• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH TINJAUAN PELAPORAN DAN ANALISIS (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH TINJAUAN PELAPORAN DAN ANALISIS (1)"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH TINJAUAN PELAPORAN DAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Akuntansi 14B

Disusun oleh : Kelompok 10

Prima Dwi Hapsari 14.0102.0073 Febri Nurdian Cahya 14.0102.0094 Mentari Ashri P.S 14.0102.0096

(2)

A. PENDAHULUAN

(3)

B. PEMBAHASAN

I. PEMBAHASAN MATERI

LINGKUNGAN PELAPORAN KEUANGAN

Laporan keuangan merupakan produk lingkungan pelaporan keuangan yang paling penting. Informasi dilaporan keuangan dinilai relative berdasarkan: kebutuhan informasi dari pengguna dan sumber informasi alternatif seperti data ekonomi, laporan analisis, dan pengungkapan sukarela manager.

Laporan Keuangan Wajib

Laporan keuangan wajib merupakan bagian terpenting dalam proses pelaporan akuntansi. Laporan wajib terdiri dari 3, yaitu : laporan keuangan, pengumuman laba, dan laporan wajib lainnya.

Laporan Keuangan

Laporan ini sering digunakan untuk memplubikasikan produk, jasa, dan pencapaian perusahaan kepada pemegang saham dan pihak lain. SEC mewajibkan perusahaan untuk mengisi form 10-Q setiap kuaratal untuk melaporkan beberapa informasi keuangan. Dalam menganalisis informasi kuartalan perlu diperhatikan dua hal berikut:

1. Musim. Saat memeriksa tren atau kecenderungan harus dipertimbangkan dampak dari musim.

2. Penyesuaian akhir tahun. Pada kuartal terakhir biasanya perusahaan sering membuat penyesuaian.

Pengumuman Laba

(4)

kejutan negatif yang tidak menyenangkan saat mereka melaporkan kinerja yang buruk maka banayak perusahaan yang mengeluarkan pengumuman atas laba. Laporan Wajib Lainnya

Selain laporan keuangan, perusahaan harus membuat laporan lain yang diwajibkan SEC.

Faktor yang Mempengaruhi Laporan Keuangan Wajib

Informasi akuntansi keuangan merupakan komponen utama laporan keuangan dan bebagai laporan wajib. Manajer dan mekanisme pelaksanaan yang memastikan kualitas dan intergeritas laporan merupakan pihak lain yang menentukan selain GAAP.

Prinsip-Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum (GAAP).

1. Definisi GAAP. Merupakan kumpulan standar, pengumuman, pendapat, interprestasi, dan panduan praktik. Dari sudut analisis , jenis aturan dan panduan akuntansi yang penting yaitu:

1) Standar akuntansi keuangan 2) Opini badan prinsip akuntansi 3) Bulletin penelitian akuntansi 4) Pengumuman pendahuluan

5) Bulletin EITF yaitu bulletin yang dipublikasikan oleh tim satuan kerja FASB.

6) Praktik industry.

2. Penetapan Standar Akuntansi. Penetapan standar akuntansi di Amerika Serikat (berbeda dengan banyak Negara lain) merupakan tanggung jawab dari pihak swasta bersama dengan profesi akuntansi. Penetapan standar oleh FASB merupakan satu proses politik, dengan partisipas pengguna laporan keuangan yang makin meningkat.

(5)

4. International Financing Reporting Standard. Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financing Reporting Standard) merupakan standar yang dikeluarkan oleh International Accounting Standards Boards (IASB).

Manajer

Manajer yaitu pihak yang paling bertanggung jawab atas laporan keuangan yang wajar dan akurat. Disini manajer mempunyai control utama atas intergritas atas sistem akuntansi dan catatan yang digunakan untuk membuat laporan keuangan. Penilaian atau judgement diperlukan dalam penentuan angka pada laporan keuangan.

Manajer merupakan kekuatan utama dalam menentukan standar akuntansi dan memiliki penyeimbang dari keinginan para pemakai laporan keuangan dalam menetapkan standar. Biasanya manajer akan melihat biaya dan akan menolak standar yang mengurangi laba yang dilaporkan, meningkatkan fluktasi laba, dan mengunkapkan informasi kompetitif mengenai segmen, produk, atau rencana tertentu.

Mekanisme pengawasan dan pelaksanaan

Kendala dan intergritas laporan keuangan dapat dipastikan oleh mekanisme pelaksanaan dan pengawas. Beberapa diantaranya seperti SEC, ditetapkan oleh undang-undang. Mekanisme lain seperti audit berkembang sepanjang waktu. Audit merupakan mekanisme penting untuk membantu terjaminnya keandalan dan kualitas laporan keuangan. Semua laporan keuangan harus diaudit oleh seorang akuntan publik yang independen.

Tuntutan hukum yaitu hal penting lainnya sehubunan dengan pengawasan manajer dan auditor, kerugian yang dibayarkan oleh manajer, perusahaan, dan auditor sehubungan dengan masalah akuntansi yang luar biasa sejak decade terakhir yang mencapi miliaran dollar.

(6)

Laporan keuangan telah tersaingi oleh laporan alternatif. Sumber lainnya adalah berita utama mengenai kondisi ekonomi, industry, dan perusahaan. Ada beberapa informasi alternatif antara lain:

1. Informasi Ekonomi, Industri, Dan Perusahaan. Informasi ekonomi dan industri untuk mempengaruhi ramalan perusahaan digunakan oleh investor.

2. Pengungkapan Sukarela. Pengungkapan sukarela oleh manajer merupakan sumber informasi yang semakin penting . aturan ini memberikan proteksi hokum ats kesalahan manajer yang tidak disengaja dalam memberikan pengungkapan sukarela.

3. Perantara Informasi. Perantara informasi memainkan peranan penting dan unik dalampelaporan keuangan. Oleh karenannya para pembuat standar biasanya merespon permintaan analisis serta merespon ancaman yang mereka miliki sebagai sumber informasi saingan. Berikut fungsi dari perantara informasi :

1) Pengumpulan informasi. 2) Interpretasi informasi. 3) Analisis prospektif 4) Rekomendasi

SIFAT DAN TUJUAN AKUNTANSI KEUANGAN

Relevan yaitu kapasitas informasi untuk mempengaruhi suatu keputusan dan merupakan kualitas primer pertama atas informasi akuntansi. Andal yaitu karateristik penting dalam informasi keuangan , untuk menjadi andal informasi harus disajikan dengan jujur, dapat diferivikasi, dan netral

Prinsip-Prinsip Akuntansi yang Penting

1. Akuntansi akrual. Berdasarkan akuntansi akrual , pendapatan diakui saat dihasilkan dan beban saat terjadi.

(7)

3. Materialitas. Sejauh mana kelalaian mencantumkan atau salah saji informasi akuntansi dengan memperhatikan situasi.

4. Konservatisme. Terkait dengan melaporkan pandangan yang paling penting tidak optimis saat menghadapi ketidak pastian pengukuran.

Relevansi dan Keterbatasan Akuntansi Relevansi Informasi Akuntansi Keuangan

Relevansi merupakan aktivitas usaha tidak sempurna dan memiliki keterbatasan. Mudah untuk melihat ketidaksempurnaan dan tetap menjadi satu-satunya sistem yang relevan dan andal untuk mencatat.

Keterbatasan Informasi Laporan Keuangan

Ada 3 keunggulan dari sumber alternatif ini yaitu :

1. Tepat waktu. Laporan keuangan biasanya disusun paling sering setiap kuartal dan biasanya dipublikasikan tiga sampai enam pekan setelah akhir kuartal.

2. Frekuensi. Flaporan keuangan biasanya dibuat secara berkala tiap kuartal.

3. Orientasi kemasa depan. Digunakannya informasi yang beroriantasi kemasa depan khususnya laporan dan ramalan analisis.

AKRUAL—FONDASI AKUNTANSI KEUANGAN

Akuntansi Akrual

Akuntansi akrual merupakan kombinasi dari aturan-aturan yang rumit dan tidak sempurna menghalangi tujuan laporan keuangan sampai menyajikan informasi mengenai arus kas. Akuntansi akrual merupakan pengalih pehatian, gangguan, yang merusak distribusi informasi ungkapan ini mrupakan kritik yang paling ekstrem.

(8)

Konsep akrual bertujuan untuk memberikan informasi kepada pemakai mengenai kosekuensi aktivitas usaha terhadap arus kas prusahaan dimasa depan secepat mungkin dengan tingkat kepastian yan layak. Akrual dan arus kas sebelim milihat hubungan keduanya lita harus mengenali beberapa jenis arus kas antaralain yaitu: Arus kas bebas yaitu mencermikan dampak tambahan investasi dan divestasi terhadap aset operasional, keunggulannya yaitu dapat digunakan dengan bebas untuk membayar kewajiban.

1. Akrual dan Arus Kas. Akrual menurut definisi yaitu jumlah penyesuaian yang membuat laba bersih berbeda dari arus kas bersih.penyesuaian ini mencakup penyesuaian yang mempengaruhi laba saat tidak terdapat dampak arus kas.

2. Akuntansi Akrual Mengurangi Masalah Ketepatan Waktu dan Pengaitan. Akuntansi akrual ini mengatasi masalah tepat waktu maupun pengaitan yang selalu terdapat pda akuntansi kas. Masalah tepat waktu mengacu pada arus kas yang tidak selalu terjadi bersamaan dengan aktivitas usahayang menghasilkan kas tersebut.

3. Proses Akrual— Pengakuan Pendapatan dan Pengaitan Beban. Proses akrual sampai pengakua pendapatan dan pengaitan beban, terdiri atas dua prinsip dasar sampai pengakuan pendapatan dan pengaitan beban:

1) Pengakuan pendapatan. Mengakuinya pendapatan saat diperoleh maupun saat direalisasikan atau saat dapat direalisasika.

2) Pengaitan beban. Diharuskannya pengaitan beban pendapatan, proses ini berbeda untuk dua jenis beban yaitu beban yang berasal dari produksi atau jasa dan diakui saat produk dan jasa diserahkan. 4. Akrual Jangka Pendek dan Jangka Panjang. Akrual jangka pendek mengacu pada perbedaan waktu pendek antara laba dan arus kas. Akrual jangka panjang disebabkan oleh kapitalisasi.

Relevansi dan Keterbatasan Akuntansi Akrual

Relevansi akrual menyajikan penilaian kritis atas dampak akuntansi akrual terhadap laporan keuangan.

(9)

Relevansi akuntansi akrual yang mepunyai keunggulan konseptual akuntansi akrual dbandingkan arus kas yaitu dikrenakan laporan laba rugi berbasis akrual lebih relevan untuk mengukur kapasitas perusahaan untuk menghasilkan kas saat ini dan masa mendatang. Seperti penjelasan dibawah ini:

1. Relevansi Akrual Jangka Pendek yaitu diperbaikinya relevansi akuntansi dengan cara mencatat pendapatan dan beban saat terjadinya

2. Relevansi Akrual Jangka Panjang yaitu melihat penggunaan akrual jangka panjang bahwa arus kas bebas dihitung dengan mengurangkan investasi jangka panjang dari arus kas operasi.

Keunggulan akrual dalam menyajikan informasi relevan atas kinerja dan kondisi keuangan suatu perusahaan dan memprediksi arus kas masa depan, dijelaskan sebagai berikut:

1. Kinerja keuangan. Pengakuan pendapatan dan pengaitan biaya menghasilkan angka laba yang lebih unggul dibandingkan arus kas untuk mengevaluasi kinerja keuangan.

2. Kondisi keuangan. Akuntansi akrual menghasilkan neraca yang lebih merefleksi secara akurat sumber daya yang teredia bagisatu perusahaan untuk menghasilkan arus kas masa depan.

3. Prediksi arus kas masa depan. Memprediksikan arus kas masa depan dari pada memprediksikan arus kan padamasa sekrang karena adanya dua alasan antara lain mengakui pendapatan yang mencerminkan kosekuensi arus kas masa depan, dan kedua mengkaitkan arus kas masuk dan pelanggannya.

Perbedaan antara akrual dan arus kas yaitu ketepatan waktu pengakuan aktivitas usaha, laba akrual mengakui dampak aktivitas usaha pada waktu yang lebih tepat.

Mitos dan Fakta mengenai Akrual dan Arus Kas

(10)

1. Mitos : karena nilai perusahaan bergantung pada arus kas masa depan, hanya arus kas kni yang relevan untuk penilaian. Meskipun nilai perusahan hanya tergantung dari arus kas masa depan, tidak ada alasan untuk mengaitkan arus kas kini dengan arus kas masa depan.

2. Mitos : semua arus kas memiliki nilai relevan. Banyak jenis arus kas yang tidak memengaruhi nilai perusahaan—misalnya, kas dari pelunasan piutang pelanggan.

3. Mitos : semua penyesuaian akuntansi akrual tidak relevan dalam hal nilai. 4. Mitos : arus kas tidak dapat dimanipulasi. Pernyataan ini bukan hanya

salah, bahakan arus kas lebih mudah dimanipulasi dibandingkan dengan laba. Misalnya, arus kas dapat ditingkatkan dengan menunda pengeluaran modal atau pembayaran beban.

5. Mitos : semua laba dimanipulasi.

6. Mitos : tidak mungkin untuk terus-menerus meningkatkan laba untuk jangka waktu yang panjang.

Fakta Akrual dan Arus Kas

1. Fakta : akuntansi (laba) akrual lebih relevan dibandingkan arus kas. Baik secara konseptual maupun praktis, laba akrual lebih relevan dibandingkan arus kas dalam menguukur kondisi keuangan dan kinerja serta dalam penilaian.

2. Fakta : arus kas lebih andal dibandingkan akrual. Pernyataan ini benar dan menyarankan bahwa arus kas dapat memainkan peran pelengkap atas akrual.

3. Fakta : angka akuntansi akrual dapat menyebabkan distorsi akuntansi. 4. Fakta : nilai perusahaan dapa ditentukan dengan angka akuntansi akrual. Haruskah Kita Mengganti Akrual dengan Arus Kas?

Akuntansi akrual memang tidak sempurna, banyak aturan yang berubah-ubah, kesalahan estimasi dan adanya manajemen laba yang mendistorsi kegunaanya. Meskipun memiliki kelemahan, akrual berguna dan penting untuk analisis keuangan.

(11)

Laba, (income—disebut juga earnings atau profit) merupakan ringkasan hasil bersih aktivitas operasi usaha dalam periode tertentu yang dinyatakan dalam istilah keuangan. Pada konsepnya, laba ditugaskan untuk menyediakan, baik pengukuran perubahan kekayaan pemegang saham selama periode maupun mengestimasi laba usaha sekarang, yaitu sampai sejauh mana perusahaan dapat menutupi biaya operasi dan menghasilkan pengembalian kepada pemegang sahamnya. Secara khusus, perannya yang kedua yakni sebagai indikator profitabilitas perusahaan, sangat krusial bagi seorang analis, karena membantu dalam mengestimasi potensi laba dimasa depan yang tidak diragukan lagi merupakan satu dari tugas yang terpenting dalam analisis usaha.

