KINERJA PEKERJA SOSIAL MASYARAKAT (PSM) PENDAMPING KELURAHAN DALAM MENANGANI PERMASALAHAN SOSIAL DI KELURAHAN TERITIP KOTA BALIKPAPAN

Teks penuh

(1)

© Copyright 2021

KINERJA PEKERJA SOSIAL MASYARAKAT (PSM)

PENDAMPING KELURAHAN DALAM MENANGANI

PERMASALAHAN SOSIAL DI KELURAHAN

TERITIP KOTA BALIKPAPAN

Yusti Nurhiyah1

Abstrak

Tujuan dari penelitian kali ini yakni untuk mengetahui dan menganalisis kinerja Pekerja Sosial Masyarakat di Kelurahan Teritip Kota Balikpapan dalam menangani permasalahan sosial seperti Produktifitas, Kualitas layanan, Responsivitas, Responsibilitas dan Akuntabilitas. Serta mendeskripsikan mengenai faktor penghambat dalam proses kinerja Pekerja Sosial Masyarakat dalam menangani permasalahan sosial. Analisis data yang digunakan yakni interactive model (model interaktif). Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan Pekerja Sosial Masyarakat dalam kinerjanya efektif karena memiliki perencanaan kinerja yang jelas dan terstruktur dalam melaksanakan pembinaan, perkembangan dan penyaluran bantuan sesuai dengan tugas pokok Pekerja Sosial Masyarakat namun memiliki permasalahan yakni kurangnya tenaga pekerja yang membuat kurangnya interaksi dengan masyarakat dalam melaksanakan kinerjanya. Adapun yang menjadi faktor penghambat dari kinerja Pekerja Sosial Masyarakat yakni salah seorang Pekerja Sosial Masyarakat tidak aktif dalam melaksanakan tugasnya dikarenkan sakit dan berdampak pada kinerjanya . Saran penulis yakni lebih baik mencarikan pengganti Pekerja Sosial Masyarakat yang tidak aktif agar segera memiliki tenaga bantuan lain dan kinerjanya menjadi lebih efektif.

Kata Kunci : Kinerja, Pekerja Sosial Masyarakat, Fakor Penghambat.

Pendahuluan

Permasalahan sosial sangat berkaitan dengan kesejahteraan sosial, karena permasalahan sosial itu hadir karena ingin tercapainya kesejahteraan sosial maka diperlukan suatu upaya dalam mengatasi permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat dengan dibuatkannya suatu kebijakan. Maka tujuan dari adanya pekerja sosial ini adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menyelesaikan masalahnya dan memberdayakan kelompok-kelompok rentan dan mendorong kesejahteraan sosial. Dalam proses kinerjanya Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kota Balikpapan khususnya di Kelurahan Teritip setiap bulannya memberikan laporan kegiatan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM)

1 Mahasiswa Program S1 Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman. Email: yustinur7@gmail.com

(2)

756

sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan yang telah dilakukan selama sebulan. Laporan ini ditujukan kepada Kepala Dinas di Kota Balikpapan karena Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) pendamping kelurahan merupakan mitra dari Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Balikpapan dalam bidang Kesejahteraan Sosial. Isi dari laporan tersebut berupa data dan lampiran pembuktian dari proses penyaluran bantuan atau memberikan pelayanan sosial yang diamanahkan Dinas Sosial untuk diberikan kepada warga yang membutuhkan di sekitaran Kelurahan Teritip Kota Balikpapan. Laporan ini dimaksudkan agar dapat memberikan gambaran tentang peran serta Pekerja Sosial Masyarakat dalam mengatasi kendala dan permasalahan kesejahteraan sosial di lingkungan Kelurahan Teritip.

Kota Balikpapan terdapat 6 Kecamatan dan 34 Kelurahan pada tiap Kelurahan terdapat 1 atau 2 Pekerja sosial Masyarakat (PSM) Pendamping Kelurahan yang bertugas sebagai Mitra Dinas Sosial dalam menyebarkan bantuan atau perpanjangan tangan dari pemerintah kepada masyarakat berupa bantuan yang dimana dipergunakan kemakmuran masyarakat. di Kelurahan Teritip terdapat 33 RT dan terdapat dua orang Pekerja Sosial Masyarakat bernama Salamah dan Gito. Pekerja Sosial Masyarakat Pendamping Kelurahan di Kelurahan Teritip yang memiliki berbagai permasalahan sosial yang menonjol di wilayah kerja nya yakni permasalahan keluarga miskin (Gakin), penyandang disabilitas, lansia yang terlantar, anak yang menyandang disabilitas, pengemis, pemulung dan perempuan rawan sosial ekonomi. Dari data laporan PSM Pendamping Kelurahan Teritip Permasalahan Sosial yang paling tinggi adalah Keluarga Miskin (Gakin) dan permasalahan pelayanan kesejahteraan sosial yakni penyandang disabilitas. Oleh karena itu PSM akan menjadi perpanjangan tangan untuk mengantarkan bantuan pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan. Dikarenakan banyaknya penerima bantuan di Kelurahan Teritip. Penerima BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) di Kelurahan Teritip ada 476 Orang dan keseluruhan data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) ada 705 Orang. Oleh karenanya kinerja pekerja sosial masyaarakat atau disingkat PSM yang membantu pemerintah dalam menyalurkan bantuan harus berjalan dengan baik.

