PERENCANAAN STADION SEPAK BOLA DENGAN
STUKTUR ATAP TENDA DAN KABEL DI KOTA KENDARI
LAPORAN PERANCANGAN
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Rangka Menyelesaikan Studi Pada Jurusan Arsitektur
Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo
OLEH :
ANDIKA FADLY
E1 B1 11 048
JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HALUOLEO
ABSTRAK
Sepak bola merupakan olah raga yang sangat popular di dunia pada saat ini,
dimana semua kalangan masyarakat begitu menggemari olahraga ini, adapun
fasilitas utama dalam bermain sepak bola adalah sebuah stadion yang dapat
menampung para pemain serta penggemar sepak bola. Adapun yang menjadi
permasalahan utama pada stadion-stadion yang ada di Indonesia khususnya di
kota Kendari, yaitu sirkulasi pengunjung yang kurang fleksibel, sehingga
seringnya terjadi crossing antar supporter, serta bentuk fasad bangunan yang kurang menarik minat para penonton. Dalam perancangan stadion sepak bola ini
metode yang digunakan adalah analisis deskriptif yakni dengan mengumpulkan
data, menyusun, kemudian menganalisa serta mengelompokkan data yang akan
dijadikan sebagai dasar dalam perancangan dan desain.
Pada perancangan stadion sepak bola ini direncanakan sirkulasi pengunjung
yang tidak menghambat para supporter untuk masuk ke dalam stadion, dan pembagian sirkulasi pengunjung tuan rumah dan pengunjung tamu dibuat terpisah
agar tidak terjadi crossing. Kemudian sistem struktur yang menjadi aspek utama pada desain ini menggunakan tenda kabel. Sebuah bentuk yang ingin dicapai
diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan sebuah fasad bangunan yang lebih
menarik.
ABSTRACT
Football is a sport that is very popular in the world at the moment, where all people are so fond of this sport, while the main facility in playing football is a stadium that can accommodate the players and football fans. As the main problem in stadiums that exist in Indonesia, especially in the city of Kendari, the circulation of visitors is less flexible, so frequent crossing between supporters, as well as the shape of the building facade that is less attractive to the audience. In designing a football stadium is the method used is descriptive analysis that is to gather data, compile, and then analyze and classify the data that will serve as the basis for the design and design.
In designing a football stadium is planned circulation of visitors who do not inhibit the supporters to get into the stadium, and the distribution of visitor circulation host and guest users is separate to prevent crossing. Then the structure of the system being the primary aspect in the design of these tents cable. A form to be achieved is processed so as to produce a more attractive building facades.
i
KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Puji syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT. Penguasa segala ilmu
pengetahuan dan alam semesta. Atas rahmat dan karunianya kepada penulis
sehingga acuan perancangan ini dapat terselesaikan dengan judul
PERENCANAAN STADION SEPAK BOLA
DENGAN STRUKTUR ATAP TENDA DAN KABEL DI KOTA KENDARI Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih terdapat kekurangan
dikarenakan keterbatasan kemampuan dan pengatahuan yang penulis miliki.Oleh
karena itu dengan kerendahan hati penulis memohon maaf atas segala kekurangan
dan ketidak sempurnaan dalam penulisan skripsi ini
Penyusunan skripsi ini tidak akan berhasil tanpa bantuan dan kerjasama dari
pihak lain yang ikut memotivasi dan membantu baik secara moril maupun materil.
Terutama kepada kedua orang tua saya yaitu ayahanda bapak La
Dalisa,S.Pd.,M.Si dan Ibunda Denang yang telah memberikan sentuhan kasih
sayang kepada penulis hingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Dalam proses penyusunan skripsi ini pula dimulai dari persiapan sampai selesai,
penulis menemukan berbagai hambatan dan kesulitan. Namun berkat bimbingan,
arahan, motivasi dan bantuan dari berbagai pihak terutama kepada kedua
pembimbing sehingga dapat diselesaikan. Untuk itu dengan segala kerendahan
hati, penulis mengucapkan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada
Bapak Arman Faslih, ST.,MT selaku pembimbing dalam penyelesaian acuan perancangan ini.
