- Peraturan ini terdiri dari II Pasal dan 2 Perubahan. CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 11 Januari 2014.

108  Download (0)

Teks penuh

(1)

PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATU BARA – KEGIATAN USAHA - PERUBAHAN 2014

PP NO. 1 TAHUN 2014, LN 2014/No. 1, TLN NO. 5489, LL SETNEG : 7 HLM.

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATU BARA

ABSTRAK : - Bahwa dalam rangka meningkatkan manfaat mineral bagi rakyat dan untuk kepentingan pembangunan daerah, maka perlu peningkatan nilai tambah mineral melalui kegiatan pengolahan dan pemurnian sumber daya mineral di dalam negeri. Atas pertimbangan tersebut, dipandang perlu untuk menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Perubahan Kedua atas Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral Dan Batu Bara.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009, Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang Perubahan atas Peraturan pemerintah

Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral Dan Batu Bara.

- Peraturan ini terdiri dari II Pasal dan 2 Perubahan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 11 Januari 2014.

- Ketentuan Pasal 112 diubah.

(2)

NUKLIR – INSTALASI DAN BAHAN – PERIZINAN DAN PEMANFAATAN 2014

PP NO. 2 TAHUN 2014, LN 2014/No. 8, TLN NO. 5496/ LL SETNEG : 142 HLM.

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERIZINAN INSTALASI NUKLIR DAN PEMANFAATAN BAHAN NUKLIR

ABSTRAK : - Pembangunan, pengoperasian, dan dekomisioning instalasi nuklir serta pemanfaatan bahan nuklir diperlukan persyaratan dan tata cara perizinan yang lebih ketat, transparan, jelas, tegas, dan adil dengan mempertimbangkan keselamatan serta keamanan instalasi nuklir dan bahan nuklir, untuk menjamin keselamatan pekerja, anggota masyarakat, dan perlindungan terhadap lingkungan hidup. Dengan adanya pengaturan perizinan instalasi nuklir dan pemanfaatan bahan nuklir akan memberikan kepastian dalam pengusahaan pemanfaatan tenaga nuklir yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Selain itu, untuk melaksanakan ketentuan Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Perizinan Instalasi Nuklir dan Pemanfaatan Bahan Nuklir.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang:

a. Ketentuan umum; b. Perizinan Reaktor Nuklir;

c. Perizinan Instalasi Nuklir Nonreaktor; d. Perizinan Pemanfaatan Bahan Nuklir; e. Inspeksi;

f. Sanksi Administratif; g. Ketentuan Peralihan; dan h. Ketentuan Penutup

- Peraturan ini terdiri dari VIII Bab dan 134 Pasal

(3)

- Setiap izin Pembangunan, Pengoperasian, dan Dekomisioning Instalasi Nuklir serta

izin pemanfaatan Bahan Nuklir yang diterbitkan sebelum Peraturan Pemerintah ini ditetapkan, dinyatakan tetap berlaku hingga jangka waktunya berakhir.

- Pada saat Peraturan Pemerintah ini berlaku Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun

2006 tentang Perizinan Reaktor Nuklir dan ketentuan mengenai perizinan pemanfaatan Bahan Nuklir dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2008 tentang Perizinan Pemanfaatan Sumber Radiasi Pengion dan Bahan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

(4)

KETRANSMIGRASIAN 2014

PP NO. 3 TAHUN 2014, LN 2014/No. 9, TLN NO. 5497, LL SETNEG : 153 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 29 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN

ABSTRAK : - Pembangunan, pengoperasian, dan dekomisioning instalasi nuklir serta pemanfaatan bahan nuklir diperlukan persyaratan dan tata cara perizinan yang lebih ketat, transparan, jelas, tegas, dan adil dengan mempertimbangkan keselamatan serta keamanan instalasi nuklir dan bahan nuklir, untuk menjamin keselamatan pekerja, anggota masyarakat, dan perlindungan terhadap lingkungan hidup. Dengan adanya pengaturan perizinan instalasi nuklir dan pemanfaatan bahan nuklir akan memberikan kepastian dalam pengusahaan pemanfaatan tenaga nuklir yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Selain itu, untuk melaksanakan ketentuan Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Perizinan Instalasi Nuklir dan Pemanfaatan Bahan Nuklir.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang:

a. Ketentuan umum; b. Kawasan Transmigrasi;

c. Penyediaan tanah dan pelayanan Pertanahan; d. Perencanaan Kawasan Transmigrasi;

e. Pembangunan Kawasan Transmigrasi;

f. Pengembangan masyarakat Transmigrasi dan Kawasan Trasmigrasi; g. Jenis Transmigrasi dan Pola Usaha Pokok;

h. Pelaksanaan Pemberian Bantuan Oleh Badan Usaha Kepada Transmigran; i. Peran Serta Masyarakat;

(5)

k. Sanksi Andministratif; l. Ketentuan Peralihan; dan m. Ketentuan Penutup

- Peraturan ini terdiri dari XIII Bab, 148 Pasal dan Penjelasan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 16 Januari 2014.

- Pembangunan dan pengembangan Kawasan Transmigrasi yang dilaksanakan

berdasarkan perencanaan sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah ini tetap dilanjutkan sampai dengan terbentuknya Kawasan Transmigrasi menjadi satu kesatuan sistem pengembangan sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah ini. - Mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1999.

(6)

PENDIDIKAN DAN PERGURUAN TINGGI – PENYELENGGARAAN DAN PENGELOLAAN 2014

PP NO. 4 TAHUN 2014, LN 2014/No. 16, TLN NO. 5500, LL SETNEG : 37 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI

ABSTRAK : - Dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 7 ayat (5), Pasal 24 ayat (6), Pasal 25 ayat (6), Pasal 26 ayat (8), Pasal 43 ayat (4), Pasal 60 ayat (7), Pasal 68 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, dipandang perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang:

a. Ketentuan umum;

b. Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi; c. Pengelolaan Perguruan Tinggi; dan d. Ketentuan Penutup

- Peraturan ini terdiri dari IV Bab, 37 Pasal dan Penjelasan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 30 Januari 2014.

- Mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan

Penyelenggaraan Pendidikan.

