• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materialisme Dialektika Dan Histori

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Materialisme Dialektika Dan Histori"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

MAT

MATERIALISME DIALEKTIKA ERIALISME DIALEKTIKA DAN DAN HISTORI (MDH)HISTORI (MDH)

II.. PPEENNDDAAHHUULLUUAANN 1

1.. AArrtti i FFiillssaaffaatt:: Fils

Filsafat adalah pandangan afat adalah pandangan tentatentang ng dunia dan dunia dan alam yang alam yang dinydinyatakan secara teori. atakan secara teori. FilsFilsafatafat adalah suatu ilmu dan suatu metode berpikir untuk memecahkan problem-problem gejala adalah suatu ilmu dan suatu metode berpikir untuk memecahkan problem-problem gejala alam dan masyarakat. Filsafat merupakan sikap hidup manusia dan sebagai pedoman untuk  alam dan masyarakat. Filsafat merupakan sikap hidup manusia dan sebagai pedoman untuk   bertindak

 bertindak dalam menghadapi gejala-gejala alam dan masyarakat.dalam menghadapi gejala-gejala alam dan masyarakat. Filsafat bukan suatu kepercayaan yang dogmatis dan membuta. Filsafat bukan suatu kepercayaan yang dogmatis dan membuta.

2.

2. PersoPersoala !a Kate"ala !a Kate"ori Filsori Filsafatafat:: Fi

Filslsafafat at memempmperersosoalalkakan n sosoalal-s-soaoal l etetikika/a/momoraral, l, esestetetitikaka/s/seneni, i, sososisialal/p/pololititikik,, epistemology/tentang pengetahuan, ontolog/tentang manusia.

epistemology/tentang pengetahuan, ontolog/tentang manusia.

Kategori persoalan filsafat meliputi soal-soal hubungan antara bentuk dan sisi, sebab dan Kategori persoalan filsafat meliputi soal-soal hubungan antara bentuk dan sisi, sebab dan akibat, gejala dan hakekat, keharusan dan kebetulan, keumuman dan kekhususan.

akibat, gejala dan hakekat, keharusan dan kebetulan, keumuman dan kekhususan. Fil

Filsafsafat at memmemperspersoaloalkan kan soasoal-sl-soal oal pokopokok. k. SedaSedang ng soasoal l yanyang g terterpokopokok k dardari i perpersoasoalanlan fils

filsafat adalah soal hubungan antara ide afat adalah soal hubungan antara ide dan materi, pikiran dan keadaan. dan materi, pikiran dan keadaan. ana yang primer ana yang primer  dan mana yang sekunder diantara keduanya itu, ide atau materi, pikiran atau keadaan.

dan mana yang sekunder diantara keduanya itu, ide atau materi, pikiran atau keadaan. !a"

!a"abaaban n dardari i perpersoasoalan lan yanyang g terterpokopokok k tertersebsebut ut akaakan n memmembagi bagi semsemua ua alialiran ran filfilsafsafatat menjadi

menjadi!#a $#%#& $#%# filsafat i!ealis'e !a $#%# filsafat 'aterialis'e.!#a $#%#& $#%# filsafat i!ealis'e !a $#%# filsafat 'aterialis'e.

Semua aliran filsafat memandang dan menyatakan ide atau pikiran sebagai hal yang Semua aliran filsafat memandang dan menyatakan ide atau pikiran sebagai hal yang  primer,

 primer, dan dan materi materi atau atau keadaan keadaan sebagai sebagai hal hal yang yang sekunder, sekunder, termasuk termasuk dalam dalam kubu kubu filsafatfilsafat ideal

idealisme. Sebaliknyisme. Sebaliknya, a, semusemua a aliraliran an filsfilsafat yang afat yang memanmemandang dang dan menyatakandan menyatakan'ateri ata#'ateri ata# $ea!aa se%a"ai al a" *ri'er& !a i!e ata# *i$ira se%a"ai al a" se$#!er& $ea!aa se%a"ai al a" *ri'er& !a i!e ata# *i$ira se%a"ai al a" se$#!er& ter'as#$ !ala' $#%# filsafat 'aterialis'e.

ter'as#$ !ala' $#%# filsafat 'aterialis'e.

+

+.. AAlliirraa  !!aa  KK##%%# # FFiillssaaffaatt:: Filsafat mempunyai bany

Filsafat mempunyai banyak sekali aliran. #ak sekali aliran. #api dari api dari semua semua aliran yang banyak sekali italiran yang banyak sekali ituu  bisa dibagi hanya dalam dua kubu, kubu filsafat idealisme dan kubu filsafat materialisme.  bisa dibagi hanya dalam dua kubu, kubu filsafat idealisme dan kubu filsafat materialisme.

$liran pokok filasfat adlaah idealisme dan materialisme. #api disamping dua aliran yang $liran pokok filasfat adlaah idealisme dan materialisme. #api disamping dua aliran yang  pokok itu, terdapat aliran filsafat dualisme.

 pokok itu, terdapat aliran filsafat dualisme. %

%aalau lau begbegituitu, , alialiran ran duldulaisaisme me padpada a hakehakekatkatnynya a jugjuga a tertermasmasuk uk alialiran ran filfilsafsafat at ideidealialismesme.. Karena itu aliran filsafat dualisme ju

Karena itu aliran filsafat dualisme juga termasukkubu filsafat idealisme.ga termasukkubu filsafat idealisme. Filsa

Filsafat dualisfat dualisme pada me pada hakekathakekatnya juga nya juga filsfilsafat idealisafat idealisme karena pandangannyme karena pandangannya a didasdidasarkanarkan  pada ide yang mereka-reka.

 pada ide yang mereka-reka. Filsa

Filsafat dualismfat dualisme e memamemandang ide ndang ide dan materi, pikiran dan dan materi, pikiran dan keadaankeadaan, , sebagasebagai i hal yang hal yang kedua- kedua-duanya primer. #i

duanya primer. #idak ada yang dak ada yang sekunder.sekunder. &andangan itu jelas tidak berdasarkan ke

(2)

,

,.. --aattaa$ $ !!aa  $$llaas s ffiillssaaffaatt Filsa

Filsafat selalfat selalu mencermiu mencerminkan nkan "ata"atak dan k dan me"akime"akili kepentinli kepentingan klas tertengan klas tertentu. Karena itutu. Karena itu filsafat selalu mempunyai dan merupakan "atak dari suatu klas.

filsafat selalu mempunyai dan merupakan "atak dari suatu klas.

Filsafat idealisme mencerminkan "atak dan me"akili kepentingan klas pemilik alat produksi Filsafat idealisme mencerminkan "atak dan me"akili kepentingan klas pemilik alat produksi yang menindas dan menghisap yaitu klas-klas tuan budak atau pemilik budak, klas feudal atau yang menindas dan menghisap yaitu klas-klas tuan budak atau pemilik budak, klas feudal atau tuan tanah,

tuan tanah, klas borjuis klas borjuis atau atau kapitkapitalisalis, , dsb. Sebaliknyadsb. Sebaliknya, , filsfilsafat materialiafat materialisme sme mencemencerminkrminkanan "atak dan me"akili kepentingan

"atak dan me"akili kepentingan klas bukan pemilik alat klas bukan pemilik alat produksi yang tertiproduksi yang tertindas danterisapndas danterisap ya

yaititu u klklas as burburuh uh dsdsb. b. SedSedanang g fifilslsafafat at duadualilismsme e memencencermrmininkan kan "a"atatak k dadan n meme"a"akilkilii kepent

kepentingan klingan klas pemias pemilik alalik alat t produksproduksi tapi yi tapi yang tertang tertindas dan indas dan j ugatj ugaterhiserhisap yaitap yaitu klasu klas  borjuis kecil dsb

 borjuis kecil dsb

.. PPeettii""a a %%eerrffiillssaaffaat t !!aa  %%eellaa//aar r ffiillssaaffaatt (erfi

(erfilsafalsafat t itu itu pentipenting. ng. )engan berfils)engan berfilsafat, orang afat, orang akan mempunyai pedoman akan mempunyai pedoman untuk bersikapuntuk bersikap dan bertindak secara sadar dalam menghadapai gejala-gejala yang timbul dalam alam dan dan bertindak secara sadar dalam menghadapai gejala-gejala yang timbul dalam alam dan ma

masysyaraarakatkat. . KeKesasadadararan n ititu u akaakan n memembmbuauat t seseseseororanang g titidadak k mumudadah h didigoygoyangangkakan n dadann diombang-ambingkan oleh timbul tenggelamnya gejala-gejala yang dihadapi.

diombang-ambingkan oleh timbul tenggelamnya gejala-gejala yang dihadapi.

*ntuk berfilsafat, orang harus belajar filsafat. )an belajat filsafat harus dengan cata yang *ntuk berfilsafat, orang harus belajar filsafat. )an belajat filsafat harus dengan cata yang  benar.

 benar. +ar

+ara a belbelajaajar r filfilsafsafat at ililaah aah harharus us menmenangkangkap ap ajarajaran an dan dan penpengergertiatiannynnya a secsecara ara ilmilmu, u, lallaluu memad

memadukan ukan ajaraajaran n dan dan pengerpengertian tian itu itu dengan dengan praktepraktek. k. SelanjSelanjutnyutnya a mengammengambilbil  pengalaman dari praktek itu, dan kemudian menyimpulkan praktek itu secara ilmu.

 pengalaman dari praktek itu, dan kemudian menyimpulkan praktek itu secara ilmu.

0

0.. AArrtti i eerrffiillssaaffaatt (erfi

(erfilsafalsafat t berarberarti ti bersibersikap kap dan dan bertibertindak ndak secara sadar secara sadar berdasberdasarkaniarkanilmu lmu dan dan metodmetode e berfiberfikir kir  terhadap gejala-gejala alam dan masyarakat yang dihadapi.

terhadap gejala-gejala alam dan masyarakat yang dihadapi.

(erfilsafat bukan bersikap dan bertindak secara tradisi, menurut kebiasaan atau berdasarkan (erfilsafat bukan bersikap dan bertindak secara tradisi, menurut kebiasaan atau berdasarkan naluri turun-temurun dalam menghadapi dan memecahkan problem-problem gejala-gejala itu. naluri turun-temurun dalam menghadapi dan memecahkan problem-problem gejala-gejala itu.

