• Tidak ada hasil yang ditemukan

Edisi 34 GRATIS 12 Halaman Halaman Th.XIII/Pekan 2/ Desember 2018 Th.XIII/Pekan 1/ Rabi ul-akhir 1440 H

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Edisi 34 GRATIS 12 Halaman Halaman Th.XIII/Pekan 2/ Desember 2018 Th.XIII/Pekan 1/ Rabi ul-akhir 1440 H"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Th.XIII/Pekan 2/ Desember 2018 Th.XIII/Pekan 1/ Rabi’ul-Akhir 1440 H www.tangerangkota.go.id

Kaleidoskop

12

EDISI 34 Th.XIII/Pekan 2/ Desember 2018 Th.XIII/Pekan 1/ Rabi’ul-Akhir 1440 H

(2)

Kita sering mendengar ceramah atau tausiah yang disampaikan para mubaligh atau ulama mengenai ka-ta-kata syirik, yaitu tentang menyekutukan Allah. Maskud-nya ialah seseorang meyakini kekuatan dan kekuasaan Al-lah, juga menyakini kekuasaan dan kekuatan selaian Allah. Hal ini tentunya sangan ber-tentangan dengan keyakinan kita sebagai orang muslim. Sebab kalau orang muslim yang bener tentunya dia ha-nya menyembah, meminta, memasrahkan dirinya hanya

TIM PENGELOLA : Pembina : H. Arief R Wismansyah, H. Sachrudin Ketua

:Drs. Syamsul Bahri MM, Wakil Ketua : Ir Hery Tafiyudien Sekertaris : Dimas Aryo Sutomo Anggota : Andhika Nugraha, Dewi Ratnawati, Eka, Asep Tahyudin, Achmad Zainudin MN, Afriyani,Alamat : Dinas Komunikasi dan Informatika Kota kepada Allah SWT, bukan

kepa-da selaian Allah.

Mempertahankan keyakinan kita kepada Allah harus dalam situasi apa saja, sebagaiman Allah firmankan dalam Al-Qur’an, surat Al-Baqoroh yang artinya :’’Dan bersabarlah dalam keadaan sempit, sakit, maupun dalam keadaan perang’’.

Jadi dalam keadaan sempit atau susah saja tetap harus ibadah, apalagi dalam keadaan senang atau ekonominya ma-pan. Dalam keadaan sakit saja harus tetap beribadah, apalagi dalam kedaan sehat . kemudian dalam keadaan perang saja kita

harus tetap beribadah, apalagi dalam keadaan damai seperti sekarang ini.

Banyak orang yang karena situasi ekonomi, karena kondisi kesehatan melepaskan keyak-inannya kepada Allah, dia minta tolong kepada selain Allah. Apalagi itu kepada kuburan, dukun dan lain sebagainya.

Dalam hubungan ini tentu kita masih ingat dengan salah satu firman Allah dalam Al-Qur’an, surat Annisa ayat 48 yang artinya:’’Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan dia mengampuni segala dosa selain syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.

Barang siapa yang memperse-kutukan Allah, maka ia telah berbuat dosa yang besar’’.

Selain itu orang yang syirik atau musyrik adalah orang yang merugikan diri sendiri, karena segala amal kebaikan-nya tidak akan diterima oleh Allah SWT, sebagaimana Allah informasikan dalam firmannya surat Al-Anam ayat 88 yang artinya:’’Inilah petunjuk Allah, yang sesungguhnya. Dia mem-ber petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Sean-dainya mereka memperseku-tukan Allah niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah meraka kerjakan’’.

Begitu besar dosa syirik, maka sepantasnya kita harus jauhi perbuatan itu, agar kita beserta keluarga kita selamat dunia dan akhirat.

Namun saying di zaman teknologi yang maju ini banyak orang yang menyekutukan Allah dengan mendatangi dukun atau paranormal yang jelas-jelas berlawanan dengan aqidah Islamiyah. Mari kita hindari jauh-jauh agar kita tidak terperosok kepada kemusyri-kan atau kekufuran.

Akhirnya kita pegang nasi-hat Rasululloh dalam sabdanya :’’kalian hendaknya senan-tiasa mengucapkan La Ilaha Illallahu dan istigfar, karena sesungguhnya iblis berkata ; saya hancurkan manusia den-gan dosa, sedang manusia menghancurkan saya dengan ucapan La Ilaha Illallahu dan Istigfar. Ketika saya mengetahui hal itu maka saya hancurkan mereka dengan hawa nafsu, sedangkan mereka mendapat petunjuk’’.***

SYIRIK KEPADA ALLAH

Manajemen Akhlaqul Karimah

Oleh : H. Ahmad Chairudin

2

11

EDISI 34 EDISI 34

Th.XIII/Pekan 2/ Desember 2018

Th.XIII/Pekan 1/ Rabi’ul-Akhir 1440 H Th.XIII/Pekan 1/ Rabi’ul-Akhir 1440 HTh.XIII/Pekan 2/ Desember 2018

Permudah Rujukan Warga Melalui Sijari Emas

Raihan Prestasi dan Penghargaan Dinkes

Armada Dinkes Efektifkan

Jangkauan Pelayanan

Smart City, Dinkes Miliki Cereb Room

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang memiliki sejumlah program yang menyentuh masyarakat, baik yang langsung maupun ti-dak. Salah satu yang menjadi unggulan yaitu Program Sijari Emas yang berfungsi sebagai system yang mempercepat proses pertukaran data dan informasi maupun komunikasi dalam rujukan gawat darurat maternal dan neonatal antara bidan, Puskesmas hingga Rumah Sakit.

