• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Pendahuluan Rencana Pariwisata .p

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Laporan Pendahuluan Rencana Pariwisata .p"

Copied!
101
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Laporan Pendahuluan

Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata

Berkelanjutan Kabupaten Lamongan

Oleh:

1. Rizki Nur Thoyibah 3613100004 2. Farida Puspita Rini 3613100009 3. Mega Suryaningsih 3613100010 4. Ajeng Dearista W. 3613100017 5. Erlina Magfiroh 3613100022 6. Joshua Argetino 3613100027

Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota

Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan

(3)

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan “Laporan Pendahuluan Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Berkelanjutan Kabupaten Lamongan” ini dengan baik.

Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Belinda Ulfa Aulia, ST., M.Sc. selaku dosen pembimbing. Bapak Dr. Ir. Eko Budi Santoso, Lic. Rer. Reg. dan Ibu Vely Kukinul Siswanto, ST, MT, M.Sc. selaku dosen mata kuliah Praktek Perencanaan Wilayah. Serta kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah membantu sekaligus memberikan masukan-masukan kepada kami dalam penyelesaian laporan ini.

Kami menyadari mungkin masih terdapat kekurangan dalam laporan ini. Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini bermanfaat bagi para pembaca, terutama kami sebagai mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

(4)

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

J

ii

2.1.1 Undang-undang Kepariwisataan Nomor 10 tahun 2009 ... II-1 2.1.2 Arahan Kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Jawa

Timur 2011-2031 ... II-2 2.1.3 Arahan Kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten

Lamongan tahun 2011-2031 ... II-2 2.1.4 Arahan Kebijakan RPJPD Kabupaten Lamongan tahun

2005-2025 ... II-5 2.2 Tinjauan Pustaka ... II-6 2.2.1 Pengertian Pariwisata ... II-6 2.2.2 Jenis Pariwisata ... II-7 2.2.3 Motif Orang Melakukan Pariwisata ... II-8 2.2.4 Unsur-unsur Penting dalam Pariwisata ... II-9 2.2.5 Pengelolaan Pariwisata ... II-11 2.2.6 Pengembangan Pariwisata ... II-12

BAB III DELINIASI DAN GAMBARAN UMUM WILAYAH ... III

3.1 Deliniasi Wilayah ... III-1 3.2 Gambaran Umum Wilayah Perencanaan ... III-3 3.2.1 Gambaran Umum Obyek Daya Tarik Wisata ... III-3 3.2.2 Fisik Dasar dan Karakteristik Penggunaan Lahan ... III-9 3.2.3 Infrastruktur ... III-13 3.2.4 Sosial Kependudukan ... III-15 3.2.5 Karakteristik Ekonomi ... III-17 3.2.6 Transportasi ... III-19

BAB IV METODE PENRENCANAAN ... IV

(5)

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

iii

4.2 Metode Pengumpulan Data ... IV-3

4.2.1 Kebijakan ... IV-3 4.2.2 Fisik Dasar dan Kebencanaan ... IV-3 4.2.3 Infrastruktur ... IV-4 4.2.4 Sosial Kependudukan ... IV-5 4.2.5 Ekonomi ... IV-6 4.2.6 Transportasi ... IV-7 4.3 Metode Analisis Data ... IV-9 4.2.1 Analisis Kebijakan ... IV-9 4.2.2 Analisis Fisik Dasar ... IV-10 4.2.3 Analisis Infrastruktur ... IV-15 4.2.4 Analisis Sosial Budaya ... IV-17 4.2.5 Analisis Ekonomi ... IV-18 4.2.6 Analisis Transportasi ... IV-22

BAB V RENCANA KEGIATAN DAN ORGANISASI PELAKSANAAN... V

5.1 Rencana Kegiatan ... V-1 5.1.1 Waktu Pelaksanaan Kegiatan ... V-1 5.1.2 Tahapan Kegiatan ... V-1 5.1.3 Rencana Pelaksanaan Kegiatan ... V-2 5.1.4 Rincian Pelaksanaan Kegiatan... V-3 5.2 Organisasi Pelaksanaan ... V-5 5.2.1 Susunan Tenaga Ahli ... V-5 5.2.2 Struktur Organisasi Pelaksanaan Kegiatan ... V-5 5.2.3 Uraian Tugas Tenaga Ahli ... V-6 5.2.4 Jadwal Penugasan Tenaga Ahli ... V-8 5.2.5 Peralatan dan Fasilitas Pendukung ... V-8

(6)

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

J

iv

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Kebijakan dan Strategi ... II-3

Tabel 3.1 Nama Kecamatan dan Luas Kecamatan pada Wilayah Perencanaan ... III-3

Tabel 3.2 Luas Daerah Per Kecamatan pada Wilayah Perencanaan Menurut

Klasifikasi Kemiringan di Kab. Lamongan ... III-9

Tabel 3.3 Luas Lahan Sawah Dan Non Sawah Pada Wilayah Perencanaan ... III-10

Tabel 3.4 Pelanggan, Daya Terpasang & Listrik Terjual di Wilayah Brondong/

Paciran tahun 2014 ... III-13

Tabel 3.5 Data Jumlah Penduduk ... III-15

Tabel 3.6 Data Kepadatan Penduduk ... III-16

Tabel 3.7 Data Jumlah Wisatawan ... III-16

Tabel 3.8 Jumalah Industri berdasarkan Jenisnya ... III-18

Tabel 3.9 Jumlah Toko, Restoran, Warung dan PKL... III-18

Tabel 3.10 Jumlah Hotel dan Penginapan ... III-18

Tabel 3.11 Jumlah Sarana Perekonomian ... III-19

Tabel 3.12 Jumlah Toko, Restoran, Warung dan PKL... III-15

Tabel 4.1 Desain Survei Aspek Kebijakan ... IV-3

Tabel 4.2 Desain Survei Aspek Fisik Dasar ... IV-3

Tabel 4.3 Desain Survei Infrastruktur ... IV-4

Tabel 4.4 Desain Survei Sosial Kependudukan ... IV-6

Tabel 4.5 Desain Survei Perekonomian ... IV-6

Tabel 4.6 Desain Survei Transportasi ... IV-7

Tabel 4.7 Matriks analisis gabungan SLQ dan DLQ ... IV-21

Tabel 5.1 Rencana Pelaksanaan Kegiatan ... V-2

Tabel 5.2 Rincian Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ... V-3

Tabel 5.3 Jadwal Kerja Penyusunan Penyusunan Rencana Pengembangan

(7)

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

v

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Bagan Alur Berpikir Konsep ... I-4

Gambar 3.1 Bagan aLUr Deliniasi Wilayah Perencanaan ... III-2

Gambar 3.2 Monumen Van der Wijck di Kecamatan Brondong ... III-4

Gambar 3.3 Wisata Bahari Lamongan di Kecmatan Paciran ... III-4

Gambar 3.4 Makam Sunan Drajat di Kecamatan Paciran ... III-5

Gambar 3.5 Goa Maharani di Kecamatan Paciran ... III-5

Gambar 3.6 TPI Brondong di Kecamatan Brondong ... III-6

Gambar 3.7 Pantai Tanjung Kodok di Kecamatan Paciran... III-6

Gambar 3.8 Pemandian Air Panas Brumbung Tepanas di Kecamatan Paciran ... III-7

Gambar 3.9 Pelabuhan Rakyat Sedayu Lawas di Kecamatan Brondong ... III-8

Gambar 3.10 Makam Sendhang Dhuwur di Kecamatan Paciran ... III-8

Gambar 3.11 Sampah di Wilayah Perencanaan ... III-15

Gambar 3.12 Kondisi Jalan Tuban-Gresik (Jalan Nasional) ... III-20

Gambar 3.13 a) Terminal Wisata Brondong, b) Terminal Tunggul Paciran ... III-20

Gambar 4.1 Konsep Sustainable ... IV-2

Gambar 4.2 Bagan Alur Analisis Kebijakan ... IV-9

Gambar 4.3 Bagan Alur Analisis Fisik Dasar... IV-14

Gambar 4.4 Bagan Alur Analisis Perubahan Penggunaan Lahan ... IV-14

Gambar 4.5 Bagan Alur Analisis Jalur Evakuasi Bencana ... IV-15

Gambar 4.6 Bagan Alur Analisis Infrastruktur ... IV-16

Gambar 4.7 Bagan Alur Analisis Sosial Budaya ... IV-18

Gambar 4.8 Bagan Alur Analisis Ekonomi ... V-19

Gambar 4.9 Bagan Alur Analisis Transportasi ... IV-23

Gambar 5.1 Diagram Struktur Organisasi Penyusunan Rencana Pengembangan

(8)

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

J

vi

DAFTAR PETA

Peta 1. Peta Wilayah Deliniasi Pariwisata Kabupaten Lamongan ... III

Peta 2. Peta Tutupan Lahan Wilayah Perencanaan Kabupaten Lamongan ... III

Peta 3. Peta Kebijakan ... III

(9)

I-1

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG

Rencana Pengembangan wilayah dibutuhkan untuk menjawab tantangan pertumbuhan penduduk dan ekonomi, namun dalam pelaksanaannya sering terjadi kurang terintergrasinya pengembangan antar sektor. Pembangunan fisik dalam penyediaan prasarana dan sarana dasar wilayah sebagai penunjang kehidupan dan perkembangan suatu wilayah cenderung menekankan pada pemenuhan kebutuhan dasar (basic need approach) dan bukan pada pengembangan daerah secara menyeluruh (development approach). Untuk itu diperlukan adanya strategi penanganan pembangunan yang tidak saja berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga pada kebutuhan secara menyeluruh guna terselenggaranya fungsi wilayah dalam kerangka sistem perwilayahan yang lebih luas.

Pariwisata di Indonesia merupakan sektor ekonomi penting di Indonesia yang pada tahun 2009 menempati urutan ketiga dalam hal penerimaan devisa setelah komoditi minyak dan gas bumi serta minyak kelapa sawit. Berdasarkan data tahun 2014, jumlah wisatawan mancanegara mengaalami kenaikan sebesar 7.05% dibandingkan tahun 2013. Laporan berbagai ahli menyimpulkan bahwa sumbangan pariwisata secara signifikan pada perkembangan ekonomi suatu negara atau daerah tampak dalam bentuk perluasan peluang kerja, peningkatan pendapatan (devisa), dan pemerataan pembangunan spasial (Damanik, 2013).

Berdasarkan RTRW Prov. Jawa Timur 2011-2031, Kab. Lamongan merupakan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dengan fungsi pariwisata. Kabupaten Lamongan juga termasuk dalam pengembangan pariwisata koridor A dalam skala Jawa Timur. Kabupaten Lamongan memiliki berbagai objek wisata, beberapa di antaranya merupakan skala nasional yaitu Wisata Bahari Lamongan dan Goa Maharani Zoo. Sebagian besar lokasi wisata berada pada wilayah utara Kabupaten Lamongan. Untuk merencanakan pengembangan pariwisata di Kabupaten Lamongan, perlu ditinjau dari beberapa sisi. Bila dilihat dari sisi lingkungan:

- wilayah utara merupakan kawasan pesisir yang terdapat kawasan lindung hutan, lamun dan terumbu karang,

- merupakan kawasan rawan bencana gelombang pasang dan abrasi, - merupakan pusat kegiatan industri dengan skala nasional.

(10)

I-2

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya J

Laporan Pendahuluan Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Kab. Lamongan

- Kurangnya pemberdayaan masyarakat pada sektor pariwisata Bila dilihat dari sisi ekonomi:

- nilai-tambah ekonomi dari pengembangan pariwisata lebih besar dirasakan investor asing daripada masyarakat setempat,

- Minimnya sarana penunjang transportasi yang menghubungkan antar daerah tujuan wisata

Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa wilayah Kab. Lamongan bagian utara (Kecamatan Paciran dan Kecamatan Brondong) memiliki fungsi kawasan yang saling tumpang tindih antara pariwisata, industri dan pengembangan lingkungan. Sehingga diperlukan suatu perencanaan pengembagan pariwisata yang berkelanjutan (sustainable development tourism), yaitu suatu upaya pembangunan untuk memenuhi kebutuhan generasi saat ini dengan memperhatikan kelangsungan pemanfaatan bagi generasi mendatang. Pariwisata yang menganut asas keberlanjutan mengukur indikator keberhasilan pembangunan pariwisata dari perspektif ekonomi, upaya pelestarian lingkungan (conservation) dan pemberdayaan masyarakat (empowerment) yang bermuara pada kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan serta penghargaan terhadap nilai-nilai sosio-kultural masyarakat. Suatu penyusunan rencana pengembangan pariwisata berkelanjutan harus disertai penyiapan program pembangunan wilayah yang dapat memberikan arahan-arahan kepada rencana tindak lanjut yang lebih kongkrit dan opersional.

1.2

TUJUAN PERENCANAAN

Tujuan dilakukannya perencanaan pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Lamongan adalah terwujudnya rencana pengembangan kawasan strategis pariwisata yang berkelanjutan, melalui:

1. Mengembangkan industri pariwisata yang ramah lingkungan dan tahan terhadap bencana alam serta buatan manusia

2. Meningkatkan integrasi dan koordinasi antara pemangku kepentingan/ pembuat kebijakan kepariwisataan untuk pemberdayaan masyarakat

3. Mengembangkan potensi perekonomian berbasis pariwisata yang didukung trasnportasi terpadu

1.3

LANDASAN HUKUM

1. UU No 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan 2. Peraturan Presiden No 3 Tahun 2013

3. RTRW Jawa Timur Tahun 2011-2031

(11)

I-3

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

1.4

RUANG LINGKUP KEGIATAN

Sesuai dengan tujuan dan sasaran penyusunan perencanaan dan pengembangan wilayah di kawasan perbatasan Kabupaten Lamongan maka:

1. Lingkup wilayah perencanaan merupakan kawasan potensi pengembangan kepariwisataan Zona I di Kabupaten Lamongan yang meliputi Kecamatan Brondong dan Kecamatan Paciran dengan 9 derah tujuan wisata.

2. Ruang lingkup pembahasan meliputi berbagai aspek yang terkait dengan pengembangan kawasan kepariwisataan:

- Aspek kebijakan - Aspek penataan ruang, - Aspek infrastruktur,

- Aspek sosial dan kependudukan, - Aspek ekonomi,

- Aspek transportasi,

3. Ruang lingkup substansi terdiri dari topik perencanaan pengembangan kawasan potensi wisata serta perencanaan dan pengembangan infrastruktur wilayah di Kabupaten Lamongan.

1.5

SISTEMATIKA PENULISAN

Dokumen Laporan Pendahuluan ini terdiri atas 5 (lima) bab, yang terdiri dari:

Bab I Pendahuluan

Menguraikan tentang latar belakang, tujuan, landasan hukum, serta ruang lingkup.

Bab II Teori Konsep dan Kebijakan

Menjelaskan landasan kebijakan dan teori-teori pendukung untuk mencapai tujuan perencanaan.

Bab III Delineasi dan Gambaran Umum

Menjelaskan tentang deliniasi serta profil wilayah perencanaan secara makro sekaligus potensi masalah dan beberapa isu strategis yang terkait.

Bab IV Metode Perencanaan

Menguraikan tentang metode pendekatan kegiatan yang akan dilakukan, pengumpulan data, alat analisis serta kerangka berpikir.

Bab V Manajemen Kegiatandan Organisasi Pelaksanaan

(12)

I-4

Laporan Pendahuluan Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Kab. Lamongan

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya J

1.6 KERANGKA BERPIKIR KONSEP

Gambar 1.1 Bagan Alur Berpikir Konsep

(13)

II-1

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

BAB II

TEORI KONSEP DAN KEBIJAKAN

2.1 TINJAUAN KEBIJAKAN

2.1.1 Undang-undang Kepariwisataan Nomor 10 tahun 2009

Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan pengusaha. Dalam kepariwisataan nantinya akan dikenal DTW atau Daerah tujuan pariwisata yang selanjutnya disebut Destinasi Pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan.

Dalam pariwisata juga dikenal dengan adanya Kawasan Strategis Pariwisata yang merupakan kawasan memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata yang mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan.

Pembangunan kepariwisataan dilakukan berdasarkan asas diwujudkan melalui pelaksanaan rencana pembangunan kepariwisataan dengan memperhatikan keanekaragaman, keunikan, dan kekhasan budaya dan alam, serta kebutuhan manusia untuk berwisata.

Pembangunan kepariwisataan meliputi: a. industri pariwisata;

b. destinasi pariwisata; c. pemasaran; dan

d. kelembagaan kepariwisataan

(14)

II-2

Laporan Pendahuluan Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Kab. Lamongan

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya J

pariwisata juga merupakan bagian integral dari rencana tata ruang wilayah nasional, rencana tata ruang wilayah provinsi, dan rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota.

