BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIIIC SMP Negeri 2 Sokaraja dan

11  Download (0)

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Setting penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIIIC SMP Negeri 2 Sokaraja dan dilaksanakan pada semester genap tangal 11 April – 5 Mei tahun ajaran 2010/2011.

B. Subyek penelitian

Subyek dalam peniltian ini adalah siswa kelas VIIIC SMP Negeri 2 Sokaraja dengan jumlah siswa 33 orang (18 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki).

C. Prosedur penelitian

Prosedur penelitian terdiri dari beberapa siklus dengan tiap siklus terdiri dari 4 langkah kegiatan yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian ini adalah:

1. Perencanaan

a) Menyiapkan perangkat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan skenario pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS), serta Lembar Kerja Siswa beserta kunci jawaban. Dibuat sebanyak 6 buah dengan masing-masing siklus 2 buah.

b) Instrumen berupa:

1) Lembar observasi guru sebanyak 6 buah dengan masing-masing siklus 2 buah sesuai dengan tahap-tahap pembelajaran Think Pair Share (TPS). Lembar observasi ini terdiri dari 11 aktitvias guru yang dapat diamati.

(2)

2) Lembar observasi siswa 6 buah dengan masing-masing siklus 2 buah sesuai dengan tahapan dalam pembelajaran Think Pair Share (TPS). Lembar observasi ini terdiri dari 10 aktivitas siswa yang dapat diamati.

3) Lembar Angket Kreativitas Siswa sebanyak 33 buah pada masing-masing siklus yang diberikan pada akhir siklus. Angket disusun dari 5 indikator kreativitas yang peneliti ambil, terdiri dari 15 pertanyaan dengan 4 pilihan jawaban pada masing-masing pertanyaan.

c) Dokumen proses pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS).

d) Identitas siswa yaitu nomer absen setiap siswa 2. Pelaksanaan Tindakan

Guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS), yang disertai model pembelajaran langsung, metode pembelajaran ceramah dan tanya jawab, dengan pokok bahasan Kubus dan Balok berdasarkan pada rencana pembelajaran yang telah direncanakan. Penelitian ini direncanakan dalam beberapa siklus, dengan masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan dimana setiap pertemuan 2 x 40 menit.

Tabel 3.1 Pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Aktivitas Guru Kreativitas siswa

Kegiatan Pendahuluan Apersepsi

a. Guru mengucapkan salam

b. Guru menyampaikan tujuan dan model pembelajaran.

c. Guru memotivasi siswa.

Siswa menjawab salam

Siswa memperhatikan penjelasan guru Siswa semangat untuk belajar

Kegiatan Inti

Penjelasan materi

Guru menjelaskan pokok materi pembelajaran secara singkat.

Siswa memperhatikan penjelasan dari guru.

(3)

a. Tahap I (Thinking)

Guru memberikan permasalahan dan meminta setiap siswa untuk berfikir mencari jawaban dari permasalahan tersebut.

Siswa berfikir mencari jawaban dari permasalahan yang diberikan oleh guru.

b. Tahap II (Pairing)

Guru meminta siswa berpasangan dengan teman sebangku untuk berdiskusi membicarakan jawaban dari permasalahan yang telah mereka pikirkan pada tahap pertama.

Siswa antusias untuk bertukar pikiran memberikan gagasan atau ide-ide dalam pemecahan masalah.

c. Tahap III (Sharing )

1) Guru meminta kepada beberapa pasangan untuk mempresentasikan jawaban hasil diskusi mereka didepan kelas.

2) Guru memberi kesempatan untuk siswa yang dibelakang untuk menanyakan, memberikan gagasan atau ide-idenya untuk pasangan yang sedang presentasi.

3) Guru menanyakan dan meminta kelompok lain yang mempunyai jawaban berbeda untuk mempresentasikan jawabanya

Siswa dengan pasanganya dengan semangat mempresentasikan

jawabannya, sedangkan siswa yang lain memperhatikan dengan antusias.

Siswa menerima tawaran guru dengan antusias

Kelompok yang mempunyai jawaban berbeda mewakilkan temanya untuk mempresentasikan jawabanya. Kegiatan Penutup

Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang dipelajari

Guru meminta siswa untuk merangkum materi yang telah dipelajari

Semua siswa memperhatikandan menanyakan hal yang belum jelas, kemudian mencatat jawaban yang sudah benar.

Siswa merangkum pembelajaran

Dari tahapan diatas diharapkan siswa mampu mengembangkan kreativitas pada dirinya karena tahapan-tahapan tersebut sudah memuat kegiatan yang melatar belakangi indikator-indikator kreativitas dapat berkembang dan tercapai.

