• Tidak ada hasil yang ditemukan

BIG FIVE INVENTORY PADA MAHASISWA BARU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BIG FIVE INVENTORY PADA MAHASISWA BARU"

Copied!
104
0
0

Teks penuh

(1)

DESKRIPSI PROFIL KEPRIBADIAN DENGAN MENGGUNAKAN BIG FIVE INVENTORY PADA MAHASISWA BARU

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA T.A 2013/2014

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling

Disusun oleh: Eva Cristy Br Sitepu

101114058

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(2)

i

DESKRIPSI PROFIL KEPRIBADIAN DENGAN MENGGUNAKAN BIG FIVE INVENTORY PADA MAHASISWA BARU

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA T.A 2013/2014

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling

Disusun oleh: Eva Cristy Br Sitepu

101114058

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

vi

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Tuhan menerima saya apa adanya tetapi Tuhan tidak mau

saya seadanya

Segala sesuatu Tuhan yang mengatur

(8)

vii ABSTRAK

DESKRIPSI PROFIL KEPRIBADIAN DENGAN MENGGUNAKAN BIG FIVE INVENTORY PADA MAHASISWA BARU

PROGAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA T.A 2013/2014 Eva Cristy Br Sitepu

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

2014

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Deskripsi Profil kepribadian mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014 dengan menggunakan Big Five Inventory, yang kemudian hasilnya menjadi dasar untuk mengusulkan topik-topik bimbingan kelompok.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014 yang berjumlah 76 orang.

Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Big Five Inventory yang dikembangkan oleh Costa dan McCrae yang kemudian diadaptasi. Kuesioner terdiri dari 44 item. Data penelitian untuk setiap tipe kepribadian dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu tinggi, seimbang/rata-rata, dan rendah.

(9)

viii ABSTRACT

PERSONALITY PROFILES DESCRIPTION

USING BIG FIVE INVENTORY OF FIRSTYEAR STUDENTS OF GUIDANCE AND COUNSELING STUDY PROGRAM,

SANATA DHARMA UNIVERSITY, ACADEMIC YEAR 2013/2014

Eva Cristy Br Sitepu Sanata Dharma University

Yogyakarta 2014

This research aimed to know description of personality profile of the first year students of Guidance and Counseling Study Program, Sanata Dharma University, Academic Year 2013/2014 using Big Five Inventory. Based on the result of the study, some topics on group guidance were proposed.

This research isa decscriptive study. Subject of research were 76 firstyear students of Guidance and Counseling Study Program, Sanata Dharma University, Academic Year of 2013/2014.

Instrument of research was Big Five Inventory which constructed by Costa and Mc. Crae. The inventory was adapted by the researcher. The questionnaire consisted of 44 items. Data was categorized into three group, i.e high, moderate and low.

(10)

ix

KATA PENGANTAR

Puji syukur peneliti panjatkan kepada Allah Yang Maha Esa karena berkat dan kasihnya yang begitu besar sehingga terselesaikan juga penulisan skripsi ini yang berjudul :“DESKRIPSI PROFIL

KEPRIBADIAN DENGAN MENGGUNAKAN BIG FIVE

INVENTORY PADA MAHASISWA BARU PROGRAM STUDI

BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS SANATA

DHARMA YOGYAKARTA T.A 2013/2014”. skripsi ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling.

Skripsi ini dapat terselesaikan berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung yang telah terlibat dalam proses penyusunan karya tulis ini. Oleh karena itu dalam kesempatan ini peneliti ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada:

1. Rohandi, Ph.D. sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

2. Dr. Gendon Barus, M.Si. Sebagai Kepala Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan pengetahuan, pengalaman yang berguna bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini dan yang telah mengijinkan penulis untuk melakukan penelitian kepada mahasiswa Bimbingan dan Konseling T.A 2013/2014.

(11)
(12)

xi DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL……… i

HALAMAN PERSETUJUAN ……… ii

HALAMAN PENGESAHAN………..… iii

HALAMAN PENYERTAAN KEASLIAN KARYA……….. iv

HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH….… v HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN………….………….. vi

ABSTRAK…….………….…………..……… vii

ABSTRACT ……… viii

KATA PENGANTAR……… ix

DAFTAR ISI………. xi

DAFTAR TABEL………. xiii

DAFTAR DIAGRAM……… xiv

DAFTAR LAMPIRAN………. xv

BAB 1: PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah………... 1

B. Rumusan Masalah……….……… 5

C. Tujuan penelitian………... 6

D. Manfaat penelitian………... 6

E. Definisi Operasional……….. 8

BAB II : LANDASAN TEORI A. Hakekat kepribadian……….. 10

(13)

xii

C. Hakekat Dewasa Awal………...… 24

D. Bimbingan Kelompok……… 29

BAB III : METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian……….. 33

B. Subjek Penelitian……….……….. 33

C. Instumen Penelitian……….………….. 34

D. Uji Coba Alat…….……… 38

E. Metode Pengumpulan Data……… 39

F. Teknik Analisis Data……… 41

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian………. 46

B. Pembahasan Hasil Penelitian……… 54

C. Usulan Topik Bimbingan Kelompok……… 59

BAB V : PENUTUP A. Kesimpulan……… 61

B. Saran………. 62

(14)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel 1 : Karakteristik Nilai………... 19

Tabel 2 :Jumlah Mahasiwa Baru ……….. 34

Tabel 3 :Kisi-kisi Kuesioner……….. 36

Tabel 4 : Penilaian untuk Jawaban Favorable dan Unfavorable………. 37

Tabel 5 : Norma Kategorisasi Kepribadian………. 41

Tabel 6 : Kategorisasi Kepribadian Extraverstion……… 43

Tabel 7 : Kategorisasi Kepribadian Agreeableness………. 43

Tabel 8 : Kategorisasi Tipe Kepribadian Conscientiousness……… 44

Tabel 9 : Kategorisasi Tipe Kepribadian Neuroticism……… 44

Tabel 10 : Kategorisasi Tipe Kepribadian Openness………. 45

Tabel 11 : Profil Kepribadian Mahasiswa Baru ……… 46

Tabel 12 : Profil Kepribadian Extraverstion………. 47

Tabel 13 : Profil Kepribadian Agreeableness……….. 49

Tabel 14 : Profil Kepribadian Conscientiousness………... 50

Tabel 15 :Profil Kepribadian Neuroticism……….. 51

Tabel 16 :Profil Kepribadian Openness………... 53

(15)

xiv

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 1 : Extraversion………. 48

Diagram 2 : Agreeableness... 49

Diagram 3 : Conscientiousness………... 51

Diagram 4 : Neuroticism……….. 52

(16)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Kuesioner Kepribadian Big Five Inventory... 66

Lampiran 2 : Tabulasi Data Penelitian……….….……… 71

Lampiran 3 : Hasil Perhitungan Taraf Validitas ………. 86

(17)

1 BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini disajikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian.

A. Latar Belakang

Kepribadian adalah suatu ciri khas yang dimiliki oleh manusia, artinya setiap individu memiliki keunikan tersendiri. Kepribadian merupakan suatu organisasi yang dinamis dari sistem psiko-fisik yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu (Allport, dalam Budiraharho, 1996:81). Kepribadian yang berobjek kepada faktor pribadi, secara teoritis masih bisa berubah-ubah (Agus, 2006:2). Faktor-faktor yang dapat membuat kepribadian berubah adalah lingkungan dan hereditas. Faktor hereditas yang dapat mempengaruhi kepribadian individu adalah bentuk tubuh, cairan tubuh yang diturunkan oleh orang tua. Sedangkan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kepribadian individu adalah lingkungan rumah, sekolah, dan kebudayaan.

(18)

merupakan suatu perubahan besar pada hidup seseorang. Memasuki dunia kuliah, tuntutan yang dialami mahasiswa barupun bertambah berat karena tidak sama lagi dengan masa-masa remaja atau sejak dibangku SMA. Seorang mahasiswa dituntut untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan kampus, baik bersama teman seangkatan, kakak tingkat, dosen, dan rutinitas kampus lainnya.

Mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014 rentang usianya sekitar 18 sampai 23 tahun. Menurut Hurlock, (1980:252) tahap perkembangan manusia rentang usianya sekitar 18 sampai 40 tahun tergolong ke dalam fase dewasa awal, oleh karena itu mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma termasuk dalam fase dewasa awal. Tugas perkembangan dewasa awal adalah mendapatkan suatu pekerjaan, memilih pasangan hidup, dan menerima tanggungjawab sebagai warna negara). Masa dewasa awal sering disebut sebangai masa bermasalah karena masa dewasa adalah masa pencarian kemantapan (memilih untuk kuliah atau bekerja) dan masa produktif (sudah dapat menghasilkan materi/uang).

(19)
(20)

mengembangkan kemampuannya di semua bidang untuk membantu anak didiknya kelak. dengan begitu maka kelak akan menjadi konselor yang dapat melihat kemampuan anak didiknya sendiri. Selain itu, mahasiswa juga dituntut mampu menerima dirinya sebagai pribadi yang utuh, dengan menerima dirinya sendiri hal baik yang positif maupun negatif maka mahasiswa sebagai calon konselor akan mampu menerima semua anak didiknya dan mampu mengarahkan anak didiknya untuk menerima diri.

(21)

Setelah melihat semua hal di atas, maka peneliti tertarik untuk mengangkat judul “Deskripsi Profil Kepribadian dengan menggunakanBig Five Inventory pada mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma T.A 2013/2014” dalam pemenuhan tugas akhir. Melalui skripsi ini peneliti berharap akan ada manfaat yang dapat diambil oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma dalam peningkatan pengenalan diri, penerimaan diri, dan pengembangan diri mahasiswa. Peneliti memilih subyek mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014 karena menurut peneliti para mahasiswa baru tersebut masih memiliki banyak kesempatan untuk mengenal dirinya sendiri, menerima dirinya sendiri dan juga dapat pengembangkan dirinya sendiri.

B. Perumusan Masalah

Pertanyaan penelitian yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimanakah Profil Kepribadian Mahasiswa Baru Program

Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014?

(22)

baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Yogyakarta T.A 2013/2014 ?

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan :

1. Mendeskripsikan Profil kepribadian mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014.

2. Menemukan usulan topik-topik bimbingan kelompok yang sesuai untuk mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat disumbangkan dari peneliti adalah:

1. Manfaat Teoritis

a. Memberikan sumbangan bagi peningkatan wawasan mengenai Profil kepribadian mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling T.A 2013/2014

(23)

Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014.

2. Manfaat Praktis a. Peneliti

Mendapatkan pengalaman melakukan penelitian kepada mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014 dan peneliti juga semakin memiliki gambaran tentang profil kepribadian diri sendiri sehingga peneliti semakin bisa memahami orang lain dan diri sendiri. Dengan memahami orang lain dan diri sendiri maka tidak akan ada masalah yang rumit untuk diselesaikan. Selain itu peneliti juga semakin sadar bahwa kepribadian semua orang beda dan unik. Artinya antara pribadi yang satu dengan yang lainnya memiliki perbedaan, namun uniknya adalah peneliti dapat memahami mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2013/2014.

b. Program Studi

(24)

dengan kebutuhan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014, sehingga mahasiswa Baru tersebut dapat berkebang dengan baik.

c. Mahasiswa

Penelitian ini diharapkan agar mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling dapat meningkatkan pemahaman diri, karena dengan diri bisa memahami dirinya sendiri maka dia akan dapat juga memahami orang lain. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu mengenali diri karena dengan dia mengenal siapa dirinya maka dia juga akan bisa mengenal orang lain, dan mampu mengembangkan dirinya .

D. Definisi Operasional

(25)

keluarga, pola asuh orang tua, pergaulan, pengalaman masa lalu, kebudaan, genetika dan lain-lain. Dalam penelitan ini kepribadian akan di ukur menggunakan Big Five Inventory.

2.Mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma T.A 2013/2014 adalah rentang umurnya sekitar 18-23 tahun, mahasiswa juga berasal dari berbagai daerah yang akan menuntut ilmu, khususnya jurusan Bimbingan dan Konseling agar kelak nanti dapat menjadi konselor yang proaktif. 3.Bimbingan kelompokadalah Suatu kegiatan kelompok yang

dilakukan oleh sekelompok orang dengan memanfaatkan dinamika kelompok yaitu adanya interaksi saling mengeluarkan pendapat, memberikan tanggapan, saran, dan sebagainya, dimana pemimpin kelompok menyediakan informasi-informasi yang bermanfaat agar dapat membantu individu mencapai perkembangan yang optimal. 4. Topik bimbingan adalah suatu topik yang direncanakan menjadi

(26)

10 BAB II KAJIAN TEORI

Pada bab ini secara singkat diuraikan mengenai Hakikat Kepribadian, BigFive Inventory, dan Tahap perkembangan manusia khususnya dewasa awal.

A. Hakikat Kepribadian 1. Pengertian Kepribadian

Kepribadian mewakili karakteristikindividu yang terdiri dari pola pikiran, perasaan, dan, perilaku yang konsisten (Pervin dan Jhon, 2004:6). Menurut Freud (dalam Hutagalung, 2007:5) kepribadian merupakan murni hasilpengaruh dari luar dirinya. baik itu pengaruh perlakuan orang tua sejak masa kandungan hingga masa kecil, maupun pengaruh perlakuan orang yang ada disekitarnya.

(27)

oleh kepribadian. Atau dengan kata lain kepribadian dipandang sebagai organisasi yang menjadi penentu atau pengarah tingkah laku kita. Sebagian besar batasan menekankan perlunya memahami arti perbedaan-perbedaan individual.

Berdasarkan berbagai pengertian tentang kepribadian menurut para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kepribadian adalah suatu ciri khas yang dimiliki oleh individu dan dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya genetis, lingkungan, keluarga, pengalaman, dan lain-lain.

B. Big Five Inventory

Big Five Inventory dikembangkan berdasarkan dimensi Big Five Personalityyang dikembangkan oleh Goldberg pada tahun 1981. Pada bagian ini akan diuraikan Big Five Personality, komponen kepribadian Big Five, dan Big Five Inventory.

1. Pengertian Big Five Personality

(28)

memberikan penjelasan sistem kepribadian secara umum (John & Srivastava,1999:270).

Big Five Personality disusun bukan untuk menggolongkan individu ke dalam satu kepribadian tertentu, melainkan untuk menggambarkan sifat-sifat kepribadian yang disadari oleh individu itu sendiri dalam kehidupannya sehari-hari. Pendekatan ini disebut Goldberg sebagai Fundamental Lexical (Language)Hypothesis; perbedaan individu yang paling mendasar digambarkan hanya dengansatu istilah yang terdapat pada setiap bahasa (dalam Pervin, 2005:243).McShane dan Glinow (2000:188) mengungkapkan bahwa Big Five Personality Dimention adalah lima abstrak dimensi kepribadian yang banyak disajikan olehpendekatan kepribadian, yang terdiri dari conscientiousness, emotional stability,openness to experience, agreeableness, dan extroversion.

2. Komponen Kepribadian Big Five

Dari lima faktor di dalam Big Five, masing-masing dimensi terdiri dari beberapa komponen, yangdikembangkan Costa dan McCrae (Raad dan Perugini,2002).

(29)

b. Extravertion: Ramah, minat berteman, kemampuan asertif, kepemimpinan, sosialisasi, dan tenang

c. Openness to Experience: kreatifitas, kemampuan imajinasi, minat berpetualang, intelektualitas, kebebasan, introfeksi, dan keaslian

d. Agreebleness: hangat, pengertian, suka menolong, lemah lembut, emosional, dan menyenangkan

e. Conscientiousness: bertujuan, patuh, perfeksionis, berfikir rasional, berhati-hati, dan terorganisasi

3. Big Five Inventory

Big Five Inventory terdiri dari lima aspek domain yang masing-masing memiliki ciri-ciri terhadap karakteristik kepribadian. Setiap manusia memiliki salah satu faktor kepribadian sebagai faktor yang dominan. Adapun pengaruh dari masing-masing dominan kepribadian lima besar menurut McCrae dan Costa (dalam Pervin, Cervone & John, 2005:263) antara lain sebagai berikut:

a. Ekstraversi (Ekstraversion)

Trait ini menilai kestabilan dan ketidakstabilan emosi.

