1
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
NUMBERED HEAD
TOGETHER
(NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR
PASSING
BOLA BASKET
I Nyoman Jiwa Atmaja, I Putu Panca Adi, Kadek Yogi Parta Lesmana
Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi
Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha,
Kampus Tengah Undiksha Singaraja, Jalan Udayana Singaraja-Bali Tlp. (0362)
32559
e-mail: [email protected], [email protected], [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar teknik dasar Passing Bounce Pass Permainan Bola Basket. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan menggunakan rancangan penelitian the randomized pretests-postest control group the same subject design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X TGB SMK Negeri 3 Singaraja Tahun Pelajaran 2016/2017 berjumlah 90 orang yang terdistribusi ke dalam tiga kelas yaitu kelas X TGB1, X TGB2, dan kelas X TGB3 . Pengundian kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan simple random sampling. Data hasil belajar dikumpulkan melalui pretest dan posttest. Analisis data menggunakan Uji-t dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows. Pada kelompok eksperimen diperoleh nilai rata-rata peningkatan siswa 13,8. Sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai rata-rata peningkatan siswa 7,7. Angka signifikansi yang diperoleh melalui Uji t adalah sig<0.05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT berpengaruh positif terhadap hasil belajar teknik dasar passing bounce pass permainan bola basket dan disarankan kepada guru yang mengajar diupayakan menggunakan model pembelajaran NHT karena sudah menjadi salahsatu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Kata-kata kunci: Bola Basket , Hasil Belajar , Kooperatif, NHT.
Abstract
This research is aimed to determine the effect of cooperative learning model type Numbered Head Together (NHT) on the learning outcomes of basic techniques Passing Bounce Pass Basketball Games. This research is a true experimental study using the randomized Pre-tests Post-test control group design of the same subject design. The subjects of this study were students for the ninth grade student of SMK Negeri 3 Singaraja in academic year 2016/2017 amounted to 91 people who are distributed into three classes, namely: students of 10 TGB 1, students of 10 TGB 2 and students of 10 TGB 3. The drawing of experimental group and control group was done by simple random sampling. Learning result data is collected through Pre-test and Post-test. Analyze data using t-test with the help of SPSS 16.0 for Windows. In the experimental group obtained of the grand mean score of student it improve became 11.5. While in the control group obtained the average value of student improvement 4. The significance improvement of the grand mean score through T-test is sig <0.05. Thus, it can be concluded that the Cooperative Learning model of NHT type has a positive effect on the learning result of basic technique of Passing Bounce Pass of Basketball Game and it is suggested to the teacher who tries strives to use NHT learning model because it has become one alternative to improve student learning outcomes.
2
PENDAHULUANKehidupan yang kita jalani, pasti pernah mengalami sebuah kegiatan yang kita sebut dengan belajar. Belajar merupakan sebuah kegiatan penting yang dilakukan oleh seorang individu untuk dapat mengenali dan mengetahui lebih lanjut tentang sebuah hal yang berguna bagi hidup dan kehidupan.Kegiatan belajar merupakan sebuah kebutuhan yang dimiliki oleh setiap orang agar dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang terus mengalami perkembangan dan perubahan.
Pendidikan adalah suatu usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan yang menjadi tolak ukur dan memiliki peranan di masa yang akan datang dan berlangsung seumur hidup dengan tujuan meningkatkan kualitas kehidupan pribadi dan masyarakat. “Pembelajaran efektif terjadi apabila para pebelajar secara aktif terlibat dalam tugas-tugas yang bermakna dan aktif terlibat dalam berinteraksi dengan isi pelajaran” (Santyasa dan Sukadi, 2007:30).
Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK) merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani (fisik) dan kesehatan untuk mencapai perkembangan individu secara menyeluruh. perkembangan individu sangat berperan penting dalam proses pembelajaran. Belajar adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan dan keterampilan siswa, dalam belajar tersebut individu menggunakan ranah-ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.
Proses pembelajaran adalah sebuah kegiatan dimana terjadi penyampaian materi dari seorang tenaga pendidik kepada para peserta didik. Karenanya kegiatan pembelajaran ini sangat bergantung pada komponen-komponen yang ada di dalamnya. (Dari sekian banyak komponen tersebut maka yang paling utama adalah adanya peserta didik, tenaga pendidik, media pembelajaran, materi pembelajaran serta adanya rencana pembelajaran). Keberhasilan proses belajar mengajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan ditentukan oleh banyak faktor
seperti guru, model pembelajaran, sarana dan prasarana yang mendukung dan situasi dalam proses belajar mengajar itu sendiri. Pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan membelajar siswa melalui aktivitas gerak. Sehubungan dengan itu, guru PJOK memiliki kewajiban memilih dan menyediakan aktivitas gerak yang sesuai dengan karakteristik siswa.
Hasil belajar siswa pada materi tehnik dasar passing bounce pass bola basket pada siswa kelas X TGB masih sangat kurang, ini dibuktikan dari hasil wawancara peneliti guru yang mengajarkan PJOK di kelas tersebut. Dari pernyataan guru pengajar PJOK bahwa masih banyak siswa yang tidak lulus atau bisa dikatakan hasil belajar siswa masih sangat rendah dalam pembelajaran teknik dasar bola basket.
Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti mencoba memberikan salah satu alternatif pemecahan masalah yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dalam pembelajaran PJOK pada pembelajaran passing (bounce pass) bola basket. Adapun keunggulan dari model pembelajaraan koopratif tipe NHT yaitu: (a) Pendekatan ini menyebabkan siswa terlibat penuh dalam proses pembelajaran. (b) Dapat menambah rasa tanggung jawab perseorangan siswa dalam kelompok. (c) Memberi kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan pertimbangan jawaban yang paling tepat. (d) Mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerjasama. (e) Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai.
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti bermaksud mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar Teknik Dasar Passing Bola Basket Pada Siswa Kelas X TGB SMK Negeri 3 Singaraja Tahun Pelajaran 2016/2017”.
Adapun Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NH T) Terhadap Hasil Belajar Teknik Dasar Passing Bola Basket
3
Pada Siswa Kelas X TGB SMK Negeri 3 Singaraja Tahun Pelajaran 2016/2017. dan Manfaat penelitian ini yaitu hasil penelitian ini dapat menambah teori tentang model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dalam teknik dasar passing bola basket yang lebih relevan dengan kondisi siswa. Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah di uraikan maka terkait dengan hasil belajar siswa melakukan passing(bounce pass) dalam permainan bola basket dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor internal seperti pengetahuan, motivasi, minat, bakat, kemampuan awal, kesegaran jasmani, kekuatan otot lengan. Faktor eksternal seperti , kondisi sarana dan prasarana, model pembelajaran, latar belakang guru, lingkungan masyarakat, pergaulan.
Berdasarkan berbagai identifikasi masalah, masalah yang muncul dalam pelaksanaan pembelajaran teknik dasar
passing permainan bola basket yaitu: 1. Apakah pengetahuan dasar siswa tentang permainan bola basket dapat mempengaruhi hasil belajar teknik dasar
passing (bounce pass) dalam permainan bola basket? 2. Apakah motivasi belajar siswa dapat mempengaruhi hasil belajar teknik dasar passing (bounce pass) dalam permainan bola basket? 3. Apakah minat belajar siswa dapat mempengaruhi hasil belajar teknik dasar passing (bounce pass) dalam permainan bola basket? 4. Apakah bakat siswa dapat mempengaruhi hasil belajar teknik dasar passing (bounce pass) dalam permainan bola basket? 5. Apakah kemampuan awal yang dimiliki siswa dapat mempengaruhi hasil belajar teknik dasar passing (bounce pass) dalam permainan bola basket? 6. Apakah kesegaran jasmani siswa pada saat mengikuti pembelajaran dapat mempengaruhi hasil belajar teknik dasar
passing (bounce pass) dalam permainan bola basket? 7. Apakah kekuatan otot yang dimiliki siswa dapat mempengaruhi tepat tidaknya sasaran dalam melakukan
passing (bounce pass) dalam permainan bola basket? 8. Apakah pengalaman yang dimiliki siswa dapat mempengaruhi hasil belajar teknik dasar passing (bounce pass) dalam permainan bola basket? 9.
