut : - Indikator 1
Tersedianya sistem jaringan drainase skala kawasan dan skala kota tahun 2016 sepanjang 26.101,1 m.
Capaian pada indikator ini melebihi target Renstra tahun 2016 dan jika dibandingkan dengan target akhir Renstra indikator ini juga sudah melebihi target akhir RPJMD sehingga dianggap perlu untuk dikaji ulang target pencapaian pada RPJMD.
- Indikator 2
Angka Tersedianya rumah tangga pengguna air bersih diperoleh dari perhitungan :
Tingkat capaian indikator sasaran jumlah rumah tangga pengguna air bersih di Kota Banjar pada tahun 2016 adalah 89,20%. Realisasinya sebesar 77,84% tidak mencapai target yang direncanakan sebesar 87,26%. Pada tahun ini rumah tangga pengguna air bersih berjumlah 52.127 rumah sedangkan jumlah rumah tangga yang ada di Kota Banjar 66.970 rumah hingga mencapai 77,84 %.
- Indikator 3
LKj DCKTLH 2016 III-7
Tingkat capaian indikator sasaran cakupan realisasi rumah tangga bersanitasi adalah 69,83%. Realisasinya sebesar 95,35% tidak mencapai target yang telah direncanakan sebesar 73,24%. Pencapaian ini ditunjukan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya rumah tinggal berakses sanitasi dasar (mempunyai fasilitas pembuangan air besar/tinja), sesuai data dari instansi terkait jumlah rumah tangga bersanitasi tahun ini sebanyak 46.768 rumah dari jumlah total rumah tangga 66.970 rumah sehingga realisasinya 69,83%.
- Indikator 4
Angka Luas Kawasan Kumuh diperoleh dari perhitungan :
Tingkat capaian indikator sasaran luas kawasan kumuh pada tahun 2016 adalah 14,41%. Realisasinya sebesar 1,11% belum mencapai target yang direncanakan sebesar 0,60%. Luas kawasan kumuh sebesar: 146,95 ha dan luas wilayah Kota Banjar sebesar 13.197 ha. Upaya Pemerintah Kota Banjar dalam beberapa tahun terakhir meningkatkan kualitas dan mutu atau faktor yang menjadi penilaian rumah layak huni dapat dikatakan berhasil. Beberapa upaya yang telah dilaksanakan adalah peningkatan rumah tinggal berakses sanitasi sekurang-kurangnya mempunyai akses untuk memperoleh layanan sanitasi, yaitu: 1) Fasilitas air bersih, 2) Pembuangan air besar/tinja, 3) Pembuangan air limbah (air bekas) dan 4) pembuangan sampah.
- Indikator 5
LKj DCKTLH 2016 III-8
Tingkat capaian indikator sasaran rumah tidak layak huni pada tahun 2016 adalah 109,96%. Realisasinya sebesar 4,95% mencapai target yang direncanakan sebesar 5,50%. Sesuai data dari instansi terkait, bahwa jumlah rumah di Kota Banjar tahun 2016 sebanyak 57,001 rumah dengan kategori rumah layak huni sebanyak 54.179 rumah sehingga jumlah rumah tidak layak huni adalah 2.823 rumah. Pencapaian kinerja ini telah ditanggulangi dengan program dan kegiatan pada instansi terkait perumahan permukiman maupun sosial. Namun pada pelaksanaannya tidak bisa optimal karena ada ketentuan persayaratan yang berlaku.
- Indikator 6
Tersedianya air baku untuk memenuhi kebutuhan pokok minimal sehari-hari tahun 2016 sebesar 78,81 % merupakan perbandingan jumlah masyarakat yang terlayani sebanyak 156.381 jiwa dan jumlah masyarakat kota Banjar sebanyak 198.429 jiwa.
Capaian indikator ini melebihi target tahun 2016 namun jika dibandingkan dengan target akhir Renstra indikator ini belum memenuhi target akhir RPJMD sehingga perlu diprioritaskan program/kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mendukung indikator ini.
- Indikator 7
Tersedianya Prasarana, sarana dan utilitas perumahan yang sehat dan aman sepanjang 3.276,80 m.