- Menetapkan peraturan pelaksana dari peraturan pemerintah ini paling lama 2 (dua)

(7)

PORNOGRAFI – SYARAT, IZIN PEMBUATAN, PENYEBARLUASAN DAN PENGGUNAAN 2014

PP NO. 5 TAHUN 2014, LN 2014/No. 17, TLN NO. 5501, LL SETNEG : 24 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG SYARAT DAN TATA CARA PERIZINAN PEMBUATAN, PENYEBARLUASAN, DAN PENGGUNAAN PRODUK PORNOGRAFI

ABSTRAK : - Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dipandang perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Syarat dan Tata Cara Perizinan Pembuatan, Penyebarluasan, dan Penggunaan Produk Pornografi.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang:

a. Ketentuan umum;

b. Syarat Pembuatan, Penyebarluasan, dan Penggunaan Produk Pornografi untuk Tujuan dan Kepentingan Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan;

c. Syarat Pembuatan, Penyebarluasan, dan Penggunaan Produk Pornografi yang Harus Dilakukan di Tempat dan dengan Cara Khusus;

d. Tata Cara Perizinan Pembuatan, Penyebarluasan, dan Penggunaan Produk Pornografi;

e. Pengawasan; f. Sanksi Administratif; g. Ketentuan Peralihan; dan h. Ketentuan Penutup

- Peraturan ini terdiri dari VIII Bab, 29 Pasal dan Penjelasan..

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 4 Februari 2014.

- Menetapkan peraturan pelaksana dari peraturan pemerintah ini paling lama 1 (satu)

(8)

PENYERTAAN MODAL – PENAMBAHAN 2014

PP NO. 6 TAHUN 2014, LN 2014/No. 28, LL SETNEG : 7 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA KE DALAM MODAL SAHAM PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT ASDP INDONESIA FERRY

ABSTRAK : - Untuk memperbaiki struktur permodalan Perusahaan Perseroan (Persero) PT ASDP Indonesia Ferry, perlu untuk dilakukan penambahan penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT ASDP Indonesia Ferry yang berasal dari pengalihan Barang Milik Negara pada Kementerian Perhubungan yang pengadaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2005, 2006, 2007, 2008, 2009, 2010, dan 2011.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2012, dan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara

Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT ASDP INDONESIA FERRY.

- Peraturan ini terdiri dari 3 Pasal.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 12 Februari 2014.

- penambahan penyertaan modal sebesar Rp308.571.680.909,00 (tiga ratus delapan

miliar lima ratus tujuh puluh satu juta enam ratus delapan puluh ribu sembilan ratus sembilan rupiah).

- Penambahan penyertaan modal Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berasal

dari pengalihan Barang Milik Negara pada Kementerian Perhubungan yang pengadaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2005, 2006, 2007, 2008, 2009, 2010, dan 2011.

(9)

PENYERTAAN MODAL – PENAMBAHAN 2014

PP NO. 7 TAHUN 2014, LN 2014/No. 29, LL SETNEG : 4 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA KE DALAM MODAL PERUSAHAAN UMUM (PERUM) DAMRI

ABSTRAK : - Untuk memperbaiki struktur permodalan Perusahaan Umum (Perum) DAMRI, perlu untuk dilakukan penambahan penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan Umum (Perum) DAMRI yang berasal dari pengalihan Barang Milik Negara pada Kementerian Perhubungan yang pengadaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2010 dan 2011.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2012, dan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara

Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Umum (Perum) DAMRI.

- Peraturan ini terdiri dari 3 Pasal.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 12 Februari 2014.

- penambahan penyertaan modal sebesar Rp31.844.050.000,00 (tiga puluh satu miliar

(10)

PENYERTAAN MODAL – PENAMBAHAN 2014

PP NO. 8 TAHUN 2014, LN 2014/No. 30, LL SETNEG : 8 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA KE DALAM MODAL PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT ANGKASA PURA I

ABSTRAK : - Untuk memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha Perusahaan Perseroan (Persero) PT Angkasa Pura I, perlu melakukan penambahan penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Angkasa Pura I yang berasal dari pengalihan Barang Milik Negara pada Kementerian Perhubungan yang pengadaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1991/1992, 1992/1993, 1994/1995, 1997/1998, 1998/1999, 2000, 2002, 2004, 2005, 2006, 2007, 2008, 2009, 2010 dan 2011.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2012, dan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara

Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Angkasa Pura I.

- Peraturan ini trdiri dari 3 Pasal.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 12 Februari 2014.

- penambahan penyertaan modal sebesar Rp2.926.166.059.117,86 (dua triliun sembilan

ratus dua puluh enam miliar seratus enam puluh enam juta lima puluh sembilan ribu seratus tujuh belas rupiah koma delapan puluh enam sen).

(11)

GEOSPASIAL - INFORMASI 2014

PP NO. 9 TAHUN 2014, LN 2014/No. 31, TLN NO. 5502, LL SETNEG : 54 HLM PERATURAN PEMERINTAH TENTANG INFORMASI GEOSPASIAL

ABSTRAK : - Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 17 ayat (5), Pasal 28 ayat (3), Pasal 31 ayat (3), Pasal 39 ayat (3), Pasal 53 ayat (3), Pasal 57 ayat (5), dan Pasal 63 ayat (3) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial serta dalam rangka mengoptimalkan implementasi Undang-Undang tersebut secara komprehensif, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang:

a. Ketentuan umum;

b. Penyelenggaraan informasi geospasial; c. Pelaksana di bidang informasi geospasial;

d. Penyelenggaraan dan pemuktahiran informasi geospasial; e. Pembinaan informasi geospasial;

f. Sanksi Administratif;dan g. Ketentuan Penutup

- Peraturan ini terdiri dari VII Bab dan 126 Pasal

(12)

PENJAMINAN RESI GUDANG - LEMBAGA PELAKSANA – TATA CARA PENETAPAN 2014

PP NO. 10 TAHUN 2014, LN 2014/No. 32, TLN No.5503 LL SETNEG : 6 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TATA CARA PENETAPAN LEMBAGA PELAKSANA PENJAMINAN RESI GUDANG

ABSTRAK : - Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 44A ayat 3 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2006 tentang Sistem Jaminan Resi Gudang sebagaimana diubah dengan undang-Undang nomor 9 Tahun 2011 tentang Perubahan atas undang-Undang-undang-Undang Nomor 9 Tahun 2006 tentang Sistem Jaminan Resi Gudang dipandang perlu menetapkan Pereaturan Pemerintah tentang persyaratan dan tata cara penetapan penetapan lembaga pelaksana penjaminan resi gudang.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 5 ayat (2), dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2011.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang persyaratan dan tata cara penetapan

penetapan lembaga pelaksana penjaminan resi gudang.

- Peraturan ini terdiri dari 6 Pasal.

