• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERENCANAAN STADION SEPAK BOLA DENGAN ST

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERENCANAAN STADION SEPAK BOLA DENGAN ST"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

PERENCANAAN STADION SEPAK BOLA DENGAN

STUKTUR ATAP TENDA DAN KABEL DI KOTA KENDARI

LAPORAN PERANCANGAN

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Rangka Menyelesaikan Studi Pada Jurusan Arsitektur

Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo

OLEH :

ANDIKA FADLY

E1 B1 11 048

JURUSAN ARSITEKTUR

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS HALUOLEO

(2)
(3)
(4)

ABSTRAK

Sepak bola merupakan olah raga yang sangat popular di dunia pada saat ini,

dimana semua kalangan masyarakat begitu menggemari olahraga ini, adapun

fasilitas utama dalam bermain sepak bola adalah sebuah stadion yang dapat

menampung para pemain serta penggemar sepak bola. Adapun yang menjadi

permasalahan utama pada stadion-stadion yang ada di Indonesia khususnya di

kota Kendari, yaitu sirkulasi pengunjung yang kurang fleksibel, sehingga

seringnya terjadi crossing antar supporter, serta bentuk fasad bangunan yang kurang menarik minat para penonton. Dalam perancangan stadion sepak bola ini

metode yang digunakan adalah analisis deskriptif yakni dengan mengumpulkan

data, menyusun, kemudian menganalisa serta mengelompokkan data yang akan

dijadikan sebagai dasar dalam perancangan dan desain.

Pada perancangan stadion sepak bola ini direncanakan sirkulasi pengunjung

yang tidak menghambat para supporter untuk masuk ke dalam stadion, dan pembagian sirkulasi pengunjung tuan rumah dan pengunjung tamu dibuat terpisah

agar tidak terjadi crossing. Kemudian sistem struktur yang menjadi aspek utama pada desain ini menggunakan tenda kabel. Sebuah bentuk yang ingin dicapai

diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan sebuah fasad bangunan yang lebih

menarik.

(5)

ABSTRACT

Football is a sport that is very popular in the world at the moment, where all people are so fond of this sport, while the main facility in playing football is a stadium that can accommodate the players and football fans. As the main problem in stadiums that exist in Indonesia, especially in the city of Kendari, the circulation of visitors is less flexible, so frequent crossing between supporters, as well as the shape of the building facade that is less attractive to the audience. In designing a football stadium is the method used is descriptive analysis that is to gather data, compile, and then analyze and classify the data that will serve as the basis for the design and design.

In designing a football stadium is planned circulation of visitors who do not inhibit the supporters to get into the stadium, and the distribution of visitor circulation host and guest users is separate to prevent crossing. Then the structure of the system being the primary aspect in the design of these tents cable. A form to be achieved is processed so as to produce a more attractive building facades.

(6)

i

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT. Penguasa segala ilmu

pengetahuan dan alam semesta. Atas rahmat dan karunianya kepada penulis

sehingga acuan perancangan ini dapat terselesaikan dengan judul

PERENCANAAN STADION SEPAK BOLA

DENGAN STRUKTUR ATAP TENDA DAN KABEL DI KOTA KENDARI Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih terdapat kekurangan

dikarenakan keterbatasan kemampuan dan pengatahuan yang penulis miliki.Oleh

karena itu dengan kerendahan hati penulis memohon maaf atas segala kekurangan

dan ketidak sempurnaan dalam penulisan skripsi ini

Penyusunan skripsi ini tidak akan berhasil tanpa bantuan dan kerjasama dari

pihak lain yang ikut memotivasi dan membantu baik secara moril maupun materil.

Terutama kepada kedua orang tua saya yaitu ayahanda bapak La

Dalisa,S.Pd.,M.Si dan Ibunda Denang yang telah memberikan sentuhan kasih

sayang kepada penulis hingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

Dalam proses penyusunan skripsi ini pula dimulai dari persiapan sampai selesai,

penulis menemukan berbagai hambatan dan kesulitan. Namun berkat bimbingan,

arahan, motivasi dan bantuan dari berbagai pihak terutama kepada kedua

pembimbing sehingga dapat diselesaikan. Untuk itu dengan segala kerendahan

hati, penulis mengucapkan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada

Bapak Arman Faslih, ST.,MT selaku pembimbing dalam penyelesaian acuan perancangan ini.

Pada kesempatan ini juga perkenankanlah dengan kerendahan hati penulis

menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat :

1. Bapak Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, M.Sc selaku Rektor Universitas

(7)

ii

2. Ibu Santi, S.T.,M.T selaku Ketua Jurusan S1 Arsitektur Universitas Halu

Oleo ;

3. Bapak / Ibu Dosen Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo yang telah

banyak memberi bekal ilmu ;

4. Kepada saudara-saudaraku Achmad Efendi, Sahrul Mu’minin, Ahdan

Nurwahid dan Muhammad Al Faruq, serta para sepupuku Retno

Wulandari, Joni Rahim, Asriadi Amtader ,Rosmiati dan Nur Annisak yang

telah memberikan support kepada penulis ;

5. Kepada para kawan-kawan ARCHELV, thanks atas kebersamaan dandan

kekompakannya selama ini

Akhir kata, penulis berharap semoga hasil pemikiran yang penulis buat dalam

skripsi ini dapat bermanfaat sebagaimana yang diharapkan. Amiien.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Kendari, Juli 2016

(8)

