• Tidak ada hasil yang ditemukan

S2-Kimia Institut Pertanian Bogor BIOESAI MELIBATKAN ENZIM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "S2-Kimia Institut Pertanian Bogor BIOESAI MELIBATKAN ENZIM"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

O OH HO OH OH OH

BIOESAI MELIBATKAN ENZIM

S2-Kimia Institut Pertanian Bogor

Company

LOGO

Agenda

Pendahuluan

Yang perlu diperhatian untuk esai dengan

enzim

Pengembangan metode esai cepat enzim

untuk penapisan bahan alam: Contoh

(2)

LOGO

Pendahuluan

Enzim tertentu adalah molekul target

untuk penemuan obat dan banyak obat

ditemukan dengan melibatkan enzim

target dalam penapisannya.

Biasanya esai ini memanfaatkan enzim

yang dimurnikan sebagian atau murni dari

manusia dan melibatkan pengukuran

pembentukan produk menggunakan

beberapa metode seperti radiometri,

kolorimetri dan fluorometri

Company

LOGO

Yang perlu diperhatikan dalam

pengembangan esai dengan enzim

Sumber enzim

Konsentrasi enzim yang digunakan

Menentukan substrat dan konsentrasi esai akhir

Perlunya kofaktor dan konsentrasi esai akhir

Penentuan batas akhir analisis

pH analisis

Suhu analisis

Profil inhibitor

Kompatibiliti DMSO

Kompatibiliti ekstrak

(3)

Company

LOGO

Yang perlu diperhatikan dalam

pengembangan esai dengan enzim

Sebelum mengembangkan metode esai

enzim, perlu dipelajari mekanisme reaksi

enzim yang mungkin.

Apakah reaksi enzim melibatkan satu jenis

substrat atau multisubstrat, mekanisme

katalisis, apa kofaktor yang diperlukan

faktor yang meregulasi aktivitas enzim

Company

LOGO

 Memilih sumber enzim  Memilih konsentrasi enzim

 Memilih substrat dan konsentrasi substrat  Memilih konsentrasi kofaktor

 Memilih pH analisis  Memilih suhu analisis  Kompatibilitas DMSO  Kompatibilitas ekstrak  Profil inhibitor  Inhibisi kompetitif  Inhibisi unkompetitif  Inhibisi nonkompetitif

Yang perlu diperhatikan dalam

pengembangan esai dengan enzim

(4)

LOGO

Memilih sumber enzim

 Sebaiknya yang berasal dari manusia untuk tujuan

pengobatan

 Sebagian besar enzim yang diisolasi dari spesies yang berbeda mungkin sangat homolog tapi mungkin tidak sama sifatnya dengan enzim manusia

 Umumnya sulit mengisolasi enzim langsung dari manusia  Sel manusia atau cell lines secara praktis merupakan

sumber enzim

 Setelah sumber enzim ditentukan  murnikan enzim hingga jumlah yang cukup untuk penapisan

 Pemurnian enzim memberikan bobot yang kecil karena kehilangan selama pemurnian atau rusak saat dimurnikan

Company

LOGO

Memilih sumber enzim

Metode yang paling mudah untuk

memproduksi enzim untuk esai penapisan

ialah melakukan clone dan ekspresi enzim

manusia pada sistem yang sesuai

Beberapa suplayer telah menyediakan

enzim dengan beberapa tingkat kemurnian

Makin murni biasanya makin tinggi

(5)

Company

LOGO

Memilih konsentrasi enzim

Jumlah enzim yang digunakan dalam esai

sebaiknya diminimalkan tetapi tetap harus

memenuhi syarat S/N yang baik

Dicoba esai menggunakan enzim dengan

beberapa konsentrasi lalu diputuskan

berapa konsentrasi enzim terrendah yang

baik digunakan untuk esai tsb

Stabilitas enzim sering berkurang karena

penyimpanan  perlu dicek sebelum

melakukan esai

Company

LOGO

Memilih substrat dan konsentrasi

substrat

A. esai enzim reversible dengan 1 substrat

Substrat tipe ini biasanya tinggi afinitasnya untuk

berinteraksi dengan enzim cukup dengan jumlah substrat yang sedikit dapat memberikan esai yang sensitif untuk identifikasi inhibitor yang berkompetisi dengan substrat pada sisi aktif

