• Tidak ada hasil yang ditemukan

Akumulasi Logam Berat Besi (Fe) pada Kiapu Pistia Stratiotes L. dari Air Sumur Sekitar Workshop Unhas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Akumulasi Logam Berat Besi (Fe) pada Kiapu Pistia Stratiotes L. dari Air Sumur Sekitar Workshop Unhas"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Akumulasi Logam

dari Ai

NURLINA1, S 1

Jurusan Biologi,

Penelitian mengenai akum menggunakan media air sumur di se konsentrasi logam besi (Fe) yang te terhadap tumbuhan.Metode pengujia waktu pengujian selama 14 hari.Ak mg/kg bobot keringnya dengan w menunjukkan terjadinya kejenuha gejala klorosis pada daun dan ujung Kata Kunci: Fitoremediasi, Kiapu

PENDAHULUAN

Air merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari. De menjadi masalah yang serius, kare banyak tercemar yang menyebabkan kuantitas sumber daya air telah penurunan. Masyarakat yang ber daerah yang dulunya berawa-rawa d akan mengalami kendala karenaair tersebut biasanya memiliki kandunga besi (Fe) dan mangan (Mn) yang nampak dariciri fisik air berw (Paramitasari, 2014).

Pemukiman di sekitar Work merupakan salah satu daerah yang ju permasalahan pemenuhan kebutuha Untuk memenuhi kebutuhan air bers umumnya memanfaatkan air sumu sumur bor dengan kondisi fisik air y berwarna kekuningan.

Salah satu cara yang dap untukperbaikan kualitas air b pencemaran logam berat adalah de fitoremediasi.Fitoremediasi

penggunaan tumbuhan dalam m menghilangkan, memecah dan men organik maupun anorganik ber lingkungan sehingga menjadi kura berbahaya.

Salah satu jenis tumbuhan dimanfaatkan untuk fitoremediasi (Apu-apu) Pistia stratiotes L.Peman

m Berat Besi (Fe) Pada Kiapu

Pistia str

Air Sumur Sekitar Workshop Unhas

, SRI SUHADIYAH1, MUH RUSLAN UMAR i, Fakultas MIPA, Universitas Hasanuddin Ma

ABSTRAK

kumulasi logam berat besi (Fe)pada Kiapu i sekitar Workshop Unhas, Makassar dilakukan de

terakumulasi pada tumbuhan KiapuP. stratiotesL ujian menggunakan AAS (Atomic Absorbtion Spec

.Akumulasitotal logam besi (Fe) pada tumbuhan y n waktu maksimum 7 hari. Penurunan laju absor nuhan tumbuhan dalam menyerap logam besi (F n ujung akar berwarna cokelat.

puPistia stratiotesL., Logam berat besi (Fe)

ok bagi manusia ewasa ini, air arena air sudah kan kualitas dan lah mengalami bermukim pada a dan bergambut air pada daerah ngan zat organik, g tinggi, hal ini rwarna cokelat orkshop Unhas juga mengalami uhan air bersih. ersih, masyarakat mur galian atau r yang keruh dan apat dilakukan bersih akibat dengan metode merupakan mengakumulasi, enetralisir bahan berbahaya dari rang atau tidak n yang sering si yaitu Kiapu anfaatan Kiapu

Pistia stratiotesL. untuk fi pada kemampuan serta l berat yang tinggi[1].

Berdasarkan pada ura kualitas air untuk p masyarakat diatas, maka mengenai akumulasi un terkandung pada air su bermukim disekitar Hasanuddin, Makassar, tumbuhan Kiapu Pistia str

penyerapan logam berat d untuk mengatasi penurunan Penelitian ini dil Mei- Juli 2016, dengan s sumur di sekitar Work Perintis KM.10 Makassar) KiapuPistia stratiotes L. terletak di belakang Ramsi Universitas Hasanuddin, konsentrasi Besi (Fe)dilak Kimia Analitik, Fakultas Pengetahuan Alam, Un Makassar.

