• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONDISI UMUM PENDIDIKAN DI PROVINSI PAPUA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI PAPUA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KONDISI UMUM PENDIDIKAN DI PROVINSI PAPUA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI PAPUA"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI PAPUA

Yogyakarta, 18 SEPTEMBER 2017

KONDISI UMUM PENDIDIKAN

DI PROVINSI PAPUA

(2)
(3)

CAPAIAN TARGET RPJMD PROVINSI PAPUA 2014 - 2018

BIDANG PENDIDIKAN

Indikator Sasaran

RPJMD Papua 2014

-2018

Capaian

Kinerja

Tahun 2014

Capaian

Kinerja

Tahun 2015

Capaian

Kinerja

Tahun 2016

Angka Harapan Hidup

saat Lahir (AHH)

64,84

65,09

65,12

Harapan Lama sekolah

(HLS)

9,94

9,95

10,23

Rata – Rata Lama

Sekolah (RLS)

5,76

5,99

6,15

(4)

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI PAPUA

(5)

0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00 70,00 80,00 90,00 100,00

Mimika Nabire Paniai Dogiyai Deiyai Intan Jaya IPM 70,40 66,25 53,93 52,25 48,12 43,51 AMH 100,00 99,22 72,92 91,76 80,47 52,99 RLS 9,30 9,45 3,74 4,87 2,95 2,32

Mee Pago

IPM, AMH, IPM 3 kabupaten DOB di Kawasan Me-Pago

sangat rendah.

GERBANGMAS HASRAT PAPUA

Kab. Dogiyai, Kab.Deiyai dan Kab.Paniai : 4 PAUD 4 SD 2 SMP

Keterangan : Tutor PAUD GERBANGMAS magang di PAUD Sentani PAUD –SD KECIL BERBASI

BAHASA IBU

Kab.Deiyai (Kurikulum bahasa Mei)

KKN Prcepatan Tuntas Buta Aksara :

Kab.Deiyai, Kab Dogiyai, Kab. Paniai,( KPG Nabire)

SMA Unggulan Berpola Asrama Untuk Oap

Di Kab.Nabire SMK UNGGULAN di Kab.Dogiyai,Kab.Nabire

(6)

IPM, AMH, IPM hampir seluruh kabupaten DOB

di Kawasan La-Pago sangat rendah.

GERBANGMAS HASRAT PAPUA Kab. Lanny Jaya,Kab. Tolikara,Kab.P. Jaya,Kab.Yalimo, Kab.Peg Bintang Kab.Yahukimo :

4 PAUD 4 SD 2 SMP Keterangan : Tutor PAUD GERBANGMAS magang di PAUD

YKW Wamena

PAUD –SD KECIL BERBASI BAHASA IBU

Kab.Lanny Jaya kuyawage13 Paud (Kurikulum bahasa Lanny

KKN Prcepatan Tuntas Buta Aksara :

Kab.Lanny Jaya, Kab Tolikara, Kab.Yalimo, Kab.Yahukimo, Kab.Pegbintang ( STIKIP YKW,STT

GKI, STT GIDI dan STT WALTER POST)

SMA Unggulan Berpola Asrama Untuk Oap

Di Wamena SMK UNGGULAN DI PUNCAK JAYA, TOLIKARA

DAN Peg.Bintang 0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00 70,00 80,00 90,00 Jayawij aya Puncak Jaya Tolikara Yahuki mo Lanny Jaya Peg Bintang Puncak Mamten g Yalimo Nduga IPM 53,37 44,32 45,68 46,36 43,28 39,68 38,05 43,19 44,21 25,38 AMH 79,11 80,98 68,15 59,23 59,19 55,58 41,17 49,30 69,10 37,97 RLS 4,39 3,04 3,04 3,97 2,60 1,97 1,43 2,40 2,07 0,63 La Pago

(7)

