• Tidak ada hasil yang ditemukan

Eka Puji Purnama Sari, Nurul Qomari, Widya Susanti

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Eka Puji Purnama Sari, Nurul Qomari, Widya Susanti"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS RASIO KEUANGAN LIKUIDITAS,

SOLVABILITAS, PROFITABILITAS DAN RENTABILITAS

DALAM MENILAI KINERJA LAPORAN KEUANGAN PADA PT.

SUPARMA, Tbk YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK

INDONESIA

Eka Puji Purnama Sari, Nurul Qomari, Widya Susanti

Progam Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Bhayangkara Surabaya [email protected]

ABSTRAK

Salah satu metode untuk mengukur kinerja perusahaan adalah dengan menggunakan analisis rasio keuangan yang terdiri dari banyak jenis. Namun penulis lebih menintik beratkan pada rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas dan rentabilitas. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja laporan keuangan perusahaan PT. Suparma, Tbk ditinjau dari rasio keuangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ditijau dari rasio likuiditas dikatakan cukup baik, sedangkan ditinjau dari rasio solvabilitas mengalami keadaan kurang baik, dilihat dari rasio profitabilitas mengalami keadaan tidak baik dan dilihat dari rasio rentabilitas mengalami keandaan tidak baik juga.

Kata Kunci : Analisis Rasio Keuangan, Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas, dan Rasio Rentabilitas.

ABSTRACT

One of the methods for measuring the company's performance is by using financial ratio analysis which consists of many types. However, the researcher focuses on the liquidity ratios, solvency, profitability and rentability. The aim of this research was to determine the performance of the company's financial statements of PT. Suparma, Tbk in terms of financial ratios.The method used in this research was descriptive qualitative method. The results of the study being reviewed liquidity ratios said to be quite good , while in terms of the solvency ratio under conditions unfavorable, seen from the ratio of profitability experienced a bad condition and the views of the profitability ratio keandaan not a good experience.

Keywords: Financial Ratio Analysis, Liquidity Ratios, Solvency Ratios, Profitability Ratios and Rentability Ratios.

PENDAHULUAN

(2)

dengan perusahaan yang lain. Salah satu hal terpenting dalam perusahaan adalah prestasi kondisi keuangan dari tahun ke tahun, jika keuangan suatu perusahaan meningkat maka sudah dipastikan perusahaan tersebut berkembang. Penilaian kinerja keuangan dilakukan melalui analisis laporan keuangan, untuk itu diperlukan pengukuran kinerja perusahaan agar perusahaan dapat mengetahui pemanfaatan sumber daya yang dimiliki serta untuk mengetahui apakah perusahaan berkembang, bertahan, atau mengalami kegagalan.

Laporan keuangan merupakan catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada periode akuntansi yang dapat menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Kinerja keuangan dapat diukur melalui media yang disajikan manajemen yang terdapat pada laporan keuangan khususnya neraca, laporan perhitungan laba rugi, laporan perubahan modal serta laporan-laporan keuangan lainnya diantaranya laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.

Kinerja laporan keuangan perusahaan dapat dilihat dari adanya peningkatan pendapatan yang mempengaruhi laba perusahaan. Untuk meningkatkan penghasilan bersih atau profitabilitas harus diperoleh dengan pengorbanan sekecil mungkin. Penghasilan bersih atau laba sering kali digunakan sebagai ukuran kinerja suatu perusahaan.

Salah satu cara yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan

adalah dengan “Analisis Laporan Keuangan”, dengan ini diharapkan dapat diketahui sejauh mana kinerja keuangan perusahaan. Analisis dilakukan terhadap perusahaan PT. Suparma, Tbk dengan membandingkan laporan keuangan saat ini dengan laporan keuangan tahun lalu.

Laporan Keuangan

Harahap (2015:105) laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Adapun jenis laporan keuangan yang lazim dikenal adalah : Neraca atau Laporan Laba Rugi, atau hasil usaha, laporan arus kas, laporan perubahan posisi keuangan.

(3)

disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah suatu informasi yang dapat menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.

Analisis Laporan Keuangan

Harmono (2011:104) pengertian analisis laporan keuangan adalah analisis laporan keuangan merupakan alat analisis bagi manajemen keuangan perusahaan yang bersifat menyeluruh, dapat digunakan untuk mendeteksi atau mendiagnosis tingkat kesehatan perusahaan, melalui analisis kondisi arus kas atau kinerja organisasi perusahaan baik yang bersifat parsial maupun kinerja organisasi secara keseluruhan.