Secara fisiologis substrat yang digunakan biasanya memiliki nilai Km yang kecil, tetapi beberapa esai menggunakan peptida sintesis atau turunan peptida. Km enzim untuk substrat tertentu ditentukan secara percobaan dengan menentukan hubungan konsentrasi substrat pada laju reaksi awal

(6)

LOGO

substrat

A. esai enzim reversible dengan 1 substrat

Pada konsentrasi rendah, laju reaksi awal setara dengan konsentrasi substrat dan reaksi mengikuti laju reaksi orde pertama terhadap substrat.

Jika konsentrasi enzim meningkat laju reaksi tidak bergantung pada konsentrasi substrat atau laju mengikuti reaksi orde ke-nol.

Berdasarkan persamaan Michaelis-Menten untuk substrat tunggal:

Company

LOGO

Memilih substrat dan konsentrasi

substrat

A. esai enzim reversible dengan 1 substrat

Secara umum, direkomendasikan bahwa nilai Km dari substrat

dimasukkan dalam esai enzim dengan satu substrat.

Di bawah nilai Km, S/N akan terlalu rendah

Penggunaan enzim di atas nilai Km akan meningkatkan nilai S/N tetapi makin tidak sensitif dalam mendeteksi inhibitor kompetitif karena sangat banyak substratnya

(7)

Company

LOGO

Memilih substrat dan konsentrasi

substrat

B. esai enzim reversible dengan 2 substrat

Penentuan Km untuk 2 substrat mirip dengan metode 1 substrat

Konsentrasi B tetap pada tingkat jenuh dan konsentrasi A bervariasi untuk ditentukan efeknya pada laju reaksi dan nilai Km untuk A yang ditulis sebagai KmA

Secara umum 3 konsentrasi B yang tetap digunakan Kebalikannya KmB ditentukan pada konsentrasi A jenuh yang tetap dan konsentrasi B bervariasi

Reaksi enzim - 2 substrat umumnya berada pada 2 kelas umum yaitu single- dan double- displacement enzyme reaction

Company

LOGO

Memilih substrat dan konsentrasi

substrat

B. esai enzim reversible dengan 2 substrat

Reaksi enzim single-displacement: kedua substrat A dan B akan berikatan dengan enzim untuk membentuk kompleks ternary. Substrat A dan B akan berasosiasi dengan enzim dalam keadaan acak atau beraturan

Reaksi enzim double-displacement, satu substrat harus berikatan pada enzim dan satu produk dilepaskan sebelum substrat kedua berikatan dan berdisosiasi dari enzim

(8)

LOGO

substrat

B. esai enzim reversible dengan 2 substrat

 Dalam reaksi 2 substrat dapat ditentukan esai digunakan untuk inhibitor substrat A atau B yang berinteraksi dengan enzim  Contoh: reaksi protein kinase

 Substrat: ATP dan peptida yang akan

difosforilasi

 Biasanya digunakan inhibitor uantuk

peptida fosfat dan bukan inhibitor untuk ATP

 Esai melibatkan jumlah ATP yang jenis

dan nilai Km untuk peptida

 Akan dihasilkan esai yang sensitif untuk

mendapatkan inhibitor kompetitif

Company

LOGO

Memilih konsentrasi kofaktor

 Banyak enzim memerlukan kofaktor untuk aktivitas

maksimal

 Setelah kofaktor ditentukan, perlu ditentukan konsentrasi kofaktor yang diperlukan untuk aktivitas enzim yang optimal

 Secara umum, konsentrasi jenuh harus digunakan dalam esai penapisan

 Contoh esai enzim NO sintase harus mengandung jumlah kofaktor NADPH, tetrahidrobiofterin, kalsium dan kalmodulin dalam konsentrasi jenuh

(9)

Company

LOGO

Memilih titik akhir esai

3 tipe esai yang umum digunakan:

 Radiometrik  sangat sensitif dan bisa untuk

automatis, perlu substrat dan produk yang terlabel, tidak baik untuk volume yang besar karena biaya yang mahal dan limbahnya

 Kolorimetrik kurang sensitif tetapi banyak untuk

high troughput screening. Perhatikan warna sampel yang mungkin muncul yang mengganggu nilai titik akhir

 Fluorometrik sangat sensitif dan digunakan HTS.

