• Tidak ada hasil yang ditemukan

ALIRAN GAS SATU DIMENSI PADA KECEPATAN TINGGI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ALIRAN GAS SATU DIMENSI PADA KECEPATAN TINGGI"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

ALIRAN GAS SATU DIMENSI

PADA KECEPATAN TINGGI

(2)

Sub-chapters

z

8.1. The speed of sound

z

8.2. Steady, frictionless, adiabatic,

one-dimensional flow of a perfect gas

z

8.3. Nozzle choking

z

8.4. High-velocity gas flow with friction,

heating, or both

(3)

Perbedaan prinsip antara aliran gas kecepatan tinggi dengan aliran fluida yang telah dipelajari sebelumnya mencakup hal berikut:

z Pada ekspansi aliran gas kecepatan tinggi, ada perubahan dari energi dalam ke energi kinetik. Akibatnya ada penurunan temp yang besar dan

kenaikan velocity.

z Kecepatan dari aliran gas sering = atau > kecepatan suara, yang dapat menimbulkan fenomena choking (tak ada kenaikan laju alir massa dengan penurunan tekanan di

downstream) dan shock waves (ledakan fluida pada satu lokasi sementara fluida kecepatan supersonic (> kec suara) bergerak.

(4)

Kecepatan Suara

z Dengan neraca massa dan momentum suatu volume kecil dalam aliran gas dengan tekanan sebagai satu-satunya gaya yang bekerja, maka:

z . (8.6)

z Pada Persamaan (8.6) P tidak hanya fungsi dari

ρ, tetapi juga fungsi dari temperatur. Pers (8.6)

berlaku untuk setiap perubahan tekanan termasuk gelombang suara. 2 / 1 d dP V ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ ρ =

(5)

z Suara adalah gangguan kecil tekanan udara yang berosilasi dengan frekwensi antara 20– 20000 Hz. Magnitude dari gangguan tekanan ini biasanya kurang dari 10-3 psi absolut atau 7

Pa.

z Ketika suara melalui fluida gas, aliran gas mengalami proses reversible adiabatic

compression-expansion. Temperature gas tidak konstan (tempÊ, ketika kompresi, tempË,

ketika ekspansi) tetapi entropi konstan. Dengan gelombang suara yang kecepatannya tinggi, gas tidak sempat mengalirkan panas ke bagian gas yang dingin di sekitarnya

(6)

z Pada kecepatan suara, Pers 8.6 memenuhi kondisi reversible adiabatic (entropi konstan)

sehingga (8.7a)

z Sebagai suatu kuantitas yang berbeda dengan kecepatan gas, Pers 8.7a berubah menjadi

z . (8.7b)

di mana c = kecepatan suara

1/ 2 s dP V d ⎛ ⎞ = ⎜ ρ ⎟ ⎝ ⎠ 1 / 2 s dP c d ⎛ ⎞ = ⎜ ρ ⎟ ⎝ ⎠

(7)

z Untuk suara yang melalui media gas ideal: (D.26)

z (8.11)

dimana (lihat Tabel 8.1) dan M = berat molekul

Dalam perhitungan engineering k dianggap konstan, meskipun berkurang sedikit dengan pertambahan temperature. ρ = ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ ρ kP d dP s v p /C C k = 1 2 1 2 1 2 ⎛ ⎞ ⎛ ⎞ ⎛ ⎞ = = = ⎜ ρ ρ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ / / / s dP kP kRT c d M

(8)

Table 1. Values of the ratio of specific

heats

1.3 or less More complex gases 1.30-1.33 Triatomic gases: H2O, CO2, etc

Not quite exact and temperature dependent

1.40 Diatomic gases:

N2, O2, H2, CO, NO, air etc

Exactly 1.666

Monatomic gases: He, Ar, Ne, Kr etc

Comment k

(9)