Mengidentifikasi kecenderungan individu apakah mudah mengalami stres,

(30)

maladaptif (Costa & McCrae 1985;1990;1992 dalam Pervin & John,

2001:263).

Dimensi ini menampung kemampuan seseorang untuk menahan

stres.Faktor ini merupakan dimensi yang penting dalam kepribadian, dimana ekstraversion ini dapat memprediksi banyak tingkah laku sosial. Seseorang yang mempunyai faktor ekstraversion tinggi, akan mengingat semua interaksi sosial, berinteraksi dengan lebih banyak orang dibandingkan dengan seseorang dengan tingkat ekstraversion yang rendah. Dalam berinteraksi, mereka juga akan lebih banyak memegang kontrol dan keintiman. Misalnyaramah, fun loving, afektif, dan suka berbicara. Ekstraversion memiliki tingkat motivasi yang tinggi dalam bergaul, menjalin hubungan dengan sesama dan juga dominan dalam lingkungannya Ekstraversion dapat memprediksi perkembangan dari hubungan sosial. Seseorang yang memiliki tingkat extraversion yang tinggi dapat lebih cepat berteman daripada seseorang yang memiliki tingkat ekstraversion yang rendah.

b. Neurotisme (Neuroticism)

(31)

neurotisme yang rendah cenderung akan lebih gembira dan puas terhadap hidup dibandingkan dengan seseorang yang memiliki tingkat neurotisme yang tinggi.

Selain memiliki kesulitan dalam menjalin hubungan dan berkomitmen, mereka juga memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah. Individu yang memiliki nilai atau skor yang tinggi di neurotisme adalah kepribadian yang mudah mengalami kecemasan, rasa marah, depresi, dan memiliki kecenderungan emosi yang reaktif.

c. Keterbukaan Terhadap Pengalaman (Opennes to experience)

(32)

Keterbukaan dapat membangun pertumbuhan pribadi. Pencapaian kreatifitas lebih banyak pada orang yang memiliki tingkat keterbukaan yang tinggi. Seseorang yang kreatif, memiliki rasa berniat tahu, atau terbuka terhadap pengalaman lebih mudah untuk mendapatkan solusi untuk suatu masalah.

d. Keramahan (Agreeableness)

Keramahan diindikasikan sebagai seseorang yang mempunyai sifat ramah, memiliki kepribadian yang selalu mengalah, menghindari konflik, dan memiliki kecenderungan untuk mengikuti orang lain. Seseorang yang memiliki skor keramahan yang tinggi digambarkan sebagai seseorang yang memiliki nilai suka membantu, pemaaf, dan penyayang. Namun, ditemukan pula sedikit konflik pada hubungan interpersonal orang yang memiliki tingkat keramahan yang tinggi, dimana ketika berhadapan dengan konflik, self esteem/kepercayaan diri mereka akan cenderung menurun. Selain itu, menghindar dari usaha langsung dalam menyatakan kekuatan sebagai usaha untuk memutuskan konflik dengan orang lain merupakan salah satu ciri dari seseorang yang memiliki tingkat keramahan yang tinggi.

(33)

e. Kesadaran (Conscientiousness)

Kesadaran dapat disebut juga ketergantungan, pengendalian dorongan dalam diri, dan keinginan dalam mencapai sesuatuyang menggambarkan perbedaan keteraturan dan disiplin diri seseorang. Seseorang yang dengan karakter ini memiliki nilai kebersihan dan ambisi. Orang-orang tersebut biasanya digambarkan oleh teman-teman mereka sebagai seseorang yang dapat berorganisasi, tepat waktu, dan ambisius.

Kesadaran mendeskripsikan kontrol terhadap lingkungan sosial, berpikir sebelum bertindak, menunda kepuasan, mengikuti peraturan dan norma, terencana, terorganisir, dan memprioritaskan tugas. Di sisi negatifnya trait kepribadian ini menjadi sangat perfeksionis, membosankan. Tingkat kesadaran yang rendah menunjukan sikap ceroboh, tidak terarah serta mudah teralih perhatiannya.

4. Alat ukur Dimensi Kepribadian Big Five

Ada berbagai alat ukur yang dikembangkan untuk mengukur kepribadian Big Five yang terdiri dari bentuk dan jenisnya, yaitu Big Five Inventories and Questionnaires, Big Five Trait markers, dan Big Five

(34)

NEO-Personality Inventory Revised (NEO-PI-R) yang dikembangkan oleh Costa dan McCrae dengan berdasarkan faktor skala. Pada awalnya, hanya difokuskan pada tiga faktor saja, yaitu Neuroticism, Extravertion, dan Openness. Selanjutnya, Costa dan McCras menambahkan faktor Agreebleness dan Conscientiousness setelah mempelajari lebih dalam mengenai model Big Five (Jess, Gregory, 2008:362).

Berbagai alat ukur tersebut dalam penggunaannya perlu ijin khusus dari penciptanya. Sebagai konsekuensinya, instrumen-instrumen tersebut tidak dapat digunakan oleh penelitian lain. Mengingat hal tersebut, Goldberg mempelopori adanya item mengenai Inventorykepribadian yang dipublikasikan dalam International Personality Item Pool (IPIP) website. IPIP merupakan suatu usaha secara internasional untuk mengembangkan sebuah Inventory kepribadian yang berasal dari item-item dominan. Skala tersebut dapat digunakan untuk tujuan ilmiah.

5. Model Big Five InventoryCosta dan McCrae

(35)

sehingga individu dapat mengenal dirinya, menerima dirinya, dan setelah

Skala Sifat Nilai Rendah Memiliki

(36)

1)Neuroticism adalah khawatiran, gugup, merasa tidak aman, tidak sesuai, emosional, dan, suka bersedih tanpa alasan.

2) Extraversionadalah supel, aktif, banyak bicara, suka berorientasi, fun-loving, dan, memiliki kasih sayang.

3) Opennessadalah memiliki rasa ingin tahu, aneh, ketertarikan yang besar, kreatif,alami, imajinatif, dan, modern.

4) Agreeablenessadalah berhati lembut, baik hati, saling percaya, penolong, pemaaf, mudah tertipu, dan, jujur

5) Conscientiousnessadalah terorganisi, dapat diandalkan, pekerja keras, disiplin diri, tepat waktu, teliti, rapi, tekun, dan, ambisius.

b. Karakteristik berdasarkan skor rendah

1) Neuroticismadalah tenang, santai, tidak emosional, tabah, aman, puas

diri

2) Extraversionadalah pendiam, sederhana, pemurung, penyendiri, focus

pada tugas, pemalu

3) Opennessadalah konvensional, rendah hati, memiliki kepentingan yang sempit, tidak artistic. dan, tidak analitik

(37)

5) Conscientiousnessadalah tidak ada tujuan, tidak dapat diandalkan,pelamas, ceroboh, teledor, lalai,berkemauan lemah, dan, hedonistic.

6. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian

Menurut Purwanto (2006), terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian antara lain :

a. Faktor Biologis

(38)

b. Faktor Sosial

(39)

c. Faktor Kebudayaan

Perkembangan dan pembentukan kepribadian pada diri masing-masing orang tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan masyarakat di mana seseorang itu dibesarkan. Ada beberapa aspek kebudayaan yang sangat mempengaruhi perkembangan dan pembentukan kepribadian antara lain: 1. Nilai-nilai (Values)

Di dalam setiap kebudayaan terdapat nilai-nilai hidup yang dijunjung tinggi oleh manusia-manusia yang hidup dalam kebudayaan itu. Untuk dapat diterima sebagai anggota suatu masyarakat, kita harus memiliki kepribadian yang selaras dengan kebudayaan yang berlaku di masyarakat itu.