Pada kesempatan ini juga perkenankanlah dengan kerendahan hati penulis
menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat :
1. Bapak Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, M.Sc selaku Rektor Universitas
ii
2. Ibu Santi, S.T.,M.T selaku Ketua Jurusan S1 Arsitektur Universitas Halu
Oleo ;
3. Bapak / Ibu Dosen Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo yang telah
banyak memberi bekal ilmu ;
4. Kepada saudara-saudaraku Achmad Efendi, Sahrul Mu’minin, Ahdan
Nurwahid dan Muhammad Al Faruq, serta para sepupuku Retno
Wulandari, Joni Rahim, Asriadi Amtader ,Rosmiati dan Nur Annisak yang
telah memberikan support kepada penulis ;
5. Kepada para kawan-kawan ARCHELV, thanks atas kebersamaan dandan
kekompakannya selama ini
Akhir kata, penulis berharap semoga hasil pemikiran yang penulis buat dalam
skripsi ini dapat bermanfaat sebagaimana yang diharapkan. Amiien.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kendari, Juli 2016
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN ABTRAKSI
KATA PENGANTAR ...i
DAFTAR ISI...iii
DAFTAR GAMBAR ...v
DAFTAR TABEL ...vii
BAB I RINGKASAN PROYEK A. Data Fisik ... 1
B. Pengertian Stadion Sepakbola... 1
C. Latar Belakang ... 2
D. Rumusan Masalah ... 5
E. Tujuan ... 5
F. Lingkup Pembahasan & Batasan Masalah ... 5
G. Manfaat Perencanaan ... 6
BAB II RANCANGAN TAPAK A. Lingkup Perancangan... 7
B. Lokasi Tapak ... 7
C. Arah Orientasi Bangunan ... 9
D. Pencapaian Tapak ... 10
iv
F. Tata Ruang Luar ... 11
BAB III PERANCANGAN BANGUNAN A. Konsep Bangunan ... 14
B. Tata Ruang Mikro ... 15
C. Pola Hubungan Ruang ... 18
D. Besaran Ruang ... 25
E. Sistem Struktur... 32
F. Tata Ruang Dalam ... 35
G. Sistem Pengkondisian Ruang ... 36
H. Sistem Utilitas ... 37
BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan ... 39
v
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar II.1. Peta Kecamatan Baruga ... 9
Gambar II.2. Arah Orientasi Bangunan ... 10
Gambar II.3. Pencapaian Ke Tapak ... 10
Gambar II.3. Pembagian Parkir ... 11
Gambar II.5. Palm Raja ... 11
Gambar II.6. mahoni ... 12
Gambar II.7. Akasia ... 12
Gambar II.8. Jenis Perdu ... 12
Gambar II.9. Rumput gajah ... 12
Gambar II.10. Paving Block ... 13
Gambar II.11. Aspal ... 13
Gambar III.1.Tampilan Bangunan ... 14
Gambar III.2.Entrance Bangunan ... 14
Gambar III.3.Fasade Depan Bangunan ... 15
Gambar III.4. Suasana malam, dan pagi ... 15
Gambar III.5. Pondasi Poer Plat dan Pancang ... 32
Gambar III.6. Pondasi Rakit ... 32
Gambar III.7. Pondasi Menerus ... 33
Gambar III.8. Sistem Portal pada area tribun ... 33
vi
Gambar III.10. Kolom Angkur ... 34
Gambar III.11. Potongan Angkur ... 34
Gambar III.12. Konstrukisi belokan kabel ... 35
Gambar III.13. Tampak atas bangunan ... 35
Gambar III.14. Pencahayaan pada lapangan permainan ... 36
vii
DAFTAR TABEL
Tabel III.1 Besaran Ruang Utama ... 25
Tabel III.2 Besarn Ruang Pendukung / Restoran ... 26
Tabel III.3 Besaran Ruang Fitnes center ... 27
Tabel III.4 Besaran Ruang Museum Preatasi ... 27
Tabel III.5 Besaran Ruang Kerja ... 28
Tabel III.6 Besaran Ruang Retail Shop ... 28
Tabel III.7 Besaran Ruang Hotel ... 29
Tabel III.8 Besaran Ruang kabin ... 30
1
BAB I
RINGKASAN PROYEK
A. Data fisik
Nama proyek : Perencanaa stadion sepakbola dengan struktur atap
tenda dan kabel di Kota Kendari
Lokasi proyek : Jln. Boulevard lepo-lepo kecamatan Baruga
B. Pengertian Stadion Sepakbola
Stadion : Stadion adalah sebuah bangunan yang umumnya digunakan
untuk acara olahragadan konser, dimana didalamnya terdapat
lapangan atau pentas yang dikelilingi tempat berdiri atau
duduk bagi penonton. Bangunan stadion olah raga
merupakan jenis bangunan teater besar untuk
mempertunjukan yang memepertunjukkkan
pertandingan-pertandingan antaranya olahraga basket, voly, badminton ,
bola kaki dll (belly kurniawan)
Sepak bola : Sepak bola adalah cabang olahraga yang
menggunakan bola yang terbuat dari bahan kulit dan
dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan
11 (sebelas) orang pemain inti dan sebagian pemain
cadangan. Memasuki abad ke-21, olahraga ini telah
dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di 200 negara, yang
menjadikannya olahraga paling populer di dunia. Sepak bola
bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan
menggunakan bola ke gawang lawan. Sepak bola dimainkan
dalam lapangan yang berbentuk persegi panjang, di
atas rumput atau rumput sintetis.(http://id.wikipedia
2
Atap : Penutup rumah (bangunan) sebelah atas; benda yg dipakai
untuk menutup atas rumah: rumbia (ijuk) perabung upih, pb) barang yg baik bercampur dng barang yg buruk; (Kamus Bahasa Indonesia Edisi Kedua, 1994 ). atau penutup bangunan di bagian atas,atap merupakan elemen vital pada
konstruksi sebuah rumah(kumpulan artikel)
Tenda kabel : Struktur Kabel Adalah sebuah sistem struktur yang bekerja
berdasarkan prinsip gaya tarik, terdiri atas kabel baja, sendi,
batang,membrane penutup dsb yang menyanggah sebuah
penutup yang menjamin tertutupnya sebuah bangunan.
C. Latar Belakang
Manusia merupakan makhluk yang selalu berkembang dan berubah menurut
perkembangan jaman. Proses perubahan dan perkembangan itu sendiri
membutuhkan sebuah aspek yang bernama kesehatan. Kesehatan sendiri diperoleh
melaui sebuah kegiatan yang disebut olah raga. Olah raga merupakan kegiatan
olah tubuh yang melibatkan fisik sehingga berdampak pada kesegaran jasmani
dan rohani. Kesegaran jasmani dan rohani dapat memengaruhi banyaknya aktifitas
yang dapat dilakukan tanpa rasa lelah yang berarti. Dengan demikian, kesehatan
yang bersifat kesegaran jasmani dan rohani dapat diperoleh melalui kegiatan olah
raga. Kegiatan olah raga sendiri memiliki banyak macam. Salah satu kegiatan
olah raga yang paling populer di dunia ini adalah sepak bola.