METODE PENELITIAN

Bahan-bahan yang d nitrat (HNO3), aquabides, a KiapuPistia stratiotesL. P antara lain Alat yang digun adalah baskom, jerigen, sampel, pH meter, oven

stratiotes

L.

s

MAR1 n Makassar

puPistia stratiotes L. dengan tujuan mengetahui L. dan dampak fisiologis

pectrophotometry) dengan n yaitu sebesar 1747.065 bsorpsi pada hari ke-14 (Fe) yang menimbulkan

fitoremediasi berdasarkan a laju penyerapan logam uraian dan permasalahan pemenuhan kebutuhan a dilakukanlah penelitian unsur besi (Fe) yang sumur masyarakat yang WorkshopUniversitas , dengan memanfaatkan

stratiotesL. sebagai agen t dan salah satu alternatif nan kualitas air.

dilaksanakan pada bulan n sumber sampel air dari orkshop (Jln. Politeknik, ar) dan sumber tumbuhan L. dari danau buatan yang sis (Asrama Mahasiswa), in, Makassar. Analisis ilakukan di Laboratorium as Matematika dan Ilmu Universitas Hasanuddin,

AN

digunakan adalah asam s, air sumur, dan tumbuhan . Peralatan yang digunakan unakan pada penelitian ini n, botol air, label, botol en, desikator, hot plate,

(2)

neraca analitik,gelas kimia, gelas uk corong gelas, botol semprot, pipet pengaduk, kertas saring whatman µm), tissue, AAS (Atomic Spectrometer)serta alat tulis dan kam

METODE PENELITIAN

Sampling Tumbuhan K

stratiotes L. Kiapu Pistia strat dijadikan sebagai tumbuhan uji dipi dibersihkan dan ditimbang dengan yang seragam yakni 15 gr (Fuad ukuran baku tanaman untuk merem cairan sampel dibutuhkan 5 gr bobot

Analisis Sampel. Kiapu Pis L.yang digunakandiaklimatisasi di berisi aquadest selama 7 harid adaptasi tanaman untuk menetralka tanam sebelumya (Paramitasari, 20 hari diaklimatisasi, tumbuhan mulai ke sampel air sumur yang berasa sekitar Worshop Unhas dengan ber seragam yaitu ±15 gram.

Pengamatan perubahan fisik tu pengukuran penurunan konsentrasi b sampel air sumur dan Kiapu Pistia

dilakukan setiap 7 hari, dimulai hingga hari ke-14. Indikator yang perubahan warna dan ukuran pada a dari KiapuPistia stratiotesL.

Pengukuran akumulasilogam b KiapuPistia stratiotes L., dilakukan setelah perlakuan diberikan dengan alat AAS (Atomic Absorbtion Spectro

Sampel tumbuhan dimasukkan untuk dikeringkan pada suhu 800 sampel digerus selanjutnya ditimbang selanjutnya didestruksi dengan menam HNO3, dipanaskan dan dihomoge hampir kering. Larutan hasil destruks ditambah akuabidest, disaring dalam ml. filtrat kemudian diencerkan akuabidest hingga tanda batas.Anali besi (Fe) dari sampel Kiapu Pistia

ukur, labu ukur, et tetes, batang n 40 (pori 0,42 ic Absorbtion amera. Kiapu Pistia ratiotes L.yang ipilih, kemudian an bobot basah ad dkk, 2013), remediasi 1 liter ot basah. Pistia stratiotes di dalam wadah ridengan tujuan lkan dari media 2014). Setelah 7 lai diaplikasikan asal dari daerah berat awal yang tumbuhan dan si besi (Fe) pada

stia stratiotes L. ai hari pertama g diamati yakni a akar dan daun besi (Fe) pada an sebelum dan n menggunakan trophotometer). n kedalam oven 00C. Kemudian ang seberat0.5 g ambahkan 10 ml ogenkan hingga uksi didinginkan, m labu ukur 50 n menggunakan alisis kandungan stia stratiotes L.