(13)

OTORITAS JASA KEUANGAN - PUNGUTAN 2014

PP NO. 11 TAHUN 2014, LN 2014/No. 33, TLN NO. 5504, LL SETNEG : 27 HLM PERATURAN PEMERINTAH TENTANG INFORMASI GEOSPASIAL

ABSTRAK : - Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 17 ayat (5), Pasal 28 ayat (3), Pasal 31 ayat (3), Pasal 39 ayat (3), Pasal 53 ayat (3), Pasal 57 ayat (5), dan Pasal 63 ayat (3) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial serta dalam rangka mengoptimalkan implementasi Undang-Undang tersebut secara komprehensif, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang:

a. Ketentuan umum;

b. Pengenaan dan kewajiban membayar pungutan; c. Penggunaan, jenis, dan besar pungutan;

d. Pelaporan dan Akuntabilitas; e. Pembayaran pungutan;

f. Penyesuaian kewajiban pembayaran pungutan;

g. Sanksi administratif;

h. Ketentuan lain-lain;

i. Ketentuan peralihan

j. Ketentuan Penutup

- Peraturan ini terdiri dari X Bab, 25 Pasal, dan Penjelasan.

(14)

PNBP KEMENTERIAN KEHUTANAN – JENIS DAN TARIF 2014

PP NO. 12 TAHUN 2014, LN 2014/No. 36, TLN No.5506, LL SETNEG : 77 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA KEMENTERIAN KEHUTANAN

ABSTRAK : - Adanya perubahan struktur organisasi pada Kementerian Kehutanan dan untuk melakukan perubahan jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Kehutanan, perlu mengganti Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 1998 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Kehutanan dan Perkebunan sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 1999 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 1998 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Kehutanan dan Perkebunan.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997, dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1997.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang jenis dan tarif atas jenis PNBP pada

Kementerian Kehutanan.

- Peraturan ini terdiri dari 9 Pasal dan Penjelasan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku 30 (tiga puluh) hari sejak diundangkan tanggal 14 Februari 2014.

- Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 1998 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan

Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Kehutanan dan Perkebunan sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 1999 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 1998 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Kehutanan dan Perkebunan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

(15)

PNBP KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI – JENIS DAN TARIF 2014

PP NO. 13 TAHUN 2014, LN 2014/No. 37, TLN No.5507, LL SETNEG : 18 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI

ABSTRAK : - Untuk melakukan penyesuaian jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Riset dan Teknologi sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2009 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Riset dan Teknologi, dipandang perlu mengatur kembali jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Riset dan Teknologi.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 5 ayat (2), Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997, dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1997.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang jenis dan tarif atas jenis PNBP pada

Kementerian Riset Dan Teknologi.

- Peraturan ini terdiri dari 5 Pasal dan Penjelasan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku 30 (tiga puluh) hari sejak diundangkan tanggal 14 Februari 2014.

- Peraturan Pemerintah Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2009 tentang Jenis dan

Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Kementerian Riset dan Teknologi dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

(16)

PENGELOLAAN ZAKAT – PERATURAN PELAKSANAAN 2014

PP NO. 14 TAHUN 2014, LN 2014/No. 38, TLN NO. 5508, LL SETNEG : 52 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT

ABSTRAK : - Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 13, Pasal 14 ayat (2), Pasal 16 ayat (2), Pasal 20, Pasal 24, Pasal 29 ayat (6), Pasal 33 ayat (1), dan Pasal 36 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang:

a. Ketentuan umum;

b. Kedudukan, Tugas dan Fungsi Baznas; c. Keanggotaan Baznas;

d. Organisasi dan Tata Kerja Baznas;

e. Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Baznas;

f. Lingkup Kewenangan dan Pengumpulan Zakat;

g. Persyaratan Organisasi, Mekanisme Perizinan, Dan Pembentukan Perwakilan Laz;

h. Pembiayaan Hak Baznas dan Penggunaan Hak Amil;

i. Pelaporan dan Pertanggungjawaban Baznas dan Laz;

j. Sanksi Administratif; dan

k. Ketentuan Penutup

- Peraturan ini terdiri dari XI Bab, 86 Pasal, dan Penjelasan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 14 Februari 2014.

- Peraturan Pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah ini, dibentuk paling lama 1(satu)

(17)

STATUTA – UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2014

PP NO. 15 TAHUN 2014, LN 2014/No. 41, TLN NO. 5509, LL SETNEG : 71 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG STATUTA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

ABSTRAK : - Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 66 ayat (2) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Statuta Universitas Pendidikan Indonesia.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang:

a. Ketentuan umum; b. Identitas;

c. Penyelenggaraan Tridharma; d. Sistem Pengelolaan;

e. Sistem Penjaminan Mutu Internal; f. Norma dan Etika Akademik;

g. Bentuk dan Tata Cara Penetapan Peraturan; h. Pendanaan dan Kekayaan;

i. Kerja sama;

j. Ketentuan peralihan; dan k. Ketentuan Penutup

- Peraturan ini terdiri dari XI Bab, 71 Pasal, dan Penjelasan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 28 Februari 2014.

- Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2004 tentang Penetapan Universitas

Pendidikan Indonesia sebagai Badan Hukum Milik Negara dan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2012 tentang Universitas Pendidikan Indonesia sebagai Perguruan Tinggi yang Diselenggarakan oleh Pemerintah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku, namun peraturan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden tersebut dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan pemerintah ini.

(18)

STATUTA – UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2014

PP NO. 16 TAHUN 2014, LN 2014/No. 42, TLN NO. 5510, LL SETNEG : 79 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG STATUTA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

ABSTRAK : - Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 66 ayat (2) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Statuta Universitas Pendidikan Indonesia.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang:

a. Ketentuan umum; b. Identitas;

c. Penyelenggaraan Tridharma; d. Sistem Pengelolaan;

e. Sistem Penjaminan Mutu Internal; f. Norma dan Etika Akademik;

g. Bentuk dan Tata Cara Penetapan Peraturan; h. Pendanaan dan Kekayaan;

i. Kerja sama;

j. Ketentuan peralihan; dan k. Ketentuan Penutup

- Peraturan ini terdiri dari IX dan 82 Pasal.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 28 Februari 2014.

- Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2004 tentang Penetapan Universitas

Pendidikan Indonesia sebagai Badan Hukum Milik Negara dan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2012 tentang Universitas Pendidikan Indonesia sebagai Perguruan Tinggi yang Diselenggarakan oleh Pemerintah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku, namun peraturan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden tersebut dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan pemerintah ini.