2

2.. FFiillssaaffaat t MMDDHH a

a.. AArrtti Mi MDDHH

) adalah aterialisme )ialektik dan aterialisme istori. aterialisme )ialektik berarti ) adalah aterialisme )ialektik dan aterialisme istori. aterialisme )ialektik berarti

 pandangannya

 pandangannya materials materials dan dan metodenya metodenya dialektik. dialektik. Sednag Sednag materialisme materialisme histori histori berartiberarti materialisme dialketik yang diterapkan dalam gejala social atau masyarakat.

materialisme dialketik yang diterapkan dalam gejala social atau masyarakat. %.

%. LaLaiirra MDa MDH !a PH !a Pee3i*3i*tataaa Fil

Filsafsafat at ) ) lahlahir ir sessesudah udah lahlahirnirnya ya berberbagbagai ai macmacam am filfilsafsafat at yanyang g panpandangdangannyannyaa materialis atau yang metodenya dialektis. Sedang penciptanya adalah Karl ar.

materialis atau yang metodenya dialektis. Sedang penciptanya adalah Karl ar. Filsafat MDH diciptakan oleh Karl Marx dan menjadi filsafat Marxisme.

(3)

,

,.. --aattaa$ $ !!aa  $$llaas s ffiillssaaffaatt Filsa

Filsafat selalfat selalu mencermiu mencerminkan nkan "ata"atak dan k dan me"akime"akili kepentinli kepentingan klas tertengan klas tertentu. Karena itutu. Karena itu filsafat selalu mempunyai dan merupakan "atak dari suatu klas.

filsafat selalu mempunyai dan merupakan "atak dari suatu klas.

Filsafat idealisme mencerminkan "atak dan me"akili kepentingan klas pemilik alat produksi Filsafat idealisme mencerminkan "atak dan me"akili kepentingan klas pemilik alat produksi yang menindas dan menghisap yaitu klas-klas tuan budak atau pemilik budak, klas feudal atau yang menindas dan menghisap yaitu klas-klas tuan budak atau pemilik budak, klas feudal atau tuan tanah,

tuan tanah, klas borjuis klas borjuis atau atau kapitkapitalisalis, , dsb. Sebaliknyadsb. Sebaliknya, , filsfilsafat materialiafat materialisme sme mencemencerminkrminkanan "atak dan me"akili kepentingan

"atak dan me"akili kepentingan klas bukan pemilik alat klas bukan pemilik alat produksi yang tertiproduksi yang tertindas danterisapndas danterisap ya

yaititu u klklas as burburuh uh dsdsb. b. SedSedanang g fifilslsafafat at duadualilismsme e memencencermrmininkan kan "a"atatak k dadan n meme"a"akilkilii kepent

kepentingan klingan klas pemias pemilik alalik alat t produksproduksi tapi yi tapi yang tertang tertindas dan indas dan j ugatj ugaterhiserhisap yaitap yaitu klasu klas  borjuis kecil dsb

 borjuis kecil dsb

.. PPeettii""a a %%eerrffiillssaaffaat t !!aa  %%eellaa//aar r ffiillssaaffaatt (erfi

(erfilsafalsafat t itu itu pentipenting. ng. )engan berfils)engan berfilsafat, orang afat, orang akan mempunyai pedoman akan mempunyai pedoman untuk bersikapuntuk bersikap dan bertindak secara sadar dalam menghadapai gejala-gejala yang timbul dalam alam dan dan bertindak secara sadar dalam menghadapai gejala-gejala yang timbul dalam alam dan ma

masysyaraarakatkat. . KeKesasadadararan n ititu u akaakan n memembmbuauat t seseseseororanang g titidadak k mumudadah h didigoygoyangangkakan n dadann diombang-ambingkan oleh timbul tenggelamnya gejala-gejala yang dihadapi.

diombang-ambingkan oleh timbul tenggelamnya gejala-gejala yang dihadapi.

*ntuk berfilsafat, orang harus belajar filsafat. )an belajat filsafat harus dengan cata yang *ntuk berfilsafat, orang harus belajar filsafat. )an belajat filsafat harus dengan cata yang  benar.

 benar. +ar

+ara a belbelajaajar r filfilsafsafat at ililaah aah harharus us menmenangkangkap ap ajarajaran an dan dan penpengergertiatiannynnya a secsecara ara ilmilmu, u, lallaluu memad

memadukan ukan ajaraajaran n dan dan pengerpengertian tian itu itu dengan dengan praktepraktek. k. SelanjSelanjutnyutnya a mengammengambilbil  pengalaman dari praktek itu, dan kemudian menyimpulkan praktek itu secara ilmu.

 pengalaman dari praktek itu, dan kemudian menyimpulkan praktek itu secara ilmu.

0

0.. AArrtti i eerrffiillssaaffaatt (erfi

(erfilsafalsafat t berarberarti ti bersibersikap kap dan dan bertibertindak ndak secara sadar secara sadar berdasberdasarkaniarkanilmu lmu dan dan metodmetode e berfiberfikir kir  terhadap gejala-gejala alam dan masyarakat yang dihadapi.

terhadap gejala-gejala alam dan masyarakat yang dihadapi.

(erfilsafat bukan bersikap dan bertindak secara tradisi, menurut kebiasaan atau berdasarkan (erfilsafat bukan bersikap dan bertindak secara tradisi, menurut kebiasaan atau berdasarkan naluri turun-temurun dalam menghadapi dan memecahkan problem-problem gejala-gejala itu. naluri turun-temurun dalam menghadapi dan memecahkan problem-problem gejala-gejala itu.

2

2.. FFiillssaaffaat t MMDDHH a

a.. AArrtti Mi MDDHH

) adalah aterialisme )ialektik dan aterialisme istori. aterialisme )ialektik berarti ) adalah aterialisme )ialektik dan aterialisme istori. aterialisme )ialektik berarti

 pandangannya

 pandangannya materials materials dan dan metodenya metodenya dialektik. dialektik. Sednag Sednag materialisme materialisme histori histori berartiberarti materialisme dialketik yang diterapkan dalam gejala social atau masyarakat.

materialisme dialketik yang diterapkan dalam gejala social atau masyarakat. %.

%. LaLaiirra MDa MDH !a PH !a Pee3i*3i*tataaa Fil

Filsafsafat at ) ) lahlahir ir sessesudah udah lahlahirnirnya ya berberbagbagai ai macmacam am filfilsafsafat at yanyang g panpandangdangannyannyaa materialis atau yang metodenya dialektis. Sedang penciptanya adalah Karl ar.

materialis atau yang metodenya dialektis. Sedang penciptanya adalah Karl ar. Filsafat MDH diciptakan oleh Karl Marx dan menjadi filsafat Marxisme.

(4)

Filsafat ) merupakan hasil kesimpulan dan ciptaan Karl ar sesudah Karl ar Filsafat ) merupakan hasil kesimpulan dan ciptaan Karl ar sesudah Karl ar  belajar

 belajar dan dan mengambil mengambil dari dari kebenaran kebenaran ajaran ajaran pendangan pendangan filsafat filsafat Feuerbachdan Feuerbachdan filsafatfilsafat dialektik egel. Karl ar mengmbil isinya yang benar dari pandangan materialis filsafat dialektik egel. Karl ar mengmbil isinya yang benar dari pandangan materialis filsafat Fe

Feueuerbrbacach h dadan n memembmbuauang ng kukulilitntnya ya yayang ng sasalalah h dadari ri memetotodendenya ya yayang ng memetatafifisisis.s. Selanjutnya Karl ar mengambil isinya yang benar dari metode dialektis filsafat egel Selanjutnya Karl ar mengambil isinya yang benar dari metode dialektis filsafat egel dan membuang kulitnya yang salah dari pendangannya yang idealis.

dan membuang kulitnya yang salah dari pendangannya yang idealis.

Karl ar menerima kebenaran pandangan materialis filsafat Feuerbach, tapi menolak  Karl ar menerima kebenaran pandangan materialis filsafat Feuerbach, tapi menolak  kes

kesalaalahan han metmetodeodenya nya yanyang g metmetafiafisissis. . !ug!uga a KarKarl l arar  menmenerierima ma kebekebenarnaran an metmetodeode dialektis filsafat egel, tapi menolak kesalahan pandangannya

dialektis filsafat egel, tapi menolak kesalahan pandangannya yang idealis.yang idealis. Kesimpulan dari itu Kar

Kesimpulan dari itu Karl l ar menciptakan filsafat ar menciptakan filsafat ) dan lahrilah filsaf) dan lahrilah filsafat ) Karlat ) Karl ar.

ar.

3.

3. 4i4iri !ri !a -a -aatata$ Kl$ Klas Mas MDHDH

+iri-ciri filsafat ) ialah: ilmiah, obyektif, uniersal, praktis, lengka

+iri-ciri filsafat ) ialah: ilmiah, obyektif, uniersal, praktis, lengka p dan reolusioner.p dan reolusioner. -- 'l'lmimiah ah karkarenena ma metetodeodenynya da diaialelektktisis..

-- bbyeyektktifif, kar, karena pena panandadangangannynnya mata matereriaialilis.s.

-- *n*niierersasal, karl, karenena ajara ajaranannynya tida tidak hanak hanya beya berlrlaku di daaku di dalalam alam alam, tam, tapi jupi juga ga beberlrlakaku diu di dalam masyarakat.

dalam masyarakat.

-- &ra&raktiktis, kas, karenrena ajaa ajaranrannya dnya dapaapat dibt dibuktuktikaikan dan din dan dilaklaksansanakanakan..