Natural produk dapat mengganggu nilai titik akhir. Yang paling banyak digunakan karena S/Nnya memungkinkan dia untuk diminiaturisasi

Company

LOGO

Memilih pH esai

Kebanyakan enzim memiliki nilai pH optimum

untuk aktivitas maksimal

Hubungan aktivitas enzim dan pH untuk enzim

merupakan fungsi lonceng

Perlu menentukan pH optimum dengan

pengukuran sederhana pada nilai pH yang

berbeda untuk konsentrasi substrat jenuhnya

Nilai Km juga bergantung pH yang digunakan

(10)

LOGO

Memilih suhu esai

Suhu esai juga penting untuk ditentukan

Umumnya reaksi enzim meningkat dengan

meningkatnya suhu (laju meningkat 2 kali tiap

kenaikan 10

o

C)

Tetapi peningkatan suhu dapat mendenaturasi

enzim atau terjadi proteolisis  pembatas suhu

inkubasi

Untuk tujuan praktis esai biasanya dilakukan

pada suhu ruang sehingga tidak memerlukan

inkubator

Company

LOGO

Kompatibitas DMSO

Ekstrak kering natural produk biasanya

dilarutkan dalam DMSO sebelum

digunakan untuk uji

Semakin tinggi konsentrasi DMSO dalam

esai, semakin tinggi kemungkinan

metabolit sekunder ada di dalam larutan

Perlu diperhatikan apakah esai enzim

tolerance terhadap konsentrasi DMSO

berbeda yang digunakan

(11)

Company

LOGO

Kompatibitas Ekstrak

Senyawa kimmia berbeda dalam ekstrak

dari berbagai organisme memberikan tipe

metabolit sekunder yang berbeda

Perlu dievaluasi dan ditentukan

konsentrasi optimalnya termasuk dalam

skrining

Secara umum yang digunakan antara

0.1% - 1%

Company

LOGO

Profil Inhibitor

Perlu mengetahui tipe inhibitor

Nilai Ki dan mekanisme inhibisi dapat ditentukan

dibandingkan dengan informasi dari literatur

Aktivator enzim juga merupakan info yang

menarik untuk diketahui

3 tipe inhibitor enzim  cek dari Vmax dan nilai

Km ditentukan Ki-nya

 Kompetitif  Unkompetitif  nonkompetitif

(12)

LOGO

Profil Inhibitor

Inhibisi Kompetitif

Inhibitor yang

berkompetisi dengan

substrat pada sisi aktif

enzim

Inhibisi kompetitif dapat

berkurang dengan

meningkatkan

konsentrasi substrat

Km meningkat, tidak

mengubah Vmax

Company

LOGO

Profil Inhibitor

Inhibisi Unkompetitif

Inhibitor yang tidak

berinteraksi dengan

enzim bebas tetapi

berinteraksi dengan

kompleks

enzim-substrat sehingga

menghambat

pembentukan produk

Km dan Vmax turun

(13)

Company

LOGO

Profil Inhibitor

 Inhibisi Nonkompetitif

 Inhibitor yang berinteraksi dengan

enzim bebas atau dengan kompleks enzim-substrat

 Biasanya berikatan dengan enzim

bukan pada sisi aktif dan mengubah konformasi enzim sehingga enzim tidak berfungsi sehingga tidak terbentuk kompleks substrat-enzim atau dekomposisi menghasilkan satu produk dengan laju tipikal

 Jarang ditemukan, kadang disebut

mixed inhibition

 Km tetap dan Vmax turun saat ada

inhibitor

Company

LOGO

Profil Inhibitor

Dari poin pencarian obat, inhibitor nonkompetitif

tidak terlalu diutamakan dibandingkan inhibitor

kompetitif dan diperkirakan lebih nonselektif dan

dapat menghambat berbagai enzim

Untuk enzim 2 substrat, pengaruh peningkatan

konsentrasi inhibitor dievaluasi pengaruhnya

dihubungkan dengan substrat A dan substrat B

pada nilai Km dan Vmax ditentukan dari

(14)