“Dengan adanya aplikasi Sijari emas, maka rujukan akan lebih efektif dan efisien sehingga resiko penolakan pasien oleh rumah sakit, tour-ing hospital dalam rujukan dan keterlambatan dalam penanganan di rumah sakit dapat di-hindari,” jelas dr. Henni Herlina, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tangerang.

dr. Henni menambahkan, program Sijari Emas merupakan sebuah sistem yang dapat merujuk pasien ibu hamil maupun bayi usia 0-11 bulan ketika sedang sakit.

“Ketika di klinik maupun pusk-esmas ditempat dia berobat itu ada keterbatasan alat. Maka bidan atau dokter bisa langsung merujuk pasien ke rumah sakit yang lebih lengkap peralatannya lewat nomor call center kami di 021 557700271,” tambahn-ya. (Fajrin)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengimple-mentasikan program smart city yang diusung Pemkot Tan-gerang. Melalui Cereb Room, Dinkes mampu memantau langsung sebaran layanan am-bulan yang dimiliki Dinkes serta memonitor layanan kesehatan di Puskesmas.

Terobosan tersebut diban-gun diban-guna memaksimalkan pe-layanan kepada masyarakat, seh-ingga apa yang menjadi kendala di lapangan bisa segera teratasi dengan baik dan maksimal.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Liza Puspadewi men-jelaskan sejak diresmikan pada peringatan Hari Kesehatan

Na-sional (HKN) tahun 2017 silam, kini sangat dirasakan manfaatnya baik secara internal maupun eksternal.

“Kami terus maksimalkan pelayanan ke masyarakat melalui Cereb Room ini. Nanti semua Puskesmas yang ada di Kota Tangerang akan dilengkapi dengan CCTV, sehingga semua pelayanan termonitor,” ujar Liza. (Fajrin)

Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang berupaya optimal dalam melayani masyarakat dengan berbagai program unggulannya. Dengan upaya tersebut, Dinkes sukses meraih berbagai peng-hargaan baik regional maupun nasional.

Berag- am prestasi tersebut diraih berkat kerjasama dan sama-sama bekerja dengan masyarakat. (Fajrin)

Dinas Kesehatan Kota Tan-gerang dalam menjalankan program kesehatannya di 13 ke-camatan didukung kelengkapan armada dan petugas. Kelengka-pan armada tersebut mampu mengefektifkan jangkauan.

“Selain armada mobil am-bulans, untuk kendaraan roda dua juga tersedia, menjangkau pemukiman padat peduduk,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Liza Puspadewi. (Fajrin)

Data:

Mobil Ambulance : 10 di 13 titik Motor Cageur Jasa : 66 kendaraan Mobil Pusekesmas Keliling : 21

Penerimaan PBB dan BPHTB Meningkat

Kampung Hijau Komitmen Hidup Sehat

Kelola Sampai Pakai Teknologi

Bedah Rumah Penuhi Kebutuhan Dasar Mas

yarakat

Pembangunan Infrastruktur

Permudah Aktifitas Masyarakat

Pemkot Bangun 4.003 Unit Jamban Sehat

Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Bumi dan Ban-gunan serta Biaya Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) Kota Tangerang selama kurun waktu 2014-2015 terus meningkat. Realisasi penerimaan yang baik berdampak kepada meningkatnya program pembangunan kepada masyarakat.

Kepala Badan Pendapatan Daer-ah (Bapenda) Kota Tangerang, Her-man SuwarHer-man menuturkan, PAD Kota Tangerang didukung dari re-alisasi penerimaan PBB dan BPHTB. Tingginya realisasi pendapatan dari kedua pajak itu disebabkan kesada-ran masyarakat yang didukung up-aya masif Pemkot dalam menggali potensi pajak daerah.

Lanjutnya, Pemkot Tangerang Upaya

Pemerin-tah Kota Tangerang mengajak masyarakat melakukan budaya hidup bersih. Salah satunya dengan Pro-gram Kampung Hijau yaitu kawasan yang menciptakan lingkun-gan tempat tinggal yang nyaman, bersih dan indah.

Kepala Dinas L i n g ku n g a n H i d -up (DLH), Engkos Zarkasyi menuturkan kegiatan dalam Kam-pung Hijau meliputi pemanfaatan sampah 3R, bank sampah hingga

pengopera-PBB

2014 Rp 249.884.131.219,

tak hanya menggenjot penerimaan tetapi juga membuat kebijakan yang memudahkan masyarakat dengan membebaskan PBB untuk buku 1 dengan nillai ketetapan Rp 0-100 ribu. Selain itu juga tidak mengenakan tarif Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Ban-gunan (BPHTB) atau tarif 0% bagi waris, wakaf dan hibah untuk kepentingan umum.(Adit)

sian instalasi pengelolaan air limbah domestik. "Program ini mengajak masyarajat untuk kreatif dan inovasi dalam pengelolaan lingkungannya. Mulai dari pengelolaan sampah hingga penghijauan kawasan," jelas Engkos.

Diketahui, Kampung Hijau memiliki tiga unsur lingkungan. Mulai dari udara, air hingga lahan. (Bunga)

Solusi besar dalam up-aya menuntaskan sebagian besar timbulan sampah di 13 Kecamatan di Kota Tan-gerang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggencar-kan Pengelolaan Sampah Skala Kawasan yaitu kelu-rahan.

Kabid Penataan dan Pen-ingkatan Kualitas Lingkun-gan Hidup DLH, Eny Nu-raeny menutukan sebagai percontohan pengelolaan sampah skala kawasan ialah Kelurahan Pabuaran Tumpeng. Melakukan pen-gelolaan sampah dengan sistem teknologi dan semi industri.

