jumlah yang dapat dibeli oleh konsumen. Kelebihan kapasitas merupakan hasil dari proyeksi yang dilakukan oleh masing-masing pesaing bahwa pangsa pasar

Teks penuh

(1)

1 A. Latar Belakang Masalah

Problem sentral yang dihadapi bisnis dewasa ini bukanlah kurangnya barang-barang, tetapi kurangnya konsumen. Kebanyakan industri di dunia dapat memproduksi barang-barang yang jumlahnya jauh lebih banyak dari jumlah yang dapat dibeli oleh konsumen. Kelebihan kapasitas merupakan hasil dari proyeksi yang dilakukan oleh masing-masing pesaing bahwa pangsa pasar tumbuh lebih besar dari kemungkinan yang sebenarnya. Hal ini, pada akhirnya, akan berakhir dengan hiperkompetisi. Pemasaran ialah jawaban atas pertanyaan bagaimana perusahaan dapat bersaing dengan menggunakan basis selain harga. Pemasaran sudah dimulai sebelum sebuah produk dibuat (Kotler, 2004).

Kata-kata yang selalu terdengar pada masa revolusi industri ialah yang keluar dari mulut para pemilik pabrik. Mereka bertanya maukah konsumen membeli produk yang mereka buat. Kata-kata yang terdengar pada era informasi ialah dari para konsumen yang bertanya maukah produsen membuatkan yang ia inginkan. Itulah perbandingan konsumen zaman dahulu dan sekarang yang dikemukakan oleh Wunderman dalam Kotler (2004). Carpenter dkk.dalam Kotler (2004) mengemukakan hal lain, bahwasanya sejak awal para pembeli itu sudah mengetahui apa yang mereka inginkan, sebaliknya mereka senantiasa belajar tentang apa yang mereka inginkan. Perusahaan

(2)

memainkan peranan penting dalam mengajarkan para pembeli tentang apa yang sebenarnya mereka inginkan.

Pemasaran merupakan peperangan antar produsen untuk memperebutkan persepsi konsumen (Ries dan Trout dalam Ihalauw, 2005). Demikian pentingnya persepsi di benak konsumen, sehingga bermacam- macam strategi dirancang supaya produk atau mereknya bisa menjadi nomer satu di benak konsumen. Persepsi yang dibentuk oleh seseorang dipengaruhi oleh isi memorinya. Dengan demikian proses persepsi seseorang terhadap suatu produk dipengaruhi oleh pengalaman masa lalunya yang tersimpan dalam memori. Suatu hal yang perlu diperhatikan ialah bahwa persepsi secara substansil bisa sangat berbeda dengan realitas (Sutisna, 2002).

Persepsi yang positif mengenai produk memberi peluang untuk konsumen melakukan minat pembelian. Biasanya konsumen juga akan menceritakan pengalamannya dalam penggunaan produk kepada keluarga, teman atau orang di sekitarnya yang bisa menjadi rekomendasi orang-orang di sekitarnya dalam membeli produk. Kebanyakan orang-orang yang akan membeli produk lebih percaya atas rekomendasi seseorang yang sudah pernah menggunakan produk daripada iklan produk itu sendiri.

Seiring pesatnya kemajuan teknologi dan fasilitas transportasi menjadikan mobilitas seseorang cepat dan mudah untuk kemana saja. Tentunya bepergian ke suatu tempat membuat seseorang membawa sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Seperti kita lihat di sekitar lingkungan saja, sebagian besar orang yang bepergian pasti membawa tas. Tas merupakan salah satu produk

(3)

barang yang paling banyak dipakai orang dalam dunia modern seperti sekarang ini. Tas adalah kemasan atau wadah berbentuk persegi dan sebagainya, biasanya bertali, dipakai untuk menaruh, menyimpan, atau membawa sesuatu (KBBI, 2001). Tas biasanya digunakan diantaranya untuk menaruh atau menyimpan uang, gadget, buku, dan pakaian. Berbagai bentuk dan ukuran tas pun sangat beragam yang dijual para pedagang saat ini; mulai pouch, tas tangan, tas punggung, dan tas koper.