-- 0engka0engkap, p, karena karena ajaraajarannya nnya tidak tidak hanyahanyabicara bicara soal soal alam, alam, tapi tapi juga juga asoal asoal masymasyarakat.arakat. -- 1e1eoolulusisiononerer, , kakarerena na ajajararannannnynya a seselalalu lu berberpipihahak k kekepadpada a apapa a yayang ng sesedandang g tutumbmbuh uh dadann

mela

mela"an "an apa apa yang yang sedang melayu sedang melayu berdasberdasarkan hokum arkan hokum perkemperkembanganybanganya. a. SelanjSelanjutnyutnyaa selalu menuntut penghancuran terhadap apa yang sudah tua, dan membangun yang baru selalu menuntut penghancuran terhadap apa yang sudah tua, dan membangun yang baru dan lebih maju.

dan lebih maju.

Filsafat ) mencerminkan "atak dan me"akili kepentingan klas bukan pemilik alat Filsafat ) mencerminkan "atak dan me"akili kepentingan klas bukan pemilik alat  produksi

 produksi yaitu yaitu klas klas buruh buruh atua atua klas klas proletaryang proletaryang tertindas tertindas dan dan terhisap, terhisap, serta serta merupakanmerupakan satu-satunya filsafat yang berpihak kepada klas buruh

satu-satunya filsafat yang berpihak kepada klas buruh atau klas proletar itu.atau klas proletar itu.

!.

!. MDH MDH !a !a $la$las s %#r#%#r#  serserta ta *era*eraaaaa

Filsafat ) merupakan senjata moril bagi pejuang klas buruh. #anpa filsafat ) Filsafat ) merupakan senjata moril bagi pejuang klas buruh. #anpa filsafat )  perjuangan

 perjuangan klas klas buruh buruh tidak tidak akan akan mempunyai mempunyai kekuatan kekuatan raksasa. raksasa. &erjuangan &erjuangan tidak tidak akanakan mencapai hasil yang fundamental, dan akan gagal. Sebaliknya, klas buruh merupakan mencapai hasil yang fundamental, dan akan gagal. Sebaliknya, klas buruh merupakan se

senjnjatata a mamateteririil il babagi gi fifilslsafafat at )). . ##aanpnpa a klklas as burburuh, uh, fifilslsafafat at ))  titidadak k akakanan mempunyai kekuatan dan tidak akan ada artinya sebagai ilmu social. Sebab, hanya klas mempunyai kekuatan dan tidak akan ada artinya sebagai ilmu social. Sebab, hanya klas  buruh yang mampu dan konsek"en melaksanakan ajaran ).

(5)

e. Peti"a %erfilsafat MDH

Filsafat ) adalah filsafat yang benar. Karena itu berfisafat ) penting. )engan  berfilsafat ), orang akan memiliki ilmu berfikir, pandangan dan metode berfikir yang  benar. )engan itu berarti mempunyai pedoman yang tepat untuk mengambil sikap dan  bertindak yang tepat dalam menghadapi gejala-gejala dan memecahkan problem- problemnya yang timbul didalam alam dan masyarakat.

)engan begitu, orang yang berfilsafat ) akan memiliki pandangan yang jauh ke depan dan reolusioner. !uga akan mempunyai sikap yang teguh dan konsekuen, tidak  mudah digoyahkan dan diombang-ambingkan oleh keadaan atau oleh gejala-gejala yang dihadapi.

f. 4ara ela/ar erfilsafat MDH

Filsafat ) adalah suatu ilmu dan merupakan senjata perjuangan reolusioner klas  buruh atau klas yang tertindas dan terhisap. Karena itu belajar filsafat ) harus secara

ilmiah dan ber"atak klas buruh, yaitu:

- )engan pendirian klas proletar dan mela"an ideology klas non-proletar yang ada didalam diri sendiri.

- Secara ilmiah dan melaksanakannya didalm praktek.

- enarik pengalaman dari pelaksanaan praktek dan menyimpulkan hasil praktek itu.

- enangkap pengertian dan menggenggam semangat reolusionernya serta selalu menuntut perubahan dengan membangun yang baru dan lebih maju.

''. $#1'$0'S )'$0K#'K 

1. Moois'e !a D#alis'e

onoisme adalah suatu system pandangan filsafat yang bertitik-tolak dari suatu dasar   pandangan, yaitu dari materi atau dari ide.

)ualisme adalah suatu system pandangan filsafat yang bertitik-tolak dari dasar yang  bertentangan, tapi system pandangannya itu sama, yaitu monoisme. !adi system pandangan filsafat materialisme dan idealisme adalah sama monois. $rtinya, pandangannya sama-sama bertitik-tolak dari hanya satu dasar, yaitu dari dasar materi atau dari dasar ide. (edanya, system pandangan monoisme filsafat materialisme bertitik-tolak dari dasar materi. Sebaliknya, system pandangan monoisme filsafat idealisme bertitik-tolak dari dasar ide.

$dapun system pandangan filsafat dualisme bertitik-tolak dari dua dasar, yaitu dari dasar  materi dan ide sekaligus

(6)

5. Materialis'e& I!ealis'e& D#alis'e

a. aterialisme:

aterialisme adalah satu aliran filsafat yang pandangannya bertitik-tolak dari materi. aterialisme memandang materi itu primer, sedang ide sekunder. ateri timbul atau ada lebih dulu, baru kemudian ide.

&andangan materialisme itu berdasarkan atas kenyataan menurut proses "aktu dan 3at: - enurut proses "aktu:

0ama sebelum manusa yang bisa mempunyai ide itu ada atau lahir didunia, dunia dan alam atau materi ini sudah ada lebih dahulu.

- enurut proses 3at:

anusia ini tidak bisa berfikir atau tidak bisa mempunyai ide tanpa ada atau tanpa mempunyai otak. )an otak itu adalah suatu materi. tak itu adalah materi, tapi materi atau benda yang berfikir. tak atau materi ini yang lebih dulu ada, baru kemudian bisa timbul ide atau fikiran pada kepala manusia.

%. I!ealis'e

'dealisme adalah suatu aliran filsafat yang pandangannya bertitik-tolak dari ide. 'dealisme memandang ide itu primer, sedang materi sekunder. 'de itu timbul atau lebih dulu, baru kemudian materi. Segala sesuatu yang ada ini timbul sebagai hasil yang diciptakan oleh ide atau pikiran karena ide atau pikiran itu timbul lebih dulu, baru kemudian sesuatu itu ada.

#erhadap adanya pandangan idealisme yang demikian itu, 0enin dengan tajam mengkritik  idealisme sebagai filsafat tanpa otak.

c. )ualisme

)ualisme adalah satu aliran filsafat yang pandangannya bertitik-tolak dari materi dan ide sekaligus. )ualisme memandang bah"a materi dan ide sama-sama primer. #idak ada yang sekunder. Kedua-duanya timbul dan ada bersamaan. ateri itu ada karena ada ide atau  pikiran. !uga sebaliknya, ide atau pikiran itu ada karena ada materi.

#api pada hakekatnya, pandangan dualisme yang demikian itu juga idealis karena  pandangannya seperti itu tidak lain hanya pada ide, dan tidak ada dalam kenyataan.

)engan begitu filsafat materialisme adalah filsafat yang obyektif karena pandangannya  bertitik-tolak dari materi atau dari kenyataan obyektif. Sebaliknya, filsafat idealisme adalah filsafat yang subyektif karena pandangannya berititik-tolak dari ide atau dari  pikiran.

(7)

+. Alira Materialis'e !a I!ealis'e

a. $liran aterialisme

Filsafat materialisme mempunyai banyak macam aliran. )ari banyak macam aliran materialisme itu terdapat tiga aliran yang besar dan pokok, yaitu materialisme mekanik, materialisme metafisik, dan materialisme dialektik. Ketiga aliran filsafat materialisme itu mempunyai perbedaan-perbedaan antara yang satu dengan yang lain, dan bahkan juga terdapat saling pertentangannya.

- aterialisme ekanik  

aterialisme mekanik adalah suatu aliran filsafat yang pandangannya materialis, sedang metodenya mekanis.

$jaran materialisme mekanik ialah bah"a materi itu selalu dalam suatu gerak dan  berubah. 4eraknya itu gerak mekanis. 4erak yang tetap begitu saja selamanya seperti

yang telah terjadi, gerak yang berulang-ulang seperti gerak mesin, tanpa  perkembangan atau peningkatan.

- aterialisme etafisik  

aterialisme metafisik adalah suatu aliran filsafat yang pandangannya materialis, sedang metodenya metafisis.

$jaran materialisme metafisik ialah bah"a materi itu selalu dalam keadaan diam, tetap, tidak berubah selamanya. #api seandainya materi itu berubah, maka perubahan itu terjadi karena factor luar atau karena kekuatan dari luar. 4erak materi itu gerak  etern, gerak luar. Selanjutnya materi itu dalam keadaan yang terpisah-pisah, tidak  mempunyai dan tidak ada saling hubungan antara yang satu dengan yang lain.

- aterialisme dialektik  

aterialisme dialektik adlah suatu aliran filsafat yang pandangannya materialis, sedang metodenya dialektis.

$jaran materialisme dialektik ialah bah"a materi itu selalu saling hubungan, saling mempengaruhi dan saling bergantung antara yang satu dengan yang lain. (ukannya saling terpisah-pisah atau berdiri sendiri-sendiri. ateri itu juga selalu dalam keadaan gerak, berubah dan berkembang. (ukannya selalu diam, tetap atau tidak berubah.

Selanjutnya, gerak materi itu gerak intern, gerak atau berubah karena factor  dalammnya atau karena kekuatan dari dalamnya sendiri. (ukannya gerak ekstern, yaitu gerak atau berubah karena factor luar atau karena kekuatan dari luar.

0alu gerak materi itu dialektis, yaitu gerak atau berubah menuju ketingnya yang lebih tinggi dan lebih maju seperti spiral. (ukannya gerak mekanis.

$dapun yang disebut 5diam6, itu hanya tampaknya atau hanya bentuknya. Sebab, hakekat dari gejala yang tampaknya atau bentuknya 5diam6 itu, isinya tetap gerak. !adi 5diam6 itu juga satu bentuk gerak.

(8)

 b. $liran 'dealisme

Filsafat idealisme mempunyai dua aliran, yaitu aliran idealisme obyektif dan aliran idealisme subyekif.