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN ABTRAKSI

KATA PENGANTAR ...i

DAFTAR ISI...iii

DAFTAR GAMBAR ...v

DAFTAR TABEL ...vii

BAB I RINGKASAN PROYEK A. Data Fisik ... 1

B. Pengertian Stadion Sepakbola... 1

C. Latar Belakang ... 2

D. Rumusan Masalah ... 5

E. Tujuan ... 5

F. Lingkup Pembahasan & Batasan Masalah ... 5

G. Manfaat Perencanaan ... 6

BAB II RANCANGAN TAPAK A. Lingkup Perancangan... 7

B. Lokasi Tapak ... 7

C. Arah Orientasi Bangunan ... 9

D. Pencapaian Tapak ... 10

(9)

iv

F. Tata Ruang Luar ... 11

BAB III PERANCANGAN BANGUNAN A. Konsep Bangunan ... 14

B. Tata Ruang Mikro ... 15

C. Pola Hubungan Ruang ... 18

D. Besaran Ruang ... 25

E. Sistem Struktur... 32

F. Tata Ruang Dalam ... 35

G. Sistem Pengkondisian Ruang ... 36

H. Sistem Utilitas ... 37

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan ... 39

(10)

v

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar II.1. Peta Kecamatan Baruga ... 9

Gambar II.2. Arah Orientasi Bangunan ... 10

Gambar II.3. Pencapaian Ke Tapak ... 10

Gambar II.3. Pembagian Parkir ... 11

Gambar II.5. Palm Raja ... 11

Gambar II.6. mahoni ... 12

Gambar II.7. Akasia ... 12

Gambar II.8. Jenis Perdu ... 12

Gambar II.9. Rumput gajah ... 12

Gambar II.10. Paving Block ... 13

Gambar II.11. Aspal ... 13

Gambar III.1.Tampilan Bangunan ... 14

Gambar III.2.Entrance Bangunan ... 14

Gambar III.3.Fasade Depan Bangunan ... 15

Gambar III.4. Suasana malam, dan pagi ... 15

Gambar III.5. Pondasi Poer Plat dan Pancang ... 32

Gambar III.6. Pondasi Rakit ... 32

Gambar III.7. Pondasi Menerus ... 33

Gambar III.8. Sistem Portal pada area tribun ... 33

(11)

vi

Gambar III.10. Kolom Angkur ... 34

Gambar III.11. Potongan Angkur ... 34

Gambar III.12. Konstrukisi belokan kabel ... 35

Gambar III.13. Tampak atas bangunan ... 35

Gambar III.14. Pencahayaan pada lapangan permainan ... 36

(12)

vii

DAFTAR TABEL

Tabel III.1 Besaran Ruang Utama ... 25

Tabel III.2 Besarn Ruang Pendukung / Restoran ... 26

Tabel III.3 Besaran Ruang Fitnes center ... 27

Tabel III.4 Besaran Ruang Museum Preatasi ... 27

Tabel III.5 Besaran Ruang Kerja ... 28

Tabel III.6 Besaran Ruang Retail Shop ... 28

Tabel III.7 Besaran Ruang Hotel ... 29

Tabel III.8 Besaran Ruang kabin ... 30

(13)

1

BAB I

RINGKASAN PROYEK

A. Data fisik

Nama proyek : Perencanaa stadion sepakbola dengan struktur atap

tenda dan kabel di Kota Kendari

Lokasi proyek : Jln. Boulevard lepo-lepo kecamatan Baruga

B. Pengertian Stadion Sepakbola

Stadion : Stadion adalah sebuah bangunan yang umumnya digunakan

untuk acara olahragadan konser, dimana didalamnya terdapat

lapangan atau pentas yang dikelilingi tempat berdiri atau

duduk bagi penonton. Bangunan stadion olah raga

merupakan jenis bangunan teater besar untuk

mempertunjukan yang memepertunjukkkan

pertandingan-pertandingan antaranya olahraga basket, voly, badminton ,

bola kaki dll (belly kurniawan)

Sepak bola : Sepak bola adalah cabang olahraga yang

menggunakan bola yang terbuat dari bahan kulit dan

dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan

11 (sebelas) orang pemain inti dan sebagian pemain

cadangan. Memasuki abad ke-21, olahraga ini telah

dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di 200 negara, yang

menjadikannya olahraga paling populer di dunia. Sepak bola

bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan

menggunakan bola ke gawang lawan. Sepak bola dimainkan

dalam lapangan yang berbentuk persegi panjang, di

atas rumput atau rumput sintetis.(http://id.wikipedia

(14)

2

Atap : Penutup rumah (bangunan) sebelah atas; benda yg dipakai

untuk menutup atas rumah: rumbia (ijuk) perabung upih, pb) barang yg baik bercampur dng barang yg buruk; (Kamus Bahasa Indonesia Edisi Kedua, 1994 ). atau penutup bangunan di bagian atas,atap merupakan elemen vital pada

konstruksi sebuah rumah(kumpulan artikel)

Tenda kabel : Struktur Kabel Adalah sebuah sistem struktur yang bekerja

berdasarkan prinsip gaya tarik, terdiri atas kabel baja, sendi,

batang,membrane penutup dsb yang menyanggah sebuah

penutup yang menjamin tertutupnya sebuah bangunan.

C. Latar Belakang

Manusia merupakan makhluk yang selalu berkembang dan berubah menurut

perkembangan jaman. Proses perubahan dan perkembangan itu sendiri

membutuhkan sebuah aspek yang bernama kesehatan. Kesehatan sendiri diperoleh

melaui sebuah kegiatan yang disebut olah raga. Olah raga merupakan kegiatan

olah tubuh yang melibatkan fisik sehingga berdampak pada kesegaran jasmani

dan rohani. Kesegaran jasmani dan rohani dapat memengaruhi banyaknya aktifitas

yang dapat dilakukan tanpa rasa lelah yang berarti. Dengan demikian, kesehatan

yang bersifat kesegaran jasmani dan rohani dapat diperoleh melalui kegiatan olah

raga. Kegiatan olah raga sendiri memiliki banyak macam. Salah satu kegiatan

olah raga yang paling populer di dunia ini adalah sepak bola.