Contoh 8.2:

z Berapakah kecepatan suara pada udara dengan temperatur 68oF=528oR ? Jawab: 2 / 1 2 / 1 2 / 1 M kT R M kRT c ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ = ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ = 2 / 1 2 / 1 o 2 / 1 2 2 2 o 3 2 2 / 1 K . mol g s m 2 . 91 R . lbmol lbm . s ft 223 s . lbf ft . lbm 2 . 32 ft in 144 R lbmol ft in lbf 73 . 10 R ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ = ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ = ⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ =

(10)

z

.

z Kecepatan suara adalah fungsi dari temperature

dan bukan fungsi dari velocity.

z Kecepatan suara adalah sifat dari materi, bukan sifat dari aliran. Kalau temperatur berubah,

maka kecepatan suara juga berubah apakah fluida mengalir atau tidak

s / m 344 s / ft 1126 lbmol / lbm 29 R 528 x 4 . 1 . R . lbmol lbm . s ft 223 M kT R c 2 / 1 o 2 / 1 o 2 / 1 2 / 1 = = ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ = ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ =

(11)

Steady, Frictionless, Adiabatic,

One-Dimensional Flow of Perfect Gas

z

.

z Gambar 1. Sistem untuk steady, frictionless,

adiabatic, one dimensional flow

z Fluida mengalir dari reservoir R ke titik 1. Aliran dianggap bekerja satu dimensi pada arah aliran. Hukum Bernoulli: z . (8.13) R 1 1 2 R 2 2 V gz h 2 V gz h ⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ + + = ⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ + +

(12)

z Perubahan energi potensial ∆gz diabaikan untuk kebanyakan aliran gas kecepatan tinggi.

Diasumsikan R adalah reservoir pada upstream, di mana luas penampang sangat besar

dibanding luas penampang pipa Ö VR ≈ 0.

z . (8.14) 1 R R

0

;

z

z

V

=

=

(

R 1

)

p

(

R 1

)

(

R 1

)

2 1 T T ) 1 k ( M Rk 2 T T C 2 h h 2 V − − = − = − =

(13)

z

.

(lihat Appendix D)

z

.

(8.15)

z

.

z

.

(8.16)

[

M (k 1)

]

Rk C p − = ⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ − − = 1 T T 1 k 2 RkT MV 1 R 1 2 1 ; M c / V ; c RkT M 1 1 1 2 1 1 = = 1 2 1 k M T T 2 1 1 R = − +

(14)

z V/c = M = Mach number = rasio of local flow velocity to local speed of sound

z Untuk aliran supersonic, M >1; aliran sonic, M

=1; aliran subsonic, M <1 z . (8.17) z . (8.18) k /(k 1) k /(k 1) 2 R R 1 1 1 P T k 1 1 P T 2 − ⎛ ⎞ = = + ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ M 1/(k 1) 1/(k 1) 2 R R 1 1 1 T k 1 1 T 2 − ⎛ ⎞ ρ = = + ρ M

(15)

Contoh 8.3:

z Udara mengalir dari reservoir dimana

kecepatannya dapat diabaikan, pada temp 68oF.

z Berapakah temperatur gas pada titik dimana Mach numbernya adalah 2 ?

z Berapa kecepatan udara pada kondisi tsb. ?

z Jika tekanan udara di reservoir 2 bar dengan

density sebesar 2.39 kg/m3, berapa tekanan dan

(16)

Jawab:

z . (8.16)

z .

z .

z Temperatur gas turun ke -110oC menunjukkan

adanya konversi energi dari energi dalam ke energi kinetik. 80 . 1 1 2 1 4 . 1 2 T T 2 1 R = − + = K 15 . 293 R 528 F 68 TR = o = o = C 110 K 163 F 167 R 293 8 . 1 R 528 80 . 1 T T o o o o R 1 = = = = − = = −

(17)

z . z . z . z . (8.17) z . (8.18) s / ft 839 lbmol / lbm 29 R 293 x 4 . 1 . R . lbmol lbm . s ft 223 M kT R c 2 / 1 o 2 / 1 o 2 / 1 2 / 1 = ⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ = ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ = 1 1 1 V = c M =839ft / s . 2.0 1678ft / s= =511m / s psia 71 . 3 bar 256 . 0 82 . 7 bar 2 P ; 82 . 7 8 . 1 P P 1 ) 1 4 . 1 /( 4 . 1 1 R = − = = = = 3 3 1 ) 1 4 . 1 /( 1 1 R 0.549kg / m 35 . 4 m / kg 39 . 2 ; 35 . 4 8 . 1 = ρ = = = ρ ρ

(18)

z Jika A* dan V* adalah kondisi kritis di mana Mach number = 1 sebagai referensi:

.