Olah raga ini merupakan olah raga yang digemari dari berbagai macam
kelompok umur dan berbagai macam strata sosial. Itu artinya, sepak bola
merupakan cabang olah raga yang dapat dimainkan dan diterima oleh semua
kalangan tanpa terkecuali. Selain itu juga alasan mengapa sepak bola dapat
diterima oleh semua kalangan, karena sepak bola adalah olah raga yang mudah,
murah dan meriah. Disebut mudah karena hanya terdapat 3 dasar dalam olah raga
ini, yaitu dribble (menggiring), passing (mengumpan) dan shooting (menendang).
Murah disebabkan olah raga ini hanya membutuhkan sebuah bola dan dapat
dimainkan dimanapun tanpa membutuhkan sebuah lapangan yang khusus. Dan
3 berinteraksi untuk memerebutkan sebuah bola yang harus dimasukkan ke sebuah
gawang serta adanya sorak sorai dari nyanyian suporter yang mendukung timnya
masing-masing, sehingga makin memeriahkan suasana dan makin memotivasi
semangat para pemain yang bermain untuk meraih kemenangan.
Di Indonesia animo publik terhadap sepak bola tidakperlu diragukan lagi
Semangat mereka dalam mendukung tim yang mereka idolakan sangat besar. Hal
itu dapat terlihat dari kompetisi Indonesia Super League, kompetisi dengan strata
paling tinggi di Indonesia yang diikuti sebanyak 18 tim terbaik di Indonesia, yang
hampir selalu dipenuhi belasan ribu penonton di setiap stadion yang memainkan
pertandingan sepak bola. Akan tetapi, besarnya animo penonton kurang diimbangi
dengan kelayakan infrastuktur stadion. Hampir semua stadion di Indonesia tidak
layak untuk menggelar pertandingan yang bersifat skala internasional.
Infrastruktur stadion masih rendah kualitasnya, seperti lapangan yang
bergelombang, system drainase lapangan yang jelek, ruang ganti pemain tidak
layak, tribun penonton kurang bagus, penerangan lampu stadion kurang dari 1300
lux dan masih banyak lagi masalah yang berkaitan dengan rendahnya infrastrutur
stadion di Indonesia.
Di Indonesia terdapat beberapa stadion yang berstandar internasional, seperti
Gelora Bung Karno (Jakarta), Gelora Bung Tomo (Surabaya), Gelora Jakabaring
(Palembang), Stadion Palaran (Samarinda), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung).
Dari jumlah tersebut jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, seperti
Malaysia ataupun Singapura, kondisi stadion di Indonesia jelas kalah dari kondisi
stadion di 2 negara tersebut. Padahal kompetisi di Malaysia dan Singapura masih
kalah jauh meriah dibandingkan dengan kompetisi di Indonesia. Malahan, saat ini
banyak dari pemain tim nasional Singapura yang bergabung dengan klub-klub di
Indonesia.
Pada umumnya stadion di klasisfikasi berdasarkan fsilitas yang disediakan
baik berupa sarana olahraga dan fasilitas pendukung lainnya serta kapasitas
kemampuan menampung penonton yang disediakan oleh stadion itu ,klasifikasi
stadion dibagi menjadi menjadi 3 tipe yaitu tipe A, dengan kapasitas 30.000
sampai 50.000, tipe B dengan kapasitas penonton 10.000 sampai 30.000, dan tipe
4 rata-rata memiliki rating tipe C jelas sangat ironis untuk perkembangan sepak
bola di Indonesia. Seharusnya dengan kondisi kompetisi yang begitu meriah,
pembangunan stadion yang berstandar internasional harus diperhatikan. Agar
korelasi hubungan antara proses peningkatan kualitas permainan harus didukung
dengan pembangunan infrastruktur yang bagus pula.
Mencermati dari latar belakang di atas bahwa standar stadion di kota kendari
belum layak bahkan untuk standar nasional, sudah selayaknya Kota kendari
memiliki stadion yang layak untuk untuk menggelar pertandingan-prtandingan
tingkat nasional di kota kendari , dan membangun sebuah stadion yang berstandar
internasional agar proses perkembangan sepak bola di kota kendari dapat
maksimal.
Namun pada saat ini stadion di Kota Kendari masih belum memenuhi syarat
sebagaimana layaknya stadion yang dapat digunakan untuk
pertandingan-pertandingan internasional maupun local, hal ini dikarenakan kondisi stadion yang
rusak parah dan tidak memiliki fasilitas-fasilitas yang memenuhi syarat. Dengan
kondisi Stadion seperti ini, namun muncul masalah baru lagi yaitu lahan yang
digunakan sebagai stadion sepak bola kebanggan masyarakat kota Kendari
merupakan lahan sengketa dan telah dimenangkan oleh pihak penggugat, sehingga
nasib stadion Lakidende kini diambang pembongkaran.
Kota Kendari kini sangat membutuhkan stadion baru sebagai pengganti
stadion yang lama yang dapat menampung segala aktvitas pertandingan dan dapat
menjadi kebanggaan masyarakat kota Kendari, sehingga para
penggemar-penggemar sepak bola dapat menikmati pertandingan-pertandingan sepak bola
dengan nyaman .
Pada stadion yang di rencanakan ini beberapa fasislitas-fasilitas yang telah di
sebutkan di atas akan di lengkapi,agar para atlet sepak bola yang bertanding di
stadion ini tidak perlu lagi menyewa hotel di luar area stadion dan tidak akan lagi
memerlukan alat transportasi. Pada saat ini biasanya atap stadion menggunakan
struktur atap rangka ruang namun pada desain ini menggunakan strutur atap tenda
kabel.Pada system struktur kabel,jelas tidak hanya kabel saja yang
berpengaruh,tetapi ada komponen lainnya yang perlu di perhatikan,Struktur kabel
5 membrane (cladding),Selaput/tenda (membrane),Balok pengaku (compression
ring dan tension ring) dan Tumpuan /kolom penambat (angkur).
Fenomena struktur tarik yang luar biasa adalah besaran system structural
bebas dari besaran bentang.Karena itu kabel adalah komponen struktur yang
sangat ekonomis untuk menutup permukaan yang luas.Keringanan kabel sangat
mengurangi beban sendiri konstruksi,untuk bentang yangyang meliputi ratusan
meter,struktur kabel mengungguli semua system lain karena daya tahannya besar
terhadap gaya tarik.Kabel sangat fleksibel karena diameternya sangat lebih kecil
dari panjangnya,sifat fleksibel ini menunjukan daya lengkung (deformasi) terbatas
sesuai dimensi kabel itu sendiri.Konstruksi semacam ini sering di sebut konstruksi
minimum, karena konstruksi ini meneruskan beban luar dengan deformasi
minimum kepada penyangga
D. Rumusan Masalah
Masalah yang akan dikaji dalam proses desain Stadion dapat dirumuskan
sebagai berikut:
1. Bagaimana merencanakan sistem sirkulasi yang sesuai bagi para
pengunjung stadion sepak bola?
2. Bagaimana merencanakan system struktur yang dapat membentuk fasad
bangunan dan menghasilkan estetika ?
E. Tujuan
1. Merencanakan sistem sirkulasi yang sesuai bagi para pengunjung stadion
sepak bola.
2. Merencanakan sistim struktur yang dapat membentuk fasad bangunan dan
menghasilkan estetika.
F. Lingkup Pembahasan dan Batasan Masalah
1. Lingkup Pembahasan
Lingkup pembahasan dalam penulisan ini lebih dititik beratkan pada
aspek-aspek perencanaan dan perancangan arsitektur, terutama yang
menyangkut dengan bangunan yang direncanakan. Dengan melihat hal-hal
6 penting dalam perencanaan akan dibahas sesuai dengan kaitan dan
permasalahannya.
2. Batasan Masalah
Adapun yang menjadi batasan pokok perancangan dalam perencanaan
Stadion sepakbola dengan struktur atap tenda dan kabel di kota kendari di
Kota Kendari adalah dalam proses perancangan stadium ini hasrus dapat
menyesuaikan dengan keadaan kota Kendari pada khususnya, dan juga
perancangan di fokuskan dalam ilmu arsitektur dan hal-hal lain terutama
ilmu struktur sebagai penunjang pembahasan. Sedangkan hal-hal lain yang
terkait di jadikan pelengkap dalam pembahasan.
G. Manfaat Perencanaan
1. Manfaat penelitian bagi ilmu pengetahuan adalah untuk menambah
pengetahuan mengenai perancangan stadion sepakbola secara menyeluruh
dari segi ilmu arsitektur.
2. Manfaat bagi pemerintah daerah adalah tersedianya wadah olahraga
sepakbola yang dapat meningkatkan pendapatan daerah pertahun dalam
bidang olahraga
3. Manfaat bagi masyarakat adalah dapat merangsang minat masyarakat
umum akan pentingnya sebuah olahraga, serta dapat menjadikan
7
BAB II
RANCANGAN TAPAK
A. Lingkup Perancangan
Perencanaan stadion sepakbola dengan struktur atap tenda dan kabel di
Kendari merupakan wadah untuk masyarakat kendari untuk dapat
mengembangkan bakatnya dalam bidang olahraga, serta sebagai sarana
rekreasi masyarakat sekitar pada bagian tapaknya. Tampilan bangunan yang
unik memiliki nilai tambah tersendiri, sehingga diharapkan dapat menjadi
landmark kota Kendari.
B. Lokasi dan Tapak
Lokasi arahan pembangunan stadion sepakbola terletak pada BWK VI
kecamatan baruga kelurahan lepo-lepo pada jalan bouleverd. Wilayah
pembangunan ini memiliki potensi sebagai berikut :
1. Lokasi berada pada area strategis yang diapit oleh jalur perimer dan
skunder, yakni jalan Christina M. Tihahu dan jalan Piere Tendean,
sehimgga dapat mendukung kemudahan pencapaian pada site.
2. Lokasi mudah dicapai, aman, murah oleh sistem angkutan dalam kota.
3. Berada dekat dengan kawasan permukiman penduduk.
4. Tersedia sarana penunjang utilitas meliputi listrik, telepon, air, sanitasi
dan keamanan.
Tapak memiliki keunggulan-keunggulan sebagai berikut :
a. Tapak berada dalam kawasan yang diperuntukkan sebagai area
perkembangan (sesuai dengan peruntukkan lahan).
b. Luas tapak yang sesuai dengan kebutuhan ruang dan menampung
segala aktifitas.
c. Tapak berada di area hijau yang merupakan salah satu faktor
pendukung untuk sarana olahraga yang alami dan meminimalisir
8 d. Tapak mudah dicapai, baik ditinjau dari jarak, kondisi pencapaian
maupun transportasi.
e. Tapak tidak berdekatan dengan sumber gangguan bau, lokasi
penimbunan sampah, pengelolaan limbah/zat kimia lainnya yang
berbahaya karena tidak berdekatan dengan kawasan industri.
f. Tapak berbatasan langsung dengan jalan yang cukup potensial sebagai
pintu masuk menuju tapak.
g. Dan tapak sangat sesuai dengan standard pemilihan lokasi peruntukkan
stadion, yaitu:
(a) Akses menuju Bandar udara lancar dan bebas hambatan.
