• Tidak ada hasil yang ditemukan

Realitas kondisi permintaan produk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Realitas kondisi permintaan produk"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

Manajemen

Pemasaran

Kewirausahaan & Pengantar Bisnis

(2)

Realitas kondisi permintaan produk

Pada suatu saat mungkin tidak ada permintaan

terhadap produknya, mungkin permintaannya cukup, permintaannya tidak teratur, atau terlalu banyak permintaan

 Manajemen pemasaran harus mencari jalan untuk mengatasi keadaan permintaan yang berubah-ubah ini

(3)

Pengertian

Manajemen pemasaran adalah

suatu analisis, perencanaan,

implementasi dan pengendalian dari program-program yang

dirancang untuk menciptakan,

membangun dan mempertahankan pertukaran yang bermanfaat

(4)

Tujuan

Manajemen pemasaran berupaya

mempengaruhi tingkat, saat dan karakter permintaan dengan cara yang akan membantu pencapaian tujuan organisasi

(5)
(6)

1. Permintaan negatif (negative demand)

Sebagian besar pasar tidak suka dengan

produk yang ditawarkan, bahkan pasar

berupaya untuk menghindari produk yang ditawarkan tersebut.

Tugas pemasar disini adalah

mengalisis mengapa pasar tidak menyukai

produk, dan

apakah suatu program pemasaran dapat

mengubah kepecayaan dan sikap pasar

(7)

2. Tidak ada permintaan (no demand) • Bahwa konsumen sasaran dapat saja

tidak tertarik dengan produk yang yang ditawarkan karena merasa tidak

mempunyai kepentingan dengan manfaat produk yang ditawarkan.

• Misal, petani tidak tertarik dengan teknologi baru dibidang pertanian.

(8)

3. Permintaan terpendam (latent demand)

Banyak konsumen yang keinginannya belum

dapat terpenuhi, dan belum puas terhadap suatu produk atau jasa yang ada

Misal, ada permintaan terpendam yang kuat

terhadap rokoknya yang membahayakan kesehatan, atau terhadap mobil yang lebih hemat dari mobil-mobil yang sudah ada.

Tugas pemasar disini adalah mengukur

besarnya pasar potensial ini dan

(9)

4. Permintaan yang menurun (falling demand)

• Suatu perusahaan atau organisasi cepat atau lambat, pasti akan menghadapi penurunan permintaan terhadap satu produk atau lebih.

• Misal, suatu perguruan tinggi mulai merasakan berkurangnya jumlah peneriman mahasiswa baru.

(10)

5. Permintaan yang tidak teratur (irregular demand)

• Banyak perusahaan atau organiasasi yang mengalami permintaan terhadap barang atau jasa yang berubah-ubah menurut musim, hari bahkan jam, sehingga

penggunaan kapasitas pun menjadi berkurang,

menganggur atau bahkan sebaliknya bisa berlebihan.

• Misal, dalam bidang angkutan umum, banyak

angkutan yang menganggur pada jam-jam sepi, dan sebaliknya pada jam-jam sibuk terjadi kepadatan penumpang yang berlebihan sehingga banyak

penumpang yang antre bahkan tidak mendapatkan angkutan.

(11)

6. Permintan penuh (full

demand)

Suatu organisasi atau perusahaan

menghadapi permintaan penuh

apabila organisasi atau

perusahaan puas terhadap volume usaha atau hasil yang telah

dicapai, terutama menyangkut

permintaan yang diharapkan.

Tugas pemasar adalah

mempertahankan tingkat

(12)

7. Permintaan yang berlebihan (overfull demand)

Beberapa organisasi kadang menghadapi

tingkat permintan yang lebih tinggi dari pada yang dapat atau yang ingin dilayani, misalnya kebun binatang ragunan yang penuh sesak pada saat hari raya.

Tugas pemasar adalah mengurangi

permintaan untuk sementara atau

(13)

8. Permintaan yang tidak sehat (unwholesome demand)

Produk-produk yang tidak sehat akan banyak

memunculkan upaya yang terorganisasi unuk mengurangi ataupun mencegah

penggunaannya, seperti publikasi yang

dilakukan untuk mengurangi bahkan menolak penjualan rokok, obat bius, ectasy, ataupun senjata api dan pornograf.

Tugas pemasar adalah mengajak konsumen

(14)
(15)

Kegiatan pemasaran di suatu perusahaan

harus diorganisasikan dan dikelola dengan

baik, artinya pimpinan harus merencanakan

pemasaran secara menyeluruh. Untuk itulah perlu

falsafah yang dapat memberikan tuntunan

kepada usaha pemasaran, sehingga akan tercapai keseimbangan antara kepentingan organisasi, konsumen dan masyarakat. Falsafah tersebut

diimplementasikan dalam bentuk konsep untuk

memudahkan pemahaman.

(16)

a. Konsep Produksi

Konsep ini menyatakan bahwa konsumen akan meyukai

produk-produk yang terjangkau oleh kemampuan mereka

Karena itu manajemen perlu berkonsentrasi pada

peningkatan efsiensi produksi dan distribusi

Konsep produksi ini merupakan alternatif yang tepat bila

menghadapi dua macam situasi:

Pertama, bila permintaan akan suatu produk melebihi pasokan sehingga perlu upaya peningkatan produksi.

(17)

b. Konsep Produk

Konsep ini berpegang teguh pada

anggapan bahwa konsumen akan

menyenangi produk yang menawarkan mutu, penampilan, maupun keistimewaan dibandingkan produk sejenis. Karena itu, organisasi perlu mengadakan perbaikan

perbaikan produk yang

(18)

C. Konsep penjualan.

Menekankan pada anggapan bahwa konsumen

tidak akan membeli produk, jika organisasi tidak melakukan usaha promosi dan penjualan.

Konsep ini biasanya dilakukan pada

(19)

d. Konsep pemasaran

Menurut konsep ini, kunci untuk mencapai

(20)

e. Konsep pemasaran kemasyarakatan

Menurut konsep ini tugas organisasi

berhubungan dengan penentuan

kebutuhan, keinginan, serta minat pasar sasaran dan untuk memberikan kepuasan yang lebih efsien dan efektif dari pada

pesaing dengan cara meningkatkan

(21)

BAURAN PEMASARAN

(22)

Pengertian

Bauran pemasaran adalah kegiatan

(23)

4 P Marketing Mix

1. produk (product), 2. harga (price),

(24)
(25)

Produk merupakan hasil dari proses

produksi perusahaan yang nantinya akan di jual perusahaan atau barang yang di beli untuk di jual kembali kepada

konsumen akhir (bagi perusahaan

dagang).

Dalam membahas apa itu produk sebagai

(26)

a. Pemilihan Barang/Produk

Kebijaksanaan perusahaan dalam memilih produk yang

akan dijual atau produk yang akan di beli (bagi perusahaan dagang) sangat berpengaruh pada penentuan harga,

strategi, promosi yang akan dilakukan agar berhasil dalam melaksanakan fungsi penjualan dari bidang pemasaran.

Pemilihan barang atau produk yang tepat untuk dipasarkan

(27)

Yang penting di sini adalah bagaimana cara mengantisipasi

masalah-masalah yang mungkin dihadapi perusahaan karena terjadi proses tahapan siklus kehidupan barang.

Siklus kehidupan barang ini akan selalu terjadi di mana pada

suatu saat kalau produk tersebut sudah mencapai tahap kejenuhan akan mengalami penurunan penjualan yang berarti juga terjadi turunnya tingkat pendapatan perusahaan.

Oleh karena itu sebelum perusahaan terlambat dalam mengatasi

(28)

5 Tahap Siklus Kehidupan Barang

1. Tahap perkenalan

• Ciri-ciri: barang yang dipasarkan benar-benar baru atau masyarakat belum tahu atau belum mengenalnya

• Yang harus dilakukan: perlu Pengenalan kepada masyarakat (promosi gencar dan agresif)  menekankan merk dan kelebihan produk dibanding produk sejenis

Tahap perkenalan ini biasanya memerlukan ongkos promosi yang

sangat tinggi sedangkan hasil penjualan masih berjumlah sedikit untuk memberikan tambahan pendapatan bagi produsen.

Tujuan utama promosi adalah agar konsumen tahu dan mengenal

(29)

2. Tahap Pertumbuhan

Ciri-ciri: meningkatnya volume penjualan dengan cepat karena

produk sudah menempatkan pada segmen pasar yang sesuai.

Hal yang harus dilakukan: menurunkan kegiatan promosinya

untuk di ganti dengan memperluas dan meningkatkan distribusi ke daerah-daerah (lokasi-lokasi segmen pasar) yang belum dimasuki atau kegiatan promosi digantikan dengan persaingan harga dengan perusahaan pesaing.

Perlu di ketahui pada tahap pertumbuhan ini bermunculan

(30)

3. Tahap Kedewasaan & Kejenuhan

Tahap kedewasaan merupakan titik puncak kejayaan perusahaan dengan dapat menunjukkan peningkatan volume penjualan yang sangat tinggi.

Ciri-ciri:

• Produk perusahaan sudah di kenal dengan baik oleh konsumen sehingga usaha promosi amat sedikit peranannya dalam meningkatkan atau menambah volume penjualan.

• Tambahan volume penjualan sudah sulit dilakukan sedangkan bagian pasar yang kita kuasai sudah banyak yang dimasuki produk produk pesaing yang sedikit demi sedikit mulai mengkikis segmen pasar kita

(31)
(32)

4. Tahap Kemunduran & Penurunan

Ciri-ciri: volume penjualan semakin menurun

Ada 2 (dua) kebijaksanaan yang dapat dilaksanakan perusahaan, yaitu: 1. Menghentikan produk yang sudah tidak dapat bersaing dengan

menggantikan barang yang benar-benar baru dan lain dibandingkan dengan produk lama. Kebijaksanaan ini dapat berjalan dengan lancar asalkan perusahaan mempunyai tenaga yang mempunyai kemampuan dalam membuat motivasi baru, kreasi atau menciptakan barang yang akan menggantikannya.

(33)

b. Pembungkus Barang

Bungkus barang merupakan pertimbangan

ke dua setelah produk yang sejenis ternyata mempunyai kualitas yang sama, harga yang sama, rasa yang sama.

Maka bagi pembeli yang merasa bingung

(34)

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembungkusan, diantaranya:

Bungkus yang membangkitkan hasrat untuk membeli

Bungkus yang mudah diingat

Bungkus yang tidak menambah harga jual sehingga

tidak dapat bersaing dengan produk sejenis yang lain

Bungkus di design agar dapat menjaga mutu barang,

memudahkan pengangkutan, penyimpanan,

(35)

c. Merk

Merk baik yang dinyatakan dengan kata-kata saja atau disertai

dengan gambar tertentu untuk mempertegaskan adalah sangat

penting bagi perusahaan untuk membedakan perusahaan

yang satu dengan perusahaan yang lain.

Dengan melihat merk seseorang yang sudah menggemari atau

fanatik terhadap rasanya, mutunya atau keadaannya tidak akan memilih lagi dalam membeli barang cukup hanya dengan melihat gambar tertentu atau kata kata tertentu dalam suatu produk menganggap sudah cukup memutuskan untuk membeli.

Dengan merk yang sudah menjadi langganan pemakai dapat

(36)

2. HARGA (PRICE)

(37)

Harga merupakan faktor pertimbangan utama

terhadap orang sejenis bagi sebagian besar

masyarakat Indonesia terutama mereka yang

tergolong ke dalam golongan ekonomi lemah.

Harga dapat di pandang dari 2 (dua) sudut:

1. Sudut konsumen harga memegang peranan penting terutama kalau menyangkut sejumlah barang tertentu yang mutunya tidak berbeda jauh.

2. Sudut pengusaha harga berkaitan erat dengan

ongkos produksi maupun target laba yang

(38)

2 prinsip dalam menentukan harga

Menentukan harga yang sangat tinggi. Harga yang tinggi

ditujukan untuk mengurangi resiko kekeliruan harga yang tidak bisa dinaikkan atau memang bertujuan untuk melayani pembeli yang mampu saja. Dalam penentuan harga yang tinggi ini perusahaan harus mau menanggung resiko jika barang tersebut sudah berada pada tahap kejenuhan di mana promosi sudah tidak berguna sedangkan para pesaing sudah mulai memasuki pasar perusahaan.

Menentukan harga yang serendah mungkin Harga serendah

(39)

Harga-harga yang sudah ditetapkan harus

dapat mengikuti gejolak ataupun

perkembangan pasar.

Dengan tindakan pengontrolan terhadap

(40)

3. SALURAN DISTRIBUSI

(PLACE)

(41)

3. Saluran Distribusi (Place)

Saluran distribusi adalah saluran yang di

pakai oleh produsen untuk menyalurkan

barang hasil produksinya kepada

(42)

Pemilihan saluran distribusi harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

• Sifat pembeli, seperti kebiasaan membeli, frekuensi pembelian, letak geografs. Sifat pembeli sangat mempengaruhi keputusan produsen dalam memilih saluran distribusi yang di pakai. Sebagai contohnya, kalau jumlah pembeli banyak, frekuensi pembelian dalam jumlah yang kecil-kecil, maka akan membuat produsen cenderung memilih saluran distribusi yang panjang.

• Sifat produk . Sifat produk juga merupakan pertimbangan produsen yang tidak kalah pentingnya. Misalnya, apakah barang tersebut mudah rusak atau tidak, bagaimana ukurannya, bagaimana kualitas barang kalau di lihat dari konsumen, harganya dan sebagainya. Kesemuanya itu perlu untuk dijadikan bahan pertimbangan yang penting juga.