- 'dealisme byektif  

'dealisme obyektif adalah suatu aliran filsafat yang pandangannya idelais, dan idealismenya itu bertitik-tolak dari ide uniersal, ide diluar ide manusia.

enurut idealisme obyketif, segala sesuatu yang timbul dan terjadi, baik dalam alam maupun dalam masyarakat, adalah karena hasil atau karena diciptakan oleh ide uniersal.

- 'dealisme Subyektif  

'dealisme subyektif adalah suatu aliran filsafat yang pandangannya idealis, dan  pandangannya idealisme itu bertitik-tolak dari ide manusia atau idenya sendiri.

enurut idealisme subyektif, segala sesuatu yang timbul dan terjadi, baik dalam alam maupun dalam masyarakat, adalah karena hasil atau karena diciptakan oleh ide manusia atau oleh idenya sendiri.

,. Materi !a I!e

a. ateri

ateri mempunyai arti yang berbeda antara arti menurut pengertian filsafat dan arti menurut pengertian ilmu alam.

$rti materi menurut pengertian filsafat adalah luas, sedang menurut pengertian ilmu alam adalah terbatas.

)alam artian filsafat, materi adalah segala sesuatu yang ada secara obyektif, ada diluar  ide atau diluar kemauan manusia. ateri adalah segala sesuatu yang bisa disentu dan bisa ditangkap oleh indera manusia, serti bisa menimbulkan ide-ide tertentu.

$daun dalam artian ilmu alam, materi adalah segala sesuatu yang mempunyai susunan atau yang tersusun secara organis. 'tu berarti benda.

)engan begitu, pengertian filsafat tentang materi berarti sudah mencakup pengertian materi menurut ilmu alam,

ateri mempunyai peranan menentukan ide dan perkembangannya. ateri bisa menimbulkan ide atau mendorong timbulnya ide. Suatu ide timbul sesudah lebih dulu suatu materi timbul dan ditangkap oleh indera. $dalah jelas, bah"a materi yang bernama otak yang 5memproduksi6 ide.

ta itu suatu materi yang mempunyai italitet yang besar dalam hal timbulnya ide dan  perkembangannya. tak mempunyai daya tangkap, daya simpan, daya seleksi, daya

(9)

 b. 'de

'de adalah cermin dari materi atau merupakan bentuk lain dari materi.

#api ide itu tidak mesti sama persis seperti materi yang dicerminkan. 'de selalu berada diatas atau didepan materi. 'de bisa menjangkau jauh didepan materi. %alau begitu, ide tetap tidak bisa lepas dari materi.

ateri dan ide adalah dua bentuk yang lain dari gejala yang satu dan sama. ateri menentukan ide, sedang ide mempunyai pengaruh terhadap perkembangan materi. !adi ide juga mempunyai peranan aktif. #idak pasif seperti cermin biasa.

. 6era$  

4erak adalah suatu eksistensi dari adanya materi atau suatu pernyataan dari adanya materi. 'tu berarti bah"a sesuatu yang bergerak adalah selalu materi. #idak ada gerak tanpa materi, atau tidak ada gerak yang bukan materi. 'tu sama halnya bah"a tidak ada materi tanpa gerak. Segala sesuatu itu selalu gerak, berubah dan berkembang. #idak ada sesuatu yang tetap, kecuali gerak itu sendiri. $rtinya bah"a segala sesuatu itu tetap dalam keadaan gerak. (ah"a gerak itu tetap berlangsung terus selamanya bagi segala sesuatu.

4erak mempunyai dua bentuk yang utama, yaitu gerak mekanis dan gerak dialektik.

- 4erak ekanis.

4erak mekanis adalah gerak atau perubahan yang bersifat ulang-mengulangi, yang tetap dalam lingkungannya yang lama, dan tidak akan menuju atau mencapai perubahan yang  bersifat k"litatif, gerak yang begitu saja terus menerus, berulang,

ulang-mengulangi seperti geraknya sebuah mesin.

- 4erak )ialektis

4erak dialektis adalah gerakan atau perubahan yang bersifat meningkat, dari tingkatnya yang rendah menuju ke tingkatnya yang tinggi sampai mencapai k"alitet baru.

4erak atau perubahan dialektis dari tingkatnya yang rendah menuju ketingkatnya yang tinggi sampai k"alitet baru, itu tampaknya juga seperti mengulangi dalam bentuknya pada tingkatnya yang rendah. #api bentuk yang baru itu sudah dalam keadaan k"alitet yang lebih tinggi. !adi tidak mengulangi kembali seperti semula dalam bentuk pada tingkatnya yang lama.

$rah gerak atau perubahan dialektis adalah seperti spiral

- 5)iam6

5)iam6 itu juga merupakan satu bentuk gerak. Sifatnya sangat relatie atau sangat sementara sekali. $rtinya bentuk 5diam6 itu hanya bersifat sangat sementara karena didalam yang 5diam6 itu juga terdapat proses gerak dari kekuatan-kekuatan yang saling  berkontradiksi dan saling mendorong yang ketika itu sedang bertemu pada satu titik.

Kekuatan-kekuatan itu sama kuatnya sehingga salah satunya tidak ada yang bergeserkan dari titik bertemunya. Keadaan yang demikian itulah yang menampakkan gejala seolah-olah sesuatu itu dalam keadaan 5diam6.

(10)

#api keadaan 5diam6 itu sangat relatie atau sangat sementara karena kedua kekuatan yang saling berkontradiksi dan saling mendorong itu pada saat dan akhirny apasti akan segera ada yang terdesak dan tergeser dari tempatnya. &ada saat terjadinya pergeseran itu akan tampak dengan nyata gejala gerak atau perubahan.

Kecuali itu, keadaan yang tampaknya 5diam6 juga bisa terjadi karena proses gerak atau  proses perubahan sesuatu belum sampai pada pengubahan k"alitet atau pengubahan  bentuknya yang lama, masih bersifat pada pengubahan k"antitet sehingga belum mampu

menunjukkan gejala-gejala perubahannya.

Keadaan yang demikian itu pula yang menampakkan gejala seolah-olah sesuatu itu dalam keadaan 5diam6, tapi yang sebenarnya didalam sesuatu yang tampaknya 5diam6 itu terus  berlangsung proses gerak atau proses perubahan. aka dalam "aktu yang sangat relatie atau sangat sementara bila proses gerak atau proses perubahan itu sudah sampai pada  pengubahan k"alitet, gejala gerak atau perubahan sesuatu akan tampapk dengan jelas.

4erak atau perubahan itu terjadi karena factor intern atau karena adanya kekuatan-kekuatan yang mendorong didalamnya, didalam materi itu sendiri.

4erak materi adalah gerak intern. Factor atau kekuatan intern dari materi itu sendiri yang menentukan gerak atau perubanannya. Sedang factor luar atau kekuatan-kekuatan yang mendorong dari luar adalah factor atau kekuatan-kekuatan yang mempunyai pengaruh terhadap keadaan intern sesuatu materi. #api bagaimana juga peranan pengaruh factor atau kekuatan luar itu, pada akhirnya yang paling menentukan adalah factor intern materi itu sendiri.

0. Materi& R#a" !a -a$t#

ateri, ruang dan "aktu, merupakan hal yang selalu saling hubungan, dan tidak terpisahkan. ateri selalu berada didalam ruang dan berkembang menurut "aktu. #idak ada materi tanpa ruang atau berada di luar ruang. !uga tidak ada materi berkembang tanpa "aktu.

ateri didalam ruang, menyebabkan materi bisa mempunyai saling hubungan antara yang satu dengan yang lain. Sedang materi didalam "aktu, membuat materi itu bisa berkembang. 1uang adalah sesuatu yang mempunyai luas dan isi materi. #idak ada ruang yang kosong tanpa materi. 1uang mempunyai hubungan antara yang satu dengan yang lain. Sifat hubungannya itu hori3ontal atau mendatar. Karena itu ruang bisa dicapai secara berulang lebih dari satu kali. 1uang menempatkan materi yang ada didalamnya untuk berkembang sesuai dengan luas ruang itu.

%aktu adalah detik-detik yang terus menerus bersambung tanpa berhentinya. )etik-detik  yang terus menerus bersambung itu, hubungannya bersifat ertical atau bersusun. Karena itu detik-detik atau "aktu tidak bisa dicapai secara berulang lebih dari satu kali. Sebab, "aktu terus berjalan maju, terus berlalu tanpa berhenti dan tanpa kembali pada detik-detik yang telah le"at. aka "aktu menempatkan materi untuk berkembang mengikuti jalannya "aktu

(11)

yang terus maju. %aktu terus menerus mendorong materi berkembang maju secara histories,  bersusun, tingkat demi tingkat, fase demi fase, dalam proses yang terus berlangsung.

)emikian materi, ruang dan "aktu mempunyai saling hubungan yang erat dan konden, yang sama sekali tidak terpisahkan antara yang satu dengan yang lain. ateri berada dan  berkembang dalam ruang dan "aktu. ateri berkembang dalam ukuran luas ruang dan maju

menurut tingkatan "aktu.

2. Sali" H#%#"a

Saling hubungan ini dalam arti saling hubungan yang konkrit dan mempunyai saling  pengaruh antara materi yang satu dengan yang lain. ubungan yang "ajar. (ukanlah

hubungan yang abstrak dan diada-adakan atau direka-reka.

Saling hubungan yang demikian itu ada empat macam, yaitu saling hubungan organic, saling hubungan menentukan, saling hubungan pokok, serta saling hubungan keharusan dan kebetulan.

a. Saling hubungan organic.

Saling hubungan organic adalah saling hubungan yang mempunyai pengaruh antara satu dengan yang lain. Saling hubungan dalam rangka kesatuan organic. Saling hubungan yang tersusun dan saling terkait.

 b. Saling hubungan menentukan

Saling hubungan menentukan adalah saling hubungan yang hakiki, yang menentukan adanya sesuatu, atau saling hubungan hakekat dari adanya sesuatu dan yang juga merupakan hakekat sesuatu itu sendiri.

c. Saling hubungan pokok  

Saling hubungan pokok adalah saling hubungan yang menjadi poros dan mempimpin semua saling hubungan lain, atau saling hubungan yang paling mempengaruhi  perkembangan sesuatu yang mengandungnya.

d. Saling hubungan keharusan dan kebetulan

Saling hubungan keharusan adalah saling hubungan yang pasti dan harus terjadi atau harus ada, atau saling hubungan yang tidak bisa ditiadakan dan tidak bisa dihindari.