(8.20)

z Substitusi rasio ρ = f(T) dan V=c M, maka

.

(8.21) z . Gambar 8.3. Efek M terhadap A dari M<1 hingga M >1 1 1 1 V * V * * A A ρ ρ = (k 1) / 2(k 1) 2 1 1 1 A 1 M (k 1) / 2 1 A * (k 1) / 2 1 + − ⎡ − + ⎤ = − + ⎣ ⎦ M 1.0 1.0 M * A A1

(19)

z Gambar 8.3 menunjukkan, pada daerah M <1, jika V ingin lebih besar, A diperbesar.

z Sebaliknya pada daerah M >1, jika ingin V lebih besar, A diperbesar.

(20)

Gambar 8.4. Relasi antara jarak dengan ρ, A dan

V pada sistem steady, frictionless, adiabatic, one dimesional flow

(21)

z Misalkan V mempunyai nilai kecil saat masuk

pipa dan bertambah secara linear dengan jarak. Karena aliran ini mengembang dengan naiknya A, ρ berkurang dengan jarak.

z Di daerah M <1, V naik lebih cepat dibanding turunnya ρ atau -(dρ/dx) < (dV/dx). Untuk

menjaga ρVA konstan, A harus diturunkan. Tetapi ketika V makin besar, ρ turun makin

besar, hingga pada M = 1, ρ turun secepat V naik atau -(dρ/dx) = (dV/dx).

z Ketika M >1, ρ turun jauh lebih cepat dibanding naiknya V atau -(dρ/dx) > (dV/dx). Untuk

(22)

z Juga dapat diturunkan:

. (8.23)

z Untuk gas ideal:

.

(8.24) ) 1 k ( 2 / ) 1 k ( 2 / 1 R R ] 1 2 / ) 1 k [( ) M / kRT ( * A m − + + − ρ = & ) 1 k ( 2 / ) 1 k ( 2 / 1 2 / 1 R R ] 1 2 / ) 1 k [( 1 R Mk T P * A m − + + − ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ = &

(23)

Contoh 8.6:

z Udara pada 30 psia dan 200oF mengalir dari

suatu reservoir ke dalam saluran (duct). Aliran adalah steady, adiabatic, dan frictionless. Laju alir udara adalah 10 lbm/s.

z Berapa luas penampang, temperatur, tekanan dan bilangan Mach di suatu titik dimana

(24)

Jawab: z .(8.14)

z

.

K 276 R 497 ] R lbmol / lbm [ s / ft 10 x 98 . 4 x 4 . 1 x 2 ) lbmol / lbm 29 )( 1 4 . 1 ( ) s / ft 1400 ( R 660 R 2 M k 1 k V T T o o 2 2 4 2 o 2 1 R 1 = = − − = ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ − − = s / m 333 s / ft 1092 lbmol / lbm 29 R 497 . 4 . 1 . R . lbmol lbm . s ft 223 M kT R c 2 / 1 o 2 / 1 o 2 / 1 2 / 1 = = ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ = ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ =

(25)

z

.

z .(8.17)

z

.

z

.

