BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 Sejarah Perusahaan
PT. Central Proteinaprima adalah perusahaan yang memproduksi pakan udang. PT. Central Proteinaprima merupakan anak perusahaan dari Charoen Pokphand Overseas Investment Co, Ltd. Hongkong, yang mulai berdiri pada tahun 1953 yang di prakarsai oleh dua orang bersaudara yaitu Chia ek chow dan Chia Seow Whooy. Awalnya perusahaan ini bernama PT. Charoen Pokphand Indonesia, kemudian pada tahun 2008 perusahaan ini berganti nama menjadi PT. Central Proteinaprima. PT. Charoen Pokphand Indonesia berfasilitas PMA (Penanaman Modal Asing) dan pertama sekali didirikan di Jakarta atas izin Pemerintah Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No. 616/M/XI/1971 tanggal 29 november 1971. Perusahaan ini mulai beroperasi secara komersil pada tahun 1972.
tanah seluas 17.595 m2. Pabrik ini mulai beroperasi pada tahun 1990, dan pada tahun 2008 berganti nama menjadi PT. Central Proteinaprima.
Samapai sekarang ini PT. Central Proteinaprima telah menjadi produsen pakan udang terkemuka di Indonesia dengan jaringan pabrik produksi, fasilitas penelitian serta pusat-pusat pembibitan unggas yang tersebar di Jakarta, Surabaya dan Medan.
2.2 Ruang Lingkup Bidang Usaha
Kegiatan operasional pada PT. Central Proteinaprima dibagi menjadi dua devisi yaitu :
1. Farming Division
Divisi ini mengelola kegiatan perkembangbiakan ternak, pengelolaan pakan ternak serta pemasarannya. Divisi ini berlokasi di Kawasan Industri Medan (KIM) Mabar, Medan.
2. Aqua Culture Division
Divisi ini bergerak di bidang usaha pertambakan udang, pembuatan pakan udang dan ikan termasuk pemasarannya. Divisi ini ditangani oleh PT. Central Proteinaprima cabang Medan-Tanjung Morawa.
2.3. Lokasi Perusahaan
Pabrik PT. Central Proteinaprima Cabang Medan-Tanjung Morawa beralamat di Jalan Medan – Tanjung Morawa Km 8,5 RT 04/RW 02, Kelurahan Tumbang Deli, Kecamatan Medan Amplas.
Lokasi ini berada di tepi jalan Tol Antar Lintas Sumatera dan tepat di sebelah kanan pintu Tol Medan – Tanjung Morawa. Lokasi pabrik ini sangat membantu untuk memudahkan pengiriman produk jadi kesemua konsumen dan juga mempermudah transpostasi bahan baku.
2.4. Daerah Pemasaran
PT. Central Proteinaprima telah mendistribusikan produknya didalam negeri sampai keluar negeri. Daerah pemasaran untuk daerah dalam negeri seperti Sumatera Utara, Aceh, dan Riau dengan kapasitas pemasaran 60%. Sementara 40% untuk untuk pemasaran keluar negeri dipasarkan ke Negara Jepang, Malaysia, India dan Amerika Serikat. Untuk daerah pemasaran dalam negeri, dibagi atas 4 daerah, yaitu:
1. Daerah I, mencakup:
a. Daerah Langkat I, meliputi daerah Karang Gading, Selotong, Secanggang, dan Tanjung Ibus.
2. Daerah II, mencakup:
a. Daerah Deli Serdang I, meliputi daerah Batang Pera, Belawan, Percut, dan Hamparan Perak.
b. Daerah Deli Serdang II, meliputi Pantai Cermin, Sialang Buah, Perbaungan, dan Pantai Labu
3. Daerah III, mencakup:
a. Daerah Asahan I, meliputi Batu Bara, Bedagai, dan Sei Buah
b. Daerah Asahan II, meliputi daerah bengkalis (Riau), Sibolga, Tanjung Balai, Tanjung Leidong, dan Kuala Tanjung.
4. Daerah IV, mencakup: Daerah Propinsi Aceh, yaitu Pidie, Bireun, Langsa, Aceh Timur, Aceh Selatan, Aceh Utara, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, dan Aceh Besar.