• Sifat pesaing

(43)

• Sifat perantara. Perantara dalam kenyataannya juga melakukan beberapa macam fungsi pemasaran seperti penyimpanan, pengangkutan, penjualan, pembelian dan sebagainya. Kalau fungsi pemasaran yang dilaksanakan perantara ternyata lebih efsien dibandingkan dengan kalau fungsi pemasaran tersebut dilaksanakan oleh produsen maka produsen yang bersangkutan biasanya memasukkan perantara ke dalam saluran distribusi yang dipilihnya.

• Ada 3 (tiga) jenis perantara, yaitu:

1. Pedagang (wholesaler) Perantara yang secara nyata mempunyai barang dagangan dan melakukan fungsi pemasaran di mana barang yang didagangkan dalam jumlah volume penjualan yang besar sehingga pedagang besar ini biasanya hanya melayani pembelian dalam jumlah yang banyak atau dengan kata lain tidak melayani konsumen akhir yang membeli untuk memenuhi kebutuhan pribadinya (atau bersifat non-bisnis).

2. Pengecer (retailer) Merupakan jenis perantara yang berhubungan langsung dengan konsumen akhir baik konsumen untuk keperluan pribadi maupun konsumen industri. Jadi pengecer maupun pedagang sudah mempunyai hak milik terhadap barang yang dijualnya sehingga kalau barang sudah sampai di pedagang besar atau pengecer maka saluran distribusi yang di pilih mereka bukan lagi menjadi urusan/tergantung pada produsen.

(44)

• Promosi merupakan arus informasi atau persuasi satu arah yang dapat mengarahkan organisasi atau seseorang untuk menciptakan transaksi antara pembeli dan penjual. Promosi merupakan kegiatan terakhir dari marketing mix yang sangat penting karena sekarang ini kebanyakan pasar lebih banyak bersifat pasar pembeli di mana keputusan terakhir terjadinya transaksi jual beli sangat dipengaruhi oleh konsumen.

• Pada dasarnya keputusan membeli sangat dipengaruhi oleh motif-motif pembelian di mana bisa karena pembeli melaksanakan pembelian karena hanya

pertimbangan (motif = terdorong) secara emosional, seperti merasa bangga, sugesti, angan-angan dan sebaginya. Tetapi bisa juga pembeli membeli secara

rasional seperti karena mempertimbangkan rawatnya, ekonomisnya, segi kepraktisan, harganya, pengangkutannya dan sebaginya. Pembelian juga dapat saja terjadi karena memang benar-benar direncanakan yaitu sudah terdaftar dalam agenda urutan kebutuhannya. Pembelian yang terjadi bisa juga karena secara

(45)

Kegiatan Promosi

a. Periklanan (Advertensi) Periklanan merupakan salah satu bentuk kegiatan promosi yang sering dilakukan perusahaan melalui komunikasi non-individu dengan sejumlah biaya seperti iklan melalui media masa, perusahaan iklan, lembaga non-laba, individu-individu yang membuat poster dan sebagainya. Periklanan dilakukan untuk memasarkan produk baru, memasuki segmen pasar yang baru atau yang tidak terjangkau oleh salesman maupun personel selling. Periklanan sering dilakukan baik melalui surat kabar, majalah, radio, tv dan pos langsung atau bahkan melalui biro periklanan.

b. Personel Selling. Personel selling adalah kegiatan promosi yang dilakukan antara individu yang sering bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

c. Promosi Penjualan. Promosi penjualan merupakan salah satu bentuk kegiatan promosi dengan menggunakan alat peraga seperti peragaan, pameran, demonstrasi, hadiah, contoh barang dan sebagainya.

(46)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Guru meminta siswa menjelaskan contoh penerapan fluida dinamis seperti penerapan persamaan kontinuitas dan hukum Bernoulli.

Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa akreditasi internasional rumah sakit adalah proses penilaian organisasi kesehatan oleh lembaga

Berdasarkan uraian tersebut, penulis ingin mengetahui bagaimana kedudukan harta bersama menurut fiqih dan menurut hukum positif Indonesia serta bagaimana praktek putusan

Besar Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) Dengan Alat Peraga Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Materi Bangun

Di dalam hukum perikatan, terdapat sistem yang terbuka, dan yang dimaksud dengan system terbuka adalah setiap orang dapat mengadakan perikatan yang bersumber pada

dihasilkan sektor pertanian tidak berkurang dengan adanya transfonnasi tenaga. kerja dari sektor pertanian ke sektor industri. Perlu peningkatan effisiensi dan effektifitas di

Dengan pemahaman apabila Kualitas Pelayanan dan Promosi dilakukan secara bersama-sama dengan maksimal dan baik, maka akan memberikan kontribusi yang cukup

Ketika kecenderungan akademik ini menguat, studi Islam mulai diperiksa dengan beberapa pendekatan dan metode yang lebih bervariasi dari sebelumnya, sebagai berikut;