(8.24) 1 1400ft / s 1.282 1092ft / s = = M 70 . 2 497 660 T T P P k/(k 1) 1.4/(1.4 1) 1 R 1 R ⎟ = ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ = ⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ = − − kPa 5 . 76 psia 1 . 11 70 . 2 psia 30 P1 = = =

(

)

2 2 ) 1 4 . 1 ( 2 / ) 1 4 . 1 ( 2 2 / 1 o 2 / 1 o 2 / 1 2 m . s kg 437 in . s lbm 62 . 0 ] 1 2 / ) 1 4 . 1 [( )] s . lbf /( ) ft . lbm ( 2 . 32 [ ) R 660 ( ] R lbmol / lbm [ s / ft 223 4 . 1 . lbmol / lbm 29 in / lbf 30 * A m = = + − = + &

(26)

z

.

z .(8.21) 2 2 2 2 16.1in 0.0104 m ) in . s /( lbm 62 . 0 s / lbm 10 ) in . s /( lbm 62 . 0 m * A = & = = = 2 2 ) 4 . 0 ( 2 / 4 . 2 2 m 011 . 0 in 0 . 17 * A 059 . 1 A ; 059 . 1 1 2 / 4 . 0 1 2 / 4 . 0 x 282 . 1 282 . 1 1 * A A = = = = ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ + + =

(27)

Nozzle Choking

z

.

Gambar 8.8. Sistem untuk nozzle choking, P1 =

konstan, P2 < P1.

z Udara mengalir dari reservoir dengan tekanan P1 ke reservoir dengan tekanan P2 melalui nozzle yang konvergen (A berkurang). Dengan menjaga P1

konstan, P2 mulai dikurangi.

z Semakin kecil P2 ditetapkan, semakin besar laju alir massa .

(28)

z Saat P2/P1 mencapai 0,5283, laju alir massa menjadi konstan (tak ada lagi kenaikan laju alir massa). Rasio P2/P1 terjadi pada M =1.

z Peristiwa ini disebut choking. Choking terjadi pada

nozzle atau pipa konvergen

(29)

Aliran Gas Kecepatan Tinggi dengan

Friksi, Pemanasan, atau Keduanya

A. Aliran Adiabatik dengan Friksi

z .

z

Gambar 8.11. Sistem untuk aliran adiabatic

dengan friksi. P0 > P3. P1 P0 P3 ∆x frictionless nozzle

(30)

z Momentum balance:

z . (8.25)

z . (8.26)

z Sistem yang ditinjau adalah dari titik 1 ke titik 2

di mana ada friksi. Karena itu sistem tidak

isentropic; ada kenaikan entropi dari gas yang mengalir. Dengan penurunan yang rumit

didapatkan (Streeter & Wylie):

dx D dP A dV AV 0 = ρ − − τwallπ

2

V

f

2 wall

=

ρ

τ

(31)

z

.

(8.27)

z Dalam system ini, dengan adanya friksi, tekanan turun. Penurunan tekanan membuat densitas

turun, sehingga velocity naik.

z Karena efek friksi ∝ V2, -dP/dx tak sama untuk

setiap titik di mana -dP/dx Ê ketika xÊ. Pipa dengan friksi memberi efek seperti pipa

konvergen.

(

)

(

)

2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 1 2 1 k 1 / 2 4f x 1 1 1 k 1 ln 0 D k 2k 1 k 1 / 2 ⎧ + ⎫ ⎛ ⎞ ∆ + + ⎪ = ⎨ ⎬ ⎜ ⎟ + ⎝ ⎠ ⎪ ⎣ ⎦ ⎪ M M M M M M

(32)

z Pada awalnya P0 = P3. Ketika P0 = konstan dan P3 diturunkan, laju alir akan naik dan Mach

number akan naik hingga M = 1.

z Penurunan P3 lebih lanjut tak menyebabkan laju alir di outlet naik dan aliran tercekik (flow is

choked).

z Ketika aliran di outlet M < 1, P2 = P3. Ketika aliran di outlet M = 1, aliran tercekik (laju alir konstan).

z Ketika P3 diturunkan lagi, M > 1 dan P2 tak berubah walau P3 turun (P2 > P3). P2 tak berubah karena laju alir konstan

(33)

z Dari titik 0 ke titik 1, dianggap tak ada friksi

(gunakan rumus converging, isentropic nozzle).

z Dari titik 1 ke 2 ada friksi dan gunakan Pers 8.27. Laju alir massa di titik 1 dihitung dengan Pers 8.24.

z Hubungan antara tekanan P3 dengan laju alir ditunjukkan oleh Figure 8.12. di mana N =

