Manajemen
Pemasaran
Kewirausahaan & Pengantar Bisnis
Realitas kondisi permintaan produk
• Pada suatu saat mungkin tidak ada permintaan
terhadap produknya, mungkin permintaannya cukup, permintaannya tidak teratur, atau terlalu banyak permintaan
Manajemen pemasaran harus mencari jalan untuk mengatasi keadaan permintaan yang berubah-ubah ini
Pengertian
• Manajemen pemasaran adalah
suatu analisis, perencanaan,
implementasi dan pengendalian dari program-program yang
dirancang untuk menciptakan,
membangun dan mempertahankan pertukaran yang bermanfaat
Tujuan
• Manajemen pemasaran berupaya
mempengaruhi tingkat, saat dan karakter permintaan dengan cara yang akan membantu pencapaian tujuan organisasi
1. Permintaan negatif (negative demand)
• Sebagian besar pasar tidak suka dengan
produk yang ditawarkan, bahkan pasar
berupaya untuk menghindari produk yang ditawarkan tersebut.
Tugas pemasar disini adalah
• mengalisis mengapa pasar tidak menyukai
produk, dan
• apakah suatu program pemasaran dapat
mengubah kepecayaan dan sikap pasar
2. Tidak ada permintaan (no demand) • Bahwa konsumen sasaran dapat saja
tidak tertarik dengan produk yang yang ditawarkan karena merasa tidak
mempunyai kepentingan dengan manfaat produk yang ditawarkan.
• Misal, petani tidak tertarik dengan teknologi baru dibidang pertanian.
3. Permintaan terpendam (latent demand)
• Banyak konsumen yang keinginannya belum
dapat terpenuhi, dan belum puas terhadap suatu produk atau jasa yang ada
• Misal, ada permintaan terpendam yang kuat
terhadap rokoknya yang membahayakan kesehatan, atau terhadap mobil yang lebih hemat dari mobil-mobil yang sudah ada.
• Tugas pemasar disini adalah mengukur
besarnya pasar potensial ini dan
4. Permintaan yang menurun (falling demand)
• Suatu perusahaan atau organisasi cepat atau lambat, pasti akan menghadapi penurunan permintaan terhadap satu produk atau lebih.
• Misal, suatu perguruan tinggi mulai merasakan berkurangnya jumlah peneriman mahasiswa baru.
5. Permintaan yang tidak teratur (irregular demand)
• Banyak perusahaan atau organiasasi yang mengalami permintaan terhadap barang atau jasa yang berubah-ubah menurut musim, hari bahkan jam, sehingga
penggunaan kapasitas pun menjadi berkurang,
menganggur atau bahkan sebaliknya bisa berlebihan.
• Misal, dalam bidang angkutan umum, banyak
angkutan yang menganggur pada jam-jam sepi, dan sebaliknya pada jam-jam sibuk terjadi kepadatan penumpang yang berlebihan sehingga banyak
penumpang yang antre bahkan tidak mendapatkan angkutan.
6. Permintan penuh (full
demand)
• Suatu organisasi atau perusahaan
menghadapi permintaan penuh
apabila organisasi atau
perusahaan puas terhadap volume usaha atau hasil yang telah
dicapai, terutama menyangkut
permintaan yang diharapkan.
• Tugas pemasar adalah
mempertahankan tingkat
7. Permintaan yang berlebihan (overfull demand)
• Beberapa organisasi kadang menghadapi
tingkat permintan yang lebih tinggi dari pada yang dapat atau yang ingin dilayani, misalnya kebun binatang ragunan yang penuh sesak pada saat hari raya.
• Tugas pemasar adalah mengurangi
permintaan untuk sementara atau
8. Permintaan yang tidak sehat (unwholesome demand)
• Produk-produk yang tidak sehat akan banyak
memunculkan upaya yang terorganisasi unuk mengurangi ataupun mencegah
penggunaannya, seperti publikasi yang
dilakukan untuk mengurangi bahkan menolak penjualan rokok, obat bius, ectasy, ataupun senjata api dan pornograf.
