• Tidak ada hasil yang ditemukan

ILMU DALAM ISLAM DAN TANTANGAN GHAZWUL F

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ILMU DALAM ISLAM DAN TANTANGAN GHAZWUL F"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

ILMU DALAM ISLAM DAN TANTANGAN GHAZWUL FIKRI

Islam adalah penutup segala risalah dan diperuntukkan

untuk ummat manusia. Dasar-dasar yang dimiliki Islam merupakan aturan Rabbani yang dinamis dan berdiri sendiri, ajarannya bersumber dari Al-Quran dan As-sunah. Islam bukanlah hasil pemikirian, ideologi yang eksklusif. Namun Islam sebagai neraca bagi sesuatu yang datang dari Barat maupun timur dengan berpegang teguh pada aqidah.

Tantangan Ghazwul Fikri

Manusia dihadapkan pada tatanan global yang kompleks dengan berbagai dinamika kehidupan. Adanya frase Ghazwul Fikr (GF) terdiri dari ghozwah, yakni konfrontasi yang terencana memiliki tujuan penaklukan dan memanfaatkan segala sumber daya. Fikroh, yakni pemikirian yang mengendalikan tubuh dan seluruh potensi yang dimiliki.1 GF atau perang

pemikiran adalah suatu pemikiran atau gerakan secara sistematis dan terencana dengan tujuan mengeliminasi aqidah ummat Islam, mencabut Alquran dan Assunah di hati muslim.

Perlu dketahui bahwa GF terdapat beberapa fase gerakan yaitu fase sebelum kejatuhan khilafah (maraknya orientalis, kristenisasi dan sebagainya), saat jatuhnya khilafah (pemisahana antar negara dan agama), dan setelah jatuhnya khilafah (perubahan nilai-nilai masyarakat, akhlak dan lainnya).2 Ada banyak kewaspadaan sebagai ummat Islam terhadap

metode-metode serangan pemikiran ini.

Tantangan inilah yang dihadapi ummat Islam kontemporer bukanlah pada perang secara fisik, perluasan pagar negara dengan menggunakan senjata. Tetapi jauh lebih berbahaya yakni perang pemikiran. Darinya, pemikiran diolah sedemikan rupa secara tersruktur, merusak segala potensi ummat Islam yang disadari maupun tidak disadari, Sehingga memungkin sasaran GF dengan menjauhkan ummat Islam dari Dien (agama)-nya, dengan merujuk pada surat Al-Baqarah (2) : 120 “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” 3

Sasaran Ghazwul Fikri

1 Akmal Sjafril, “Ghazwul Fikri’, Materi disampaikan di Perkuliahan SPI, 13 Desember 2017

2 Wido Supraha, “Ghazwul Fikri”, Makalah tidak untuk dipublikasikan, (Jakarta: INSISTS, 2014), hlm.3 3 Bacalah Al-Qur’an 2 : 120

(2)

Kesempurnaan Islam terletak pada pelaksanaan syariatnya yang bersifat universal, komprehensif, dan integral. Namun, kompleksitas kehidupan menghadirkan berbagai pemikiran golongan yang mengkonsepkan bahwa semua agama adalah sama, oleh karenanya semua agama adalah relatif. Menghancurkan Islam tanpa kekarasan fisik, cukup dengan menyisipkan pemikiran-pemikiran baru seperti kapitalisme, sekulerisme, pluralisme, dan liberalisme memberikan pemahaman yang menyesatkan ummat Islam.

Penyebaran pemikiran, gerakan tersebut tumbuh dan berkembang melalui sosial budaya, pendidikan, dan media informasi. Umumnya media informasi dikuasai oleh kaum kuffar yang terorganisir berupa usaha-usaha memperburuk wajah Islam. Pada prinsipnya informasi Islam adalah mencari keridhaan Allah, bukan untuk mencuci otak manusia, akan tetapi bersifat syumul Islam sebagai suatu syiar ataupun dakwah.4 Dalam hal ini, ummat

Islam seharusnya bersikap inklusif dengan tidak mengabaikan diri dari pergaulan sosial dengan memperhatikan prinsip aqidah dan ibadah.

Pemikiran Barat lebih banyak memprovokasi ummat Islam melalui opini, pemahaman dan perilaku. Akibatnya, agama Islam ditakuti tidak hanya oleh orang non-muslim, namun juga orang muslim itu sendiri, melalui wacana-wacana keilmuan Barat menjadikan ummat manusia secara umum pada level skeptis, pendikotomian antara pengetahuan dan agama. Disinilah pentingnya ilmu syariah yang tidak memisahkan antara iman dan pengetahuan.