Dengan banyaknya permasalahan yang terjadi di Kelurahan Teritip maka sesuai dengan Undang- Undang Kesejahteraan Sosial UU RI No. 11 Tahun 2009 dimana PSM dituntut untuk dapat melaksanakan fusingsi sosial yakni dalam melaksanakan tugas pelayanan dan penanganan masalah sosial olehkarenanya dalam melaksanakan kinerjanya dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) memfokuskan kegiatan seperti mengambil permasalahan sosial yang sering terjadi dan cukup banyak terjadi di Kelurahan Teritip yakni Keluarga Miskin (Gakin), Lanjut Usia Terlantar dan Penyandang Disabilitas. Hanya saja melihat situasi dan kondisi di lapangan ternyata dari kedua Pekerja Sosial Masyarakat, hanya satu yang berperan aktif dan hal ini menjadi permasalahan dimana kinerja pekerja sosial masyarakat dituntut untuk melaksanakan kewajibannya dalam menaggulangi permasalahan sosial tersebut.

(3)

757 Kerangka Dasar Teori

Kinerja

Bersamaan dengan pandanga konsep tersebut maka Menurut Prof. Dr. Wibowo, S.E (WIbowo, 2013) juga menjelaskan bahwa kinerja berasal dari pengertian Performance. Ada juga yang memberikan pengertian performance merupakan hasil kerja atau prestasi kerja, namun sebenarnya kinerja mempunyai makna yang luas, bukan hanya sekedar hasil kerja, tetapi termasuk bagaimana terlaksananya proses pekerjaan berlangsung. Menurut Bastian (Bastian, 2001), ia mengemukakan bahwa kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat dalam pencapaian pelaksanaan tugas dalam suatu organisasi dalam upaya mewujudkan sasaran, misi dan visi organisasi tersebut. Jadi kinerja organisasi adalah kemampuan organisasi untuk melaksanakan setiap tugas – tugas yang diberikan kepada organisasi untuk mencapai sasaran, tujuan, misi dan visi organisasai yang telah ditentukan.

Indikator Kinerja

Ada berbagai macam dimensi dalam pengukuran kinerja organisasi yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya John Miner (Sudarmanto, 2009) yang mengemukakan adanya empat dimensi yang dapat dijadikan sebagai tolok ukur atau indikator dalam menilai kinerja organisasi, yaitu:

1. Kualitas, yaitu : tingkat kesalahan, kerusakan,kecermatan. 2. Kuantitas, yaitu : jumlah pekerjaan yang dihasilkan.

3. Penggunaan waktu dalam bekerja, yaitu : tingkat ketidakhadiran, keterlambatan, waktu kerja efektif/jam kerja hilang.

4. Kerjasama dengan orang lain dalam bekerja. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja

Dalam (Prabu Mangkunegara, 2007) faktor yang memengaruhi kinerja adalah faktor kemampuan (ability) dan faktor motivasi (motivation) yang merumuskan bahwa:

1. Faktor Kemampuan (Ability). Secara Psikologis, kemampuan terdiri dari Kemampuan Potensi (IQ) dan kemampuan Reality (Knowledge + Skill). 2. Faktor Motivasi (Motivation). Motivasi diartikan merupakan suatu sikap

(Attitude) terhadap situasi kerja (Situation) dilingkungan organisasi atau kelompok.

Penilaian Kinerja

Penilian kerja menurut Sutrisno (Sutrisno, 2010) adalah hal yang dilakukan untuk mengukur kinerja karyawan. Bernadin dan Russel menyatakan bahwa ada enam kinerja primer yang dapat mengukur kinerja seseorang yaitu diantaranya: 1. Quality: merupakan tingkat dimana proses dan hasil pelaksanaan mendekati

nilai kesempurnaan yang diharapkan.

(4)

758

3. Timeliness: merupakan ketepatan waktyu pengerjaan pekerjaan atau

tanggungjawab.

4. Cost Effectiveness: merupakan penggunaan sumber daya yang digunaan harus

maksimal untuk mencapai hasil tertinggi dan mengurangi kerugian.

5. Need for Supervision: merupakan pekerjaan yang dilakukan dengan

kemandirian tanpa adanya pengawasan dari pimpinan atau supervise.

6. Interpersonal Impact: merupakan upaya yang dilakukan untuk menjaga harga

diri, nama baik dan kerjasama yang baik antar sesama. Pekerja Sosial Masyarakat

Pekerja sosial menurut International Federation of Sosial Worker/ IFSW (DuBois dan Miley dalam Miftahul Huda, 2005) menyatakan bahwa Pekerja sosial adalah sebuat profesi yang mendorong adanya perubahan sosial, memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan relasi kemanusiaan dan memberdayakan serta membebaskan masyarakat agar dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Dalam Peraturan Mentri Sosial Republik Indonesia No.1 Tahun 2012 berbunyi “Pekerja Sosial Masyarakat yang selanjutnya disingkat PSM adalah seseorang sebagai warga masyarakat yang mempunyai jiwa pengabdian sosial, kemauan dan kemampuan dalam menyelenggarakan kesejahteraan sosial, serta telah mengikuti pembimbingan atau pelatihan di bidang kesejahteraan sosial”.