(19)

PNBP PELAYANAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PERTAHANAN – JENIS DAN TARIF 2014

PP NO. 17 TAHUN 2014, LN 2014/No. 43, TLN No.5511, LL SETNEG : 242 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERASAL DARI PELAYANAN KESEHATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN

ABSTRAK : - Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 2 ayat (2) dan ayat (3) serta Pasal 3 ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berasal dari Pelayanan Kesehatan di Lingkungan Kementerian Pertahanan.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997, dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1997.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang jenis dan tarif atas jenis PNBP yang

berasal dari pelayanan kesehatan pada Kementerian Pertahanan.

- Peraturan ini terdiri dari 6 Pasal dan Penjelasan.

(20)

LEMBAGA SENSOR FILM 2014

PP NO. 18 TAHUN 2014, LN 2014/No. 48, TLN NO. 5515, LL SETNEG : 36 HLM PERATURAN PEMERINTAH TENTANG LEMBAGA SENSOR FILM

ABSTRAK : - Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 66 Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Lembaga Sensor Film.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang:

a. Ketentuan umum;

b. Pembentukan, Kedudukan dan Anggota; c. Pedoman dan Kriteria Penyensoran; d. Sekretariat Lembaga Sensor Film;

e. Tenaga Sensor;

f. Pendanaan;

g. Ketentuan peralihan; dan h. Ketentuan Penutup

- Peraturan ini terdiri dari VIII Bab, 49 Pasal, dan Penjelasan..

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 11 Maret 2014.

- Anggota LSF yang diangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1994

tentang Lembaga Sensor Film tetap menjalankan tugas dan fungsinya sampai dengan pengambilan sumpah atau janji para anggota LSF berdasarkan Peraturan Pemerintah ini.

(21)

PNBP BMKG – JENIS DAN TARIF - PERUBAHAN 2014

PP NO. 19 TAHUN 2014, LN 2014/No. 56, TLN No.5516, LL SETNEG : 6 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 4 TAHUN 2012 TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA

ABSTRAK : - Beralihnya kewajiban pelayanan jasa penerbangan yang semula diselenggarakan oleh PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menjadi kewajiban Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia, dipandang perlu mengubah Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2012 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1997 dan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2012.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah

Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

- Peraturan ini terdiri dari II Pasal, 2 Perubahan, dan Penjelasan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada saat diundangkan tanggal 19 Maret 2014.

- Pasal 1 ayat (4) diubah.

(22)

PNBP BPKP – JENIS DAN TARIF 2014

PP NO. 20 TAHUN 2014, LN 2014/No. 43, TLN No.5511, LL SETNEG : 11 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN

ABSTRAK : - Untuk melakukan penyesuaian jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, dipandang perlu mengatur kembali jenis dan tarif atas jenis PNBP yang berlaku pada BPKP.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 5 ayat (2), Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997, dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1997.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang jenis dan tarif atas jenis PNBP yang

berlaku pada BPKP.

- Peraturan ini terdiri dari 6 Pasal dan Penjelasan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada saat diundangkan tanggal 19 Maret 2014.

- Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis

Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

(23)

PNS – BATAS USIA PENSIUN – PEJABAT FUNGSIONAL 2014

PP NO. 21 TAHUN 2014, LN 2014/No. 58, LL SETNEG : 6 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PEMBERHENTIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG MENCAPAI BATAS USIA PENSIUN BAGI PEJABAT FUNGSIONAL

ABSTRAK : - Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 90 huruf c Undang-Undang tentang Aparatur Sipil Negara perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Yang Mencapai Batas Usia Pensiun Bagi Pejabat Fungsional.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang:

a. Ketentuan umum;

b. Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil yang Mencapai Batas Usia Pensiun Bagi Pejabat Fungsional;

c. Ketentuan peralihan; dan d. Ketentuan Penutup

- Peraturan ini terdiri dari IV Bab dan 6 Pasal.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku tanggal 30 Januari 2014.

- Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri

Sipil sebagaimana telah empat kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2013, dinyatakan tidak berlaku sepanjang mengatur batas usia pensiun bagi pegawai negeri sipil yang menduduki jabatan fungsional.

(24)

PAJAK - BARANG MEWAH - PERUBAHAN 2014

PP NO. 22 TAHUN 2014, LN 2014/No. 60, TLN No.5519, LL SETNEG : 8 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 41 TAHUN 2013 TENTANG BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH BERUPA KENDARAAN BERMOTOR YANG DIKENAI PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

ABSTRAK : - Untuk menjaga keseimbangan pembebanan pajak diantara konsumen dengan tingkat pendapatan yang berbeda, dipandang perlu dilakukan perubahan ketentuan tentang tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah untuk kendaraan bermotor tertentu sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 tentang Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 5 ayat (2), Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009, dan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang perubahan atas Peraturan pemerintah

nomor 41 tahun 2013 tentang barang kena pajak yang tergolong mewah berupa kendaraan bermotor yang dikenai pajak penjualan atas barang mewah.

- Peraturan ini terdiri dari II Pasal dan Penjelasan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku 30 (tiga puluh) hari sejak diundangkan tanggal 19 Maret 2014.

- Ketentuan ayat (8) Pasal 2 diubah.

(25)

TENAGA LISTRIK - PENYEDIAAN 2014

PP NO. 23 TAHUN 2014, LN 2014/No. 75, TLN No.5530, LL SETNEG : 9 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG KEGIATAN USAHA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK

ABSTRAK : - Dalam rangka mempercepat penyusunan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional, dan meningkatkan rasio elektrifikasi secara nasional serta mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga listrik yang lebih efisien, dipandang perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah

Nomor 14 Tahun 2012 tentang kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik.

- Peraturan ini terdiri dari II Pasal, 2 Perubahan dan Penjelasan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 14 April 2014.

- Pasal 8 ditambah 3 (tiga) ayat baru, yakni ayat (2), ayat (3), dan ayat (4).