2.1.2 Arahan Kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Jawa Timur 2011-2031

Dalam RTRW Propinsi Jawa Timur tahun 2011-2031, Kabupaten Lamongan termasuk dalam kawasan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yang tergabung dalam kawasan Gerangkertasusila Plus. Dalam wilayah pengembangan Germakertosusila Plus tersebut, Kabupaten Lamongan sendiri memiliki fungsi yang salah satunya adalah fungsi pengembangan pariwisata. Kabupaten Lamongan juga dilalui oleh jalan nasional arteri yang menghubungkan Surabaya-Lamongan-Widang-Tuban-Bulu. Dari sisi pola ruang, pada Kabupaten Lamongan, khususnya di Kecamatan Brondong, diarahkan untuk pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN), di mana dalam kawasan PPN tersebut terdapat TPI yang juga menjadi obyek daya tarik wisata di Kabupaten Lamongan. Selain itu, kawasan peruntukan pariwisata di Kabupaten Lamongan terdiri dari kawasan pariwisata degan daya tarik wisata alam (meliputi Gua Maharani dan Pantai Tanjung Kodok), daya tarik wisata budaya (meliputi Makam Sunan Drajat), dan daya tarik wisata buatan (meliputi Waduk Gondang dan Wisata Bahari Lamongan). Kabupaten Lamongan termasuk dalam kawasan andalan darat dengan sektor unggulan salah satunya adalah pariwisata, sehingga mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Lamongan.

2.1.3 Arahan Kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lamongan tahun

2011-2031

A. Kebijakan Penataan Ruang

Kebijakan penataan ruang yang diatur dalam RTRW Kabupaten Lamongan tahun 2011-2031 yang menyangkut pariwisata antara lain:

• Pengembangan pusat kegiatan permukiman di wilayah utara sebagai penunjang kegiatan industri dan pariwisata;

• Pemerataan prasarana wilayah untuk mendukung kegiatan pertanian, industri, dan pariwisata;

• Pegembangan kawasan budidaya dengan tetap menjaga sistem keberlanjutan dalam jangka panjang;

(15)

II-3

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

Adapun kebijakan dan strategi yang tertuang dalam RTRW Kabupaten Lamongan tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1 Kebijakan dan Strategi

KEBIJAKAN STRATEGI

Pengembangan pusat kegiatan

permukiman di wilayah utara sebagai penunjang kegiatan industri dan pariwisata

Mengembangkan pusat pelayanan di

wilayah utara untuk menunjang minat investasi melalui kegiatan industri dan pariwisata

Pemerataan prasarana wilayah untuk

mendukung kegiatan pertanian, industri, dan pariwisata

Melindungi terhadap sumber air dan daerah resapan air untuk menunjang kegiatan pertanian, pariwisata, dan industri

Pegembangan kawasan budidaya dengan tetap menjaga sistem keberlanjutan dalam jangka panjang

Memanfaatkan wisata alam khususnya alam laut sebagai wisata andalan;

Mengembangkan wisata buatan yang

menyatu dengan potensi alam khususnya wisata bahari dan wisata geologi

Pengembangan kegiatan pendukung

kawasan Brondong-Paciran sebagai

kegiatan pelabuhan, perindustrian, dan pariwisata, pengembangan Kawasan Babat

sebagai kegiatan perdagangan skala

regional dan kawasan Ngimbang sebagai pengembangan kegiatan agro-industri

Menyediakan sarana dan prasarana

penunjang kegiatan ekonomi

Sumber: RTRW Kabupaten Lamongan tahun 2011-2031

B. Rencana Pola Ruang

Dalam kawasan budidaya dengan peruntukan kawasan pariwisata, Kabupaten Lamongan terbagi menjadi 3 zona wisata, yakni:

 Zona I, meliputi obyek wisata yang terdapat di Kecamatan Brondong, Paciran, dan Solokuro (Monumen Van Der Wijck, Wisata Bahari Lamongan, Sunan Drajat, Gua Maharani, TPI Brondong, Tanjung Kodok, Sumber Air Panas Tepanan, Pelabuhan Rakyat Sedayu Lawas, Makam Sendang Duwur)

 Zona II, meliputi obyek wisata yang terdapat di Kecamatan Maduran, Babat, dan Sugio (Makam Jaka Tingkir, Puncak Wangi, Waduk Gondang, dan Desa Balun)

 Zona III, meliputi obyek wisata di Kecamatan Ngimbang (Makam Nyai Ratu Andongsari)

Dalam mengengelola kawasan pariwisata di Kabupaten Lamongan, berikut adalah upaya-upaya yang dapat dilakukan, antara lain:

(16)

II-4

Laporan Pendahuluan Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Kab. Lamongan

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya J

c. Mengembangkan promosi wisata, kalender wisata dengan berbagai peristiwa atau pertunjukan budaya, kerjasama wisata, dan peningkatan sarana-prasarana wisata sehingga Kabupaten Lamongan menjadi salah satu tujuan wisata;

d. Obyek wisata alam dikembangkan dengan tetap menjaga dan melestarikan alam sekitar untuk menjaga keindahan obyek wisata;

e. Tidak melakukan pengerusakan terhadap obyek wisata alam seperti menebang pohon;

f. Melestarikan perairan pantai, dengan memperkaya tanaman mangrove untuk mengembangkan ekosistem bawah laut termasuk terumbu karang dan biota laut, yang dapat di jadikan obyek wisata taman laut;

g. Menjaga dan melestarikan peninggalan bersejarah;

h. Meningkatkan pencarian/penelusuran terhadap benda bersejarah untuk menambah koleksi budaya;

i. Pada obyek wisata yang tidak memiliki akses yang cukup, perlu ditingkatkan pembangunan dan pengendalian pembangunan sarana dan prasarana transportasi ke obyek-obyek wisata alam, budaya dan minat khusus;

j. Merencanakan kawasan wisata sebagai bagian dari urban/regional desain untuk keserasian lingkungan; serta

k. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian obyek wisata dan daya jual/saing.

C. Rencana Kawasan Strategis

Dalam RTRW Kabupaten Lamongan, rencana penetapan kawasan strategis terdiri dari kawasan strategis untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi, kawasan strategis sosial dan budaya, serta kawasan strategis penyelamatan lingkungan hidup. Untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi meliputi:

- Kabupaten Lamongan merupakan bagian dari Gerbangkertosusila sebagai kawasan strategis nasional (KSN) dan kawasan Kerjasama Regional Segitiga Emas sebagai kawasan strategis propinsi (KSP);

- Kawasan Industri Lamongan Integrated Shorebase (LIS);

- Kawasan Agroindustri Gelang Utara (Gresik – Lamongan) dengan industri pengolahan ikan laut di Kecamatan Brondong dan Paciran sebagai KSP;

- Kawasan Kerjasama Regional segitiga emas (Tuban – Lamongan – Bojonegoro) sebagai KSP;

(17)

II-5

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

- Kawasan wisata pantai utara Lamongan (Wisata Bahari Lamongan, Gua Maharani dan zoo, Makam Sunan Drajad, Makam Sendang Duwur dan TPI di Pantura);

- Kawasan Pelabuhan ASDP di Kecamatan Paciran; - Kawasan agropolitan di wilayah selatan; dan

- Kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Babat.

Rencana penetapan kawasan strategis untuk kepentingan sosial dan budaya di Kabupaten Lamongan meliputi:

- Kawasan Monumen Van der Wijck di Kecamatan Brondong; - Kawasan Makam Sunan Drajat di Kecamatan Paciran; - Kawasan Makam Sendang Duwur di Kecamatan Paciran; - Kawasan Makam Jaka Tingkir di Kecamatan Maduran;

- Kawasan Makam Nyai Ratu Andongsari di Kecamatan Ngimbang; - Desa Balun di Kecamatan Turi;

- Situs – situs lain yang ditetapkan dengan keputusan kepala daerah.

Sedangkan untuk rencana penetapan kawasan strategis untuk kepentingan penyelamatan lingkungan hidup antara lain:

- Kawasan DAS Bengawan Solo sebagai Kawasan Strategis Propinsi (KSP); - Kawasan aliran sungai Bengawan Solo;

- Kawasan Waduk Gondang di Kecamatan Sugio; dan - Kawasan Waduk Prijaten di Kecamatan Kedungpring.

2.1.4 Arahan Kebijakan RPJPD Kabupaten Lamongan tahun 2005-2025

Arahan pengembangan pariwisata yang tertuang dalam RPJPD Kabupaten Lamongan tahun 2005-2025 terdapat pada misi kedua yang berbunyi “Mewujudkan peningkatan perumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi dan produktivitas sektor-sektor andalan daerah”. Berikut merupakan arahan kebijakan untuk mewujudkan misi tersebut dalam kaitanya dengan pengembangan pariwisata di Kabupaten Lamongan:

- Mendorong tumbuhnya potensi kawasan wisata alam dan wisata budaya yang berwawasan lingkungan;

- Meningkatkan pengelolaan wisata utama dan unggulan yang telah berkembang; dan

(18)

II-6

Laporan Pendahuluan Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Kab. Lamongan

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya J

Adapun permasalahan pembangunan yang memengaruhi pengembangan kawasan pariwisata di Kabupaten Lamongan adalah adanya kawasan rawan gelombang pasang dan abrasi pantai di pesisir Brondong dan Paciran, di mana pada kawasan tersebut terdapat obyek daya tarik wisata unggulan bahkan merupakan kawasan pariwisata dengan skala nasional.