2.5 Aspek Sosial dan Lingkungan
2.6. Organisasi dan Manajemen
Struktur organisasi merupakan suatu kerangka hubungan kerja antara satu individu dengan individu lainnya dalam rangka mencapai satu tujuan dengan menggunakan aturan-aturan yang telah disepakati secara bersama. Struktur organisasi ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan dan memperlancar jalannya roda perusahaan. Pendistribusian tugas-tugas, wewenang dan tanggung jawab serta hubungan satu sama lain dapat digambarkan pada struktur organisasi perusahaan, sehingga para pegawai dan karyawan akan mengetahui dengan jelas apa tugasnya dari mana ia mendapatkan perintah dan kepada siapa ia harus bertanggung jawab.
GENERAL MANAGER
- Sales Area KARYAWAN KARYAWAN KARYAWAN KARYAWAN
GENERAL
Uraian tugas, wewenang dan tanggung jawab dari masing–masing jabatan yang ada di PT. Central Proteinaprima adalah sebagai berikut :
1. General Manager
General Manager merupakan pucuk pimpinan tertinggi di dalam perusahaan yang bertanggung jawab atas semua aktivitas yang ada di perusahaan dan memegang wewenang dalam memutuskan setiap kebijaksanaan perusahaan. Maju mundurnya perusahaan tergantung pada sistem kepemimpinan yang dibawakannya. General Manager bertanggungjawab kepada vice president yang berkedudukan di pusat (Jakarta).
a. Menetapkan langkah–langkah pokok dalam melaksanakan kebijaksanaan perusahaan dan sasaran–sasaran perusahaan.
b. Mengambil keputusan–keputusan dan tindakan yang tepat demi kepentingan dan kelangsungan jalannya perusahaan sehingga segala aktivitas organisasi menuju tujuan perusahaan.
c. Mengadakan hubungan kerja dengan pihak luar perusahaan, baik pihak swasta maupun pemerintah.
d. Memimpin dan mengawasi kegiatan perusahaan setiap harinya
e. Menkoordinir tugas–tugas yang didelegasikan kepada tiap–tiap bagian dan menjalin hubungan kerja yang baik dengan para karyawan perusahaan agar terbentuk kerjasama yang harmonis.
2. Internal Control
manajer. Dalam operasional perusahaan, internal control berfungsi sebagai staff ahli yang berwenang untuk memberikan saran–saran bagi perkembangan kemajuan perusahaan. Internal Control ini berkedudukan di pusat (Jakarta) dan biasanya diterjunkan langsung ke perusahaan berdasarkan instruksi vice president dari Jakarta, yang biasanya 4 kali dalam setahun.
3. Marketing Manager
Marketing manager perusahaan bertanggung jawab atas kelancaran penjualan dan tercapainya target penjualan. Selain itu juga marketing manager bertanggung jawab kepada pemimpin perusahaan untuk melaporkan mengenai hasil penjualan baik secara lisan maupun tulisan. Adapun tugas-tugas dari marketing manager adalah sebagai berikut :
a. Merencanakan strategi pemasaran yang baik yaitu mencakup jenis produk, harga, pendistribusian, dan promosi produk yang telah dipasarkan serta produk yang akan dipasarkan
b. Mengadakan penelitian pasar untuk mengetahui tingkat kebutuhan konsumen, marketing share, dan tingkat persaingan sehingga dapat ditentukan kebijaksanaan atau rencana jumlah penjualan.
c. Meneliti kondisi produk yang berada di pasar.
4. Production Manager bertanggung jawab atas seluruh pelaksanaan kegiatan produksi.
Tugas-tugas dari Production Manager ini adalah :
b. Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan produksi untuk mendeteksi kekurangan dan penyimpangan sehingga dapat dilakukan perbaikan. 5. Export Import Manager
Export import manager bertugas dan bertanggung jawab atas segala aktivitas pengiriman dan penerimaan barang–barang dari dan keluar negeri dengan terlebih dahulu memeriksa barang–barang tersebut apakah ada yang rusak atau hilang.
6. Purchasing Manager
Tugas–tugas dari Purchasing manager adalah :
a. Mengkordinir seluruh aktivitas yang berhubungan dengan pembelian, penyimpanan, dan pendistribusian bahan–bahan yang dipergunakan oleh perusahaan.
b. Merencanakan sistem pengadaan dan persediaan bahan.
c. Mempersiapkan permintaan kebutuhan bahan, dan menetapkan harga standar bahan.
7. Finance Manager
Finance Manager bertugas untuk :
a. Merencanakan dan mengawasi pelaksanaan keuangan perusahaan.
b. Memeriksa dan menganalisa semua transaksi keuangan baik pemasukan maupun pengeluaran.
c. Memeriksa dan menganalisa semua transaksi keuangan baik pemasukan maupun pengeluaran.
e. Mengkoordinir pemberian diskon penjualan kepada langganan melalui kerjasama dengan sales head.