Apakah siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi akan mendapatkan hasil belajar teknik dasar
passing (bounce pass) dalam permainan bola basket yang lebih baik dibandingkan siswa yang memiliki kemampuan awal rendah?. 10. Apakah kondisi lapangan dapat mempengaruhi hasil belajar teknik dasar passing (bounce pass) dalam permainan bola basket? 11. Apakah tingkat kepadatan bola dapat mempengaruhi belajar teknik dasar
passing (bounce pass) dalam permainan bola basket? 12. Apakah kekurangan sarana dan prasarana dalam pembelajaran dapat mempengaruhi hasil belajar teknik dasar passing (bounce pass) dalam permainan bola basket? 13. Apakah model pembelajaran yang digunakan oleh guru dapat mempengaruhi hasil belajar teknik dasar passing (bounce pass) dalam permainan bola basket? 14. Apakah cara mengajar guru dapat mempengaruhi hasil belajar teknik dasar
passing (bounce pass) dalam permainan bola basket? 15. Apakah lingkungan masyarakat siswa dapat mempengaruhi hasil belajar teknik dasar passing (bounce pass) dalam permainan bola basket? 16. Apakah pergaulan sehari-hari siswa dapat mepengaruhi hasil belajar teknik dasar
passing (bounce pass) dalam permainan bola basket?
KAJIAN TEORI
Dalam penelitian ini dikemukakan beberapa kajian teori diantaranya: (1) Hasil Belajar, Menurut Nasution (dalam Kunandar, 2008 :276) hasil belajar merupakan suatu perubahan pada individu yang belajar, tidak hanya mengenai pengetahuan, tetapi juga kecakapan dan penghayatan dalam diri pribadi individu yang belajar. Menurut Suprijono (2009:5) ”hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan”. Pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa, hasil belajar adalah ketercapaiannya setiap kompetensi dasar baik aspek sikap, pengetahuan, maupun keterampilan yang diperoleh siswa dari kegiatan pembelajaran yang mengakibatkan perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh pengalaman yang
4
dituangkan dalam rapot ataupun ijazah. (Dimyati dan Mudjiono, 2006:295).Menurut Bloom, dkk (dalam Dimiyati dan Mudjiono, 2006:26) “mengkatagorikan jenis perilaku dan kemampuan internal akibat belajar, antara lain: a. Ranah Kognitif, b. Ranah Afektif, dan c. Ranah Psikomotor”.Dari ketiga ranah di atas hasil belajar yang diteliti pada penelitian ini hanya terbatas pada hasil belajar dalam pembelajaran penjasorkes khususnya pada materi teknik dasar passing bola basket adalah ranah psikomotor, karena ranah psikomotor merupakan ranah yang menitik beratkan pada aspek keterampilan gerak mulai dari sikap awal, sikap pelaksanaan, dan sikap akhir. Namun, ranah kognitif dan ranah afektif juga sangat berperan, serta mendukung proses pembelajaran teknik dasar passing bola basket. Berdasarkan instruksional Bloom, dkk (dalam Dimyati dan Mudjiono, 2006:26) “mengkatagorikan jenis perilaku dan kemampuan internal akibat belajar, antara lain: a) ranah kognitif, b) ranah afektif, dan c) ranah psikomotor”. Adapun penjelasan dari ketiga ranah di atas sebagai berikut.
a. Ranah Kognitif
Ranah kognitif terdiri dari enam jenis perilaku antara lain sebagai berikut. 1) Pengetahuan yakni pencapaian
kemampuan ingatan tentang hal yang telah dipelajari dan tersimpan dalam ingatan. Pengetahuan ini berkenaan dengan fakta, peristiwa, pengertian, kaidah, teori, prinsip dan metode. 2) Pemahaman yang mencakup
kemampuan menangkap arti dan makna tentang yang dipelajari.
3) Penerapan yang mencakup kemampuan menerapkan metode dan kaidah untuk menghadapi masalah yang nyata dan baru.
4) Analisis yang mencakup kemampuan terperinci suatu kesatuan ke dalam bagian-bagian sehingga struktur keseluruhan dapat dipahami dengan baik.
5) Sintesis yang mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru.
6) Evaluasi yang mencakup kemampuan membentuk pendapat tentang
beberapa hal berdasarkan kriteria tertentu.
Berdasarkan pemaparan bagian-bagian ranah kognitif, yang peneliti tekankan untuk mendukung atau menunjang jalanya penelitian adalah poin (1) yaitu; Pengetahuan yakni pencapaian kemampuan ingatan tentang hal yang telah dipelajari dan tersimpan dalam ingatan. Pengetahuan ini berkenaan dengan fakta, peristiwa, pengertian, kaidah, teori, prinsip dan metode.
b. Ranah Apektif
1. Penerimaan yang mencakup kepekaan tentang hal tertentu dan kesediaan memperhatikan.
2. Partisipasi yang mencakup kerelaan, kesediaan memperhatikan, dan berpartisipasi dalam suatu kegiatan.
3. Penilaian dan penentuan sikap yang mencakup menerima suatu nilai, menghargai, mengakui dan menentukan sikap.
4. Organisasi yang mencakup kemampuan membentuk suatu sistem nilai sebagai pedoman dan pegangan hidup.
5. Pembentukan pola hidup yang mencakup kemampuan menghayati nilai membentuknya menjadi nilai kehidupan pribadi.
Berdasarkan pemaparan bagian-bagian ranah apektif yang peneliti tekankan untuk mendukung atau menunjang jalanya penelitian adalah poin (2) yaitu; Partisipasi yang mencakup kerelaan, kesediaan memperhatikan, dan berpartisipasi dalam suatu kegiatan. c. Ranah Psikomotor
1. Persepsi yang mencakup kemampuan memilah hal-hal secara khas dan menyadari akan adanya perbedaan yang khas tersebut.
2. Kesiapan yang mencakup kesiapan menempatkan diri dalam keadaan di mana akan terjadinya suatu gerakan atau rangkaian gerak.
3. Gerakan terbimbing yang mencakup kemampuan melakukan gerakan sesuai dengan contoh atau gerakan peniruan.
4. Gerakan yang terbiasa yang mencakup kemampuan melakukan gerakan tanpa contoh.
5
5. Gerakan kompleks yang mencakupkemampuan melakukan gerakan atau keterampilan yang terdiri dari banyak tahap secara lancar, efisien dan tepat.
6. Penyesuaian gerak yang mencakup kemampuan mengadakan perubahan dan penyesuaian pola gerak-gerak dengan persyaratan khusus yang berlaku.
Berdasarkan pemaparan bagian-bagian ranah apektif yang peneliti tekankan untuk mendukung atau menunjang jalanya penelitian adalah poin (4) yaitu; Gerakan yang terbiasa yang mencakup kemampuan melakukan gerakan tanpa contoh yaitu, sikap awal, sikap pelaksanaan, sikap akhir dalam
passing bounce pass bola basket.
(2) Pembelajaran dalam PJOK, PJOK merupakan satu-satunya mata pelajaran di sekolah yang menggunakan gerak sebagai media pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. ”Pendidikan jasmani merupakan suatu pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif dan kecerdasan emosi” (Samsudin, 2008:2).
pembelajaran dalam PJOK merupakan pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, berfikir kritis, sosial dan tindakan moral yang untuk memiliki pola hidup sehat dan lingkungan yang bersih melalui PJOK
.
(3) Model Pembelajaran Kooperatif, Menurut Eggen dan Kauchak (dalam Trianto, 2007:42) “Pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama”. Pendapat tersebut ditegaskan pula oleh (Suyatno, 2009:51) “model pembelajaran kooperatif dapat diartikan sebagai kegiatan pembelajaran dengan cara kelompok untuk bekerjasama saling membantu mengkontruksi konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri”.Adapun keunggulan pembelajaran kooperatif (Nurhadi, 2004:63-64), sebagaimana terurai berikut ini.
a.
Memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial.b.
Mengembangkan kegembiraan belajar yang sejati.c.
Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap, keterampilan, informasi, prilaku sosial, dan pandangan.d.
Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen.e.
Meningkatkan keterampilan metakognitif.f.
Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri atau egois dan egosentris.g.
Meningkatkan kepekaan dankesetiakawanan sosial.
h.
Menghilangkan siswa dari penderitaan akibat kesendirian dan keterasingan.i.
Dapat menjadi acuan bagiperkembangan kepribadian yang sehat dan terintegrasi.
j.
Membangun persahabatan yang dapat berlanjut hingga masa dewasa.k.
Mencegah timbulnya gangguan kejiwaan.l.
Mencegah terjadinya kenakalan di masa remaja.m.
Berbagai keterampilan sosial yang diperlukan untuk memelihara hubungan saling membutuhkan dapat diajarkan dan di praktekkan.n.
Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia.o.
Meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai perspektif.p.
Meningkatkan perasaan penuh makna mengenai arah dan tujuan hidup.q.
Meningkatkan keyakinan terhadap ideatau gagasan sendiri.r.
Meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik.s.
Meningkatkan motivasi belajar intrinsik. sebagai pengganti dalam mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas, guru menggunakan struktural empat fase sebagai sintaks NHT yaitu: “a. penomoran, b. pengajuan pertanyaan, c. berpikir bersama, dan d. pemberian jawaban”. Alasan peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT6
karena mempunyai beberapa keunggulan sehinggadapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran passing bola basket, adapun keunggulanya sebagai berikut: a. Setiap peserta didik menjadi siap belajar. b. Peserta didik dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. c. Peserta didik yang pandai dapat mengajari yang kurang pandai.Adapun kelemahan model pembelajaran tipe NHT antara lain: a. kemungkinan nomor yang sudah dipanggil dapat dipanggil lagi oleh guru. b. tidak semua anggota kelompok yang memiliki nomor yang sama terpanggil oleh guru presentase mewakili kelompoknya. (5). Model pembelajaran konvensional, Model pembelajaran konvensional merupakan model yang masih berpandangan pada paradigma lama. Model pembelajaran ini cenderung menganggap siswa sebagai objek bukan subjek. Siswa dianggap sebuah botol kosong yang harus diisi terus menerus oleh guru. “Guru sering menganggap bahwa karena murid-muridnya duduk dengan diam dan mendengarkan pembicaraanya, mereka itu sedang belajar” (Suryosubroto, 2009:157). Pembelajaran konvensional sering juga disebut sebagai pembelajaran tradisional. Siswa menjadi penerima pengetahuan yang pasif dan kebanyakan menghafal tanpa belajar untuk berfikir. “Sedangkan peranan murid dalam metode ceramah yang penting adalah mendengarkan dengan teliti dan mencatat yang pokok-pokok yang dikemukakkan oleh guru. (6). Permainan bola basket, bola basket adalah suatu permainan yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing regu terdiri atas 5 orang pemain. Jenis permainan ini bertujuan untuk mencari nilai atau angka sebanyak-banyaknya dengan cara memasukkan bola ke basket lawan dan mencegah lawan untuk mendapatkan nilai. Dalam permainan bola basket ada tknik dasar yang harus dikuasai diantaranya yaitu, passing, dribbling, pivot, dan shutting. Namun dalam penelitian ini peneliti lebih menekankan ke dalam teknik dasar
passing yaitu passing bounce pass. METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen sesungguhnya (true experimental).
”Tujuan dari penelitian eksperimen sungguhan adalah untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab-akibat dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental satu atau lebih kondisi perlakuan dan memperbandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan”(Kanca, 2010:86). Rancangan pada penelitian ini adalah rancangan the randomized pretests-postest control group the same subjec design.
Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas X TGB SMK Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017 berjumlah 90 orang yang terdiri dari tiga kelas yaitu kelas X TGB 1 sampai dengan kelas X TGB 3. tiga kelas yang ada akan diundi untuk menentukan sampel. Dalam penentuan sampel peneliti ini menggunakan teknik
Simple random sampling. Kelas yang terpilih sebagai sampel setelah pengundian yaitu sebagai kelompok eksperimen adalah kelas X TGB 2 sedangkan kelas yang terpilih menjadi kelompok kontrol adalah kelas X TGB 3. Pada penelitian ini, data yang diperoleh adalah berdasarkan hasil penilaian asesmen teknik dasar passing bola basket Pengambilan data hasil belajar dilakukan dengan cara memberikan tes obyektif, observasi, dan unjuk kerja. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Uji-t. Sebelum dilakukan pengujian untuk mendapatkan simpulan, data yang diperoleh perlu diuji normalitas dan homogenitasnya. Analisi data pada penelitian ini akan menggunakan program SPSS 16.0 for Windows.