- Ketentuan ayat (6) Pasal 25 diubah dan ditambah 2 (dua) ayat baru yakni ayat (7) dan

(26)

PERPUSTAKAAN – PERATURAN PELAKSANAAN 2014

PP NO. 24 TAHUN 2014, LN 2014/No. 76, TLN No.5541, LL SETNEG : 60 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2007 TENTANG PERPUSTAKAAN

ABSTRAK : - Untuk melaksanakan ketentuan Pasal ayat (2), Pasal 7 ayat (2), Pasal 11 ayat (3), Pasal 12 ayat (5) Pasal 47, Pasal 51 ayat (7), dan Pasal 52 ayat (2) Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 5 ayat (2) dan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang:

a. Ketentuan umum;

b. Pendaftaran Naskah Kuno; c. Penghargaan Naskah kuno; d. Standar nasional Perpustakaan;

e. Penyimpanan dan Penggunaan Koleksi Khusus; f. Dewan Perpustakaan;

g. Penghargaan Pembudayaan Kegemaran Membaca; h. Kewajiban Penyelenggara Perpustakaan; dan i. Ketentuan Penutup.

- Peraturan ini terdiri dari IX Bab, 89 Pasal dan Penjelasan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 14 April 2014.

- Ketentuan mengenai tata cara pengenaan sanksi administratif bagi penyelenggara

perpustakaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 78, Pasal 81, dan Pasal 86 diatur dengan Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional.

(27)

HOLTIKULTURA – FASILITAS DAN INTENSIF 2014

PP NO. 25 TAHUN 2014, LN 2014/No. 83, TLN No.5532, LL SETNEG : - HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PEMERIAN FASILITAS DAN INTENSIF USAHA HOLTIKULTURA ABSTRAK : - Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang Nomor 13 Tahun

2010 tentang Hortikultura, dipandang perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Pemberian Fasilitas dan Insentif Usaha Hortikultura.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang:

a. Ketentuan umum;

b. Jenis dan Kriteria Usaha Hortikultura yang Menerima Fasilitas dan Insentif; c. Bentuk Fasilitas dan Insentif;

d. Syarat dan Tata Cara Pemberian Fasilitas dan/atau Insentif; e. Pengawasan; dan

f. Ketentuan Penutup.

- Peraturan ini terdiri dari VI Bab, 45 Pasal, dan Penjelasan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 21 April 2014.

- Peraturan menteri dan peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan

pemerintahan di bidang perdagangan sebagai pelaksanaan Peraturan Pemerintah ini harus telah ditetapkan paling lama 1 (satu) tahun sejak Peraturan Pemerintah ini diundangkan.

(28)

INALUM - PENETAPAN 2014

PP NO. 26 TAHUN 2014, LN 2014/No. 84, LL SETNEG : 4 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENETAPAN PT INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM SEBAGAI PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM

ABSTRAK : - Perjanjian antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Para Penanam Modal Untuk Proyek Pembangkit Listrik dan Aluminium Asahan telah berakhir pada tanggal 31 Oktober 2013 dan Pemerintah Republik Indonesia telah memutuskan untuk tidak memperpanjang perjanjian tersebut. Untuk itu, dilakukan peralihan kepemilikan saham (share transfer) sebagai pengganti peralihan asset (asset transfer) yang diatur dalam Perjanjian Induk tersebut. Pada tanggal 19 Desember 2013, telah ditandatangani Akta Pengalihan Saham PT Indonesia Asahan Aluminium yang dimiliki Nippon Asahan Aluminium Co., Ltd. kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pengalihan saham ini, kemudian dipandang perlu untuk ditetapkan dalam suatu Peraturan Pemerintah. - Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 5 ayat (2), Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003, Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang penetapan PT Indonesia Asahan

Aluminium sebagai perusahaan perseroan (persero) PT Indonesia Asahan Aluminium.

- Peraturan ini terdiri dari 3 Pasal.

(29)

BARANG MILIK NEGARA/DAERAH - PENGELOLAAN 2014

PP NO. 27 TAHUN 2014, LN 2014/No. 92, TLN No.5533, LL SETNEG : 113 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA/DAERAH

ABSTRAK : - bahwa pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah yang semakin berkembang dan kompleks perlu dikelola secara optimal selain itu, Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 sudah tidak sesuai dengan perkembangan pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, sehingga perlu diganti.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 5 ayat (2) dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang:

a. Ketentuan umum;

b. Pejabat Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah; c. Perencanaan Kebutuhan dan Anggaran;

d. Pengadaan; e. Penggunaan; f. Pemanfaatan;

g. Pengamanan dan Pemeliharaan; h. Penilaian;

i. Pemindahtanganan; j. Pemusnahan; k. Penghapusan; l. Penatausahaan;

m. Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian;

n. Pengelolaan Barang Milik Negara oleh Badan Layanan Umum; o. Barang Milik Negara/Daerah Berupa Rumah Negara;;

(30)

q. Ketentuan Lain-lain; r. Ketentuan Peralihan; dan s. Ketentuan Penutup

- Peraturan ini terdiri dari XIX Bab, 111 Pasal dan Penjelasan.

(31)

SURAT BERHARGA SYARIAH - PERUBAHAN 2014

PP NO. 28 TAHUN 2014, LN 2014/No. 96, LL SETNEG : 4 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 67 TAHUN 2008 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN PENERBIT SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA INDONESIA I

ABSTRAK : - Untuk meningkatkan fleksibilitas dan mengoptimalkan peran perusahaan penerbit Surat Berharga Syariah Negara perlu dilakukan perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 2008 tentan Pendirian Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara Indonesia I.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008, Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2008, dan Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 2008.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang perubahan atas Peraturan pendirian

perusahaan penerbit surat berharga Syariah Negara Indonesia I.

- Peraturan ini terdiri dari II Pasal dan 4 Perubahan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 9 Mei 2014.

- Ketentuan Pasal 5 diubah. - Ketentuan Pasal 11 diubah.

- Ketentuan ayat (2) pasal 13 diubah. - Ketentuan pasal 14 diubah.

(32)

KAMPANYE PEMILU - PERUBAHAN 2014

PP NO. 29 TAHUN 2014, LN 2014/No. 99, LL SETNEG : 6 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENGUNDURAN DIRI KEPALA DAERAH, WAKIL KEPALA DAERAH, DAN PEGAWAI NEGERI YANG AKAN MENJADI BAKAL CALON ANGGOTA DPR, DPD, DPRD PROVINSI, DAN DPRD KABUPATEN/KOTA, SERTA PELAKSANAAN CUTI PEJABAT NEGARA DALAM KAMPANYE PEMILU

ABSTRAK : - Untuk memberikan kepastian hukum dan menjamin keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam pelaksanaan pemilihan umum, perlu mengatur pemberhentian sementara gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil bupati, dan walikota atau wakil walikota yang dicalonkan oleh partai politik atau gabungan partai politik sebagai calon Presiden atau calon Wakil Presiden. Berdasarkan pertimbangan tersebut, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pengunduran Diri Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, dan Pegawai Negeri yang Akan Menjadi Bakal Calon Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, serta Pelaksanaan Cuti Pejabat Negara Dalam Kampanye Pemilu.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 5 ayat (2), Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008, Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008, Undang-Undang Nomor 15 tahun 2011, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012, dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2013.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang perubahan atas Peraturan tentang tata

cara pengunduran diri kepala daerah, wakil kepala daerah, dan pegawai negeri yang akan menjadi bakal calon anggota dpr, dpd, dprd provinsi, dan dprd kabupaten/kota, serta pelaksanaan cuti pejabat negara dalam kampanye pemilu.