Olah raga ini merupakan olah raga yang digemari dari berbagai macam

kelompok umur dan berbagai macam strata sosial. Itu artinya, sepak bola

merupakan cabang olah raga yang dapat dimainkan dan diterima oleh semua

kalangan tanpa terkecuali. Selain itu juga alasan mengapa sepak bola dapat

diterima oleh semua kalangan, karena sepak bola adalah olah raga yang mudah,

murah dan meriah. Disebut mudah karena hanya terdapat 3 dasar dalam olah raga

ini, yaitu dribble (menggiring), passing (mengumpan) dan shooting (menendang).

Murah disebabkan olah raga ini hanya membutuhkan sebuah bola dan dapat

dimainkan dimanapun tanpa membutuhkan sebuah lapangan yang khusus. Dan

(15)

3 berinteraksi untuk memerebutkan sebuah bola yang harus dimasukkan ke sebuah

gawang serta adanya sorak sorai dari nyanyian suporter yang mendukung timnya

masing-masing, sehingga makin memeriahkan suasana dan makin memotivasi

semangat para pemain yang bermain untuk meraih kemenangan.

Di Indonesia animo publik terhadap sepak bola tidakperlu diragukan lagi

Semangat mereka dalam mendukung tim yang mereka idolakan sangat besar. Hal

itu dapat terlihat dari kompetisi Indonesia Super League, kompetisi dengan strata

paling tinggi di Indonesia yang diikuti sebanyak 18 tim terbaik di Indonesia, yang

hampir selalu dipenuhi belasan ribu penonton di setiap stadion yang memainkan

pertandingan sepak bola. Akan tetapi, besarnya animo penonton kurang diimbangi

dengan kelayakan infrastuktur stadion. Hampir semua stadion di Indonesia tidak

layak untuk menggelar pertandingan yang bersifat skala internasional.

Infrastruktur stadion masih rendah kualitasnya, seperti lapangan yang

bergelombang, system drainase lapangan yang jelek, ruang ganti pemain tidak

layak, tribun penonton kurang bagus, penerangan lampu stadion kurang dari 1300

lux dan masih banyak lagi masalah yang berkaitan dengan rendahnya infrastrutur

stadion di Indonesia.

Di Indonesia terdapat beberapa stadion yang berstandar internasional, seperti

Gelora Bung Karno (Jakarta), Gelora Bung Tomo (Surabaya), Gelora Jakabaring

(Palembang), Stadion Palaran (Samarinda), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung).

Dari jumlah tersebut jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, seperti

Malaysia ataupun Singapura, kondisi stadion di Indonesia jelas kalah dari kondisi

stadion di 2 negara tersebut. Padahal kompetisi di Malaysia dan Singapura masih

kalah jauh meriah dibandingkan dengan kompetisi di Indonesia. Malahan, saat ini

banyak dari pemain tim nasional Singapura yang bergabung dengan klub-klub di

Indonesia.

Pada umumnya stadion di klasisfikasi berdasarkan fsilitas yang disediakan

baik berupa sarana olahraga dan fasilitas pendukung lainnya serta kapasitas

kemampuan menampung penonton yang disediakan oleh stadion itu ,klasifikasi

stadion dibagi menjadi menjadi 3 tipe yaitu tipe A, dengan kapasitas 30.000

sampai 50.000, tipe B dengan kapasitas penonton 10.000 sampai 30.000, dan tipe

(16)

4 rata-rata memiliki rating tipe C jelas sangat ironis untuk perkembangan sepak

bola di Indonesia. Seharusnya dengan kondisi kompetisi yang begitu meriah,

pembangunan stadion yang berstandar internasional harus diperhatikan. Agar

korelasi hubungan antara proses peningkatan kualitas permainan harus didukung

dengan pembangunan infrastruktur yang bagus pula.

Mencermati dari latar belakang di atas bahwa standar stadion di kota kendari

belum layak bahkan untuk standar nasional, sudah selayaknya Kota kendari

memiliki stadion yang layak untuk untuk menggelar pertandingan-prtandingan

tingkat nasional di kota kendari , dan membangun sebuah stadion yang berstandar

internasional agar proses perkembangan sepak bola di kota kendari dapat

maksimal.

Namun pada saat ini stadion di Kota Kendari masih belum memenuhi syarat

sebagaimana layaknya stadion yang dapat digunakan untuk

pertandingan-pertandingan internasional maupun local, hal ini dikarenakan kondisi stadion yang

rusak parah dan tidak memiliki fasilitas-fasilitas yang memenuhi syarat. Dengan

kondisi Stadion seperti ini, namun muncul masalah baru lagi yaitu lahan yang

digunakan sebagai stadion sepak bola kebanggan masyarakat kota Kendari

merupakan lahan sengketa dan telah dimenangkan oleh pihak penggugat, sehingga

nasib stadion Lakidende kini diambang pembongkaran.

Kota Kendari kini sangat membutuhkan stadion baru sebagai pengganti

stadion yang lama yang dapat menampung segala aktvitas pertandingan dan dapat

menjadi kebanggaan masyarakat kota Kendari, sehingga para

penggemar-penggemar sepak bola dapat menikmati pertandingan-pertandingan sepak bola

dengan nyaman .

Pada stadion yang di rencanakan ini beberapa fasislitas-fasilitas yang telah di

sebutkan di atas akan di lengkapi,agar para atlet sepak bola yang bertanding di

stadion ini tidak perlu lagi menyewa hotel di luar area stadion dan tidak akan lagi

memerlukan alat transportasi. Pada saat ini biasanya atap stadion menggunakan

struktur atap rangka ruang namun pada desain ini menggunakan strutur atap tenda

kabel.Pada system struktur kabel,jelas tidak hanya kabel saja yang

berpengaruh,tetapi ada komponen lainnya yang perlu di perhatikan,Struktur kabel

(17)

5 membrane (cladding),Selaput/tenda (membrane),Balok pengaku (compression

ring dan tension ring) dan Tumpuan /kolom penambat (angkur).