3. Observasi

Tahap ini sebenarnya berjalan bersamaan dengan saat pelaksanaan. Observasi dilakukan pada waktu proses pembelajaran sedang berjalan. Observasi

(4)

merupakan teknik evaluasi non tes yang menginventariskan data tentang sikap dan kepribadian siswa dalam kegiatan belajar. Kegiatan observasi dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi guru dan siswa. Lembar observasi guru digunakan untuk mengetahui aktivitas guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran Think Pair Share (TPS). Sedangkan lembar observasi siswa digunakan untuk mengamati aktifitas siswa mengenai kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika secara individu selama proses pembelajaran yang menggunakan pembelajaran Think Pair Share (TPS).

a) Observasi guru

Tujuan dalam observasi guru adalah untuk mengamati aktivitas guru matematika kelas VIIIC SMP Negeri 2 Sokaraja yang mengajar menggunakan pembelajaran Think Pair Share (TPS). mengamati kreativitas siswa dari awal sampai berakhirnya proses pembelajaran. Adapun aktivitas yang harus diamati terdiri dari kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. Pada kegiatan pendahuluan yaitu menyampaikan tujuan dan model pembelajaran, sehinggan siswa dapat mengetahui alasan mereka untuk belajar. Indikator yang diamati yaitu: a) Guru menyampaikan tujuan dan model pembelajaran. b) Memotivasi siswa. c) Guru menyampaikan materi secara sederhana. d) Tahap I, Thinking (berfikir) Guru mengajukan pertanyaan atau masalah terbuka yang berhubungan dengan pelajaran. e) Tahap II, Pairing ( berpasangan ). Guru meminta siswa berpasangan dengan teman sebangku untuk mendiskusikan apa yang telah dipikirkan pada tahap pertama. f) Tahap III, Sharing (berbagi), guru meminta kepada pasangan untuk berbagi dengan kelompoknya tentang apa yang telah mereka bicarakan. g) Guru menunjukan jawaban yang paling benar dan membimbing siswa untuk menyimpulkan materi. h) Guru meminta siswa untuk

(5)

merangkum apa yang telah dipelajari dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi.

Dalam penelitian ini yang menjadi observer adalah peneliti sebagai observer I. Alat yang digunakan dalam mengamati aktivitas guru adalah lembar observasi. Adapun prosedurnya, observer I mengisi lembar observasi guru yang sudah disiapkan. Untuk penskoran diberikan skor 0 jika guru tidak melakukan satupun kegiatan, skor 1 jika guru melakukan 1 kegiatan, skor 2jika guru melakukan 2 kegiatan, skor 3jika guru melakukan 3 kegiatan, dan skor 4 jika guru melakukan 4 kegiatan.

b) Observasi kreativitas siswa

Tujuan dalam observasi ini adalah untuk mengamati aktivitas siswa yang merupakan indikator dari kreativitas. Alat yang digunakan dalam mengamati observasi ini adalah dengan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa. Observer II mengamati aktivitas siswa dari awal sampai berakhirnya proses pembelajaran. Faktor-faktor yang diamati dalam penelitian ini adalah: a) mempunyai rasa ingin tahu yang mendalam. b) Mempunyai daya imajinasi. c) Orisinil dalam menyampaikan gagasan. d) Mampu melihat masalah dari berbagai sudut pandang . e) Sikap berani mengambil resiko.

Adapun prosedur dalam mengobservasi observer II mengisi lembar observasi kreativitas siswa yang sudah disiapkan. Untuk penskoran diberikan skor 1 jika siswa melaksanakan kegiatan tidak baik, skor 2 jika siswa melaksanakan kegiatan kurang baik, skor 3 jika siswa melaksanakan kegiatan baik, dan skor 4 jika siswa melaksanakan kegiatan baik sekali.

Kegiatan observasi aktivitas guru dan lembar observasi kreativitas siswa dapat dilihat pada tabel berikut:

(6)

Tabel 3.2 Kegiatan Observasi Guru dan Siswa Subyek Amatan Instrumen Prosedur Aktivitas Guru

1. Menyampaikan tujuan dan model pembelajaran

2. Memotivasi siswa

3. Kemampuan guru dalam menyampaikan materi.

4. Kemampuan guru dalam memberikan permasalahan atau lembar kerja.

5. Kemampuan guru dalam meminta siswa berfikir secara mandiri untuk dapat menyelesaikan

permasalahan/soal.

6. Kemampuan guru dalam mengkoordinir siswa untuk berpasangan

7. Guru meminta beberapa

pasangan untuk mempresentasikan hasil

diskusi.