KONSEP LABA EKONOMI 1. Laba Ekonomi

Laba ekonomi (economic income) biasanya ditentukan dengan cara arus kas ditambah dengan nilai sekrang dari prediksi arus kas masa depan, khususnya direpresentasikan dengan perubahan nilai pasar aset usah bersih.

Laba ekonomi mengukur perubahan nilai pemegang saham. Oleh karena itu, laba ekonomi berguna jia tujuan analisis adalah menentukan tingkat pengembalian yang tepat kepada pemegang saham untuk eriode tertentu.

2. Laba Permanen

Laba permanen (permanent income)—disebut juga dengan laba berkelanjutan (sustainable) atau laba yang berulang (recurring)—merupakan rata-rata stabil yang ditaksir dapat diperoeh perusahaan sepanjang umurnya, dengan kondisi usaha masa sekarang.

3. Laba operasi

(12)

after tax—NOPAT ). Fitur kunci dari laba operasi bahwa ia tidak termasuk semua beban (atau laba) yang timbul dari kegiatan keuangan perusahaan (fungsi treasury), setiap beban bunga dan laba investasi, yang secara kolektif disebut dengan laba non operas(nonoperating income).

Konsep Laba Akuntansi

Laba akuntansi atau laba dilaporkan (acounting income or reported income) ditentukan bderdasarkan konsep akuntansi akrual. Meskipun laba akuntansi sangat merefleksikan aspek laba ekonomi maupun laba permanen, namun laba ini bukan merupakan pengukuran laba secara lansung seperti kedua laba lainnya. Laba akuntansi juga mengalami masalah pengukuran, sehingga mengurangi kemampuannya dalam mencerminkan realitas ekonomi.

Pengakuan Pendapatan dan Pengaitan

Dua proses utama dalam pengukuran laba adalah pengakuan pendapatan dan pengaitan beban. Pengakuan pendapatan adalah titik awal pengukuran laba. Dua kondisi wajib untuk dapat diakui adalah bahwa pendapatan :

1. Telah atau dapat direalisasikan (realized atau realizable). Untuk dapat diakui perusahaan harus telah mendapatkan kas atau komitmen andal untuk mendapatkan kas, seperti piutang yang sah.

2. Telah dihasilkan (earned). Perusahaan harus mnenyelesaikan seluruh kewajibannya kepada pembeli, yaitu proses perolehan laba harus telah selesai.

Laba Akuntansi dan Laba Ekonomi

(13)

1. Konsep laba alternatif. Konsep laba ekonomi sangat berbeda dengan konsep laba permanen.

2. Biaya historis. Penggunaan biaya historis memengaruhi laba dalam dua cara : (1) harga pokok penjualan berjalan tidak tercermin dalam laporan laba rugi, misalnya jika digunakan metode persediaan FIFO dan (2) tidak diakuinya keuntungan dan kerugian aset tetap yang belum direalisasi. 3. Basis transaksi. Laba akuntansi biasanya mencerminkan dampak

transaksi . misalnya, kontrak pembelian tidak diakui pada laporan keuangan sebleum transaksi terjadi.

4. Konservatisme. Konservatisme mengharuskan pengakuan langsung kejadian yang menurunklan laba meskipun belum ada transaksi yang mendasarinya, mislana penurunan nilai persediaan.

5. Manajemen Laba. Manajemen laba menimbulkan distorsi pada laba akuntansi yang tidak mencerminkan realitas ekonomi.

Komponen Permanen, Sementara dan Tidak Relevan dengan Nilai Laba akuntansi terdiri atas tiga komponen :

1. Laba Permanen. Komponen laba akuntansi yang permanen (atau berulang) diharapkan akan terjadi sepanjang waktu. Karakteristik komponen ini seruopa dengan konsep laba permanen ekonomi. Untuk perusahaan yang masih berlangsung, tiap dolar dari komponen permanen sama dengan 1/r dolar dari nilai perusahaan, dimana r adalah biaya modal.

2. Komponen Sementara . Komponen laba akuntansi yang sementara (atau tidak berulang) tidak diharapkan untuk terjadi lagi –biasanya merupakan peristiwa yang terjadi satu kali (one time event). Komponen ini memiliki dampak dolar (dollar -for -dollar) terhadap nilai perusahaan.

3. Komponen yang tidak relevan dengan nilai. Komponen yang tidak relevan dengan nilai (value irrelevant component) tidak memiliki konten ekonomi – komponen ini adalah distorsi akuntansi. Komponen ini timbul karena ketidaksempurnaan akuntansi.

Penyesuaian Laba Permanen

(14)

analis yang bertugas. Menentukan laba inti periode berjalan bermanfaat dalam teknik penilaian menggunakan kelipatan laba. Menentukan laba inti juga bermanfaat dalam memberikan langkah awal yang lebih berarti dalam melakukan prediksi dan dalam membantu memberikan asumsi-asumsi dalam kegiatan peramalan.