Dalam rangka mendukung program layak huni Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melaksanakan program bedah rumah untuk masyarakat yang tersebar di 13 kecamatan. Program tersebut sebagai upaya Pemkot da-lam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Walikota Tangerang, H. Arief R.Wismansyah mengatakan, bedah rumah tak layak huni ber-tujuan agar warga mendapatkan kehidupan yang layak. Kegiatan pembangunan bedah rumah telah dimulai sejak 2015 hingga 2018. Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Tangerang berhasil membangun ribuan rumah warga menjadi layak huni. Bahkan tercatat

Pemerintah Kota Tangerang melak-sanakan program Jamban sehat terse-bar di 13 Kecamatan. Program ini bertujuan agar lingkungan masyarakat dapat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan tidak buang air besar sembarangan.

Sekretaris Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tangerang, Maryo-no Hasan menuturkan, Jamban Sehat merupakan salah satu program Layak huni yang bertujuan agar masyarakat menerapkan PHBS.Program yang telah berjalan sejak tahun 2014 ini telah ber-hasil membangun sebanyak 4.003 unit. “Program Jamban sehat akan ter-us dilanjutkan di tahun 2019 dengan inovasi pembuatan jamban komunal. Melalui inovasi itu memiliki daya

tam-Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang terus maksimal melakukan pemban-gunan infrastruktur baik itu jalan, jembatan dan lainnya. Upaya tersebut bertujuan untuk memberikan kenyamaman kepada masyarakat dalam beraktifitas.

Kurun waktu 2013 hingga 2018 sudah

“Memanfaatkan air limbah warga dengan IPAL domestik itu salah satu hal yang bisa dilakukan dalam pengelolaan skala kawasan. Bank sampah hingga TPST. Terlebih Bank Sampah yang kini jadi pusat pemberdayaan ekonomi di lingkungan tersebut,” ungkap Eny.

Diketahui, program pengelolaan sampah skala kawasan akan ditargetkan berdiri di 104 kelurahan yang tersebar di Kota Tangerang. (Bunga)

telah melampaui target.

“Ini adalah bagian dari kewajiban pemerintah untuk memberikan ke-butuhan dasar masyarakat,” ujarnya. Melalui program layak huni, Pemkot Tangerang mengajak mas-yarakat bersama-sama mewujud-kan Kota Tangerang sebagai Kota Layak Huni dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat yang dimulai dari rumah masing - masing. Dalam program bedah rumah turut melibatkan peran serta masyarakat yang terkoordinir melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM).

“Tujuannya adalah agar warga memiliki peran aktif dalam pemba-ngunan kota melalui ikut serta dalam kegiatan yang dicanangkan Pemkot,” ujarnya. (Adit) BEDAH RUMAH 2015 :1.107 UNIT 2016 :1.451 UNIT 2017 :2.314 UNIT 2018 :1.000 UNIT TOTAL : 5.872 UNIT JAMBAN SEHAT 2016 :1.332 UNIT 2017 :1.000 UNIT 2018 :1.671 UNIT TOTAL : 4.003 UNIT

Kaleidoskop

Kaleidoskop

pung yang lebih besar dan dapat ber-tahan dalam jangka waktu yang cukup lama,” kata dia. (Adit)

2014 Rp 351.918.376.450 BPHTB

sejumlah kali juga berkala dilakukan. Pembangunan turap di 235 lokasi sejak 2014 – 2018, drainase di 1.470 ruas sela-ma lisela-ma tahun ini.

“Pembangunan dan peningkatan kualitas jalan kota menunjukan hasil pem-bangunan dalam peningkatan kualitas infrastruktur jalan. Sehingga masyarakat semakin nyaman dalam beraktivas,” jelas Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Tatang Sutisna. (Fajrin)

Data Penghargaan :

1. Juara II Lomba Sekolah Se-hat SMP Tingkat Nasional 2. Juara I Tenaga Kesehatan

Teladan tingkat Provinsi Banten, profesi Nutrisionis 3. Juara I Gerakan Sayang Ibu

tingkat Provinsi Banten 4. Penghargaan Capaian

Ki-nerja Pengiriman Laporan Program Gizi Tepat Waktu tingakt Provinsi Banten 5. Juara Harapan I Lomba

Bal-ita Sehat tingkat Provinsi Banten

6. Grade 1 Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah tingkat Prov Banten 7. Penghargaan Kabupaten

dan Kota yang telah men-dukung Program JKN-KIS.

Pembangunan Jembatan :

2013: 3 2014: 4

(3)

10

Kaleidoskop

Kaleidoskop

3

EDISI 34 EDISI 34

Th.XIII/Pekan 2/ Desember 2018

(4)

Kaleidoskop

Kaleidoskop

Smart City Permudah Kinerja

Birokrasi dan Pelayanan

Kota Layak Dikunjungi Tingkatkan Perekonomian

Layak Huni dengan Pemerataan

Pembangunan Infrastruktur

Kota Layak Investasi Dapat

Meningkatkan Pendapatan Daerah

4

9

Pemerintah Kota Tangerang sejak tahun 2013 telah memulai penerapan Smart City dalam mempermudah kin-erja birokrasi serta masyarakat dalam mengakses pelayanan. Hal ini agar terus ditingkatkan dengan inovasi pe-manfaatan teknologi serta kehadiran pelayanan yang terintegrasi dalam Mal Pelayanan Publik.

Ketua Komisi 1 DPRD, Agus Se-tiawan mengatakan, melalui pro-gram Smart City mempercepat kin-erja birokrasi dalam menyelesaikan pekerjaan serta pelayanan kepada masyarakat. Selain itu fasilitas aplikasi yang disediakan oleh Pemkot dapat mempermudah dalam mengakses informasi serta pelayanan yang dib-utuhkan.