Kab. Waropen memiliki performance terendah di

Kawasan Saereri

GERBANGMAS HASRAT PAPUA Kab. Supiori

Kab.Waropen : 4 PAUD 4 SD 2 SMP Keterangan : Tutor PAUD GERBANGMAS magang di PAUD

Kasih Mama Jayapura

PAUD –SD KECIL BERBASI BAHASA IBU

Kab.Waropen (Kurikulum bahasa Waropen)

SMA Unggulan Berpola Asrama Untuk Oap Di Kab.Biak Numfor SMK UNGGULAN DI Kab.Biak Numfor, Kab.Kep.Yapen 0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00 70,00 80,00 90,00 100,00 Biak Numfor Kep Yapen Supiori Waropen IPM 70,32 64,89 59,70 61,97 AMH 100,00 98,65 100,00 100,00 RLS 9,61 8,68 8,11 8,53 Saereri

(8)

Kab. Memberamo Raya memiliki RLS terendah di

Kawasan Mamta

GERBANGMAS HASRAT PAPUA Kab. Keerom

Kab.Sarmi :

4 PAUD 4 SD 2 SMP Keterangan : Tutor PAUD GERBANGMAS magang di PAUD Kasih Mama

Jayapura

SMA Unggulan Berpola Asrama Untuk Oap

Di Kab.Jayapura

SMK UNGGULAN DI Kab.Jayapura,Kota Jayapura, Kab.Keerom

PAUD –SD KECIL, Posyandu, Life Skill dan Taman Bacaan BERBASI BAHASA IBU

Kerjasama PKK

Kab. Jayapura (Kurikulum bahasa Sentani) 0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00 70,00 80,00 90,00 100,00 Kota Jayap ura Jayap ura Sarmi Keero m Mamb Raya IPM 77,86 69,55 60,48 62,73 47,88 AMH 100,00 100,00 97,98 97,85 86,53 RLS 11,09 9,41 7,89 6,57 4,44

Mamta

(9)

3 Kabupaten DOB memiliki kinerja terendah di Kawasan

Ha-anim

GERBANGMAS HASRAT PAPUA Kab. Boven Digoel,

Kab.Mappi :

4 PAUD 4 SD 2 SMP Keterangan : Tutor PAUD GERBANGMAS

magang di PAUD Sentani

PAUD –SD KECIL BERBASI BAHASA IBU

Kab.Boven Digoel (Kurikulum bahasa

Maren)

KKN Prcepatan Tuntas Buta Aksara :

Kab.Mappi, Kab Boven Digoel, Kab.Asmat,( KPG Merauke dan

STIKIP Katolik Waena)

SMA Unggulan Berpola Asrama Untuk Oap

Di Kab.Merauke SMK UNGGULAN DI Kab.Merauke, Kab.Boven Digoel 0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 Merauk e

Asmat Mappi Boven Digoel IPM 67,33 45,91 55,74 58,21 AMH 99,62 81,46 95,47 100,00 RLS 8,23 4,34 5,96 7,50

(10)
(11)

PERATURAN GUBERNUR PAPUA No 32/2014

TENTANG PENGGUNAAN DANA OTSUS

BIDANG PENDIDIKAN

Alokasi Dana untuk kabupaten dg orientasi pada akses/mutu

Komponen Program

Akses Mutu

PAUD Non Formal dan Formal

5%

5%

Wajar Dikdas 9 Tahun SD

35%

32%

Wajar Dikdas 9 Tahun SMP

25%

25%

Sekolah Menengah Atas

10%

15%

Sekolah Menengah Kejuruan

5%

10%

Pend. Non-Formal & Informal

10%

3%

Pendidikan Tinggi dan Pendidikan lain bidang

pendidikan yang sesuai

(12)
(13)

Penyediaan PAUD terintegrasi SD Kecil, Posyandu dan

Life skill

percontohan di Kabupaten GERBANGMAS

HASRAT PAPUA

• Mengembangkan model PAUD terintegrasi

SD-Kecil, Posyandu dan life skill di

kabupaten-kabupaten Gerbangmas Hasrat Papua, Kerjasama

antara Tim Penggerak PKK Provinsi Papua dan

Dinas Pendidikan Provinsi Papua.

(14)

ISU STRATEGIS-TK

1. Rata-rata setiap TK di Papua melayani 2 kampung. Meski

demikian, pada kabupaten pemekaran di La-Pago, kondisi

ketersediaan TK per kampung sangat rendah.

2. Pendidikan (kualifikasi) guru dan tutor jenjang PAUD di

Papua 75% diantaranya masih pada jenjang SMA kebawah

3. Dukungan pendanaan untuk PAUD masih rendah dan

belum dianggap prioritas oleh pemerintah kabupaten,

sehingga sangat tergantung pada kinerja penyelenggaraan

pendidikan oleh masyarakat

(15)

KEBIJAKAN - TK

1. Memberikan jaminan ketersediaan anggaran Otsus 5%

dari 30% alokasi untuk bidang pendidikan dari 80%

bagian kabupaten/kota

2. Peningkatan kompetensi pendidik TK melalui pelatihan

dan magang

3. Penyediaan percontohan pengelolaa PAUD terstandar di 16

kabupaten Gerbangmas Hasrat Papua

4. Kerjasama dengan Kementrian Pendidikan, TP PKK

Provinsi Papua dan TP PKK kabupaten dalam percepatan

penyediaan layanan akses PAUD di tingkat kampung

(16)

STRATEGI PERCEPATAN

1. Penyediaan

paket

modul

penyelenggaraan

PAUD

terintegrasi SD Kecil, Posyandu, life skill, dan taman

bacaan masyarakat untuk wilayah pinggiran dan terpencil

2. Penyediaan percontohan layanan PAUD Terintegrasi - SD

Kecil – Posyandu – life skill di kabupaten penerima program

Gerbangmas Hasrat Papua

3. Pelatihan kopetensi guru TK dari masing-masing kawasan

adat dan magang di beberapa TK yang telah memenuhi

standar di Kota dan Kabupaten Jayapura

(17)
(18)

ISU STRATEGIS SD-01

1. Rata-rata setiap SD di Papua melayani 2 kamung Kota

Jayapura dan beberapa kabupaten induk teleh memeliki rasio

yang tinggi, tetapi di kabupen pemekaran masih sangat rendah.

Kondisi ini dihadapkan pada kondisi beberapa sekolah tidak

berjalan baik atau bahkan telah tutup?

2. Pengawasan Pendidikan oleh pengawas sekolah masih sangat

rendah kuantitas dan kualitasnya. Dampaknya tidak ada yang

memastikan terselenggaranya pendidikan, pemantauan ketidak

hadiran

guru

dan

siswa

serta

konsistensi

guru

menyelenggarakan layanan per jenjang kelas. Pengawas tidak

cukup percaya diri karena tidak melalui seleksi, tidak cukup

dana operasional dan tidak ada tindaklanjut hasil pengawasan

(19)

ISU STRATEGIS SD.02

3. Alasan Ketidakhadiran guru adalah rasa tidak aman di tempat tugas , tidak ada rumah dinas guru, konflik dengan orang tua siswa dan masyarakat setempat dan penolakan guru dari warga/keluarga dari luar, dan karena kepala sekolah tidak transparan dalam pengelolaan keuangan sekolah

4. Kemampuan membaca dan menulis siswa kelas 2 dan 3 masih sangat rendah, diakibatkan rendahnya kehadiran guru, kompetensi guru, kualitas dukungan orang tua dst

5. Masyarkat di pinggiran dan terpencil apatis dengan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah karena tingginya ketidak hadiran guru (karena mementingkan kepentingannya sendiri), tidak ada peningkatan mutu, dan tidak akuntabel (peserta ujian bukan hanya karena kelas 6 tapi umur yang sudah mencukupi).

6. Masih tingginya Lulusan SMP yang melanjutkan ke Jenjang Pendidikan Menengah

(20)

KEBIJAKAN PERCEPATAN -SD

1. Memberikan jaminan ketersediaan anggaran Otsus 32% dari 30% alokasi untuk bidang pendidikan dari 80% bagian kabupaten/kota

2. Mendorong penyediaan layanan pendidikan yang sesuai dengan kondisi wilayah;

• Penyediaan Guru Kontrak

• Kelas CALISTUNG terintegrasi KF untuk kawasan terpencil dan terisolasi

• SD Kecil terintegrasi KF untuk kawasan pinggiran

• SD-SMP satu atap plus life skill untuk kawasan pinggiran • Fokus mutu pada kawasan perkotaan

3. Percontohan penyediaan layanan terstandar SD di kabupaten sasaran Gerbangmas Hasrat Papua

4. Melakukan Replikasi Semua Model Pembelajaran Kontekstual dari Mitra Pembangunan ke Pusat Layanan Pendidikan di Kampung dan Distrik

(21)

KEBIJAKAN PERCEPATAN -SD

4. Penyediaan guru kontrak untuk wilayah pinggiran dan terpencil

sebagai pengganti atau mengisi kekosongan guru

5. Pelibatan aktif masyarakat dalam pemantauan ketidakhadiran

guru dan kepala sekolah

6. Pelaksanaan kajian kemungkinan pengelolaan pengawasan

pendidikan dasar oleh dinas pendidikan provinsi

7. Re-orientasi KPG untuk fokus pada penyediaan guru kelas awal

di kawasan pinggiran dan terpencil

(22)

STRATEGI PERCEPATAN

1. Penyediaan guru kontrak sebagai pengganti atau mengisi kekosongan guru

2. Penyediaan paket modul peningkatan kompetensi guru kelas awal dan calon guru di KPG dan LPTK di Papua dalam penggunaan motodologi pengajaran membaca dan menulis kelas awal

3. Program percontohan di kabupaten penerima program Gerbangmas Hasrat Papua

4. KKN Tematik KPG untuk CALISTUNG dan KF di kawasan pinggiran dan terpencil Papua

5. Penyediaan beasiswa transisi untuk lulusan SD yang melanjutkan ke SMP dan beasiswa re-trival untuk memastikan anak-anak yang putus sekolah dapat kembali ke sekolah

6. Pengendalian pelaksanaan pembangunan pendidikan dari dana otsus 7. Penguatan peran serta masyarakat dalam ikut memastikan

keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan di kampungnya dan keamanan guru

(23)
(24)

ISU STRATEGIS - SMP

1. Secara rata-rata, setiap kampung di Papua telah terlayani

SMP, tetapi masih sangat rendah untuk pemerataan

khususnya di kabupaten pemekaran baru

2. Keterediaan ruang kelas untuk kelas 7 masih tidak

sebanding

dengan

lulusan

SD

sehingga

menilkan

kesenjangan antara angka partisipasi murni SD dg SMP

3. Ketidakadiran guru di jenjang SMP di kawasan pinggiran

dan terpencil cukup tinggi

4. Masih tingginya Lulusan SMP yang melanjutkan ke

Jenjang Pendidikan Menengah

(25)

KEBIJAKAN PERCEPATAN - SMP

1. Memberikan jaminan ketersediaan anggaran Otsus 25% dari 30% alokasi untuk bidang pendidikan dari 80% bagian kabupaten/kota

2. Mendorong penyediaan layanan pendidikan yang sesuai dengan kondisi wilayah;

• Sekolah Berpola Asrama SD-SMP satu atap plus life skill untuk kawasan pinggiran di Setiap Distrik

• Peningkatan mutu pendidikan jenjang SMP

3. Percontohan penyediaan layanan SMP ter-standar melalui Gerbangmas Hasrat Papua

4. Peningkatan Kompetensi Guru 5. Supervisi dan Monitoring

(26)

STARTEGI PERCEPATAN - SMP

1. Penyediaan dan replikasi penyelenggaraan layanan SMP percontohan di kabupaten penerima program Gerbangmas Hasrat Papua

2. Menyediakan rombel yang lebih menyebar dikawasan pinggiran dan terpencil untuk menampung lulusan SD kecil

3. Penyediaan Guru Bimbingan Konseling untuk membantu pemilihan lanjutan pendidikan secara tepat apakah akan ke SMA atau SMK?

4. Penyediaan beasiswa transisi untuk lulusan SMP yang melanjutkan ke SMA/K dan beasiswa re-trival untuk memastikan anak-anak yang putus sekolah dapat kembali ke sekolah

5. Penguatan peran serta masyarakat dalam ikut memastikan keberlangsungan (tidak memalang sekolah) penyelenggaraan pendidikan di kampungnya dan keamanan guru

(27)
(28)

ISU STRATEGIS - SMA

1. Paling

lambat

2

Oktober

2016,

SMA

menjadi

tanggungjawab pengelolaan Dinas Pendidikan Provinsi

2. Sebagian besar distrik di Papua belum terlayani SMA

khususnya di kabupaten pemekaran

3. Angka Partisipasi masih rendah, dengan laki-laki lebih

rendah dari perempuan

4. Daya saing lulusan SMA untuk bisa masuk di PT

unggulan nasional masih harus ditingkatkan. Selama ini

tergantung pada program afirmative.

(29)

KEBIJAKAN PERCEPATAN - SMA

1. Memberikan jaminan ketersediaan anggaran Otsus 10-15% dari 30% alokasi untuk bidang pendidikan dari 80% bagian kabupaten/kota

2. Penyediaan dukungan dalam peningkatan cakupan layanan SMA dan PMU (pendidikan menengah universal) di Papua

3. Peningkatan kompetensi guru mata pelajaran untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMA

4. Supervisi dan Pendampingan bagi Guru/Kepala Sekolah

5. Peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran untuk peningkatan mutu kompetensi lulusa

6. Pengembangan SMA Unggulan Berpola Asrama Untuk Anak Asli Papua di 5 (lima) Wilayah Adat

(30)

STRATEGI PERCEPATAN - SMA

1. Pengalihan pengelolaan dari kabupaten ke provinsi paling lambat 2 Oktober 2016

2. Menyediakan layanan SMA yang lebih menyebar di distrik yang memastikan cakupan layanan yang lebih luas melalui SMA berasrama 3. Penyediaan Muatan Lokal life skill bernegosiasi menghindari resiko

HIV dan AIDs

4. Penyediaan beasiswa re-trival untuk memastikan anak-anak yang putus sekolah dapat kembali ke sekolah

5. Penguatan peran serta masyarakat dalam ikut memastikan keberlangsungan (tidak memalang sekolah, menjamin keamanan Guru dn keluarga), Penguatan Kerjasama Lembaga Mitra dan Perguruan Tinggi dalam meningkatkan kualitas Tata Kelola Pendidikan termasuk Pola rekrutmen dan kompetensi Guru.

(31)
(32)

ISU STRATEGIS SMK

1. Paling

lambat

2

Oktober

2016,

SMA

menjadi

tanggungjawab pengelolaan Dinas Pendidikan Provinsi

2. Sebagian besar program keahlian di sediakan belum

memperhatikan pasar kerja, menumpuk di satu jenis

keahlian

3. SMK belum menjadi pilihan favorit orang tua dan siswa

4. Kerjasama dengan dunia usaha dan industri masih lemah

sehingga kompetensi lulusan belum cukup meyakinkan

5. Rendahnya ketersediaan sarana pendukung kompetensi

6. Rendahnya kompetensi guru mata pelajaran produktif

(33)

KEBIJAKAN PENDIDIKAN SMK

1. Memberikan jaminan ketersediaan anggaran Otsus 5-10% dari 30% alokasi untuk bidang pendidikan dari 80% bagian kabupaten/kota

2. Penertiban program keahlian yang lebih berorientasi kebutuhan pasar kerja dengan memperhatikan Potensi Pengebangan Sumber daya di 5 Wilayah Adat.

3. Peningkatan kompetensi guru mata pelajaran produktif melalui pelatihan dan magang di Industri dalam dan luar Papua

4. Dukungan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai untuk memastikan kompetensi lulusan

5. Kerjasama lebih erat dengan dunia usaha dan industri di lokal, nasional dan Global.

(34)

STRATEGI PRIORITAS-SMK

1. Pendataan asset untuk pengalihan pengelolaan dari kabupaten ke provinsi dan memastikan Penyerahan P3D dari kab/kota ke Provinsi 2. Pelibatan Dunia Usaha dan Industri dalam menyusun Kurikulum SMK

berdasarkan standar dkebutuhan Dunia Usaha dan Industri

3. Pelatihan guru produktif untuk meningkatkan kompetensi guru dan lulusan

4. Magang (PRAKERIN) siswa untuk peningkatan kompetensi 5. Lomba kompetensi siswa SMK untuk teknologi tepat guna

6. Kerjasama lebih erat dengan dunia usaha dan industri untuk sertifikasi kompetensi siswa

7. Lomba kompetensi SMK, pameran kompetensi SMK dan bursa kerja SMK tingkat Papua

8. Penguatan peran serta masyarakat dalam ikut memastikan keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan.

(35)
(36)

ISU STRATEGIS PNFI

1. Penurunan angka melek huruf masih sangat lambat

2. Ketersediaan anggaran KF dan pelatihan ketrampilan yang

sangat rendah

3. Terbatasnya tutor KF dan trainer terlatih

4. Belum adanya akreditasi PNFI

(37)

KEBIJAKAN PENDIDIKAN PNFI

1. Memberikan jaminan ketersediaan anggaran Otsus 3-10% dari

30% alokasi untuk bidang pendidikan dari 80% bagian

kabupaten/kota

2. KKN Tematik Keaksaraan Fungsional kerjasama dengan KPG

untk 17 kabupaten melek huruf terendah di Papua

3. Penertiban penyediaan program keahlian sesuai pasar kerja

4. Peningkatan kompetensi tutor untuk menjamin kompetensi

lulusan

(38)

STRATEGI PERCEPATAN PNFI

1. Penyediaan tutor KF dan ketrampilan kerja untuk meningkatkan ketersediaan, kompetensi tutor dan lulusan

2. Kerjasama dalam pengembangan metode pembelajaran dengan kontekstualitas fungsionalisasi keaksaraan

3. Penyediaan Muatan Lokal life skill bernegosiasi menghindari resiko HIV dan AIDs

4. Kerjasama lebih erat dengan dunia usaha dan industri untuk sertifikasi kompetensi lulusan

5. Lomba kompetensi ketrampilan kerja dan bursa kerja tingkat regional 6. Uji coba penyediaan kursus ketrampilan kerja bagi lulusan SMP yang

tidak melanjutkan

7. Pembangunan pusat pelatihan kerja (Vocasional Training Centre) untuk anak-anak putus sekolah usia 15 +

(39)

ISU STRATEGIS TATA KELOLA

1. Kualitas Layanan Pendidikan Masih Rendah

2. Kualitas

Kebijakan

Perencanaan

dan

Penganggaran

Pendidikan Belum Sesuai Kebutuhan Pendidikan

3. Kualitas Sumber Daya Aparatur Bidang Pendidikan Masih

Rendah

(40)

KEBIJAKAN TATA KELOLA PENDIDIKAN

1. Perbaikan

Kualitas

tata

Kelola

meliputi

Perencanaan,

Penganggaran, Keuangan, Kepegawaian dan Administrasi Umum

melalui Pelatihan dan Pendampingan oleh Lembaga Mitra dan

Perguruan Tinggi yang Relevan.

(41)
(42)

Keberhasilan pembangunan jangka panjang bidang pendidikan

ditandai dengan kondisi sebagai berikut :

Semua anak Papua usia sekolah memperoleh layanan pendidikan pada semua jalur dan jenjang pendidikan yang bermutu dan terjangkau dan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan lancar

Anak kelas 2 SD semester genap mampu dengan baik membaca, menulis dan berhitung dengan sangat baik

Semua lulusan SMK dan pendidikan pelatihan difasilitasi oleh pemerintah untuk dapat memperoleh pekerjaan dengan baik di dalam atau diluar papua dan atau

berwirausaha dalam mengembangkan potensi daerahnya

Semua penduduk Papua dapat menjalankan pendidikan sepanjang hayat melalui

pendidikan keaksaraan fungsional, pendidikan kesetaraan, dan pendidikan ketrampilan hidup serta kesejahteraan keluarga

Orang Papua bangga dan memiliki jati diri sebagai orang Papua yang kompetitif dan adaptis

1

2

3

4

(43)

Grand Design Pendidikan dilaksanakan dengan metode

sebagai berikut:

FOK

US

AR

EA

Akses

Mutu

Tata Kelola Pendidikan Yang Baiik

Percepatan pemerataan ketersediaan layanan pendidikan sesuai kondisi

sosial budaya, penyediaan guru, beasiswa transisi/personal (asrama/biaya hidup) Penguatan kompetensi guru, kehadiran guru,

memastikan mutu kompetensi lulusan (literacy, keberkerjaan, lanjut ke PT terkemuka), pendidikan karakter positif

Papua, afirmasi magang & penempatan kerja Perubahan Mindset dan Cultureset Birokrasi di Dinas Pendidikan, menagement guru yang lebih profesional

MET ODE PELAK SANAA N Pendekatan asimetris, Pengendalian penyusunan dan pelaksanaan rencana pemb, kerjasama dg LPTK/KPG, Pendelegasian

pada Yayasan pendidikan masyarakat.

Pelatihan berbasis gugus, Pembiasaan perilaku

positif di sekolah, keluarga dan masyarakat,

ketrampilan hidup, Kerjasama dg DUDI untuk mutu lulusan,

Kerjasa dg PT

Pelibatan masyarkat lebih besar dalam

penyelenggaraan pendidikan, Reformasi

Birokrasi Pendidikan berkelanjutan, re-distribusi guru, peran

(44)

Gambar

Foto by Noor Fitriya

Referensi

Dokumen terkait

Pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah penelitian dilakukan pada perusahaan go public Sektor Industri Dasar, Sektor Aneka Industri, dan Sektor Barang Konsumsi

Luas daun dan indeks luas daun tanaman nanas varietas cayenne lebih tinggi daripada nanas queen sedangkan pada proporsi tumpangsari, proporsi 25% ubi jalar menghasilkan LD dan ILD

aRmada baRU: Hanya dengan Rp 25 ribu/trip, penumpang bisa merasakan kabin yang nyaman dalam perjalanan wisatanya ke Pantai Selatan. Selain reclining set, armada ini juga sudah

 90 % dari draf yang disiapkan pemerintah mengalami perubahan yang sangat mendasar, baik dari segi substansi maupun formulasi rumusannya, yang disepakati pada

Salah satu cara pengaplikasiannya adalah dengan penggunaan motif hasil modifikasi dari ragam hias tradisional Indonesia dengan berbagai teknik reka bahan tekstil pada eksplorasi

Dari perencanaan ini dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:  Unit pengolahan yang diperlukan untuk mengolah air banjir di Surabaya menjadi air minum adalah unit

Tile baru GRANITO The New Salsa dengan 4 pilihan warna yang berbeda, cocok sekali bila dipadukan dengan koleksi Mosaic, misalnya Grafitti.. Stone

Penelitian ini menggunakan instrumen SGRQ versi Indonesia sebagai alat pengumpul data untuk mengukur kualitas hidup pada pasien yang sedang mengalami kontrol PPOK di