Fenomena struktur tarik yang luar biasa adalah besaran system structural

bebas dari besaran bentang.Karena itu kabel adalah komponen struktur yang

sangat ekonomis untuk menutup permukaan yang luas.Keringanan kabel sangat

mengurangi beban sendiri konstruksi,untuk bentang yangyang meliputi ratusan

meter,struktur kabel mengungguli semua system lain karena daya tahannya besar

terhadap gaya tarik.Kabel sangat fleksibel karena diameternya sangat lebih kecil

dari panjangnya,sifat fleksibel ini menunjukan daya lengkung (deformasi) terbatas

sesuai dimensi kabel itu sendiri.Konstruksi semacam ini sering di sebut konstruksi

minimum, karena konstruksi ini meneruskan beban luar dengan deformasi

minimum kepada penyangga

D. Rumusan Masalah

Masalah yang akan dikaji dalam proses desain Stadion dapat dirumuskan

sebagai berikut:

1. Bagaimana merencanakan sistem sirkulasi yang sesuai bagi para

pengunjung stadion sepak bola?

2. Bagaimana merencanakan system struktur yang dapat membentuk fasad

bangunan dan menghasilkan estetika ?

E. Tujuan

1. Merencanakan sistem sirkulasi yang sesuai bagi para pengunjung stadion

sepak bola.

2. Merencanakan sistim struktur yang dapat membentuk fasad bangunan dan

menghasilkan estetika.

F. Lingkup Pembahasan dan Batasan Masalah

1. Lingkup Pembahasan

Lingkup pembahasan dalam penulisan ini lebih dititik beratkan pada

aspek-aspek perencanaan dan perancangan arsitektur, terutama yang

menyangkut dengan bangunan yang direncanakan. Dengan melihat hal-hal

(18)

6 penting dalam perencanaan akan dibahas sesuai dengan kaitan dan

permasalahannya.

2. Batasan Masalah

Adapun yang menjadi batasan pokok perancangan dalam perencanaan

Stadion sepakbola dengan struktur atap tenda dan kabel di kota kendari di

Kota Kendari adalah dalam proses perancangan stadium ini hasrus dapat

menyesuaikan dengan keadaan kota Kendari pada khususnya, dan juga

perancangan di fokuskan dalam ilmu arsitektur dan hal-hal lain terutama

ilmu struktur sebagai penunjang pembahasan. Sedangkan hal-hal lain yang

terkait di jadikan pelengkap dalam pembahasan.

G. Manfaat Perencanaan

1. Manfaat penelitian bagi ilmu pengetahuan adalah untuk menambah

pengetahuan mengenai perancangan stadion sepakbola secara menyeluruh

dari segi ilmu arsitektur.

2. Manfaat bagi pemerintah daerah adalah tersedianya wadah olahraga

sepakbola yang dapat meningkatkan pendapatan daerah pertahun dalam

bidang olahraga

3. Manfaat bagi masyarakat adalah dapat merangsang minat masyarakat

umum akan pentingnya sebuah olahraga, serta dapat menjadikan

(19)

7

BAB II

RANCANGAN TAPAK

A. Lingkup Perancangan

Perencanaan stadion sepakbola dengan struktur atap tenda dan kabel di

Kendari merupakan wadah untuk masyarakat kendari untuk dapat

mengembangkan bakatnya dalam bidang olahraga, serta sebagai sarana

rekreasi masyarakat sekitar pada bagian tapaknya. Tampilan bangunan yang

unik memiliki nilai tambah tersendiri, sehingga diharapkan dapat menjadi

landmark kota Kendari.

B. Lokasi dan Tapak

Lokasi arahan pembangunan stadion sepakbola terletak pada BWK VI

kecamatan baruga kelurahan lepo-lepo pada jalan bouleverd. Wilayah

pembangunan ini memiliki potensi sebagai berikut :

1. Lokasi berada pada area strategis yang diapit oleh jalur perimer dan

skunder, yakni jalan Christina M. Tihahu dan jalan Piere Tendean,

sehimgga dapat mendukung kemudahan pencapaian pada site.

2. Lokasi mudah dicapai, aman, murah oleh sistem angkutan dalam kota.

3. Berada dekat dengan kawasan permukiman penduduk.

4. Tersedia sarana penunjang utilitas meliputi listrik, telepon, air, sanitasi

dan keamanan.

Tapak memiliki keunggulan-keunggulan sebagai berikut :

a. Tapak berada dalam kawasan yang diperuntukkan sebagai area

perkembangan (sesuai dengan peruntukkan lahan).

b. Luas tapak yang sesuai dengan kebutuhan ruang dan menampung

segala aktifitas.

c. Tapak berada di area hijau yang merupakan salah satu faktor

pendukung untuk sarana olahraga yang alami dan meminimalisir

(20)

8 d. Tapak mudah dicapai, baik ditinjau dari jarak, kondisi pencapaian

maupun transportasi.

e. Tapak tidak berdekatan dengan sumber gangguan bau, lokasi

penimbunan sampah, pengelolaan limbah/zat kimia lainnya yang

berbahaya karena tidak berdekatan dengan kawasan industri.

f. Tapak berbatasan langsung dengan jalan yang cukup potensial sebagai

pintu masuk menuju tapak.

g. Dan tapak sangat sesuai dengan standard pemilihan lokasi peruntukkan

stadion, yaitu:

(a) Akses menuju Bandar udara lancar dan bebas hambatan.

(b) Jarak antara pusat kesehatan atau rumah sakit dengan lokasi

stadion dapat dijangkau dengan cepat.

h. Jarak antara tapak dan POLDA Sultra dan Markas BRIMOB Sultra

cukup dekat, sehingga pencapaian ke tapak sangat cepat bila terjadi

keributan antar supporter.

a. Pendekatan dalam penentuan tapak

1) Tapak harus memiliki luas lahan yang besar, sehingga dapat

menyediakan lahan parkir yang memadai.