Permasalahan Sosial

Dalam Undang Undang No 11 Tahun 2009 pasal 1dan 2 menyatakan bahwa Kesejahteraan sosial merupakan suatu keadaan terpenuhinya kebutuhan hidupyang layak bagi masyarakat, sehingga mampu mengembangkan diri dandapatmelaksanakan fungsi sosialnya yang dapat dilakukan pemerintah, pemerintahdaerah dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial yang meliputi rehabilitasisosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial.

Menurut Suharto (Suhatro, 2006), kesejahteraan sosial sedikitnya mengandung empat makna.diantaranya:

1. Kesejahteraan sosial sebagai kondisi sejahtera (well-being). 2. Kesejahteraan sosial sebagai pelayanan sosial.

3. Kesejahteraan sosial sebagai tunjangan sosial.

4. Kesejahteraan sosial sebagai proses atau usaha terencana yang dilakukan oleh perorangan, lembaga–lembaga sosial, masyarakat maupun badan– badan pemerintah untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan menyelenggarakan pelayanan sosial.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif- kualitatif. Objek Penelitiannya yaitu Kinerja PSM di Kelurahan Teritip Kota Balikpapan.

(5)

759 Penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi, tetapi menggunakan “social situation” atau situasi sosial yang terdiri atas tiga elemen yaitu: tempat (place), pelaku (actor), dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis (Sugiyono, 2006). Pendekatan kualitatif ini diambil karena dalam penelitian ini sasaran atau objek penelitian dibatasi agar data-data yang diambil dapat digali sebanyak mungkin serta agar dalam penelitian ini tidak dimungkinkan adanya pelebaran objek penelitian.

Berdasarkan judul, uraian dan penjelasan mengenai konsep dari setiap varibel pada bab kerangka dasar teori, maka peneliti akan meneliti dengan fokus yakni indikator kinerja Pekerja Sosial Masyarakat dalam pencapaian tugas karena ukuran atau standart kinerja terkait dengan parameter – parameter yang dijadikan dasar oleh organisasi untuk mengukur kinerja, hal yang diukur dalam kinerja pekerja sosial masyarakat yakni :

1. Kinerja Pekerja Sosial Masyarakat di Kelurahan Teritip Kota Balikpapan yang Meliputi: 1.1 Produktivitas 1.2 Kualitas Layanan 1.3 Responsivitas 1.4 Responsibilitas 1.5 Akuntabilitas

2. Faktor Penghambat dalam proses kinerja pekerja sosial masyarakat dalam menangani permasalahan sosial di Kelurahan Teritip Kota Balikpapan.

Hasil Penelitian

Kinerja Pekerja Sosial Masyarakat Produktivitas

Membina Masyarakat

Pada kegiatan pembinaan pada tahun 2017 yakni berupa sosialisasi berupa menanam bibit, membuat olahan dari bang tiwai,membuat keripik pepaya, dan menanam apotek hidup dimana sasaran dalam kegiatan ini yakni Ibu PKK, lalu sosialisasi tentang kesehatan berupa olahraga untuk lansia, mengarahkan lansia dalam mengelola usaha kecil, lalu pembinaan mengenai sosialisasi penggunaan abate dan mendata warga yang menjadi sasarannya yakni ketua RT. Lokasi pelaksanaannya juga berbeda beda disesuaikan dengan sasaran kegiatannya.

Pada kegiatan pembinaan yang dilakukan Pekerja Sosial Masyarakat pada tahun 2018 yakni berupa sosialisasi mengenai RT mengenai Kegiatan Gotong Royong perbaikan jalan rusak, membersihkan lingkungan, Sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan air, yang menjadi sasarannya yakni ketua RT. Lalu membina warga lansia untuk mendapatkan dana Aslut, kegiatan olahraga,dan terakhir membina Ibu PKK mengikuti lomba memasak. Lokasi pelaksanaannya juga berbeda beda disesuaikan dengan sasaran kegiatannya.

(6)

760

Pada data diatas maka Pada kegiatan pembinaan yang dilakukan Pekerja Sosial Masyarakat pada tahun 2019 yakni berupa sosialisasi kepada RT mengenai Bantuan Pangan Non Tunai, Sistem Layanan Rujukan Terpadu, Koordinasi masalah pendataan warga yang tidak mampu dan lain lain. Lalu membina warga lansia untuk membuka usaha. Terakhir membina Ibu PKK membuatkegiatan bazar. Lokasi pelaksanaannya juga berbeda beda disesuaikan dengan sasaran kegiatannya

Melihat dari jadwal kegiatan dalam pembinaan masyarakat yang dilakukan PSM dari tahun 2017,2018 dan 2019 ada peningkatan kerja Pekerja Sosial Masyarakat dalam Pembinaan kepada Masyarakat, hal ini dikarenakan tambahan beban kerja yang diberikan oleh Pekerja Sosial Masyarakat lain yang tidak aktif sejak awal tahun 2019 sehingga Pekerja Sosial Masyarakat mengambil alih bagian kerjanya. Peningkatan kerja Pekerja Sosial Masyarakat dalam membina masyarakat meningkat dan berkelanjutan sesuai dengan tujuan kegiatan Pekerja Sosial Masyarakat. Dalam prosesnya Pekerja Sosial Masyarakat dibantu tenaga yang kompeten dibidangnya dalam melaksanakan pembinaan masyarakat agar masyarakat mendapatkan informasi yang valid.