8. Accounting Manager
Tugas – tugas yang dibebankan kepada Accounting Manager adalah :
a. Mengkoordinir seluruh kegiatan pencatatan mengenai pembukuan dan kekayaan perusahaan, baik keluar maupun kedalam perusahaan.
b. Menyusun dan memeriksa laporan realisasi anggaran bulanan, tri wulan, tahunan maupun insidentil.
9. Sales Head
Sales Head bertugas untuk :
a. Melakukan riset dan penelitian terhadap kebutuhan konsumen akan jenis produk yang diminati.
b. Melakukan riset dan penelitian kemungkinan adanya peluang pasar baru di beberapa lokasi daerah pemasaran.
c. Bertanggung jawab atas distribusi produk ke beberapa daerah pemasaran. d. Menyusun laporan penjualan produk dari beberapa daerah pemasaran. 10. Quality Control Head
Tugas–tugas yang dibebankan kepada Quality Control Head adalah :
a. Melakukan pengawasan terhadap mutu bahan baku hingga menjadi produk jadi.
c. Melakukan analisa dan perbandingan mutu terhadap produk sejenis dari perusahaan saingan.
d. Mengadakan riset terhadap proyek–proyek pengembangan mutu produk dan jenis produk.
11. Production Head
Adapun tugas – tugas dari Production Head adalah sebagai berikut :
a. Mengkordinir dan mengawasi seluruh bagian pengolahan yang ada di lantai pabrik, agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana.
b. Melakukan perencanaan pekerjaan dan waktu produksi. c. Mengkordinir pembagian tugas bawahannya.
d. Merencanakan pemakaian bahan baku, bahan tambahan dan bahan penolong.
e. Memberikan laporan kegiatan produksi secara rutin kepada Production Manager.
12. Personnel And General Affair (Ga) Head
Personnel And General Affair (Ga) Head adalah kepala administrasi bagian umum yang mengurus pelaksanaan kerja bagian umum dan personalia. Adapun tugas–tugasnya adalah sebagai berikut :
b. Mengawasi tugas–tugas penyelesaian izin dan rekomendasi dari instansi pemerintah yang berwenang yang wajib dimiliki perusahaan
c. Mengawasi aktivitas sehari-hari yang berhubungan dengan fungsi administrasi personalia, hubungan dengan tamu.
d. Menangani dan menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan kepersonaliaan baik intern maupun ekstern serta mempersiapkan data–data dan formulir-formulir yang dibutuhkan untuk memproses hal–hal yang berkaitan dengan kepersonaliaan baik informatif maupun administratif. e. Menyusun, menyimpan, dan menjaga data–data karyawan dari semua
departemen agar kerahasiaannya dapat terjamin.
f. Menyiapkan surat–surat dan dokumen yang diperlukan sehubungan dengan tugas–tugas personalia dan membuat agendanya serta mengirimkannya ke alamat yang dituju.
g. Menyelesaian administrasi dalam hubungannya dengan prosedurpenerimaan karyawan, promosi, pengalihan tugas, penilaian prestasi kerja, memberhentian karyawan, serta kontrak kerja karyawan. h. Melaksanakan program kerja Jamsostek serta membuat laporan
administrasi lainnya yang berkaitan dengan semua masalah Astek termasuk Claim kepada Perum Astek.
i. Menjalankan kebijaksanaan dan prosedur serta mengerjakan dan merapikan data Personal Information system yang telah ditetapkan oleh Human Resources Departemen Kantor Pusat Jakarta.
semua yang berhubungan dengan pendapat karyawan dan hak karyawan. k. Memelihara dan menjaga hubungan baik dengan semua departemen serta
instansi dan serikat kerja.
13. Material and Analysis Section Head Tugas–tugasnya adalah:
a. Melakukan pengujian laboratorium terhadap bahan baku, bahan setengah jadi, dan produk jadi.
b. Melakukan analisa dan kontrol terhadapa bahan baku, bahan setengah jadi dan produk jadi.
c. Menyusun laporan hasil analisa bahan baku, bahan setengah jadi, dan produk Quality Control Head.