8. Guru meminta pasangan lain untuk mengajukan atau menanggapi pertanyaan maupun gagasan

9. Guru meminta pasangan dengan jawaban berbeda untuk mempresentasikan jawabanya

10. Guru menunjukan jawaban yang benar dan membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang dipelajari

11. Guru meminta siswa untuk merangkum apa yang telah dipelajari Lembar observasi Lembar observasi Lembar observasi Lembar observasi Lembar observasi Lembar observasi Lembar observasi Lembar observasi Lembar observasi Lembar observasi Lembar observasi Lembar observasi aktivitas guru yang digunakan untuk mengetahui kinerja guru setiap aktivitas akan dinilai seperti persiapan yang terdiri dari rencana pelaksanaan pembelajaran, dan dilaksanakan pada setiap pertemuan. Kreativitas Siswa

1. Mempunyai rasa ingin tahu yang mendalam

2. Mempunyai daya imajinasi 3. Orisinil dalam

menyampaikan gagasan 4. Mampu melihat masalah

Lembar observasi Lembar observasi Lembar observasi Lembar observasi Observasi dilakukan pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Kreativitas siswa

(7)

dari berbagai sudut pandang 5. Sikap berani mengambil

resiko Lembar observasi diamati, dengan menggunakan indikator kreativitas c) Angket

Menurut Kunandar (2008:173) Angket atau kuesioner merupakan instrumen didalam teknik kominikasi tidak langsung. Dengan instrumen atau alat ini data yang dapat dihimpun bersifat informatif dengan atau tanpa penjelasan atau interpretasi berupa pendapat, buah pikiran, penilaian, ungkapan perasaan, dan lain-lain.

Dalam penelitian ini digunakan bentuk angket pertanyaan terikat (terstrktur) dengan pertanyaan tertutup yaitu responden terikatpada sejumlah kemungkinan jawaban yang telah disediakan oleh peneliti, dan jawaban yang harus dipilih oleh responden tanpa kemungkinan memberikan jawaban lain.

Tabel 3.3 Aspek Pengamatan Angket Kreativitas Siswa Aspek yang Diamati Instrumen Prosedur Memiliki rasa ingin tahu

a) Bertanya

b) Mencari banyak sumber pengetahuan c) Memperhatikan penjelasan dari guru

Angket Angket Kreativitas Siswa siswa digunakan untuk mengumpilkan data pendapat sesuai dengan keadaan kreativitas diri siswa. Angket Kreativitas Siswa disusun berdasarkan indikator kreativitas. Angket berupa daftar pertanyaan lengkap dengan pilihan jawaban, Mempunyai daya imajinasi

a) Mampu mencari hubungan-hubungan baru dari sesuatu yang sudah ada b) Mampu membuat dugaan

c) Mampu mengembangkan d) Mampu merencanakan

Angket

Orisinil dalam menyampaikan gagasan a) Memberikan gagasan yang baik b) Mengembangkan gagasan yang

disampaikan oleh siswa lain

Angket

Mampu melihat masalah dari berbagai sudut pandang

a) Mencari banyak kemungkinan

(8)

c) Melibatkan diri dalam masalah yang sulit

yang harus diisi oleh siswa. Sikap berani mengambil resiko

a) Mempertahankan pendapat

b) Memberi/menerima saran ataupun kritik

c) Tidak takut dengan kegagalan

Angket

4. Evaluasi Refleksi

Tahap ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan, berdasarkan data yang terkumpul, kemudian dilakukan evaluasi. Hasil dari evaluasi digunakan untuk menyempurnakan tindakan berikutnya atau refleksi.

Evaluasi refleksi dalam PTK mencakup analisisdan penilaian terhadap masalah untuk proses pengkajian ulang melalui siklus berikutnyayang meliputi kegiatan: perencanaan ulang, tindakan ulang, dan pengamatan ulang sehingga permasalahan dapat teratasi.

D. Tekhnik Analisis Data

Analisis data adalah pengolahan data yang diperoleh dengan menggunakan rumus-rumus atau aturan-aturan yang ada sesuai dengan pendekatan penelitian atau desain yang diambil. Terkait dengan hal itu maka diperlukan adanya tehnik analisis data.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ada yaitu:

1. Observasi Aktivitas Guru

Observasi guru dapat dinilai melalui aktivitas gurupada setiap pembelajaran berlangsung dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Lembar observasi guru terdiri dari 11 kegiatan dengan pilihan skor 0-4. Adapun pengolahan skor adalah sebagai berikut:

(9)

, Item Jumlah q rata Rata − =

2 2 1 SP SP q dengan = +

Dimana: SP1 = Skor pertemuan pertama SP2 = Skor pertemuan kedua

Adapun kriteria penilaian:

0 ≤ rata-rata< 0,8 : kinerja guru kurang sekali 0,8 ≤ rata-rata< 1,6 : kinerja guru kurang 1,6 ≤ rata-rata< 2,4 : kinerja guru cukup 2,4 ≤ rata-rata< 3,2 : kinerja guru baik 3,2 ≤ rata-rata ≤ 4 : kinerja gurubaik sekali 2. Observasi kreativitas siswa

Observasi kreativitas siswa dapat dinilai melalui aktivitas siswa pada setiap pembelajaran berlangsung yang merupakan indikator dari kreativitas. Lembar observasi kreativitas siswa terdiri dari 5 kegiatan yang merupakan indikator dari kreativitas, dengan pilihan skor 0-4.

a) Rumus untuk menghitung rata-rata setiap indikator

siswa Jumlah indikator setiap skor Jumlah rata Rata − =

Adapun kriteria penilaian:

0 ≤ rata-rata< 0,8 : kreativitas kurang sekali 0,8 ≤ rata-rata< 1,6 : kreativitas kurang 1,6 ≤ rata-rata< 2,4 : kreativitas cukup 2,4 ≤ rata-rata< 3,2 : kreativitas baik 3,2 ≤ rata-rata ≤ 4 : kreativitas baik sekali

b) Rumus untuk menghitung rata-rata observasi setiap siklus

2

2

1 SP

SP

rata

Rata

=

+

Dimana: SP1 = Skor pertemuan pertama SP2 = Skor pertemuan kedua Adapun kriteria penilaian:

0 ≤ rata-rata< 0,8 : kreativitas kurang sekali 0,8 ≤ rata-rata< 1,6 : kreativitas kurang 1,6 ≤ rata-rata< 2,4 : kreativitas cukup 2,4 ≤ rata-rata< 3,2 : kreativitas baik

(10)

3,2 ≤ rata-rata ≤ 4 : kreativitasbaik sekali

3. Angket

Angket terdiri dari 15 butir soal dengan 4 alternatif jawaban. Rumus yang digunakan untuk menghitung hasil angket adalah sebagai berikut:

a) Rumus untuk menghitung hasil Angket Kreativitas Siswa setiap siswa. Pertanyaa

n

Bobot Penskoran

Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah

Positif 4 3 2 1

Negatif 1 2 3 4

Jumlah butir item 15, menggunakan skala likert sehingga jumlah skor maksimal 4 x 15 = 60, dan jumlah skor minimal adalah 15.

Adapun kriteria penilaian:

15 ≤ Jumlah skor< 24 : kreativitas kurang sekali 24 ≤ Jumlah skor< 34 : kreativitas kurang 33 ≤ Jumlah skor< 42 : kreativitas cukup 42 ≤ Jumlah skor< 51 : kreativitas baik 51 ≤ Jumlah skor ≤ 60 : kreativitas baik sekali b) Rumus untuk menghitung rata-rata kreativitas siswa.

% 100 x maksimal Skor x soal Banyaknya x siswa Jumlah siswa seluruh skor Jumah rata Rata− =

Adapun kriteria penilaian:

0 % ≤ Rata-rata < 21% : kreativitas kurang sekali 21% ≤ Rata-rata < 40% : kreativitas kurang 41% ≤ Rata-rata < 60% : kreativitas cukup 61% ≤ Rata-rata ≤ 80% : kreativitas baik 81% ≤ Rata-rata ≤ 100% : kreativitas baik sekali

E. INDIKATOR KEBERHASILAN Indikator dalam penelitian ini adalah:

(11)

Penelitian ini dikatakan berhasil apabila rata-rata observasi kreativitas siswa memperoleh rata-rata ≥ 2,4 pada setiap indikatornya dengan kriteria baik, yang diperoleh dari tiap akhir siklus atau angket jika memperoleh rata-rata ≥ 70% dengan kriteria baik, yang diperoleh dari tiap akhir siklus.

Figur

Tabel 3.1 Pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS).

Tabel 3.1

Pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). p.2
Tabel 3.2 Kegiatan Observasi Guru dan Siswa

Tabel 3.2

Kegiatan Observasi Guru dan Siswa p.6
Tabel 3.3 Aspek Pengamatan Angket Kreativitas Siswa  Aspek yang Diamati  Instrumen  Prosedur  Memiliki rasa ingin tahu

Tabel 3.3

Aspek Pengamatan Angket Kreativitas Siswa Aspek yang Diamati Instrumen Prosedur Memiliki rasa ingin tahu p.7

Referensi

Related subjects :

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di