Menjauhkan diri dari segala perbuatan yang merusak, karena tahu Khaliq tidak meridhai yang demikian itu. Itulah amal yang baik “amal shaleh” yang berlandaskan iman. Dan itulah “iman” yang melahirkan “amal shaleh”. Perpaduan “fikiran” dan “dzikir” membawanya kepada iman dan taqwa penyerahan diri yang mutlak kepada tuntutan dan keridhaan ilahi; iman dan taqwa yang mampu mengendalikan keinginan dan kemauan, dapat menggerakkan ruh dan jasad, sehingga membuahkan langkah-langkah dan perbuatan yang patut, pantas dan baik, amal yang shaleh (amalush shaleh) dalam hubungan antara makhluk dan Khaliq berupa ibadah yang ikhlas.5

Upaya-Upaya Yang harus Disegerakan Ummat Islam

4 Muhammad Yusuf Khair, Peran Media Informasi Islam Dalam Pegembangan Ummat, (Jakarta:Rabithah Alam

Al-Islami, 1994), hlm.37

5 M. Natsir, Fiqhud Da’wah, (Jakarta: Yayasan Capita Selecta dan Media Da’wah, 2080),

hlm.24-25

(3)

Klasifikasi mencari ilmu adalah pembagian ilmu menjadi fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Ilmu fardhu ‘ain adalah ilmu yang wajib bagi tiap-tiap individu muslim mengetahuinya. Mencakup ilmu yang berkenaan dengan i’tiqad (keyakinan). Ilmu-ilmu yang menyelamatkan dari keraguan (syak) iman. Tujuan ilmu ini untuk menghilangkan kekeliruan iman, dan bisa membedakan antara yang haq dan bathil.

Karena itu, pada hakikatnya ilmu pengetahuan dipelajari bermuara pada satu tujuan penting, mengenal Allah, beribadah kepada-Nya dan kebahagiaan di akhirat. Namun yang terjadi adalah dikotomi pendidikan (ilmu) yang berinduk pada sekularisme pendidikan. Dalam hal ini, pendidikan hanya bertaggung jawab atas kemampuan akademis yang berujung pada materialistis. Akhlak hanyalah tugas keluarga dan guru agama.

Inilah dampak dari westernisasi (globalisasi) yang menggeser paradigma keilmuan berdasarkan pendekatan dikotomis, metode rasional-empiris, menolak wahyu, dan otoritas hidup serta menjadikan skeptimisme-membuang dimensi metafisik.6 Krisis keilmuan ummat

Islam semakin jauh dari ketauhidan, lemahnya akhlakul kharimah, berujung pada pemurtadan.

Kebebasan berfikir yang mereka lancarkan dengan dalih dogma membebaskan pikiran manusia dari tirani agama. Kebebasan berpikir inilah yang meracuni ummat Islam masa kini, khususnya generasi muda. Mereka merusak generasi muda Islam dengan pendangkalan Aqidah. Musuh nyata kita tidak hanya kaum Yahudi maupun Nasrani, namun juga orang-orang yang mengikutinya. Berkehidupan dengan mengabaikan Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah salah satu ciri keilmuan Barat, agama tidak pernah dijadikan acuan aktivitas ilmu.

Dengan memiliki semangat kepribadian yang Islami, wawasan keilmuan yang bersumber dari agama Islam, pengalaman, kecakapan dan kreativitas serta kritis dalam menyikapi isu GF niscaya kita akan mampu menjadi ummat Islam yang mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain, terutama musuh-musuh Allah, dan tidak menjadikan mereka sebagai teman kepercayaan, sebab telah jelas kemudharatan yang mereka timbulkan.

6 Kholili Hasib, “Konsep al-Attas tentang Adab (Tawaran Paradigma Pendidikan)”, Islamia, vol.IX, No.1, 2014,

hlm. 56

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian ini alat ukur yang dipergunakan adalah validitas isi, dimana angket yang berisikan beberapa pertanyaan yang akan diukur dapat mewakili semua

Excel visual basic tutorial free download : free top selling pc / laptop software training microsoft office word excel 2007 free,macros in excel 2007 tutorial pdf free for

Bentuk perobahan sosial yang terjadi dalam tradisi kepercayaan pengobatan tradisional terjadinya pola pikir dan perilaku masyarakat yang berubah terhadap pengobatan tradisional

Biokaasulaitoksen omistajan tehtävänä on valita huoltokirjan laadinnan koordinoijaksi henkilö, jolla on riittävä asiantuntemus biokaasulaitoksen toiminnasta, huollosta

Pemeriksaan fisik dilakukan dengan membandingkan daftar aset tetap yang dibuat oleh saudari ester dengan fisik aset tetap tersebut, terutama untuk

(4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Bimbingan (1) Penulisan hasil identifikasi ditulis dengan benar, sistematis dan jelas, yang menunjukkan keterampilan penulisan yang

Perbedaan tersebut mempengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat tentang PJB, di samping edukasi oleh pelayanan kesehatan yang merupakan salah satu program dari rumah sakit

dari ketentuan pasal tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa peran Dinas Perhubungan (DLLAJR) dalam menertibkan aturan lalu lintas angkutan umum adalah suatu