Dalam menjalankan tugasnya memberikan pendampingan kepada masyarakat maka cara Pekerja Sosial Masyarakat mendekatkan diri kepada masyarakat yakni dengan seringnya dilakukan pendekatan berupa pertemuan agar terlaksananya pembinaan kepada masyarakat. Untuk membahas mengenai kinerja yang baik dapat dinilai dari ukuran eksternal, seperti nilai – nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.

Mengembangkan Masyarakat

Berdasarakan data kegiatan perkembangan pada tahun 2017 pada bulan Februari Pekerja Sosial Masyarakat mengembangkan Lansia dalam membuat usaha kecil, lalu ynag menjadi sasaran dalam penngembangan masyarakat pada tahun 2017 adalah Ibu PKK yakni di bulan Maret 2017 Pekerja Sosial Masyarakat Mengembangkan Ibu PKK dalam membuat olahan bawang tiwai, pada April mengembangkan Ibu PKK dalam membuat pernak pernik dari plastik sampah dan pada bulan Agustus mengembangkan PKK dalam membuat keripik dari Pepaya.lokasipengembangan masyarakat dilaksanakan di Aula Kelurahan Teritip, Rumah Dinas, dan rumah salah satu Ibu PKK.

Berdasarakan data kegiatan perkembangan pada tahun 2018 pada bulan Februari Pekerja Sosial Masyarakat bersama Maning Salon Mengembangkan Ibu PKK membuat baju Fashion Show dari Plastik lalu pada Bulan Juli Mengembangkan PKK merawat tanaman Lombok bersama Kasi Pemasyarakatan yang menjadi sasaran dalam penngembangan masyarakat ini adalah Ibu PKK. Lokasi pengembangan masyarakat dilaksanakan di Rumah Dinas dan halaman Rumah Dinas Kelurahan Teritip Kota Balikpapan.

(7)

761 Dalam mengembangkan masyarakat dari data kegiatan perkembangan pada tahun 2019 pada bulan Maret, April, Juni, Agustus, dan Nopember Pekerja Sosial Masyarakat mengembangkan warga Penyandang disabilitas untuk membuka usaha baik berupa bengkel dan warung. Lokasi pengembangan masyarakat dilaksanakan di lokasi atau rumah warga penerima bantuan tersebut di Kelurahan Teritip Kota Balikpapan.

Melihat dari jadwal kegiatan dalam pengembangan masyarakat yang dilakukan PSM dari tahun 2017, 2018 dan 2019 ada peningkatan kerja Pekerja Sosial Masyarakat dalam perkembangan hal ini dikarenakan adanya tambahan beban kerja yang diberikan oleh Pekerja Sosial Masyarakat lain yang tidak aktif sehingga Pekerja Sosial Masyarakat mengambil alih bagian kerjanya. Peningkatan kerja Pekerja Sosial Masyarakat dalam mengembangkan masyarakat meningkat dan berkelanjutan sesuai dengan tujuan kegiatan Pekerja Sosial Masyarakat. Dalam prosesnya Pekerja Sosial Masyarakat dibantu tenaga yang kompeten dibidangnya dalam melaksanakan pengembangan masyarakat.

Mengembangkan masyarakat adalah hal yang sangat penting dilakukan

untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Proses pengembangan

masyarakat adalah tanggungjawab pemerintah dan masyarakat itu sendiri dimana ia harus mampu memaksimalkan potensi yang ada dalam dirinya demi kebutuhan hidupnya. Untuk memiliki penghidupan yang layak masyarakat harus mampu mengatur keuangan mereka. Dan kepada masyarakat yang kekurangan materi atau keuangan maka akan dibantu pemerintah dengan diberikannya bantuan.

Menyalurkan Bantuan

Tugas selanjutnya Pekerja Sosial Masyarakat yakni menyalurkan bantuan kepada warga yang terdata sebagai penerima bantuan. Hal ini sesuai dengan tugas Pekerja Sosial Masyarakat yang tertuang dalam Laporan Kegiatan Pekerja Sosial Masyarakat Pendamping Kelurahan Teritip. Dalam menyalurkan bantuan Pekerja Sosial Masyarakat dibantu oleh KASI (Kepala Seksi) bidang Pemasyarakatan Kelurahan Teritip, Karang Taruna dan PKK dalam menyalurkan bantuan. Penerima bantuan di khususkan kepada Gakin.

Sebelum menyalurkan bantuan Pekerja Sosial Masyarakat mengadakan rapat bersama Seluruh Ketua RT yang ada di Kelurahan Teritip untuk memberikan informasi mengenai daftar warganya yang menerima bantuan. Setelah diberikan informasi mengenai daftar penerima bantuan maka akan ditetapkan waktu dan lokasi penyaluran bantuan dan pada hari penyaluran bantan tersebut seluruh warga penerima bantuan diharapkan hadir pada jam tertentu.

Kegiatan penyaluran bantuan pada Tahun 2017 ini penyaluran bantuan diantaranya Pekerja Sosial Masyarakat menyalurkan bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) Bersama Pihak Kelurahan Teritip dan Pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) kepada warga yang terdata sebagai penerima PKH (Program Keluarga Harapan),lalu Pekerja Sosial Masyarakat besama dengan

(8)

762

Pihak Kelurahan Teritip mengunjungi wargapenerima bantuan Rastra (Program Beras Sejahtera) ini ditujukan kepada warga yang memiliki pendapatan rendah. Selanjutnya Pekerja Sosial Masyarakat menyalurkan bantuan bersama TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), dan Karang taruna menyalurkan bantuan Baznaz (Badan Amil Zakat Nasional) untuk warga gakin Teritip. Dan Pekerja Sosial Masyarakat menyalurkan bantuan paket ceria Ramadhan bersama Lurah dan pihak Kelurahan Teritip Kota Balikpapan untuk dibagikan kepada warga miskin di Kelurahan Teritip Kota Balikpapan . Dan terakhir Pekerja Sosial Masyarakat bersama Pendamping PKH menyalurkan dana Aslut (Asistensi lanjut Usia Terlantar) kepada lansia.