Seperti terlihat dalam kehidupan sehari-hari, setiap perempuan yang bepergian ke suatu tempat seperti sekolah, kantor, pasar, swalayan, bank, tempat hiburan,kebanyakan membawa tas. Model tas mereka pun beraneka ragam, mulai ukuran, bentuk dan warna. Persepsi setiap perempuan terhadap tas pun berbeda-beda, terbukti dengan pilihan tas mereka yang berbeda-beda pula. Meningkatnya minat para konsumen akan produk-produk tas wanita, menjadikan salah satu pundi-pundi keuntungan bagi para pelaku bisnis tas wanita. Produsen tas pun juga berlomba-lomba membuat produk yang disukai konsumen dan gencar dalam pemasaran produk.

Fenomena terbaru tas wanita saat ini menjadi simbol status sosial seseorang, bahkan ada yang menjadikan sebagai investasi untuk tas dengan merek terkenal dengan harga super mahal seperti Hermes, Gucci, Burberry, Christian Dior, Louis Vuitton, dan Channel. Harga mahal membentuk persepsi sangat bagus pada sebagian orang. Fenomena lain tentang tas wanita saat ini ialah munculnya produk tas KW alias tas tiruan alias tas palsu, mulai KW 1, KW 2 hingga KW super mendekati wujud aslinya. Produk tas wanita dengan

(4)

merek terkenal seperti Chleo, Furla, Prada, dan Zara yang meramaikan pasar tas wanita di dunia belakangan ini, banyak dijumpai produk tiruannya beredar di Indonesia.

Produk tas dalam negeri berkualitas yang terkenal seperti merek Buccheri, Webe, Sophie Martin, dan Elizabeth pun harus bersaing dengan tas-tas KW yang berada di pasar lokal. Berita Metro TV siang, Rabu (25/4/2013), mengupas tentang ancaman hukuman pidana tujuh tahun bagi pembeli tas KW dengan dikenai pasal 481 KUHP. Ancaman hukum bukan hanya untuk pembeli, produsen tas KW juga terancam hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda hingga Rp. 1 miliar berdasarkan Undang-Undang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Seyogyanya sebagai konsumen yang bijak membeli tas original atau tas asli sebagai pilihan.

Manajemen pengguna otak kiri ingin membangun produk yang lebih baik, sementara pemasaran otak kanan ingin membangun persepsi brand atau merek yang lebih dominan. Salah satu perusahaan tas wanita dalam negeri yang produknya berkualitas dengan harga terjangkau ialah Elizabeth. Perusahaan tas Elizabeth mempunyai beberapa merek yaitu Elizabeth, Emsio, Delco, dan Elements yang memproduksi tas tangan, tas koper, tas ransel, tas pesta dan dompet. Material utama yang digunakan dalam membuat tas ialah kulit imitasi yang berkualitas. Perbandingan material yang digunakan untuk pembuatan tas antara dalam dan luar negeri yaitu sekitar 30:70.

Konsumen tas Elizabeth yang mayoritas perempuan, kebanyakan mereka memilih tas dengan warna netral semisal beige, cokelat, hitam, dan salem

(5)

sehingga cocok dipadukan dengan pakaian warna apa saja. Apapun modelnya, kebanyakan konsumen memilih tas yang ada tali panjangnya atau sling bag. Mengenai harga, perusahaan tas Elizabeth yang menyasar kalangan menengah mengakui harus bersaing ketat dengan tas-tas impor palsu alias KW dan produk tas dari China. Produk yang berasal dari Bandung ini pada tahun 2013 mempunyai 45 gerai yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, salah satunya terletak di Malang. Produk tas wanita Elizabeth di Malang, selain dijual di gerai resminya juga dijual di outlet Center Point mal Olympic Garden. Selain itu, Elizabeth juga memasarkan dan menjual produknya lewat online melalui

website resmi perusahaannya di www.elizabethbag.com/id/.