Pengertian Rasio Keuangan

Kasmir, 2015:104 pengertian rasio keuangan adalah “Rasio keuangan

merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka yang lain. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antar komponen yang ada diantara laporan keuangan. Kemudian angka yang diperbandingkan dapat berupa angka-angka dalam satu periode maupun beberapa

periode”.

Jenis – Jenis Analisis Rasio Keuangan

Adapun rasio keuangan yang sering digunakan adalah : 1. Rasio Likuiditas (liquidity ratio)

Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek. Rasio-rasio ini dapat dihitung melalui sumber informasi tentang modal kerja yaitu pos-pos aktiva lancar dan hutang lancar (Harahap, 2015:301). Beberapa rasio likuiditas adalah sebagai berikut:

a. Rasio Lancar (Current Rasio)

Aktiva Lancar

Rasio lancar = X 100% Hutang lancar

b. Rasio Cepat (Quick Ratio)

Aktiva lancar- persediaan

Rasio Cepat = X 100%

(4)

2. Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang (Kasmir, 2015:151).

Rasio solvabilitas dapat menggunakan dua ukuran, yaitu: a. Rasio Hutang atas Aktiva (Debt to Asset Ratio)

Hutang Total

Rasio Hutang = X 100% Aktiva Total

b. Rasio Hutang Terhadap Modal Sendiri (Debt to Equity Ratio)

Total Hutang

Rasio Hutang Atas Modal Sendiri = X 100% Modal Sendiri

3. Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. (Kasmir, 2015:196)

Rasio profitabilitas dapat menggunakan dua ukuran, yaitu :

a. Gross Profit Margin

b. Net Profit Margin

Laba Kotor

Gross Profit Margin = X 100% Penjualan

Laba Bersih

(5)

4. Rasio Rentabilitas

Rasio rentabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada seperti kegiatan penjuaalan, kas modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya. (Harahap, 2015:304). Rasio rentabilitas dapat diukur dengan dua ukuran, yaitu:

a. Return on Investment/Assets (ROI/ROA)

b. Return on Equity (ROE)

Pengertian Kinerja Keuangan

Menurut Fahmi (2014:239) mengemukakan bahwa pengertian kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan secara baik dan benar. Kinerja perusahaan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga dapat diketahui mengenai baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan ynag mencerminkan suatu prestasi kerja dalam periode tertentu.

Pengertian kinerja keuangan Rudianto (2013:186) menerangkan bahwa: “kinerja

keuangan merupakan hasil atau prestasi yang telah dicapai manajemen perusahaan dalam menjalankan fungsinya mengelola aset perusahaan secara efektif selama periode tertentu. Kinerja keuangan sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk mengetahui dan mengevaluasi sampai dimana tingkat keberhasilan perusahaan berdasarkan aktivitas

keuangan yang telah dilaksanakan”.

EAT

ROI/ROA = X 100%

Total Investment/ Assets

EAT

ROE = X 100%

(6)

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yaitu, penelitian yang berusaha mengumpulkan dan menyajikan data dari perusahaan untuk dianalisis. Peneliti mencoba untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penelitian serta membandingkan dengan teori yang ada, serta kemudian dianalisis penerapannya dalam praktik.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, berupa laporan keuangan tahun 2011-2015 perusahaan PT. Suparma, Tbk yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan internet. Unit analisis dalam penelitian ini adalah melakukan penelitian kinerja terhadap laporan keuangan pada perusahaan PT. Suparma, Tbk periode 2011-2015 dengan menggunakan rasio keuangan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Wawancara, Dokumentasi dan Studi Kepustakaan. Teknik analisis data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah :

a. Mengumpulkan data laporan keuangan yang terdiri dari laporan neraca dan laporan laba rugi dari tahun 2011-2015 yang diperoleh dari yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan internet.

b. Menghitung rasio dan menganalisis rasio keuangan pada perusahaan PT. Suparma, Tbk periode tahun 2011-2015.

c. Membandingkan hasil analisa antara tahun 2011, 2012, 2013, 2014, dan 2015 sehingga dapat dinilai kinerja laporan keuangan tersebut sudah baik atau belum. d. Menarik kesimpulan dari hasil analisis yang dilakukan serta memberi saran pada

perusahaan PT. Suparma, Tbk berdasarkan analisis yang telah dilakukan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

(7)