2. Adat dan Tradisi.

Adat dan tradisi yang berlaku disuatu daerah, di samping menentukan nilai-nilai yang harus ditaati oleh anggota-anggotanya, juga menentukan pula cara-cara bertindak dan bertingkah laku yang akan berdampak pada kepribadian seseorang.

3. Pengetahuan dan Keterampilan.

(40)

masyarakat itu. Makin tinggi kebudayaan suatu masyarakat makin berkembang pula sikap hidup dan cara-cara kehidupannya.

4. Bahasa

Di samping faktor-faktor kebudayaan yang telah diuraikan di atas, bahasa merupakan salah satu faktor yang turut menentukan ciri-ciri khas dari suatu kebudayaan. Betapa erat hubungan bahasa dengan kepribadian manusia yang memiliki bahasa itu. Bahasa merupakan alat komunikasi dan alat berpikir yang dapat menunjukkan bagaimana seseorang itu bersikap, bertindak dan bereaksi serta bersosialisasi dengan orang lain.

5. Harta Benda (material possessions)

Semakin maju kebudayaan suatu masyarakat/bangsa, makin maju dan modern pula alat-alat yang dipergunakan bagi keperluan hidupnya. Hal itu semua sangat mempengaruhi kepribadian manusia yang memiliki kebudayaan itu.

C. Dewasa awal

(41)

dewasa awal adalah mengetahui kepribadiannya sendiri. sehingga pada bagian ini peneliti merasa penting untuk membahas dewasa awal.

1. Pengertian dewasa awal

Masa dewasa awal adalah masa pencarian kemantapan dan masa produktif yaitu suatu masa yang penuh dengan masalah dan ketengangan emosional, periode komitmen, masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai, dan penyesuaian diri pada pola hidup baru. Pengertian dewasa dalam bahasa belanda adalah “ volwassen”, vol adalah penuh sedangkan

wassen adalah tumbuh, jadi volwassen adalah sudah bertumbuh dengan penuh.

Santrock (2002) mengatakan masa dewasa awal adalah masa untuk bekerja dan menjalin hubungan dengan lawan jenis, terkadang menyisakan sedikit waktu untuk hal lainnya. Kenniston (dalam Santrock, 2002) mengemukakan masa muda (youth) adalah periode kesementaraan ekonomi dan pribadi, dan perjuangan antara ketertarikan pada kemandirian dan menjadi terlibat secara sosial.

2. Tugas perkembangan dewasa awal

(42)

Dengan tugas perkembangan diatas maka alangkah lebih baiknya jika mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2013/2014 mampu untuk mengetahui kecenderungan kepribadiaannya. Pada penelitian ini khususnya Big Five Inventory, sehingga dengan mengetahui kepribadinnya maka harapannya mampu mengenal dirinya sendiri baik dari segi negatif maupun dari segi pesitif, sehingga diharapkan mampu menempatkan diri. selain itu mampu menerima diri karena penerimaan diri sendiri sangat penting, dengan menerima diri sendiri maka akan dapat menerima orang lain juga, tidak hanya sampai mengenal diri dan menerima diri, tentu harapanya juga mampu mengembangkan dirinya sendiri.

3. Ciri-ciri dewasa awal

Hurlock (1996), menguraikan secara ringkas ciri-ciri dewasa yang menonjol dalam masa-masa dewasa awal, yaitu:

a. Masa dewasa awal sebagai masa pengaturan.

(43)

pengaturan yang harus jalankan dalam kampus adalah mengikuti peraturan-peraturan akademik.

b. Masa dewasa awal sebagai usia repoduktif.

Orang tua merupakan salah satu peran yang paling penting dalam hidup orang dewasa. Orang yang kawin berperan sebagai orang tua pada waktu saat ia berusia duapuluhan atau pada awal tiga puluhan. Mahasiswa yang berada pada dewasa awal tentunya belum bisa menghasilkan, namun yang berperan disini adalah orang tua individu tersebut.

c. Masa dewasa awal sebagai masa bermasalah.

Dalam tahun-tahun awal masa dewasa banyak masalah baru yang harus dihadapi seseorang. Masalah-masalah baru ini dari segi utamanya berbeda dengan dari masalah-masalah yang sudah dialami sebelumnya. d. Masa dewasa dini sebagai masa ketegangan emosional.

Pada usia ini kebanyakan individu sudah mampu memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi secara baik sehingga menjadi stabil dan lebih tenang.

e. Masa dewasa dini sebagai masa keterasingan sosial. Keterasingan diintensifkan dengan adanya semangat bersaing dan hasrat kuat untuk maju dalam karir, sehingga keramahtamahan masa remaja diganti dengan persaingan dalam masyarakat dewasa.

(44)

Setelah menjadi orang dewasa, individu akan mengalami perubahan, dimana mereka akan memiliki tanggung jawab sendiri dan memiliki komitmen-komitmen sendiri. Misalnya, memiliki pekerjaan yang menetap.

g. Masa dewasa dini sering merupakan masa ketergantungan.

Meskipun telah mencapai status dewasa, banyak individu yang masih tergantung pada orang-orang tertentu dalam jangka waktu yang berbeda-beda. Ketergantungan ini mungkin pada orang tua yang membiayai pendidikan anaknya. Selain itu, masa ketergantukan juga bisa terjadi pada dewasa dini yang belum memiliki pekerjaan yang tetap.

h. Masa dewasa dini sebagai masa perubahan nilai.

Perubahan karena adanya pengalaman dan hubungan sosial yang lebih luas dan nilai-nilai itu dapat dilihat dari kacamata orang dewasa. Perubahan nilai ini disebabkan karena beberapa alasan yaitu individu ingin diterima oleh anggota kelompok orang dewasa, individu menyadari bahwa kebanyakan kelompok sosial berpedoman pada nilai-nilai konvensional dalam hal keyakinan dan perilaku. Oleh kerena itu, individu itu berusaha untuk setara dengan orang-orang dewasa dengan mengubah nilai-nilai yang ada didalam dirinya.

(45)

Masa ini individu banyak mengalami perubahan didalam dirinya,hal ini dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik, dimana gaya hidup baru paling menonjol dibidang perkawinan dan peran orangtua, maka membutuhkan pengalaman dari orang lain sehingga dapat menyesuaikan diri dengan tepat menyesuaikan diri memang tidak mudah, namun ketika mau untuk berusaha maka dengan berjalannya waktu pasti akan mampu. j. Masa dewasa dini sebagai masa kreatif.

Orang yang dewasa tidak terikat lagi oleh ketentuan dan aturan orangtua maupun guru-gurunya sehingga terlebas dari belenggu ini dan bebas untuk berbuat apa yang mereka inginkan. Bentuk kreatifitas ini tergantung dengan minat dan kemampuan individual. Misalnya berusaha memunculkan ide-ide baru yang belum pernah ada sebelumnya dan menentukan jurusan sesuai dengan minat dan bakatnya.

D. Bimbingan Kelompok

1. Pengertian bimbingan kelompok

(46)

konseling. Bimbingan kelompok lebih merupakan suatu upaya bimbingan kepada individu-individu melalui kelompok.

Menurut Sukardi (2002 :48),bimbingan kelompok yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari nara sumber tertentu (terutama dari pembimbing/konselor) yang berguna untuk menunjang kehidupannya sehari-hari baik individu maupun sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat serta untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Menurut Mungin (2005:17), bimbingan kelompok adalah suatu kegiatan kelompok di mana pimpinan kelompok menyediakan informasi-informasi dan mengarahkan diskusi agar anggota kelompok menjadi lebih sosial atau untuk membantu anggota-anggota kelompok untuk mencapai tujuan-tujuan bersama.Menurut Juntika (2003:31),bimbingan kelompok merupakan bantuan terhadap individu yang dilaksanakan dalam situasi kelompok. Bimbingan kelompok dapat berupa penyampaian informasi ataupun aktivitas kelompok membahas masalah-masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi dan sosial.

