• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA PROSES INTERAKSI Komunikasi Verb

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISA PROSES INTERAKSI Komunikasi Verb"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISA PROSES INTERAKSI

(2)

bisakah saya berbincang”denga n anda untuk 15 menit?

K : Iya….

: Bisakah menyebutkan nama anda?

K : Saya “R” .

K : Menatap Perawat

: Kontak mata, nada pelan

mempersilahkan klien bicara.

: Kontak mata singkat, sesekali berpaling, tertawa

Klienmengulurkan tangan, kontak mata ada.

Klien bicara keras dan lancar, tersenyum.

Berharap klien dapat menjawab

Menyebutkan nama

menandakan kesediaan menerima hubungan dengan baik

P: R sekarang ada dimana?

K: Di RS

: Menatap klien tersenyum, nada pelan.

: Kontak mata singkat Klien menggerak – gerakan tangan

Berharap klien dapat mengingat tempat ia berada. Perawat senang klien dapat

menjawab dengan baik

(3)

ANALISA PROSES INTERAKSI antara klien dan perawat.

WAKTU : 10 – 11.00 (Selasa, 11 September 2007)

Komunikasi Verbal Komunikasi Non Verbal

Analisa

(4)

rawat ditempat ini?

K : Iya mantri, saya ini sehat sekali, saya tidak mengerti kenapa mama saya membawa saya disini padahal saya haya latihan karate.

P : Memangnya siapa yang menyuruh R latihan karate

(5)

dilakuka nnya.

K : Saya latihan karate karena saya mendengar suara/ bisikan ditelingah yang menyuruh saya untuk latihan karate. bercerita dengan wajah ekspresi dengan wajah serius, sesekali tertawa. P : Mempertahan kan kontak mata

: Ekspresi wajah tenang, kontak mata tajam, bicara keras dan lancar.

(6)

Senang karena diperhatik an.

memberi kan masukan sederhan a untuk meningk atkan hubunga n saling percaya. P : Kalau begitu R harus

bisa mengatakan R tidak

mau melakukan apa yang R

dengar atau R

bisa berbincang dengan perawat ketika R mendengar suara itu.

R maukan…, melakukannya?

K : Baik mantri, saya mau

P : Kalau begitu sampai jumpa besok R

K : Iya mantri.

P : kontak mata

K : Mengangguk dan menatap perawat

K : Tersenyum dan

Berharap klien dapat menerima saran perawat

Tersenyu m pada perawat

Memban tu klien untuk memutus kan atau mengont rol halusinas inya.

(7)

kembali ke

(8)

diruangan lain. jadi saya harap R dapat melakukan apa yang mantra katakan kemarin! masih ingat kan R?

K : Iya mantri, saya mau mantra, tapi juga mantri ada waktu, jangan lupa dating disini.

P : Iya R.., sampai jumpa…!

parawat, tersenyum.

: Tersenyum, kontak mata, berbicara dengan suara jelas dan nada pelan.

K : Memegang perawat,

menatap dan tersenyum.

mengerti

Klien merasa senang dekat dengan P dan menerima perpisahan dengan baik.

sikap empati.

(9)

TERAPI MODALITAS KEPERAWATAN

A. Pengertian.

Terapi modalitas adalah terapi utama dalam keperawatan jiwa. Terapi ini diberikan dalam upaya mengubah perilaku pasien dari perilaku yang maladaptif menjadi perilaku yang adaptif.

B. Jenis-jenis terapi modalitas.

Ada berbagai macam terapi modalitas. Terapi-terapi modalitas tersebut adalah sbb 1. Psikoanalisa psikoterapi.

Terapi ini dikembangkan oleh Siqmund Freud, seorang dokter yang mengembangkan ‘talking cure’. Terapi ini didasarkan pada keyakinan bahwa bila seorang terapis dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan klien menceritakan tentang masalah pribadinya,perubahan perilaku dapat terjadi jika klien dapat menemukan kejajdian-kejadian yang disimpan di alam bawah sadarnya.

Tujuan psikoterapi adalah untuk : a. Menurunkan rasa takut klien.

b. Mengembalikkan proses pikir yang luhur. c. Membantu klien menghadapi realita. d. Menurunkan kecemasan.

e. Memperbaiki komunikasi interpersonal.