2.2 TINJAUAN PUSTAKA

2.2.1 Pengertian Pariwisata

Arti ’pariwisata’ belum banyak diungkapkan oleh para ahli bahasa dan pariwisata Indonesia. Kata ’pariwisata’ berasal dari dua suku kata, yaitu pari dan wisata. Pari berarti banyak, berkali-kalidan berputar-putar, sedangkan wisata berarti perjalanan atau bepergian yang dilakukan secara berkali-kali atau berkeliling. Pariwisata adalah padanan bahasa Indonesia untuk istilah tourism dalam bahasa inggris. Pada hakikatnya berpariwisata adalah suatu proses kepergian sementara dari seseorang atau lebih menuju tempat lain di luar tempat tinggalnya. Dorongan kepergiannya adalah karena berbagai kepentingan, baik karena kpentingan ekonomi, social, kebudayaan, politik, agama, kesehatan maupun kepentingan lain seperti sekedar ingin tahu, menambah pengalaman ataupun untuk belajar. (Gamal Suwantoro 2004: 3).

Pariwisata merupakan aktivitas, pelayanan dan produk hasil industri pariwisata yang mampu menciptakan pengalaman perjalanan bagi wisatawan. McIntosh menyatakan bahwa pariwisata adalah “…a composite of activitirs, services and industries thatdelivers a travel experience: transportation, accommodation, eating and drinking establishment, shops, entertainment, activity, and other hospitality service available forindividuals or group that are away from home” (Muljadi, 2009: 7). Menurut R.G. Soekadijo, pariwisata ialah segala kegiatan dalam masyarakat yang berhubungan dengan wisatawan. Semua kegiatan pembangunan hotel, pemugaran objek budaya, pembuatan pusat rekreasi, penyelenggaraan pecan pariwisata, penyediaan angkutan dan sebagainya dapat disebut sebagai kepariwisataan sepanjang dengan kegiatan-kegiatan itu semua dapat diharapkan para wisatawan akan berdatangan.

(19)

II-7

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut. Dengan demikian pariwisata meliputi:

a. Semua kegiatan yang berhubungan dengan perjalanan wisata.

b. Pengusahaan objek dan daya tarik wisata, seperti: Kawasan wisata, taman rekreasi, kawasan peninggalan sejarah (candi, makam), museum, waduk, pagelaran seni budaya, tata kehidupan masyarakat, dan yang bersifat alamiah: keindahan alam, gunung berapi, danau, pantai dan sebagainya.

c. Pengusahaan jasa dan sarana pariwisata, yakni:

- Usaha jasa pariwisata (biro perjalanan wisata, agen perjalanan wisata, pramuwisata, konvensi, perjalanan insentif dan pameran, impresariat, konsultan pariwisata, informasi pariwisata).

- Usaha sarana pariwisata yang terdiri dari: akomodasi, rumah makan, bar, angkutan wisata dan sebagainya.

- Usaha-usaha jasa yang berkaitan dengan penyelenggaraan pariwisata. 2.2.2 Jenis Pariwisata

Dewasa ini, pariwisata telah dikenal menjadi beberapa jenis antara lain: a. Wisata budaya

Dimaksudkan perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan ke tempat lain, mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan dan adat istiadat mereka, cara hidup meraka, budaya dan seni mereka.

b. Wisata kesehatan

Hal ini dimaksudkan dengan perjalanan wisatawan dengan tujuan untuk menukar keadaan dan lingkungan tempat seharihari di mana ia tinggal demi kepentingan beristirahat dengan mengunjungi temapt peristirahatan yang mempunyai iklim udara menyehatkan atau tempat-tempat yang menyediakan fasilitas kesehatan lainnya.

c. Wisata olahraga

Ini dimaksudkan dengan wisatawan-wisatawan yang melakukan perjalanan dengan tujuan berolahraga atu memang sengaja bermaksud mengambil bagian aktif dalam pesta olah raga.

d. Wisata komersial

Termasuk perjalanan untuk mengunjungi pameran-pameran dan pekan raya yang bersifat komersial.

(20)

II-8

Laporan Pendahuluan Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Kab. Lamongan

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya J

Perjalanan yang dilakukan oleh rombongan pelajar atau mahasiswa, atau orang-orang awam ke suatu kompleks atau daerah perindustrian dimana terdapat pabrik-pabrik atau bengkel-bengkel besar dengan maksud dan tujuan untuk mengadakan peninjauan atau penelitian.

f. Wisata Sosial

Wisata ini adalah pengorganisasian suatu perjalanan murah serta mudah untuk memberi kesempatan kepada golongan masyarakat ekonomi lemah untuk mengadakan perjalanan wisata.

g. Wisata Pertanian

Wisata ini adalah pengorganisasian perjalanan yang dilakukan oleh proyek-proyek pertanian, perkebunan, ladang pembibitan dan sebagainya dimana wisatawan rombingan dapat mengadakan kunjungan untuk menikmati segarnya tenaman. h. Wisata Buru

Wisata ini dilakukan di daerah yang memiliki daerah buru dan mendapat izin dari pemerintah.

i. Wisata cagar alam

Wisata ini biasanya banyak diselenggarakan oleh agen atau biro perjalanan yang mengkhususkan usaha-usaha dengan jalur mengatur wisata ke tempat atau daerah cagar alam, taman lindung, hutan daerah pegunungan dan sebagainya yang kelestariaanya dilindungi oleh undang-undang.

j. Wisata bulan madu

Suatu penyelenggaraan perjalanan bagi pasangan-pasangan merapti, penganti baru, yang sedang berbulan madu dengan fasilitas-fasilitas khusus dan tersendiri demi kenikmatan perjalanan dan kunjungan mereka (Nyoman S. Pendit, 1999: 42-47).

2.2.3 Motif Orang Melakukan Pariwisata

Motif orang melakukan wisata ada bermacam-macam, tergantung apa yang diinginkan oleh wisatawan. Berikut ini tercantum sejumlah subkelas motif wisata:

a. Motif bersenang-senang

Orang ingin mengumpulkan pengumpulan sebanyakbanyaknya, mendengarkan dan menikmati apa saja yang menarik perhatian.

b. Motif rekreasi

Rekreasi ialah kegiatan yang menyenangkan yang dimaksudkan untuk memulihkan kesegaran jasmani dan rohani manusia. Kegiatannya dapat berupa olahraga, membaca, mengerjakan hobi dan sebagainya.

(21)

II-9

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

Tipe wisata ini orang tidak hanya sekedar mengunjungi suatu tempat untuk menyaksikan akan tetapi untuk mempelajari atau mengadakan penelitian tentang keadaan setempat.

d. Motif spiritual

Motif ini merupakan motif tertua karena sebelum ada wisata yang lain, orang sudah melakukan perjalanan untuk berziarah atau keperluan keagamaan lainnya. e. Motif kesehata

Melakukan wisata dengan tujuan untuk memperoleh kesehatan dengan mengunjungi tempat-tempat yang memiliki wisata alam yang masih asli yang dinilai bisa menghirup udara segar (R.G. Soekadijo 1997: 38-45).

2.2.4 Unsur-unsur Penting dalam Pariwisata

Disetiap objek wisata sebetulnya ada berbagai unsur yang saling bergantung. Unsur-unsur yang saling tergantung ini semuanya diperlukan agar para wisatawan dapat menikmati suatu pengalaman yang memuaskan mereka. Suatu objek wisata meliputi lima unsur penting yaitu:

a. Attraction

Menurut pengertiannya, attraction mampu menarik wisatawan yang ingin mengunjunginya. Ciri khas objek wisata yang mampu menarik wisatawan adalah: Keindahan alam, Iklim dan cuaca, Kebudayaan, Sejarah, Ethnicity atau sifat kesukuan, Accessibility atau kemampuan dan kemudahan berjalan ke tempat tertentu.

b. Fasilitas

Fasilitas cenderung bukan mendorong pertumbuhan dan cenderung berkembang pada saat yang sama atau sesudah attraction berkembang. Suatu attraction juga bisa merupakan fasilitas. Selama tinggal tinggal di tempat yang jauh dari rumah, wisatawan harus tidur, makan, dan minum. Fasilitas penginapan bervariasi dari hotel yang berstandar internasional hingga fasilitas camping atau rumah saudara atau teman. Penyediaan fasilitas penginapan dengan jumlah dan kualitas yang cocok sangat penting untuk mensukseskan suatu daerah pariwisata. Selain itu penyediaan fasilitas untuk wisatawan selain penginapan, makanan, dan minuman. Hal ini termasuk souvenir atau toko duty-free, toko cuci pakaian, pemandu, daerah festival dan fasilitas rekreasi.