Kegiatan penyaluran bantuan Tahun 2018 ini penyaluran bantuan yang dilaksanakan Pekerja Sosial Masyarakat diantaranya Pekerja Sosial Masyarakat menyalurkan bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) Bersama Pihak Kelurahan Teritip dan Pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) kepada warga yang terdata sebagai penerima PKH (Program Keluarga Harapan), lalu Pekerja Sosial Masyarakat besama dengan Kasi Pemsayarakatan Kelurahan Teritip menyalurkan bantuan Kursi Roda kepada warga penyandang disabilitas dan bersama Pihak Kelurahan Teritip, Karang taruna dan Bhabinkamtibmas mengunjungi wargapenerima bantuan Rastra (Program Beras Sejahtera) ini ditujukan kepada warga yang memiliki pendapatan rendah. Selanjutnya Pekerja

Sosial Masyarakat menyalurkan bantuan bersama Pendamping

PKHmenyaurkanbantuan Aslut (Asistensi Lanjut Usia Terlantar) kepada lansia. Kegiatan penyaluran bantuan Tahun 2019 ini penyaluran bantuan yang dilaksanakan Pekerja Sosial Masyarakat diantaranya Pekerja Sosial Masyarakat menyalurkan bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) Bersama Pihak Kelurahan Teritip dan Pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) kepada warga yang terdata sebagai penerima PKH (Program Keluarga Harapan), lalu Bersama Bhabinsa menyalurkan bantuan IZI (Inisiatif Zakat Indonesia) LAPORS kepada warga peneriba bantuan pengobatan. Pekerja Sosial Masyarakat besama Bersama Pendamping PKH menyalurkan bantuan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dan bersama Pihak Kelurahan Teritip, Karang taruna dan Bhabinkamtibmas mengunjungi warga penerima bantuan Rastra (Program Beras Sejahtera) ini ditujukan kepada warga yang memiliki pendapatan rendah. Selanjutnya Pekerja Sosial Masyarakat menyalurkan bantuan bersama Pendamping PKH menyaurkan bantuan Aslut (Asistensi Lanjut Usia Terlantar) kepada lansia.

Melihat dari jadwal kegiatan dalam penyaluran bantuan masyarakat yang dilakukan PSM dari tahun 2017,2018 dan 2019 ada peningkatan kerja Pekerja Sosial Masyarakat dalam Penyaluran bantuan hal ini dikarenakan adanya tambahan beban kerja yang diberikan oleh Pekerja Sosial Masyarakat lain yang tidak aktif sejak 2019 sehingga Pekerja Sosial Masyarakat mengambil alih bagian kerjanya. Peningkatan kerja Pekerja Sosial Masyarakat dalam menyalurkan

(9)

763 bantuan kepada sesuai dengan tujuan kegiatan Pekerja Sosial Masyarakat. Dalam prosesnya Pekerja Sosial Masyarakat dibantu tenaga yang kompeten dibidangnya dalam melaksanakan penyaluran bantuan kepada masyarakat. Berikut tabel jadwal pelaksanaan penyaluran bantuan pada bulan Agustus 2020.

Kualitas Layanan

Kualitas layanan dari Pekerja Sosial Masyarakat pada penelitian kali ini adalah Kualitas layanan yang diberikan Pekerja Sosial Masyarakat dalam menjalankan tugas telah sesuai dengan kepuasan masyarakat atau belum. Hal yang menjadi tolak ukur dalam menilai kualitas layanan yang diberikan Pekerja Sosial Masyarakat adalah hasil pengukuran interaksi dari berbagai aspek diantaranya dari sistem pelayanan, sumber daya pemberian layanan, strategi dan pelanggan penerima layanan (customers).

Dari data pelayanan yang diberikan maka adanya peningkatan kerja Pekerja Sosial Masyarakat dalam pelayanan dimana saat Salah seorang pekerja tidak aktif pada awal Tahun 2019 maka akan memengaruhi kinerja Pekerja Sosial Masyarakat lainnya dan adanya peningkatan Pelayanan di Tahun 2019. Agar pelayanan di Kelurahan Teritip tetap berjalan maka Pekerja Sosial Masyarakat selalu meningkatkan pelayanannya. Hal tersebut akan berdampak pada pendapat masyarakat mengenai Kualitas Layanan yang diberikan Pekerja Sosial Masyarakat karena telah memberikan pelayanan berupa pembinaan, perkembangan dan penyaluran bantuan.

Sumber daya pemberian layanan oleh Pekerja Sosial Masyarakat yang dapat diandalkan masyarakat seperti membantu masyarakat baik saat terkena musibah atau saat sedang gotong royong, hal yang dilakukan Pekerja Sosial Masyarakat yakni seperti membantu mencarikan dan mengumpulkan bantuan kepada masyarakat yang menerima bantuan. Karena masyarakat merupakan juri dalam melakukan penilaian terhadap kualitas pelayanan yang diberikan Pekerja Sosial Masyarakat dimana masyarakat merupakan objek yang menerima bantuan dan fokus pemerintah dalam menyelenggarakan kesejahteraan.