2) Bangunan yang akan direncanakan di dalam tapak keamanannya

harus terjamin.

3) Pencapaian mudah dari segala arah.

4) Tersedianya infrastruktur kota.

5) Letak site berada di kawasan yang tidak terlalu ramai, sesuai

dengan fungsi bangunan yang membutuhkan kenyamanan bagi

para pengguna stadion. Dikarenakan tingkat kebisingan yang

ditimbulkan lebih tinggisehingga mengganggu kenyamanan sekitar

(21)

9

b. Batas-batas Tapak

Batasan Tapak adalah sebagai berikut:

Tapak berada di jalan Boulevard kecamatan Baruga dengan rincian :

1) Luas tapak 160.000 m2

2) Kondisi tanah padat dan baik

3) Batas site :

- Sebelah utara berbatasan dengan jalan utama lahan kosong dan

perumahan warga

- Sebelah selatan berbatasan langsung dengan lahan kosong

- Sebelah barat, berbatasan dengan perumahan dan lahan kosong

- Sebelah timur berbatasan langsung dengan lahan kosong

C. Arah Orientasi Bangunan

Arah orientasi bangunan Stadium menghadap ke arah timur laut, arah

tersebut dipilih karena disesuaikan dengan standar dan rekomendasi fifa yaitu

orientasi matahari tidak boleh melewati lapangan secara horizontal dikarenakan

dapat menyilaukan mata para pemain.

TAPAK

(22)

10 D. Pencapaian Ke Tapak

1) Pencapaian ke arah tapak melalui jalur pierre tendean. Lebar jalan 12 m,

berfungsi sebagai jalan primer, memiliki 2 jalur.

2) Pencapaian ke tapak melalui jl.Brigjend Katamso. Dengan lebar jalan 8

meter status jalan primer.

3) Pencapaian dari bandara udara halu oleo dapat ditempuh sekitar 30

menit.Dan pencapaian menuju rumah sakit bahtera mas sekitar 700 m dari

tapak.

4) Dan pencapaian yang mudah dapat diakses melalui jalan boulevard

E. Sistem Parkir

Area parkir dalam tapak dibedakan menjadi 3 bagian yaitu :

1. Parkir Pengelola dan VIP

2. Parkir Pengunjung Tandang

3. Parkir Pengunjung Kandang

Gambar II.2 Arah Orientasi Bangunan

(23)

11 Sistem parkir kendaraan menggunakan bentuk parkir sudut 45o dan parkir

tegak lurus (perpendicular). Parkir kendaraan roda empat untuk pengunjung menggunakan parkir sudut 45o dan tegak lurus. Sedangkan Parkir kendaraan

roda dua baik pengunjung dan pengelola menggunakan parkir tegak lurus.

F. TATA RUANG LUAR Material yang digunakan

1. Soft material

- Palem Raja, berfungsi sebagai tanaman pengarah untuk sirkulasi,

baik kendaraan maupun pejalan kaki. Gambar II.4 Pembagian Parkir

Gambar II.5 Palm Raja

B

A

C

C

Keterangan :

(24)

12 - Trembesi, berfungsi sebagai tanama peneduh dan penyaring debu,

sehingga tanaman ini diletakkan diarea parkir dan tepi jalan sebagai

penyarng debu.

- akasia berfungsi juga sebagai pemecah sinar matahari/pembias

cahaya.

- Jenis perdu

1. Menggunakan perdu rendah yaitu Asoka sebagai pembatas dan

pengarah pada sisi-sisi bangunan.

2. Rumput kaki gajah, sebagai tanaman penutup tanah (Ground Cover).

Gambar II.6 mahoni

Gambar II.7 Akasia

Gambar II.8 Jenis Perdu

(25)

13 2.Hard material

- Paving Blok digunakan sebagai pedestrian dan sirkulasi pejalan kaki masuk dan keluar tapak.

- Aspal digunakan pada jalur kendaraan roda dua dan roda empat. Gambar II.10 Paving Block

(26)

14

BAB III

PERANCANGAN BANGUNAN

A. Konsep Bangunan

Tampilan bangunan struktur kabel diikat pada dua buah lengkungan yang

besar dan diteruskan pada tanah yang diikat pada angkur untuk menahan beban

yang ada.Lengkungan besar inilah yang membentuk fasad bangunan sehingga

menghasilkan bentuk yang menarik. Upper struktur tidak sepenuhnya menutupi

stadion, agar cahaya dapat digunakan untuk maintenance rumput dan pencahayaan

alami.

Konsep bangunan di tekankan kepada struktur atapnya,karena pembentuk bangunan

yaitu berasal dari bentuk struktur atap. Bangunan memiliki 4 arah untuk masuk ke

dalam bangunan, dan pada 4 arah tersebut memiliki 18 pintu masuk pada lantai 1

dan pada lantai 2 terdapat 4 pintu masuk. Untuk pengunjung tim tamu berada pada

sisi kiri bangunan sedangkan tim tuan rumah berada pada sisi kanan bangunan hal

ini di haruskan agar terjadi pemisahan antara pengunjung tuan rumah dan

Pintu masuk Penonton yang menggunakan bus

Pintu masuk, VIP. Wartawan dan servis Gambar III.1.Tampilan Bangunan

(27)

15

B. Tata Ruang Mikro

Fungsi dan fasilitas yang ada dalam bangunan :

Stadion sepak bola meliputi lapangan, tribun, dan ruang-ruang pendukung

Fasilitas utama meliputi :

- Ruang ganti pemain dengan toilet

- Ruang ganti pelatih dan wasit

- Ruang pijat

- Ruang kesehatan

- Ruang pemeriksaan obat terlarang

- Ruang pemanasan

- Ruang latihan

- Tribun penonton biasa

- Tribun VIP

- Toilet penonton

- Kantor pengelola

- Ruang pertemuan

Gambar III.3 Fasade Depan Bangunan

(28)

16

Fasilitas ini menyediakan makanan dan minuman yang dapat dibeli

penonton saat pertandingan berlangsung. Kebutuhan ruang :

- Banquet

b. Ruang pertemuan

Fasilitas ini merupakan tempat pertemuan para pejabat olahraga, temu

pers dan penjamuan. Kebutuhan ruang :

(29)

17

- Janitor

- Toilet

c. Pusat kebugaran

Fasilitas ini disediakan untuk para atlit maupun masyarakat umum.