c. Infrastruktur

(22)

II-10

Laporan Pendahuluan Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Kab. Lamongan

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya J

Sistem pembuangan kotoran atau pembuangan air, Jalan-jalan di jalan raya, Sistem keamanan. Bagian-bagian penting dalam insfrastruktur pariwisata termasuk: Air (Kuantitas dan kualitas air sangat diperlukan oleh wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata), Tenaga energi atau listrik (Suatu pertimbangan yang penting adalah penawaran tenaga energi yang tersedia pada jam pemakaian yang paling tinggi atau jam puncak), Komunikasi (Walaupun banyak wisatawan ingin melarikan diri dari situasi biasanya yang sering penuh dengan ketegangan, sebagian besar masih membutuhkan jasa-jasa telepon yang tersedia), Sistem pembuangan kotoran atau air (Kebutuhan air untuk pembuangan kotoran memerlukan kira-kira 90% dari permintaan akan air. Jaringan saluran harus didesaian berdasarkan permintaan puncak atau pada saat permintaan maksimal), Jasa-jasa kesehatan (Jenis jasa-jasa kesehatan yang tersedia kan tergantung pada jumlah tamu yang diharapkan, umurnya, jenis kegiatan yang dilakukan, dan faktor-faktor geografis lokal), Jalan raya (Konstruksi jalan kelas pertama sangat memudahkan mencapai suatu daerah), Transportasi (Ada beberapa usul mengenai terminal pengangkutan dan fasilitasnya yang dapat menjadi semacam pedoman termasuk: Informasi lengkap tentang fasilitas, lokasi terminal, dan pelayanan pengangkutan lokal di tempat tujuan harus tersedia untuk semua penumpang sebelum berangkat dari tempat asal; Sistem keamanan harus disediakan di terminal untuk mencegah pengambilan kopor yang bukan pemiliknya; Sistem informasi harus menyediakan data tentang pelayanan pengangkutan lain yang dapat dihubungi di terminal termasuk informasi tentang tarif dan jadwal; Peta kota harus tersedia bagi penumpang; Informasi lengkap harus tersedia meliputi lokasi, tarif, jadwal, dan rute dari pelayanan pengangkutan lokal; Keramahtamahan dan keamanan. Wisatawan sedang berada dalam lingkungan yang tidak mereka kenal. Maka, kepastian atau jaminan mengenai keamanan sangat penting. Khususnya untuk penumpang yang pergi jauh dari temapt asalnya. Situasi yang kurang aman mengenai makanan, air, atau perlindungan polisi memungkinkan orang menghindari berkunjung ke suatu lokasi. Maka kebutuhan dasar akan keamanan dan perlindungan harus dipertimbangkan dan disediakan supaya calon wisatawan merasa aman sebelum dan selama perjalanan dan liburan (Dr. James J. Spilliane 1996: 63- 72).

Unsur-unsur penting penunjang pariwisata lainnya juga dikemukakan oleh Viju Mathew:

(23)

II-11

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

channels, network, community involvement, benchmarking, environtment development and other which directly support the key drivers to achieve the competitiveness and are crucial for many forms of tourism and visitor satisfaction” (Sustainable Tourism: A Case Of Destination Competitiveness In South Africa, 2009: 85).

Dukungan meliputi kegiatan pengembangan sumber daya manusia, infrastruktur, dukungan fisik, kebijakan, kapasitas pribadi keselamatan dan keamanan, budaya, iklim, peristiwa, penghubung, saluran, jaringan, keterlibatan masyarakat, benchmarking, pengembangan lingkungan dan lainnya yang secara langsung mendukung driver kunci untuk mencapai daya saing dan sangat penting bagi banyak bentuk pariwisata dan kepuasan pengunjung.

2.2.5 Pengelolaan Pariwisata

Pengelolaan sistem pariwisata sebenarnya memerlukan pembahasan yang komprehensif dan detail. Pengelolaan yang baik dan efektif memerlukan penguasaan atas orang-orang yang akan dikelola. Di tingkat individual, orang akan mulai mengatur hidupnya begitu ia bisa mandiri. Di tingkat sosial, menurut Thompson dan Thompson, subjek pengelolaan adalah organisasi dan kumpulan organisasi merupakan:

”...grouping of people working in a prescribed or structured fashion towards predetermined ends...management involves the conscious integration of organization activity to achieve chosen ends” (I Gede dan I Ketut 2009: 80-81).

Pengelolaan pariwisata haruslah mengacu pada prinsip-prinsip pengelolaan yang menekankan nilai-nilai kelestarian lingkungan alam, komunitas, dan nilai sosial yang memungkinkan wisatawan menikmati kegiatan wisatanya serta bermanfaat bagi kesejahteraan komunitas lokal. Menurut Cox, pengelolaan pariwisata harus memperhatikan prinsip-prinsip berikut:

1. Pembangunan dan pengembangan pariwisata harusla didasarkan pada kearifan local dan special local sense yang merefleksikan keunikan peninggalan budaya dan keunikan lingkungan.

2. Preservasi, proteksi, dan peningkatan kualitas sumber daya yang menjadi basis pengembangan kawasan pariwisata.

3. Pengembangan atraksi wisata tambahan yang mengakar pada khasanah budaya lokal.

4. Pelayanan kepada wisatawan yang berbasis keunikan budaya dan lingkungan lokal.

(24)

II-12

Laporan Pendahuluan Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Kab. Lamongan

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya J

lingkungan alam atau akseptabilitas sosial walaupun di sisi lain mampu meningkatkan pendapatan masyarakat (I Gede dan I Ketut 2009 81-82).

2.2.6 Pengembangan Pariwisata

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 9 Tahun 1990 BAB IV Pasal 5, pembangunan objek dan daya tarik wisata dilakukan dengan cara mengusahakan, mengelola, dan membuat objek-objek baru sebagai objek dan daya tarik wisata. Sedangkan Pasal 6 menyebutkan pembangunan objek dan daya tarik wisata dilakukan dengan memperhatikan:

1. Kemampuan untuk mendorong peningkatan perkembangan kehidupan ekonomi dan sosial budaya.

2. Nilai-nilai agama, adat istiadat, serta pandangan dan nilainilai yang hidup dalam masyarakat.

3. Kelestarian budaya dan mutu lingkungan. 4. Kelangsungan usaha pariwisata itu sendiri.

Peraturan Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.37/UM.001/MKP/07 Tentang Kriteria dan Penetapan Destinasi Pariwisata Unggulan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Kriteria untuk penetapan destinasi pariwisata unggulan, sekurang-kurangnya meliputi:

1. Ketersediaan sumber daya dan daya tarik wisata 2. Fasilitas pariwisata dan fasilitas umum

3. Aksesibilitas

4. Kesiapan dan Keterlibatan masyarakat 5. Potensi pasar

6. Posisi strategis pariwisata dalam pembangunan daerah

Dalam pengembangan pariwisata terdapat sapta kebijaksanaan pengembangan yang dapat dijadikan acuan dalam upaya pengembangan pariwisata, diantaranya: 1. Promosi

Pada hakikatnya merupakan pelaksanaan upaya pemasaran. Promosi wisata harus dilaksanakan secara selaras dan terpadu, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

2. Aksesibilitas

Hal ini merupakan salah satu aspek penting yang mendukung pengembangan pariwisata, karena menyangkut pengembangan lintas sektoral.

3. Kawasan Pariwisata

(25)

II-13

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

- Meningkatkan peran serta daerah dan swasta dalam mengembangkan pariwisata.

- Memperbesar dampak positif pembangunan.

- Mempemudah pengendalian terhadap dampak lingkungan. 4. Wisata Bahari

Wisata bahari merupakan salah satu jenis produk wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan. Jenis wisata ini memiliki keunggulan komparatif yang sangat tinggi tehadap produk wisata sejenis di luar negeri.

5. Produk Wisata

Upaya untuk dapat menampilkan produk wisata yang bervariasi dan mempunyai kualitas daya saing yang tinggi.

6. Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia merupakan salah satu modal dasar pengembangan pariwisata. Sumber daya manusia ini harus memiliki keahlian dan ketrampilan yang diperlukan untuk memberikan jasa pelayanan pariwisata.

7. Kampanye Nasional Sadar Wisata

(26)

Laporan Pendahuluan Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Kab. Lamongan

III-1

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya J

BAB III

DELINIASI DAN

GAMBARAN UMUM WILAYAH

3.1 DELINIASI WILAYAH

Penetapan bagian wilayah perencanaan dapat dilakukan dengan deliniasi kawasan berdasarkan wilayah administrasi, kawasan fungsional, dan wilayah yang memiliki potensi wisata. Berdasarkan RTRW Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Lamongan memiliki fungsi sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dengan fungsi pariwisata. Kabupaten Lamongan termasuk dalam koridor A yaitu jalur pengembangan wisata Jawa Timur yang memiliki potensi wisata skala nasional yakni Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Goa and Zoo.

