• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user BAB IV

KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN

1. Kondisi Geografis dan Batas-Batas Administrasi

Desa Pulutan merupakan salah satu Desa yang ada di Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunungkidul. Desa Pulutan memiliki luas wilayah sebesar 520.296 Ha. Topografi Desa Pulutan agak miring dengan permukaan lebih tinggi di sebelah timur. Secara administratif batas-batas wilayah Desa Pulutan adalah sebagai berikut :

a. Sebelah Utara : Berbatasan dengan Desa Logandeng b. Sebelah Timur : Berbatasan dengan Desa Siraman c. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Desa Pampang d. Sebelah Barat : Berbatasan dengan Desa Plembutan

Desa Pulutan terletak pada ketinggian 350 m dpl, dengan kisaran suhu udara rata- rata 320C. Banyaknya Curah hujan 898mm /thn, serta keadaan tanah di Desa Pulutan cukup subur sehingga cocok untuk tanaman padi. Dalam kenyataan di lapang sering terjadi perubahan curah hujan dan hari hujan yang sangat ekstrim tiap tahun. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pegunungan yang ada di sekitar Kecamatan Wonosari, yang berdampak terjadinya daerah bayangan hujan, sehingga dalam pertemuan SLPTT terkait topik tanam dan jarak tanam Penyuluh dan petani memerlukan ketelitian dalam menentukan kapan saat tanam, jenis tanaman, umur tanaman, jarak tanam sehingga usaha tani dapat berhasil.

2. Luas Daerah dan Tata Guna Lahan

Desa Pulutan memiliki luas wilayah 520.3 Ha, yang terdiri luas tanah sawah 120.5 Ha dan luas tanah kering 341.5 Ha. Tanah sawah terdiri dari irigasi teknis seluas 40 Ha, dan tadah hujan seluas 80.5 Ha. Sementara itu luas tanah untuk pekarangan/bangunan seluas 20.9 Ha, luas untuk tegalan /kebun seluas 132 Ha. Warga Desa Pulutan biasanya memanfaatkan tanah pekarangan untuk ditanami berbagai macam tanaman umbi-umbian. Selain itu juga dimanfaatkan untuk menanam tanaman buah musiman seperti

(2)

commit to user

mangga, jambu air, rambutan dan pisang serta ada juga yang memanfaatkan tanah pekarangannya untuk menanam tanaman obat seperti, jahe, dan kunyit laos temu. Secara rinci tata guna lahan di Desa Pulutan dapat dilihat pada tabel 3 :

Tabel 3 Luas Lahan Kering Menurut Penggunaannya di Desa Pulutan

No Lahan Luas (Ha) Prosentase (%)

1. 2. Pekarangan/bangunan Tegal/Ladang 209.5 132 61.34 % 38.65 % Jumlah Lahan Kering 341.5 100 % Sumber: Data Sekunder

Dari tabel 3, dapat dilihat bahwa penggunaan lahan kering paling luas adalah untuk pekarangan/bangunan yaitu seluas 209.5 Ha atau 61.34 % dan untuk tegal/ladang seluas 132 Ha atau 38.65 %. Jadi selain membudidayakan tanaman padi di Desa Pulutan juga mengelola usaha taninya melalui tanaman polowijo.

Tabel 4 Luas Sawah di Desa Pulutan

No Lahan Luas (Ha) Prosentase (%)

1. 2. Irigasi teknis Tadah hujan 40 80,5 33,19 % 66,8%

Jumlah lahan sawah 120,5 100 %

Sumber: Data Sekunder

Dari tabel 4 dapat diketahui bahwa luas lahan sawah sebesar 120,5 Ha. Luas sawah dengan irigasi tadah hujan yaitu seluas 80,5 Ha atau 66,8%, sedangkan sawah dengan irigasi teknis yaitu seluas 40 Ha atau 33,19 %.

Dengan melihat keadaan sawah di Desa Pulutan diketahui bahwa sudah banyak sawah yang beririgasi teknis sehingga dapat dikatakan petani-petani di Desa Pulutan beruntung karena perhatian pemerintah terhadap keadaan pertanian di Desa Pulutan cukup baik, sehingga hanya perlu pemeliharaan dan bagaimana petani memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan pemerintah dalam penggunaanya. Karena semakin banyak dan baikanya irigasi yang ada sangat mempengaruhi produktivitas hasil

(3)

commit to user

pertanian, jika terjadi kerusakan menyebabkan rusaknya tanaman pada sawah.

3. Keadaan Penduduk

1. Keadaan Penduduk Menurut Kelompok Umur

Penduduk menurut umur dapat digambarkan menurut jenjang yang berhubungan dengan kehidupan produktif manusia yaitu 0 – 14 tahun merupakan kelompok umur non-produktif, umur 15 – 64 tahun merupakan kelompok umur produktif, dan penduduk umur 64 tahun keatas adalah kelompok umur sudah tidak produktif (Mantra, 1995). Tabel 5 menunjukkan keadaan penduduk menurut umur di Desa Pulutan :

Tabel 5 Kelompok Penduduk Menurut Kelompok Umur di Desa Pulutan

No. Umur (th) Jumlah

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 0 – 3 4 – 6 7 – 12 13 – 14 15 – 19 20 – 26 27– 40 41 – 64 64- Keatas 229 476 248 239 514 588 803 720 337 Jumlah 4154

Sumber: Data Sekunder

Berdasarkan tabel 5 dapat diketahui bahwa jumlah penduduk yang berusia produktif di Desa Pulutan lebih besar daripada penduduk berusia tidak produktif. Dari sini dapat angka beban tanggungan (ABT) di Desa Pulutan adalah sebagai berikut :

ABT = Penduduk Usia Non Produktif Penduduk Usia Produktif = 1529

2625 = 58,25%

x 100 % x 100 %

(4)

commit to user

Dari analisis perhitungan ABT dapat diketahui bahwa dari 100 penduduk produktif menanggung 58 penduduk usia non produktif. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa dengan masih adanya angka beban tanggungan penduduk harus mampu memenuhi kebutuhannya sendiri maupun kebutuhan bagi usia non produktif yang menjadi tanggungan mereka, baik kebutuhan primer maupun kebutuhan yang lain.

2. Keadaan Penduduk Menurut Jenis Kelamin

Berdasarkan jenis kelamin penduduk dibedakan menjadi laki-laki dan perempuan. Komposisi penduduk menurut jenis kelamin dapat menunjukkan beberapa hal antara lain s. Sex ratio merupakan nilai perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan. Keadaan penduduk menurut jenis kelamin di Desa Pulutan dapat dilihat pada Tabel 6 :

Tabel 6 Keadaan Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Desa Pulutan No. Jenis Kelamin Jumlah Penduduk Prosentase (%)

1 Laki-laki 1953 47

2 Perempuan 2201 53

Jumlah 4154 100

Sumber: Data Sekunder

Dari Tabel 6 menunjukkan bahwa jumlah penduduk laki-laki di Desa Pulutan lebih sedikit dari penduduk perempuan. Dari data di atas dapat diketahui sex ratio yaitu sebesar 89%. Angka tersebut diperolah dari perbandingan jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan. Dari angka tersebut dapat diartikan bahwa setiap 100 penduduk perempuan terdapat 89 penduduk laki-laki.

3. Keadaan Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan di semua sektor. Dengan tingginya tingkat pendidikan di suatu wilayah mencerminkan seberapa berkembangnya wilayah tersebut, karena biasanya penduduk dengan tingkat pendidikan tinggi akan lebih mudah dalam menerima suatu inovasi dan perubahan. Penilaian mengenai

(5)

commit to user

pendidikan didasarkan atas prosentase jumlah penduduk yang telah tamat SD keatas jika berjumlah kurang dari 30% maka termasuk golongan tingkat rendah, jika berjumlah 30%-60% maka termasuk golongan tingkat sedang dan jika 60% keatas maka golongan tingkat tinggi (Sayogya, 1992). Desa Pulutan Kecamatan Wonosari menurut tingkat pendidikan yang ditempuh dapat dilihat pada tabel 7 :

Tabel 7 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Desa Pulutan

No Uraian Jumlah Prosentase (%)

1 2 3 4 5 Taman Kanak-Kanak Tamat SD / sederajat Tamat SLTP / sederajat Tamat SLTA / sederajat Perguruan Tinggi/Akademi 59 404 359 330 74 4,8 32,95 29,28 26,92 6,03 Jumlah 1226 100

Sumber: Data Sekunder

Tabel 7 menunjukan bahwa berdasarkan pendidikannya terbesar sudah menyelesaikan pendidikan dasar yaitu sebanyak 32,95%, kemudian jumlah berturut-turut tamat SLTP sebanyak 29,28 %, tamat SLTA sebanyak 26,92%, tamat perguruan tinggi/akademi sebanyak 6,03%. Dari tingkat pendidikan para petani di Desa Pulutan dalam menerima informasi dan inovasi lebih mudah karena para petani dapat membaca dan menulis sehingga pemandu SLPTT mudah untuk memberikan materi penyuluhan dalam kegiatan SLPTT.

4. Keadaan Penduduk Menurut Mata Pencaharian

Keadaan penduduk menurut mata pencaharian adalah jumlah penduduk pada suatu wilayah yang bekerja berdasarkan mata pencaharian tertentu. Keadaan penduduk di Desa Pulutan berdasarkan mata pencahariannya dapat dilihat pada Tabel 8 :

(6)

commit to user

Tabel 8 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Desa Pulutan No Mata pencaharian Jumlah Prosentase (%)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Petani Buruh Tani

Pengrajin Industri Kecil Buruh industri

Buruh Bangunan Buruh Pertambangan Pedagang

Angkutan/Jasa Pegawai Negeri Sipil TNI/ POLRI Peternak 1182 272 55 36 101 6 49 12 77 41 1515 35,32 8,13 1,64 1,1 3,01 0,2 1,46 0,35 2,3 1,22 41,27 Jumlah 3346 100

Sumber: Data Sekunder

Dari tabel 8 dapat diketahui bahwa sebagian besar penduduk di Desa Pulutan bermata pencaharian utama di sektor pertanian sebanyak 43,45%. Hal ini terlihat dari data yang diperoleh diketahui bahwa penduduk yang bermata pencaharian petani sebanyak 35,32% dan buruh tani sebanyak 8,13%. Hal ini didukung dengan kondisi alam Desa Pulutan yang mendukung untuk kegiatan pertanian. Dengan melihat kondisi tersebut dalam mengambil kebijakan pembangunan harus menitik beratkan sektor pertanian yang didukung sektor-sektor lainnya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah setempat.

4. Keadaan Pertanian dan Peternakan

Kondisi sektor pertanian merupakan sebagai salah satu indikator kemakmuran di suatu wilayah tertentu. Kemampuan tersebut tentunya harus didukung oleh tersedianya lahan pertanian yang potensial, teknologi yang mendukung, serta sumber daya manusia yang berkualitas. Luas areal panen dan produksi tanaman di Desa Pulutan dapat dilihat pada Tabel 9 di bawah ini:

(7)

commit to user

Tabel 9 Luas Tanam Menurut Komoditas Tanaman Pangan dan Polowijo di Desa Pulutan

No Komoditas Luas lahan (Ha)

Produsi Rata-rata (Ton/Ha) 1 2 3 4. 5. Padi Jagung Ubi Kayu Kacang tanah Kedelai 104 246 208 2,9 220 7,1 12 9,8 1 1 Sumber: Data Sekunder

Dari data pada tabel 9, dapat diketahui bahwa penggunaan lahan pertanian terbesar adalah untuk jagung, yang memiliki hasil rata-rata sebanyak 12 ton/Ha, ubi kayu rata-rata 9,8 ton/Ha kemudian padi 7,1 ton/Ha. Penduduk Kecamatan Wonosari mengusahakan kacang tanah dan ketela karena hasilnya dapat didiversifikasi menjadi ,makanan ringan, sehingga nilai jualnya tinggi dan mampu membantu perekonomian penduduk.

Tabel 10 Luas Tanam Menurut Komoditas Tanaman Sayur-Sayuran di Desa Pulutan

No Komoditas Luas lahan (Ha) Produksi (Kw) Produktivitas (Kw/Ha) 1 2 3 4. 5. 6. 7. 8. Sawi Cabe Tomat Terong Kacang panjang Bawang putih Bawang merah Mentimun 30 6 1 16 1 1 20 4 9000 300 1600 3200 300 50 2000 1200 300 50 1600 200 300 50 100 300 Sumber: Data Sekunder

Dari tabel 10 dapat diketahui bahwa wilayah Desa Pulutan selain cocok ditanami tanaman pangan juga cocok ditanami tanaman sayuran. Dari data diatas diketahui bahwa hasil produktivitas sayuran terbesar adalah tomat sebayak 1600 kemudian sawi, kacang panjang dan mentimun yaitu sebesar 300, terong sebesar 200, bawang merah sebesar 100, cabe dan bawang putih sebesar 50.

(8)

commit to user

Tabel 11 Luas Tanam Menurut Komoditas Tanaman Kehutanan di Desa Pulutan

No Komoditas Luas lahan (Ha)

Produksi (jumlah pohon) 1 2 3 Kayu Jati Kayu Mahoni Lain-lain (sengon, munggur) 16,5 5 14,5 6400 3200 12000 Sumber: Data Sekunder

Dari tabel 11 dapat diketahui bahwa wilayah Desa Pulutan berpotensi juga sebagai penghasil kayu, ini terbukti dari data yang diperoleh bahwa luas lahan untuk kayu jati seluas 16,5 Ha dengan produktivitas 6400 pohon, untuk kayu mahoni seluas 5 Ha dengan produktivitas 3200 pohon, dan untuk lain-lain meliputi kayu sengon dan munggur luas lahan seluas 14,5 Ha dengan produktivitas 12.000 pohon.

Desa Pulutan juga dikenal sebagai daerah peternakan karena hampir setiap kepala keluarga memiliki ternak berupa sapi, kambing, itik dan ayam. Data ternak di Desa Pulutan dapat dilihat pada tabel 12 :

Tabel 12 Jumlah Ternak Menurut Jenisnya di Desa Pulutan

No Jenis Ternak Jumlah

1 2 3 4 Sapi Kambing Ayam Itik 775 740 4499 170 Sumber: Data Sekunder

Dari tabel 12 dapat diketahui bahwa jumlah ternak terbesar yang dimiliki petani adalah ayam, baik ayam ras maupun ayam buras sebanyak 4499. Ternak jenis sapi lebih diminati penduduk di Desa Pulutan karena perawatannya mudah kotorannya dapat dimanfaatkan untuk pupuk kandang bagi pertaniannya hal tersbut menunnjang dalam Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu, yaitu sebanyak 775 kemudian kambing sebanyak 740 dan itik sebanyak 170.

(9)

commit to user 5. Kondisi Sosial Budaya

Kondisi sosial budaya adalah pengetahuan, kepercayaan dan kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh petani sebagai anggota masyarakat. Kondisi sosial budaya yang diteliti meliputi organisasi kemasyarakatan yang ada, tingkat interaksi dengan masyarakat luar dan kebiasaan yang masih ada.

a. Organisasi kemasyarakatan

Organisasi yaitu sekumpulan orang yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Organisasi yang terdapat di Desa Pulutan dapat dilihat pada tabel 13 :

Tabel 13 Organisasi Kemasyarakatan di Desa Pulutan

No Nama Organisasi Keanggotaan (Jumlah Anggota) 1 2 3 4 5 6 7 8 Dasa Wisma

Gugus Depan Pramuka Karang Taruna Kelompok Tani Majelis Taklim Majelis Gereja Remaja Masjid Remaja Gereja 46 Kelompok (495 orang) 3 satuan (234 orang) 1 satuan (34 orang) 11 Kelompok 12 Kelompok (441 orang) 2 Kelompok (156 orang) 13 Kelompok (333 orang ) 6 Kelompok (138 orang) Sumber : Data Sekunder

Dari tabel 13 dapat diketahui bahwa organisasi kemasyarakatan yang terdapat di Desa Pulutan antara lain yaitu Dasa Wisma sebanyak 46 kelompok dengan jumlah anggota 495 orang, Gugus Depan Pramuka sebanyak 3 satuan dengan jumlah anggota 234 orang, Karang Taruna sebanyak 1 satuan dengan jumlah anggota 34 orang, Kelompok Tani sebanyak 11 Kelompok, Majelis Taklim sebanyak 12 Kelompok dengan jumlah anggota 441 orang, Majelis Gereja sebanyak 2 Kelompok dengan jumlah anggota 156 orang, Remaja Masjid sebanyak 13 Kelompok dengan jumlah anggota 333 orang dan Remaja Gereja sebanyak 6 Kelompok dengan jumlah anggota 138 orang. Dengan adanya organisasi-organisasi tersebut antara warga saling berhubungan dengan baik sehingga dapat meningkatkan kerukunan, masyarakat bisa lebih berpartisipasi untuk mengikuti organisasi tersebut dan jika ada program baru dari pemerintah

(10)

commit to user

masyarakat tidak mengalami kesulitan untuk memperoleh informasi termasuk info mengenai kegiantan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu.

b. Tingkat Interaksi

Interaksi dengan masyarakat luar adalah intensitas responden bertemu dengan orang lain yang berasal dari daerah lain. Berdasarkan hasil penelitian, responden berinteraksi dengan masyarakat luar desanya terkait urusan-urusan sosial seperti mendatangi hajat pernikahan, takziah, menjenguk orang sakit. Adapun interaksi yang dilakukan anggota Kelompok Tani dengan masyarakat luar ketika ada pertemuan Gapoktan se-Kecamatan yang dijadwalkan kondisional ketika ada informasi penting dari pihak Dinas Pertanian/BPP terkait SLPTT. Interaksi responden dengan masyarakat satu desa tergolong sering hal ini ditunjukkan dengan seringnya bertemu dengan tetangga sekitar meskipun hanya berbincang-bincang atau ketika menghadiri pertemuan-pertemuan seperti Kelompok Tani, Majelis Taklim dan Majelis Gereja.

6. Keadaan Sarana Perekonomian

Sarana perekonomian yang ada di Desa Pulutan Kecamatan Wonosari dapat dilihat dari Tabel 14 :

Tabel 14 Sarana Perekonomian di Desa Pulutan

No Alat Transportasi Jumlah

1 2 3 4 5 6 Industri sedang Industri kecil

Industri Rumah Tangga Pasar umum Warung Kaki Lima 2 buah 11 buah 8 buah 1 buah 31 buah 25 buah Sumber : Data Sekunder

Dari tabel 14 dapat diketahui sarana perekonomian terbanyak yaitu warung sebanyak 31 buah, kaki lima 25 buah, industri kecil 11 buah, industri rumah tangga 8 buah, industri sedang 2 buah dan pasar umum 1

(11)

commit to user

buah dengan demikian para petni dalam menjual hasi panen mereka tidak kesulitan. Para petani tinggal memilih mau menjual kemana hasil dari panen mereka.

7. Keadaan Sarana Transportasi dan Komunikasi

Angkutan masyarakat merupakan faktor yang dapat membantu masyarakat dan memperlancar perkembangan suatu wilayah. Sarana tranportasi merupakan salah satu indikator modernisasi suatu wilayah. Dampak dari modernisasi diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Mantra, 1995).

Adapun Sarana transportasi yang terdapat di Desa Pulutan dapat dilihat pada tabel 15 :

Tabel 15 Sarana Transportasi di Desa Pulutan

No Alat Transportasi Jumlah

1 2 3 4 Sepeda Sepeda motor Mobil Truk 325 buah 686 buah 38 buah 1 buah Sumber : Data Sekunder

Dari tabel 15 dapat diketahui jumlah kepemilikan sepeda motor adalah yang terbanyak yaitu 686 buah, sepeda sebanyak 325 buah, mobil 38 buah, dan truk sebanyak 1 buah. Meskipun tidak ada angkutan umum seperti bus ataupun mikrolet, namun masyarakat Desa Pulutan tidak kesulitan untuk melakukan mobilisasi ke daerah lain sehingga dalam mengangkut hasil panen para petani tidak kesulitan. Angkutan yang biasa digunakan untuk umum adalah truk ataupun sepeda motor untuk ojek.

Adapun Sarana komunikasi yang ada di Desa Pulutan secara rinci dapat dilihat pada tabel 16 :

(12)

commit to user

Tabel 16 Sarana Komunikasi yang Ada di Desa Pulutan

No Alat Komunikasi Jumlah

1 2 3 4 5 6 Telepon umum Telepon rumah Radio Antena Parabola HP TV 2 buah 306 buah 649 buah 1 buah 657 buah 951 buah Sumber : Data Sekunder

Dari tabel 16 dapat diketahui bahwa alat komunikasi terbanyak adalah TV sebanyak 951 buah, HP sebanyak 657 buah, radio sebanyak 649 buah, telepon rumah sebanyak 306, telepon umum sebanyak 2 buah dan antena parabola sebanyak 1 buah. Banyaknya masyarakat Desa Pulutan yang sudah mempunyai Handphone,TV dan Radio memudahkan mereka untuk mengakses informasi dari dalam maupun luar mengenai Informasi Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu.

8. Lembaga Penyuluhan Lembaga Penyuluhan pertanian yang mendukung pelaksanaan

kegiatan SLPTT di Desa Pulutan Kecamatan Wonosari terletak di Desa Siraman berupa BPP yang berfungsi sebagai lembaga penyuluhan, pelatihan, pengujian untuk pemberdayaan SDM. Adapun wilayah kerja BPP Kecamatan Wonosari meliputi 14 Desa yaitu : Desa Wunung, Desa Mulo, Desa Wareng, Desa Karangrejek, Desa Siraman, Desa Pulutan, Desa piyaman, Desa Kepek, Desa Selang, Desa Baleharjo, Desa Wonosari, Desa Gari, dan Desa Karangtengah. Secara administratif wilayah BPP Kecamatan Wonosari berbatasan dengan :

- Sebelah Utara : Kec. Nglipar

- Sebelah Timur : Kec. karangmojo dan Kec. Semanu - Sebelah Selatan : Kec. Tepus

- Sebelah Barat : Kec. Playen dan Kec. Paliyan

Daftar Penyuluh Pertanian Lapang BPP Kec. Wonosari dapat dilihat pada Tabel 17 :

(13)

commit to user

Tabel 17 Daftar Penyuluh Pertanian Lapang BPP Kec. Wonosari

No Nama Petugas Jabatan Dalam Tim Wlayah Kerja

1. Tugimin, STP Koordinator PPL BPP Kec. Wonosari

2. Juminah, SP PPL Desa Wareng

3. Istri Murwani,STP PPL Desa Pulutan

4. Jumirah SP THL Desa Wunung dan Siraman

5. Kadarjo STP PPL Desa Karangrejek

6. Ari Widyastuti THL Desa Mulo dan Piyaman

7. Sri Budi SP PPL Desa Kepek dan Wonosari

8. Dewi SP PPL Desa Selang dan Baleharjo

9. 10. 11. 12. 13. Sukiran, STP Dian Suhartaji SP Binarti SP Darmanto STP Budi Kuncoro SP THL THL Mantri Tani Pengamat Hama Mantri hewan Desa Karangtengah Desa Gari BPP Kec. Wonosari BPP Kec. Wonosari BPP Kec. Wonosari

Sumber : Data Primer

Dari tabel 17 dapat diketahui bahwa perangkat setingkat penyuluh di BPP Kecamatan Wonosari terdiri dari 1 orang Koordinator PPL, 9 orang Penyuluh Pertanian, 1 orang Mantri Tani, 1 orang Pengamat Hama dan 1 orang Mantri Hewan.

Pembagian wilayah kerja BPP Kecamatan Wonosari yaitu Bapak Tugimin, Ibu Binarti, Bapak Darmanto, Bapak Budi Kuncoro bertugas di BPP Kecamatan Wonosari dengan lingkup 14 Desa. Ibu Juminah bertugas di Desa Wareng, Ibu Istri bertugas di Desa Pulutan, Ibu Jumirah bertugas di Desa Wunung dan Siraman, Bapak Kadarjo bertugas di Desa Karangrejek, Ibu Ari bertugas di Desa Mulo dan Piyaman, Ibu Sri Budi bertugas di Desa Kepek dan Wonosari, Ibu Dewi bertugas di Desa Selang dan Baleharjo, Bapak Sukiran bertugas di Desa karangtengah dan Ibu Dian bertugas di Desa Gari.

Gambar

Tabel 3 Luas Lahan Kering Menurut Penggunaannya di Desa Pulutan
Tabel  5  menunjukkan  keadaan  penduduk  menurut  umur  di  Desa  Pulutan :
Tabel 6 Keadaan Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Desa Pulutan  No.  Jenis Kelamin  Jumlah Penduduk  Prosentase (%)
Tabel 7 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Desa Pulutan
+4

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian, tidak akan terjadi pelaksanaan program yang Dengan demikian, tidak akan terjadi pelaksanaan program yang terkotak-kotak, semua program akan

Pemerintah, diharapkan saudara dapat hadir pada acara Pembuktian dan Klarifikasi Dokumen. Kualifikasi dan Penawaran yang akan

[r]

Membentuk tim pengelola Sistem Informasi Kuliah Kerja Nyata (SI-KKN) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat LINY, dengan personalia dan anggaran biaya sebagaimana

In recent years people have realized the importance of proper diet and exercise, and recent surveys show that over the last 20 years people are eating better and working out more

[r]

Make sure you look at the <a href="http://cbtopsites.com/search/iwebvest/real estate building home" target="_new">Building Home Checklist</a>.. This is

Selisih perubahan kadar gula darah antar waktu perlakuan dari jam ke-0 ke pengukuran jam ke-1 menunjukkan bahwa peningkatan kadar gula terrendah adalah pada pemberian