(47)

kelompok dan selanjutnya apa yang disampaikan mereka dalam kelompok itulah yang menjadi pokok bahasan kelompok. (2) bimbingan kelompok tugas, salah satu bentuk penyelenggaraan bimbingan kelompok di mana arah dan isi kegiatan kelompok itu tidak ditentukan oleh anggotanya melainkan diarahkan kepada penyelesaian suatu tugas (Amti dan Marjohan: 1993)

Menurut Tohirin (2007: 144-195) jenis-jenis pelayanan Bimbingan dan Konseling ada sembilan, yaitu: orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, konseling perseorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, kunsultasi, dan meditasi. Bimbingan kelompok sangat tepat dilakukan pada mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling T.A 2013/2014, karena dalam nuansa bimbingan kelompok maka individu dengan individu lainnya dapat memberi peneguhan kepada yang satu dengan yang lainnya, misalnya ada satu satu teman yang memiliki kecenderungan kepribadian introvertion, lalu ada temamnnya yang menyatakan iyaanda benar introvertion, anda ingat tidak waktu itu anda sangat malu memperkenalkan diri anda sendiri.

2. Tujuan bimbingan kelompok

(48)

a. Tujuan Umum

Tujuan umum dari layanan bimbingan kelompok adalah berkembangnya sosialisasi siswa, khususnya kemampuan komunikasi anggota kelompok. Melalui layanan Bimbingan Kelompok hal-hal yang menganggu atau menghimpit perasaan yang diungkapkan, diringankan melalui berbagai cara dan dinamikan melalui berbagai masukan dan tanggapan baru. Selain bertujuan sebagimana Bimbingan Kelompok, juga bermaksud mengentaskan masalah klien denagn memanfaatkan dinamika kelompok.

b. Tujuan Khusus

(49)

33 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Pada bab metode penelitian akan dipaparkan jenis dan desain penelitian, subjek penelitian, instrument penelitian, metode penelitian, dan teknik analisis data.

A. Jenis penelitian

Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Menurut Trianto (2010: 197) penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha menggambarkan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjasdi sekarang serta memusatkan perhatian pada masalah-masalah aktual. Menurut Azwar (2010:7) penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristik mengenai populasi. Menurut Furchan (2004:447) penelitian deskriptif dirancang untuk memperoleh informasi tentang status gejala pada penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil kepribadian mahasiswa Bimbingan dan konseling di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014.

B. Subjek penelitian

(50)

2 kelas. Semua Mahasiswa Bimbingan dan konseling di Universitas Sanata Dharma tahun ajaran 2013/2014 diikutsertakan sebagai subjek dalam penelitian ini. Karena itu, penelitian ini termasuk penelitian populasi ataupun tidak menggunakan sampel. Rincian jumlah mahasiswa tiap kelas adalah seperti yang disajikan dalam tabel 2.

Tabel 2

Rincian Jumlah Mahasiwa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014

Kelas L P Jumlah

A 6 33 39

B 12 25 37

Total 18 58 76

Mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014 berjumlah 76 mahasiswa yang terbagi menjadi 2 kelas. Kelas A berjumlah 39 orang, 6 laki-laki dan 33 permpuan, sedangkan kelas B berjumlah 37 orang, 12 laki-laki dan 25 perempuan.

C. Instrumen Penelitian

1. Instrumen Pengumpulan Data

(51)

2013/2014 dengan menggunakan Big Five Inventory. Kuesioner tersebut diadabtasi (diterjemahkan menjadi bahasa Indonesia dan disesuaikan dengan mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014).

Menurut Sugiono (2011:199) kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memversitas beri seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner dapat berupa pertanyaan atau pernyataan terbuka atau tertutup.

Jenis kuesioner yang digunakan adalah kuesioner langsung tertutup artinya responden menjawab penyataan yang dihubungakan atau yang paling sesuai dengan dirinya dan sudah disediakan alternative jawaban yang sesuai dengan dirinya dengan tanda cheklish (V). kuesioner yang digunakan oleh peneliti adalah Big Five Inventory. Kuesioner terbagi menjadi dua bagian yaitu, yang pertama identitas yang meliputi; jenis kelamin, NIM, usia, dan asal, penjelasan, dan, petunjuk pengisian. Kemudian bagian kedua memuat pernyataan.

(52)

2. Penentuan skor

Penentuan skor untuk setiap dari jawaban dari masing-masing item pernyataan yaitu:

a. Untuk penyataan yang bersifat Favorable (positif) terhadap aspek Big Five Inventory, jawaban “SS (Sangat Setuju)” diberi skor 4, “S

(Setuju) diberi skor 3, TS (Tidak Setuju) diberi skor 2, “ STS (Sangat Tidak Setuju) diberi skor 1

b. Untuk penyataan yang bersifat Unfavorable (negatif) terhadap aspek Big Five Inventory, jawaban “SS (Sangat Setuju)” diberi skor 1, “S

(Setuju) diberi skor 2, TS (Tidak Setuju) diberi skor 3, “ STS (Sangat

Tidak Setuju) diberi skor 4.

3. Penelitian ini menggunakan kisi-kisi untuk mengungkap kepribadian Mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014, dapat di lihat pada tabel 3

Tabel 3

Kisi-kisi Kuesioner Profil Kepribadian Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014

Dimensi No Item Total

Favorable Unfavorable

Extraversion 1,11,16,26,36 6,2,31 8

Agreeableness 7, 17, 22,32,42 2,12,27,37 9

(53)

Setiap dimensi terdiri dari favorable dan unfavorable. Dimensi Extraversiontotalnya 8 item 5 favorable dan 3 unfavorable. Agreeablenesstotalnya 9 item 5 favorable dan 4 unfavorable. Dimensi Conscientiousnesstotalnya 9 item 5 favorable dan 4 unfavorable. Dimensi Emotional stabilitytotalnya 8 item 5 favorable dan 3 unfavorable. Dimensi Opennesstotalnya 10 item 8 favorable dan 2 unfavorable.

4.Berikut ini adalah penilaian untuk setiap pilihan Favorable dan Unfavorable.untuk lebih jelasnya, dapat di lihat pada tabel 4.

Tabel 4

Penilaian untuk Jawaban Favorable dan Unfavorable Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014 Pilihan Jawaban

Skor

Favorable Unfavorable

SS STS 4

S TS 3

TS S 2

STS SS 1

(54)

begitu pula sebaliknya semakin rendah nilai skor total maka semakin cenderung tinggi.

D. Uji Coba Alat 1. Validitas Instrumen

Menurut Azwar (2012: 132) validitas berasal dari kata validity yang memiliki arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya . Validitas instrumen yang diuji adalah validitas bahasa dan isi. (dalam Azwar, 2009:45) mengatakan bahwa validitas isi adalah merupakan validitas yang destimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat professional judgment. Validitas bahasa juga dilakukan dalam penelitian ini karena kuesioner yang digunakan dalam bahasa inggris, sehingga peneliti menyesuaikan bahasanya (menggunakan bahasa Indonesia). Validitas ini, berkenan dengan isi instrumen; di periksa untuk mengetahui sejauh mana item-item dalam alat penelitian (kuesioner) menjakup keseluruhan wawasan isi objek yang hendak diukur.

2. Reliabilitas Instrumen

(55)

dapat diungkapkan dengan koefisien alpha untuk mengitung indeks reabilitas kuesioner big five inventory digunakan program SPSS (statistic Programme for social scince) versi 17.0.

E. Metode pengumpulan data 1. Tahap persiapan

Mempelajari buku-buku tentang profil kepribadian khususnya Big Five Inventory sehingga bisa terbantu untuk mendapatkan informasi kecenderungan kepribadian.

a. Membahasakan kembali kuesioner dengan beberapa langkah yaitu: 1) Menterjemahkan

2) Melihat kembali item yang diukur sesuai dengan tahap perkembangan mahasiswa baru atau tidak sesuai

3) Melihat kembali item yang digukan valid atau tidak valid

4) Membahasakan kembali bahasa yang digunakan sehingga harapannya sungguh-sungguh bisa valid.