“Dukungan aplikasi dan teknologi informasi maka aparatur Pemkot dapat

Dalam kurun waktu lima tahun Pemkot Tangerang berupaya menjadikan Kota Tangerang tak hanya sebagai Kota perdagangan dan jasa namun sebagai Kota yang Layak dikunjungi. Upaya ini harus terus ditingkatkan dalam promosi pariwisata, penataan Kota serta penyediaan sarana prasarana penunjang pariwisata.

Ketua Komisi II DPRD, Hj Kartini menuturkan, ke-hadiran event pariwisata, kampung-kampung wisata dan taman tematik di Kota Tangerang dapat menjadi magnet meningkatnya wisatawan yang berkunjung ke Kota Tangerang. Semakin meningkatnya wisatawan baik domestik maupun luar negeri akan berdampak kepada perekonomian masyarakat.

"Dampak kemajuan pariwisata akan mendorong perekonomian masyarakat lokal melalui UKM dan mendorong kehadiran investasi yang dapat mencip-takan peluang tenaga kerja,” ujarnya.

Oleh karenanya, Pemkot dihimbau meningkatkan

Pemerintah Kota Tangerang telah banyak membangun infrastruktur dalam rangka mewujudkan Kota yang Layak Huni. Upaya ini dihimbau terus ditingkatkan dengan pemban-gunan yang merata di seluruh wilayah.

Ketua Komisi IV DPRD, H. Turidi Susanto mengatakan, Program infrastruktur yang telah dijalankan guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Mulai dari infrastruktur jalan, drainase, bedah rumah, sarana kesehatan dan pendidikan sampai pemenuhan air bersih harus ditingkatkan ditahun berikutnya, Selain itu fasilitas yang sudah terbangun turut diper-hatikan pemeliharaan dan perawatannya. Kota Tangerang memiliki wilayah yang

strategis serta daya dukung infrastruktur yang baik. Kondisi ini diharapkan dijadikan oleh Pemkot Tangerang untuk terus mening-katkan program dan pelayanannya sebagai Kota yang Layak Investasi.

Ketua Komisi III DPRD, Riyanto menutur-kan, Investasi yang terus meningkat akan berdampak kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Realisasi penerimaan pendapatan daerah dinikmati masyarakat melalui pro-gram pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. Oleh karenanya Pemkot Tan-gerang dapat terus melakukan inovasi dan terobosan dalam meningkatkan investasi di Kota yang berjuluk seribu industri sejuta

ingkatkan,” ujar Riyanto.

Dalam menjadikan Kota yang layak investasi, Pemkot dihimbau untuk turut meningkatkan pem-binaan serta fasilitasi kepada

Perda Bantuan Hukum Hingga Lanjut Usia

Realisasi Program 1000

Ruang Belajar Baru Tercapai

291 Sekolah di Kota Tangerang

Terapkan Program Adiwiyata

111.082 Siswa Terima Beasiswa

Tangerang Cerdas

Pemkot Tangerang Berikan Insentif

Kepada 26.470 Guru

SPP Gratis Ringankan Beban Orangtua Siswa

Terapkan Sistem PPDB Online

Pada SMP Negeri

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) mesti didukung dengan sarana dan prasarana yang menunjang. Sehingga, pada tahun 2014 Pemerintah Kota Tangerang mencanangkan program pembangu-nan 1000 ruang belajar baru.

Dalam mewujudkan kota yang lay-ak huni, Pemerintah Kota Tangerang tengah gencar melakukan sosialisasi gerakan program Sekolah Adiwiyata.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Abduh Surahman, men-erangkan bahwa ia berharap akan se-makin banyak sekolah, bahkan semua sekolah, membudayakan hidup bersih dan sehat.

“Sampai saat ini terdapat 291 seko-lah di Kota Tangerang yang mengikuti program Sekolah Adiwiyata. Setiap tahun kami membina sekolah-sekolah dari SD dan SMP untuk mengikuti program Sekolah Adiwiyata yang di-galakkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” tambahnya.

Sejak tahun 2016 Pemer-intah Kota Tangerang telah melaksanakan Penerimaan Pe-serta Didik Baru (PPDB) secara online dan real time.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Abduh Surah-man menjelaskan, pelaksanaan PPDB Online dan real time pada tingkatan SMP Negeri agar terlaksanannya peneri-maan siswa baru yang transpar-an, objektif, tidak diskriminatif dan akuntable.

“Proses PPDB Online di Kota Tangerang mendapat so-rotan langsung dari KPK. Bah-bersih, rapih dan

hijau memberi dampak positif bagi pembelajaran siswa. "Pada kuriku-lum 13 kegiatan para siswa antara di dalam dan luar r u a n g a n s e i m-b a n g , a r t i n y a kebutuhan akan bangunan yang representatif san-gat diperlukan," papar Abduh. Abduh

men-Abduh menambahkan, untuk terlak-sananya PPDB berjalan lancar, pihaknya juga menggandeng Dinas Komunikasi dan Informasi serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

“Pada tahun 2018/2019 kami mengedepankan sistem zonasi yang su-dah diatur dalam juknis PPDB, kemudian Bahkan, Dinas Pendidikan Kota Tan-gerang telah menyelenggarakan deklarasi Sekolah Adiwiyata yang diikuti sebanyak 30 ribu peserta yang terdiri dari siswa dan guru.