14. Production Supervisor
Production Supervisor bertugas :
a. Mengendalikan persediaan bahan baku, bahan tambahan, bahan penolong. b. Mengendalikan persediaan barang jadi.
c. Menentukan jenis produk yang akan diproduksi setiap hari. 15. Maintenance Supervisor
Maintenance Supervisor bertugas:
a. Menjamin kelancaran operasi mesin secara keseluruhan.
b. Melakukan pemeriksaan dan perawatan mesin–mesin produksi.
16. Factory Administration Supervisor
Tugas–tugas yang dibebankan kepadanya adalah sebagai berikut:
a. Mengawasi dan mencatat kegiatan pemasukan dan pengeluaran barang dari dan ke gudang. Barang–barang ini termasuk bahan baku, bahan tambahan, bahan penolong serta produk jadi.
b. Mengontrol keadaan bahan baku, bahan tambahan, bahan penolong serta produk jadi.
c. Bertanggung jawab atas kerusakan bahan baku, bahan tambahan, bahan penolong serta produk jadi.
d. Membuat laporan persediaan bahan baku, bahan tambahan, bahan penolong serta produk jadi.
17. Section Hed Level Staff
Section Hed Level Staff (SHLS) membantu tugas–tugas yang dibebankan kepada Personel and GA Head antara lain adalah:
a. Melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap sistem kerja supir, baik untuk kerja rutin mengantar dan menjemput karyawan maupun tugas– tugas untuk GA serta Departemen lainnya.
b. Melaksanakan tugas bagian umum yang berkaitan dengan pelayanan kepada semua departemen seperti perbaikan lampu, air, AC, meja, kursi, kebersihan ruangan dan lain–lain.
d. Melakukan pengaturan serta pengawasan terhadap kerja office boy dalam tugasnya sehari–hari.
e. Mengumpulkan kartu absensi dan membagikannya kepada semua departemen setiap awal bulannya.
f. Pengurusan kenderaan, misalnya reparasi. g. Membuat laporan telepon untuk setiap bulannya. 18. Sales Administration
Sales Administration bertugas untuk:
a. Mencatat data–data penjualan produk dari setiap daerah pemasaran dan menyusun laporan hasil penjualan produk setiap bulannya.
b. Mencatat jumlah produk yang didistribusikan ke setiap daerahpemasaran, serta menyusun laporan mengenai total jumlah produk yang telah didistribusikan ke setiap daerah pemasaran setiap bulannya.`
19. Sales Area I
Tugas dari Sales Area I adalah melakukan kegiatan daerah pemasaran (riset pasar, melakuakn promosi, dan lain–lain) untuk pemasaran Area I.
20. Sales Area II
Tugas dari Sales Area II adalah melakukan kegiatan pemasaran untuk pemasaran Area II.
21. Sales Area III
22. Sales Area IV
Tugas dari Sales Area IV adalah melakukan kegiatan pemasaran untuk pemasaran Area IV.
23. Karyawan
Karyawan merupakan pelaksana harian kegiatan–kegiatan perusahaan sesuai dengan pengarahan atasannya dan sesuai dengan bidangnya masing–masing.
2.7. Tenaga Kerja, Jam Kerja dan Sistem Pengupahan. 2.7.1. Tenaga Kerja
Jumlah tenaga kerja yang terdapat pada PT. Central Proteinaprima tadalah sebanyak 191 orang tenaga kerja tetap, ditambah dengan tenaga kerja borongan sebanyak 32 orang, dan tenaga kerja harian sebanyak 57 orang. Perincian jumlah tenaga kerja ini adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1 Perincian Jumlah Tenaga Kerja PT. Central Proteinaprima
No JABATAN JUMLAH (ORANG) JUMLAH (ORANG)
1 General Manager 1
13 Material & Production Analysis Section Head 2
16 Factory Administration Supervisor 2
17 Section Head Level Staff 1
18 Karyawan Administration Penjualan 4
19 Sales Area I 5
20 Sales Area II 5
21 Sales Area III 5
22 Sales Area IV 5
23 Karyawan Quality Control 20
24 Karyawan Production 54
25 Karyawan Maintenance 20
26 Karyawan Factory Administration 3
27 Karyawan Personalis 21
28 Karyawan Export Import 3
29 Karyawan Purchasing 7
30 Karyawan Finance 7
31 Karyawan Accounting 7
TOTAL 191 191
Sumber : PT.Central Proteinaprima
2.7.2. Jam Kerja
Jumlah hari kerja pada PT. Central Proteinaprima adalah lima hari kerja dalam seminggu (Senin sampai Jumat) untuk bagian produksi dan non produksi, sedangkan bagian keamanan bekerja setiap hari (Senin sampai Minggu). Pembagian jam kerja untuk setiap bagian adalah sebagai berikut:
a. Satu shift untuk bagian non–produksi (8 jam sehari) dengan perincian sebagai berikut:
1) Jam 08.00 – 12.00 WIB : Kerja Aktif 2) Jam 12.00 – 13.00 WIB : Istirahat 3) Jam 13.00 – 17.00 WIB : Kerja Aktif
1) Jam 17.00 – 20.00 WIB : Kerja Aktif 2) Jam 20.00 – 21.00 WIB : Istirahat 3) Jam 21.00 – 24.00 WIB : Kerja Aktif
c. Bagian keamanan (Satpam) dibagi menjadi tiga kelompok dengan anggota tiap kelompok berjumlah 3 orang, dan dilakukan pergantian setiap 7 jam. Selain itu, ketentuan jam kerja lembur pada PT. Central Proteinaprima adalah sebagai berikut:
a. Kerja pagi dan sore:
1) Melebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu untuk 5 hari kerja dalam semingu.