Persepsi yang baik terhadap suatu produk dari pandangan konsumen, menjadi salah satu keunggulan kompetitif dalam memenangkan pasar. Banyak produk yang kualitasnya serupa, namun konsumen mempersepsikan berbeda. Perusahaan yang mampu meraih persepsi positif dari konsumen, dialah yang akan berpeluang besar mendapat banyak konsumen yang pada akhirnya akan berimbas pada profit. Persepsi konsumen terhadap kualitas suatu produk berbeda-beda, sehingga persepsi bersifat subjektif. Pesepsi positif terhadap kualitas produk dimungkinkan menimbulkan minat beli pada konsumen. Menurut Ferdinand (2006), ada 4 indikator minat beli yaitu minat transaksional, minat refrensial, minat preferensial dan minat eksploratif.

Berdasarkan uraian di atas,fenomena persepsi kualitas tas wanita belakangan ini yang telah berubah fungsi dari hanya sekedar wadah barang menjadi simbol status sosial, ada merek-merek tas tertentu yang berharga

(6)

fantastis dipersepsikan berkualitas sangat tinggi, maraknya tas KW di pasar dalam negeri untuk menarik konsumen bepersepsi bagus pada produk tersebut, selalu ada model tas baru setiap harinya untuk beberapa tahun belakangan ini, hingga produsen maupun pemasar berlomba-lomba memasarkan produk tas wanita mereka dengan berbagai cara agar menarik minat beli konsumen,mendorong penulis untuk melakukan penelitian dengan judul: PENGARUH PERSEPSI DIMENSI-DIMENSI KUALITAS TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN TAS WANITA DI GERAI ELIZABETH MALANG.

Studi pada konsumen tas wanita di gerai Elizabeth Malang, dikarenakan para konsumen yang telah mengunjungi gerai tersebut memiliki pengalaman mengenai persepsi kualitas tentang tas wanita di gerai Elizabeth. Selain itu, tas wanita produksi Elizabeth dijual melalui gerai atau showroom sendiri di beberapa kota besar di Indonesia, salah satunya Malang. Jumlah gerainya pun setiap tahun dari awal berdirinya hingga sekarang terus bertambah.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dalam latar belakang masalah, maka dapat ditarik rumusan masalah: Bagaimana pengaruh persepsi dimensi-dimensi kualitas terhadap minat beli konsumen tas wanita di gerai Elizabeth Malang?

C. Pembatasan Masalah

Agar permasalahan yang diteliti tidak meluas, maka peneliti hanya meneliti persepsi konsumen berdasarkan variabel-variabel dalam dimensi kualitas produk menurut Martinich dalamYamit (2004) yaitu performance,

(7)

range and type of features, reliability and durability, maintainability and serviceability, sensory characteristics, dan ethical profile and image dengan pengaruhnya terhadap minat beli konsumen, dimana indikator minat beliberupa minat transaksional, minat refrensial, minat preferensial dan atau minat eksploratif.

D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Tujuan

Tujuan dalam penelitian ini sejalan dengan rumusan masalah di atas yaitu untuk mengetahui pengaruh persepsi dimensi-dimensi kualitas terhadap minat beli konsumen tas wanita di gerai Elizabeth Malang.

2. Kegunaan Penelitian

a. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya ilmu manajemen pemasaran; sehingga dapat memberikan manfaat sebagai sumbangan karya ilmiah terhadap mahasiswa, dosen dan praktisi serta pemerhati kajian manajemen pemasaran.

b. Penelitian ini diharapkan dapat merangsang munculnya penelitian-penelitian baru dalam bidang pemasaran.

c. Bagi perusahaan, membantu perusahaan untuk mengetahui selera konsumen tas wanita, sehingga pihak perusahaan dapat menyusun strategi bersaing dalam rangka memenuhi harapan konsumen.

d. Bagi masyarakat atau konsumen, penelitian ini bisa menjadi referensi dalam memahami produk tas yang berkualitas baik.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :