MAKALAH
PSIKOLOGI PENDIDIKAN
SIFAT – SIFAT UMUM AKTIVITAS MANUSIA
GERRY PUJIWA 201701500116 SITI KHODIJAH 201701500094 SISKA RAHMAWATI 201701500035 AYU RINTAN OKTA PIRANTI 201701500185 ADI CAHYA PUTRA SANGAJI 201701500076 SITI MARDINAH 201701500029
KELAS S2 A
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN SOSIAL
BIMBINGAN DAN KOSELING
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Dalam aktivitas sehari – hari, manusia tentunya memilki sifat umum yang dapat terlihat saat manusia sedang melakukan suatu aktivitas. Pada umumnya, untuk mengetahui keadaan sekitar tentunya tiap individu memiliki cara tersendiri bagaimana merespon segala hal yang ada disekitar mereka. Cara paling dasar untuk mengenal lingkungan sekitar yaitu dengan memperhatikan, kemudian mulai mengenali lingkuan tersebut dengan cara tersendiri dari tiap individu.
Salahsatu contoh yang paling mudah kita temui adalah pada saat proses belajar mengajar dikelas. Seorang guru pastinya akan menjelaskan mengenai materi pelajaran. Kemudian secara sadar maupun spontan, para murid pasti memperhatikan guru tersebut. Mulai dari materi apa yang sedang
disampaikan, bahkan mungkin ada pula yang hanya memperhatikan gerakan yang dilakukan oleh guru tersebut. Mengapa demikian? Karena setiap individu memiliki intepretasi dan tanggapan yang berbeda satu sama lain, apa yang sedang dipikirikan oleh satu murid, pastinya berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh murid yang lainnya.
SIFAT – SIFAT UMUM AKTIVITAS MANUSIA
A. PERHATIAN
Perhatian merupakan suatu aktivitas manusia dalam berinteraksi yang melibatkan penginderaan manusia, dimana yang dalam prosesnya sering disebut dengan kata
memperhatikan baik secara spontan maupun dengan kehendak pribadi. Dalam proses memperhatikan suatu objek, perhatian akan dikatakan berhasil jika dalam prosesnya dilakukan dengan intensif, dan sebaliknya dikatakan tidak berhasil jika dalam prosesnya dilakukan dengan tidak intensif. Dalam aktivitas sehari-hari, manusia tentunya memerlukan perhatian dalam berinteraksi dengan manusia atau individu lain. Menurut beberapa ahli, ada bermacam-macam perhatian yang melputi:
a. Macam – macam perhatian menurut cara kerjanya;
i. Perhatian Spontan, yaitu perhatian yang secara tidak sengaja atau tidak dengan sekehendak subjek
ii. Perhatian Refleksif, yaitu perhatian yang disengaja atau sekehendak subjek
b. Macam – macam perhatian menurut intensitasnya;
i. Perhatian Intensif, yaitu perhatian yang banyak dilakukan oleh banyaknya rangasangan (stimulus) atau keadaan yang menyertai suatu aktivitas tertentu
ii. Perhatian Tidak Intensif, yaitu perhatian yang kurang diperkuat oleh rangsangan atau beberapa keadaan yang menyertai suatu aktivitas tertentu
c. Macam – macam perhatian menurut luasnya;
i. Perhatian Terpsuat, yaitu perhatian yang tertuju atau terpusat pada satu objek yang sangat terbatas.
ii. Perhatian Terpencar, yaitu perhatian yang pada suatu waktu akan terpencar pada objek lain atau tertuju kepada bermacam – macam objek.
Jika ditinjau dari bidang serta kepentingan pendidikan dan belajar, pemilihan jenis perhatian yang efektif untuk memperoleh pengalaman belajar yang penting bagi subjek (peserta didik) yang belajar. Salahsatu usaha untuk membimbing perhatian anak didik yaitu dengan
pemberian rangsangan atau stimulus yang menarik perhatian anak didik. Hal – hal yang menarik itu dapan ditunjukan melalui 3 hal, yaitu;
a. Segi Objek, hal – hal yang menarik perhatian yaitu hal yang keluar dari konteksnya, misalnya;
i. Benda yang bergerak dalam situasi lingkuangn atau ruangan belajar yang tenang,
ii. Warna benda yang berbeda atau lebih mencolok dari warna benda lainnya,
b. Segi Subjek, hal – hal yang menarik perhatian adalah hal yang bersangkutan dengan pribadi subjek;
i. Mengadakan aktivitas yang disukai subjek (peserta didik)
c. Segi Komunikator, seorang komunikator atau seorang guru hendaknya memiliki kemampuan untuk menampilkan serta memberikan hal – hal yang dapat menarik perhatian peserta didik, guna menciptakan suasana kelas yang kondusif.
B. PENGAMATAN
Salahsatu cara manusia untuk mengenal dunianya adalah dengan mengamati segala sesuatu yang berada disekitarnya. Bermodalkan dengan panca indera yang dimiliki setiap manusia, manusia dapat melihat, merasakan, membau, beraba, dan mengecap sesuatu untuk
megetahui apa yang sedang mereka amati. Dunia pengamatan biasanya dilukiskan menurut aspek pengaturannya, agar memungkinkan subjek melakukan sebuah orientasi terhadap suatu objek. 1)Adapun pengaturan tersebut dibagi dalam beberapa pengaturan, seperti; a. Pengaturan Menurut Sudut Pandang Ruang
Menurut sudut pandang ini, dunia pengamatan dilukiskan dalam pengertian – pengertian: atas – bawah, kiri – kanan, jauh – dekat, tinggi – rendah, dan sebagainya
b. Pengaturan Menurut Sudut Pandang Waktu
Menurut pandangan ini, pengamatan dilukisakan dengan pengertian – pengertian: masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang.
c. Pengaturan Menurut Sudut Pandang Arti
Objek – objek yang diamati memiliki arti tersendiri menurut pandangan masing – masing individu. Misalnya pengamatan mengenai bangunan – banguan disekitar, ada beberapa yang mengartikan menurut fungsi, bahan bangunannya, serta bentuk bangunan tersebut. Jadi pengaturan menurut sudut pandang arti ini tidak akan sama antara pandangan pengamatan satu individu dengan individu lainnya.
Pengamatan lebih didominasi dengan istilah pengelihatan, karena pada dasarnya manusia mengamati dengan indera pengelihatan mereka. Dari perhatian yang sudah dijelaskan sebelumnya, pengamatan ini sangatlah berkaitan. Saat manusia memperhatikan suati objek maka tentunya secara sadar manusia pasti mengamati dan melihat objek tersebut. Lalu apakah yang dilakukan selanjutnya setelah manusia memperhatikan dan mengamati? Pada pembahasan berikutnya, akan dijelaskan mengenai apa itu Tanggapan.
Biasanya tanggapan juga dapat berupa tanggapan spontan atau yang sering dikenal dengan istilah refleks atau hal yang benar – benar sudah dipersiapkan untuk menanggapi atau merespon stimulus yang diberikan. Tanggapan akan muncul setelah manusia melakukan pengamatan. Seperti hal nya pada aktivitas belajar mengajar didalam kelas. Pada saat guru sedang menjelaskan sesuatu didepan kelas, maka secara sadar murid akan melihat dan mengamati guru tersebut. Lantas setelah guru menjelaskan materi, beberapa murid biasanya bertanya mengenai materi yang dibawakan tadi. Proses ini lah yang dinamakan tanggapan. Tanggapan timbul karena adanya interaksi antara individu dengan individu lainnya. Untuk lebih memudahkan penafsiran mengenai tanggapan, biasanya para ahli membuat
perbandingan antara tanggapan dengan pengamatan. 1)Adapun perbandingan antara
tanggapan dan pengamatan secara garis besar, dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
TANGGAPAN PENGAMATAN
Cara tersedianya objek disebut reprentasi Cara tersedianya objek disebut presentasi Objek tidak ada pada dirinya sendiri tatapi
ada atau diadakan pada diri subjek yang menganggap
Objek ada pada dirinya sendiri
Objek hanya ada untuk subjek yang
mengaggap Objek ada bagi setiap orang Terlepas dari unsur tempat, keadaan, dan
waktu Terikat pada tempat, keadaan, dan waktu
Tanggapan yang muncul ke alam kesadaran dapat mendapatkan dukungan atau mungkin juga rintangan dari tanggapan lain. Dukungan dari tanggapan akan menimbulkan rasa senang, sedangakan rintangan terhadap tanggapan akan menimbulkan rasa tidak senang. Kecenderungan untuk mempertahankan rasa tidak senang dan menghilangkan rasa tidak senang sering memancing bekerjanya kekuatan kehendak atau sering dikenal dengan kemauan (konasi). Karena begitu pentingnya perangan tanggapan terhadap tingkah laku, maka pendidikan hendaknya mampu mengembangkan dan mengontrol tanggapan – tanggapan yang ada pada anak didik, sehingga dengan demikian akan berkembang suatu kondisi motivasi bagi kegiatan belajar pada peserta didik.