• Tugas pemasar adalah mengajak konsumen
• Kegiatan pemasaran di suatu perusahaan
harus diorganisasikan dan dikelola dengan
baik, artinya pimpinan harus merencanakan
pemasaran secara menyeluruh. Untuk itulah perlu
falsafah yang dapat memberikan tuntunan
kepada usaha pemasaran, sehingga akan tercapai keseimbangan antara kepentingan organisasi, konsumen dan masyarakat. Falsafah tersebut
diimplementasikan dalam bentuk konsep untuk
memudahkan pemahaman.
a. Konsep Produksi
• Konsep ini menyatakan bahwa konsumen akan meyukai
produk-produk yang terjangkau oleh kemampuan mereka
• Karena itu manajemen perlu berkonsentrasi pada
peningkatan efsiensi produksi dan distribusi
• Konsep produksi ini merupakan alternatif yang tepat bila
menghadapi dua macam situasi:
Pertama, bila permintaan akan suatu produk melebihi pasokan sehingga perlu upaya peningkatan produksi.
b. Konsep Produk
• Konsep ini berpegang teguh pada
anggapan bahwa konsumen akan
menyenangi produk yang menawarkan mutu, penampilan, maupun keistimewaan dibandingkan produk sejenis. Karena itu, organisasi perlu mengadakan perbaikan
perbaikan produk yang
C. Konsep penjualan.
• Menekankan pada anggapan bahwa konsumen
tidak akan membeli produk, jika organisasi tidak melakukan usaha promosi dan penjualan.
• Konsep ini biasanya dilakukan pada
d. Konsep pemasaran
• Menurut konsep ini, kunci untuk mencapai
e. Konsep pemasaran kemasyarakatan
• Menurut konsep ini tugas organisasi
berhubungan dengan penentuan
kebutuhan, keinginan, serta minat pasar sasaran dan untuk memberikan kepuasan yang lebih efsien dan efektif dari pada
pesaing dengan cara meningkatkan
BAURAN PEMASARAN
Pengertian
• Bauran pemasaran adalah kegiatan
4 P Marketing Mix
1. produk (product), 2. harga (price),
• Produk merupakan hasil dari proses
produksi perusahaan yang nantinya akan di jual perusahaan atau barang yang di beli untuk di jual kembali kepada
konsumen akhir (bagi perusahaan
dagang).
• Dalam membahas apa itu produk sebagai
a. Pemilihan Barang/Produk
• Kebijaksanaan perusahaan dalam memilih produk yang
akan dijual atau produk yang akan di beli (bagi perusahaan dagang) sangat berpengaruh pada penentuan harga,
strategi, promosi yang akan dilakukan agar berhasil dalam melaksanakan fungsi penjualan dari bidang pemasaran.
• Pemilihan barang atau produk yang tepat untuk dipasarkan
• Yang penting di sini adalah bagaimana cara mengantisipasi
masalah-masalah yang mungkin dihadapi perusahaan karena terjadi proses tahapan siklus kehidupan barang.
• Siklus kehidupan barang ini akan selalu terjadi di mana pada
suatu saat kalau produk tersebut sudah mencapai tahap kejenuhan akan mengalami penurunan penjualan yang berarti juga terjadi turunnya tingkat pendapatan perusahaan.
• Oleh karena itu sebelum perusahaan terlambat dalam mengatasi
5 Tahap Siklus Kehidupan Barang
1. Tahap perkenalan
• Ciri-ciri: barang yang dipasarkan benar-benar baru atau masyarakat belum tahu atau belum mengenalnya
• Yang harus dilakukan: perlu Pengenalan kepada masyarakat (promosi gencar dan agresif) menekankan merk dan kelebihan produk dibanding produk sejenis
• Tahap perkenalan ini biasanya memerlukan ongkos promosi yang
sangat tinggi sedangkan hasil penjualan masih berjumlah sedikit untuk memberikan tambahan pendapatan bagi produsen.
• Tujuan utama promosi adalah agar konsumen tahu dan mengenal
2. Tahap Pertumbuhan
• Ciri-ciri: meningkatnya volume penjualan dengan cepat karena
produk sudah menempatkan pada segmen pasar yang sesuai.
• Hal yang harus dilakukan: menurunkan kegiatan promosinya
untuk di ganti dengan memperluas dan meningkatkan distribusi ke daerah-daerah (lokasi-lokasi segmen pasar) yang belum dimasuki atau kegiatan promosi digantikan dengan persaingan harga dengan perusahaan pesaing.
• Perlu di ketahui pada tahap pertumbuhan ini bermunculan
3. Tahap Kedewasaan & Kejenuhan
Tahap kedewasaan merupakan titik puncak kejayaan perusahaan dengan dapat menunjukkan peningkatan volume penjualan yang sangat tinggi.
Ciri-ciri:
• Produk perusahaan sudah di kenal dengan baik oleh konsumen sehingga usaha promosi amat sedikit peranannya dalam meningkatkan atau menambah volume penjualan.
• Tambahan volume penjualan sudah sulit dilakukan sedangkan bagian pasar yang kita kuasai sudah banyak yang dimasuki produk produk pesaing yang sedikit demi sedikit mulai mengkikis segmen pasar kita
4. Tahap Kemunduran & Penurunan
Ciri-ciri: volume penjualan semakin menurun
Ada 2 (dua) kebijaksanaan yang dapat dilaksanakan perusahaan, yaitu: 1. Menghentikan produk yang sudah tidak dapat bersaing dengan
menggantikan barang yang benar-benar baru dan lain dibandingkan dengan produk lama. Kebijaksanaan ini dapat berjalan dengan lancar asalkan perusahaan mempunyai tenaga yang mempunyai kemampuan dalam membuat motivasi baru, kreasi atau menciptakan barang yang akan menggantikannya.
b. Pembungkus Barang
• Bungkus barang merupakan pertimbangan
ke dua setelah produk yang sejenis ternyata mempunyai kualitas yang sama, harga yang sama, rasa yang sama.
• Maka bagi pembeli yang merasa bingung
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembungkusan, diantaranya:
• Bungkus yang membangkitkan hasrat untuk membeli
• Bungkus yang mudah diingat
• Bungkus yang tidak menambah harga jual sehingga
tidak dapat bersaing dengan produk sejenis yang lain
• Bungkus di design agar dapat menjaga mutu barang,
memudahkan pengangkutan, penyimpanan,
c. Merk
• Merk baik yang dinyatakan dengan kata-kata saja atau disertai
dengan gambar tertentu untuk mempertegaskan adalah sangat
penting bagi perusahaan untuk membedakan perusahaan
yang satu dengan perusahaan yang lain.
• Dengan melihat merk seseorang yang sudah menggemari atau
fanatik terhadap rasanya, mutunya atau keadaannya tidak akan memilih lagi dalam membeli barang cukup hanya dengan melihat gambar tertentu atau kata kata tertentu dalam suatu produk menganggap sudah cukup memutuskan untuk membeli.
• Dengan merk yang sudah menjadi langganan pemakai dapat
2. HARGA (PRICE)
• Harga merupakan faktor pertimbangan utama
terhadap orang sejenis bagi sebagian besar
masyarakat Indonesia terutama mereka yang
tergolong ke dalam golongan ekonomi lemah.
• Harga dapat di pandang dari 2 (dua) sudut:
1. Sudut konsumen harga memegang peranan penting terutama kalau menyangkut sejumlah barang tertentu yang mutunya tidak berbeda jauh.
2. Sudut pengusaha harga berkaitan erat dengan
ongkos produksi maupun target laba yang
2 prinsip dalam menentukan harga
• Menentukan harga yang sangat tinggi. Harga yang tinggi
ditujukan untuk mengurangi resiko kekeliruan harga yang tidak bisa dinaikkan atau memang bertujuan untuk melayani pembeli yang mampu saja. Dalam penentuan harga yang tinggi ini perusahaan harus mau menanggung resiko jika barang tersebut sudah berada pada tahap kejenuhan di mana promosi sudah tidak berguna sedangkan para pesaing sudah mulai memasuki pasar perusahaan.
• Menentukan harga yang serendah mungkin Harga serendah
• Harga-harga yang sudah ditetapkan harus
dapat mengikuti gejolak ataupun
perkembangan pasar.
• Dengan tindakan pengontrolan terhadap
3. SALURAN DISTRIBUSI
(PLACE)
3. Saluran Distribusi (Place)
• Saluran distribusi adalah saluran yang di
pakai oleh produsen untuk menyalurkan
barang hasil produksinya kepada
Pemilihan saluran distribusi harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
• Sifat pembeli, seperti kebiasaan membeli, frekuensi pembelian, letak geografs. Sifat pembeli sangat mempengaruhi keputusan produsen dalam memilih saluran distribusi yang di pakai. Sebagai contohnya, kalau jumlah pembeli banyak, frekuensi pembelian dalam jumlah yang kecil-kecil, maka akan membuat produsen cenderung memilih saluran distribusi yang panjang.