(27)

III-2

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

Gambar 3.1 Bagan Alur Deliniasi Wilayah Perencanaan

(28)
(29)

III-3

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya 3.2 GAMBARAN UMUM WILAYAH PERENCANAAN

Wilayah Perencanaan Kawasan Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Lamongan berdasarkan deliniasi wilayah berada di Kecamatan Brondong dan Paciran yang berada di bagian utara dari Kabupaten Lamongan. Luas wilayah perencanan kawasan pengembangan pariwisata sebesar 12.248 ha. Secara administratif batas wilayah perencanaan adalah sebagai berikut:

Sebelah Timur : Kabupaten Gresik Sebelah Barat : Kabupaten Tuban

Sebelah Selatan : Kecamatan Solokuro (Kabupaten Lamongan) Sebelah Utara : Laut Jawa

Kawasan Pengembangan Pariwisata pada wilayah perencanaan terdiri atas 25 desa dan 2 kelurahan untuk lebih jelasnya batas wilayah administrasi wilayah perencanaan dapat dilihat pada Peta Batas Wilayah Perencanaan, sedangkan Luas daerah per Kecamatan pada kawasan pengembangan pariwisata dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.1 Nama Kecamatan dan Luas Kecamatan pada Wilayah Perencanaan

No Nama

Kecamatan Nama Desa dan Kelurahan

Jumlah

1 Paciran Blimbing, Kandangsemangkon,

Paciran, Sumurgayam,

Sendangagung, Sendangduwur,

Tunggul, Kranji, Drajat, Banjarwati,

Kemantren, Sidokelar,

Tlogosadang, Paloh,

Weru, Sidokumpul, Warulor

16 1 4.789

2. Brondong Lembor, Tlogoretno, Sidomukti,

Lohgung , Labuhan, Brengkok,

Sendangharjo, Sedayulawas,

Sumberagung, Brondong

9 1 7.459

Total 25 2 12.248

Sumber: Kabupaten Lamongan dalam Angka, 2015

3.2.1 Gambaran Umum Obyek Daya Tarik Wisata

A. Monumen Kapal Van der Wijck

(30)

III-4

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya J

Laporan Pendahuluan Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Kab. Lamongan

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck oleh Hamka. Kapal mewah yang dibuat di galangan kapal Feijenoord, Rotterdam, Belanda pada tahun 1921 merupakan kapal milik perusahaan Koninklijke Paketvaart Maatschappij, Amsterdam. Atas jasa nelayan Brondong dan Blimbing, awak kapal dan penumpang dapat diselamatkan. Pemerintah Hindia Belanda mendirikan monumen di halaman Kantor Pelabuhan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur untuk mengenang peristiwa tersebut dan menghormati jasa nelayan.

Gambar 3.2 Monumen Van Der Wijck di Kecamatan Brondong

Sumber: google.com

B. Wisata Bahari Lamongan (WBL)

WBL adalah tempat wisata bahari yang terletak di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Tempat wisata ini dibuka sejak 14 November 2004. Wisata Bahari Lamongan dikelola oleh PT Bumi Lamongan Sejati. Beberapa wahana unggulan tempat wisata ini antara lain Istana Bawah Laut, Gua Insectarium, Space Shuttle, Anjungan Wali Songo, Texas City, Paus Dangdut, Tembak Ikan, Rumah Kaca, serta Istana Bajak Laut. Wisata Bahari Lamongan dibangun di lokasi yang dahulu dikenal dengan nama Pantai Tanjung Kodok.

Gambar 3.3 Wisata Bahari Lamongan di Kecmatan Paciran

(31)

III-5

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

C. Makam Sunan Drajat

Sunan Drajat dimakamkan di daerah Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Makam Sunan Drajat ini berada pada bukit dengan dikelilingi pepohonan yang luas. Di area Makam Sunan Drajat dibangun Museum Sunan Drajat dan bisa diakses masyarakat umum secara gratis, agar mempermudah pengenalan sejarah budaya bagi dunia pendidikan. Pada umumnya pengunjung Makam Sunan Drajat ini adalah wisatawan nusantara. Selain itu juga sering didatangi wisatawan dari berbagai daerah di Asia tenggara.

Gambar 3.4 Makam Sunan Drajat di Kecamatan Paciran

Sumber: google.com

D. Maharani Goa and Zoo

Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memiliki goa yang cukup terkenal, yaitu Goa Maharani. Terletak di Tanjung Kodok, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, goa ini berjarak sekitar 500 meter dari pantai utara Jawa dan berada pada kedalaman 25 meter di bawah permukaan tanah. Goa dengan luas 2.500 m2 ini ditemukan pada 6 Agustus 1992 oleh sekelompok penambang fosfat

yang dimandori oleh Sunyoto. Goa Maharani kemudian diresmikan oleh Bupati Lamongan pada tanggal 10 Maret 1994 sebagai salah satu obyek wisata di Kabupaten Lamongan. Saai ini, Goa Maharani telah dikembangkan dengan adanya wahana baru yaitu kebun binatang.

Gambar 3.5 Goa Maharani di Kecamatan Paciran

(32)

III-6

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya J

Laporan Pendahuluan Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Kab. Lamongan

E. Tempat Pelelangan Ikan Brondong

TPI Brondong berjarak 6 km dari lokasi wisata Tanjung Kodok atau Wisata Bahari Lamongan (WBL). Tempat ini merupakan tempat pendaratan ikan para nelayan, baik nelayan lokal maupun nelayan dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, tempat ini juga dapat dijadikan sebagai tempat rekreasi bagi keluarga sekaligus belanja ikan yang relatif murah dan segar. Untuk menuju TPI ini dapat ditempuh dengan transportasi umum dari Surabaya-Gresik-Panceng melalui Jalan Daendeles (ruas jalan Anyer - Panarukan), atau dari arah barat Tuban-Paciran.

Gambar 3.6 TPI Brondong di Kecamatan Brondong

Sumber: google.com

F. Pantai Tanjung Kodok

Pantai tanjung kodok terletak di sisi utara Jawa Timur pada Kabupaten Lamongan di kecamatan paciran. Pantai ini disebut tanjung karena daratannya menjorok ke lautan dan bebentuk menyerupai kodok. Pantai tanjung kodok ini selalu dijadikan lokasi berkumpulnya para ahli untuk menentukan rukyah (penentuan tanggal dimulainya bulan puasa atau ramadhan dan hari raya idul fitri).

Gambar 3.7 Pantai Tanjung Kodok di Kecamatan Paciran

(33)

III-7

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

G. Pemandian Air Panas Brumbung

Lokasi wisata lain di Kecamatan Paciran adalah pemandian Air Panas Brumbung atau yang dikenal dengan sebutan Air Panas Brumbung. Air Panas Brumbung memiliki nuansa alami karena lokasinya yang berda di tengah hutan dan sejarah panjangnya layak dikunjungi dan menjadi satu di antara destinasi wisata di Lamongan. Pemandian air panas yang oleh masyarakat sekitar sering disebut sebagai sendang Brumbung ini terletak di wilayah Dusun Tepanas, Desa Kranji, Kecamatan Paciran. Sendang Brumbung sudah ada sejak zaman Walisongo, tepatnya di masa Sunan Drajat.

Gambar 3.8 Pemandian Air Panas Brumbung Tepanas di Kecamatan Paciran

Sumber: google.com

H. Pelabuhan Rakyat Sedayu Lawas

(34)

III-8

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya J

Laporan Pendahuluan Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Kab. Lamongan

Gambar 3.9 Pelabuhan Rakyat Sedayu Lawas di Kecamatan Brondong

Sumber: google.com

I. Makam Sendang Duwur

Sendang Dhuwur adalah tokoh kharismatik yang pengaruhnya dapat disejajarkan dengan Wali Songo pada saat itu. Bangunan Makam Sunan Sendang Duwur yang dikeramatkan oleh penduduk sekitar tersebut berarsitektur tinggi yang menggambarkan perpaduan antara kebudayaan Islam dan Hindu. Bangunan gapura bagian luar berbentuk Tugu Bentar dan gapura bagian dalam berbentuk Paduraksa. Sedangkan dinding penyangga cungkup makam dihiasi ukiran kayu jati yang bernilai seni tinggi dan sangat indah. Dua buah batu hitam berbentuk kepala Kala menghiasi kedua sisi dinding penyangga cungkup. Makam Sunan Sendang Duwur yang letaknya di atas bukit, terdapat di Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran. Walaupun komplek makam terletak di dataran yang cukup tinggi, tetapi bisa dijangkau oleh kendaraan umum ataupun pribadi. Sarana jalan yang sudah baik dan memadai memudahkan para pengunjung yang ingin kesana untuk berwisata ziarah.