- Peraturan ini terdiri dari II Pasal dan 2 Perubahan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 14 Mei 2014.

- Ketentuan Pasal 26 ditambah 1 (satu) ayat.

(33)

STATUTA – UNIVERSITAS AIRLANGGA 2014

PP NO. 30 TAHUN 2014, LN 2014/No. 100, TLN NO. 5535, LL SETNEG : 81 HLM PERATURAN PEMERINTAH TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA

ABSTRAK : - Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 66 ayat (2) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Statuta Universitas Pendidikan Indonesia.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 5 ayat (2) dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang:

a. Ketentuan umum; b. Identitas;

c. Penyelenggaraan Tridharma; d. Sistem Pengelolaan;

e. Etika Akademik;

f. Bentuk dan tata Cara Penetapan Peraturan; g. Pendanaan dan Kekayaan;

h. Ketentuan peralihan; dan i. Ketentuan Penutup

- Peraturan ini terdiri dari X Bab, 101 Pasal, dan Penjelasan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 14 Mei 2014.

- Peraturan pelaksana dari Peraturan Pemerintah ini ditetapkan paling lama 1 (satu)

(34)

KAWASAN EKONOMI KHUSUS PALU 2014

PP NO. 31 TAHUN 2014, LN 2014/No. 105 TLN NO. 5536, LL SETNEG : 8 HLM PERATURAN PEMERINTAH TENTANG KAWASAN EKONOMI KHUSUS PALU

ABSTRAK : - Untuk mengembangkan kegiatan perekonomian pada wilayah Palu, perlu dikembangkan Kawasan Ekonomi Khusus dan sebagai pengusul, Pemerintah Kota Palu telah memenuhi dan melengkapi kriteria dan persyaratan penetapan Kawasan Palu sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. Sesuai dengan ketentuan Pasal 7 ayat (4) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus, pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 5 ayat (2), Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009, dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2011.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang perubahan ditetapkannya kawasan

ekonomi khusus pada Kota Palu.

- Peraturan ini terdiri dari 6 Pasal dan Penjelasan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 20 Mei 2014.

(35)

KAWASAN EKONOMI KHUSUS BITUNG 2014

PP NO. 32 TAHUN 2014, LN 2014/No. 106 TLN NO. 5537, LL SETNEG : 7 HLM PERATURAN PEMERINTAH TENTANG KAWASAN EKONOMI KHUSUS BITUNG

ABSTRAK : - Untuk mengembangkan kegiatan perekonomian pada wilayah Bitungyang bersifat strategis bagi pengembangan ekonomi nasionalperlu dikembangkan Kawasan Ekonomi Khusus, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sebagai pengusul telah memenuhi dan melengkapi kriteria dan persyaratan penetapan Kawasan Bitung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. Sesuai dengan ketentuan Pasal 7 ayat (4) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus, pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 5 ayat (2), Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009, dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2011.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang perubahan ditetapkannya kawasan

ekonomi khusus Bitung.

- Peraturan ini terdiri dari 6 Pasal dan Penjelasan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 21 Mei 2014.

(36)

PNBP KEMENTERIAN KEHUTANAN – JENIS DAN TARIF – PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN 2014

PP NO. 33 TAHUN 2014, LN 2014/No. 107, TLN No.5538, LL SETNEG : 17 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERASAL DARI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN UNTUK KEPENTINGAN PEMBANGUNAN DI LUAR KEGIATAN KEHUTANAN YANG BERLAKU PADA KEMENTERIAN KEHUTANAN

ABSTRAK : - Untuk pengendalian penggunaan kawasan hutan guna menunjang pembangunan di luar kegiatan kehutanan serta untuk melakukan penyesuaian jenis dan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari penggunaan Kawasan Hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan yang berlaku pada Kementerian Kehutanan sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2008, di pandang perlu mengatur kembali jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berasal dari penggunaan Kawasan Hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan yang berlaku pada Kementerian Kehutanan.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 5 ayat (2), Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1997 dan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2010.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang jenis dan tarif atas jenis PNBP yang

berasal dari penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan yang berlaku pada Kementerian Kehutanan.

- Peraturan ini terdiri dari 6 Pasal dan Penjelasan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku 90 (sembilan puluh) hari sejak diundangkan tanggal 21 Mei 2014.

- Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2008 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis

Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berasal dari Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kepentingan Pembangunan di Luar Kegiatan Kehutanan yang Berlaku pada Departemen, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

(37)

GAJI PNS - PERUBAHAN 2014

PP NO. 34 TAHUN 2014, LN 2014/No. 108, LL SETNEG : 4 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERUBAHAN KEENAM BELAS ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 7 TAHUN 1977 TENTANG PERATURAN GAJI PEGAWAI NEGERI SIPIL

ABSTRAK : - Dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil guna serta kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS), perlu menaikkan gaji pokok Pegawai Negeri Sipil. Adapun besaran gaji pokok PNS sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2013 tentang Perubahan Kelima Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil, perlu diubah.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 5 ayat (2), Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang Perubahan atas peraturan tentang gaji

pegawai negeri sipil.

- Peraturan ini terdiri dari II Pasal dan 2 Perubahan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 21 Mei 2014.

- Mengubah Lampiran II Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977.

(38)

GAJI TNI - PERUBAHAN 2014

PP NO. 35 TAHUN 2014, LN 2014/No. 109, LL SETNEG : 5 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERUBAHAN KESEPULUH ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 28 TAHUN 2001 TENTANG PERATURAN GAJI ANGGOTA TENTARA NASIONAL INDONESIA ABSTRAK : - Dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil guna serta kesejahteraan Tentara

nasional Indonesia (TNI), perlu menaikkan gaji pokok TNI. Adapun besaran gaji pokok TNI sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Tentara Nasional Indonesia yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2013 tentang Perubahan Kesembilan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Tentara Nasional Indonesia, perlu diubah.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 5 ayat (2), Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1958, Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1973, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2001 dan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2010.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang Perubahan atas peraturan tentang gaji

Tentara Nasional Indonesia.