2. Terapi modifikasi perilaku.

(10)

Ada 3 cara melakukan conditioning yaitu :

a. Repprocal inhibition. Ini adalah cara mengurangi ansietas yang dirasakan dengan cara mengendalikan situasi yang dapat meredakan ansietas yang dirasakan.

b. Positive conditioning. Yaitu upaya mengganti perilaku yang tidak diinginkan dengan perilaku yang diinginkan. Cara yang ditempuh adalah dengan memberikan reward pada setiap perilaku yang diinginkandan tidak memberikan reward atau menghukum pada perilaku yang tidak diinginkan.

Experimental extinction. Yaitu upaya menurunkan suatu perilaku dengan cara tidak memberikan reward berulang-ulang.

3. Terapi kelompok.

Terapi kelompok adalah bentuk terapi modalitasyang didasarkan pada pembelajaran hubungan interpersonal. Klien mengalami konflik yang bersumber dari intrapersonal maupun interpersonal. Dengan bergabung dalam kelompok, klien dapat saling bertukar pikiran dan pengalamannya dan mengembangkan pola perilaku yang baru.

Tujuan terapi aktivitas kelompok adalah : Tujuan terapeutik :

- Meningkatkan kesadaran klien terhadap reaksi emosi dan tindakan defensif Meningkatkan identitas diri.

Tujuan rehabilitasi :

Meningkatkan keterampilan sosial dan ekspresi diri. Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah.

4. Terapi keluarga.

Terapi keluarga difokuskan secara total terhadap seluruh anggota keluarga. Tujuan terapi keluarga adalah :

a. Menurunkan konflik dan kecemasan keluarga.

b. Meningkatkan kemampuan penanganan terhadap krisis. c. Mengembangkan hubungan peran yang sesuai.

d. Membantu keluarga menghadapi tekanan baik dari dalam maupun dari luar anggota keluarga. Meningkatkan kesehatan jiwa keluarga sesuai dengan tingkat perkembangan anggota keluarga.

(11)

Program rehabilitasi dapat digunakan sejalan dengan terapi modalitas lain atau berdiri sendiri. Terapi ini terdiri dari terapi rekreasi, terapi gerak, dan terapi musik yang masing-masing mempunyai tujuan khusus. Okupasi terapi adalah suatu ilmu dan seni untuk mengarahkan partisipasi seseorang dalam melaksanakan tugas terpilih yang telah ditentukan, dengan maksud mempermudah belajar fungsi dan keahlian yang dibutuhkan dalam proses penyesuaian diri dengan lingkungan.

6. Terapi psikodrama.

a. Psikodrama menggunakan struktur masalah emosi atau pengalaman klien dalam suatu drama.drama ini memberi kesempatan pada klien unuk menyadari perasaan, pikiran, dan perilakunya yang mempengaruhi orang lain. Spontanitas dalam kelompoksebuah isu/masalah yang akan dibahas kemudian disepakati pemerannya.

b. Rancangan dan penyajian drama.

c. Diskusikan tentang pendapat masing-masing anggota kelompok tentang peran yang ditampilkan. Terapis berusaha mengarahkan diskusi pada penyelesaian masalah.

7. Terapi lingkungan

PERAN PERAWAT DALAM TERAPI MODALITAS.

1. Sebagai pelaksana.

Peran perawat memberikan asuhan langsung kepada klien mengenai kegiatan yang dilaksanakan diruangan. Seperti kegiatan sehari-hari, memimpin klien membersihkan ruangan atau halaman, mengajarkan cara berpakaian, mandi, dan kegiatan lain yang sudah terjadwalkan.

2. Sebagai pendidik.

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan terapi modalitas dalam berbagai kegiatan adalah aspek pendidikan, karena perubahan tingakh laku adalah sasaran dalam terapi tersebut. Perawat juga memberikan pengetahuan kepada klien agar mampu memperbaiki, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan baik minat serta hobinya.

3. Sebagai pengelola.

(12)

5. Menentukan tujuan dan sasaran dari setiap kegiatan sesuai dengan masalah dan latar belakang klien.

6. Memilih jenis kegiatan yang sesuai. Dalam hal ini klien dapat dilibatkan untuk menentukan jenis kegiatan yang akan dilakukan.

7. Sebagai peneliti.

Referensi

Dokumen terkait