Capaian indikator ini melebihi target tahun 2016 namun jika dibandingkan dengan target akhir Renstra indikator ini belum melebihi target akhir RPJMD sehingga perlu memprioritaskan program/kegiatan yang akan
LKj DCKTLH 2016 III-9
dilaksanakan untuk mendukung indikator sehingga pencapaian akhir renstra tercapai.
- Indikator 8
Angka Tersedianya sistem air limbah setempat diperoleh dari perhitungan :
Tingkat capaian indikator sasaran tersedianya sistem air limbah setempat yang memadai pada tahun 2016 adalah 98,77%. Realisasinya sebesar 71,33% tidak mencapai target yang direncanakan sebesar 72,22%. Pencapaian ini ditunjukan dengan jumlah sistem air limbah setempat yang memadai sebanyak unit dan tersedianya sistem air limbah setempat yang memadai yang seharusnya ada di Kota Banjar sebanyak unit.
- Indikator 9
Angka Tersedianya sistem air limbah skala komunitas/kota diperoleh dari perhitungan :
Tingkat capaian indikator sasaran tersedianya sistem air limbah skala komunitas/kota pada tahun 2016 adalah 75%. Realisasinya sebesar 15 unit mencapai target yang direncanakan sebesar 20 unit. Pencapaian ini ditunjukan dengan jumlah sistem air limbah skala komunitas/kota sebanyak unit dan jumlah sistem air limbah skala komunitas/kota
- Indikator 10
Meningkatnya Cakupan pelayanan air minum/bersih perpipaan tahun 2016 sebanyak 34.710 KK.
LKj DCKTLH 2016 III-10
Capaian indikator ini sudah melebihi target tahun 2016 dan jika dibandingkan dengan target akhir Renstra indikator ini juga sudah melebihi target akhir RPJMD sehingga perlu dikaji kembali target pencapaian tahun 2017 dan 2018 pada RPJMD.
- Indikator 11
Tersedianya dokumen perencanaan pembangunan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan tahun 2016 tidak ada program/kegiatan yang mendukung indikator ini.
- Indikator 12
Tersedianya sarana dan prasarana penunjang wilayah strategis dan cepat tumbuh sebanyak 4 paket yaitu Pembangunan Banjar Convention Hall, Pembangunan Pasar Muktisari, Pembuatan Tugu Batas Kota Waringinsari dan Pembuatan Tugu Adipura.
Capaian indikator ini memenuhi target tahun 2016 namun jika dibandingkan dengan target akhir Renstra indikator sudah melebihi target akhir RPJMD sehingga perlu dikaji kembali target pencapaian tahun 2017 dan 2018 pada RPJMD.
- Indikator 13
Meningkatnya pelayanan dan Pembinaan Jasa Konstruksi di Kota Banjar tahun 2016 sebesar 100%. Capaian indikator ini memenuhi target 2016 dan memenuhi target akhir Renstra.
- Indikator 14
Tersedianya pedoman Harga Standar Bangunan Gedung Negara (HSBGN) di kab/kota sebesar 100%. Capaian indikator ini memenuhi target 2016 dan memenuhi target akhir Renstra.
LKj DCKTLH 2016 III-11 SASARAN 3
Pelayanan dan pengelolaan persampahan beserta peningkatan infrastruktur persampahan
Tabel 3.3
Pencapaian Kinerja Sasaran 3 Tahun 2016
No Indikator Sasaran 3 Satuan Target Renstra Pencapaian Target s.d Akhir Renstra (2018)
Realisasi dan Capaian Terhadap Target Realisasi Kumulatif s.d tahun 2016 Terhadap Target Akhir Renstra (RPJMD) Realisasi Kumulatif s.d tahun 2016 Terhadap Target Akhir Renstra (RPJMD) (%) 2014 2015 2016 2017 2018 2014 Capaian Terhadap Target 2014 (%) 2015 Capaian Terhadap Target 2015 (%) 2016 Capaian Terhadap Target 2016 (%) 1. Cakupan penanganan sampah % 13 14 15 16 17 17 27,54 100 24,41 174,35 30,24 201,6% 30,24 178 2. Tempat Pembuangan Sampah (TPS) per satuan penduduk M3 0,57 0,57 0,57 0,57 0,57 0,57 0,57 100 0,57 100 2,18 382,46 2,18 382,46 3. Perluasan lahan TPA/TPS Ha 3,5 2 2 2 2 11,5 0 0 0 0 4,47 223,5 4,47 38,87