(b) Jarak antara pusat kesehatan atau rumah sakit dengan lokasi
stadion dapat dijangkau dengan cepat.
h. Jarak antara tapak dan POLDA Sultra dan Markas BRIMOB Sultra
cukup dekat, sehingga pencapaian ke tapak sangat cepat bila terjadi
keributan antar supporter.
a. Pendekatan dalam penentuan tapak
1) Tapak harus memiliki luas lahan yang besar, sehingga dapat
menyediakan lahan parkir yang memadai.
2) Bangunan yang akan direncanakan di dalam tapak keamanannya
harus terjamin.
3) Pencapaian mudah dari segala arah.
4) Tersedianya infrastruktur kota.
5) Letak site berada di kawasan yang tidak terlalu ramai, sesuai
dengan fungsi bangunan yang membutuhkan kenyamanan bagi
para pengguna stadion. Dikarenakan tingkat kebisingan yang
ditimbulkan lebih tinggisehingga mengganggu kenyamanan sekitar
9
b. Batas-batas Tapak
Batasan Tapak adalah sebagai berikut:
Tapak berada di jalan Boulevard kecamatan Baruga dengan rincian :
1) Luas tapak 160.000 m2
2) Kondisi tanah padat dan baik
3) Batas site :
- Sebelah utara berbatasan dengan jalan utama lahan kosong dan
perumahan warga
- Sebelah selatan berbatasan langsung dengan lahan kosong
- Sebelah barat, berbatasan dengan perumahan dan lahan kosong
- Sebelah timur berbatasan langsung dengan lahan kosong
C. Arah Orientasi Bangunan
Arah orientasi bangunan Stadium menghadap ke arah timur laut, arah
tersebut dipilih karena disesuaikan dengan standar dan rekomendasi fifa yaitu
orientasi matahari tidak boleh melewati lapangan secara horizontal dikarenakan
dapat menyilaukan mata para pemain.
TAPAK
10 D. Pencapaian Ke Tapak
1) Pencapaian ke arah tapak melalui jalur pierre tendean. Lebar jalan 12 m,
berfungsi sebagai jalan primer, memiliki 2 jalur.
2) Pencapaian ke tapak melalui jl.Brigjend Katamso. Dengan lebar jalan 8
meter status jalan primer.
3) Pencapaian dari bandara udara halu oleo dapat ditempuh sekitar 30
menit.Dan pencapaian menuju rumah sakit bahtera mas sekitar 700 m dari
tapak.
4) Dan pencapaian yang mudah dapat diakses melalui jalan boulevard
E. Sistem Parkir
Area parkir dalam tapak dibedakan menjadi 3 bagian yaitu :
1. Parkir Pengelola dan VIP
2. Parkir Pengunjung Tandang
3. Parkir Pengunjung Kandang
Gambar II.2 Arah Orientasi Bangunan
11 Sistem parkir kendaraan menggunakan bentuk parkir sudut 45o dan parkir
tegak lurus (perpendicular). Parkir kendaraan roda empat untuk pengunjung menggunakan parkir sudut 45o dan tegak lurus. Sedangkan Parkir kendaraan
roda dua baik pengunjung dan pengelola menggunakan parkir tegak lurus.
F. TATA RUANG LUAR Material yang digunakan
1. Soft material
- Palem Raja, berfungsi sebagai tanaman pengarah untuk sirkulasi,
baik kendaraan maupun pejalan kaki. Gambar II.4 Pembagian Parkir
Gambar II.5 Palm Raja
B
A
C
C
Keterangan :
12 - Trembesi, berfungsi sebagai tanama peneduh dan penyaring debu,
sehingga tanaman ini diletakkan diarea parkir dan tepi jalan sebagai
penyarng debu.
- akasia berfungsi juga sebagai pemecah sinar matahari/pembias
cahaya.
- Jenis perdu
1. Menggunakan perdu rendah yaitu Asoka sebagai pembatas dan
pengarah pada sisi-sisi bangunan.
2. Rumput kaki gajah, sebagai tanaman penutup tanah (Ground Cover).
Gambar II.6 mahoni
Gambar II.7 Akasia
Gambar II.8 Jenis Perdu
13 2.Hard material
- Paving Blok digunakan sebagai pedestrian dan sirkulasi pejalan kaki masuk dan keluar tapak.
- Aspal digunakan pada jalur kendaraan roda dua dan roda empat. Gambar II.10 Paving Block
14
BAB III
PERANCANGAN BANGUNAN
A. Konsep Bangunan
Tampilan bangunan struktur kabel diikat pada dua buah lengkungan yang
besar dan diteruskan pada tanah yang diikat pada angkur untuk menahan beban
yang ada.Lengkungan besar inilah yang membentuk fasad bangunan sehingga
menghasilkan bentuk yang menarik. Upper struktur tidak sepenuhnya menutupi
stadion, agar cahaya dapat digunakan untuk maintenance rumput dan pencahayaan
alami.
