BENTUK-BENTUK PENGGABUNGAN 1. Penggabungan Vertikal-Integral
Penggabungan Vertikal-Integral atau disebut pula Integrasi ke Hulu dan Hilir adalah suatu bentuk penggabungan antara perusahaan yang dalam kegiatannya memiliki tahapan produksi berbeda
Skema Penggabungan Vertikal-Integral ditunjukan sebagai berikut : Integrasi Ke Hilir Integrasi Ke Hulu
Tujuan dari Bentuk Penggabungan Vertikal-Integral adalah:
a) Untuk kesinambungan perolehan pasokan bahan baku dengan kuantitas dan kualitas serta harga yang terjamin
b) Untuk mengendalikan pasar barang jadi dalam hal pasokan,kualitas, dan harga.
2. Penggabungan Horisontal-Paralelisasi
Penggabungan Horisontal-Paralelisasi adalah bentuk penggabungan antara dua atau lebih perusahaan yang bekerja pada jalur/tingkat yang sama. Penggabungan seperti ini dapat terjadi apabila perusahaan barang maupun jasa menggunakan bahan yang sama atau sejenis.
Contok Skema Penggabungan Horisontal-Paralelisasi ditunjukan sebagai berikut :
Tujuan dari Bentuk Penggabungan Horisontal-Paralelisasi adalah:
a) Mengurangi kelebihan kapasitas b) Menekan biaya distribusi
c) Memperluas pasar
1 Perusahaan (Pabrik)
Distributor Pedagang Besar (Pengumpul) Produsen Bahan baku
Konsumen Perusahaan (Pabrik)
Pabrik/Perusahaan Sepatu “A” Pabrik/Perusahaan Sepatu “B” Tugas Pengantar Bisnis
PENGKHUSUSAN PERUSAHAAN
Pengkhususan Perusahaan adalah kegiatan perusahaan yang mengkhususkan diri pada fase atau aktifitas tertentu saja,sedangkan aktivitas lainnya diserahkan kepada perusahaan luar.
Pengkhususan Perusahaan dapat dibedakan menjadi:
1. Spesialisasi yaitu perusahaan yang mengkhususkan diri pada kegiatan menghasilkan satu jenis produk saja.
2. Diferensiasi yaitu pengkhususan pada fase produksi tertentu.
Misalnya seorang petani memiliki beberapa hektar sawah,semula semua kegiatan dari menanam,menggiling sampai menjual dilakukan sendiri,kemudian dipisahkan dan berdiri sendiri menjadi: Perusahaan Penanaman,Perusahaan Penggilingan,dan perusahaan penjual beras.
PENGKONSENTRASIAN PERUSAHAAN 1. Trust
Trust merupakan suatu bentuk penggabungan/kerjasama perusahaan secara horizontal untuk membatasi persaingan, maupun rasionalisasi dalam bidang produksi dan penjualan.perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam trust menyerahkan saham-sahamnya kepada Trustee(orang kepercayaan)untuk menerbitkan sertifikat saham-sahamnya. Contoh skema Trust ditunjukan sebagai berikut:
2 Paket Saham
PT A
Paket Saham
PT A
Trustee
Sertifikat
2. Holding Company
Holding Company sering disebut juga perusahaan induk,yaitu perusahaan Corporation yang menguasai sebagian besar saham dari beberapa perusahaan lain. Holding Company terbentuk karena terjadinya penggabungan secara vertical maupun horizontal.
Contoh skema:
3. Kartel
Kartel adalah bentuk kerjasama perusahaan-perusahaan dengan produksi barang dan jasa sejenis yang didasarkan perjanjian bersama untuk mengurangi persaingan.
Bentuk-bentuk kartel : a) Kartel Kondisi/syarat b) Kartel Harga
c) Kartel Produksi d) Kartel Daerah
e) Kartel Pembagian Laba
4. Sindikat
Sindikat adalah bentuk perjanjian kerjasama antara beberapa orang untuk melaksanakan suatu proyek. Sindikat juga dapat melakukan perjanjian sindikat untuk memusatkan penjualan pada satu lokasi tertentu,disebut sindikat penjualan.
5. Concern
Concern adalah suatu bentuk penggabungan yang dilakukan baik secara horizontal maupun vertical dari sekumpulan perusahaan Holding. Concern juga dapat muncul akibat dari satu perusahaan yang melakukan perluasan usaha secara horizontal ataupun vertical melalui pendirian perusahaan baru.
6. Joint Venture
Joint Venture merupakan perusahaan baru yang didirikan atas dasar kerjasama antara perusahaan yang berdiri sendiri.
Ciri-ciri Joint Venture :
a) Merupakan perusahaan baru yang didirikan bersama oleh beberapa perusahaan. b) Modal terdiri dari pengetahuan dan modal yang disediakan para pendiri.
c) Joint Venture antara perusahaan asing dengan modal nasional harus berbentuk Perseroan Terbatas.
7. Trade Association
Trade Association adalah persekutuan beberapa perusahaan dari suatu cabang perusahaan yang sama dengan tujuan memajukan para anggota dan bukan mencari laba.
Contoh: Gappindo,PHRI,dan lain-lain 8. Gentlement’s Agreement
Gentlement’s Agreement adalah persetujuan beberapa produsen dalam daerah penjualan dengan maksud mengurangi persaingan diantara mereka.