• Sifat produk . Sifat produk juga merupakan pertimbangan produsen yang tidak kalah pentingnya. Misalnya, apakah barang tersebut mudah rusak atau tidak, bagaimana ukurannya, bagaimana kualitas barang kalau di lihat dari konsumen, harganya dan sebagainya. Kesemuanya itu perlu untuk dijadikan bahan pertimbangan yang penting juga.
• Sifat pesaing
• Sifat perantara. Perantara dalam kenyataannya juga melakukan beberapa macam fungsi pemasaran seperti penyimpanan, pengangkutan, penjualan, pembelian dan sebagainya. Kalau fungsi pemasaran yang dilaksanakan perantara ternyata lebih efsien dibandingkan dengan kalau fungsi pemasaran tersebut dilaksanakan oleh produsen maka produsen yang bersangkutan biasanya memasukkan perantara ke dalam saluran distribusi yang dipilihnya.
• Ada 3 (tiga) jenis perantara, yaitu:
1. Pedagang (wholesaler) Perantara yang secara nyata mempunyai barang dagangan dan melakukan fungsi pemasaran di mana barang yang didagangkan dalam jumlah volume penjualan yang besar sehingga pedagang besar ini biasanya hanya melayani pembelian dalam jumlah yang banyak atau dengan kata lain tidak melayani konsumen akhir yang membeli untuk memenuhi kebutuhan pribadinya (atau bersifat non-bisnis).
2. Pengecer (retailer) Merupakan jenis perantara yang berhubungan langsung dengan konsumen akhir baik konsumen untuk keperluan pribadi maupun konsumen industri. Jadi pengecer maupun pedagang sudah mempunyai hak milik terhadap barang yang dijualnya sehingga kalau barang sudah sampai di pedagang besar atau pengecer maka saluran distribusi yang di pilih mereka bukan lagi menjadi urusan/tergantung pada produsen.
• Promosi merupakan arus informasi atau persuasi satu arah yang dapat mengarahkan organisasi atau seseorang untuk menciptakan transaksi antara pembeli dan penjual. Promosi merupakan kegiatan terakhir dari marketing mix yang sangat penting karena sekarang ini kebanyakan pasar lebih banyak bersifat pasar pembeli di mana keputusan terakhir terjadinya transaksi jual beli sangat dipengaruhi oleh konsumen.
• Pada dasarnya keputusan membeli sangat dipengaruhi oleh motif-motif pembelian di mana bisa karena pembeli melaksanakan pembelian karena hanya
pertimbangan (motif = terdorong) secara emosional, seperti merasa bangga, sugesti, angan-angan dan sebaginya. Tetapi bisa juga pembeli membeli secara
rasional seperti karena mempertimbangkan rawatnya, ekonomisnya, segi kepraktisan, harganya, pengangkutannya dan sebaginya. Pembelian juga dapat saja terjadi karena memang benar-benar direncanakan yaitu sudah terdaftar dalam agenda urutan kebutuhannya. Pembelian yang terjadi bisa juga karena secara
Kegiatan Promosi
a. Periklanan (Advertensi) Periklanan merupakan salah satu bentuk kegiatan promosi yang sering dilakukan perusahaan melalui komunikasi non-individu dengan sejumlah biaya seperti iklan melalui media masa, perusahaan iklan, lembaga non-laba, individu-individu yang membuat poster dan sebagainya. Periklanan dilakukan untuk memasarkan produk baru, memasuki segmen pasar yang baru atau yang tidak terjangkau oleh salesman maupun personel selling. Periklanan sering dilakukan baik melalui surat kabar, majalah, radio, tv dan pos langsung atau bahkan melalui biro periklanan.
b. Personel Selling. Personel selling adalah kegiatan promosi yang dilakukan antara individu yang sering bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan kedua belah pihak.
c. Promosi Penjualan. Promosi penjualan merupakan salah satu bentuk kegiatan promosi dengan menggunakan alat peraga seperti peragaan, pameran, demonstrasi, hadiah, contoh barang dan sebagainya.