Kebutuhan ruang:

Tempat penyimpanan, memelihara dan memajang berbagai prestasi dan

informasi tentang olahraga sepak bola dan futsal Kebutuhan ruang:

- Ruang pameran

- Ruang pengelola

- Ruang penyimpanan

e. Snack bar dan retail

Menyajikan dan menjual barang yang berhubungan dengan olahraga dan

makanan ingan. Fasilitas Hiburan.

f. Fasilitas Perbelanjaan

- Retail Shop dan Suovenir Shop

Menyajikan dan menjual barang-barang yang berhubungan denagn sepak

bola, seperti : TOB ( Toko Olahraga Bola ), Sport Station, serta berbagai

barang-barang yang biasanya penjualannya dapat digabungkan dengan

barang-barang olah raga.

g. Museum

- Ruang Display

Memamerkan benda-benda dan memperkenalkan tentang sejarah yang

(30)

18

C. Pola Hubungan Ruang

Penyusunan pola hubungan ruang didasarkan pada keterkaitan antara ruang publik,

semi publik, dan service.

1) Hubungan ruang utama

PARKIR

PRIVAT ENTRANCE

MIXED ZONE

LAPANGAN

MEDIS

R.GANTI WASIT

R.GANTI PEMAIN 2

R.GANTI PEMAIN 1

(31)

19

Ruang ganti atlit

R. ganti pelatih

R. ganti wasit

Tribun VIP

Tribun Biasa

R. tes dopping

R .pemanasan

R. pertemuan teknis

R. delegasi pertandingan

Ruang pijat

Ruang P3K

Ruang pengelola

Ruang pers dan media

Gudang

Ruang keamanan

Ruang mesin

Snack corner

Mushollah

Loket / tiket box

Keterangan :

Erat

Tidak berhubungan

(32)

20

a. Hubungan ruang pendukung / restoran

(33)

21

b. Hubungan ruang pertemuan serbaguna

R.pertemuan

Lobby

Ruang pengelola

Ruang peralatan

Ruang rapat

Dapur

Toilet

ENTRANCE LOBBY

DAPUR/PANTRY R.PERALATAN

RUANG PERTEMUAN

TOILET R.RAPAT

(34)

22

c. Hubungan ruang pusat kebugaran

(35)

23

d. Pola hubungan ruang museum

Ruang display

R.pengelola

R.penyimpanan

Toilet

e. Hubungan ruang retail dan souvenir shop

Entrance

Kasir

R.display

Gudang

Toilet

R.PENGELOLA

R.DISPLAY

PENYIMPANAN

TOILET ENTRANCE

ENTRANCE RUANG

DISPLAY KASIR

(36)

24

f. Hubungan ruang pengelola gedung

RUANG KERJA

Ruang manager

R.asisten manager

Ruang karyawan

Ruang ganti

Ruang tunggu

R.penyimpanan

Toilet

g. Hubungan ruang teknis

R.DIREKTUR

R.MANAGER OPERASIONAL

ASS.MANAGER

R.STAF DIVISI R.KEPALA DIVISI

CCTV

ENTRANCE R.OPERATOR

SOUND SYSTEM

(37)

25

Lapangan permainan 1 11.180 11180

(38)

26

(39)

27

NAMA RUANG JUMLAH

RUANG

NAMA RUANG JUMLAH

RUANG

Tabel III.3.Besaran Ruang Fitnes Centre

(40)

28

Ruang Penyimpanan 5 120 125.4

Toilet pria & wanita 1 21.8 21.8

Total 928.78 946

NAMA RUANG JUMLAH

RUANG

NAMA RUANG JUMLAH

RUANG

Tabel III.5.Besaran ruang kerja

(41)

29

NAMA RUANG JUMLAH

RUANG

(42)

30

NAMA RUANG JUMLAH

RUANG

NAMA RUANG JUMLAH

RUANG

Tabel III.8. Besaran Ruang Kabin dan crew tv

(43)

31

Ruang rapat 1 48.92 51.8

Dapur 1 39.5 41.1

Toilet pria & wanita 1 6 6

Total 422.53 431.66

NAMA RUANG LUAS SEBELUM

M2

LUAS SESUDAH M2

RESTORAN 689.09 679.44

FITNES CENTRE 744.72 749.04

MUSEUM 928.78 946

RUANG KERJA 368.39 487.8

RETAIL SHOP 775.4 894

HOTEL 938 2244.9

KABIN CREW 1104

RUANG PERTEMUAN 422.53 431.66

TOTAL 4866,91 7536,84

Jadi selisih besaran ruang ;

Sebelum perancangan = 26881.68m2

Sesudah perancangan = 28985.84m2

Selisih (Deviasi) besaran ruang :

x100

= 7,827 %

(44)

32

Pemilihan sub struktur (pondasi) dengan pertimbangan kondisi

tanah pada lokasi. Adapun jenis sub struktur yang digunakan adalah

dengan menggunakan pondasi poer plat dan tiang pancang, pondasi

batu gunung menerus, dan pondasi rakit untuk lapangan dan lift.

Gambar III.5 Pondasi Poer Plat dan Pancang

Tanah Urug

(45)

33

digunakan pada area utama penopang struktur tribun, sedangkan garpu

ganda digunakan pada area luar bangunan sebagai penopang area sirkulasi

penonton.