Tabel 1. Ikhtisar Rasio Keuangan Pt. Suparma, Tbk

RASIO 2011 2012 2013 2014 2015 KET

CR 122% 265% 120% 365% 93% Cukup Baik

QR 74% 128% 53% 158% 33% Cukup Baik

DAR 52% 53% 57% 62% 64% Kurang Baik

DER 107% 114% 134% 163% 185% Kurang Baik

GPM 14% 17% 17% 17% 16% Tidak Baik

NPM 2,7% 3,1% -1,7% 3,1% -2,6% Tidak Baik

ROA 2,1% 2,4% -1,4% 2,3% -1,9% Tidak Baik

ROE 4,4% 5,1% -3,2% 6,2% -5,6% Tidak Baik

Sumber : Peneliti (2016) Keterangan Tabel : CR : Current Ratio QR : Quick Ratio

DAR : Debt to Assets Ratio DER : Debt to Equity Ratio GPM : Gross Profit Margin NPM : Net Profit Margin ROA : Return On Assets ROE : Return On Equity

Dari Tabel 1 ikhtisar rasio keuangan PT. Suparma, Tbk yang telah dilakukan diatas, selanjutnya melakukan interpretasi masing-masing rasio :

a. Rasio Likuiditas

1. Rasio Lancar (Current Ratio)

Dilihat dari tabel ikhtisar rasio keuangan, rasio lancar dikatakan cukup baik hal ini dikarenakan meningkatnya jumlah hutang lancar , hal itu dikarenakan utang kepada pihak ketiga dalam hal pembelian bahan baku berupa kayu yang meningkat. Peningkatan pembelian bahan baku ini disebabkan oleh peningkatan harga bahan baku kayu. Sehingga perusahaan seharusnya meningkatkan aset daripada hutangnya.

2. Rasio Cepat (Quick Ratio)

(8)

kepada pihak ketiga dalam hal pembelian bahan baku berupa kayu yang meningkat. Peningkatan pembelian bahan baku ini disebabkan oleh peningkatan harga bahan baku kayu. Sehingga perusahaan seharusnya meningkatkan aset daripada hutangnya.

b. Rasio Solvabilitas

1. Rasio Hutang atas Aktiva (Debt to Asset Ratio)

Dilihat dari tabel ikhtisar rasio keuangan, rasio hutang atas aktiva dikatakan kurang baik, kenaikan rasio ini disebabkan adanya kenaikan total hutang yang tidak sebanding dengan total aset, hal ini dikarenakan penambahan aktiva tetap, adanyan peningkatan piutang pihak relasi meningkat, adanya peningkatan investasi. Dengan begitu perusahaan dapat dikatakan kurang baik, karena kondisi ini dapat dikatakan bahwa perusahaan banyak dibiayai oleh hutang, sehingga tingkat resiko juga semakin tinggi.

2. Rasio Hutang Terhadap Modal Sendiri (Debt to Equity Ratio)

Dilihat dari tabel ikhtisar rasio keuangan, rasio hutang terhadap modal sendiri dikatakan kurang baik, hal ini disebabkan kondisi perusahaan yang menunjukkan bahwa banyak dibiayai oleh hutang jangka panjangnya dibanding modal sendiri. Kondisi ini dapat dikatakan buruk karena dapat menghabiskan modal dan aset untuk membiayai hutang yang semakin tahun semakin meningkat. Hal ini juga menyebabkan perusahaan tidak dapat membiayai hutangnya dengan modal sendiri yang dimilikinya.

c. Rasio Profitabilitas 1. Gross Profit Margin

Dilihat dari tabel ikhtisar rasio keuangan, gross profit margin dikatakan kurang baik, hal ini disebabkan meningkatnya beban pokok penjualan, sehingga perusahaan dikatakan belum memaksimalkan kinerjanya dalam mendapatkan keuntungan dengan baik.

2. Net Profit Margin

(9)

30.075.004.554, dan pada tahun 2014 ke tahun 2015 juga mengalami peningkatan yang cukup besar yaitu sebesar Rp. 71.101.278.814, hasil ini pengurangan dari Rp. 80.761.160.142 – Rp. 9.659.881.328.

d. Rasio Rentabilitas

1. Return on Investment/Assets (ROI/ROA)

Dilihat dari tabel ikhtisar rasio keuangan, return on investment/assets dikatakan kurang baik, dari lima tahun berturut-turut rasio yang dihasilkan tidak ada satupun yang melebihi rata-rata industri yang telah ditetapkan yaitu 30%, hal ini disebabkan rendahnya margin laba karena belum optimalnya perusahaan dalam mengelola aktiva. Maka dapat disimpulkan kinerja perusahaan tidak baik.

2. Return on Equity (ROE)

Dilihat dari tabel ikhtisar rasio keuangan, return on equity dikatakan kurang baik, hal ini disebabkan adanya kerugian dan dengan meningkatnya modal yang dikeluarkan oleh perusahaan, hal ini dikarena adanya pembentukan cadangan dana umum sebagai saldo laba.

SIMPULAN

Berdasarkan pembahasan yang telaah dikemukakan sebelumnya, maka penulis akan mengemukakan kesimpulan sebagai berikut :

a. Kinerja perusahaan PT. Suparma, Tbk dilihat dari rasio likuiditas selama lima tahun cukup baik karena meskipun pada tahun 2011, 2013, dan 2015 tidak melebihi standart industri yang ditentukan tetapi perusahaan masih mampu membiayai hutang lancarnya dengan aktiva lancarnya.

b. Kinerja perusahaan PT. Suparma, Tbk dilihat dari rasio solvabilitas selama lima tahun kurang baik, hal ini dikarenakan pendanaan perusahaan sebagian dibiayai oleh hutang. Sehingga apabila nanti perusahaan akan melakukan pinjaman ke pihak bank akan sulit, dikhawatirkan perusahaan tidak mampu membayar utang-utangnya.

(10)

ini menunjukkan belum maksimalnya perusahaan dalam mendapatkan keuntungan dengan baik.

d. Kinerja perusahaan PT. Suparma, Tbk dilihat dari rasio rentabilitas selama lima tahun ini juga kurang baik karena ROA dan ROE yang dihasilkaan kurang dari standart industri yang ditetapkan. Hal ini disebabkan adanya kerugian ditahun 2013 dan 2015 sehingga ROA dan ROE yang dihasilkan juga kurang baik.

SARAN

Dari hasil pembahasan dan kesimpulan diatas maka penulis memberikan saran yang dapat berguna bagi perusahaan dalaam mengembangkan perusahaannya untuk ke depannya. Penulis memberi saran sebagai berikut :

a. Perusahaan harus bisa mempertahankan rasio likuiditas karena rata-rata rasionya sudah cukup baik karena dimana aktiva lancar lebih besar daripada hutangnya, sehingga perusahaan mampu membiayai hutang jangka pendeknya.

b. Perusahaan harus meningkatkan pengelolaan aktiva dan modalnya, agar kondisi perusahaan tidak banyak dibiayai oleh kreditur. Karena apabila perusahaan tidak mengelola aktiva dan tidak dapat menggunakan modalnya secara efisien maka perusahaan akan sulit untuk melunasi hutang-hutangnya.

c. Perusahaan harus meningkatkan laba yang diperoleh agar tidak merugi dengan cara melakukan penambahan kapasitas produksi dan menekan biaya-biaya produksi dan beban operasional lainnya, sehingga dapat tercapainya laba yang cukup maksimal.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Harahap, Sofyan Syarfri 2015, Analisis Kritis Laporan Keuangan, Edisi Kesatu, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Harmono 2011, Manajemen Keuangan Berbasis Balanced Scorecard, Bumi Aksara, Jakarta.

Irham, Fahmi 2014, Pengantar Manajemen Keuangan,Cetakan Kesatu, Penerbit Alfabeta, Bandung.

Gambar

Tabel 1. Ikhtisar Rasio Keuangan Pt.  Suparma, Tbk

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa laju transpirasi pada tanaman yang diletakkan dibawah cahaya matahari lebih besar daripada

(4) bangunan, rumah tinggal, atau pabrik beserta tanah pekarangan sekitarnya kecuali dengan izin dari instansi Pemerintah, persetujuan masyarakat dan perseorangan

SIAU TAGULANDANG BIARO 7110 BOLAANG

Tingkatan efektivitas iklan online pariwisata DKI Jakarta dapat berpengaruh terhadap miningkatnya minat berkunjung wisatawan mancanegara khususnya pada indikator

Hasil dari pengukuran menunjukkan tegangan output yang tidak sama untuk semua sensor, sehingga perlu ditambahkan rangkaian komparator sebagai pembanding antara

Di Indonesia, sudah mulai banyak bermunculan rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), khususnya di Yogyakarta. SMA Negeri 8 Yogyakarta merupakan salah

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Pelestarian Bahan Pustaka di perpustakaan Balai Kota Makassar yaitu fumigasi dan anti rayap setiap 1 tahun sekali,

3HQHUWLEDQ LQGXVWUL WDQSD LMLQ WHODK GLODNXNDQ GL .DEXSDWHQ 7DQJHUDQJ VHVXDL GHQJDQ 3HUGD 1RPRU 7DKXQ WHQWDQJ 3HQJDWXUDQ 3HPELQDDQ