5) Melihat kembali jawaban yang sudah di susun dalam aspek-aspek dan indikator

2. Tahap pelaksanaan pengumpulan data

(56)

Sebelum melakukan pengumpulan data, maka peneliti menguhubungi Bapak Dr. Gendon Barus, M.Si. selaku Kaprodi Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta untuk menetukan waktu dan tempat melakukan penelitian. Setelah terjadi kesepakatan maka Penelitian dilaksanakan pada tanggal 22-24 Desember 2013.pengisian kuesioner dilaksanakan pada jam kuliah bapak Budi yaitu pukul 08.00-09.00 WIB.

Tahap pelaksanaan penelitian ini, peneliti datang untuk menunggu bapak Budi masuk ke kelas, pada tanggal 22 Desember peneliti berhasil mengumpulkan data kelas A, pada tanggal 23 desember peneliti mengumpulkan data kelas B, namun masih ada mahasiswa yang belum mengisi karena tidak masuk kuliah, pada tanggal 24 peneliti datang sendiri dan menemui mahasiswa mana yang belum mengisi kuesioner.

(57)

F. Teknik analisis data

Langkah-langkah yang ditempuh dalam menganalisis data menggunakan norma scoring atau menggunakan patokan berdasarkan pendapat Azwar. Pada penelitian ini, peneliti tidak menggunakan patokan berdasarkan Big Five Inventorykarena itemmnya sudah diadabtasi padamahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014.

1. Menentukan skor dari setiap alternatif jawaban. Norma scoring positif adalah sangat setuju:4, setuju:3, tidak setuju:2, sangat tidak setuju . dan yang negatif adalah sangat setuju:1, setuju:2, tidak setuju: 3, sangat tidak setuju 4.

2. Membuat tabulasi skor dari item-item kuesioner dan menghitung skor masing-masing responden.

3. Mengkategorikan kualifikasi profil kepribadian mahasiswa program studi bimbingan dan konseling universitas sanata dharma Yogyakarta T.A 2013/2014 berdasarkan kriteria Big five Inventory.

Tabel 5

Norma Kategorisasi Kepribadian

Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma YogyakartaT.A 2013/2014

Norma/Kriterian skor Kategori

X≤m+1.5s Tinggi

m-1.5<x≤m+1.5s Rata-rata

(58)

Keterangan

X maksimum teoritik : Skor tinggi yang mungkin diperoleh subjek penelitian dalam skala

X minimum teoritik : Skor terendah yang mungkin diperoleh subjek peneliti dalam skala

α ( standar devisiasi) : Luas jarak rentang yang dibagi dalam 6

satuan devisi standar

µ (mean teoritik) : Rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum

4. Mencari patokan atau norma yang akan digunakan dengan mencari X maksimum teoritik, X minimum teoritik, standar devisiasi, dan mean teoritik. Kategori tinggi rendahnya tipe kepribadian mahasiswa prodi BK semester 2 angkatan 2013 secara keseluruhan dengan item total 44 di tulis dalam satuan tabel.

X maksimum teoritik : 44 x 4 = 176 X minimum teoritik : 44 x 1 = 44

Range :176-32= 144

α ( standar devisiasi teoritik) : 144: 6=24

(59)

Kategorisasi Kepribadian mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma T.A 2013/2014secara umum dapat dilihat pada tabel 6.

Tabel 6

Norma Kategorisasi Kepribadian Extraverstion/Introvertion Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling

Universitas Sanata Dharma T.A 2013/2014

Perhitungan Skor Kategori

X ≤ m + 1.5 s X> 26 Tinggi (Extraverstion) m –1.5 s < x ≤ m + 1.5s 19-26 Rata-rata

X > m -1.5 s X ≤19 Rendah (Intoverstion)

Keterangan :

a. Jika skor lebih dari 26 diketegorikan tinggi

b. Jika skor antara 19-26 dikategorikan seimbang antara Extraverstion dan Intoverstion

c. Jika skor kurang dari 19 dikategorikan rendah Tabel 7

Norma Kategorisasi Kepribadian Agreeableness/ Antagonism Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling

Universitas Sanata Dharma YogyakartaT.A 2013/2014

Perhitungan Skor Kategori

X ≤ m + 1.5 s X > 29 Tinggi

(60)

b. Jika skor antara 17-29 dikategorikan seimbang antara Extraverstion dan Intoverstion

c. Jika skor kurang dari 16 dikategorikan rendah Tabel 8

Norma Kategorisasi Tipe Kepribadian Conscientiousness/Lack OfDirectionMahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014

Perhitungan Skor Kategori

a. Jika skor lebih dari 29 diketegorikan tinggi

b. Jika skor antara 17-29 dikategorikan seimbang antara Extraverstion dan Intoverstion

c. Jika skor kurang dari 16 dikategorikan rendah Tabel 9

Norma Kategorisasi Tipe Kepribadian Neuroticism/

EmotionalStability Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014

(61)

Keterangan :

a. Jika skor lebih dari 26 diketegorikan tinggi

b. Jika skor antara 20-26 dikategorikan seimbang antara Extraverstion dan Intoverstion

c. Jika skor kurang dari 19 dikategorikan rendah. Tabel 10

Norma Kategorisasi Tipe Kepribadian Openness/ Closedness Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014

Perhitungan Skor Kategori

X ≤ m + 1.5 s X > 32.5 Tinggi (Openness) m –1.5 s < x ≤ m + 1.5 s 17.5< 32.5 Rata-rata

X > m -1.5 s X ≤ 17.5 Rendah (Closedness)

Keterangan :

a. Jika skor lebih dari 32.5 diketegorikan tinggi

b. Jika skor antara 17.5-32.5 dikategorikan seimbang antara Extraverstion dan Intoverstion

c. Jika skor kurang dari 17.5 dikategorikan rendah

(62)

46 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini disajikan hasil penelitian mengenai “Deskripsi Profil Kepribadian

dengan Menggunakan Big Five Inventorypada Mahasiswa Baru Program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma T.A

2013/2014dan usulan topik-topik bimbingan kelompok”.

A. Hasil Penelitian

1. Profil Kepribadian Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014 dapat dilihat pada tabel 11.

Tabel 11

Profil Kepribadian Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma T.A 2013/2014

Big Five Inventory

(63)

agreeablenes 25 orang 33 %, kategori antagonism tidak ada (0) o%, dan kategori kecenderungan yang seimbang antara agreeablenes dan antagonism51 orang 67 %. Kategori couscientiousness 7 orang 9 %, kategori lack of derektion tidak ada (0) 0%, dan kategori kecenderungan yang seimbang antara couscientiousness dan lack of derektion 69 orang 91%. Kategori neurotism 1 orang 1 %, kategori emotional stability 35 orang 47%, dan kategori kecenderungan yang seimbang antara neurotism dan emotional stability35 orang52%. Kategori openess 9 orang 12 %, kategori closedness tidak ada (0) o%, dan kategori kecenderungan yang seimbang antara emosional stability dan closedness 67 orang 88 %.

a. Deskripsi Profil Kepribadian Mahasiswa bimbingan dan Konseling Berdasarkan perolehan hasil tes kecenderungan kepribadian Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014 digolongkan berdasarkan norma kategorisasi yang mengacu pada pendapat Azwar (2007:108).

Dapat dilihat dalam tabel dan diagram berikut: Tabel 12

Profil Kepribadian Extraverstion/Introvertion

Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014

(64)

Dari tabel 12 terlihat bahwa:

a. Terdapat 17 mahasiswa (22.36%) yang memiliki kecenderungan kepribadian extravertion

b. Terdapat 33 mahasiswa (43.42%) yang memiliki Kecenderungan kepribadian rata-rata.

c. Terdapat 26 mahasiswa (34.21%) yang memiliki kecenderungan kepribadian Introvertion

Diagram 1 Extraverstion

Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma T.A 2013/2014

Oleh sebab itu peneliti menyimpulkan bahwa mahasiswa Bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta memiliki kecenderungan rata-rata, maksudnya rata-rata adalah sebagian besar mahasiswa yang termasuk dalam golongan seimbang antara Extravertion dan intravertion.