D x f

(34)

z Untuk memecahkan lajualir massa untuk nilai Po dan P3 yang diketahui, terka harga M1.

z Dari Pers 8.24, hitunglah (ṁ/A)1.

z Dari Pers 8.16 hitunglah T1, dan dari Pers 8.11.

hitung V1

z Dari Pers 8.27 (korelasi titik 1 dan 2) hitunglah

M2 dan V2,

z Sebab (ṁ/A)1 = (ṁ/A)2 atau (ρV)1 = (ρV)2, P2 bisa dihitung dengan rumus gas ideal. Kalau

tekanan P2 sesuai dengan P3, maka terkaan M1

benar. Bila tidak, ganti terkaan M1 dengan harga lain. Iterasi mulai lagi.

z Ini tedious job (ribet bangeet). Untuk

mengatasinya sebagai alternatif gunakan Gambar 8.12

(35)

z .

Gambar 8.12. Relasi tekanan-laju alir massa

(36)

Contoh 8.10 (penggunaan Gambar 8.12):

z Po = 30 psia, To = 200oF. Pipa penghubung

berdiameter 1 in, schedule 40 dari steel

sepanjang 8ft. Hitung laju alir untuk berbagai kondisi P3.

Jawab:

z Relative roughness (ε/D) untuk pipa commercial steel berdiameter 1 in adalah 0.0018 (Lihat

Tabel 6.2). Dari Figure 6.10 untuk bilangan

(37)

z

.

z Dari Contoh 8.6, didapat bahwa untuk kondisi Po dan To ini (frictionless, adiabatic)

z .

z Untuk P3 = 27psia, maka P3/Po = 0.9, dengan menggunakan Gambar 8.12, didapat:

z . 01 . 2 ) 12 / 049 . 1 ( 8 ) 0055 . 0 ( 4 D x f 4 N = ∆ = = 2 2 m . s kg 437 in . s lbm 62 . 0 * A m = = & 36 . 0 * A / m A / m = & &

(38)

z Jadi:

z .

z Untuk pipa 1 in schedule 40:

z .

z Dengan menggunakan cara yang sama dapat dibuat table sbb: 2 2 2 m . s / kg 152 in . s / lbm 22 . 0 in . s / lbm 62 . 0 x 36 . 0 A / m& = = = s / kg 086 . 0 s / lbm 19 . 0 in 864 . 0 . in . s / lbm 22 . 0 m&= 2 2 = =

(39)

0.403 0.65 0.34 <10 0.397 0.64 0.5 15 0.38 0.61 0.6 18 0.35 0.56 0.7 21 0.30 0.48 0.8 24 0.19 0.36 0.9 27 0.00 0.00 1.0 30 lbm/s P3 / Po, P3 * A / m A / m & &

Pada P3 = 10.2 psia, aliran tercekik, pengurangan tekanan lebih lanjut tidak menaikkan laju alir

(40)

B. Aliran Isothermal

z Pada pipa pendek, ketika M ∼ 1 pada outlet, dibutuhkan laju transfer panas tak terhingga untuk menjaga kondisi isothermal karena

penurunan temperatur yang signifikan. Kondisi yang umum adalah adiabatik.

z Aplikasi lebih banyak pada pipa panjang, mis untuk gas alam, yang dikubur di dalam tanah yang memberi panas untuk menjaga kondisi isotermal.

z Dari Pers 8.25 dan 8.26, momentum balance menjadi: z . (8.28)D dx 2 V f 4 dP dV V 2 ρ = + ρ

(41)

z Untuk pipa panjang ρVdV << suku-suku lain (lihat soal 8.40), maka Pers 8.28 menjadi

z . (8.29)

z Untuk gas ideal:

z . sehingga z . atau z . (8.30) D dx 1 A m 2 f 4 dP 2 ρ ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ − = & RT PM = ρ dx A m DM RT 2 f 4 PdP 2 ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ − = &

(

)

(

)

2 1/ 2 2 2 5 1 2 P P D M / 4 m 4f x RT ⎡ π ⎤ ⎢ ⎥ = ∆ ⎢ ⎥ ⎣ ⎦ &

(42)

z Kalau f = 0,0080/(D in)1/3 disubstitusi ke Pers

19, maka akan diperoleh persamaan

Weymouth, yang banyak dipakai dalam

rancangan awal pipa gas.

Latihan

1. Udara mengalir melewati suatu nozzle secara isentropic. Jika tekanan dan temperatur

reservoir adalah 60 psia dan 100oF, berapa

tekanan, temperatur dan kecepatan pada suatu titik dimana bilangan Mach = 0,6 ?

(43)

2. Udara mengalir dari suatu reservoir melalui suatu nozzle secara isentropic. Jika tekanan dan temperatur reservoir adalah 60 psia dan 40oF, berapa tekanan, temperatur pada suatu

titik dimana kecepatan = 1300 ft/s?

3. Suatu saluran udara bertekanan di suatu

bengkel berisi udara bertekanan 50 psia pada temperatur 70oF. Ketika kita membuka valve

dan udara mengalir menuju atmosfir, berapa temperatur udara keluar ? Seringkali

temperatur ini cukup dingin untuk

menkondensasikan air yang ada di atmosfir. Pernah lihat gejala ini ?

(44)

4. Udara mengalir melewati suatu nozzle secara isentropic. Jika tekanan dan temperatur

reservoir adalah 60 psia dan 100oF, berapa

tekanan, temperatur dan kecepatan pada suatu titik dimana bilangan Mach = 0,6 ?

5. Udara mengalir dari suatu reservoir melalui suatu nozzle secara isentropic. Jika tekanan dan temperatur reservoir adalah 60 psia dan 40oF, berapa tekanan, temperatur pada suatu

(45)

6. Suatu saluran udara bertekanan di suatu

bengkel berisi udara bertekanan 50 psia pada temperatur 70oF. Ketika kita membuka valve

dan udara mengalir menuju atmosfir, berapa temperatur udara keluar ? Seringkali

temperatur ini cukup dingin untuk

menkondensasikan air yang ada di atmosfir. Pernah lihat gejala ini ?

Gambar

Table 1. Values of the ratio of specific  heats 1.3 or lessMore complex  gases 1.30-1.33Triatomic gases: H2O, CO2, etc
Gambar 8.4.  Relasi antara jarak dengan ρ, A dan
Gambar 8.8 . Sistem untuk nozzle choking, P 1 =
Gambar 8.9 . Efek rasio tekanan terhadap laju alir
+3

Referensi

Dokumen terkait

Distribusi tekanan, kecepatan aliran, laju aliran massa, dan distribusi temperatur dapat diketahui pada tiap titik yang terdapat dalam sistem yang dianalisa.. 2.2.1

dilengkapi dengan Peta Vektor Kecepatan Fluida dengan tanda panah aliran (di bagian bawah) Fenomena gaya geser akibat perbedaan kecepatan superfisial masing-masing fasa

Metode eksperimen digunakan dalam penelitian ini dengan memvariasikan kecepatan aliran gas pelindung dan arus lasan pada pengelasan TIG material baja tahan karat SS-304,

Tujuan dari penelitian ini akan merancang pengnedalian kecepatan laju aliran udara kemudian dibuat sistem monitoring dengan kecepatan konstan pada 0,4 m/s menggunakan metode

Pengujian pengaruh tekanan sisi permeat terhadap pervaporasi pada temperatur 50 C dan laju alir linier umpan 1,5 x 10 m/s menunjukkan fenomena tersebut, dimana kenaikan

Dalam kegiatan ini dilakukan eksperimen visualisasi dengan menggunakan kamera kecepatan tinggi pada temperatur batang panas benda uji QUEEN – 02 dengan kecepatan aliran

Penambahan laju aliran massa udara yang semakin besar mengakibatkan jumlah aliran udara terlalu banyak dan tidak diikuti dengan jumlah laju aliran air pada pompa udara

Pada tumpukan sel bahan bakar membran elektrolit polimer, salah satu masalahnya berupa kecepatan laju aliran pada ruang alir yang berpengaruh terhadap reaksi