Fantasi dapat didefinisikan sebagai aktivitas imajinasi untuk membentuk tanggapan - tanggapan baru dengan pertolongan tanggapan – tanggapan yang telah ada sebelumnya. Fantasi dapat terjadi secara sadar ataupun tidak sadar. Fantasi secara sadar misalnya pada seorang pemahat arca yang membentuk arca berdasarkan fantasinya. Sedang fantasi tidak sadar biasanya dilakukan oleh anak kecil yang bercerita tidak sesuai dengan kenyataan, walau tanpa ada maksud untuk berbohong.
Fantasi itu sendiri dapat dibeadakan menjadi 3, yaitu; a. Fantasi Dengan Mengabstraksikan
Jika orang berfantasi dengan mengabstraksikan beberapa bagian, sehingga ada bagian-bagian yang dihilangkan
b. Fantasi Yang Mendeterminasikan
Jika dalam berfantasi itu sudah ada semacam bayangan tertentu, lalu diisi dengan gambaran lain
c. Fantasi Mengombinasikan
Menggabungkan bagian dari tanggapan satu dengan tanggapan yang lain
Fantasi bila dibandingan dengan kemampuan jiwa yang lain, fantasi lebih bersifat subjektif. Dalam berfantasi, bayangan – bayanga atau tanggapan – tanggapan yang ada dalam diri manusia memegang peranan yang sangat penting. Bayangan yang ditimbulkan karena fantasi disebut bayangan fantasi. Bayangan fantasi berbeda dengan bayangan pengamatan. Jika bayangan pengamatan merupakan hasil dari pengamatan, sedangkan bayangan fantasi merupakan hasil dari fantasi atau imajinasi manusia.
E. INGATAN
Ingatan merupakan kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan, dan memproduksikan atau menginterpretasikan kesan kesan. Ada tiga unsur dalam ingatan; menerima kesan – kesan, menyimpan, serta menyampaikannya. Dengan adanya kemampuan untuk mengingat pada manusia, berarti ada satu indikasi bahwa manusia mampu untuk menyimpan dan
menimbulkan kembali suatu yang pernah dialami. Namun tidak berarti bahwa semua yang pernah dialami itu akan tetap tinggal seluruhnya dalam ingatan, oleh karena itu ingatan merupakan kemampuan yang terbatas. Sementara itu, ingatan mempunyai sifat tersendiri seperti;
a. Ingatan Yang Cepat Dan Mudah
Artinya seorang dapat dengan mudah dalam menerima kesan – kesan, misalnya; misalnya ada individu yang dapat dengan mudah mengingat sebuah lagu dan ada juga individu yang lambat untuk mengingat sebuah lagu
b. Ingatan Yang Luas
Artinya setiap individu dapat menerima baanyak kesan atau pesan dalam daerah yang luas atau mampu mengingat banyak hal
c. Ingatan Yang Teguh dan Setia
Artinya ingatan atau kesan yang pernah diterimanya tidak berubah. Dapat juga diartikan dengan individu yang tidak mudah lupa
hal tersebut dapat menyentuh perasaannya. Sedangkan kejadian yang membuat amarah dan emosi seseorang, akan mudah diabaikan begitu saja.
Ada ingatan yang setia dan ada pula ingatan yang tidak setia. Faktor sugseti dan perasaan memegang peranan besar dalam pembentukan kualitas ingatan seseorang. Rasa takut, cemas, ragu – ragu, gugup, minder, dan malu semuanya dapat mempengaruhi ingatan seseorang.
Dari semua penjelasan diatas, sebagai calon tenaga pendidik, baiknya kita mempunyai cara tersendiri dalam belajar mengajar, agar segala informasi yang disampaikan mampu terserap dengan baik oleh anak didik kita. Berikut tips agar anak didik kita dapat dengan mudah menyimpan informasi yang guru sampaikan;
a. Dalam mengajar baiknya menjelaskan tidak terlalu cepat, dan jangan terlalu lambat juga agar ingatan dan suasana kelas tidak lekas membosankan
b. Usahakan agar bahan pembelajaran diulang. Misalnya mengulang materi minggu lalu dihari itu, jadi dengan mudah para anak didik mengingat materi apa yang
disampaikan sebelumnya
c. Ciptakan suasana belajar yang kondusif, dengan mengadakan tanya jawab sebelum mengakhiri belajar
d. Perbanyak referensi cara belajar dengan membaca buku dan akses informasi seluas dan sebanyak mungkin
e. Jadilah guru yang up to date, dalam arti guru harus mengetahui segala informasi yang ada dilingkungan sekitar
F. BERFIKIR
Dalam kehidupan, tentunya manusia tidak luput dari hal yang dinamakan berpikir. Karena setiap langkah dan setiap aktvitas manusia, didasarkan oleh pemikirannya. Dengan demikian, dalam berpikir seseorang menggabungkan pengertian satu dengan yang lain dalam rangka mendapatkan pemecahan persoalan yang dihadapi.
