SINAR X UNTUK RONTGEN RADIASI DALAM BIDA

18  10  Download (0)

Teks penuh

(1)

MAKALAH PENDAHULUAN ATOM DAN INTI

APLIKASI NUKLIR DI BIDANG KESEHATAN

“SINAR X SEBAGAI MEDIA RONTGEN”

Dosen pengampu: Cecilia Yanuarief, M.Si.

Disusun Oleh:

1. Kharina Puspita NH

(13620001)

2. Adik Merisa

(13620022)

3. Fitroh Merkuri W

(13620023)

4. Apriyani

(13620035)

5. Karima Soraya Fatjri (13620041)

6. Vicga Arsita

(13620044)

7. Maulina Lutfiyah

(13620049)

(2)

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan pertolongan-Nya kepada semua makhluk yang ada di muka bumi ini dengan segala kekuasaan-Nya. Salah satu kenikmatan yang Allah berikan yaitu penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Sinar X sebagai Media Rontgen”.

Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad saw yang telah menuntun umat manusia dari kebodohan hingga menuju ilmu pengetahuan untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Mengingat keterbatasan yang penulis miliki, penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan dari berbagai pihak yang sifatnya membangun dan untuk perbaikan makalah yang akan datang. Semoga makalah ini memberikan manfaat khususnya bagi penulis dan pembaca pada umumnya. Amin.

(4)
(5)

BAB III PENUTUP

1. Kesimpulan...

...12

2. Saran...

...13

(6)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Dampak lingkungan dan semakin berkurangnya sumber energi minyak bumi memaksa kita untuk mencari dan mengembangkan sumber energi baru. Salah satu alternatif sumber energi baru yang potensial datang dari energi nuklir. Meski dampak dan bahaya yang ditimbulkan amat besar, tidak dapat dipungkiri bahwa energi nuklir adalah salah satu alternatif sumber energi yang layak diperhitungkan. Isu energi nuklir yang berkembang saat ini memang berkisar tentang penggunaan energi nuklir dalam bentuk bom nuklir dan bayangan buruk tentang musibah hancurnya reaktor nuklir di Chernobyl. Isu-isu ini telah membentuk bayangan buruk dan menakutkan tentang nuklir dan pengembangannya. Padahal, pemanfaatan yang bijaksana, bertanggung jawab, dan terkendali atas energi nuklir dapat meningkatkan taraf hidup sekaligus memberikan solusi atas masalah kesehatan.

(7)

gambar medikal dan Kristalografi sinar-X. Sinar-X adalah bentuk dari radiasi ion dan dapat berbahaya.

Dalam ilmu kedokteran, sinar x dapat digunakan untuk melihat kondisi tulang, gigi serta organ tubuh yang lain tanpa melakukun pembedahan langsung pada tubuh pasien. Biasanya, masyarakat awam menyebutnya dengan sebutan ‘’FOTO RONTGEN’’. Selain bermanfaat, sinar x mempunyai efek/dampak yang sangat berbahaya bagi tubuh kita yaitu apabila di gunakan secara berlebihan maka akan dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya, misalnya kanker. Oleh sebab itu para dokter tidak menganjurkan terlalu sering memakai ‘’FOTO RONTGEN’’ secara berlebihan. Meskipun besar menfaatnya, penggunaan sinar-x harus memperhatikan prosedur keadaan pasien. Karana daya tembusnya cukup besar, jaringan tubuh manusia dapat rusak terkena paparan sinar-x terlalu lama. Oleh karana itu, pemancaran sinar-x pada pasien diusahakan sesingkat mungkin.

B. Identifikasi masalah

1. Apakah pengertian sinar X?

2. Bagaimana pemanfaatan sinar X dalam proses rontgen? 3. Bagaimana tahapan-tahapan dalam proses rontgen?

4. Bagaimana dampak yang ditimbulkan dari penggunaan metode rontgen bagi tubuh?

C. Batasan masalah

Agar penulisan makalah ini tidak menyimpang dan mengambang dari tujuan yang semula direncanakan, maka penulis menetapkan batasan-batasan sebagai berikut:

1. Pemanfaatan sinar X sebagai aplikasi nuklir hanya membahas metode rontgen

(8)

3. Metode rontgen yang akan dibahas penulis meliputi tahapan-tahapan rontgen serta dampak yang ditimbulkan.

D. Tujuan

1. Memahami sinar X

2. Mengetahui pemanfaatan sinar X sebagai aplikasi nuklir dalam proses rontgen

3. Memahami tahapan-tahapan dalam proses rontgen

(9)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Sinar X

Sinar-X adalah radiasi elektromagnet dengan rentang panjang gelombang kurang lebih dari 0,01 hingga 10 nm (energinya kurang lebih dari 100eV hingga 100keV).Beberapa atom yang membentuk sebuah kisi dapat memantulkan sinar-X yang dijatuhkan pada kristal ke semua arah, namun hanya pada satu arah tertentu, “riak gelombang” yang dihambur akan berinterferensi secara maksimum sehingga menghasilkan suatu berkas terpantul. Dalam hal ini, pantulannya dapat dipandang terjadi pada suatu bidang yang digambarkan melalui barisan atom-atom tersebut. (Keadaan ini mirip dengan pemantulan cahaya dari sebuah cermin—berkas cahaya yang terpantulkan dapat dipandang terjadi pada sebuah bidang dengan sudut datang sama dengan sudut pantul).

Jika berkas sinar-X yang digunakan berpanjang gelombang tunggal, maka agak sulit bagi untuk mendapatkan sudut dan himpunan bidang pantul yang tepat guna mengamati interferensi. Tetapi jika digunakan berkas sinar-X dengan rentang panjang gelombang yang kontinu, maka untuk tiap-tiap jarak dan sudut datang, interferensinya akan terjadi bagi suatu panjang gelombang tertentu, sehingga akan terjadi suatu pola maksimum interferensi pada sudut-sudut pantul yang berbeda. Pola maksimum interferensi tidaklah bergantung pada panjang gelombang berkas sinar-X yang datang (yang distribunya kontinu), melainkan pada jarak dan susunan atom dalam Kristal.1

B. Pemanfaatan Sinar X untuk Rontgen

(10)

cukup beragam mulai dari radiasi untuk diagnostik, pemeriksaan sinar-X gigi dan penggunaan radiasi sinar-X untuk terapi. 2

Pada awalnya, tidak lama setelah penemuan sinar X, diketahui bahwa sinar tersebut dapat mengakibatkan kerusakan pada jaringan manusia. Karena itu mulailah dilakukan pengobatan kanker dengan sinar X tanpa dasar pengetahuan patologi onkologi serta radiobiologi. Pada sebagian besar pasien terjadi kematian jaringan kanker. Selain itu jaringan sehat juga mengalami kerusakan yang cukup hebat sehingga tidak jarang mengakibatkan kematian pasien. Pada saat itu belum diketahui jenis kanker apa saja yang dapat diatasi dengan pengobatan sinar dan mana yang tidak dapat.

Radiologi merupakan cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan penggunaan semua modalitas yang menggunakan energi radiasi pengion maupun non-pengion, untuk kepentingan imajing diagnosis dan prosedur terapi dengan menggunakan panduan radiologi, termasuk teknik ultrasonografi dan radiasi radio frekuensi elektromagnetik oleh atom-atom. Foto radiografi adalah gambaran dua dimensi dari suatu obyek tiga dimensi dimana gambaran dari obyek tersebut diproyeksikan pada suatu media perekam sebagai gambar dua dimensi. 3

Teknik radiografi adalah salah satu teknik diagnosa dimana sumber sinar X ditembuskan kebagian tubuh pasien yang akan diperiksa dengan kondisi penyinaran tertentu. Radiasi sinar X yang akan tembus akan mempunyai besaran yang berbeda sesuai dengan daya serap organ-organ tubuh yang akan ditembusnya. Perbedaan akan besaran tersebut akan ditangkap oleh film X-ray dan akan membentuk bayangan laten, gambar laten tersebut setelah melalui berbagai proses pencucian akan menghasilkan gambaran foto dari organ yang diperiksa. Untuk radigrafer pada saat

(11)

pemotretan harus berada di belakang tabir atau di ruangan lain yang terproteksi dari radiasi sinar X. 4

Penggunaan alat sinar X untuk diagnosa dan pengobatan memerlukan kehati‐hatian karena tingginya resiko bahaya yang dapat ditimbulkan dari penggunaannya atau hal lain yang diakibatkan radiasi ionisasi. Semua jaringan pada hewan dan manusia peka terhadap radiasi. Penggunaan dosis minimum dengan nilai yang melebihi batas tertentu dapat menyebabkan kerusakan atau perubahan pada jaringan yang terpapar. Jaringan yang sangat rentan terhadap bahaya radiasi antara lain adalah: kulit, limfatik, hemopoetik, leukopoetik, glandula mamary, thyroid, tulang (pada pusat pertumbuhan epifise), epitel germinal atau gonad. Oleh sebab itu, kehati‐hatian dalam penggunaan radiasi sangat diperlukan, karena kemungkinan terjadinya kesalahan dalam penggunaan radiasi sangat besar. Radiasi ionisasi mempunyai sifat tidak berwujud/tampak, tidak berbau dan tidak memberikan rangsangan fisik langsung pada objek yang terpapar. Efek radiasi pada objek yang terpapar sangat berbahaya dan bersifat kumulatif dari penyinaran yang terus menerus. Efek yang sering muncul antara lain erithema, alergi hingga mutasi genetik. 5

Pengukuran kerapatan tulang dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan radiasi gamma atau sinar-x. Berdasarkan banyaknya radiasi gamma atau sinar-x yang diserap oleh tulang yang diperiksa maka dapat ditentukan konsentrasi mineral kalsium dalam tulang. Perhitungan dilakukan oleh komputer yang dipasang pada alat bone densitometer tersebut. Teknik ini bermanfaat untuk membantu mendiagnosis kekeroposan tulang (osteoporosis) yang sering menyerang wanita pada usia menopause (matihaid) sehingga menyebabkan tulang muda patah.

Pemanfaatan radiasi di Indonesia diawasi oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Oleh karena itu, pemanfaatan sinar-x sebagai

4 Sari, Silvia. 2012.Pengembangan Sistem Manajemen Keselamatan Radiasi Sinar X Di Unit Kerja Radiologi Rumah Sakit XYZ Tahun 2011 halaman 9

(12)

radiodiagnostik bidang kesehatan telah diatur oleh pemerintah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2007 tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan Kearnanan Sumber Radioaktif serta Surat Keputusan Kepala BAPETEN Nomor 01 IKa- BAPETENIV-99 tentang Ketentuan Keselamatan Kerja dengan Radiasi Radiografi rnerupakan sarana penunjang diagnostik yang sudah berkembang pesat baik di dunia kedokteran manusia maupun dalam dunia kedokteran hewan yang bertujuan untuk kesejahteraan. Pemanfaatan sinar-x dalam radiodiagnostik dunia kedokteran hewan sangat menunjang dalam penegakkan diagnosa. 6

C. Tahapan-Tahapan dalam Proses Rontgen

Rontgen atau dikenal dengan sinar X merupakan pemeriksaan yang memanfaatkan peran sinar X dalam mendeteksi kelainan pada berbagai organ tubuh, diantaranya yaitu pada dada, jantung, abdomen, ginjal, ureter, kandung kemih, tengkorak, dan rangka.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan radiasi sinar X yang sedikit karena tingginya kualitas film sinar X dan digunakan untuk melakukan skrinning (deteksi dini dari suatu penyakit) dari berbagai kelainan yang ada pada organ.

Persiapan sebelum pemeriksaan dengan menggunakan sinar rontgen dapat dibedakan sebagai berikut:

1. Radiografi konvesional tanpa persiapan

Yaitu saat anak datang bisa langsung difoto tanpa melakukan persiapan lainnya. Biasanya ini untuk pemeriksaan tulang atau toraks.

2. Radiografi konvesional dengan persiapan

Pemeriksaan radiografi konvensional yang memerlukan persiapan yaitu di antaranya untuk foto rontgen perut. Sebelum pelaksanaan, anak diminta untuk puasa beberapa jam atau hanya makan bubur kecap.

(13)

Dengan begitu ususnya bersih dan hasil fotonya pun dapat dengan jelas memperlihatkan kelainan yang dideritanya.

3. Pemeriksaan dengan kontras.

Yaitu sebelum dirontgen, kontras dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara diminum, atau dimasukkan lewat anus, atau disuntikkan ke pembuluh vena. Alat rontgen yang digunakan untuk pemeriksaan selanjutnya adalah fluoroskopi. Pemeriksaan dilakukan jika usus atau lambung anak dicurigai terputar. Untuk anak yang dicurigai menderita Hirschsprung (penyempitan di usus besar yang disebabkan bagian usus tidak memiliki persarafan pada dindingnya), kontras dimasukkan lewat anus. Sedangkan untuk anak yang mengalami kelainan ginjal atau saluran kemih, kontras dimasukkan lewat pembuluh vena atau kandung kemih.

Setelah dilakukan tindakan ini, bukan tidak mungkin akan muncul reaksi alergi pada beberapa anak. Indikasinya adalah gatal, kemerahan, muntah, tekanan darah turun hingga sesak napas. Oleh karena itu, alat/obat-obat untuk menangani kondisi ini harus tersedia di ruang pemeriksaan yang merupakan bagian dari prosedur standar pelaksanaan rontgen menggunakan kontras.

Untuk mencegah paparan radiasi, ada perlengkapan khusus yang digunakan selama proses berlangsung. Misalnya organ vital anak akan ditutup selama pelaksanaan foto rontgen, anaknya diharuskan memakai pelindung khusus yang disebut shielding atau apron. Jatuhnya sinar ke tubuh anak pun harus melewati piranti khusus guna meminimalisir kemungkinan bahaya radiasi. Intinya, persiapan matang sudah dipikirkan untuk memprioritaskan keamanan pasien. 7

Sementara tahapan-tahapan yang harus dilakukan sebelum melakukan pelaksanaan pemeriksaan rontgen yaitu:

1. Melakukan informed consent (persetujuan tindakan medik) 2. Tidak ada pembatasan makanan atau cairan.

(14)

kertas atau baju kain dapat digunakan dan perhiasan dapat dilepas, anjurkan pasien untuk tarik nafas dan menahan nafas pada waktu pengambilan foto sinar X.

4. Pada jantung foto PA dan lateral kiri dapat diindikasi untuk mengevaluasi ukuran dan bentuk jantung, perhiasan pada leher harus dilepaskan, baju diturunkan hingga ke pinggang.

5. Pada abdomen pelaksanaan foto harus dilakukan sebelum pemeriksaan IVP, baju harus dilepaskan dan digunakan baju kain/kertas. Pasien tidur telentang dengan tangan menjauh dari tubuh,testis harus dilindungi. 6. Pada tengkorak, sebelum pelaksanaan foto, penjepit rambut harus

dilepaskan, kaca mata gigi palsu sebelum pemeriksaan.

7. Pada rangka bila dicurigai terdapat fraktur anjurkan puasa, dan imobilisasi pada daerah fraktur.

Tidak seperti foto pada umumnya, foto rontgen menggunakan sinar X sebagai pemantul cahayanya. Namun, tidak seperti cahaya lampu yang dapat bersinar terang, sinar ini tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang.

(15)

Gambar 1. Proses rontgen dengan sinar X D. Dampak sinar X bagi tubuh

Walaupun sinar-X sangat berguna kepada manusia, tetapi penggunaan secara berlebihan kepada sinar-X dapat menyebabkan :

 Pemusnahan sel-sel dalam tubuh

 Perubahan struktur genetik suatu sel

 Penyakit kanker basah

 Kesan-kesan buruk seperti rambut rontok

 Kulit menjadi merah dan berbisul

 Keguguran pada perempuan hamil

 Leukimia

 Luka permukaan yang dangkal

 Kerusakan kulit (skin demage)

 Epilasi (epilation)

(16)

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN

1. Sinar X adalah radiasi electromagnet dengan rentang panjang gelombang kurang lebih dari 0.01 hingga 10 nm. Beberapa atom dapat memantulkan sinar X yang dijatuhkan pada kristal membentuk pola maksimum interferensi (titik) pada plat foto yang pola tersebut tidak bergantung pada panjang gelombang sinar X melainkan pada jarak dan susunan atom dalam kristal.

2. Pemanfaatan sinar X untuk rontgen adalah salah satu dari pemanfaatan sinar X di bidang kesehatan untuk keperluan diagnosa penyakit baik pada manusia maupun hewan

3. Dalam proses rontgen, persiapan yang dilakukan sebelum melakukan pemeriksaan dengan menggunakan sinar rontgen dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu, Radiografi konvensional tanpa persiapan, Radiografi konvensional dengan persiapan dan pemeriksaan dengan kontras. Sedangkan tahapan-tahapan yang harus dilalui pasien sebelum melakukan rontgen yaitu yang pertama harus melakukan informed consent, dan mematuhi peraturan yang ada yaitu melepas semua benda yang ada di sekitar bagian tubuh yang akan di rontgen.

4. Penggunaan sinar rontgen atau sinar x yang berlebihan berpengaruh pada tubuh manusia, diantaranya dapat menyebabkan pemusnahan sel-sel dalam tubuh, luka, leukimia, kerusakan kulit.

B. SARAN

(17)
(18)

DAFTAR PUSTAKA

Bandu, Karmila. 2014. Efek Radiasi Sinar X Pada Anak-Anak. Skripsi Universitas Hasanuddin Makassar

Kenneth, Krane. 2006. Fisika Modern. Jakarta: UI Press Nugrahawati, Dewi. 2011. Rontgen

http://dewinugrahawati.blog.uns.ac.id/files/2011/05/tugas-fisling-pdf.pdf diakses tanggal (15 Maret 2015 pukul 09.50 WIB)

Nurfidah, Siti. 2014. Pengaruh Sinar-X Terhadap Kesehatan Janin Ibu Hamil Trimester Pertama. Skripsi Universitas Hasanuddin Makassar

Sari, Silvia. 2012. Pengembangan Sistem Manajemen Keselamatan Radiasi Sinar X Di Unit Kerja Radiologi Rumah Sakit XYZ Tahun 2011. Skripsi Universitas Indonesia

Tim Penyusun. Bahan Ajar Mandiri Computer ‐ Assisted Instruction (BAM ‐ CIA) Mata Kuliah Radiologi Veteriner (KLV 441/KRP 322) Bagian Bedah dan Radiologi http://www.oocities.org/radiologi_vet/bab_11.pdf (diakses tanggal 14 Maret 2015 pukul 10.05 WIB)

Ulum Fakhrul Dan Deni Noviana. 2008. Pemanfaatan Radlografi Sebagai Sarana Dlagnostik Penunjang Dalam Dunla Kedokteran Hewan Yang Aman

Bagi Hewan, Manusia Dan Lingkungan. Jurnal proceeding of KIVNAS

http://mariaulfakebidanan.blogspot.com/2013_01_01_archive.html (diakses pada tanggal 15 Maret 2015 pukul 05.34 WIB)

http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/proteksiradiasi/pengenalan_radiasi/2-4.htm (diakses tanggal 13 Maret 2015 pukul 19.06 WIB)

Figur

Gambar 1. Proses rontgen dengan sinar X

Gambar 1.

Proses rontgen dengan sinar X p.15

Referensi

Memperbarui...