Strategi Pekerja Sosial Masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan yakni dengan memenuhi kebutuhan masyarakat. Dari produk pelayanan yang diberikan Pekerja Sosial Masyarakat akan berpengaruh pada kebutuhan masyarakat terutama dalam penyaluran bantuan, oleh karenanya produk layanan berpengaruh pada mutu pelayanan. Pekerja Sosial Masyarakat wajib mendekatkan diri kepada masyarakat sehingga masyarakat merasakan kehadiran Pekerja Sosial Masyarakat dan hal ini membuat kedekatan antara masyarakat dengan Pekerja Sosial Masyarakat semakin besar.

Responsivitas

Berdasarakan Laporan Kegatan Pembinaan padatahun 2017 kegiatan ini merupakan keinginan Masyarakat yakni diantaranya saat banyaknya nyamuk dan warga mengeluhkan adanya penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh

(10)

764

nyamuk maka Pekerja Sosial Masyarakat membuat Sosialisasi besama Ibu PKK dan warga mengenai pentingnya penggunaan abate bersama degan pihak puskesmas. Lalu, membina Lansia dalam membuat usaha kecil yang ini sesuai dengan keinginan masyarakat untukmeningkatkan perekonomian. Atas usulan dari warga mengenai peendataan ulang erhadap warga miskin maka dilakukan rapat koordinasi bersama RT mengenai persyaratan pengusulan warga penerima bantuan.

Berdasarakan Laporan Kegatan Pembinaan pada tahun 2018 kegiatan ini merupakan keinginan Masyarakat yakni diantaranya saat memperingati hari Ulang Tahun kota Balikpapan, Lurah Kelurahan Teritip menyarankan warga terutuama Ibu-Ibu agar berpartisipasi mengikuti perlombaan dan Pekerja Sosial Masyarakat dibantu Maning Salon membantu membuat gaun dari plastik ini dilakukan agar ibu PKK dalam mengikuti perlombaan Fashion Show dari Sampah Plastik di Ulang Tahun Kota Balikpapan. Selanjutnya, saat kondisi air diKota Balikpapan kurang baik dan atas saran dari masyarakat agar diberikan inforasi mengenaipengeloln air maka Pekerja Sosial Masyarakat bersama Wakil Ketua Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mengadakan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan air kepada Ketua RT. Atas kasus Pembunuhan yang melibatkan anak remaja yang pernah terjadi di Kelurahan Teritip Kota Balikpapan maka Pekerja Sosial Masyarakat mengadakan Sosialisasi bersama Bhabinkamtibmas dalam Membina Ketua RT dan remaja menjaga ketertiban masyarakat dan mencegah kenakalan remaja.

Dari kegiatan pembinaan pada tahun 2017, 2018 dan 2019 merupakan kegiatan dan sasaran kegiatan tersebut ditujukan, pada penelitian kali ini penulis meneliti kegiatan Pekerja Sosial Masyarakat pada Bulan Agustus 2020 dalam pembinaan yang merupakan bentuk pelaksanaan dari pemenuhan kebutuhan informasi bagi seluruh warga di Kelurahan Teritip. Warga masyarakat membutuhkan ilmu yang berupa penyuluhan yang diberikan oleh Pekerja Sosial Masyarakat bersama tenaga ahli dibidangnya. Seperti penyuluhan mengenai kesehatan dimana pekerja Sosial Masyarakat bersama Pihak Puskesmas Kelurahan Teritip pembinaan kepada warga untuk menggunakan masker, bersama Penjahit Alief Taylor Pembinaan kepada PKK untuk membuat Masker kain, Pembinaan kepada Ketua RT untuk mengawasi warganya agar menggunakan masker. Kegiatan pembinaan tersebut dilakukan Pekerja Sosial Masyarakat bersama dengan yang ahlinya sehingga akan berguna untuk masyarakat.

Selain memberikan bimbingan atau sosialisasi, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya, maka masyarakat akan disurvei dan didata agar warga yang tidak terdaftar sebagai penerima bantuan namun memiliki kategori yang sesuai. Sebelum melakukan survei Pekerja Sosial Masyarakat mendapatkan saran dari Ketua RT atau warga setempat mengenai calon penerima bantuan. Setelah didengarkan masukkan dari warga maka

(11)

765 selajutnya akan di kunjungi dan di survei apakah masuk kedalam kategori penerima bantuan atau tidak.

Responsibilitas

Mengenai kejelasan dalam mempertanggung jawabkan kegiatan yang dilakukan Pekerja Sosial Masyarakat maka seluruh kegiatan harus dilaporkan dalam bentuk Laporan Bulanan. Dalam laporan kegiatan tersebut harus melaporkan segala kegiatan yang dilakukan Pekerja Sosial Masyarakat sesuai dengan tugas dan wewenang Pekerja Sosial Masyarakat yakni dalam membina, mengembangkan dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat, ini sebagai bukti pelaksanaan dan pertanggungjawaban kegiatan yang dilaksanakan Pekerja Sosial Masyarakat setiap bulannya. Pekerja Sosial Masyarakat membuat laporan bulanan yang dimana laporan tersebut akan dikirimkan ke Dinas Sosial Kota Balikpapan sebagai bukti kinerja Pekerja Sosial Masyarakat dalam melaksanakan tugasnya.