Penyesuaian Laba Ekonomi

Salah satu cara untuk mendapatkan laba ekonomi adalah dengan menghitung perubahan kekayaan pemegang saham yang berasal dari sumber bukan pemilik, yang dapat berarti , dengan cara memasukkan semua hal yang menyangkut perubahan kekayaan bersih pemegang saham. akuntansi penilaian wajar. Meskipum model penilaian akuntansi penilaian wajar ini hanya diaplikasikan secara terbatas sejak 20 tahun terakhir, terdapat kemajuan yang signifikan menuju adopsi yang lebih luas. SFAS 157 menediakan pedoman dasar dalam mengadopsi model akuntansi penilaian wajar dan SFAS 159 merekomendasikan adopsi sukarela bagi kelas aset dan kewajiban yang lebih luas. Meskipun penggunaan akuntansi penilaian wajarmasih terbatas pada aset kewajiban keuangan—seperti surat berharga atau instrumen utang—terdapat indikasi bahwa adopsi yang komprehensif dari akuntansi penilaian wajar untuk semua aset dan kewajiban—termasuk aset dan kewajiban operasi—mungkin dilakukan dimasa depan.

Perbandingan Model Biaya Historis jdan Penilaian Wajar

(15)

1. Penilaian transaksi versus penilaian sekarang. Dengan akuntansi biaya historis, nilai aset dan kewajiban sangat bergantung pada transaksi aktual perusahaandi masa lalu, model penilaian tidak menecerminkan kondisi ekonomi sekarang. Sebaliknya, dengan model penilaian wajarm jmlah aset dan kewajiban ditentukan dengan harga pasar paling akhir, dengan asumsi pasar, penilaian tidak didasarkan pada transaksi aktual.

2. Biaya historis versus harga pasar. Penilaian biaya historis terutama ditentukan dengan biaya yang dikeluarkan perusahaan, sementara dengan model penilaian wajar didasarkan atas harga pasar (asumsi nilai pasar).

3. Pendekatan laba alternatif. Pendekatan alternatif dalam penentuan lab adari dua model ini sangat penting untuk analisis. Laba dengan akuntansi biaya historis merupakan bentuk yang jelas yang berusaha mengukur profitabilitas periode berjalan, yaitu kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan yang lebih besar daripada biaya.

Pertimbangan dalam Mengukur Nilai Wajar Mendefinisikan Nilai Wajar Terminologi nilai wajar dipakai (dan bukannya “nilai pasar”—market value) karena apabila pasar aset dan kewajiban yang bersangkutan, dalam rangka memperoleh harga pasarnya, tidak ditemukan, kita tetap dapat mengestimasi nilai wajarnya dengan mengambil rujukan pasar turunan (secondary market) atau menggunakan teknik penilaian. Terdapat lima aspek yang perlu dicatat dari definisi ini :

1) Tanggal Pengukuran, yaitu tanggal neraca—bukan tanggal ketika aset tersebut pertama diperoleh (atau saat kewajiban pertama kali diakui).

(16)

3) Transaksi berurutan (orderly transaction) faham transaksi “berurutan” menghapus kemungkinanpertukaran yang terjadi dalam kondisi luar biasa, misalnya dalam situasi kekacauan.

4) Pengukuran dengan pasar (market – based measurement). Penilaian wajar adalah pengukuran dengan dasar pasar, bukan pengukuran spesifik perusahaan (entity- specific measurement).

5) Harga keluaran (exit prices). Nilai wajar aset adalah harga hipotesis pada saat perusahaandapat menjual aset tersebut (harga keluaran). Hierarki Input Nilai Wajar

Pada awalnya terdapat dua macam input yang diakui yaitu :

1. Input yang dapat diobsevasi (observable inputs);yaitu ketika harga pasar dapatdiperoleh dari sumber yang independen terhadap perusahaan yang membuat laporan.

2. Input yang tidak dapat diobservasi (unobservable inputs), yaitu ketika harga pasar diperoleh berdasarkan asumsi perusahaan karena aset atau kewajibannya tidak diperdagangkan.

Berikut tiga langkah hierarki input : Hirarki Input Nilai Wajar

1. Input tingkat 1. ini dikutip dari harga dalam pasar aktif untuk aset atau kewajiban tertentu yang sedang dinilai, lebih disukai pada saat tanggal harga.

2. Input tingkat 2. Input ini diperoleh dari :

1) Kutipan harga dalam pasar aktif untuk aset atau kewajiban yang mirip, tetapi tidak identik.

2) Kutipan harga untuk aset atau kewajiban yang identik, tetapi tidak dalam pasar aktif (jarang diperdagangkan). 3. Input tingkat 3. Merupakan input yang tak dapat di observasi

(17)

Teknik Valuasi

Teknik bvaluasi yang cocok tergantung pada ketersediaan data input. Apabila suatu teknik dapat dipilih, maka harus digunakan secara konsisten, kecuali jika terjadi perubahan keadaan yang mengakibatkan penentuan yang lebih akurat atas nilai wajar. Tiga pendekatan dasar dari penilaian serbagai berikut :

1. Pendekatan Pasar. Pendekaktan ini langsung maupun tak langsung menggunakan harga dari transaksi aktual pasar.

2. Pendekatan Laba. Pendekatan ini, nilai wajar diukur dengan mendiskontokan perkiraan arus kas arus kas atau laba masa depan pada masa sekarang.