“Ikrar tersebut merupakan langkah nyata kita untuk menjadikan sekolah sebagai tem-pat yang bersih, sehat dan juga berwawasan lingkungan,” tutup Abduh. (Panji)

DPRD Hasilkan Banyak Peraturan Daerah

Dikatakannya, dalam pemba-ngunan infrastruktur agar turut dikedepankan kualitas serta efektif-itas dan efisiensi dari program yang Guru adalah investasi terbesar bagi

sebuah bangsa. Sehingga Pemerintah Kota Tangerang begitu perhatian kepada guru dari berbagai aspek, salah satunya kesejahteraan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tan-gerang, Abduh Surahman menuturkan salah satu bentuk perhatian yang diberikan adalah dengan memberikan insentif setiap bulannya.

Insentif tersebut nantinya akan diberikan

Pendidikan gratis dan berkual-itas adalah hak bagi setiap warga Indonesia. Hal tersebut tertuang dalam Undang - Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Pemerintah Kota Tangerang be-rupaya menjamin pendidikan bagi warganya dengan mengucurkan dana ratusan miliar Rupiah setiap tahun.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Abduh Surahman mengatakan Pemkot berusaha menjamin kelangsungan pendi-dikan dasar bagi warganya dengan menggratiskan biaya di sekolah negeri dan memberikan subsidi bagi sekolah swasta.

“Dengan adanya program SPP gratis ini sungguh meringankan beban para orangtua siswa,” im-buhnya.

“Intinya operasional biaya pen-kepada seluruh guru baik TK, RA, SD,

MI, SMP, MTS, PAUD dan PKBM. "Insentif yang kami berikan jum-lahnya 650 ribu per bulannya, dan dicairkan setiap tiga bulan sekali," ucapnya.

Menurut Abduh, nominal terse-but merupakan yang tertinggi di Provinsi Banten. “Bahkan termasuk yang terbesar di Indonesia,” tutup

Abduh. (Panji) didikan yang diberikan ke sekolah untuk

melaksanakan kegiatan belajar mengajar, seperti honor guru non PNS, ATK, listrik dan lain sebagainya. Kalau biaya tidak ditanggu-ng pemerintah maka siswa harus bayar SPP. Pemkot Tangerang ingin SD dan SMP gratis,” tukasnya. (Panji)

Perhatian Pemerintah Kota Tangerang terhadap pendidikan sangat besar. Dalam lima tahun terakhir, ratusan ribu siswa me-nerima manfaat beasiswa dari Tangerang Cerdas.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tan-gerang, Hari Purwanto menjelaskan, pro-gram Tangerang Cerdas yang digulirkan merupakan jaminan kepada seluruh warga untuk bisa bersekolah tanpa masalah biaya. Total siswa yang telah menerima bea-siswa program Tangerang Cerdas selama lima tahun terakhir berjumlah 111.082

siswa.

“Program Tangerang Cerdas ada-lah, Pemkot Tangerang memberikan bantuan untuk keperluan seperti sepatu, seragam sekolah, tas sekolah dan penunjang proses belajar men-gajar,” ucapnya.

Dana yang diberikan dalam pro-gram tangerang cerdas di setiap ting-katan yakni untuk SD Rp 80 ribu per bulan, SMP Rp 100 per bulan. (Panji)

Salah satu fungsi DPRD adalah fungsi legis-lasi yaitu berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah. Selama kurun waktu 2014-2018 telah banyak regulasi yang dibahas dan ditetapkan bersama DPRD bersama Pemkot Tangerang. (Adit)

Perda Ditetapkan Bersama DPRD dan Pemkot Tangerang :

2014

• Perda APBD 2015

• Perda Organisasi Perangkat Daerah • Perda Perubahan Perda Nomor 7

Ta-hun 2009 Tentang Biaya Transportasi Jemaah Haji

2015

• Perda Bantuan Hukum Masyarakat Miskin

• Perda Perlindungan Anak

• Perda Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima

• Perda Pertanggungjawaban APBD 2014

• Perda APBD 2015

• Perda perubahan Perda Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah

• Perda APBD 2016 2016

• Perda Perda Penyertaan Modal Daerah Kedalam Modal PT BJB

• Perda Perubahan Perda Nomor 9 ta-hun 2007 Tentang Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah

• Perda Pengelolaan Barang Milik Daerah • Perda Perubahan Perda Nomor 17 Ta-hun 2011 Tentang Retribusi Perizinan Tertentu

• Perda Pertanggungjawaban APBD 2015 • Perda Perubahan Perda Nomor 16 Tahun

2011 Tentang Retribusi Jasa Usaha • Perda Perubahan Perda Nomor 15 Tahun

2011 Tentang Retribusi Jasa Umum • Perda Wajib Belajar Diniyah Taklimiyah • Perda Kepariwisataan

• Perda APBD Perubahan 2016 • Perda Pembentukan BUMD • Perda Kepemudaan

• Perda Pembentukan Susunan Perangkat Daerah

• Perda Penataan Menara Telekomunikasi • Perda APBD 2017

Perda ditetapkan Bersama DPRD dan Pemkot Tangerang :

2017

• Perda Perubahan Kedua Atas Perda Nomor 7 Ta-hun 2010 Tentang Pajak Daerah

• Perda perubahan Perda Nomor 6 tahun 2012 tentang RTRW 2012-2032

• Perda Perubahan Perda Nomor 10 tahun 2014 Tentang RPJMD 2014-2018

• Perda Penyertaan Mod-al Pemerintah Daerah • Perda Pelestarian Cagar

Budaya

• Perda Pertanggung Jawaban APBD 2016 • Perda Penyertaan

Mod-al Daerah KedMod-alam Modal PT BJB

• Perda Hak Keuangan

dan Adminsitratif, Kedudukan,Protokol-er Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Tangerang

• Perda Perubahan APBD 2017 • Perda APBD 2018

• Perda Penyelenggaraan Ketentraman, KetertibanUmum dan Perlindungan Masyarakat

• Perda Perubahan Perda Nomor1 Tahun 2011 Tentang Retribusi Pelayanan Ke-bersihan

• Perda Ketahanan Keluarga

• Perda Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan.