HASIL dan PEMBAHASAN
Data tentang hasil belajar teknik dasar passing bola basket (passing bounce pass) diperoleh nilai rata-rata gain skore normalisasi pada kelompok eksperimen adalah 0,3 berbanding dengan nilai rata-rata kelompok kontrol dengan hasil rata-rata 0,2. Sebelum uji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan pengujian prasyarat terhadap sebaran
7
data yang meliputi uji normalitas sebaran data dan uji homogenitas varians.Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas dengan rumus Kolmogorov-Smirnov didapatkan hasil signifikan
kelompok eksperimen adalah 0,120 dan kelompok kontrol 0,060 dengan taraf signifikansi 0,05. Dengan demikian semua sebaran data berdistribusi normal.
Tabel 01 Uji Normalitas
Kelas
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic Df Sig. Statistic df Sig.
nilai eksperimen .143 30 .120 .941 30 .097
Control .156 30 .060 .919 30 .025
a. Lilliefors Significance Correction
Untuk memperjelas normalnya nilai dari kelompok eksperimen dengan
kelompok kontrol maka akan di kuatkan dengan histogram sebagai berikut:
Berdasarkan hasil perhitungan uji homogenitas varians dengan menggunakan Levene’s Test Of Equality
Error Variance menunjukkan bahwa data homogen dengan hasil analisis 0,266
Dengan kriteria pengujian yang digunakan adalah terima Ho jika nilai sig>
0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variansi pada setiap kelompok adalah sama (homogen). Tabel 02 Uji Homogenitas Dependent Variable:nilai F df1 df2 Sig. 1.264 1 58 .266
Gambar 02. Histogram kontrol
Gambar 01. Histogram eksperimen
8
Tests the null hypothesis that the error variance of the dependent variable is equal across groups. a. Design: Intercept + kelas
Berdasarkan hasil Uji
Independent Samples Test diperoleh nilai 0,000 dengan taraf signifikansi 0,05. Adapun keputusan yang diambil adalah tolak Ho dan terima Ha. Hasil ini
menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar teknik dasar passing bola voli
(passing atas dan passing bawah) antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional.
Tabel 03
Independent Samples Test
Levene's Test for Equality of
Variances t-test for Equality of Means
F Sig. T Df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper nilai Equal variances
assumed 1.264 .266 4.289 58 .000 .1500 .0350 .0800 .2200
Equal variances
not assumed 4.289 56.639 .000 .1500 .0350 .0800 .2200
Hal ini sejalan dengan pernyataan tentang pembelajaran NHT. “NHT dirancang untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut” (Trianto, 2007: 82).
Hasil belajar siswa yang lebih baik dengan menggunakan model pembelajaran NHT juga dikuatkan oleh peneliti sebelumnya diantaranya yaitu: (1) Imaniar Bintasari (2012) yang menemukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Koooperatif Tipe NHT pada kelas VIII di SMP Negeri 8 Kediri berhasil dengan kategori baik (2) Yetti Marisa, (2014) dalam skripsinya yang menyimpulkan
bahwa Ada pengaruh yang signifikan sebesar 0,05 dalam model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together terhadap hasil belajar chest bola basket pada siswa kelas X SMK Negeri 10 Surabaya. Dibuktikan oleh hasil uji beda rata-rata pre-test dan post-test menggunakan rumus uji t dependent yang menghasilkan nilai t hitung sebesar 10,180>t tabel dengan nilai sebesar 1,688, dan (3) Sayun (2013) menemukan Pengaruh Model Pembelajaran Model Kooperatif Tipe Numbered Head Together
(NHT) dan Bentuk Asesmen Terhadap Prestasi Belajar Matematika. Pada menelitian ini ada pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran
9
dengan bentuk asesmen pada prestasi mereka SIMPULAN dan SARAN
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berpengaruh signifikan (sig<0,05) terhadap peningkatan hasil belajar materi passing bounce pass permainan bola basket pada siswa kelas X TGB SMK Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017.
Berdasarkan hasil analis data dan pembahasan, maka dapat diajukan beberapa saran untuk proses pembelajaran dan penelitian lebih lanjut sebagai berikut.
1. Bagi guru Penjasorkes, model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas.
2. Penelitian ini dilaksanakan pada pokok bahasan materi teknik dasar passing bounce pass permainan bola basket di
kelas X TGB SMK Negeri 3 Singaraja, sehingga untuk memperoleh bukti-bukti yang lebih umum dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT diharapkan peneliti lain untuk mencoba pada pokok bahasan lain untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dalam pembelajaran Penjasorkes secara lebih mendalam.
3. Penelitian ini hanya mengukur ada atau tidaknya pengaruh dari model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap hasil belajar teknik dasar
passing bounce pass permainanbola basket tanpa meneliti lebih jauh arah pengaruh yang diberikan. Di waktu mendatang dapat dilakukan suatu penelitian untuk meneliti sejauh mana arah pengaruh yang diberikan oleh model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap hasil belajar Penjasorkes siswa.
DAFTAR RUJUKAN
Ahmadi, N. 2007. Permainan Bola Basket.
Solo: Era Intermedia.
Bintasarihttp, Imaniar. 2012.” Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Cahaya Kelas VIII di SMP Negeri 8 Kediri”.Tersedia pada http://ejournal.unesa.ac.id/index.p
hp/inovasi-pendidikan-fisika/article/view/375 (diakses pada tanggal 3 Nopember 2016). Cahyana, Ucu dan Rukaesih A. Maolani.
2015. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrapindo Persada.
Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Departemen Pendidikan Nasional.
Kanca, I.N. 2010.Metodologi Penelitian Pengajaran Pendidikan Jasmani Dan Olahraga. Singaraja : Universitas Pendidikan Ganesha. Kunandar. 2010. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Nurhadi, dkk.2004. Pembelajaran Konteksstual dan Penerapannya DalamKBK. Malang: Universitas Negeri Malang.
Permendikbud.2016. Standar Proses Pendidikan Dasar Dan Menengah.Jakarta : Badan Standar Nasional Pendidikan. ---. 2016. Standar Penilaian
Pendidikan. Jakarta : Badan Standar Nasional Pendidikan.
10
Samsudin.2008. Pembelajaran PendidikanJasmani Olahraga dan Kesehatan.Jakarta:Prenada Media Group.
Santyasa dan Sukadi. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif.
Singaraja:Undiksha.
Sayun, I.N.2013. Pengaruh Model Pembelajaran Model Kooperatif Tipe Numbered Head Together
(NHT) dan Bentuk Asesmen Terhadap Prestasi Belajar Matematika. Tersedia pada http://pasca.undiksha.ac.id/e-journal/index.php/jurnal_ep/article/ view/866. Diakses pada tanggal 1 januari 2017.
Sudjana, N. 2004.Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar . Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryosubroto, B. 2009. Proses Belajar Mengajar di Sekolah Edisi Revisi. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Suprijono, A. 2009.Cooperatif Learning Teori Dan Aplikasi Pakem. Surabaya: Pustaka Pelajar. Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran
Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Pramulia, Yetti Marisa. 2014. “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar
Chest Pass Bola Basket (Studi Pada Siswa Kelas X SMKN 10 Surabaya)”. Tersedia padahttp://ejournal.unesa.ac.id/in
dex.php/jurnal-pendidikan-jasmani/article/view/9967Vol 2, No 2 (diakses pada tanggal 3 Nopember 2016).
Yudha, Gede Wahyu Anggara. 2016. “Implementasi Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe
Numbered Head Together Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Bola Voli. Tersedia pada
https://ejournal.undiksha.ac.id/ind ex.php/JJP/article/view/7970/540 9 (diakses pada 24 Juli 2017).