Gambar III.7 Pondasi Menerus

Gambar III.8 Sistem Portal pada area tribun

(46)

34

c. Upper Struktur

Stadium menggunakan sistem Tansile Resistance yang didukung dengan

rangka kaku dan menggunakan penutu atap tenda. Tansile resistance sendiri

merupakan sistem tarik yang mengikat pada rangka baja yang menggunakan

bahan kabel penarik baja. penutup struktur atap sendiri menggunakan jenis

bahan tenda sintetis khusus.

Pada struktur kabel tidak hanya kabelnya yang berpengaruh namun ada

beberapa komponen penting lainnya seperti :

1) Tali baja

2) Joint kabel dan membrane (cladding)

3) Selaput/tenda (membran) yang digunakan sebagai atap penutup

4) Balok pengaku (compression ring dan tension ring)

5) Tumpuan/kolom dan penambat (angkur)

Gambar III.10 Kolom Angkur

(47)

35

E. Tata Ruang Dalam

Penggunaan material ruang dalam disesuaikan dengan fungsi bangunan

sehingga efek yang diinginkan dari penggunaan material tersebut dapat

mendukung fungsi ruang sehingga terjadi hubungan yang harmonis antara

material dengan fungsi masing – masing ruang pada interiornya dan pada

akhirnya memberi nuansa nyaman kepada pengguna bangunan. Penggunaan

material-material dapat dilakukan pada bagian-bagian sebagai berikut :

1. Lantai

a. Tegel Granit

Tegel granit yang digunakan berukuran 60 x 60 cm, ukuran tersebut

dipergunakan untuk memberi kesan luas pada ruang. Penggunaan tegel

granit diletakkan pada lobby atau hall.

b. Tegel keramik

Tegel keramik yang digunakan berukuran, 40 × 40 cm, 60 × 60 cm. Gambar III.12 Konstrukisi belokan kabel

(48)

36

2. Dinding

Material yang digunakan adalah dinding yang terbuat dari batu bata dan

dinding partisi, dinding ini sebagai pemisah antar ruang.

3. Plafond

Material yang digunakan adalah Gypsum dan Kalsiboard, karena material

ini dapat meredam kebisingan dalam ruang juga sebagai pembentuk

estetika dalam bangunan.

F. Sistem Pengkondisian Ruang

1. Sistem Pencahayaan

Pada umumnya ruangan menggunakan pencahayaan buatan menggunakan

penerangan lampu pada malam hari. Dan untuk pencahayaan buatan pada

lapangan permainan menggunakan lampu yang dapat menghasilkan

cahaya minimal 800 lux

Pencahayaan buatan menyeluruh digunakan pada semua ruang dalam

bangunan antara lain menggunakan lux space sereno

Gambar III.13. Pencahayaan pada lapangan permaiunan

(49)

37

2. Sistem Penghawaan

Sistem penghawaan dilakukan dengan dua cara yaitu penghawaan alami

dan penghawaan buatan. Penghawaan alami dilakukan dengan memberi

bukaan pada bagian yang dianggap perlu, serta memanfaatkan unsur

tanaman sebagai vegetasi buatan yang akan menahan radiasi panas masuk

ke dalam ruangan secara langsung. Sedangkan untuk penghawaan buatan

menggunakan AC sentral pada ruangan.

G. Sistem Utilitas 1. Instalasi Listrik

Sistem elektrikal selain berasal dari PLN juga berasal dari genset sebagai

sumber listrik cadangan. Genset dilengkapi dengan Automatic Switch

sehingga dapat langsung dikirim apabila terjadi pemadaman listrik dari

PLN.

2. Jaringan Air Bersih

Jaringan air bersih dilayani oleh gabungan sumber PDAM dan sumur

pompa. Pendistribusian air dimulai dari menampung air sementara, baik

yang berasal dari PDAM maupun air tanah pada bak penampungan bawah

(reservoir bawah) untuk selanjutnya di teruskan ke bak penampungan atas

(reservoir atas). Kemudian air didistribusikan ke unit-unit yang

membutuhkan dengan menggunakan boster.

3. Jaringan Air Kotor

Sistem pembungan disposal padat menggunakan septictank dan sumur

resapan dengan dasar pertimbangan letak toilet tersebar. Untuk disposal

cair diteruskan ke bak kontrol dan diteruskan ke got besar yang

selanjutnya diteruskan ke riol kota. Pembungan air hujan dialirkan ke got

besar dan kemudian diteruskan ke saluran pembungan kota.

4. Persampahan

Samapah-sampah yang berupa sisa-sisa bahan padat dikumpulkan, menuju

ketempat penampungan (bak sampah). Sampah yang dikumpulkan pada

(50)

38

servis ke bak penampungan sementara yang selanjutnya akan diangkut

oleh mobil sampah untuk diteruskan ke tempat pembungan akhir.

5. Sistem Komunikasi

Untuk komunikasi keluar dan kedalam gedung menggunakan layanan

komunikasi dari pusat telepon (Telkom), sedangkan untuk kepentingan

komunikasi satu arah digunakan pengeras suara melalui ruang operator

dan menggunakan sistem fiber optic.

6. Pencegahan dan penanggulangan Kebakaran.

Pencegahan dan penanggulangan kebakaran di dalam bangunan

menggunakan Fire Alarm System dan alat pemadam kebakaran ringan.