Konsep bangunan di tekankan kepada struktur atapnya,karena pembentuk bangunan
yaitu berasal dari bentuk struktur atap. Bangunan memiliki 4 arah untuk masuk ke
dalam bangunan, dan pada 4 arah tersebut memiliki 18 pintu masuk pada lantai 1
dan pada lantai 2 terdapat 4 pintu masuk. Untuk pengunjung tim tamu berada pada
sisi kiri bangunan sedangkan tim tuan rumah berada pada sisi kanan bangunan hal
ini di haruskan agar terjadi pemisahan antara pengunjung tuan rumah dan
Pintu masuk Penonton yang menggunakan bus
Pintu masuk, VIP. Wartawan dan servis Gambar III.1.Tampilan Bangunan
15
B. Tata Ruang Mikro
Fungsi dan fasilitas yang ada dalam bangunan :
Stadion sepak bola meliputi lapangan, tribun, dan ruang-ruang pendukung
Fasilitas utama meliputi :
- Ruang ganti pemain dengan toilet
- Ruang ganti pelatih dan wasit
- Ruang pijat
- Ruang kesehatan
- Ruang pemeriksaan obat terlarang
- Ruang pemanasan
- Ruang latihan
- Tribun penonton biasa
- Tribun VIP
- Toilet penonton
- Kantor pengelola
- Ruang pertemuan
Gambar III.3 Fasade Depan Bangunan
16
Fasilitas ini menyediakan makanan dan minuman yang dapat dibeli
penonton saat pertandingan berlangsung. Kebutuhan ruang :
- Banquet
b. Ruang pertemuan
Fasilitas ini merupakan tempat pertemuan para pejabat olahraga, temu
pers dan penjamuan. Kebutuhan ruang :
17
- Janitor
- Toilet
c. Pusat kebugaran
Fasilitas ini disediakan untuk para atlit maupun masyarakat umum.
Kebutuhan ruang:
Tempat penyimpanan, memelihara dan memajang berbagai prestasi dan
informasi tentang olahraga sepak bola dan futsal Kebutuhan ruang:
- Ruang pameran
- Ruang pengelola
- Ruang penyimpanan
e. Snack bar dan retail
Menyajikan dan menjual barang yang berhubungan dengan olahraga dan
makanan ingan. Fasilitas Hiburan.
f. Fasilitas Perbelanjaan
- Retail Shop dan Suovenir Shop
Menyajikan dan menjual barang-barang yang berhubungan denagn sepak
bola, seperti : TOB ( Toko Olahraga Bola ), Sport Station, serta berbagai
barang-barang yang biasanya penjualannya dapat digabungkan dengan
barang-barang olah raga.
g. Museum
- Ruang Display
Memamerkan benda-benda dan memperkenalkan tentang sejarah yang
18
C. Pola Hubungan Ruang
Penyusunan pola hubungan ruang didasarkan pada keterkaitan antara ruang publik,
semi publik, dan service.
1) Hubungan ruang utama
PARKIR
PRIVAT ENTRANCE
MIXED ZONE
LAPANGAN
MEDIS
R.GANTI WASIT
R.GANTI PEMAIN 2
R.GANTI PEMAIN 1
19
Ruang ganti atlit
R. ganti pelatih
R. ganti wasit
Tribun VIP
Tribun Biasa
R. tes dopping
R .pemanasan
R. pertemuan teknis
R. delegasi pertandingan
Ruang pijat
Ruang P3K
Ruang pengelola
Ruang pers dan media
Gudang
Ruang keamanan
Ruang mesin
Snack corner
Mushollah
Loket / tiket box
Keterangan :
Erat
Tidak berhubungan
20
a. Hubungan ruang pendukung / restoran
21
b. Hubungan ruang pertemuan serbaguna
R.pertemuan
Lobby
Ruang pengelola
Ruang peralatan
Ruang rapat
Dapur
Toilet
ENTRANCE LOBBY
DAPUR/PANTRY R.PERALATAN
RUANG PERTEMUAN
TOILET R.RAPAT
22
c. Hubungan ruang pusat kebugaran
23
d. Pola hubungan ruang museum
Ruang display
R.pengelola
R.penyimpanan
Toilet
e. Hubungan ruang retail dan souvenir shop
Entrance
Kasir
R.display
Gudang
Toilet
R.PENGELOLA
R.DISPLAY
PENYIMPANAN
TOILET ENTRANCE
ENTRANCE RUANG
DISPLAY KASIR
24
f. Hubungan ruang pengelola gedung
RUANG KERJA
Ruang manager
R.asisten manager
Ruang karyawan
Ruang ganti
Ruang tunggu
R.penyimpanan
Toilet
g. Hubungan ruang teknis
R.DIREKTUR
R.MANAGER OPERASIONAL
ASS.MANAGER
R.STAF DIVISI R.KEPALA DIVISI
CCTV
ENTRANCE R.OPERATOR
SOUND SYSTEM
25
Lapangan permainan 1 11.180 11180
26
27
NAMA RUANG JUMLAH
RUANG
NAMA RUANG JUMLAH
RUANG
Tabel III.3.Besaran Ruang Fitnes Centre
28
Ruang Penyimpanan 5 120 125.4
Toilet pria & wanita 1 21.8 21.8
Total 928.78 946
NAMA RUANG JUMLAH
RUANG
NAMA RUANG JUMLAH
RUANG
Tabel III.5.Besaran ruang kerja
29
NAMA RUANG JUMLAH
RUANG
30
NAMA RUANG JUMLAH
RUANG
NAMA RUANG JUMLAH
RUANG
Tabel III.8. Besaran Ruang Kabin dan crew tv
31
Ruang rapat 1 48.92 51.8
Dapur 1 39.5 41.1
Toilet pria & wanita 1 6 6
Total 422.53 431.66
NAMA RUANG LUAS SEBELUM
M2
LUAS SESUDAH M2
RESTORAN 689.09 679.44
FITNES CENTRE 744.72 749.04
MUSEUM 928.78 946
RUANG KERJA 368.39 487.8
RETAIL SHOP 775.4 894
HOTEL 938 2244.9
KABIN CREW 1104
RUANG PERTEMUAN 422.53 431.66
TOTAL 4866,91 7536,84
Jadi selisih besaran ruang ;
Sebelum perancangan = 26881.68m2
Sesudah perancangan = 28985.84m2
Selisih (Deviasi) besaran ruang :
x100
= 7,827 %
32
Pemilihan sub struktur (pondasi) dengan pertimbangan kondisi
tanah pada lokasi. Adapun jenis sub struktur yang digunakan adalah
dengan menggunakan pondasi poer plat dan tiang pancang, pondasi
batu gunung menerus, dan pondasi rakit untuk lapangan dan lift.