2018

• Perda Perubahan Atas Perda Nomor Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan

• Perda Kesejahteraan Lanjut Usia • Perda Penanaman Modal

• Perda Pertanggungjawaban APBD 2017 • Perda Penyelenggaraan Perpustakaan • Perda Sistem Kesehatan Daerah • Perda APBD Perubahan 2018 • Perda APBD 2019.(Adit)

program Layak Dikunjungi melalui penataan kota den-gan berbagai pembangunan taman tematik, dan kehadiran Kampung Wisata serta penye-diaan sarana prasarana penun-jang pariwisata. Selain itu juga perlu meningkatkan promosi event wisata yang diadakan rutin setiap tahunnya. (Adit) bekerja dengan efektif dan efisien,

pelayanan dan tindaklanjut laporan masyarakat dapat diselesaikan den-gan cepat,” kata Agus.

Oleh karenanya ke depan Pemkot Tangerang dapat meningkatkan pro-gram Smart City dengan berbagai inovasi pelayanan. Ditambah pen-ingkatan pelayanan yang terintegrasi dalam Mal Pelayanan Publik.(Adit)

Data Guru Penerima Insentif

1. TK Jumlah = 2.969 2. RA Jumlah = 2.130 3. SD Jumlah = 10.919 4. MI Jumlah = 1.550 5. SMP Jumlah ` = 4.795 6. MTS Jumlah ` = 2.257 7. PAUD Jumlah = 1.450 8. PKBM Jumlah = 400 Total = 26.470 Jumlah SMP/MTS Gratis SPP Tahun 2017 SMP = 99 | MTS = 46 Tahun 2018 SMP = 102 | MTS = 46 Jumlah Siswa Penerima Manfaat SPP Gratis Jumlah Siswa 2017 SMP = 10.779 | MTS = 4.686 Jumlah Siswa 2018 SMP = 15.147 | MTS = 6.845

Penerima Tangerang Cerdas Jenjang SD Tahun 2014 = 25.087 Tahun 2015 = 19.600 Tahun 2016 = 10.221 Tahun 2017 = 10.400 Tahun 2018 = 12.000 Penerima Tangerang Cerdas Jenjang SMP Tahun 2014 = 12.087 Tahun 2015 = 11.528 Tahun 2016 = 5.764 Tahun 2017 = 1.500 Tahun 2018 = 2.895

Sekolah Adiwiyata Kota Provinsi Nasional Mandiri

Tingkat SD 135 78 28 8 Tingkat SMP 10 7 3 2 Tahun 2014 = 190 Tahun 2015 = 190 Tahun 2016 = 102 Tahun 2017 = 326

dibangun. Artinya program pada RPJMD sudah tereal-isasi.

"Pembangunan ruang ke-las baru ini, dilakukan secara merata antara gedung SD dan SMP yang tersebar di 13 kecamatan di Kota Tangerang. Upaya ini dalam rangka me-menuhi kebutuhan ruang belajar," singkatnya. (Panji)

Data Pembangunan 1000 Ruang Belajar Baru

EDISI 34 EDISI 34

Th.XIII/Pekan 2/ Desember 2018

(5)

Kaleidoskop

8

Kaleidoskop

5

EDISI 34 EDISI 34

Th.XIII/Pekan 2/ Desember 2018

(6)

Kaleidoskop

Kaleidoskop

6

7

Paling Kooperatif dalam Program Bansos

Masa Tua Penuh Karya

14 Kampung KB Kota Tangerang

Inovasi Disdukcapil, Urus 1 Dapat 3

Perekaman KTP Mencapai 99,65 Persen

Rutin Pantau Kemanan Pangan

5 Tahun, Bentuk 500 KWT

Pantau Kurban Online

Bisa Bikin KIA di Kecamatan

M e n i n g k a t -kan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi laju p e r t u m b u h a n penduduk. Kota Tangerang kini su-dah memiliki 14 titik Kampung Kel-uarga Berencana (KB) yang tersebar diseluruh Keca-matan. Plt Kepala Di-nas Pemberdayaan Perempuan Per-lindungan Anak Pengendalian Pen-duduk dan Kelu-arga Berencana (DP3AP2KB), Iis Ai-syah Rodiah men-gatakan Kampung KB dibentuk untuk

Untuk mempermudah dan mempercepat layanan kepen-dudukan, Pemkot Tangerang melakukan inovasi. Setiap war-ga yang mengurus dokumen Akta Kelahiran, akan otomatis mendapat pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA) dan pe-rubahan pada Kartu Keluarga. “Meskipun tidak meminta, akan kami proses sekalian agar mas-yarakat tidak harus 3 kali kem-bali mengurusnya,” kata Erlan.

Inovasi lain yang mereka lakukan adalah dengan membu-ka pelayanan dokumen kepen-dudukan pada hari Sabtu dan Minggu. Ada juga mobil keliling yang siap melayani dan pereka-man KTP Elektronik di rumah

Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan secara rutin melakukan pemantauan keamanan pangan. Setiap bulan, petu-gas mendatangi 18 Pasar Tradisional,

Mulai akhir tahun 2018, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) melakukan sosialisasi pembua-tan Kartu Identitas Anak (KIA). Sejak Oktober lalu, warga Kota Tangerang yang mengurus dokumen tersebut mencapai 17.740 orang.”Kalau di atas lima tahun tidak perlu foto. Kartu ini dapat berfungsi seperti Akta Kelahiran bagi anak. Bisa jadi syarat dokumen sekolah atau pembuatan passpor,” kata Ka-bid Pendaftaran Penduduk Sri Warsini.