7. Sistem Penangkal Petir

Sistim penangkal petir yang akan digunkan pada bangunan stadion ini

adalah sistim penangkal petir sangkar faraday yang diletekkan pada tepi

atap tribun. Sistim bangunan dikurung dalam suatu kurungan logam yang

kemudian ujung logam tersebut ditanam ke dalam tanah

8. Sistem keamanan terhadap tindak kriminal

Sistem keamanan dalam bangunan ini dilakukan dengan menyediakan

fasiliatas pengamatan dan pencegahan, antara lain :

a. Sistem CCTV (Central Circuit Television), untuk memonitor segala

penjuru bangunan yang diperkirakan dapat menjadi tempat terjadinya

kriminalitas, seperti pencurian dan sebagainya.

b. Sistem alarm, yang diaktifkan pada waktu-waktu tertentu.

c. Satuan pengamanan (Satpam) yang bertugas 24 Jam,serta kesatuan

(51)

39

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari laporan ini yaitu Stadion yang direncanakan

menggunakan struktur atap tenda dan kabel, dimana Tansile Resistance yang

didukung dengan rangka kaku dan menggunakan penutu atap tenda. Tansile

resistance sendiri merupakan sistem tarik yang mengikat pada rangka baja yang

menggunakan bahan kabel penarik baja. penutup struktur atap sendiri

menggunakan jenis bahan tenda sintetis khusus. Pada struktur kabel tidak hanya

kabelnya yang berpengaruh namun ada beberapa komponen penting lainnya

seperti :

1) Tali baja

2) Joint kabel dan membrane (cladding)

3) Selaput/tenda (membran) yang digunakan sebagai atap penutup

4) Balok pengaku (compression ring dan tension ring)

5) Tumpuan/kolom dan penambat (angkur)

Dengan adanya stadion sepakbola yang bertarap internasional diharapkan

kendari dapat menjadi tuan rumah PON pada khusnya dan Indonesia menjadi tuan

rumah Piala dunia pada khususnya. Dengan diselanggarakannya PON di Kendari

diharapkan dapat meningkatkan sumber pendapatan daerah. Diharapkan nantinya

stadon ini dapat menjadi landmark kota sehingga kota Kendari dapat bersaing

dengan wilayah-wilayah pulau jawa dalam bidang olahraga.

B. Saran

Dengan adanya perencanaan stadion sepak bola di Kota Kendari diharapkan

akan terealisasi oleh pihak pemerintah atau swasta agar minat dan bakat

masyarakat Sulawesi Tenggara dan khususnya Kota Kendari pada bidang

(52)

DAFTAR PUSTAKA

Ching D.K Francis , Hanoto Adjie Ir. (1994) Arsitektur Bentuk Ruang dan Tatanannya. Erlangga. Jakarta

Heinz Frick.(1998).Sistem bentuk Struktur bangunan.Kanisius.Yogyakarta.

Tlistyo, H. (2005). Jurnal Arsitektur. Struktur kabel pada national atletics stadium

, 34.

Holgates (1997), struktur kabel(teknologi dan desain. PT.Rafika Aditama. Bandung

Hendraningsih, dkk, (1992), Peran, Kesan dan Pesan Bentuk-bentuk Arsitektur

Erlangga. Jakarta

Neufert, Ernst, Sjamsu Amril, (1999), Data Arsitek Jilid II, Erlangga, Jakarta

Neufert, Ernst, Sunarto Tjahjadi, (1997), Data Arsitek Jilid I, Erlangga, Jakarta Poerbo, Hartono. (1992). Utilitas Bangunan Buku Pintar Untuk Mahasiswa

Arsitektur Sipil. Djambatan : Jakarta

Schodek, Daniel L. (1998). Struktur. PT.Rafika Aditama. Bandung

Sukawi,(2011), jurnalarsitektur, struktur membrane dalam bangunan bentang lebar.57

Surat Keputusan Bersama antara Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Pemuda

dan Olahraga Nomor 483/KPTS/1991 & Nomor066/MENPORA/1991,

mengenai Tata Cara Perencanaan Teknik BangunanStadion

(SNI-T25-1991-03)

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. (1989),

Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta.

Santoso, B. B. (2009). pengantar arsitektur pertamanan. Surabaya: Penebar Swadaya.

(53)

W.J.S. Poerwadarminta, (1985). Kamus Umum Bahasa Indonesia, PN Balai

Pustaka, Jakarta,

.

Sumber Internet

www. national_athletics_stadium . com

www.google,lapangan sepakbola

http://1.bp.blogspot.com/ Indoor%2BHydrant%2BSatpam%2BGaul.jpg

http://healthsafetyprotection. content/uploads/2011/11/ I.jpg

http://healthsafetyprotection. content/uploads/2011/11/ I.jpg

(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)

Gambar

Gambar II.1 Peta Kecamatan Baruga
Gambar II.2 Arah Orientasi Bangunan
Gambar II.5 Palm Raja
Gambar II.9 Rumput gajah
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pada umumnya ruang terbuka merupakan tapak atau area yang tidak ditutupi oleh bangunan, jalan, lahan parkir, perkerasan dan lain sebagainya baik bentukan yang

Potensi yang ada pada tapak ini adalah luasannya yang cukup luas dengan lahan tersedia yang dapat mencakup kebutuhan luas bangunan Pusat Kebudayaan Jawa Pesisir

Melalui game sepak bola ini, bermain bola tidak lagi harus menggunakan lapangan nyata yang membutuhkan lahan yang luas, cukup menggunakan smatphone/ tablet dengan sistem

Memiliki lahan yang yang cukup luas untuk dibangunnya bangunan student housing ini, sehingga dapat menampung aktivitas didalamnya, diantaranya penyediaan lahan

Hal ini disebabkan karena bangunan yang dirancang membutuhkan tapak yang cukup luas sementara ketersedian tapak berupa lahan kosong terbatas maka salah satu dari

Bentuk dari tempat parkir dapat menyesuaikan kebutuhan dan luas lahan yang tersedia pada site maupun bangunan yang akan dirancang.. 11 Layout Tempat

Proyek Sukaramai Trade Center II STC II merupakan proyek pembangunan gedung parkir yang dibangun secara vertikal dan bertujuan untuk menyediakan lahan parkir untuk bangunan Sukaramai

Setiap kegiatan perencanaan, perancangan, dan pelaksanaan tapak bangunan umum yang memiliki luas lantai sama atau lebih besar dari 300 m2 perlantai harus memperhatikan persyaratan