Penolakan dari Perbedaan Waktu dan Jarak
Beberapa ahli teori politik mendefinisikan bagaimana idealnya masyarakat dalam menentukan kelompok kecil, hubungan tatap muka penting dalam merealisasi masyarakat yang ideal tersebut. Peter Manicas mengungkapkan versi ideal yang mencakup spesifikasi hubungan tatap muka tersebut.
Pertimbangan asosiasi dimana seseorang yang berada pada hubungan tatap muka, tetapi hubungan orang tersebut juga tidak termediasi oleh otoritas. Masing-masing mampu menyerap sikap, penalaran dan ide-ide orang lain dan masing-masing juga berada dalam posisi untuk melakukanya. Hubungan mereka terbuka, langsung dan timbal balik. Kondisi sosial mereka ditentukan bersama-sama dan setiap individu memiliki suara dan kekuatan yang sama.
Roberto Unger berpendapat bahwa masyarakat memerlukan interaksi tatap muka antar anggota dalam konteks pluralitas. Untuk memahami dan dipahami orang lain maka dalam kelompok tersebut tidak harus bekerja sama, tetapi juga bermain bersama, mengurus anak bersama, berduka bersama-sama, dan seterusnya. Michael Taylor berpendapat bahwa dalam hubungan bermasyarakat antar anggota harus langsung dan banyak sisi. Seperti Manicas, ia menegaskan bahwa hubungan langsung hanya ketika mereka tanpa perantara seperti perwakilan, pemimpin, birokrat, lembaga atau kode negara. Sedangkan Gould, tidak menentukan hubungan tatap muka yang dibutuhkan masyarakat, beberapa bahasanya
menunjukkan bahwa masyarakat hanya dapat diwujudkan dalam tatap muka tersebut. Dalam pelembagaan sosialisme demokratis menurutnya, “kombinasi sosial saat ini segera menjadi hubungan mutualitas subjektif antar individu”.
Ada beberapa contoh masalah ketika ahli teori masyarakat yang mengistimewakan hubungan tatap muka. Ahli teori masyarakat menganggap hubungan sosial ideal hanya sebuah ilusi tidak termediasi dan salah mengidentifikasi antara mediasi dan keterasingan. Ini menyangkal perbedaan dalam arti jarak ruang dan waktu. Hal tersebut menyiratkan model masyrakat yang baik terdiri dari unit-unit kecil desentralisasi yang bersifat realistis dan politik yang tidak diinginkan. Akhirnya menghindari pertanyaan hubungan antara politik dan desentralisasi masyarakat.