Proses berpikir secara normal menurut Mayer (dalam Solso, 1988) meliputi tiga komponen pokok sebagai berikut;
a. Berpikir adalah aktifitas kognitif yang terjadi di dalam mental atau pikiran seseorang, tidak tampak, tetapi dapat disimpulkan berdasarkan perilaku yang nampak.
b. Berpikir merupakan suatu proses yang melibatkan beberapa manipulasi pengetahuan di dalam sistem kognitif. Pengetahuan yang pernah dimiliki (tersimpan dalam ingatan) digabungkan dengan informasi sekarang sehingga mengubah pengetahuan seseorang mengenai situasi yang sedang dihadapi
c. Berpikir diarahkan dan menghasilkan perbuatan pemecahan masalah atau diarahkan menuju pada pemecahan masalah.
G. PERASAAN
a. Keadaan jasmani, misalnya badan kita dalam keadaan sakit, maka perasaan kita akan mudah tersinggung dibandingkan jika kita dalam keadaan sehat dan segar.
b. Pembawaan, ada orang yang mempunyai pembawaan halus, sebaliknya ada pula orang yang kebal dengan perasaan atau suasana hati,
c. Perasaan orang berkembang sejak ia mengalami sesuatu. Maka dari itu,
seseorang akan mudah menunjukan perasaannya saat ia mengalami sesuatu dan hal yang pernah dialaminya itu terulang kembali.
Perasaan banyak mendasari dan juga mendorong tingkah laku manusia. Suasana perasaan anak didik sangat mempengaruhi kegairahannya dalam belajar. Perasaan anak didik dapat dintunjukan dalam bentuk ekspresi. Ekspresi adalah pernyataan emosi atau perasaan yang dapat diamati oleh orang lain. Misalnya, tersenyum, tertawa, menangis, muram, dan lain sebagainya. Karena adanya emosi ini, mampu membantu pendidik untuk mengamati dan mengetahui perasaan apa yang sedang dirasakan oleh anak diidknya
H. MOTIF
Motif merupakan dorongan dalam diri manusia yang timbul dikarenakan adanya kebutuhan-kebutuhan yang ingin dipenuhi oleh manusia tersebut. Motif berasal dari bahasa latin movere yang berarti bergerak atau to move. Karena itu motif diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat atau driving force. Motif sebagai pendorong sangat terikat dengan fakrot-faktor lain, yang disebut dengan motivasi. Motivasi merupakan keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong perilaku ke arah tujuan. Sedangkan motivasi memiliki tiga aspek,yaitu;
a. Keadaan yang terdorong dari diri sendiri, yaitu kesiapan gerak yang timbul dari dalam diri karena kebutuhan jasmaninya
b. Keadaan lingkungan atau keadaan lingkungan seperti berpikir dan mental
Suatu hal yang penting berkaitan dengan motif ini ialah bahwa motif itu tidak dapat diamati secara langsung. Tetapi motif dapat diketahui atau terinferensi dari perilaku, yaitu apa yang dikatakan dan apa yang diperbuat oleh seseorang. Dari hal – hal tersebut dapat diketahui tentang motifnya. Dengan kesimpulan orang mempunyai alat yang baik untuk mengadakan eksplanasi mengenai perilaku. Motif juga membantu seseorang untuk mengadakan prediksi tentang perilaku. Apabila orang dapat menyimpulkan motif dari perilaku seseorang dan kesimpulan tersebut benar, maka orang dapat memprediksi tentang apa yang akan diperbuat oleh orang yang bersangkutan dalam waktu yang akan datang.
STUDI KASUS
berbicara didepan. Lalu tentunya kita akan sedikit demi sedikit mencoba mengingat apa yang dijelaskan oleh dosen. Pada tahap inilah mulai muncul respon yang berbeda satu individu dengan yang lain. Mungkin ada yang biasa saja, dan ada pula yang mulai bertanya mengenai materi tadi. Disinilah yang dapat dikatakan sebagai motif yang timbul akibat stimulus yang diterima, kemudian mulai memikirkan hal tersebut (materi pembahasan dosen) dan
berusaha untuk mencerna apa maksud dari penjelasan tadi. Mulailah timbul interaksi antara mahasiswa dengan dosen tersebut.
Mengapa dikatakan sifat – sifat umum manusia?
DAFTAR PUSTAKA
Sarwono, Sarlto W. 2008. Pengatar Psikologi Umum. Jakarta. Rajawali Pers Soemanto, Wasty. 2009. Psikologi Pendidikan. Jakarta. Rineka Cipta Suryabrata, Sumadi. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta. Raja Grafindo Sujanto, Agus. 2008. Psikologi Umum. Bandung. Bumi Aksara