menggunakan alat AAS

Spectrometer)pada panjan

Analisis Data. Berdas laboratorium, akan dida primer dari hasil penguk besi (Fe) pada sampel

stratiotes L. Data hasil secara deskriptif, yang akan tabel dan grafik, selanju untuk menjelaskan hubu yang terukur. Sedangkan efisiensi akumulasi logam keseluruhan dihitung deng sebagai berikut:

- Perhitungan laju penye bobot kering logam tanaman serta bobot ker - tanaman (mg). Rumus (Nastiti dkk, 2002): - = Keterangan : LP = laju penyerap BT = bobot kering KL = kandungan lo t = waktu konta

HASIL DAN PEMBAHA

Penelitian akumulasi tumbuhan Kiapu Pistia

untuk mengetahui kem tumbuhan tersebut terhada pengukuran akumulasi lo jaringan KiapuPistia strat

periode waktu yang ber penelitian (tanpa perlakuan 14 setelah perlakua pengukuran didasarkan pad lama waktu kontak/ pem untuk mengetahui laju p Kiapu Pistia stratiotes L. (Fe) dalam jaringan K ditunjukkan pada (gambar

AS (Atomic Absorbtion

ang gelombang 248,3 nm. asarkan hasil pengujian di idapatkan beberapa data gukurankonsentrasi logam el air dan Kiapu Pistia

il penelitian akan diolah kan disajikan dalam bentuk jutnya data diinterpretasi bungan variable-variable an akumulasi logam dan am dalam tanaman secara ngan menggunakan rumus nyerapan didasarkan pada (mg/kg) yang diserap kering

us yang digunakan adalah

rapan (mg/kg/hari) ng tumbuhan (mg) n logam (mg/kg)

tak (hari)

HASAN

si logam besi (Fe) dalam

a stratiotes L. dilakukan emampuan fitoremediasi dap logam besi (Fe).Hasil logam besi (Fe) dalam

ratiotesL., dilakukan pada erbeda yaitu pada awal an), hari 7 dan hari ke-uan.Perbedaan periode pada

emaparan yang dilakukan penyerapan harian dari L. Akumulasi logam besi Kiapu P.stratiotes L. ar 1).

(3)

Gambar 1. Histogram aku Akumulasi logam Fe pada ja

P.stratiotesL. pada awal perlakuan se ppm, kemudian meningkat pada har perlakuan menjadi 1747.065 ppm d penurunan pada hari ke-14 hingga t ppm. Pada awal tumbuhan belum tanda kejenuhan sampai pada hari k tetapi setelah itu mulai menurun dras ke-14, hal ini sejalan dengan sem

Gambar 2. Laju penyerapa Laju absorpsi Kiapu Pistia

terhadap logam besi (Fe) pada perlakuan mengalami peningkatan tinggi sampai pada hari ke-7 se mg/kg/hari, namun kemudian menur ke-14 sampai hanya 249.581 mg/kg/h

Faktor yang dapat mempengaru adalah jenis adsorbat, sifat adsorben larutan, temperatur, waktu kontak da Waktu kontak memberikan pengaru

0 50 100 150 200 250 300 K o n se n tr a si F e ( p p m) 0 500 1000 1500 2000 K a n d u n g a n b e si ( p p m )

kumulasi logam besi (Fe) pada jaringan KiapuPistia

jaringan Kiapu sebesar 767.750 hari ke-7 setelah dan mengalami a tersisa 625.395 m menunjukkan i ke-7 penelitian, rastis hingga hari makin turunnya

kondisi fisik tumbuhan. akumulasi logam berat dip tumbuhan dalam menga dalam tubuhnya.