Pekerja Sosial Masyarakat juga bertanggung jawab atas jalannya pelaksanaan kegiatan yang dilakukannya baik dalam bentuk sosialisasi atau dalam pelaksanaan penyerahan bantuan sosial. Bentuk tanggungjawab dalam

sosialisai yakni dalam pembinaan dan pengembangan masyarakat.

Tanggungjawab yang dilakukan yakni dalam pelaksanaannya Pekerja Sosial Masyarakat harus mengurangi adanya kesalahan atau kegagalan baik dalam hal komunikasi atau dalam praktek. Selanjutnya tanggungjawab yang dilakukan yakni tanggungjawab atas jalannya proses pelaksanaan penyerahan bantuan sosial. Akuntabilitas

Akuntabilitas Individu

Akuntabilitas individu atau pertanggungjawaban personal yakni Pekerja Sosial Masyarakat mempertanggungjawabkan kinerjanya melalui laporan yang dibuat tiap bulannya kepada Dinas Sosial dimana laporan tersebut merupakan kegiatan Pekerja Sosial Masyarakat selama sebulan dalam melaksanakan tugas.

Dalam membuat laporan tidak boleh ada kecurangan atau manipulasi data, oleh karenanya data yang dibuat harus benaradanya dibuktikan dengan tandatangan RT, Stempel dari RT yang bersangkutan dan dokumentasi atas kegiatan yang telah dilaksanakan. Dalam membuat laporan harus disesuaikan dengan yang terjadi di lapangan baik mengenai lokasi, aktu pelaksanaan dan proses pelaksanaan harus sesuai dengan yang ditulis dalam laporan. Kalau terbuktmelakukan kecurangan atau manipulasi data maka Dinas Sosial akan memberhentikan Pekerja Sosial Masyarakat tersebut dan dikeluarkan secara tidak terhormat.

(12)

766

Akuntabilitas Kebijakan

Mengenai kinerja Pekerja Sosial Masyarakat sebagai pembina warga, pengembangan warga, dan penyalur bantuan kepada warga kegiatan yang dilakukan Pekerja Sosial Masyarakat ini didasarkan ada jiwa sosial yang besar berdasarkan insentif yang tidak besar namun ikhlas melaksanakan tugas sosialnya membantu pemerintah oleh karenanya Lurah Kelurahan Teritip KotaBalikpapan mengapresiasi kinerja Pekerja Sosial Masyarakat.

Pekerja Sosial Masyarakat harus dapat merefleksikan pola pelayanan yang dipergunakan yaitu pola pelayanan yang akuntabel yang mengacu pada kepuasan masyarakat sebagai pengguna jasa. Oleh karenanya, akuntabilitas terdiri dari Akuntabilitas individu dan akuntabilitas kebijakan yang ini keduanya sama-sama arah pertanggungjawaban baik secara individu atupun berdasaran kebijakan. Idealnya Pekerja Sosial Masyarakat memiliki peran dan tanggungjawab penting lebih baik yang tidak aktif diganti karena pekerjaan ini harus sesuai dengan kebijakan yang ada dan harus dipertanggungjawabkan segala kegiatannya.

Faktor Penghambat Kinerja PSM

Faktor Penghambat dari Kinerja Pekerja Sosial Masyarakat yakni kurangnya Pekerja Sosial Masyarakat sangat berpengaruh pada kinerja Pekerja Sosial Masyarakat lainnya dan tidak aktifnya salah seorang Pekerja Sosial Masyarakat karena sakit. Sehingga hal ini memengaruhi kinerja Pekerja Sosial Masyarakat lainnya.

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

1. Produktifitas yang dihasilkan berupa pencapaian hasil kinerja yang dilakukan Pekerja Sosial Masyarakat Kelurahan Teritip cukup efektif hal ini dapat dilihat dari masukan (Input) dan Keluaran (Output). Masukan (Input) yang diterima Pekerja Sosial Masyarakat yakni berupa insentif sebesar Rp. 1.100.000-,/Bulan (Satu Juta Seratus Ribu Rupiah per Bulan). Dan Keluaran (Output) dari Pekerja Sosial Masyarakat yakni berupa pembinaan, perkembangan dan penyaluran bantuan yang sesuai dengan data yang ada, dan disesuaikan dengan saran masyarakat, dimana kegiatan ini memiliki perencanaan yang terstruktur, walaupun kurangnya tenaga Pekerja Sosial Masyarakat lainnya. 2. Kualitas layanan yang dihasilkan Pekerja Sosial Masyarakat ini dikatakan

efektif karena segala sesuatu disesuaikan dengan keinginan masyarakat dan saran dari masyarakat, seperti keinginan masyarakat untuk dibina. Oleh karenanya kegiatan Pembinaan Pekerja Sosial Masyarakat dibantu oleh tenaga ahli professional dibidangnya. Walaupun mampu efektif dalam pelaksanaannya namun karena kurangnya tenaga Pekerja Sosial Masyarakat maka membuat warga kurang memiliki wadah untuk memberikan saran dan kurang banyak mendengarkan keinginan masyarakat.