Sri menjelaskan, KIA dapat diajukan warga melalui kantor kecamatan atau Disdukcapil.

Di penghujung 2018, Dinas Sosial Kota Tangerang menerima penghargaan sebagai lembaga paling kooperatif dalam Program Bansos 2018. Tahun ini, Dinsos Kota Tangerang menyalurkan sekitar Rp68 Miliar kepada sekitar 52 ribu Keluarga Penerima Manfaat di Kota Tangerang. “Kami juga mendorong pertumbuhan kelompok usaha bersama atau Kube, agar masyarakat semakin mandiri,” ungkap Kepala Dinas Sosial Masyati.

Saat ini, ada 65 E-Warong yang me-layani PKH menerima penerima bantuan pangan langsung. Dinas Sosial Kota Tangerang juga memfasilitas I pelatihan

Mulai tahun ini, Dinas Sosial Kota Tangerang mengoperasikan Rumah Perlindungan Sosial. Saat ini fasilitas bagi anak dan lansia telantar dihuni 25 Kota Tangerang memiliki

po-tensi besar untuk mengembang-kan Sungai Cisadane sebagai destinasi wisata unggulan. Hal tersebut dapat dilihat dari antu-siasnya masyarakat dalam event Festival Cisadane yang digelar pada setiap tahunnya.

Sehingga, mendorong Pe-merintah Kota Tangerang melalui Dinas Budaya dan Pariwisata melakukan inovasi dan terobosan dalam menyediakan fasilitas yang ramah dan nyaman bagi keluarga. Potensi Sungai Cisadane yang berada di pusat kota pun terus dikembangkan. Bantaran yang dulu tak terawat, kini telah rapih dengan konsep modern millenial. Bahkan, bantaran Sungai Cis-adane telah menjadi primadona warga untuk berkumpul.

Kepala Bidang Pertamanan, Tihar Sopian menambahkan jika

Dari sejumlah indikator Kota Layak Anak, Kota Tangerang beru-saha memenuhi hak anak dan per-lindungan keluarga untuk mewu-judkan Indonesia Layak Anak pada 2030 mendatang.

“Kota Tangerang unggul pada penilaian kesehatan dan pendi-dikan. Karena dalam bidang terse-but, Pemkot konsen dan sangat banyak menggelontorkan angga-ran terhadap program unggulan. Demi memenuhi hak-hak anak sebagaimana mestinya,” ungkap

Upaya pemerintah kota Tangerang untuk menjadikan kota yang layak dikunjungi mulai menunjukkan hasilnya. Jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun In-ternasional pada tahun 2018 meningkat.

Menurut penuturan Rizal Ridolloh, Kepala Bidang Pari-wisata pada Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Tangerang, peningkatan tersebut dipen-garuhi banyak faktor.

“Faktor utama adalah semakin banyaknya hotel berbintang di Kota Tan-gerang,” ungkapnya.

Rizal mengungkapkan, destinasi wisata yang terus bertambah diperkirakan juga menjadi alasan meningkatnya wisatawan yang berkunjung ke depannya pembangunan yang akan menjadi

ung-gulan yaitu pembangunan RTH dengan konsep ruang terbuka biru. Konsep tersebut ialah pemanfaatan ruang terbuka hijau publik di bantaran badan air.

"Konsep ini mengusung penataan di bantaran sungai, seperti hal nya yang sudah ada misal Cisadane Walk atau Taman Nobar," ungkapnya.

Ia menuturkan, embung yang telah dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum di empat lokasi akan dijadikan taman. Untuk rencana ini pihaknya akan mulai di tahun 2019.

"Rencana embung dijadikan taman akan kami mulai di tahun depan, hal ini sedang terus kami komuni-kasikan dan matangkan konsepnya," kata Tihar. (Panji)

Fokuskan Penataan RTB di Tahun 2019

Dua Tahun Menjadi Kota Layak Anak

Wisatawan ke Kota Tangerang Terus Bertambah

ke Kota Tangerang.

“Terlebih saat ini banyak fasilitas umum yang tersedia untuk memudahkan wisatawan berkel-iling seperti bus wisata gratis, Bus Rapid Transit yang bisa digunakan untuk berkeliling Kota,” tukasnya. (Panji)

Data Jumlah Wisatawan dari Tahun ke Tahun 1. 2014 Total = 398679

2. 2015 Total = 482903 3. 2016 Total = 554299 4. 2017 Total = 1.088.747

5. 2018 Total (Oktober) = 1.223.897

Mempunyai sistem pemban-gunan berbasis hak anak. Melalui pengintegrasian komitmen, sum-berdaya pemerintah dan mas-yarakat. Kota Tangerang dibawah kepemimpinan Arief R Wismansyah dua tahun berturut-turut meraih penghargaan Kota Layak Anak Pratama, tepatnya 2017 dan 2018.

Irna Rudiana, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB.

Kata Irna, Pemerintah Kota Tangerang akan terus konsisten dalam kebijakan, program dan ke-giatan untuk menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak menjadi prioritas utama dalam mewujudkan Kota Layak Anak. (Bunga)

Program Inovasi 1. 14 Kampung KB 2. PATBM 3. Isbat Nikah meningkatkan kualitas SDM Kota Tangerang. “Ini bertujuan un-tuk meningkatkan kualitas masyarakat di tingkat kelurahan guna mewujudkan keluarga kecil berkual-itas. Jadi, kuantitas dikendalikan, kualitas ditingkatkan,” tegasn-ya.