3. Pendekatan Biaya. Pendekatan biaya digunakan untuk menentukan biaya penggantian aset periode berjalan, yaitu menentukan biaya penggantian kapasitas yang tersisa dari suatu aset.

Kelebihan dan Kekurangan Akuntansi Penilaian Wajar Kelebihan dari akuntansi penilaian wajar adalah sebagai berikut :

1. Merefleksikan informasi sekarang. Dengan merefleksikan informasi sekarang, akuntansi penilaian wajar diunguulkan lebih relevan dalam pengambilan keputusan.

2. Kriteria pengukuran yang konsisten. Kelebihan lain yang dikemukakan pembuat standar adalah bahwa akuntansi penilaian wajar menyediakan satu-satunya kriteria pengukuran yang konsisten secara konseptualuntuk aset dan kewajiban.

3. Komparabilitas (comparability). Karena sifatnya yang konsisten dalam mengukur aset dan kewajiban, dikatakan bahywa akuntansi penilaianj wajar akan meningkatkan daya komparatif, yaitu kemampuan untuk membandingkan laporan keuangan dari berbagai perusahaan.

(18)

5. Lebih bermanfaat dalam analisis ekuitas. Penggunaan biaya historis yang konservatif menyebabkan kerugian (downside risk) daripada mengevaluasi potensi keuntungannya (upside potensial).

Kekurangan dari akuntansi penilaian wajar adalah sebagai berikut :

1. Objektivitas lebih rendah. Kritikan untama dari akuntansi penilaian wajar yaitu kurang andal karena kurangnya objektivitas.

2. Rentan terhadap manipulasi. Terdpat kekhawatiran akuntansi penilaian wajar akan meningkatkan kemampuan manajer memanipulasi laporan keuangan.

3. Penggunaan input tingkat 3. Karena input 3 kurang objektif, masalah krusial yang akan menentukan kendala akuntansi penilaian wajar adalah sampai sejauh mana input tingkat 3 akan digunakan.

4. Tidak adanya unsur konservatif. Pendukung akuntansi konservatif diingatkan pengunaan model penilaian wajar—dengan tujuan menghiklangkan bias –akan menyebabkan laporan keuangan dibuat lebih agresif, sehingga mengurangi manfaatnya untuk kreditor, sebagai salah satu dari pengguna yang utama dari informasi keuangan.

5. Fluktuasi yang berlebihan. Perubahan nilai wajar dari aset dapat menyebabkan laba yang dilaporkan sangat rentan. Kerentanan ini sangat mungkin menyebabkan perubahan nilai wajar aset dan kewajiban daripada perubahan dasar tingkat profitabilitas operasi perusahaan, sehingga ditakutkan laba menjadi kurang berguna untuk dianalisis.

Implikasi Analisis

Terdapat beberapa masalah penting yang perlu dipertimbangkan dalam menganalisis laporan keuangan yang disiapkan dengan model penilaian wajar :

(19)

2. Menyatakan kembali Laba. Menganalisis dan menyatakan kembali laba akan menjadi tugas yang krusial bagi analis. Seorang analis harus menganalisis laba secara hati-hati untuk memisahkan akibat operasi sekarang dari keuntungan yang belum diakui dan kerugian akibat perubahan nilai wajar aset dan kewajiban.

3. Menganalisis kegunaan input. Ketika menggunakan analisis laporan keuangan nilai wajar, analis harus menganalisis tingkat input yang telah digunakan dalam menentukan nilai aset dan kewajiban.

4. Menganalisis kewajiban finansial. Nilai wajar surat utang menurun dengan menurunnya kelayakan kredit dari peminjam. Hal ini merupakan hal yang tidak masuk akal (counterintuitive) sehubungan dengan penilaian kewajiban keuangan perusahaan (yaitu kewajiban melunasi hutang). Status Terkini Penerapan Nilai Wajar

Akuntansi penilaian wajar diadopsi untuk seluruh aset dan kewajiban dalam laporan keuangan. Perlu diperhatikan bahwa akuntansi penilaian wajar tidak dapat diaplikasikan pada aset dan kewajiban untuk masa sekarang. Pada saat sekarang, akuntansi penilaian wajar dapat diterapkan terutama pada aset dan kewajiban yang bersifat keuangan dalam artian luas.

FASB (dan IASB) saat ini terlibat dalam memeriksa bagaimana penerapan akuntansi penilaian wajar yang lebih kompeherensif dapat dilaksanakan, termasuk menggunakan akuntansi penilaian wajar untuk aset dan kewajiban operasi.