Laju absorpsi harian K terhadap logam besi (Fe) d jaringannya dapat dilihat pa memperlihatkan laju peny harian dari KiapuPistia stra

pan tumbuhan KiapuPistia stratiotesL. terhadap lo

ia stratiotes L. da tahap awal an yang cukup sebesar 845.67 urun hingga hari g/hari.

ruhi penyerapan en, tekanan, pH dan konsentrasi. aruh yang nyata

terhadap penyerapan Fe ole Semakin lama waktu ko sampel air, akumulasi Fe akan semakin tinggi hingg yang dapat ditolerir oleh 2012). Hal ini ditunjukkan yang diserap oleh tumbuh penurunan drastis yang terj

Kemampuan penye tumbuhan dipengaruhi o

0

249.581

44.671

Hari Ke... setelah perlakuan

Laju Penyerapan (mg/kg/hari)

1 7 14 767.75 1747.065 625.395 1 7 14 hari ke -stia stratiotesL.

n. Laju penyerapan dan ipengaruhi oleh kejenuhan gakumulasi logam berat KiapuPistia stratiotes L. ) dan akumulasinya dalam pada Gambar 2, berikut ini nyerapan logam besi (Fe)

tratiotesL.

logam besi (Fe)

oleh KiapuP. stratiotesL. kontak tumbuhan dengan e dalam tubuh tumbuhan gga batas tertentu kadar Fe leh tumbuhan (Syahreza, an dari tingginya kadar Fe buhan pada hari ke-7 dan

erjadi pada hari ke-14. yerapan logam oleh oleh waktu pemaparan,

44.671

625.395

(4)

ketika tumbuhan sudah tidak mam logam pada lama pemaparan tertent menunjukkan bahwa tumbuhan te titik jenuhnya.Titik jenuh adalah maksimum yang dapat ditolerir tum menyerap kontaminan (Zubair dkk, 2

Perubahan fisik merupakan resp terhadap logam berat yang kemampuan adaptasi tumbuhan te berat.Penampilan fisik Kiapu sebelu terlihat daun berwarna hijau tua, n bertambahnya waktu dan meningkatn Fe pada jaringan tumbuhan Kiapu, daun berubah menjadi hijau kuningan.Pada hari ke-7, tumb menunjukkan gejala klorosis, yaitu warna menguning kecokelatan tumbuhan mengalami efek toks cekaman abiotik (kelebihan logam F sampel air sumur.Pada hari ke-14 semakin menguning dan terd kehitaman pada permukaan daun disebut gejala nekrosis serta daun me Penyebab klorosis dan ne tumbuhan yakni pemaparan logam lama sehingga menghambat sin Klorosis dapat pula terjadi jika menghambat kerja enzim yang meng klorofil. Sedangkan nekrosis merupa sel, jaringan atau organ tumbuhan se bercak, bintik atau noda (Widiarso, 2 Perubahan kondisi fisik Kiapu di kondisi daun yang mulai berwarna ke sebagian besar membusuk. Akar ta juga mengalami kerontokan.Semua berpotensi mencemari tumbuhan d yakni klorosis dan nekrosis pada u daun serta busuk daun yang lebih 2005).

Gejala perubahan fisik tumbuh ditunjukkan yakni Kiapu meng klorosis (Raras dkk, 2015) pada dengan kadar Fe rata-rata yang m tumbuhan yaitu sebesar 21.8593 tersebut disertai dengan penurunan la Fe dikarenakan tumbuhan sudah m jenuh sehingga penyerapan logam ter

Penggunaan tumbuhan untuk logam berat memiliki kelebihan ka yang diserap tumbuhan tidak a

ampu menyerap ntu, hal tersebut telah mencapai h waktu batas tumbuhan dalam , 2015). espon tumbuhan menunjukkan terhadap logam elum perlakuan, , namun seiring atnya akumulasi pu, maka warna jau kekuning-mbuhan mulai tu daun berubah yang diduga oksisitas akibat Fe) dari media 14 warna daun erdapat bercak un yang biasa embusuk. nekrosis pada am yang terlalu sintesis klorofil. a logam berat ngkatalis sintesis upakan kematian sehingga timbul , 2011). ditandai dengan kekuningan dan tanaman Kiapu ua logam berat dengan gejala a ujung dan sisi ih awal (Onggo, uhan Kiapu juga ngalami gejala a minggu ke-4 mampu diserap 93 mg/kg, hal laju penyerapan mencapai titik terhambat. uk meremediasi n karena logam k akan dilepas