Gambar III.5 Pondasi Poer Plat dan Pancang
Tanah Urug
33
digunakan pada area utama penopang struktur tribun, sedangkan garpu
ganda digunakan pada area luar bangunan sebagai penopang area sirkulasi
penonton.
Gambar III.7 Pondasi Menerus
Gambar III.8 Sistem Portal pada area tribun
34
c. Upper Struktur
Stadium menggunakan sistem Tansile Resistance yang didukung dengan
rangka kaku dan menggunakan penutu atap tenda. Tansile resistance sendiri
merupakan sistem tarik yang mengikat pada rangka baja yang menggunakan
bahan kabel penarik baja. penutup struktur atap sendiri menggunakan jenis
bahan tenda sintetis khusus.
Pada struktur kabel tidak hanya kabelnya yang berpengaruh namun ada
beberapa komponen penting lainnya seperti :
1) Tali baja
2) Joint kabel dan membrane (cladding)
3) Selaput/tenda (membran) yang digunakan sebagai atap penutup
4) Balok pengaku (compression ring dan tension ring)
5) Tumpuan/kolom dan penambat (angkur)
Gambar III.10 Kolom Angkur
35
E. Tata Ruang Dalam
Penggunaan material ruang dalam disesuaikan dengan fungsi bangunan
sehingga efek yang diinginkan dari penggunaan material tersebut dapat
mendukung fungsi ruang sehingga terjadi hubungan yang harmonis antara
material dengan fungsi masing – masing ruang pada interiornya dan pada
akhirnya memberi nuansa nyaman kepada pengguna bangunan. Penggunaan
material-material dapat dilakukan pada bagian-bagian sebagai berikut :
1. Lantai
a. Tegel Granit
Tegel granit yang digunakan berukuran 60 x 60 cm, ukuran tersebut
dipergunakan untuk memberi kesan luas pada ruang. Penggunaan tegel
granit diletakkan pada lobby atau hall.
b. Tegel keramik
Tegel keramik yang digunakan berukuran, 40 × 40 cm, 60 × 60 cm. Gambar III.12 Konstrukisi belokan kabel
36
2. Dinding
Material yang digunakan adalah dinding yang terbuat dari batu bata dan
dinding partisi, dinding ini sebagai pemisah antar ruang.
3. Plafond
Material yang digunakan adalah Gypsum dan Kalsiboard, karena material
ini dapat meredam kebisingan dalam ruang juga sebagai pembentuk
estetika dalam bangunan.
F. Sistem Pengkondisian Ruang
1. Sistem Pencahayaan
Pada umumnya ruangan menggunakan pencahayaan buatan menggunakan
penerangan lampu pada malam hari. Dan untuk pencahayaan buatan pada
lapangan permainan menggunakan lampu yang dapat menghasilkan
cahaya minimal 800 lux
Pencahayaan buatan menyeluruh digunakan pada semua ruang dalam
bangunan antara lain menggunakan lux space sereno
Gambar III.13. Pencahayaan pada lapangan permaiunan
37
2. Sistem Penghawaan
Sistem penghawaan dilakukan dengan dua cara yaitu penghawaan alami
dan penghawaan buatan. Penghawaan alami dilakukan dengan memberi
bukaan pada bagian yang dianggap perlu, serta memanfaatkan unsur
tanaman sebagai vegetasi buatan yang akan menahan radiasi panas masuk
ke dalam ruangan secara langsung. Sedangkan untuk penghawaan buatan
menggunakan AC sentral pada ruangan.
G. Sistem Utilitas 1. Instalasi Listrik
Sistem elektrikal selain berasal dari PLN juga berasal dari genset sebagai
sumber listrik cadangan. Genset dilengkapi dengan Automatic Switch
sehingga dapat langsung dikirim apabila terjadi pemadaman listrik dari
PLN.
2. Jaringan Air Bersih
Jaringan air bersih dilayani oleh gabungan sumber PDAM dan sumur
pompa. Pendistribusian air dimulai dari menampung air sementara, baik
yang berasal dari PDAM maupun air tanah pada bak penampungan bawah
(reservoir bawah) untuk selanjutnya di teruskan ke bak penampungan atas
(reservoir atas). Kemudian air didistribusikan ke unit-unit yang
membutuhkan dengan menggunakan boster.
3. Jaringan Air Kotor
Sistem pembungan disposal padat menggunakan septictank dan sumur
resapan dengan dasar pertimbangan letak toilet tersebar. Untuk disposal
cair diteruskan ke bak kontrol dan diteruskan ke got besar yang
selanjutnya diteruskan ke riol kota. Pembungan air hujan dialirkan ke got
besar dan kemudian diteruskan ke saluran pembungan kota.