PENGANTAR ANALISIS AKUNTANSI

Analisis akuntansi merupakan proses evaluasi sejauh mana angka akuntansi perusahaan mencerminkan realitas ekonomi. Analisis akuntansi mencakup evaluasi risiko akuntansi perusahaan dan kualitas laba, mengestimasi kekuatan laba, dan membuat penyesuaian yang diperlukan agar laporan keuangan lebih baik mencerminkan realitas ekonomi dan dapat membantu analisis keuangan.

(20)

Kebutuhan akan analisis keuangan disebabkan 2 alasan yaitu, akuntansi akrual memperbaiki akuntansi kas dengan mencerminkan aktivitas usaha pada waktu yang lebih tepat. Dan, laporan keuangan dibuat untuk berbagai jenis pemakaian dan kebutuhan informasi. Berikut adalah alasan mengapa periu adanya analisis laporan keuangan.

Distorsi Akuntansi.

Distorsi akuntansi merupakan penyimpangan dari informasi yang dilaporkan pada laporan keuangan terhadap realitas usaha sebenarnya. Berikut adalah alasan mengapa distorsi bisa terjadi :

1. Standar Akuntansi. Ada 3 penyebab standar akuntansi menjadi alasan terjadinya distorsi pada laporan keuangan. Pertama, standar akuntansi merupakan hasil proses politik. Berbagai kelompok pemakai melakukan lobi untuk melindungi kepentingan mereka. Penyebab distorsi yang kedua, adanya prinsip-prinsip akuntansi dalam standar akuntansi. Ketiga, adalah konservatisme. Konservatisme menyebabkan bias pesimis atas laporan keuangan yang menguntungkan analisis kredit, tetapi bermasalah untuk analisis ekuitas.

2. Kesalahan Estimasi. Estimasi sering menyebabkan kesalahan yang dapat mendistorsi relevansi angka akuntansi akrual.

3. Keseimbangan Andal dan Relevan. Standar akuntansi mempertimbangkan keseimbangan antara andal dan relevan. Penekanan terhadap keandalan sering kali menunda pengakuan dampak dari transaksi dan kewajiban tertentu pada laporan keuangan hingga konsekuensinya arus kas dapat diestimasi dengan layak.

(21)

Manajemen Laba

Manajemen laba dapat didefinisikan sebagai “intervensi manajemen dengan sengaja dalam proses penentuan laba, biasanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi” (Schipper, 1989).

Strategi Manajemen Laba

Terdapat 3 jenis strategi manajemen laba, yaitu sebagai berikut :

1. Meningkatkan Laba. Salah satu strategi manajemen laba adalah dengan meningkatkan laba yang dilaporkan pada periode kini untuk membuat perusahaan dipandang lebih baik. Selain itu, perusahaan dapat melakukan manajeman untuk meningkatkan laba selama beberapa tahun dan kemudian membalik akrual sekaligus pada satu saat pembebanan. Pembebanan satu saat ini sering dilaporkan “di bawah laba bersih” (bellow the line), sehingga dipandang tidak relevan.

2. Big Bath. Big bath dilakukan melalui penghapusan (write-off) sebanyak mungkin pada satu periode. Periode yang dipilih biasanya periode dengan kinerja yang buruk (sering kali pada masa resesi di mana perusahaan lain juga melaporkan laba yang buruk). Big bath juga sering dilakukan setelah strategi peningkatan laba pada periode sebelumnya.

3. Perataan Laba. Pada strategi ini manajer menurunkan atau meningkatkan laba yang dilaporkan untuk mengurangi fluktuasinya.

Motivasi Melakukan Manajemen Laba

Insentif utama untuk melakukan manajemen laba adalah sebagai berikut : 1. Insentif Perjanjian. Misalnya perjanjian kompensasi manajer biasanya

(22)

menyebabkan manajer memiliki insentif untuk memanajemen laba sesuai dengan keinginannya.

2. Dampak Harga Saham. Misalnya, manajer dapat meningkatkan laba untuk menaikkan harga saham perusahaan sementara sepanjang satu kejadian tertentu seperti merger yang akan dilakukan atau penawaran surat berharga, atau rencana untuk menjual saham atau melaksanakan opsi. 3. Insentif Lain. Laba sering kali diturunkan untuk menghindari biaya

politik dan penelitian yang dilakukan badan pemerintah, misalnya untuk ketaatan undang-undang antimonopoly dan IRS.

Mekanisme Manajemen Laba

Terdapat 2 metode utama manajemen laba yaitu :

1. Pemindahan Laba. Pemindahan laba merupakan manajemen laba dengan memindahkan laba dari satu period eke periode lainnya. Pemindahan laba dapat dilakukan dengan mempercepat atau menunda pengakuan pendapatan atau beban. Contoh pemindahan laba adalah sebagai berikut :

1) Mempercepat pengakuan pendapat dengan membujuk distributor atau pedagang untuk membeli kelebihan produksi pada akhir tahun fiscal.

2) Menunda pengakuan beban dengan mengapitalisasi beban dan mengamortisasi sepanjang periode masa depan.

3) Memindahkan beban pada periode berikut dengan mengadopsi metode akuntansi tertentu.