2) Melebihi 7 jam sehari atau 40 jam seminggu dan hari Sabtu adalah 6 jam sehari untuk 6 hari kerja dalam semingu.
b. Kerja pada malam hari :
1) Melebihi 7 jam sehari untuk 5 hari kerja seminggu atau 6 hari kerja dalam seminggu.
2.7.3. Sistem Pengupahan
Penetapan upah pada PT. Central Proteinaprima disesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan pemerintah melalui Departemen Tenaga Kerja mengenai UMR (Upah Minimum Regional) yang berlaku yaitu Rp.8000 per hari. Pemberian upah ditetapkan setelah melihat jam kerja, hari kerja, lembur dan golongan.
Karyawan tetap adalah karyawan yang bekerja tetap pada perusahaan yang setiap bulannya menerima gaji pada akhir bulan.
b. Gaji harian untuk karyawan harian
Karyawan harian adalah karyawan yang bekerja dan mendapat upah menurut jam kerja dalam sehari dan dibayarkan setiap akhir minggu.
c. Gaji borongan untuk karyawan borongan
Karyawan borongan adalah karyawan yang bekerja dan mendapat upah atas suatu beban pekerjaan yang diborongkan kepadanya dan upah dibayarkan menurut satuan pekerjaan selama seminggu.
Disamping gaji pokok, diberikan juga uang makan, uang pengobatan serta lembur dan asuransi tenaga kerja. Perincian tentang tunjangan–tunjangan yang diberikan adalah sebagai berikut:
a. Tunjangan Hari Raya dan Natal
Tunjangan Hari Raya dan Natal untuk pekerja yang mempunyai masa kerja atau tahun penuh secara terus menerus biasanya adalah satu bulan gaji. Sedangkan untuk pekerja yang mempunyai masa kerja belum mencapai satu tahun, maka tunjangan ditetapkan menurut perhitungan banyaknya bulan selama yang bersangkutan bekerja dibagi atas 12 bulan dan dikalikan upah per bulan
c. Bonus tahunan akan diberikan berdasarkan kemampuan perusahaan dan sepenuhnya ditetapkan oleh perusahaan dengan memperhatikan prestasi kerja masing–masing karyawan.
d. Tunjangan kematian, tunjangan melahirkan, uang pengobatan.
e. Kepada pekerja yang mencapai masa kerja yang berturut–turut 10 tahun, maka perusahaan akan memberikan tanda penghargaan dalam bentuk tanda mata yang akan ditentukan perusahaan. Selain gaji pokok dan upah tambahan, kepada karyawan dilakukan juga pemotongan–pemotongan berupa:
a. Pajak PPh sebesar 15%.
b. Hutang karyawan kepada koperasi perusahaan.
Dalam meningkatkan kesejahteraan karyawannya, perusahaan memberikan Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) serta setiap pekerja dimasukan ke Astek (Asuransi Tenaga Kerja).
2.8. Proses Produksi
Proses produksi adalah serangkaian kegiatan berupa cara, metode dan teknik untuk menciptakan atau meningkatkan nilai tambah suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber-sumber daya berupa tenaga kerja, mesin, bahan baku dan modal yang ada.
2.8.1. Bahan–bahan yang Digunakan 2.8.1.1. Bahan Baku
Bahan baku adalah bahan yang digunakan sebagai bahan utama dalam proses produksi, dimana sifat dan bentuknya akan mengalami perubahan dan langsung ikut di dalam proses produksi sampai dihasilkannya produk jadi jadi.