LOGO

untuk penapisan bahan alam: Contoh

Farnesiltransferase:

 enzim yang mengatalisis penambahan C15 farnesil

isoprenoid ke substrat protein pada asam amino C terminal

 Ras: substrat fisiologis

 Beberapa kanker manusia resisten untuk obat

antikanker konvensional seperti kanker kolon dan pankreas, kadar Ras protein yang termutasi ditemukan tinggi

 Inhibitor Ras farnesilasi merupakan agen antikanker  Enzim yang mengandung Zn protein sitosolik

heterodimer mengandung subunit  dan  yang memerlukan ion Zn dan Mg untuk aktivitas

Company

LOGO

Pengembangan metode esai cepat enzim

untuk penapisan bahan alam: Contoh

Farnesiltransferase:

 subunit  berikatan dengan farnesilpirofosfat dan dibagi ke

enzim isoprenilasi yang berhubungan seperti

geranilgeraniltransferase. Sub unit  berikatan dengan substrat.

 Perlu dicek tipe inhibitor apa yang ditentukan

 Inhibitor kompetitif ikatan farnesilpirofosfat tidak diharapkan

karena akan juga menjadi inhibitor untuk geranilgeranil

transferase  selektivitasnya berkurang dan menyebabkan efek kebalikan.

 Yang dicari inhibitor pada subunit  karena lebih selektif  Perlu mencari sumber enzim farnesiltransferase yang cocok,

otak tikus tidak cocok (50 otak tikus hanya untuk 100 assay plates)

(15)

Company

LOGO

Pengembangan metode esai cepat enzim

untuk penapisan bahan alam: Contoh

Farnesiltransferase:

 Metode radiometrik Company LOGO

Tirosinase

COOH NH2 HO COOH NH2 HO COOH NH2 O HO O tirosin dopakuinon dopa TYR TYR N H HO HO COOH leukodopakrom N H+ -O O COOH dopakrom N H HO HO COOH N H O O COOH N H HO HO -CO2 N H O O DHI IQ DHICA ICAQ TYR TRP-2 TRP-1 eumelanin COOH NH2 HO HO COOH NH2 HO S H2N COOH N S sisteinildopa HBTA f eomelanin glutation atau sistein Eumelanogenesis Feomelanogenesis

(16)

LOGO

Metode

•Tirosinase mushroom •Sampel atau pelarut

5 min L-tirosin L-DOPA (substrat) 30 min Absorbans pada 490 nm Kontrol positif: •Asam kojat IC 50 Company LOGO

Jerawat

 Acne is the most common skin

disease characterized by pimples on the face, chest, and back.

 It occurs when the pores of the

skin clogged with oil, dead skin cells, and bacteria

(Propionibacterium acnes).

bacteria antibacterial bacteria

grow

acne is formed

lipase

triglycerides free fatty

acids Inflammation

ROS

antioxidant

(17)

Company

LOGO

Lipase inhibitory assay

•DTNB •PMSF •Crude lipase •Sample or solvent 30oC 5 min BALB (substrate) 30oC 30 min Stopping reagent Absorbance at 414 nm Positive controls: •Tetracycline •Chloramphenicol •IPMP IC50: concentration that

can inhibit 50% lipase reaction

DTNB: 5,5’-dithiobis(2-nitrobenzoic acid) PMSF: phenylmethylsulphonyl fluoride BALB: dimercaptopropanol tributyrate

Referensi

Dokumen terkait

variable bebas dalam penelitian ini adalah pengaruh variasi substrat, suhu dan pH.Variabel tergayut adalah aktivitas enzim dan kadar protein yang dihasilkan oleh isolat A 2.10, A

variable bebas dalam penelitian ini adalah pengaruh variasi substrat, suhu dan pH.Variabel tergayut adalah aktivitas enzim dan kadar protein yang dihasilkan oleh isolat A 2.10, A