4. Persampahan
Samapah-sampah yang berupa sisa-sisa bahan padat dikumpulkan, menuju
ketempat penampungan (bak sampah). Sampah yang dikumpulkan pada
38
servis ke bak penampungan sementara yang selanjutnya akan diangkut
oleh mobil sampah untuk diteruskan ke tempat pembungan akhir.
5. Sistem Komunikasi
Untuk komunikasi keluar dan kedalam gedung menggunakan layanan
komunikasi dari pusat telepon (Telkom), sedangkan untuk kepentingan
komunikasi satu arah digunakan pengeras suara melalui ruang operator
dan menggunakan sistem fiber optic.
6. Pencegahan dan penanggulangan Kebakaran.
Pencegahan dan penanggulangan kebakaran di dalam bangunan
menggunakan Fire Alarm System dan alat pemadam kebakaran ringan.
7. Sistem Penangkal Petir
Sistim penangkal petir yang akan digunkan pada bangunan stadion ini
adalah sistim penangkal petir sangkar faraday yang diletekkan pada tepi
atap tribun. Sistim bangunan dikurung dalam suatu kurungan logam yang
kemudian ujung logam tersebut ditanam ke dalam tanah
8. Sistem keamanan terhadap tindak kriminal
Sistem keamanan dalam bangunan ini dilakukan dengan menyediakan
fasiliatas pengamatan dan pencegahan, antara lain :
a. Sistem CCTV (Central Circuit Television), untuk memonitor segala
penjuru bangunan yang diperkirakan dapat menjadi tempat terjadinya
kriminalitas, seperti pencurian dan sebagainya.
b. Sistem alarm, yang diaktifkan pada waktu-waktu tertentu.
c. Satuan pengamanan (Satpam) yang bertugas 24 Jam,serta kesatuan
39
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari laporan ini yaitu Stadion yang direncanakan
menggunakan struktur atap tenda dan kabel, dimana Tansile Resistance yang
didukung dengan rangka kaku dan menggunakan penutu atap tenda. Tansile
resistance sendiri merupakan sistem tarik yang mengikat pada rangka baja yang
menggunakan bahan kabel penarik baja. penutup struktur atap sendiri
menggunakan jenis bahan tenda sintetis khusus. Pada struktur kabel tidak hanya
kabelnya yang berpengaruh namun ada beberapa komponen penting lainnya
seperti :
1) Tali baja
2) Joint kabel dan membrane (cladding)
3) Selaput/tenda (membran) yang digunakan sebagai atap penutup
4) Balok pengaku (compression ring dan tension ring)
5) Tumpuan/kolom dan penambat (angkur)
Dengan adanya stadion sepakbola yang bertarap internasional diharapkan
kendari dapat menjadi tuan rumah PON pada khusnya dan Indonesia menjadi tuan
rumah Piala dunia pada khususnya. Dengan diselanggarakannya PON di Kendari
diharapkan dapat meningkatkan sumber pendapatan daerah. Diharapkan nantinya
stadon ini dapat menjadi landmark kota sehingga kota Kendari dapat bersaing
dengan wilayah-wilayah pulau jawa dalam bidang olahraga.
B. Saran
Dengan adanya perencanaan stadion sepak bola di Kota Kendari diharapkan
akan terealisasi oleh pihak pemerintah atau swasta agar minat dan bakat
masyarakat Sulawesi Tenggara dan khususnya Kota Kendari pada bidang
DAFTAR PUSTAKA
Ching D.K Francis , Hanoto Adjie Ir. (1994) Arsitektur Bentuk Ruang dan Tatanannya. Erlangga. Jakarta
Heinz Frick.(1998).Sistem bentuk Struktur bangunan.Kanisius.Yogyakarta.
Tlistyo, H. (2005). Jurnal Arsitektur. Struktur kabel pada national atletics stadium
, 34.
Holgates (1997), struktur kabel(teknologi dan desain. PT.Rafika Aditama. Bandung
Hendraningsih, dkk, (1992), Peran, Kesan dan Pesan Bentuk-bentuk Arsitektur
Erlangga. Jakarta
Neufert, Ernst, Sjamsu Amril, (1999), Data Arsitek Jilid II, Erlangga, Jakarta
Neufert, Ernst, Sunarto Tjahjadi, (1997), Data Arsitek Jilid I, Erlangga, Jakarta Poerbo, Hartono. (1992). Utilitas Bangunan Buku Pintar Untuk Mahasiswa
Arsitektur Sipil. Djambatan : Jakarta
Schodek, Daniel L. (1998). Struktur. PT.Rafika Aditama. Bandung
Sukawi,(2011), jurnalarsitektur, struktur membrane dalam bangunan bentang lebar.57
Surat Keputusan Bersama antara Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Pemuda
dan Olahraga Nomor 483/KPTS/1991 & Nomor066/MENPORA/1991,
mengenai Tata Cara Perencanaan Teknik BangunanStadion
(SNI-T25-1991-03)
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. (1989),
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta.
Santoso, B. B. (2009). pengantar arsitektur pertamanan. Surabaya: Penebar Swadaya.
W.J.S. Poerwadarminta, (1985). Kamus Umum Bahasa Indonesia, PN Balai
Pustaka, Jakarta,
.
Sumber Internet
www. national_athletics_stadium . com
www.google,lapangan sepakbola
http://1.bp.blogspot.com/ Indoor%2BHydrant%2BSatpam%2BGaul.jpg
http://healthsafetyprotection. content/uploads/2011/11/ I.jpg
http://healthsafetyprotection. content/uploads/2011/11/ I.jpg