Bahan baku yang digunakan adalah dalam pembuatan pakan udang pada PT. Central Proteinaprima adalah sebagai berikut:
1. Jagung
Jagung merupakan bahan baku utma dalam pakan ternak, karena memberikan energi metabolisme terbesar, dan kandungan air diatas 15%.
2. Bangkil kacang kedelai (Bkk)
Bangkil kacang kedelai mengandung sumber protein bagi udang. 3. Tepung Ikan
Tepung ikan mengandung protein, lemak, kalsium serta memberikan energi metabolisme tambahan bagi udang
4. Tepung Kepala Udang
Tepung kepala udang digunakan sebagai sumber protein dan mengandung unsur fosfor, kalsium dan lemak
5. Tepung cumi-cumi
Tepung cumi–cumi merupakan sumber protein, lemak dan pembangkit selera udang
6. Tepung terigu
2.8.1.2. Bahan Tambahan
Bahan tambahan adalah bahan yang digunakan untuk mempermudah proses dan meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkan.
Adapun tambahan yang digunakan dalam proses produksi pembuatan pakan udang pada PT. Central Proteinaprima adalah sebagai berikut:
1. Minyak ikan
2. Ikan segar (ikan giling)
3. Vitamin, mineral dan obat – obatan
2.8.1.3. Bahan Penolong
Bahan penolong adalah bahan yang secara tidak langsung mempengaruhi kualitas dan fungsi produk, baik itu dikenakan langsung maupun tidak langsung terhadap bahan baku dalam suatu proses produksi.
Adapun bahan penolong dalam pembuatan makanan udang ini antar lain: 1. Karung Plastik
Karung plastik digunakan sebagai wadah kemasan makanan udang yang dihasilkan dengan muatan 25 Kg.
2. Benang Jahit
Benang jahit digunakan untuk pengikat / penutup karung plastik setelah diisi dengan makanan udang..
2.9. Uraian Proses Produksi
Proses pembuatan makanan udang PT. Central Proteinaprima dilakukan dengan dua line produksi yang biasanya dapat menghasilkan 700 ton pakan udang setiap bulannya. Tahapan–tahapan proses dalam memproduksi makanan udang adalah sebagai berikut:
1. Penuangan
ditimbang secara otomatis sampai timbangan menunjukkan berat 2 ton. Kemudian campuran bahan baku yang telah ditimbang dibawa screw conveyor ke bin vertikal mixer untuk selanjutnya dilakukan proses pengadukan.
2. Pengadukan
Campuran bahan baku seberat 2 ton diaduk pada vertikal mixer, yang berguna untuk mengaduk bahan dari kedua intake agar tercampur rata. Waktu pengadukan dilakukan selama 10 menit. Setelah 10 menit slide bin mixer dibuka dan hasil pengadukan dibawa dengan screw conveyor, bucket elevator, pipa gravitasi ke hammer mill untuk selanjutnya dilakukan proses penggilingan.
3. Penggilingan
Proses penggilingan dilakukan dengan hammer mill. Hasil penggilingan dibawa ke bucket elevator setinggi 17,5 meter dengan pipa gravitasi dimasukkan ke otomixer untuk dilakukan proses penghalusan lebih lanjut.
4. Penghalusan
5. Pengayakan
Pada prose pengayakan, adonan campuran bahan baku diayak dengan menggunakan ayakan 60 mesh. Hasil ayakan dimasukkan ke bin mixer horizontal, sedangkan sisa ayakan (oversize) dibawa ke hammer mill untuk dilakukan proses penggilingan kembali (Regrinding) sampai melewati ayakan 60 mesh. Hasil ayakan dibawa ke bin mixer horizontal dengan screw conveyor untuk diaduk.
6. Pengadukan
Pada bin mixer selanjutnya dituangkan bahan–bahan tambahan seperti minyak ikan, ikan segar (ikan giling), obat–obatan, serta vitamin dan mineral yang
sudah ditimbang terlebih dahulu di laboratorium dengan ketentuan menurut komposisi yang telah ditetapkan. Selanjutnya campuran ini diaduk sampai rata dengan horizontal mixer selama 15 menit. Kemudian pintu slide dibuka dan hasil adonan ditampung pada hooper (penampungan sementara), kemudian adonan dibawa ke bucket elevator dengan screw conveyor. Dari bucket elevator setinggi 27,5 meter adonan masuk ke bin pellet untuk dilakukan proses pembutiran melalui pipa gravitasi.