$dapun saling hubungan kebetulan adalah saling hubungan yang tidak tentu terjadi didalam saling hubungan organis. #api bila saling hubungan itu terjadi, akan mempunyai  pengaruh terhadap saling hubungan yang organis itu.

III. DIALEKTIKA MATERIALIS

'nti dari masalah dialektika adalah masalah saling hubungan dari segala sesuatu, serta masalah gerak atau masalah erubahan dan perkembangan segala sesuatu itu. )alam masalah gerak, dialektika materialis mempersoalkan dan mempunyai tiga a3as gerak, yaitu: kontradiksi,  perubahan kuantitatif ke kualitatif, dan negasi dari negasi.

(12)

1. Kotra!i$si

a. $rti dan &eranan Kontradiski

Kontradiksi adalah pertentangan atau perbedaan. Kontradiksi ini merupakan sebab dari gerak atau perubahan segala sesuatu.

 b. Sifat Kontradiksi

Kontradiksi mempunyai sifat umum dan khusus, atau mempunyai sifat keumuman dan kekhususan:

- Keumuman Kontradiksi

Kontradiksi itu ada dimana-mana dan dalam seluruh "aktu. #erdapat disegala sesuatu, dimanapun dan kapanpun. Segala sesuatu itu dimanapun dan kapanpun selalu dan  pasti mengandung kontradiksi.

Kontradiksi itu terjadi dan berlangsung terus menerus melalui proses a"al dan akhir. $rtinya, kontradiksi itu pasti mempunyai a"al dan juga akhir. $da a"al kontradiksi dan ada akhir kontradiksi. )an sesudah sesuatu kontradiksi itu berakhir, pasti disusul atau pasti timbul lagi kontradiksi baru yang juga mempunyai a"al dan kemudian juga akan berakhir pula.

(egitu terus menerus, kontradiksi itu tidak akan ada putus-putusnya. (erakhir yang satu, bera"al yang baru. Selesai yang satu, timbul yang baru.

- Kekhususan Kontradiksi

Kontradiksi itu berbeda-beda menurut adanya didalam sesuatu hal yang berbeda-beda  pula. $rtinya, karena hal yang satu berbeda dengan hal yang lain, maka kontradiksi

yang ada atau yang dikandung didalam hal yang berbeda itu, juga berbeda.

Kontradiksi itu ridak hanya berbeda menurut halnya yang berbeda, tapi juga berbeda menurut tingkat-tingkat perkembangan yang berbeda didalam satu hal itu. $rtinya, karena tingkat-tingkat perkembangan didalam satu hal itu berbeda-beda, maka kontradisksi yang berlangsung pada satu tingkat perkembangan tertentu, juga berbeda dengan kontradiksi pada tingkat perkembangan yang lain.

c. acam Kontradiksi

Kontradiksi yanga da didalam sesuatu itu tidak hanya satu, tapi lebih dari satu atau  banyak. )an kontradiksi yang banyak itu tidak semua sama kedudukannya. !uga tidak 

semua sama perananya, sifatnya dan "ataknya.

$da tiga macam kontradiksi: yaitu kontradiksi pokok dan tidak pokok, kontradiksi dasar  dan tidak dasar, kontradiksi antaginis dan tidak antagonis.

- Kontradiksi &okok  

Kontradiksi pokok adalah kontradiksi yang menjadi poros, yang memimpin dan menentukan adanya kontradiksi-kontradiksi yang lain yang tidak pokok. Kontradiksi  pokok itu didalam pengurusan dan penyelesaiannya harus diutamakan.

(13)

$dapun kontradiksi tidak pokok adalah kontradiksi yang adanya ditentukan oleh kontradiksi pokok, perkembangannya dipimpin dan tunduk kepada kontradiksi pokok  itu.

- Kontradiksi )asar  

Kontradiksi dasar adalah kontradiksi yang kepentingannya sama sekali bertentangan antara yang satu dengan yang lein dan tidak bisa dikompormikan. Kontradiksi dasar   juga kontradiksi yang menentukan adanya sesatu dan menentukan bentuk dari sesuatu

itu.

- Kontradiksi $ntagonis

Kontradiksi antagonis mempunyai dua pengertian, yaitu anagonis dalam artian "ataknya dan antagonis dalam artian bentuknya.

Kontradiksi anatgonis dalam artian "ataknya atau kontradiksi yang ber"atak  antagonis adalah dalam kontradiksi yang kepentingannya sama sekali bertentangan antara yang satu dengan yang lain dan tidak bisa dikompromikan serta mengandung saling menghancurkan dengan unsure-unsur kekerasan dalam penyelesaiannya.

Kontradiksi dalam artian bentuknya, atau kontradiksi yang berbentuk antagonis adalah kontradiksi yang penyelesaiannya mengambil bentuk kekerasan, "alau "atak  kontradiksinya sendiri tidak antagonis.

Ketiga macam kontradiksi itu mempunyai saling hubungan, "alau tidak tentu satu kontradiksi mengandung ketiga macam kontradiksi itu sekaligus. $rtinya, kontradiksi  pokok tidak tentu kontradiksi dasar, dan juga tidak tentu kontradiksi yang ber"atak 

antagonis. #api kontradiksi dasar salah satu tentu menduduki dan menjadi kontradiksi  pokok. Kontradiksi dasar itu sendiri tidak tentu kontradiksi antagonis, baik antagonis

dalam artian "atak maupun antagonis dalam artian bentuknya. Sedang kontradiksi yang antagonis dalam artian "ataknya yang antagonis, tentu mengandung kontradiksi dasar. )an kontradiksi yang ber"atak antagonis itu tentu menduduki serta menjadi sebagai kontradiksi pokok.

d. Segi-segi Kontradiksi

Setiap kontradiksi didalam sesuatu hal, tentu mengandung segi-segi yang berkontradiksi, atau didalam setiap hal tentu mengandung segi-segi yang berkontradiksi.

akekat dari hokum kontradiksi adalah hokum persatuan dan perjuangan dari segi-segi yang bertentangan, dan hakekat dari studi tentang dialektika adalah studi tentang hubungan kontradiksi itu.

Segi-segi yang berkontradiksi selalu mempunyai kedudukan dan peranan yang berbeda antara yang satu dengan yang lain sebagai berikut:

- Segi &okok dan #idak &okok  

Segi pokok adalah segi yang memimpin segi yang lain yang tidak pokok. Segi tidak   pokok tunduk kepada segi pokok.

(14)

Segi pokok merupakan segi yang menuntut soalnya segera diselesaikan atau dipenuhi, dan merupakan segi yang memba"a arah jalannya segi yang lain yang tidak pokok.

- Segi yang berdominasi dan segi tidak dominasi

Segi berdominasi adalah segi yang menentukan k"alitet sesuatu. )idalam masyarakat, segi yang bedominasi berarti segi yang berkuasa, dan juga berarti segi yang mennetukan k"alitet masyarakat itu.

Sedang segi yang tidak berdominasi adalah segi yang tidak menentukan k"alitet. )idalam masyarakat, segi yang tidak berdominasi berarti segi yang tidak berkuasa atau segi yang dikuasai.

- Segi ari-depan dan segi tidak hari depan

Segi berhari-depan adalah segi yang akan atau yang sedang berkembang, segi yang masih akan terus ada atau akan terus hidup didalam perubahan atau didalam tingkat  perkembangan k"alitet yang baru dan kelanjutannya.

Sedang segi tidak berhari-depan adalah segi yang akan layu atau sedang melyu, segi yang adanya atau hidupnya hanya terbatas didalam k"alitet yang lama dan tidak akan ada lagi didalam perubahan atau didalam tingkat perkembangan k"alitet yang baru atau k"alitet kelanjutannya.

- Segi berhegemoni dan segi tidak berhegemoni

Segi berhegemoni adalah segi didalam gejala social atau didalam masyarakat. Segi  berhegemoni hanya didalam kategori reolusi. )alam hal reolusi itu, segi  berhegemoni adalah segi yang memimpin, segi yang memba"a dan menentukan arah  perkembangan reolusi.

Segi berhegemoni mempunyai syarat dan menampakkan cirri-cirinya, yaitu:

• empunyai program perjuangan klas yang diterima oleh seluruh nasion atau

diterima secara nasional.

• enjadi teladan dalam melaksanakan program perjuangan klasnya yang sudah

diterima secara nasional oleh seluruh nasion itu.

• empunyai kekuatan yang cukup untuk melaksanakan kepemimpinannya. • ampu menggalang persatuan dan kekuatan nasional.

Keempat macam kedudukan dan peranan segi-segi yang berkontradiksi itu terdapat saling hubungan. #api tidak berarti satu segi kontradiksi tentu menempati atau mempunyai empat kedudukan dan peranan itu sekaligus. Sebagaimana halnya segi pokok tidak tentu sekaligus sebagai segi yang berdominasi ataupun segi yang berhari-depan. )idalam kategori reolusi atau didalam gejala social. Segi pokok pada hakekatnya adalah segi yang  berhegemoni.

(15)

Segi berdominasi tidak tentu segi pokok dan juga tidak tentu segi berhari-depan. )idalam kategori reolusi atau didalam gejala social, segi berdominasi tidak tentu segi  berhegemoni.

Segi berhari depan tidak tentu segi pokok, dan juga tidak tentu segi berdominasi. )idalam kategori reolusi atau didalam gejala social, segi berhari depan tidak tentu segi  berhegemoni. #api segi berhari depan itu pada tingkat menjelang perubahan k"alitet lama ke k"alitet baru, pasti menduduki atau menjadi segi pokok. )idalam kategori reolusi atau didalam gejala social, segi berhari depan itu pada tingkat menjelang kemenangan reolusi dalam proses perubahan masyarakat lama ke masyarakat baru, pasti menduduki atau menjadi sebagai segi berhegemoni. Kemudian dalam k"alitet baru, pasti menduduki atau menjadi segi berdominasi. )an didalam kategori reolusi atau didalam gejala social, segi berhari depan, didalam masyarakat baru pasti menduduki atau menjadi segi berkuasa. Segi berhegemoni pasti segi pokok. #api segi berhegemoni tidak tentu segi berhari depan, dan juga tidak tentu segi berdominasi atau segi berkuasa. anya pada tingkat menjelang kepastian kemenangan reolusi, dalam tahap proses perubahan masyarakat lama ke masyarakat baru, segi yang berhegemoni pasti segi yang berhari depan. )an didalam k"alitet masyarakat yang baru, segi berhegemoni pasti juga sebagai segi berdominasi atau segi berkuasa.

e. ukum utasi

okum mutasi atau hokum perpindahan adalah suatu hokum yang berlaku didalam proses kontradiksi. $rtinya, kedudukan dan peranan satu kontradiksi atau segi kontradiksi bisa  bermutasi. Kontradiksi pokok bisa berubah menjadi kontradiksi tidak pokok. Sebaliknya,

kontradiksi tidak pokok bisa berubah menjadi kontradiksi pokok. Kontradiksi berbentuk  antagonis bisa berubah menjadi konterdiksi tidak berbentuk antagonis. Sebaliknya, kontradiksi tidak berbentuk antagonis bisa berubah menjadi kontradiksi berbentuk  antagonis.

#api hokum mutasi itu tidak berlangsung pada kontradiksi dasar dan pada kontradiksi yang ber"atak antagonis. $rtinya, kontradiksi dasar dan kontradiksi yang ber"atak  antagonis akan tetap, tidak akan berubah. Kontradiksi dasar akan tetap sebagai kontradiksi dasar dan tidak akan berubah menjadi kontradiksi tidak dasar. Sebaliknya, kontradiksi tidak dasar juga akan tetap, tidak berubah menjadi sebagai kontradiksi dasar. Selanjutnya kontradiksi yang ber"atak antagonis akan tetap, tidaka akan berubah menjadi kontradiksi yang tidak ber"atak antagonis. (egitu sebaliknya, kontradiksi yang tidak ber"atak  antagonis juga akan tetap, tidak akan berubah menjadi kontradiksi ber"atak antagonis. Kedua kontradiksi itu, yaitu kontradiksi dasar dan kontradiksi ber"atak antagonis yang akan tetap pada kedudukannya, tidak akan berubah, dalam proses perkembangan akhirnya tentu akan hancur salah satu. Kehancuran itu terjadi pada menjelang dan menyebabkan

(16)

 berubahnya suatu k"alitet atau masyarakat, serta berarti timbulnya k"alitet baru atau lahirnya masyarakat baru.

okum mutasi itu juga berjalan pada segi-segi yang berkontradiksi, yaitu segi pokok bisa  berubah menjadi segi tidak pokok. Sebaliknya, segi tidak pokok bisa berubah menjadi

segi pokok. Segi berdominasi bisa berubah menjadi segi tidak berdominasi. Sebaliknya, segi tidak berdominasi bisa berubah menjadi segi berdominasi. )idalam masyarakat, segi  berkuasa bisa berubah menjadi segi tidak berkuasa. Sebaliknya, segi tidak berkuasa bisa  berubah menjadi segi tidak berkuasa. Sebaliknya, segi tidak berkuasa bisa berubah menjadi segi berkuasa. Segi berhegemoni bisa berubah menjadi segi tidak berhegemoni. Sebaliknya segi tidak berhegemoni bisa berubah menjadi segi berhegemoni.

#api hokum mutasi itu tidak akan berlangsung pada segi berhari depan. Segi berhari depan akan tetap sebagai segi berhari depan, tidak akan bermutasi atau tidak akan berubah menjadi segi tidak berhari depan selama dalam periode k"alitet lama atau dalam periode masyarakat lama. %alau mungkin, sesudah dalam k"alitet baru atau dalam masyarakat  baru, segi berhari depan dari k"alitet lama atua dari masyarakat lama itu bisa bermutasi atau berubah menjadi segi tidak berhari depan. #api mutasi atau perubahan itu baru terjadi sesudah dalam k"alitet baru atau dalam masyarakat baru. )an tidak akan terjadi selama dalam satu periode k"alitet lama atau masyarakat lama.

5. Per#%aa K7atitatif $e K7alitatif   a. $rti K"alitet dan K"antitet

K"antitet adalah jumlah. !umlah dalam arti yang luas, meliputi bilangan, susunan, saling hubungan dan komposisi. K"antitet menentukan k"alitet sesuatu.

K"alitet adalah hakekat sesuatu, yang membedakan sesuatu itu dari yang lain.  b. &erubahan k"antitet dan perubahan k"alitet

&erubahan k"antitet adalah perubahan yang masih dalam k"alitet lama atau masih dalam  bentuknya yang lama, perubahan yang bersifat k"antitatif, perubahan eolusioner yang menyiapkan dan menuju kearah perubahan k"alitet. &erubahan demikian, berarti belum  perubahan k"alitatif.

&erubahan k"antitet itu akan mencapai perubahan k"alitet hanya sesudah mencapai titik   batas tertentu, yaitu titik batas tertinggi atau terendah, atau batas maksimum dari syarat  bagi berubahnya suatu k"alitet.

&erubahan k"antitet semata-mata yang tidak sampai mencapai titik batas, tidak akan merubah k"antitet lama dan kurang ada artinya bagi suatu perkembangan.

$dapun perubahan k"antitet adalah perubahan yang mengakhiri perubahan k"antitet dan menghancurkan k"antitet lama.

&erubahan k"antitet itu merupakan dan melalui proses loncatan dari k"alitet ke k"alitet  baru. &erubahan k"alitet itu tentu melalui proses perubahan k"antitet. #anpa adanya

(17)

 perubanan k"antitet lebih dulu, tidak akan ada dan tidak akan terjadi perubahan k"alitet. Selanjutnya, k"antitet baru yang mengakhiri perubahan-perubahan k"antitet lama itu, menimbulkan lagi k"antitet-k"antitet baru. )an perubahan-perubahan k"antitet baru itu  juga menyiapkan lagi perubahan k"antitet baru. )emikian seterusnya.

&erubahan k"antitet ke perubahan k"antitet itu merupakan suatu proses dari gerak atau  perubahan dan perkembangan. $rtinya, setiap gerak atau setiap perubahan dan  perkembangan sesuatu tentu melalui proses perubanan k"antitatif ke perubahan

k"alitatif.

&erubahan k"alitet dan perubahan k"alitet selalu saling hubungan sangat erat yang tidak   bisa dipisah-pisahkan antara yang satu dengan yang lain. Kedua-duanya saling

jalin-menjalin.

+. Ne"asi $e Ne"asi

 7egasi berarti tiada atau meniadakan. 7egasi dari negasi berarti meniadakan yang meniadakan.

okum negasi dari negasi adalah hokum arah gerak atau arah perubahan dan perkembangan sesuatu. okum itu ialah, bah"a gerak atau perubahan dan perkembangan dari segala sesuatu, arahnya tentu menuju kebentuknya yang lama atau keasalnya semula, tapi dengan isi atau dengan k"alitetnya yang baru. Selama gerak atau percobaan dan perkembangan sesuatu itu  belum sampai mencapai bentuknya yang lama atau belum kembali keasalnya semula, maka  berarti gerak atau perubahan dan perkembangan itu masih dalam proses perjalanannya.

okum negasi dari negasi adalah hokum, bah"a gerak atau perubahan dan perkembangan segala sesuatu tentu akan menegasi yang menegasai atau akan meniadakan yang meniadakan. (ah"a yang menegasi tetnu akan dinegasi atau yang meniadakan tentu akan ditiadakan. Selama yang menegasi belum dinegasi atau yang meniadakan belum ditiadakan, maka berarti gerak atau perubahan dan perkembangan sesuatu itu masih belum selesai, belum berakhir, dan masih dalam proses perjalanan. 4erak atau perubahan dan perkembangan sesuatu itu baru akan selesai atau akan berakhir hanya apabila yang menegasi sudah dinegasi, atau yang meniadakan sudah ditiadakan. )engan begitu berarti gerak atau perubahan dan perkembangan itu sudah sampai kembali pada bentuknya yang lama atau pada asalnya semula.

#itik mula proses dari suatu gerak atau perubahan dan perkembangan dimuali dari bentuk dan isinya yang asal itu dinegasi atau ditiadakan oleh bentuk dan isi yang baru. )air dinegasi atau ditiadakannya bentuk dan isi yang asalh oleh bentuk dan isi yang baru, mulailah suatu proses gerak spiral yang menuju ke arah kembali kebentuk dan isinya yang asal. )an itu yang dinyatakan bah"a selama gerak atau perubahan dan perkembangan itu belum sampai kembali  pada bentuk dan isinya yang asal, maka berarti bah"a gerak atau perubahan dan  perkembangan itu masih belum berakhir, belum selesai, dan masih dalam perjalanannya.

(18)

 7egasi atau peniadaan bentuk dan isi yang asal oleh bentuk dan isi yang baru itu merupakan negasi atau peniadaan yang pertama dalam suatu proses gerak spiral. Kemudian bentuk dan isi yang baru, yang telah menegasi atau telah meniadakan bentuk dan isi yang asal itu, pada akhirnya tentu akan dinegasi atau ditiadakan juga oleh bentuk dan isi yang 5lama yang asal6 tapi dalam k"alitetnya yang baru dan tinggi serta maju. 7egasi atau peniadaan itu, yaitu negasi atau peniadaan oleh bentuk dan isi yang asal terhadap bentuk dan isi yang telah pernah menegasi atau meniadakannya itu, adalah merupakan negasi atau penindasan yang kedua dalam situasi proses gerak spiral.

(erlangsungnya suatu negasi atau penidaan yang pertama, kemudian diakhiri oleh negasi atau  peniadaan yang kedua, itu yang disebut sebagi hokum negasi dari negasi atau hokum meniadakan yang meniadakan. (erdasarkan hokum itu, maka yang menegasi tentu akan dinegasi atau yang meniadakan tentu akan ditiadakan, dan kembalilah greak atau perubahan dan perkembangan sesuatu kepada bentuk dan isinya yang lama atau yang asal, tapi dalam k"alitetnya yang baru, yang lebih tinggi dan lebih maju dari a"al-mulanya.

)emikian hokum arah gerak atau arah perubahan dan perkembangan secara spiral dari segala sesuatu.

I8. EPISTEMOLO6I MATERIALIS

pistemology adalah teori tentang pengetahuan, yaitu tentang asal dan lahirnya pengetahuan serta  peranan dan perkembangan pengetahuan.

1. Asal !a Laira Pe"eta#a a. $sal &engetahuan

&engetahuan adalah berasal dari praktek, baik praktek langsung maupun praktek tidak  langsung.

&raktek langsung ialah praktek atau pengalamannya sendiri. Sedang praktek tidak  langsung ialah praktek atau pengalaman orang lain.

&raktek langsung menimbulkan pengetahuan langsung. Sedang praktek tidak langsung, menimbulkan pengetahuan tidak langsung. )engan begitu, baik pengetahuna langsung maupun pengetahuna tidak langsung. Kedua-duanya berasal dari praktek.

)ari kedua pengetahuna itu, pengetahuan langsung lebih penting daripada pengetahuan tidak langsung. aka praktek atau pengalaman langsung juga lebih penting daripada  praktek atau pengalaman tidak langsung.

&engetahuan langsung itu bersifat terbatas karena praktek langsung atau pengalaman sendiri juga terbatas. Sebaliknya, pengetahuna tidak langsung bersifat luas karena praktek tidak langsung atau pengalaman orang lain juga luas.

(19)

 b. 0ahirnya &engetahuan

&engetahuan lahir melalui proses dua tingkat, yaitu tingkat sensasi dan tingkat rasio.

&engetahuan tingkat sensasi atau pengetahuan sensasionil adalah pengetahuan yang langsung ditangkap secara apa adanya dari praktek. &engetahuan sensasional itu bersifat k"antitatif dan sepotong-potong serta menyiapkan pengetahuan rasionil. Karena itu  pengetahuan sensasionil akan menjadi kurang ada gunanya bagi ilmu pengetahuan atau tidak bisa menjadi ilmu pengetahuan bila tidak ditingkatkan menjadi pengetahuan rasionli. &engetahuan sensasionil yang tidak ditingkatkan menjadi pengetahuna rasionil hanya akan menjadi sebagai pengetahuan biasa, pengetahuan tingkat rendah yang sederhana dan  bersifat k"antitatif 8Kennis9.

$dapun pengetahuan rasionil adalah pengetahuan hasil penangkapan, hasil penelitian dan  perenungan, serta merupakan penyimpulan dari pengetahuan sensasionil. )engan begitu,  pengetahuan rasionil adalah pengetahuan yang tidak langsung dari praktek, pengetahuan

tingkat kedua sebagai peningkatan dan kelanjutan dari pengetahuan sensasionil.

&engetahuan rasionil berisifat luas dan k"antitatif. 0engkap, tidak sepotong-potong. (ersifat kombinatif dan kongklusif dari sejumlah pengetahuan sensasionil yang sepotong- potong. &engetahuan rasionil merupakan perubahan k"anlitatif dari pengetahuna

sensasionil dan menjadi ilmu pengetahuan 8%etenschap9

#entang pengetahuan sensaionil dan pengetahuna rasionil itu ada pandangan yang etrim dan salah dari kaum sensasionil dan kaum rasionalis.

Kaum sensasionil memandang pengetahuan sensasionil itu sebagai pengetahuan yang obyektif dan benar karena pengetahuan sensasionil adalah pengetahun yang langsung  berasal dari praktek. )engan begitu, pandangan kaum sensasionalis adalah pandangan yang sepotong-potong. Kaum sensasionalis tidak memandang sifat-sifat yang sempit, terbatas dan sepotong-sepotong dari pengetahuan sensasionil. ereka seperti tidak  memandang bah"a segala sesuatu itu tidak hanya terdiri dari sepotong. Karena itu keobyektifan dan kebenaran sesuatu tidak bisa dippandang hanya dari sepotong itu. Sesuai dengan pandangan yang tidak obyektif dan tidak benar, atau diragukan keobyektifan dan kebenarannya karena pengetahuan rasionil adalah pengetahuan yang tidak berlangsung  berasal dari praktek. )an karena rasio itu bisa salah dalam menyimpulkan, maka  pengetahuan rasionil sebagai pengetahuan hasil penyimpulan itupun bisa salah.

Sebaliknya, kaum rasionalis memandang pengetahuan rasional sebagai pengatahuan yang obyektif dan benar karena pengetahuan rasional adalah pengetahuan yang menyeluruh dan lengkap. )alam hal ini kaum rasionalis tidak memandang bah"a pengetahuan rasional adalah pengetahuan yang berasal dari dan melalui proses pengetahuan sensasional. )an karena itu, bisa salah. Sebab, rasio memang bisa salah. aka pengetahuan rasional sebagai hasil penyimpulan rasio pun bisa salah. Sesuai dengan pandangannya itu, kaum rasionalis memandang pengetahuan sensasional sebagai pengetahuan yang rendah dan

(20)

remeh, tidak penting dan tidak berguna karena pengetahuan sensasionil adalah  pengetahuan yang sempit, sepotong-potong, dan tidak lengkap.

Kedua pandangan itu adalah pandangan yang etrim dan salah karena hanya mengagungkan yang satu dan meremehkan yang lain. $dapun pandangan yang obyektif  dan benar mengenai kedua pengetahuan itu ialah bah"a pengetahuan sensasional dan  pengetahuan rasional adalah dua tingkat pengetahuan yang secara dialektis tidak bisa dipisah-pisahkan dan tidak bisa direndahkan atau diremehkan. Kedua-duanya selalu saling  berhubungan sangat erat dan mempunyai peranan yang penting. &engetahunan sensasional

adalah bagian dari pengetahuan rasional dan menyiapkan lahirnya pengetahuan rasional itu. Sedang pengetahuan rasional tidak akan bisa lahir tanpa adanya dan tanpa melalui  proses pengetahuan sensasionil. &engetahuan sensasionil adalah pengetahuan yang

obyektif dan benar dalam artian baru sepotong. #api dalam artian yang menyeluruh bagi sesuatu, pengetahuan sensasionil menjadi belum lengkap. Karena itu pengetahuan sensasionil menjadi belum seppenuhnya obyektif dan belum sepenuhnya benar. Sebaliknya, pengetahuan rasional adalah pengetahuan yang menyeluruh dan lengkap. #api  juga bisa belum sepenuhnya obyektif dan belum sepenuhnya benar. Sebab, keobyketifan dan kebenarannya harus ditinjau dari keadaan praktek yang berlangsung, yang secara menyeluruh disilang-hubungkan dan simpulkan dari dan berdasarkan yang sepotong- potong. Sesuainya pengetahuan rasionil dengan praktek, baru bisa dinyatakan suatu  pengetahuan rasionil sebagai pengetahuan yang obyektif dan benar.

5. atas !a *er$e'%a"a serta *eraa *e"eta#a

a. atas Pe"eta#a

&engetahuan yang berasal dari praktek bersifat terbatas dan tidak terbatas sekaligus, sesuai dengan praktek itu sendiri.

&engetahuan manusia orang-seorang itu terbatas karena praktek dan pengalaman seseorang juga terbatas. #api pengetahuan manusia bersama tidak terbatas karena praktek  dan pengalaman manusia bersama juga tidak terbatas. &engetahuan manusia satu generasi terbatas karena praktek dan pengalaman manusia satu generasi juga terbatas. #api  pengetahuan manusia seluruh generasi tidak terbatas karena praktek dan pengalaman

manusia seluruh generasi juga tidak terbatas.

Ketidak-terbatasan pengetahuan manusia bersama dan manusia seluruh generasi terjadi melalui suatu proses akumulasi, yaitu pengumpulan dan penyatuan dari pengetahuan manusia orang-seorang atau manusia satu generasi yang terbatas. &engetahuan manusia orang seorang yang satu dengan yang lain terbatas, diakumulasi dan dikumpulkan dan disatukan menjadi pengetahuan manusia bersama yang tidak terbatas. (egitu juga  pengetahuan manusia satu generasi yang satu dengan yang lain terbatas, diakumulasi atau dikumpulkan dan disatukan menjadi pengetahuan seluruh generasi yang tidak terbatas.

(21)

$rtinya, pengetahuan manusia seseorang yang terbatas, ditambah-tambah dan disatukan dengan pengetahuan-pengetahuan manusia-manusia seseorang lainnya yang juga terbatas, menjadi pengetahuan manusia bersama yang tidak terbatas. (egitu juga pengetahuan manusia satu generasi yang terbatas, ditambah-tambah atau disambung-sambung dan disatukan dengan pengetahuan manusia satu generasi yang lain yang juga terbatas, menjadi pengetahuan manusia seluruh generasi yang tidak berbatas.

)engan begitu pengetahuan adalah terbatas pada manusia orang-seorang, tapi tidak  terbatas pada manusia bersama seluruhnya. #erbatas pada manusia satu generasi, tapi tidak terbatas pada manusia seluruh generasi. #erbatas pada satu "aktu, tapi tidak terbatas  pada seluruh "aktu.

aka semua yang ada secara obyektif, yang tidak bisa diketahui oleh manusia orang-seorang akan bisa diketahui oleh manusia orang-orang-seorang lainnya. $pa yang tidak bisa diketahui oleh manusia satu generasi akan bisa diketahui oleh manusia generasi lainnya. ang tidak bisa diketahui pada satu "aktu akan bisa diketahui pada satu "aktu lainnya. Karena itu semua yang ada secara obyektif pasti akan bisa diketahui. Soalnya adalah soal "aktu. !adi soalnya bukan tidak bisa diketahui, tapi belum bisa diketahui dan akan bisa diketahui sejalan dengan perkembangan praktek manusia orang-seorang dan praktek  manusia bersama serta sejalan dengan perkembangan praktek manusia satu generasi dan  praktek manusia seluruh generasi.

%. Per$e'%a"a Pe"eta#a

&engetahuan manusia tidak berhenti pada satu batas, tapi akan berkembang kebatas yang lain sejalan dengan praktek manusia yang juga tidak akan berhenti pada satu batas, tapi akan berkembang kebatas yang lain. &engetahuan dan praktek manusia berkembang dan akan selalu berkembang terus sesuai dan sejalan dengan gerak materi yang juga terus menerus tanpa berhenti.

&engetahuan manusia berkembang dan meluas. 'tu berlangsung dan terjadi dari  pengetahuan manusia orang-seorang dan manusia bersama sampai pengetahuan manusia satu generasi dan manusia seluruh generasi terkumpul dan tersambung dengan  pengetahuan manusia-manusia orang-seorang dan manusia generasi-generasi lainnya atau kelanjutannya. Semua pengetahuan itu dari pengetahuan yang satu ke pengetahuan yang lain yang terus-menerus bertambah, terus diakumulasi dan dikombinasi, disatukan dan saling hubungkan, diseleksi dan terus bersambung berkembang menuju dan menjadi  pengetahuan yang luas dan makin luas serta tinggi dan makin tinggi.

)engan begitu praktek pada pokoknya hanya terbagi dalam dua golongan atau dua macam, yaitu praktek alam atau praktek porduksi dan praktek social atau praktek reolusi. Semua dan berbagai macam praktek manusia tergolong dalam salah satu dari kedua macam praktek itu.

(22)

Karena itu pengetahuan atau teori yang lahir dari praktek pada pokoknya juga hanya terbagi dalam dua golongan atau hanya ada dua macam, yaitu pengetahuan atau teori tentang alam dan social, atau tentang produksi dan reolusi. !adi juga hanya ada dua macam ilmu, yaitu ilmu alam dan ilmu social atau ilmu produksi dan ilmu reolusi. (erbagai macam ilmu pada pokoknya termasuk kedalam salah satu golongan atau salah satu macam ilmu itu.

&raktek alam atau praktek produksi melahirkan ilmu alam dengan segala macam jenisnya. Sedang praktek social atau praktek reolusi melahirkan ilmu social dengan segala macam  jenisnya.

3. Peraa Pra$te$  

&raktek mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan ilmu dan manusia.

&raktek melahirkan pengetahuan atau ilmu, menguji dan mengembangkan kebenaran ilmu. &raktek membuat hidup manusia, membentuk "atak manusia dan meningkatkannya. &raktek yang terus-menerus, melahirkan pengalaman yang kesimpulannya menjadi teori. Kebenaran teori itu selanjutnya masih harus diuji didalam praktek. Kebenaran ditinjau dari seseuai atau tidaknya dengan praktek. Sesuainya teori itu dengan praktek, berarti teori itu benar. Sedang yang tidak sesuai dengan praktek, berarti teori itu salah.

.

&eninjauan atau pengujian kebenaran leori itu didalam praktek tidak hanya sekali. #api terus-menerus. Sebab dalam perkembangan praktek selanjutnya, teori yang sudah benar itu bisa menjadi selisih dan tidak sesuai lagi dengan praktek yang sudah berkembang. Keadaan demikian menuntut teori itu untuk menyesuaikan lagi dengan perkembangan praktek yang baru. )ari  perkembangan itu, teori juga menjadi berkembang sesuai dengan perkembangan praktek. (egitu terus-menerus, praktek melahirkan teori, menguji kebenaran teori, dan selanjutnya mengembangkan teori.

&raktek yang terus-menerus juga menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kelanjutan hidup manusia. )ari praktek yang terus-menerus itu juga terbentuk "atak manusia dan tuntutan untuk  kelanjutannya.

!. Pra$te$ 'e'%et#$ 7ata$ :

&raktek membuat hidup dan menjadi kehidupan manusia, membuat manusia menjadi biasa dalam hidup dan kehidupan itu, dan menimbulkan pada fikiran manusia tuntutan-tuntutan bagi kelanjutan dan perkembangannya. Kebiasaan dalam hidup dan dalam sayu kehidupan ilu dengan tuntutan-tuntutan bagi kelanjutan dan perkembangan dari kebiasaan hidup dan kehidupan itu, menjadi dan merupakan sualu "atak.

)emikian praktek membentuk "atak, cara hidup menentukan cara berfikir, kedudukan sosial menentukan kesedaran sosial, atau kedudukan klas menentukan kesedaran klas.

(23)

(egitu, bah"a keadaan menimbulkan dan menentukan fikiran, mater menimbulkan dan menentukan ide. aka setiap perubahan keadaan atau perubahan materi akan menimbulkan dan menentukan pula perubahan "atak, cara berfikir, kesedaran sosial atau kesedaran klas, ide atau fikiran.

+. Ke%eara :

a. Arti !a 'a3a' $e%eara :

Kebenaran adalah sesuainya ide dengan materi, atau sesuainya fikiran dengan keadaan. Kebenaran ada dua macam, yaitu kebenaran obyektif dan kebenaran subyektif.

9 Ke%eara o%e$tif :

Kebenaran obyektif adalah suatu kenyataan apa adanya dari suatu materi atau keadaan. 9 Ke%eara s#%e$tif :

Kebenaran subyektif adalah suatu pencerminan ide tentang materj atau pencerminan fikiran tentang keadaan.

%. S#'%er !a leta$ $e%eara :

Sumber kebenaran adalah kenyataan apa adanya dari materi atau keadaan. Kebenaran obyektif  dan kebenaran subyektif, kedua-duanya bersumber dari kenyataan itu.

$dapun letak kebenaran bagi kebenaran obyektif letaknya ada di 8kenyataan9 materi atau keadaan. Sedang kebenaran subyektif letaknya ada di 8pencerminan9 ide atau fikiran.

3. Sifat $e%eara

Kebenaran sesuatu mempunyai dua sifat, yaitu sifat absolut dan sifat relatif.

Ke%eara a%sol#t.

Kebenaran absolut adalah kebenaran yang lengkap dan menyeluruh dari sesu;tu materi atau keadaan yang dicerminkan sesuai dengan kenyataannya secara obyektif, lengkap dan menyeluruh menurut apa adanya.

Karena itu kebenaran absolut adalah juga kebenaran obyektif. 9 Ke%eara relatif.

Kebenaran relatif adalah kebenaran sementara atau kebenaran pada satu "aktu, dan akan berubah atau berkembang pada "aktu yang lain.

Kebenaran relatif juga kebenaran disatu tempat, dan bisa berubah ditempat lain.

Kebenaran relatife berarti pula kebenaran yang baru sepotong atau baru sebagian dari suatu materi atau keadaan yang lengkap dan menyeluruh yang dicerminkan.

Kebenaran relatif adalah juga kebenaran subyektif.

Kebenaran itu sendiri adalah relatif, bersifat sementara, dan akan selalu berubah atau  berkembang. Sebab, materi atau keadaan sebagai.sumber kebenaran juga selalu berubah atau  berkembang. )engan begitu berarti bah"a kebenaran obyektif ataupun kebenaran subyektif,

(24)

Kebenaran absolut dan kebenaran relatif adalah dua hal yang berhubungan sangat erat, tidak bisa dipisah-pisahkan. Kebenaran absolut, kebenaran yang lengkap dan menyeluruh, itu terjadi dan terdiri dari kebenaran-kebenaran relatif, kebenaran yang baru sepotong-sepotong atau baru sebagian. Sebaliknya, kebenaran relatif, kebenaran yang baru sepotong-sepotong atau baru sebagian itu, mengandung kebenaran absolut dan merupakan unsur atau bagian yang akan melahirkan suatu kebenaran absolut.

Kebenaran itu bersifat absolut karena kebenaran itu ada secara obyektif. )an kebenaran absolut itupun bersifat relatif karena kebenaran itu hanya bersifat sementara.

aka salah pendapat k.aum subyektiis yang mengatakan tidak ada kebenaran obyektif karena kebenaran bersifat relatif, bergantung pada ide yang mencerminkannya. #api juga salah pendapat kaum absolutis yang mengatakan tidak ada kebenaran subyektif atau tidak ada kebenaran ide karena kebenaran itu bersifat apa adanya. Karena itu kebenaran juga tidak bersifat relatif, tapi tetap.

!. Ke%eara #'#' !a $e%eara $#s#s :

<Kebenaran kecuali mempunyai sifal absolut dan relatif, juga mempunyai sifat umum dan khusus, yaitu sebagai kebenaran umum dan kebenaran khusus. Kebenaran umum adalah kebenaran sepanjang masa atau kebenaran yang letap selamanya. Kebenaran yang terdapat dan berlaku dimanapun dan kapanpun.

Kebenaran khusus adalah kebenaran menurut "aktu, tempat dan tingkatan. Kebenaran umum dan kebenaran khusus adalah dua hal yang berhubungan erat, tidak bisa dipisah-pisahkan. Kebenaran umum terjadi dari dan lerdapat secara kongkrit pada kebenaran khusus. $tau kebenaran umum itu ada dan terdapat pada kebenaran khusus. Kebenaran umum merupakan poros dari kebenaran-kebenaran khusus. Sebaliknya, kebenaran-kebenaran khusus mengandung kebenaran-kebenaran umum dan berpedoman  pada kebenaran umum itu.

$dalah salah pendapat kaum absolutis sebagaimana juga pendapat kaum dogmatis yang mengatakan tidak ada kebenaran khusus menurut "aktu, tempat dan tingkatan. Kebenaran ilu hanya satu dan uniersil. Kapanpun "aktunya, dimanapun tempatnya dan bagaimanapun tingkatannya, kebenaran adalah sama. Kebenaran berlaku pada semua "aktu, berlaku disemua tempat dan disemua tingkat.

#api juga salah pendapat kaum relatiis dan kaum reisionis yang mengatakan tidak ada kebenaran umum. Semua kebenaran adalah relalif menurut "aktu, tempat dan tingkatan. )an  berdasarkan pendapatnya yang salah itu kaum reisionis mereisi teori kebenaran umum filsafat

Referensi

Dokumen terkait