- Peraturan ini terdiri II Pasal dan II perubahan.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 21 Mei 2014.

- Mengubah Lampiran I Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2001.

(39)

GAJI TNI - PERUBAHAN 2014

PP NO. 36 TAHUN 2014, LN 2014/No. 110, LL SETNEG : 4 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERUBAHAN KESEPULUH ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 29 TAHUN 2001 TENTANG PERATURAN GAJI ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

ABSTRAK : - Dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil guna serta kesejahteraan Anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), perlu menaikkan gaji pokok Polri. Adapun besaran gaji pokok Polri sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Kepolisian Republik Indonesia yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Kesembilan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Anggota Kepolisian Republik Indonesia, perlu diubah.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 5 ayat (2), Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, dan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2001.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang Perubahan atas peraturan tentang gaji

Anggota Kepolisian Republik Indonesia.

- Peraturan ini terdiri dari II Pasal dan 2 Perubahan

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 21 Mei 2014.

- Mengubah Lampiran I Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2001.

(40)

PENSIUNAN PNS – PENETAPAN POKOK PENSIUN 2014

PP NO. 37 TAHUN 2014, LN 2014/No. 111, LL SETNEG : 7 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENETAPAN PENSIUN POKOK PENSIUNAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN JANDA/DUDANYA

ABSTRAK : - Dengan adanya perubahan gaji pokok Pegawai Negeri Sipil yang berlaku terhitung mulai tanggal 1 Januari 2014 sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2014, dipandang perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Penetapan Pensiun Pokok Pensiunan Pegawai Negeri Sipil dan Janda/Dudanya.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 5 ayat (2), Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1969, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang Perubahan atas peraturan tentang

penetapan pensiun pokok pensiunan PNS dan janda/dudanya.

- Peraturan ini terdiri dari 8 Pasal.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 21 Mei 2014.

- Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, Peraturan Pemerintah Nomor 25

(41)

PENSIUNAN TNI – PENETAPAN POKOK PENSIUN 2014

PP NO. 38 TAHUN 2014, LN 2014/No. 112, LL SETNEG : 7 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, WARAKAWURI/DUDA, TUNJANGAN ANAK YATIM/PIATU, ANAK YATIM PIATU, DAN TUNJANGAN ORANG TUA ANGGOTA TENTARA NASIONAL INDONESIA

ABSTRAK : - Dengan adanya perbaikan gaji pokok Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berlaku terhitung mulai tanggal 1 Januari 2014 sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Kesepuluh Atas Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Tentara Nasional Indonesia maka pension pokok Purnawirawan, Warakawuri/Duda, tunjangan Anak Yatim/Piatu, Anak Yatim Piatu, dan tunjangan orang tua Anggota Tentara Nasional Indonesia perlu ditetapkan atau disesuaikan berdasarkan gaji pokok baru.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1959, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1966, Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004, Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1951, Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 1968, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2001 dan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2010.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang Perubahan atas peraturan tentang

penetapan pensiun pokok pensiunan TNI dan janda/dudanya.

- Peraturan ini terdiri dari 10 Pasal.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 21 Mei 2014.

- Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, Peraturan Pemerintah Nomor 27

Tahun 2013 tentang Penetapan Pensiun Pokok Purnawirawan, Warakawuri/Duda, Tunjangan Anak Yatim/ Piatu, Anak Yatim Piatu, dan Tunjangan Orang Tua Anggota Tentara Nasional Indonesia, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

(42)

PENSIUNAN POLRI – PENETAPAN POKOK PENSIUN 2014

PP NO. 39 TAHUN 2014, LN 2014/No. 113, LL SETNEG : 7 HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, WARAKAWURI/DUDA, TUNJANGAN ANAK YATIM/PIATU, ANAK YATIM PIATU, DAN TUNJANGAN ORANG TUA ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

ABSTRAK : - Dengan adanya perbaikan gaji pokok Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang berlaku terhitung mulai tanggal 1 Januari 2014 sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2014 dipandang perlu ditetapkan atau disesuaikan berdasarkan gaji pokok baru.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1959, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1966, Undang-Undang Nomor Tahun 2002, Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1951, Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 1968, Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2001 dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2010.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang Perubahan atas peraturan tentang

penetapan pensiun pokok pensiunan Polri dan janda/dudanya.

- Peraturan ini terdiri dari 10 Pasal.

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 21 Mei 2014.

- Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, Peraturan Pemerintah Nomor 27

Tahun 2013 tentang Penetapan Pensiun Pokok Purnawirawan, Warakawuri/Duda, Tunjangan Anak Yatim/Piatu, Anak Yatim Piatu, dan Tunjangan Orang Tua Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

(43)

KOMITE NASIONAL INDONESIA - TUNJANGAN – PERUBAHAN 2014

PP NO. 40 TAHUN 2014, LN 2014/No. 114, LL SETNEG : HLM

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERUBAHAN KETIGA BELAS ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 10 TAHUN 1980 TENTANG PEMBERIAN TUNJANGAN KEHORMATAN KEPADA BEKAS ANGGOTA KOMITE NASIONAL INDONESIA PUSAT DAN JANDA/DUDANYA

ABSTRAK : - Dalam Besaran tunjangan kehormatan yang diberikan kepada Bekas Anggota Komite Nasional Indonesia Pusat dan Janda/Dudanya sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1980 yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2013, tidak sesuai dengan perkembangan keadaan.

- Dasar Hukum Peraturan Pemerintah ini adalah Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 5 ayat (2), dan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1980.

- Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang Perubahan atas peraturan tentang

pemberian tunjangan kehormatan kepada bekas anggota Komite Nasional Indonesia pusat dan janda/dudanya.

- Peraturan ini terdiri dari II Pasal dan 3 Perubahan

CATATAN : - Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 21 Mei 2014.

- Ketentuan Pasal 1 diubah. - Ketentuan Pasal 3 diubah.

- Perubahan ketentuan Pasal 1 dan 3 tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Januari

(44)

PEMBERIAN TUNJANGAN PERINTIS - PERUBAHAN 2014

PP NO. 41, LN 2014/NO. 115, LL SETNEG : 5 HLM.

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERUBAHAN KEDUA BELAS ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 14TAHUN 1985 TENTANG PEMBERIAN TUNJANGAN PERINTIS PERGERAKAN

KEBANGSAAN/KEMERDEKAAN

ABSTRAK : - bahwa besaran tunjangan Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan

sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1985tentang Pemberian Tunjangan Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2013 tidak sesuai dengan perkembangan keadaan.