kembali ke aliran air logam terlarut, meski jenuh tumbuhan be menggugurkan logam y akar, namun logam yan akan mengendap bers bentuk yang lebih sederh aliran air dalam bentuk sebelumnya. Namun rem tumbuhan ini memiliki logam berat ke dalam r karena logam yang tera dilepaskan sepenuhnya. tingkat kejenuhan dalam logam berat berbeda u Tumbuhan yang sudah dapat dimanfaatkan kem Penambangan logam me disebut pula Phytom

(penambangan menggun dengan mengambil fitoekstraksi. Fitoekstrak mengambil tumbuhan kemudian dilebur untuk dengan bahan kimia l yang masih mempunyai dipergunakan kembali mengambil atau mem tanaman yang telah di proses pemanasan (pem peleburan dan pelindihan

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil anali logam berat besi (Fe) pada

stratiotes L. dari air sum Universitas Hasanuddin da terhadap Kiapu Pistia str

ditarik kesimpulan bahwa mampu menyerap Fe seb bobot keringnya dalam w absorpsi logam besi ( mg/kg/hari dan lewat dari terjadi penurunan laju abso dan nekrosis pada kiapu m

stratiotes L. mengalami akanmengurangi kem mengabsorpsi logam besi (F

ir tanah dalam bentuk skipun dalam keadaan beradaptasi dengan yang melekat bersama ang dilepaskan tersebut ersama substat dalam derhana, tidak tersebar ke uk logam terlarut seperti remediasi menggunakan iliki resiko masuknya rantai makanan ternak erakumulasi tidak dapat a. Tumbuhan memiliki lam mengakumulasikan untuk setiap jenisnya. h mengalami kejenuhan mbali untuk ditambang. menggunakan tumbuhan

omining. Phytomining

unakan tanaman) yaitu bil logam melalui raksi dilakukan dengan n yang telah jenuh untuk memisahkan logam lain, sehingga logam yai nilai ekonomi dapat bali. Teknologi untuk mekatkan logam dari dipanen dapat melalui pembakaran), pengabuan,

han (Lasat, 2002).

alisis penelitian akumulasi da tumbuhan KiapuPistia

mur di sekitar Workshop dan dampak fisiologisnya

stratiotes L., maka dapat a KiapuPistia stratiotesL. sebanyak 1747.065 mg/kg waktu 7 hari dengan daya (Fe) adalah 249.5807 ari hari ke 7 akan mulai sorpsi. Terjadinya klorosis menunjukkan KiapuPistia

mi kejenuhan sehingga emampuannya dalam i (Fe).

(5)

DAFTAR PUSTAKA

Paramitasari, A., 2014. Kemampua Air Kiapu Pistia stratiotes dan stratiotes L. dalam Fitoreme

Http://repository.ipb.ac.id/handle Ringkasan Skripsi: Departeme Sumberdaya Hutan dan Ekowi Kehutanan. Institut Pertanian Bo Fuad, M. T., Aunurohim dan Nu 2013.Efektifitas Kombinasi Sal dengan Hydrilla verticillata dala Logam Cu pada Limbah E

Jurnal SAINS dan Seni Pomi 240-243. Jurusan Biolog Matematika dan Ilmu Penget Institut Teknologi Sepuluh Nop Surabaya.