7. Pembutiran
regulator steam, dengan tekanan berkisar 4-5,2 kg/m. Adonan kemudian dimasukkan ke pellet mill melalui screw feeder untuk menghasilkan pellet.
8. Pematangan
Pellet yang dihasilkan dari mesin pellet selanjutnya dibawa ke holding bin dengan screw conveyor untuk dilakukan proses pematangan lebih lanjut. Proses ini dilakukan dengan suhu suhu 80 C selama 45 menit. Tujuan dari proses pematangan ini adalah agar butiran pellet yang dihasilkan matang sampai ke dalam (bukan sekedar matang di pinggirnya saja) serta agar kadar aiar pellet yang dihasilkan berkisar 15 %. Selanjutnya pellet ini akan dimasukkan ke driyer dengan conveyor untuk dilakukan proses pengeringan.
9. Pengeringan
10. Pendinginan
Proses pendinginan dilakukan dengan menghembuskan udara panas dan
dihisap oleh blower melalui double cyclone dan air losk. Di dalam cooler ditempatkan blower pada setiap tingkat untuk menyemprotkan udara dingin. Pellet yang keluar dari cooler diangkat ke pengayakan melalui bucket elevator setinggi 25 meter, dengan pipa gravitasi dimasukkan ke pengayakan.
11. Pengayakan Pellet
Proses pengayakan ini gunanya untuk memisahkan pellet yang oversize
dengan undersize (terlalu kecil). Sesuai dengan nomor pellet yang diinginkan. Ukuran mesh antara 4-9 mesh, tergantung dari nomor pakan yang dibuat. Pellet yang oversize dibawa ke penghancuran (crumbler) sedangkan yang undersize ditampung dalam goni untuk remix (digunakan sebagai bahan baku lagi). Pellet hasil ayakan dibawa ke bin packing melalui pipa gravitasi. Apabila bin packing telah penuh slide terbuka secara otomatis, lalu pellet masuk ke dust separator untuk dibersihkan dari abu. Udara dihembuskan dari blower mengakibatkan pellet turun ke bawah (ke bin timbangan) sedangkan abu naik dihisap dengan blower melalui double cyclone.
12. Penghancuran (Crumbling)
crumber, dengan menggunakan rotary distributor sisa ayakan dibawa ke mesin crumber. Pellet hasil ayakan yang oversize dihancurkan dengan mesin penghancur (crumber machine) yang berguna untuk makanan udang yang kecil. Setelah bahan dihancurkan kemudian dimasukkan.
13. Pengarungan
Produk jadi berupa crumble dan pellet yang berada dalam bin timbangan dicurahkan kedalam karung plastik sambil ditimbang secara otomatis,dengan berat netto sesuai dengan nomor pakan yang dibuat. Setelah pengarungan, produk jadi dibawa ke penjahitan karung melalui belt konveyor.
14. Penjahitan Karung
Penjahitan karung dilakuakan dengan mesin jahit karung (sewing machine). selanjutnya produk jadi yang selesai dijahit diangkut kegudang bahan jadi dengan menggunakan forklift.
2.10. Mesin dan Peralatan
2.10.1. Mesin Produksi.
Mesin produksi yang digunakan di PT. Central Proteinaprima adalah: 1. Intake
Tipe : TECO AWV-BEV Kapasitas : 14 ton/jam
Daya : 7,5 Hp Tegangan : 380 Volt Kuat Arus : 12 A
Kecepatan Putaran : 1460 rpm
Fungsi : Sebagai tempat penuangan bahan baku.
2. Dryer Machine
Tipe : Berico/1570 Ceo Kapasitas : 73 ton/jam Jumlah : 1 unit
Daya : 25 Hp
Tegangan : 380 Volt Kuat Arus : 16,2 A Kecepatan Putaran : 1445 rpm
Fungsi : Menurunkan kadar air jagung.
3. Hammer Mill Machine
Tipe : Van Aarsen 1400-2D Kapasitas : 15 ton/jam
Jumlah : 5 unit
Daya : 270 Hp
Kecepatan Putaran : 3000 rpm
Fungsi : Mencampur bahan menjadi homogen
4. Pellet Mill Machine
Tipe : Van Aarsen Compact 900 Kapasitas : 18-20 ton/jam
Jumlah : 3 unit
Daya : 340 Hp
Tegangan : 380 Volt Kuat Arus : 168,6 A Kecepatan Putaran : 1450 rpm
Fungsi : Membentuk pellet dari adonan campuran bahan.