22.36%

43.42% 34.21%

0

Persentase

tinggi

(65)

Tabel 13

Profil Kepribadian Agreeableness/Antagonism

Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014

Skor Kategori Jumlah Persentase

Dari tabel 13 terlihat bahwa:

a. Terdapat 25 mahasiswa (33%) yang memiliki kecenderungan kepribadian Agreeableness.

b. Terdapat 51 mahasiswa (67%) yang memiliki kecenderungan kepribadian rata-rata.

c. Terdapat 0 mahasiswa (0%) yang memiliki kecenderungan kepribadian Antagonism.

Diagram 2Agreeableness

Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma T.A 2013/2014

(66)

Oleh sebab itu peneliti menyimpulkan bahwa mahasiswa Bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta memiliki kecenderungan rata-rata, maksudnya rata-rata adalah sebagian besar mahasiswa yang termasuk dalam golongan seimbang antara Agreeableness dan Antagonism.

Tabel 14

Profil Kepribadian Conscientiousness/Lack of directionMahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata

Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014

Skor Kategori Jumlah Persentase

X > 29 tinggi

(conscientiousness)

7 9%

17-29 Rata-rata 69 91%

X ≤ 16 rendah (Lack of direction)

0 0%

Dari tabel 14 terlihat bahwa:

a. Terdapat 7 mahasiswa (9%) yang memiliki kecenderungan conscientiousness.

b. Terdapat 69 mahasiswa (91%) yang memiliki kecenderungan kepribadian rata-rata .

(67)

Diagram 3 Conscientiousness

Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma T.A 2013/2014

Oleh sebab itu peneliti menyimpulkan bahwa mahasiswa Bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta memiliki kecenderungan rata-rata, maksudnya rata-rata adalah sebagian besar mahasiswa yang termasuk dalam golongan seimbang antaraconscientiousnessdan Lack of direction.

Tabel 15

Profil Kepribadian Neuroticism/ Emotionalstability Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014

(68)

Dari tabel 15 terlihat bahwa:

a. Terdapat 1 mahasiswa (1%) yang memiliki kecenderungan kepribadian Neuroticism.

b. Terdapat 40 mahasiswa (52%) yang memiliki kecenderungan kepribadian rata-rata.

c. Terdapat 35 mahasiswa (47%) yang memiliki Kecenderungan kepribadian Emotional stability

Diagram 4 Neuroticism

Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma T.A 2013/2014

Oleh sebab itu peneliti menyimpulkan bahwa mahasiswa Bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta memiliki kecenderungan rata-rata, maksudnya rata-rata adalah sebagian besar mahasiswa yang termasuk dalam golongan seimbang antara Neuroticism dan Emotional stability

1%

52% 47%

0

Persentase

tinggi (Neuroticism)

Rata-rata

(69)

Tabel 16

Profil Kepribadian Openness/ Closedness

Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014 Skor Kategori Jumlah Persentase

X > 32.5 tinggi (Openness) 9 12%

17.5< 32.5 Rata-rata 67 88%

X ≤ 17.5 rendah

(Closedness)

0 0%

Dari tabel 16 terlihat bahwa:

a. Terdapat 9 mahasiswa (12%) yang memiliki kecenderungan kepribadian Openness.

b. Terdapat 67 mahasiswa (88%) yang memiliki kecenderungan kepribadian rata-rata.

c. Terdapat 0 mahasiswa (0%) yang memiliki kecenderungan kepribadian Closedness.

Diagram 5 Openness

Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma T.A 2013/2014

(70)

Oleh sebab itu peneliti menyimpulkan bahwa mahasiswa Bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta memiliki kecenderungan rata-rata, maksudnya rata-rata adalah sebagian besar mahasiswa yang termasuk dalam golongan seimbang antara Openness dan Closedness.

Berdasarkan hasil tersebut diusulkan topik-topik bimbingan kelompok yang sesuai.

B. Pembahasan

1. Profil Tipe Kepribadian Mahasiswa

Pembahasan Profil kepribadian Mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014 dibahas berdasarkan penggolongan tipe kepribadian manusia yang diungkap dengan Big Five InventoryyaituNeuroticism, Extraversion,Openness, Agreeableness, dan Conscientiousness, antara lain sebagai berikut.

(71)

mahasiswa memiliki kecenderungan, Hal ini bisa terjadi kerena peneliti menggunakan penelitian dikelompok itu sendiri. Berdasarkan pengamatan peneliti presentase dalam satu kelompok kepribadian yang paling menonjol adalah rata-rata, atau bisa disebut dengan seimbang. Selain itu, dalam penelitian ini sebagian besar adalah mahasiswa yang merantau misalnya dari medan, Kalimantan dan lain-lain. Hal ini sangat mempengaruhi tingkat emosionalnya karena jauh dengan keluarga.

Kedua, terdapat 25 mahasiswa (33%) memiliki kecenderungan kepribadian agreeableness, 0 antagonism (o%) memiliki kecenderungan kepribadian antagonism,dan51 mahasiswa (67%)memiliki kecenderungan kecenderungan kepribadian seimbang antara agreeablenes dan antagonism.Hal ini bisa terjadi kerena peneliti menggunakan penelitian dikelompok itu sendiri. Berdasarkan pengamatan peneliti presentase dalam satu kelompok kepribadian yang paling menonjol adalah rata-rata, atau bisa disebut dengan seimbang. Hal ini dapat terjadi karena dipengaruhi oleh sosial budaya, latar belakang keluarga, intraksi sosial dan lain-lain.

(72)

dikelompok itu sendiri. Berdasarkan pengamatan peneliti presentase dalam satu kelompok kepribadian yang paling menonjol adalah seimbang. Selain itu, dalam kelompok ini sebagian besar adalah suku jawa, sehingga proses bersosialisasi mendapatkan presentase yang tinggi. Namun adalah beberapa persentasi yang berkepribadian couscientiousness, hal ini sangat dipengaruhi dengan suku, buda, agama, ras, dan pola asuh orang tua.

Keempat, 1 mahasiswa(1%) memiliki kecenderungan kepribadianneurotism,35 mahasiswa (47%) memiliki kecenderungan kepribadianemotional stability dan 40 mahasiswa (52%) memiliki kecenderungan seimbang antara neurotism dan emotional stability. Hal ini bisa terjadi kerena peneliti menggunakan penelitian dikelompok itu sendiri. Berdasarkan pengamatan peneliti presentase dalam satu kelompok kepribadian yang paling menonjol adalah rata-rata, atau bisa disebut dengan seimbang. Hal ini dapat terjadi karena adanya pola fikir yang baru, umur yang beranjak semakin dewasa.

(73)

adalah rata-rata, atau bisa disebut dengan seimbang. Ada beberapa persentase yang memiliki kepribadian yang terbuka. Hal ini dapat terjadi karena proses pergaulan, hubungan dengan orang, dan, memiliki konsep diri yang positif.

C. Usulan Topik Bimbingan Kelompok

Mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014 adalah mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, agama, kebudayaan, bahasa, dan ras yang berbeda.

Sebagai mahasiswa tentunya memiliki tanggungjawab, baik dalam kampus misalnya mengerjakan tugas dari Dosen, bergaul dengan teman sebaya dan kakak kelas, mengikuti kegiatan kampus misalnya seminar, kepanitiaan dan lain-lain. Tugas seorang mahasiswa tidak hanya di dalam kampus tetapi diluar kampus juga misalnya di tempat tinggalnya (kos), kegiatannya membersikan kos bersama teman satu kos.

(74)

diri ini adalah untuk meningkatkan mutu dan kualitas kepribadian seseorang. Pengembangan diri dilakukan dengan di mulai dari menilai diri kita sendiri, kemudian merevisi nilai-nilai kita yang negatif atau kurang sehingga menjadi lebih baik, dan memotivasi nilai-nilai positif yang sudah ada di dalam diri kita.