- Dasar hukum Peraturan ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 5 Prps Tahun 1964 tentang Pemberian Penghargaan/Tunjangan Kepada Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan.

- Dalam Peraturan ini diatur mengenai Beberapa ketentuan dalam Peraturan

Pemerintah Nomor 14Tahun 1985 tentang Pemberian Tunjangan Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan yang telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Pemerintah.

- Peraturan ini terdiri dari II Pasal dan 3 Perubahan.

(45)

PEMBERIAN TUNJANGAN VETERAN-PERUBAHAN 2014

PP NO. 42, LN 2014/NO. 116, LL SETNEG : 6 HLM.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERUBAHAN KESEPULUH ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 34 TAHUN 1985 TENTANG PEMBERIAN TUNJANGAN VETERAN, KEPADA VETERAN REPUBLIK INDONESIA

ABSTRAK : - bahwa besaran Tunjangan Veteran dalam PeraturanPemerintah Nomor 34 Tahun

1985 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2013, tidak sesuai dengan perkembangan keadaan, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Perubahan Kesepuluh Atas Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 1985 tentang Pemberian Tunjangan Veteran Kepada Veteran Republik Indonesia.

- Dasar hukum Peraturan ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2012 tentang Veteran, Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1958 tentang Pendaftaran Penyaringan dan Pengakuan Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia Republik Indonesia, dan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 1985 tentang Pemberian Tunjangan Veteran Kepada Veteran Republik Indonesia.

- Dalam Peraturan ini diatur mengenai beberapa ketentuan dalam Peraturan

Pemerintah Nomor 34 Tahun 1985 tentang Pemberian Tunjangan Veteran Kepada Veteran Republik Indonesiayang telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Pemerintah.

- Peraturan ini terdiri dari II Pasal dan 3 Perubahan.

(46)

DESA - PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 2014

PP NO. 43, LN 2014/NO. 123, LL SETNEG : 91 HLM.

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA

ABSTRAK : - bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 31 ayat (3), Pasal 40 ayat (4), Pasal

47 ayat (6), Pasal 50 ayat (2), Pasal 53 ayat (4), Pasal 66 ayat (5), Pasal 75 ayat (3), Pasal 77 ayat (3), dan Pasal 118 ayat (6) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta untuk mengoptimalkan penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

- Dasar hukum Peraturan ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

- Dalam Peraturan ini diatur mengenai :

a. Ketentuan umum; b. Penataan desa; c. Kewenangan; d. Pemerintahan desa;

e. Tata cara penyusunan peraturan di desa; f. Keuangan dan kekayaan desa;

g. Pembangunan desa dan pembangunan kawasan perdesaan; h. Badan usaha milik desa;

i. Kerja sama desa;

j. Lembaga kemasyarakatan desa dan lembaga adat desa; dan k. Ketentuan penutup.

- Peraturan ini terdiri dari XIII Bab dan 159 Pasal.

CATATAN : - Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan 3 Juni 2014.

- Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku Peraturan Pemerintah Nomor 72

(47)

PNBP - JENIS DAN TARIF PADA KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP 2014

PP NO. 44, LN 2014/NO. 124, TLN 5540, LL SETNEG : 29 HLM.

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

ABSTRAK : - bahwa untuk melakukan penyesuaian jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara

Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Lingkungan Hidup sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2008 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Negara Lingkungan Hidup, perlu mengatur kembali jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Lingkungan Hidup.

- bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan untuk

melaksanakan ketentuan Pasal 2 ayat (2) dan ayat (3) serta Pasal 3 ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Lingkungan Hidup.

- Dasar hukum Peraturan ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar

Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1997 tentang Jenis dan Penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak.

- Dalam Peraturan ini diatur mengenai jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara

bukan pajak yang berlaku pada kementerian lingkungan hidup.

- Peraturan ini terdiri dari 6 Pasal dan Penjelasan.

CATATAN : - Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan 3 Juni 2014.

- Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku Peraturan Pemerintah Nomor 52

Tahun 2008 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Negara Lingkungan Hidup dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

(48)

PNBP - JENIS DAN TARIF PADA KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM 2014

PP NO. 45, LN 2014/NO. 125, TLN 5541, LL SETNEG : 12 HLM.

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA PADA KEMENTERIAN HUKUMDAN HAM

ABSTRAK : - bahwa untuk melakukan penyesuaian jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara

Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2009 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, perlu mengatur kembali jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;

- Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 2 ayat (2) dan ayat (3) serta Pasal 3

ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

- Dasar hukum Peraturan ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1997 tentang Jenis dan Penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak.

- Dalam Peraturan ini diatur mengenai jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara

bukan pajak yang berlaku pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

- Peraturan ini terdiri dari 9 Pasal dan Penjelasan.

CATATAN : - Peraturan ini mulai berlaku 30 hari sejak diundangkan tanggal 3 Juni 2014.

- Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku Peraturan Pemerintah Nomor 38

Tahun 2009 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

(49)

KESEHATAN - SISTEM DAN INFORMASI 2014

PP NO. 46, LN 2014/NO. 126, TLN 5542, LL SETNEG : 66 HLM.

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG SISTEM INFORMASI KESEHATAN

ABSTRAK : - bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 168 ayat (3) Undang-Undang Nomor

36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Sistem Informasi Kesehatan.

- Dasar hukum Peraturan ini adalah Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar

Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

- Dalam Peraturan ini diatur mengenai :

a. Ketentuan umum;

b. Data, informasi, dan indikator kesehatan; c. Pengelolaan sistem informasi kesehatan; d. Sumber daya sistem informasi kesehatan; e. Pengembangan sistem informasi kesehatan; f. Penyebarluasan dan penggunaan;

g. Pendanaan sistem informasi kesehatan; h. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan; i. Peran serta masyarakat;

j. Sanksi administratif; k. Ketentuan peralihan; dan l. Ketentuan penutup.

- Peraturan ini terdiri dari XIII Bab, 81 Pasal dan Penjelasan

CATATAN : - Peraturan ini mulai berlaku 30 hari sejak diundangkan tanggal 30 Mei 2014. - Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, pengelola Sistem Informasi

Kesehatan nasional, provinsi, kabupaten/kota, dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan wajib menyesuaikan dengan ketentuan Peraturan Pemerintah ini paling lama 2 (dua) tahun.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :