• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of ANALISIS PERANAN COST CONTROL DALAM OPTIMALISASI BIAYA PROYEK KONSTRUKSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "View of ANALISIS PERANAN COST CONTROL DALAM OPTIMALISASI BIAYA PROYEK KONSTRUKSI"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PERANAN

COST CONTROL

DALAM OPTIMALISASI BIAYA

PROYEK KONSTRUKSI

1

N. R. Adinda

2

Iman Budiman

Program Studi Teknik Sipil, Sekolah Tinggi Teknologi Mandala Jalan Soekarno Hatta No. 597 Bandung, Jawa Barat

Email : [email protected]

Abstract

Growth in the contuction industry so rapidly whether it is of technology and design a positive effect for the in being able to absorb labor in numbers and increase economic growth. But competition in it is also so tight whether it is local company and foreign so in the contruction work must be able to meet goals from management project optimization performance, costs the quality of, time and occupational safety. To realize it needs a system cost containment project was answering shareholders projects or service providers. Contruction an indicator of success project in controlling the cost of done by cost control over role and implement containing costs to conform to the budget the made. For that method of work cost control in control costs directly or not directly in a project could be referred to in the contruction project. This report aims to review the role of method of work cost control inn the control charge on contruction project middle scale and building codes multi mass.

Keywords : role containing costs, optimizing, costs the structure of the organization, project.

ABSTRAK

Pertumbuhan usaha di bidang konstruksi yang begitu pesat baik itu dari teknologi maupun desain mempunyai pengaruh positif bagi masyarakat karena dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang banyak sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi persaingan dalam pelaksanaannya juga begitu ketat baik itu perusahaan lokal maupun asing sehingga dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi harus dapat memenuhi tujuan dari manajemen proyek yaitu optimalisasi kinerja biaya, mutu, waktu dan keselamatan kerja. Untuk dapat merealisasikan hal itu diperlukan suatu sistem pengendalian biaya proyek yang dapat menjawab keinginan pemilik proyek maupun penyedia jasa konstruksi. Salah satu

indikator keberhasilan proyek yaitu dalam hal pengendalian biaya dilakukan olehcost control

yang berperan mengawasi serta melaksanakan pengendalian biaya agar sesuai dengan

Rencana Anggaran Pelaksanaan yang telah dibuat. Untuk itu metode kerja cost control

dalam mengendalikan biaya langsung maupun tidak langsung dalam sebuah proyek dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk

mengetahui peran serta metode kerja cost control dalam pelaksanaan pengendalian biaya

pada proyek konstruksi dengan skala menengah dan jenis konstruksi bangunan multi massa .

Kata kunci: peran, pengendalian biaya, optimalisasi biaya, struktur organisasi proyek, diagram alir.

1. PENDAHULUAN

Salah satu tujuan akhir proyek yaitu tercapainya kinerja biaya, untuk itu dibutuhkan

perananan cost control dalam

pelaksanaannya, hal ini bertujuan agar semua

perencanaan yang telah disusun dapat direalisasikan.

Cost control adalah suatu profesi

pekerjaan yang sangat menantang dan memiliki peranan yang sangat besar dalam

sebuah proyek. Cost control adalah

(2)

proyek, yang memiliki pandangan menyeluruh terhadap pengendalian biaya dalam suatu proyek.

Cost control pada umumnya mulai

terlibat sejak awal perencanaan suatu proyek, sehingga dapat membuat anggaran pada saat

pelaksanaan. Sehingga pada saat

pelaksanaan proyek seorang cost control

memiliki peran utama dalam informasi yang diperlukan untuk mengendalikan biaya proyek agar dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Dan pada saat proyek selesai

cost control juga menyusun laporan biaya

secara keseluruhan proyek baik biaya

langsung maupun biaya tidak langsung.

Untuk itu dalam memudahkan

pengendalian proyek, pengelola proyek

seharusnya mempunyai acuan sebagai

sasaran dan tujuan pengendalian, Indikator yang biasanya menjadi sasaran pencapaian tujuan akhir proyek adalah kinerja biaya, mutu,

waktu dan keselamatan kerja.(Husen, 2009)

Terjun payung adalah aktivitas yang melibatkan terjun dari sebuah pesawat terbang

menggunakan parasut yang dapat

dibentangkan. Olahraga dirgantara khusunya terjun payung selalu memukau masyarakat, sehingga di manapun dan kapanpun, kegiatan itu diselenggarakan, akan selalu menarik perhatian masyarakat.

Tujuan Penelitian

1. Mengetahui peranan dari cost control

dalam optimalisasi biaya pada Proyek

Sarana Prasarana Military Skydiving

Tunnel Facility.

2. Mengetahui metode kerja cost control

dalam optimalisasi biaya pada Proyek

Sarana Prasarana Military Skydiving

Tunnel Facility.

3. Mengetahui peranan cost control dalam

proyek skala menengah dan jenis

pekerjaan konstruksi bangunan multi

massa.

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Proyek Konstruksi

Menurut Soeharto (2001), kegiatan proyek dapat diartikan sebagai suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya

tertentu dan dimaksudkan untuk

melaksanakan tugas yang sasarannya yang telah digariskan dengan jelas.

Dari pengertian-pengertian di atas kegiatan proyek memiliki ciri pokok sebagai berikut :

1. Memiliki tujuan yang khusus, produk akhir atau hasil kerja akhir.

2. Memiliki anggaran biaya, jadwal serta mutu kegiatan.

3. Bersifat sementara artinya titik awal dan akhirnya ditentukan jelas.

4. Tidak berulang ulang. 2.2 Manajemen Proyek

Manajemen konstruksi mempunyai

ruang lingkup yang cukup luas, karena mencakup tahapan kegiatan sejak awal pelaksanaan pekerjaan sampai dengan akhir pelaksanaan yang berupa hasil pembangunan. Tahapan kegiatan tersebut pada umumnya dibagi menjadi empat tahapan, yaitu:

1. Perencanaan (planning)

2. Pengorganisasian (organizing)

3. Pelaksanaan (execution)

2.3 Tahapan Proyek

Adapun tahapan-tahapan kegiatan

proyek konstruksi ini adalah sebagai berikut: 1. Tahap studi kelayakan

2. Tahap penjelasan 3. Tahap perancangan

4. Tahap pengadaan/pelelangan 5. Tahap pelaksanaan

6. Tahap pemeliharaan dan persiapan

penggunaan

2.4 Organisasi Proyek

2.4.1 Jenis organisasi proyek

1. Tradisional (classical organization)

2. Organisasi swakelola (force account)

3. Proyek putar kunci (Turn-key project)

2.4.2 Bentuk Organisasi Proyek

1. Organisasi garis

2. Organisasi garis dan staf 3. Organisasi fungsional 4. Organisasi matrix 5. Organisasi panitia

2.5 Estimasi Biaya

Estimasi biaya berhubungan erat

dengan analisis biaya, yaitu pekerjaan yang

menyangkut pengkajian biaya

(3)

melihat masa depan, memperhitungkan, dan mengadakan perkiraan atas hal-hal yang akan dan mungkin terjadi. Sedangkan analisis biaya

menitikberatkan pada pengkajian dan

pembahasan biaya kegiatan masa lalu yang akan dipakai sebagai masukan.

2.6 Penjadwalan Proyek

2.6.1 Rencana Kerja

Dalam menyusun rencana kerja perlu

dipertimbangkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Keadaan lapangan lokasi proyek

2. Kemampuan tenaga kerja 3. Pengadaan material konstruksi 4. Pengadaan alat pembangunan 5. Gambar kerja

6. Kontinuitas pelaksanaan pekerjaan

Manfaat dan kegunaan dari penyusunan rencana kerja antara lain:

1. Alat koordinasi bagi pemimpin

2. Sebagai pedoman kerja para pelaksana 3. Sebagai penilaian kemajuan pekerjaan 4. Sebagai evaluasi pekerjaan

2.6.2 Bagan Balok (Barchart)

2.6.3 Kurva S

2.7 Pengendalian K3

Unsur-unsur penyebab kecelakaan terdiri atas: 1. Mesin atau peralatan-peralatan mekanik 2. Penggerak mula dan pompa

3. Lift orang dan barang

4. Pesawat pengangkat, derek dongkrak dan lainnya

5. Konveyor dengan ban atau rel berjalan 6. Alat transmisi mekanik poros ban bergerak 7. Perlengkapan kerja, pahat, kapak pisau 8. Pesawat uap, ketel uap, pemanas air

tabung bertekanan

9. Peralatan listrik, motor listrik, generator 10. Lingkungan yang berkaitan iklim, tekanan

udara serta getaran

11. Bahan mudah terbakar dan panas, minyak, gas, upa dan lainnya

Pemeriksaan dan Tindakan Koreksi

Dalam upaya penanggulangan

kecelakaan di masa yang akan datang, diperlukan usaha-usaha untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang selama ini terjadi. Untuk itu dilakukan pemeriksaan dan tindakan koreksi terhadap:

1. Prosedur untuk melakukan pengukuran dan pemantauan dan cara penanganan atas ketidaksesuaian lalu menganalisis ketidaksesuaiannya.

2. Investigasi terhadap kecelakaan dengan mencari penyebab awalnya kemudian menetapkan sistem untuk tindak lanjut hasil investigasi

3. Daftar karakteristik pengukuran daftar bahan kritis

4. Pengukuran proaktif terhadap pemenuhan

program K3, kriteria operasional,

pemenuhan persyaratan undang-undang 5. Pengukuran reaktif terhadap kecelakaan,

sakit akibat kerja

6. Pengukuran dan kalibrasi peralatan

7. Catatan hasil pengukuran yang

terdokumentasi dan terpelihara dengan baik

Audit K3

Langkah pertama audit K3 adalah dengan melakukan hal-hal berikut:

1. Evaluasi terhadap laporan kecelakaan 2. Evaluasi laporan penyelidikan kecelakaan 3. Evaluasi statistik kecelakaan

4. Verifikasi dokumen dan tindak lanjut hasil penyelidikan

3. METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian

ini adalah Metode Kausal Komparatif yaitu

penyelidikan empiris yang sistematis dimana ilmuan tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung karena eksistensi variabel tersebut telah terjadi. Penelitian kausal

komparatif mempunyai tujuan untuk

menyelidiki kemungkinan hubungan sebab

akibat dengan cara: Berdasarkan atas

pengamatan terhadap akibat yang ada dan mencari kembali faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu.

Penelitian kausal komparatif memiliki ciri-ciri

data yang dikumpulkan setelah semua

kejadian yang dipersoalkan berlangsung

(lewat) peneliti mengambil satu atau lebih akibat dan menguji data itu dengan menelusuri kembali ke masa lampau untuk mencari

sebab-sebab, saling hubungan, dan

maknanya.

3.2 Diagram Alir Penelitian

Diagram alir penelitian merupakan

tahapan yang dilalui dalam proses

(4)

mulai identifikasi masalah, pengumpulan data sampai dengan penyusunan laporan.

4. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

4.1 Indikator Keberhasilan Proyek

Kurva S Rencana dan Realisasi

Kurva S dapat menunjukkan kemampuan proyek berdasarkan kegiatan, waktu dan bobot pekerjaan yang direpresentasikan sebagai presentasi komulatif dari seluruh kegiatan proyek. Visualisasi Kurva S rencana dan

realisasi dapat memberikan informasi

mengenai kemajuan proyek dengan

membandingkannya terhadap jadwal rencana Estimasi Biaya

Estimasi biaya adalah perkiraan awal untuk menentukan berapa biaya yang akan

dihabiskan untuk menyelesaikan sebuah

proyek. Untuk dapat menentukan estimasi biaya yang akurat sesuai dengan gambar

perencanaan yang ada seorang engineer

harus dapat menguasai dan memahami metode pelaksanaan pekerjaan, pemahaman gambar, pengetahuan mengenai spesifikasi

teknik, supplier, subkontraktor dan juga

mengenai kesehatan dan keselamatan kerja.

Estimasi biaya meliputi Rencana

Anggaran Biaya, Rencana Anggaran

Pelaksanaan dan juga menghitung bagaimana selisih antara RAB dengan RAP untuk

menentukan apakah proyek tersebut

menguntungkan atau tidak.

4.2 Parameter Optimalisasi Biaya

Indikator yang menjadi sasaran

pencapaian tujuan akhir proyek adalah kinerja biaya, mutu, waktu dan keselamatan kerja. Sebagian besar pekerjaan lapangan terdiri dari pekerjaan fisik konstruksi, yang dari aspek pengendalian biaya terbagi menjadi pekerjaan

langsung (direct cost) dan pekerjaan tidak

langsung (indirect cost).

Adapun proses pemantauan dan

pengendalian secara langsung ditangani oleh

seorang cost control yang bekerja

bersama-sama agar pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai dengan. Hal itu meliputi antara lain : Penawaran

1. Penawaran alat kerja

2. Penawaransuppliermaterial

3. Penawaran harga borongan pekerjaan 4. Penawaran harga borongan upah kerja

Reimbursment

Secara garis besar reimbursement

yang dapat dilakukan pada proyek Sarana

Prasarana Military Skydiving Tunnel Facility ini

adalah sebagai berikut:

1. Kesehatan dan obat-obatan individu

maupun anggota keluarga

2. ATK dan administrasi

3. Transportasi dan akomodasi

4. Lain-lain

Upah Harian

Biaya yang dikeluarkan untuk upah

harian ini pengelompokan biayanya

disesuaikan dengan progres pekerjaan yang sedang dilakukan. Adapun jumlah orang yang masuk dalam pekerja upah harian ini bervariasi sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan.

4.3 PerananCost Control

Perbedaan Cost Control dengan Financial

Control

NO FINANCIAL

CONTROL COST CONTROL

1 Membuat laporan

kas proyek

Membuat list

kebutuhan biaya

proyek

2 Membuat laporan

akuntansi proyek, perpajakan serta retribusi

Membuat pengelompokan biaya dari tagihan

subkontraktor atau

reimbursment

3 Mengurus tagihan

kepada pemilik

proyek

Membuat laporan

biaya aktual proyek

sesuai dengan

progres pekerjaan

yang telah tercapai

4 Melakukan

pembayaran tagihan

subkontraktor dan

reimbursment

Memverifikasi nilai

tagihan yang

dilakukan subkontraktor

(5)

Diagram alirfinancial control

Tugas dan Wewenang Cost Control

Tugascost control

A. Melakukan daftar kebutuhan biaya proyek

B. Mencari alternatif rekanan dan

negosiasi ulang apabila ada

penawaran yang lebih tinggi dari nilai anggaran pelaksanaan yang telah ditentukan.

C. Melakukan kontrol dan evaluasi

dalam penggantian biaya

(reimbursement) yang diajukan

karyawan proyek.

D. Membuat laporan biaya proyek yang bersifat langsung dan tidak langsung setiap minggunya dan dilaporkan kepada kepala proyek untuk diteruskan ke kantor pusat. E. Melakukan negosiasi harga final

dari rekanan proyek.

Wewenangcost control

A. Melakukan review dan negosiasi

dan atau mencari penawaran lain dari subkontraktor proyek sehingga

tercapai harga yang dapat

dipertanggungjawabkan baik

secara nilai maupun waktu dan kualitas.

B. Menolak atau menangguhkan

penggantian biaya (reimbursement)

apabila memang tidak ada dalam

alokasi budget proyek yang telah

dibuat.

C. Melakukan kontrol biaya dari

penawaran harga yang masuk dari subkontraktor, vendor dan rekanan proyek.

TemplatePengendalian BiayaCost Control

Template cost controlbiaya langsung (direct cost)

Template cost controlbiaya tidak langsung

(indirect cost)

LOGISTIK UMUM SUPERVISOR

Opname Material - Dokumeninvoice - Dokumenreimbursment

- Progress kerja - Absensi Upah Harian

SITE MANAGER

- Dokumen invoice

- Dokumen reimbursment

- Opname Material - Progres Kerja - Absensi Upah Harian - Laporan K3

COST CONTROL

- Daftar kebutuhan proyek - Verifikasiinvoicesubkontraktor - Verifikasireimbursment

- Laporan biaya lapangan

KEPALA PROYEK

Verifikasi dan ACC

FINANCIAL CONTROL

KANTOR PUSAT

KETERANGAN NOTASI : ____ Pelaporan - - - - Koordinasi

KANTOR LAPANGAN (SITE PROJECT)

COST CONTROL

- Daftar kebutuhan proyek - Verifikasiinvoicesubkontraktor - Verifikasi reimbursment

- Laporan biaya lapangan

FINANCIAL CONTROL

- Membuat laporan kas proyek - Membuat laporan akuntansi,

retribusi dan perpajakan - Membuatinvoiceproyek - Pembayaraninvoicesubkontraktor

KEPALA PROYEK COST CONTROL

STAF PROYEK Menerima laporan bulanan

Rapat dan Evaluasi KANTOR LAPANGAN (SITE PROJECT)

KANTOR PUSAT

KETERANGAN NOTASI : ____ Pelaporan - - - - Koordinasi

KANTOR LAPANGAN (SITE PROJECT)

HARGA JUMLAH NILAI NOMOR

Rp Rp R A P TRANSAKSI

Jenis Material Pabrikasi 1 Ls -

-Kepala Tukang 1 Minggu -

-2

Tukang 1 Minggu -

-3

Jenis pekerjaan 1 Minggu -

SUB TOTAL Sewa Alat/Pembelian alat kerja

TOTAL UPAH

NO URAIAN PEKERJAAN VOL SAT

PEKERJAAN PERSIAPAN

GRAND TOTAL UPAH DAN MATERIAL DEVIASI REALISASI DENGAN NILAI RAP MATERIAL DAN ALAT KERJA Material Langsung

SUB TOTAL Material Langsung

SUB TOTAL Material Pabrikasi Sewa Alat/Pembelian alat kerja

UPAH

SUB TOTAL Upah Harian Upah Harian

Upah Lembur

SUB TOTAL Upah Lembur

TOTAL MATERIAL MATERIAL DAN ALAT KERJA Material Pabrikasi

Pemborong Upah

(6)

Template Reimbursment

5. KESIMPULAN

1. Peranan cost control dalam

optimalisasi biaya proyek adalah : a. Melakukan negosiasi harga dari

penawaran subkontraktor

b. Merubah metode kerja yang dibuat oleh subkontraktor apabila harga penawaran melebihi anggaran yang

sudah ada dalam rencana

anggaran pelaksanaan.

c. Membuat laporan biaya realisasi di

lapangan dengan rencana

anggaran pelaksanaan

d. Melakukan verifikasi invoice dari

subkontraktor

e. Melakukan verifikasireimbursement

f. Melakukan verifikasi upah tenaga

kerja harian

2. Metode kerja yang dilakukan cost

controldalam optimalisasi biaya proyek

adalah :

a. Menggunakan template biaya

langsung (direct cost)

b. Menggunakan template biaya tidak

langsung(indirect cost)

c. Menggunakan template

reimbursment

3. Sesuai dengan klasifikasi bangunan

menurut peraturan menteri PU

no.7/PRT/M/2014 pasal 6d ayat 5,

tentang persyaratan klasifikasi

pelaksana konstruksi menurut besaran nilai maka proyek Sarana Prasarana

Military Skydiving Tunnel Facility

dengan nilai proyek Rp.

28.261.000.000,- termasuk ke dalam

skala proyek menengah dengan

bangunan multi massa, maka dalam

pelaksanaannya cost control

mempunyai peranan yang sangat penting yaitu :

a. Mengetahui metode dan

pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat mencari dan menentukan

subkontraktor yang dapat

melakukan pekerjaan sesuai

rencana kerja dan anggaran yang

telah ditentukan dalam RAP

termasuk renegosiasi apabila

penawaran yang masuk melebihi

dari anggaran yang sudah

ditentukan.

b. Dengan jenis pekerjaan yang

sangat banyak maka seorang cost

control akan membuat daftar dan

mengklasifikasikan kebutuhan

biaya proyek.

c. Pengelompokkan biaya-biaya dan

tagihan yang datang dari

subkontraktor yang akan

disesuaikan dengan

pengelompokan pekerjaan yang ada RAP.

d. Memverifikasi nilai tagihan yang dibuat subkontraktor dan waktu pembayarannya.

e. Melalukan rekayasa nilai (value

engineering) untuk mendapatkan

biaya yang dapat membuat efisiensi

dari rencana anggaran

pelaksanaan yang telah dibuat.

DAFTAR PUSTAKA

Abrar Husen, 2010. Manajemen Proyek (Perencanaan, Penjadwalan dan

Allan Ashworth (Terjemahan Laurentius

Wahyudi) 1994. Perencanaan Biaya Bangunan.

Pengendalian Proyek) Penerbit Andi Yogyakarta

Dewa ketut sudarsana., 2008 Jurnal

Pengendalian Biaya Dan Jadwal

Terpadu Pada Proyek Konstruksi Iman Soeharto, 2001. Manajemen Proyek (Dari Konseptual sampai

Operasional) Penerbit Erlangga

HARGA JUMLAH NILAI N

Rp Rp R A P TRA

Procurement -

-Engineering -

-Logistik -

-Supervisor -

-Drafter -

-Procurement -

-Engineering -

-Logistik -

-Supervisor -

-Drafter -

-Umum -

-GRAND TOTAL UPAH DAN MATERIAL

DEVIASI REALISASI DENGAN NILAI RAP PEKERJAAN PERSIAPAN GAJI DAN REIMBURSMENT

SUB TOTAL GAJI DAN REIMBURSMENT NO

Gaji bulanan

SUB TOTAL Gaji bulanan Reimbursment

(7)

Iman Soeharto, 2001. Manajemen Proyek (Dari Konseptual sampai

Referensi

Dokumen terkait

Kegagalan Pekerjaan Konstruksi (seperti disebutkan dalam Pasal 1 angka 2 UU No. 18 Tahun 1999) yaitu keadaan hasil pekerjaan konstruksi baik sebagian maupun

Masalah yang terindentifikasi setelah analisis data pada pekerjaan proyek konstruksi bangunan gedung Politeknik Manufaktur Negeri Bandung yaitu, terjadinya keterlambatan

Tujuan dilakukan penelitian adalah mengidentifikasi dan mengklasifikasikan faktor-faktor penyebab keterlambatan pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi di wilayah

Proyek konstruksi merupakan suatu kegiatan yang kompleks. Dalam pelaksanaannya, suatu proyek konstruksi memerlukan beberapa sumber daya yaitu seperti manusia, material, mesin,

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui item pekerjaan yang berpengaruh secara signifikan terhadap biaya total konstruksi vila dan mendapatkan suatu model estimasi biaya

ASURANSI DAN JAMINAN DALAM PROYEK KONSTRUKSI WIDI HARTONO, ST, MT PENDAHULUAN Jasa Konstruksi yang mengamanatkan adanya perlindungan terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi

Dokumen ini membahas tentang biaya yang dikeluarkan oleh kontraktor untuk mengikuti pelelangan dalam pekerjaan

Berdasarkan hasil analisis yang sudah dibuat, waktu optimum yang dibutuhkan untuk pekerjaan persiapan dan pekerjaan struktur dengan penambahan jam kerja lembur sebesar 1 jam pada