(13)

767

3. Responsivitas Pekerja Sosial Masyarakat Kelurahan Teritip yakni

kemampuannya dalam mengenali apa saja kebutuhan masyarakat. Pada penelitian kali ini Responsivitas Pekerja Sosial Masyarakat dikatakan efektif karena dalam kegiatan menyusun agenda, prioritas pelayanan dan pengembangan program-program pelayanan publik yang harus sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat, namun karena kurangnya tenaga bantu Pekerja Sosial Masyarakat membuatnya kekurangan strategi dalam menyusun agenda, dan kurang dalam mengenali apa saja kebutuhan masyarakat. Karena segala sesuatu dihimpun oleh salah seorang pekerja saja.

4. Responsibilitas Pekerja Sosial Masyarakat Kelurahan Teritip yakni kejelasan mengenai tanggung jawab dan wewenang Pekerja Sosial Masyarakat yang telah diberikan maka dalam penelitian ini dikatakan efektif karena sesuai dengan prinsip-prinsip kebijakan yang ada karena telah membuat suatu kegiatan yang sesuai dengan tugas pokok Pekerja Sosial Masyarakat . Namun karena kurangnya Pekerja Sosial Masyarakat lain yang kurang melaksanakan suatu kegiatan membuat kebijakan organisasi menjadi tidak terlaksana dengan baik.

5. Akuntabilitas kinerja Pekerja Sosial Masyarakat menunjukan tingkat kesesuaian penyelenggaraan pelayanan, harus memiliki mekanisme pertanggungjawaban yang jelas dan harus mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan. Pada penelitian kali ini Pekerja Sosial Masyarakat mempertanggungjawabkan kinerjanya melalui laporan yang dibuat tiap bulannya kepada Dinas Sosial dimana laporan tersebut merupakan kegiatan Pekerja Sosial Masyarakat selama sebulan dalam melaksanakan tugas. Dimana laporannya tersebut harus memiliki stempel dan tanda tangan Ketua RT yang bersangkutan sebagai bukti kebenaran dari kegiatan tersebut.

6. Faktor Penghambat dari Kinerja Pekerja Sosial Masyarakat yakni terdapat salah seorang Pekerja Sosial Masyarakat bernama Bapak Gito tidak bekerja dengan baik dikarenakan sakit, Hal ini membuat Pekerja Sosial Masyarakat yakni Ibu Salamah mengambil tugas tambahan dalam malaksanakan tugasnya. Sehingga hal tersebut sangat memengaruhi efektifitas kinerja Pekerja Sosial Masyarakat lainnya baik dalam membina masyarakat, mengembangkan masyarakat serta menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyalurkan bantuan kepada penerima bantuan.

Saran

1. Kepada Pemerintah

Pemerintah khususnya Dinas Sosial lebih baik mengganti atau menambah Pekerja Sosial Masyarakat apabila ada keluhan atau saran dari Kelurahan untuk mencarikan pengganti agar kinerja Pekerja Sosial Masyarakat lebih efektif. Dengan ketegasan dari Dinas Sosial maka ketidakakitfan salah seorang Pekerja Sosial Masyarakat akan teratasi, baik dengan memberikan

(14)

768

teguran, sanksi atau pemecatan.

2. Kepada Pekerja Sosial Masyarakat yang Tidak Aktif

Pekerja Sosial Masyarakat yang tidak aktif lebih baik mengundurkan diri karena ketidakaktifan tersebut menambah beban kerja Pekerja Sosial Masyarakat lainnya. Karena kurangnya tenaga bantu membuat Pekerja Sosial Masyarakat yang aktif menjadi terbebani karena mengemban tugas lainnya. Banyaknya masyarakat yang harus menerima pelayanan menjadi semakin kurang mendapatkan perhatian oleh karenanya lebih baik segera mengundurkan diri atau memberikan solusi mengenai pengganti atau menyarankan warga yang mampu membantu kinerja Pekerja Sosial Masyarakat yang aktif.

3. Kepada Pekerja Sosial Masyarakat Yang Aktif

Dalam kondisi salah satu Pekerja Sosial Masyarakat yang sedang sakit lebih baik mengajukan saran permohonan bantuan kepada Lurah untuk memberikan tenaga pembantu selama salah seorang Pekerja Sosial Masyarakat tidak mampu bekerja dengan baik atau meminta saran dari Dinas Sosial untuk mencarikan seseorang untuk membantu dalam melaksanakan tugas atau mencarikan pengganti Pekerja Sosial Masyarakat yang tidak aktif.

Daftar Pustaka

Bastian,,Indra. 2001. Akuntansi sektor publik di Indonesia. Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Malang

Huda, Miftahul.2005, Cooperative Learning,Yogyakarta, Pustaka Belajar.

Mangkunegara, Prabu, Anwar AA. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia

Perusahaan, PT Remaja Rosdakarya , Bandung

Sudarmanto. 2009. Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM., Pustaka Pelajar, Yogyakarta

Sugiyono.2006. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Alfabeta, Bandung

Sutrisno, Edi. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia, Kencana Prenada Media Group, Jakarta

Wibowo. 2013. Perilaku dalam Organisasi, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta Dokumen - Dokumen:

Peraturan Mentri Sosial Republik Indonesia No.1 Tahun 2012. Undang- Undang Kesejahteraan Sosial UU RI No. 11 Tahun 2009. Undang Undang No 11 Tahun 2009 pasal 1dan 2.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...