Gambar 3.10 Makam Sendhang Dhuwur di Kecamatan Paciran

Sumber: google.com

(35)

III-9

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

3.2.2 Fisik Dasar dan Karakteristik Penggunaan Lahan

A. Kondisi Topografi

Kondisi topografi pada wilayah perencanaan dapat ditinjau dari ketinggian wilayah di atas permukaan laut dan kelerengan lahan. Pada Kabupaten Lamongan sendiri terdiri dari dataran rendah berawa dengan ketinggian 0-20 m dengan luas 50,17% dari luas Kabupaten Lamongan, daratan ketinggia 25-100 m seluas 45,68% dan sisanya 4,15% merupakan daratan dengan ketinggian di atas 100 m. Klasifikasi kemiringan lahan per Kecamatan pada wilayah perencanaan pada dapat dilihat pada tabelberikut ini.

Tabel 3.2 Luas Daerah Per Kecamatan pada Wilayah Perencanaan Menurut Klasifikasi Kemiringan di Kabupaten Lamongan

No Kecamatan 0-2% 2-15% 15-40% > 40% Luas (Ha)

1. Paciran - 4.314 425 50 4.789

2. Brondong 5.047 2.337 75 - 7.459

Total 5.047 6.651 500 50 12.248

Sumber: Kabupaten Lamongan dalam Angka, 2015

B. Klimatologi

Aspek klimatologi ditinjau dari kondisi suhu dan curah hujan. Keadaan iklim di Kabupaten Lamongan merupakan iklim tropis yang dapat dibedakan atas 2 (dua) musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember sampai dengan bulan Maret, sedangkan pada bulan - bulan lain curah hujan relatif rendah. Pada wilayah perencanaan suhu maksimal adalah 29 °C sedangkan suhu minimal adalah 20 °C. Curah hujan rata-rata berkisar sekitar 269 mm/th.

C. Kawasan Rawan Bencana

Aspek Kawasan Rawan Bencana di Kabupaten Lamongan terbagi atas kawasan rawan bencana banjir dan kawasan rawan bencana gelombang. Wilayah perencanaan termasuk ke dalam kawasan rawan bencana gelombang karena wilayah tersebut terletak di kawasan Pantai Utara Jawa yang berbatasan langsung dengan Selat Jawa. Untuk lebih jelas mengenai peta kawasan rawan bencana dapat dilihat pada Peta Kewilayahan.

D. Karakteristik Penggunaan Lahan

(36)

III-10

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya J

Laporan Pendahuluan Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Kab. Lamongan

jalan, sungai/saluran irigasi, dan lain – lain. Untuk lebih jelasnya pembagian luas lahan menurut jenisnya pada Kabupaten Lamongan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.3 Luas Lahan Sawah Dan Non Sawah Pada Wilayah Perencanaan

No. Nama Kecamatan Lahan Sawah Lahan Non Sawah Luas (Ha)

1. Paciran 4.192 597 4.789

2. Brondong 1.543 5.916 7.459

Total 103.988 77.292 181.280

Sumber: Kabupaten Lamongan dalam Angka, 2015

a. Kawasan Lindung

- Kawasan Perlindungan Setempat

Kawasan perlindungan setempat terdapat di Kabupaten Lamongan sebagian besar masih terpelihara. Kawasan ini meliputi kawasan sempadan pantai, sempadan sungai, kawasan sekitar danau/ waduk. Kawasan perlindungan setempat pada wilayah perencanaan merupakan kawasan sempadan pantai yang terletak pada kawasan pesisir Kabupaten Lamongan. Kawasan perlindungan pantai ini nantinya digunakan sebagai kawasan kelestarian ekosistem untuk menjaga keseimbangan dengan kegiatan budidaya diatasnya seperti kelestarian hutan mangrove. Permasalahan pada kawasan perlindungan setempat antara lain tingginya intensitas pengembangan wilayah pesisir pantai utara mengakibatkan timbulnya abrasi pantai, kemudian beberapa kawasan perlindungan setempat berupa sempadan pantai yang terdapat di wilayah pesisir utara Kabupaten Lamongan masih belum dikelola dengan baik misalnya adanya permukiman di kawasan sempadan pantai.

- Kawasan Cagar Budaya

Kawasan cagar budaya yang terdapat pada Kabupaten Lamongan cukup beragam nantinya kawasan perlindungan cagar budaya dapat dikembangkan sebagai kawasan untuk kegiatan wisata budaya, wisata religi dan wisata pendidikan/ penelitian. Pemantapan kawasan cagar budaya pada kawasan pengembangan pariwisata dengan memelihara nilai dan fungsinya sebagai peninggalan sejarah, objek penelitian dan pariwisata diantaranya yaitu kawasan cagar budaya Monumen Van der Wijck di Kecamatan Brondong, Makam Sunan Drajat di Kecamatan Paciran, dan Makam Sendhang Dhuwur di Kecamatan Paciran.

- Kawasan Rawan Bencana Alam

(37)

III-11

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

yang luas sehingga banyak lahan konservasi yang terpakai sehingga hal ini memungkinkan terjadinya gelombang pasang. Kawasan rawan bencana alam pada kawasan pengembangan pariwisata yaitu dengan perlindungan kawasan rawan gelombang pasang pada wilayah perencanaan. Permasalahan lain pada kawasan rawan bencana diakibatkan juga oleh tingkat pengembangan wilayah di kawasan pesisir sehingga mengalami benturan dengan kelestarian lingkungan seperti mulai hilangnya mangrove dan rusaknya terumbu kurang.

- Kawasan Lindung Geologi

Kawasan lindung geologi pada kawasan pengembangan pariwisata yaitu dengan perlindungan kawasan Goa Maharani dan Zoo (Mazoola) sebagai kawasan lindung geologi yang berada di Kecamatan Paciran.

b. Kawasan Budidaya

- Kawasan Hutan Rakyat

Kabupaten Lamongan memiliki luas hutan yang besar jika hasilnya diolah untuk meningkatkan nilai ekonomi. Sebagian besar pengolahan hasil hutan produksi dari pengolahan kayu gelondongan menjadi kayu siap dipasarkan. Pengusahaan pengembangan kawasan hutan rakyat berada di seluruh kecamatan di Kabupaten Lamongan salah satunya berada di dalam wilayah perencanaan.

- Kawasan Pertanian

Pengusahaan kawasan pertanian pada kawasan pengembangan pariwisata terdiri atas kawasan pertanian pangan, holtikultura dan peternakan besar maupun kecil di seluruh kecamatan di Kabupaten Lamongan salah satunya berada di dalam wilayah perencanaan. Potensi pertanian yang potensial pada kawasan pengembangan pariwisata ini pada Kecamatan Paciran dengan komoditi berupa tanaman jarak pagar sehingga komoditi ini mendukung peningkatan mutu pertanian di Kabupaten Lamongan.

- Kawasan Perikanan

Perikanan sendiri terdiri atas perikanan tangkap di laut dan perikanan budidaya yang menggunakan air payau maupun air tawar. Potensi perikanan darat darat ini terkonsentrasi di sawah tambak, sungai yang terbesar di wilayah perencanaan. Kawasan pengolahan ikan dengan kawasan minapolitan ditetapkan pada wilayah perencanaan dengan didukung Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Kecamatan Brondong juga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kecamatan Brondong.

(38)

III-12

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya J

Laporan Pendahuluan Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Kab. Lamongan

Kabupaten Lamongan memiliki sumber daya potensial mineral seperti bahan mineral bukan logam dan batuan pada wilayah perencanaan. Kawasan pertambangan di Kabupaten Lamongan salah satunya berada pada Kecamatan Brondong dan Kecamatan Paciran. Permasalahan pada kawasan pertambangan ini yaitu sebagian besar areal pertambangan mengalami kerusakan akibat penambangan bahan galian yang tidak memperhatikan lingkungan.

- Kawasan Industri

Kegiatan industri di Kabupaten Lamongan memiliki potensi yang cukup besar pada kawasan utara yang meliputi Lamongan Shorebase (LS) dan kawasan industri kemaritiman. Kawasan industri terletak pada kawasan utara yaitu pada Kecamatan Paciran.

- Kawasan Pariwisata

Potensi pariwisata di Kabupaten Lamongan cukup besar baik wisata alam, wisata budaya dan minat khusus. Sebagian besar wisata tersebut tersebut berada pada jalur regional. Pada wilayah perencanaan kawasan pariwisata terdiri atas Wisata Bahari Lamongan (WBL) , Gua Maharani dan Zoo, Sumber Air Tepanas, Monumen Van Der Wijck, Makam Sunan Drajad, Makam Sendang Duwur, Tempat Pelelangan Ikan.

- Kawasan Permukiman

Kawasan Permukiman terletak pada seluruh kecamatan di Kabupaten Lamongan salah satunya pada wilayah perencanaan. Kawasan permukiman terdiri atas permukiman perdesaan dan permukiman perkotaan akan tetapi karena Kabupaten Lamongan memiliki sistem struktur ruang PKLp pada Kecamatan Brondong dan kecamatan paciran menyebabkan sebagian besar kawasan ini terdiri atas permukiman perkotaan.

- Kawasan Pesisir

(39)

III-13

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

Untuk lebih jelas mengenai penggunaan lahan di kawasan pengembangan pariwisata dapat dilihat pada Peta Penggunaan Lahan di Kawasan Pengembangan Pariwisata.

3.2.3 Infrastruktur

Infrastruktur merupakan sarana penunjang yang membantu semua kegiatan dalam suatu wilayah, sehingga aktifitas suatu wilayah bisa berjalan dengan baik. Infrastruktur yang menjadi pendukung perencaaan pariwisata di wilayah perencanaan yaitu di Kecamatan Brondong dan Kecamatan Paciran adalah sebagai berikut.

A. Jaringan Listrik

Jaringan listrik di wilayah perencanaan dilayani oleh PLN Brondong yang berada di Jl. Raya Deandles, Kandangsemangkon, Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Listrik yang diproduksi tersebut memiliki tarif yang berbeda beda tergantung pada golongannya. Tarif tertinggi rata rata dikenakan, untuk golongan Industri dan Usaha Multiguna Hotel. Serta dalam peningkatan mutu keandalan pelayanan listrik di wilayah perencanaan sekitar pukul 9.00/ 10.00 pagi-selesai. (PLN Brondong, 2016)

Tabel 3.4 Pelanggan, Daya Terpasang & Listrik Terjual di Wilayah Brondong/Paciran tahun 2014

NO Golongan Pelanggan Daya Terpasang

Terjual/Sold (KWh)

1 Rumah Tangga 42.817 31.309.800 55.499.377

2 Sosial 1.298 2.343.450 37.163.69

3 Usaha,

Multi-guna dan Hotel

4762 17.086.950 25.279.774

4 Industri 110 26.622.400 60.722.855

5 Gedung/Kantor 43 373.050 464.490

6 Jalan 93 572.155 1.601.777

Total 49.123 78.307.805 147.284.642

Sumber: BPS Kab. Lamongan, 2015

B. Jaringan Telekomukasi

(40)

III-14

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya J

Laporan Pendahuluan Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Kab. Lamongan

C. Jaringan Air Bersih

Sumber air bersih yang berada di wilayah perencanaan berupa air permukaan dengan kedalaman berkisar antara 0-20 meter dari permukaan tanah. Serta di wilayah perencanaan terdapat Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Brondong- Paciran yang difungsikan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah pantura. Kapasitas air bersih yang tersalur untuk perusahaan perikanan Nusantara Brondong berkapasitas 23 liter/detik. (Redaksi,co.id, 2015 dan RDTR Kecamatan Brondong, 2013).

D. Jaringan Drainase

Drainase adalah sistem saluran pembuangan air hujan yang menampung dan mengalirkan air hujan dan air buangan yang berasal dari daerah terbuka maupun dari daerah terbangun. Jaringan drainase diklasifikasikan dalam 3 (tiga) jenis yaitu drainase primer, sekunder, dan tersier. Jaringan drainase yang terdapat di Kecamatan Brondong memiliki konstruksi semi permanen dan non permanen. Jaringan utama drainase berada di sepanjang jalan utama desa-desa di Kecamatan Brondong. Secara umum, drainase masih banyak dengan tipe terbuka dan sebagian kecil yang tertutup yang kondisinya mengalami penurunan. (Buku Profil Sanitasi, 2012 dan RDTR Kecamatan Brondong, 2013).

E. Sistem Sanitasi

Sistem sanitasi di kecamatan Brondong terdapat MCK ++ dan menggunakan sistem off site komunal dan yang digunakan di tempat tertentu menggunkan on-site system.(Buku Putih Sanitasi Kabupaten Lamongan, 2012).

F. Sistem Persampahan

(41)

III-15

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya

Gambar 3.11 Sampah di Wilayah Perencaaan Sumber: Google, 2016

3.2.4 Sosial Kependudukan

A. Demografi

Jumlah penduduk RZBWP Kabupaten Blitar sampai dengan akhir tahun 2014 adalah sejumlah 169.807 jiwa (Data BPS Kabupaten Kabupaten Lamongan 2016). Dimana rincian perdesa nya adalah sebagai berikut

Tabel 3.5 Data Jumlah Penduduk Kecamatan Jumlah penduduk

Berondong 73790

Paciran 96017

Sumber: Kabupaten Lamongan dalam Angka, 2016

(42)

III-16

Praktek Perencanaan Wilayah

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITS Surabaya J

Laporan Pendahuluan Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Kab. Lamongan

Dengan distibusi penduduk dan kepadatan penduduk sebagai berikut:

Tabel 3.6 Data Kepadatan Penduduk

Kecamatan Distribusi penduduk Kepadatan Penduduk

Paciran 7,15 2005

Berondong 5,50 989

Sumber: Kabupaten Lamongan dalam Angka, 2016

B. Wisatawan dan Budaya

Pariwisata menjadi salah satu daya tarik dari Kabupaten lamongan. Pada wilayah perencanaan kami setidaknya terdapat 9 destinasi wisata yaitu pelabuhan Sedayu, Makan Sunan Drajad, WBL (Wisata Bahari Lamongan), Goa Maharani, TPI Berondong, Makam Sundang Duwur, Air Panas Berumbung, Monumen Van der Wijk, dan Pantai Tanjung Kodok. Dari 9 destinasi wisata tersebut terdapat 4 wisata unggulan berdasarkan profil Kabupaten Lamongan yaitu Makam Sunan Drajad, WBL, Monumen Van der Wijk, dan Goa Maharani.

Tabel 3.7 Data Jumlah Wisatawan

Destinasi Wisata 2014 2015 Delta (%)

Pelabuhan Sedayu - -

Makam Sunan Drajad 896378 929659 1,82

WBL 665630 583938 -6,53

Goa Maharani 246639 279402 6,22

TPI Berondong - -

Makam Sundang Duwur 80547 91885 6,57

Air Panas Brumbung 25231 283365 5,84

Monumen Van der Wijk 365133 367731 0,35

Pantai Tanjung Kodok - -

Sumber: Kabupaten Lamongan Dalam Angka, 2016

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa Makam Sunan Drajad menjadi destinasi wisata favorit pada wilayah perencanaan dengan pertumbuhan pengunjung sebesar 1,82% pada tahun 2015. Selanjutnya yang menjadi destinasi wisata favorit adalah WBL (Wisata Bahari Lamongan) dengan jumlah pengunjung sebesar 583.938 pengunjung, namun presentase pengunjung menurun sebesar 6,53% pada tahun 2015.

Gambar

Gambar 1.1 Bagan Alur Berpikir Konsep
Gambar 3.1 Bagan Alur Deliniasi Wilayah Perencanaan
Tabel 3.1 Nama Kecamatan dan Luas Kecamatan pada Wilayah Perencanaan
Gambar 3.2 Monumen Van Der Wijck di Kecamatan Brondong
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tidak hanya itu saja masih ada beberapa kawasan-kawasan wisata lainnya dan beberapa budaya yang Letak-letak kawasan pariwisata yang bisa dikatakan strategis juga dapat

Out put penggunaan Model kelembagaan kawasan strategis pariwisata adalah mahasiswa mampu mengaplikasi konsep-teori dalam ilmu Pariwisata yang diformulasikan dengan

Dalam perencanaan pembangunan jangka menengahProvinsi Jawa Timur, Kabupaten Lamongan masuk dalam cluster Segitiga Emas yang terdiri dari Kawasan

Perencanaan strategis pembangunan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lamongan yang disusun seiring dan sejalan dengan Perencanaan didalam RPJMD Pemerintah Kabupaten

Dari hasil tinjauan rencana tata ruang wilayah dan arah rencana pengembangan pada wilayahAceh maka rencana pengembangan jaringan jalan yang sesuai dengan kebutuhan

3) Kawasan Strategis Pariwisata III (KSP III) yaitu berupa pembangunan daya tarik wisata unggulan alam pantai dengan pendukung wisata pendidikan, konservasi dan

Dari hasil analisis terhadap beberapa contoh marka grafis yang berkaitan dengan kegiatan pariwisata di beberapa wilayah kawasan wisata kota Bogor, terdapat kesimpulan akan

Perencanaan tata ruang laut nasional sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf a merupakan perencanaan untuk menghasilkan rencana tata ruang laut nasional yang diintegrasikan ke dalam