Nastiti, S.I., Suprihatin, Burhanuddin 2002. Penyerapan Logam Pb Eceng Gondok : Pengaruh Logam dan Lama Waktu K

Teknik Industri Pert. 16 (1) : 44-Syahreza, 2012.Preparasi dan

Bentonit Tapanuli Terinterkal Kationik Odtmabr dan Aplikas Adsorben Para-Klorofenol

Universitas Indonesia. Jakarta.

puan Tumbuhan an Kiapu Pistia mediasi Timbal. dle/72577. men Konservasi wisata, Fakultas Bogor. Bogor. Nurhidayati, T., Salvinia molesta alam Remediasi Elektroplating. mits Vol. 2(1) : logi, Fakultas getahuan Alam, opember (ITS). din dan Aida, N.,

b dan Cd oleh uh Konsentrasi Kontak. Jurnal 4-50. n Krakterisasi kalasi Surfaktan kasinya Sebagai ol [Skripsi]. .

Zubair, A., Arsyad, A.

Fitoremediasi Logam Menggunakan Komb (Eichornia crassipes) stratiotes) dengan Alir

Sipil. Universitas Hasa Widiarso, T., 2011.Fitore Nikel Menggunakan molesta). [Skripsi] J Teknologi Sepuluh No Onggo, T.M., 2005. P Larutan Berbagai S Terhadap Kerusakan Beberapa Kriteria K Spinasia.Universitas P Raras, D. P., Yusuf, B. Analisis Kandungan Cd, Cu dan Pb) pa (Pistia stratiotes L.) Variasi Waktu. Mulawarman. Samari Lasat, M. M., 2002 Ph metals: a Review of B Journal Enviromental 120. A. dan Rosmiati, 2014. am Berat Kadmium (Cd) mbinasi Eceng Gondok es) dan Kayu Apu (Pistia liran Batch. Jurnal Teknik asanuddin. Makassar.

oremediasi Air Tercemar an Kiambang (Salvinia

Jurusan Biologi. Institut Nopember. Surabaya.

Pengaruh Konsentrasi i Senyawa Timbal (Pb) an Tanaman, Hasil dan Kualitas Sayuran Daun

as Padjadjaran. Bandung. B. dan Alimuddin, 2015.

n Ion Logam Berat (Fe, pada Tanaman Apu-Apu

.) dengan Menggunakan FMIPA Universitas arinda. Phytoextraction of Toxic of Biological Mechanisms. tal Quality.Vol. 31:

Gambar

Gambar 2. Laju penyerapa Laju  absorpsi  Kiapu Pistia  terhadap  logam  besi  (Fe)  pada  perlakuan  mengalami  peningkatan tinggi  sampai  pada  hari  ke-7  se mg/kg/hari, namun kemudian menur ke-14 sampai hanya 249.581 mg/kg/h

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa paparan uap bensin pada penjual bensin eceran dapat meningkatkan frekuensi pembentukan mikronukleus mukosa bukal

1. Orang tuaku tercinta, Bapak Suparno dan Ibu Sri Lestari yang telah menyayangi dan mendoakanku disetiap sujudnya, yang tak pernah lelah dengan segala bentuk pengorbanan dan

Untuk mengetahui metode yang dominan digunakan di dayah tersebut dalam proses pembentukan karakter masyarakat beragama bagi masyarakat dan masyarakat di Gampong Gla Meunasah

Dari hasil penelitian diatas berdasarkan jawaban dari responden dapat disimpulkan bahwa petugas dibagian referensi mampu memberikan informasi serta pengetahuan yang luas

“pemerintah kota pekanbaru bisa dikatakan konsisten dalam melaksanakan kebijakan ini apabila sesuai dan tidak bertentangan dengan kebijakan yang ada, selain itu keberadaan

Sistem yang bisa dikembangkan sebagai alternatif penyelesaian masalah di atas adalah menggabungkan mobilitas tinggi dari mobile phone dengan konsep belajar e-learning yang

Berkaitan dengan kemandirian dan prestasi perempuan, Allah menghormati pilihan pribadinya, termasuk dalam hal agama, tanpa mengkaitkannya dengan keadaan/pilihan suaminya

Gambaran di atas menunjukkan bahwa nyaris tidak ditemukan firman Allah Swt. yang memojokkan perem- puan. Perbedaan jenis kelamin bukan alasan untuk meninggikan dan