(23)

Implikasi Manajemen Laba terhadap Analisis Laporan Keuangan

Karena manajemen laba mendistorsi laporan keuangan, identifikasi dan membuat penyesuaian manajemen laba menjadi tugas penting dalam analisis laporan keuangan. Sebelum menentukan apakah sebuah perusahaan melakukan manajemen laba, seorang analis harus memeriksa hal berikut :

1. Insentif melakukan manajemen laba. Manajemen laba tidak dilakukan kecuali jika terdapat insentif bagi manajer.

2. Reputasi dan masa lalu manajemen. Perlu untuk menilai reputasi dan integritas manajemen.

3. Pola yang konsisten. Tujuan manajemen laba adalah memengaruhi angka paling bawah seperti laba atau rasio utama seperti debt to equity atau interest coverage.

4. Kesempatan melakukan manajemen laba. Sifat aktifitas usaha menentukan sejauh mana manajemen laba dapat dilakukan.

Proses Analisis Akuntansi

Proses analisis akuntansi mencakup beberapa proses dan pekerjaan yang saling terkait.

Evaluasi Kualitas Laba

Kualitas laba (atau tepatnya, kualitas akuntansi) memiliki arti berbeda untuk berbagai pihak. Banyak analis mendefinisikan kualitas laba sebagai sejauh mana perusahaaan mengaplikasi konservatisme—perusahaan dengan kualitas laba tinggi diharapkan memiliki rasio harga terhadap laba (price-earning ratio) yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan dengan kualitas laba rendah. Tahap evaluasi kualitas laba adalah sebagai berikut :

(24)

2. Evaluasi tingkat fleksibilitas akuntansi. Penting untuk menilai tingkat fleksibilitas yang tersedia pada saar pembuatan laporan keuangan.

3. Tentukan strategi pelaporan. Menentukan strategi pelaporan yang digunakan oleh perusahaan.

4. Identifikasi dan menilai tanda bahaya. Tanda bahaya merupakan pos yang memberikan peringatan bagi analis akan adanya potensi masalah yang serius. Contoh tanda bahaya adalah :

Kinerja keuangan yang buruk—perusahaan yang putus asa biasanya melakukan segala cara.

Secara konsisten laba yang dilaporkan selalu lebih tinggi dibandingkan arus kas operasi.

II. PEMBAHASAN SOAL

Soal 2-7 (pelaporan keuangan dan kecurangan keuangan) Perhatikan pandangan seorang pengamat usaha berikut ini :

Pekerjaan seorang akuntan adalah untuk menutupi, bukan menyajikan. Seorang akuntan tidak diminta untuk memberikan gambaran yang akurat mengenai apa yang terjadi dalam perusahaan untuk pihak luar. Ia diminta untuk mengubah gambaran operasi perusahaan sedemikian rupa. Sehingga gambaran asli tidak mungkin terlihat.

Laporan laba rugi untuk perushaan mainan tidak menyatakan berapa banyak jenis mainan yang dijual perusahaan, atau siapakah pelanggan yang terbaik perusahaan. Neraca tidak menceritakan berapa banyak setiap jenis mainan yang ada dipersediaan, atau berapa banyak utang pelanggan yang terlambat membayar tagihannya.

(25)

membuang sebagian besar fakta dan gambaran yang digunakan manajer saat ia menyusun laporan keuangan bagi pihak luar.

Aturan akuntansi mencerminkan pandangan ini. Meskipun akuntan berfikir bahwa ia bekerja untuk kebaikan masyarakat, namun ia menyembunyikan beberapa fakta dalam laporan yang disusunnya. Karena akuntan bekerja untuk perusahaan, atau untuk manajemen perusahaan, ia menyembunyikan banyak fakta yang oleh pihak luar ingin diketahui.

Diminta :

a. Diskusikan kesalahan pandangan pengamatan ini mengenai peran akuntan dalam pelaporan akuntansi keuangan.

b. Diskusikan informasi yang dihilangkan menurut pendapat pengamatan tersebut

Jawab :

(26)
(27)

C. KESIMPULAN

(28)

Daftar Pustaka

Referensi

Dokumen terkait

Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan arus kas aktivitas operasi, arus kas aktivitas investasi, arus kas aktivitas pendanaan, dan laba akuntansi tidak memiliki

Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial arus kas aktivitas operasi, arus kas aktivitas investasi, arus kas aktivitas pendanaan, dan laba akuntansi tidak memiliki

laba yang dipisahkan menjadi arus kas, akrual tidak lancar lebih relevan dibandingkan dengan. model laba yang

Selain nilai rata-rata yang tinggi, masing-masing variabel akuntansi pada persamaan (1), baik arus kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan maupun komponen akrual,

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai kemampuan informasi laporan keuangan khususnya laba dan arus kas dari aktivitas operasi pada tahun berjalan

Dari aktivitas operasi kebanyakan perusahaan menghasilkan arus kas positif, apabila arus kas negatif dari aktifitas operasi pada suatu periode adalah indikator adanya

Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial arus kas aktivitas operasi, arus kas aktivitas investasi, arus kas aktivitas pendanaan, dan laba akuntansi tidak memiliki

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, arus kas dari aktivitas pendanaan, size perusahaan,