5. Cooler Mill Machine
Tipe : Van Aarsen
Kapasitas : 20 ton/jam Jumlah : 3 unit
Daya : 75 Hp
Tegangan : 380 Volt Kuat Arus : 168,6 A Kecepatan Putaran : 1450 rpm
6. Crumber Machine
Tipe : Van Aarsen KR 16.2 Kapasitas : 15 ton/jam
Jumlah : 3 unit
Daya : 75 Hp
Tegangan : 380 Volt Kuat Arus : 168,6 A Kecepatan Putaran : 1450 rpm
Fungsi : Memecahkan bahan baku menjadi bentuk butiran.
7. Sieve
Tipe : Mogensen Invica /E 1534 Kapasitas : 20 ton/jam
Jumlah : 12 unit
Daya : 5 Hp
Tegangan : 380 Volt Kuat Arus : 2,9 A Kecepatan Putaran : 1490 rpm
Fungsi : Memisahkan kotoran yang terdapat di bahan baku.
8. Bagging scale
Jumlah : 5 unit
Daya : 3 Hp
Tegangan : 380 Volt Kuat Arus : 0,6 A Kecepatan Putaran : 1400 rpm
Fungsi : Sebagai penimbangan produk pellet.
9. Fill Bags Clossing Machine
Tipe : New long D – 52, super line SF - E Kapasitas : 50 Kg/Bags
Jumlah : 5 unit
Daya : 5 Hp
Tegangan : 220 Volt Kuat Arus : 1 A Kecepatan Putaran : 1400 rpm
Fungsi : Menjahit bags (pengepakan).
10. Extruder Matador
Tipe : Berico/1565 Ceo Kapasitas : 20 ton/jam Jumlah : 2 unit
Daya : 7,5 Hp
Kuat Arus : 12 A Kecepatan Putaran : 1450 rpm
Fungsi : Mencetak pakan ikan berbentuk pellet.
11. Chain Conveyer
Tipe : Van Aarsen 280.330.70 Kapasitas : 80 m 3 /jam
Daya : 5,5 Hp
Kecepatan Putaran : 27 rpm
Fungsi : Membawa bahan baku ke elevator.
12. Bucket Elevator
Tipe : Van Aarsen 260
Kapasitas : 70 m 3 /jam
Daya : 5,5 Hp
Kecepatan Putaran : 92 rpm
Fungsi : Membawa material yang diangkut oleh chain.
13. Screw Conveyer
Tipe : Van Aarsen
Kapasitas : 50 m 3 /jam
Daya : 4,5 Hp
Fungsi : Membawa bahan baku ke hammer mill.
14. Automatic Dusting Cleaner
Tipe : CAE 215
Kapasitas : 30 m 3 /jam
Daya : 5,5 Hp
Kecepatan Putaran : 27 rpm
Fungsi : Menyaring debu bahan baku.
15. Blower
Tipe : IDF
Kapasitas : 90 m 3 /jam
Daya : 20 Hp
Kecepatan Putaran : 960 rpm
Fungsi : Membersihkan partikel logam pada bahan baku.
16. Spout Magnet
Tipe : IDF
Kapasitas : 90 m 3 /jam
Daya : 20 Hp
Kecepatan Putaran : 960 rpm
17. Drum Sieve
Tipe : E.6534
Kapasitas : 60-70 ton
Daya : 20 Hp
Kecepatan Putaran : 960 rpm
2.10.2. Peralatan
Adapun peralatan yang digunakan untuk mendukung kegiatan proses produksi ialah :
1. Wet Corn Silo
Kapasitas : 250-350 ton Jumlah : 3 Unit
Fungsi : Tempat penyimpanan jagung basah sementara.
2. Dry Corn Silo
Kapasitas : 2400 ton Jumlah : 8 Unit
Fungsi : Tempat penyimpanan jagung kering sementara.
3. Forklift
Kapasitas : 2500 Kg Jumlah : 3 Unit
2.8.3. Utilitas
Untuk kelancaran kegiatan proses produksi, diperlukan unit pendukung seperti :
1. Genset
Fungsi : Membantu pembangkit listrik bagi mesin produksi. Tegangan : 1155 KVA
Kuat Arus : 920 KWA Kecepatan Putaran : 1500 rpm
2. Boiler
Fungsi : Penghasil uap untuk didistribusikan ke pellet mill.
3. Trafo