(75)

Tabel 17

Usulan Topik-topik Bimbingan Kelompok

Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014

No Tujuan

Pelayanan

Materi Layanan Waktu Bidang

bimbingan

Pengenalan diri a. Pentingnya pengenalan diri

50’ Pribadi Ceramah, sharing, dan Tanya jawab

Helmi, A.F. 1995. Konsep dan Teknik PengenalaDiri.

Buletin Psikologi. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM. Nomor 2, Desember 1995.

Penerimaan diri. a. Pentingnya menerima diri

50’ Pribadi Ceramah, sharing, Tanya jawab

A. Dryden, W & Gordon, J. 1993. Berpikir Positif untuk Kebahagiaan Hidup. Jakarta: Penerbit Arcan Psychological Journal. Vol. I No 1. Hal 53-63

B.Papalia, D.E., Olds, S.W., Feldman, R.D. 2004 Human Development McGraw-Hill New York.

C.Muryantinah Mulyo Handayani, dkk. Efektivitas Pelatihan Pengenalan Diri Terhadap Peningkatan Penerimaan Diri dan Harga Diri, Jurnal Psikologi (Yogyakarta: Universitas Gajah Mada, 1998), No.2

(76)

No Tujuan Pelayanan

Materi Layanan Sub Topik Waktu Bidang

Bimbingan

Metode Sumber Pustaka

3. Membantu mahasiswa untuk mengembangkan potensi yang ada didalam dirinya.

Pengembangan diri Mengenali diri untuk berkembang secara utuh.

50’ Pribadi Ceramah, diskusi, refleksi, Tanya jawab, dan pemutaran video tentang orang yang berhasil

mengembangkan dirinya

A.Pengembangan Diri (Wiliam James, 1890) dalam Upton, Penney (2012). Psikologi Perkembangan: Erlangga.

(77)

61 BAB V PENUTUP

Bab ini akan menyajikan tentang kesimpulan dan saran untuk berbagai pihak. Bagian kesimpulan memuat kesimpulan dari hasil penelitian, sedangkan bagi saran memuat saran-saran untuk pihak Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

A. Kesimpulan

(78)

B. Saran-saran

Berikut ini dikemukakan saran untuk berbagai pihak yang berkaitan: 1. Bagi dosen bimbingan dan konseling universitas sanata dharma

Dosen bimbingan dan konseling agar dapat memperhatikan kecenderungan mahasiswa yang di ampunya, agar proses bimbingan, baik secara individual maupun kelompok dapat dilakukan dengan baik dan mahasiswa bisa menerima metode yang di ajarkan.

2. Bagi mahasiswa bimbingan dan konseling universitas sanata dharma Hal penelitian ini menyatakan bahwa ada mahasiswa yang memiliki kecenderungan kepribadian, oleh karena itu dihaeapkan seluruh mahasiswa baru prodi bimbingan dan konseling dapat mengetahui kecenderungan kepribadiannya sendiri sehingga bisa mengenali dirinya dan orang lain juga.

3. Bagi peneliti lain

a. Peneliti lain yang ingin mengadakan penelitian yang sejenis, hendaknya menambah aspek-aspek kecenderungan kepribadian menggunakan “Big

Five Inventory” yang sekiranya cocok dengan subjek penelitian yang

(79)

DAFTAR PUSTAKA

Allport, G.W., 1949: Personality: a Psychological Interpretation. Hendry Holt, New York,

Alwisol. 2006. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press

Azwar, Saifudin. 2007. Penyusunan Skala Spikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2010. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka pelajar

---. 2009. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

---. 2011. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

---. 2012. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Budiraharho, Paulus. (1997). Mengenal teori kepribadian Mutahir. Yogyakarta: Kanisius

Furchan, Arif. 2004. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Hurlock, Elizabeth. 1980 (Edisi lima). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga

Hutagalung, Inge. (2007).Pengembangan Kepribadian. Jakarta: PT Indeks

John, O. P. (1990). The "Big Five" Factor Taxonomy: Dimensions of personality in the natural

(80)

John, O. P., Goldberg, L. R., & Angleitner, A. (1984). Better than the alphabet: Taxonomies of Personality-descriptive terms in English, Dutch, and German.

Kenny, D. A. (1994). Interpersonal perception: A social relations analysis. New York: GuilfordPress. research. European Journal of Personality, 2, 171-203.

Nurihsan, Achmad Juntika. 2006. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Refika Aditama

Olson, Matthew H dan B.R. Hergenhahn. 2013 (edisi delapan). Pengantar Teori-teori Kepribadian. Yogyakarta: Pustaka Belajar

Prayitno. 2004. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Asdi Mahasatya.

Purwanto.2006. Through Positive Thingking. Bandung: Nuansa Cidekia Santrock, John. 2002 (edisi lima Jilit 1). Perkembangan Masa Hidup:

Jakarta: Erlangga.

---. 2002( edisi lima Jilit 2). Perkembangan Masa Hidup: Jakarta: Erlangga.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sujanto, Agus (dkk). 2006. Psikologi kepribadian: Jakarta. Bumi Aksara Suryabrata. 1995. Psikologi Kepribadian: Jakarta. PT Raja Grafindo

(81)

Trianto. 2010. Pengantar Penelitian Pendidikan Bagi Pengembangan Profesi Pendidikan dan tenaga Kependidikan. Jakarta: Kencana Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah

(berbasis Integiritas). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Winkel dan M.M. Sri Hastuti. 2005. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Gramedia

(82)

KUESIONER

A. IDENTITAS

1. Jenis kelamin :

2. NIM :

3. Usia :

4. Kabupaten/profinsi Asal :

B. PENJELASAN

1. pernyataan-pernyataan dalam kuesioner ini bukan merupakan suatu tes dan tidak akan mempengaruhi nilai-nilai mata kuliah Anda.

2. Agar benar-benar bermanfaat, pernyataan-pernyataan dalan kuesioner ini hendaknya di isi jujur dan teliti sesuai dengan dengan keadaan diri Anda.

C. PETUNJUK PENGISIAN

1. Bacalah pernyataan-pernyataan dalam kuesioner ini dengan teliti. 2. Berilah tanda centang (V) pada pilihan jawaban yang kamu pilih di

tempat yang tersedia. Alternatif Jawaban: SS : Sangat Setuju S : Setuju

TS : Tidak Setuju

STS: Sangat Tidak Setuju

Gambar

Tabel 1 Karakteristik Sifat yang diungkap
Tabel 2 Rincian Jumlah Mahasiwa Baru
Tabel 3 Kisi-kisi Kuesioner Profil Kepribadian Mahasiswa Baru
Penilaian untuk JawabanTabel 4  Favorable dan Unfavorable
+7

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui implementasi model pembelajaran konstruktivistik dan berbasis pengalaman ( Experiental Learning ) dalam Meningkatkan kemandirian belajar peserta didik pada

To make it architectural, meaning that to speak language with space and gatra , with line and plane, with a material and lace atmosphere, it is natural that individual

aman hidup tertua yang berlangsung kira-kira 340 juta tahun lalu dan sudah ada kehidupan seperti binatang kecil yang tidak aman hidup tertua yang berlangsung kira-kira 340 juta

“Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkanhukum Islam antara Bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang

Ketika pengajuan produk pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri Cabang Rawamangun ternyata menghadapi 2 kendala yaitu ketidaksesuaian nilai pembiayaan yang

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan campuran Piperazine-DEA terhadap solubilitas CO 2 dalam larutan 30% berat K 2 CO 3 untuk berbagai variabel

“Hampir sama dengan disiplin ya mas, sebagai seorang pelatih, tentu kami selalu mengajarkan serta mengingatkan peserta didik untuk selalu bertanggung jawab

Setelah setting timer 60 menit maka alat dapat dioperasikan dengan menekan tombol Start, bersamaan dengan menekan tombol Start maka Optocoupler