PENGHARGAAN Nilai 2017 - Kota Layak Anak 609,95 2018 - Kota Layak Anak Pratama 731,5

Diketahui, per-2019 mendatang jumlah Kam-pung KB akan bertambah menjadi 26. Beredar dua titik di setiap Kecamatan di Kota Tangerang.(Bunga)

bagi warga dengan kondisi tertentu. “Kami juga buka pelayanan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan membuka layanan juga di pusat perbelanjaan,” ujarnya. (Ukon)

Persyaratannya melampirkan Kartu Keluarga, Buku Nikah, KTP, dan pass foto. “Dengan KIA, anak-anak juga memungkinkan untuk dibuatkan kartu ATM oleh bank,” ujar Sri. (Ukon)

Data Perekaman KTP Elektronik 2018 Jumlah Penduduk : 1.712.368 Jumlah Wajib KTP-El : 1.252.430 Jumlah yang sudah perekaman : 1.248.076 Jumlah yang belum merekam : 4.354

Dinas Ketahanan Pangan (DKP) melakukan inovasi dengan meman-faatkan teknologi dalam pemantaun hewan kurban. Hal ini memudahkan pelaporan dan penanganan jika terjadi insiden temuan penyakit hewan. Sebanyak 208 tim relawan pemantau DKP memanfaatkan teknologi ini saat Idul Adha tahun ini.(Ukon)

Pemkot Tangerang melakukan pembentukan dan pendampingan terhadap Kelompok Wanita Tani (KWT). Mereka diajari memanfaatkan pekarangan rumah dengan merawat tanaman produktif seperti sayur-sayu-ran. “Persoalan warga kota adalah lahan pekarangan yang sempit, oleh karena itu kami ajarkan caranya, sekaligus berikan juga bibitnya,” kata Kepala DKP Emed Mashuri.

Masing-masing KWT menurut Emed, beranggotakan 5 orang. Mer-eka diusulkan pihak kelurahan untuk didatangi dan dibina petugas DKP. bersama kepolisian, Satpol PP, dan

BPPOM kerap menemukan bahan berbahaya pada ayam potong yang dijual pedagang. Meskipun demikian, `

EDISI 34 EDISI 34

Th.XIII/Pekan 2/ Desember 2018

Th.XIII/Pekan 1/ Rabi’ul-Akhir 1440 H Th.XIII/Pekan 1/ Rabi’ul-Akhir 1440 HTh.XIII/Pekan 2/ Desember 2018

Hingga bulan Novem-ber 2018, sebanyak 99,65 persen warga Kota Tan-gerang sudah melakukan perekaman KTP Elektron-ik. Dari 1.252.430 warga yang harus memiliki KTP, jumlah yang sudah mer-ekam 1.248.076 orang. “Proses perekaman dan percetakan KTP elektronik lebih mudah karena dapat dilakukan di kantor keca-matan,” ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Erlan Rusnarlan.

Menurut Erlan, ma-sih ada 4.354 orang atau sekitar 0.35 persen yang belum melakukan per-ekaman. Kepada mereka, Pemkot Tangerang su-dah menyampaikan surat pemberitahuan melalui

kecamatan, kelurahan, RW, dan RT. “Jika sampai akhir tahun ini tidak melakukan perekaman, data milik warga tersebut akan dihapus,” kata Erlan. (Ukon)

Menu Portal DKP Kota Tangerang

Website : Seputar Informasi Program dan Kegiatan Nakeswan : Klinik dan Dokter Hewan

Sedhapp : Daftar harga Sembako

RPH : Informasi Rumah Potong Hewan Sipqurban : Laporan Pemantauan Hewan Kurban

harian mulai dari olahra-ga, membuat k e r a j i n a n hingga men-gaji bersama,” kata Kadinsos Masyati. S e l a i n tempat tidur, b e r a g a m fasilitas sep-erti musolah dah toilet juga d i s e d i a k a n Pemkot Tan-gerang.

Referensi

Dokumen terkait

Setelah efektivitas komunikasi pemasaran berhasil dianalisis, langkah selanjutnya adalah menggunakan analisis SWOT untuk mendapatkan formulasi strategi promosi

YLL pada suatu populasi diukur dengan mengalikan jumlah kematian penyakit (N) dengan standar usia harapan hidup pada kematian (dalam tahun, L), sehingga rumusnya

Kondisi dan situasi setiap daerah atau kabupaten tidak sama, oleh karena itu tidak semua Kabupaten terdapat Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah,

Saat ini pencapaian eko-efisiensi yang telah dicapai adalah dalam hal pemanfaat bahan seoptimal mungkin dengan jalan produksi tanpa mengupas ketela, pemanfaatan limbah padat

Pada saat kami datangi objek yang dimaksud, pemilik perusahaan ini pun menceritakan bahwa sejatinya beliau pun sangat memahami pentingnya perhitungan harga pokok

Sejak tahun 2015, selain membangun struktur pelindung pantai di bagian pantai wisata, di bagian area pantai yang lain dilakukan reboisasi sehingga jumlah vegetasi

Sumber Dana TH 1 TH 2 TH 3 TH 4 TH 5 berkaitan dengan KKPD Selat Bunga Laut Pariwisata , Dinas Kominfo, KKP Memfasilitasi kunjungan / peliputan media Terlaksananya kunjungan

S-1 KESEHATAN MASYARAKAT 34 1 UPTD PUSKESMAS HARAPAN BARU DINAS KESEHATAN KOTA BEKASI. 1 UPTD PUSKESMAS KOTABARU DINAS KESEHATAN