• Tidak ada hasil yang ditemukan

Salah satu persyaratan teknis daripaduan magnet

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Salah satu persyaratan teknis daripaduan magnet"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

136

bt

Buku 11

Prosidillg Pertenulall dill' Presellta.ri Ill1/ialt PPNY-BATAN Yogyakart1l25-27 April 1995

STUDI POLA DIFRAKsI SINAR-X PADA PADUAN MAGNET PERMANEN Nd2Fe14B

Mujamilah, Ridwan

PPSM-BATAN, KawasanPuspitekSerpong Tangerang 15310

ABSTRAK

STUDI POLA DIFRAKSI SINAR-X PADUAN MAGNET PERMANEN Nd2Fel4B.Telah dilakukan analisa pada pola difraksi sinar-X dari paduan magnet permanen Nd2Fe14Byang dimagnetisasi dengan medan magnet luar maksimum 15 kOe. Analisa menunjukkan bahwa paduan mempunyai anisotropi magnetokristalin uniaksial dengan sumbu mudahpada sumbu cserta menunjukkan adanya kecenderungan magnetisasi yang kuat.

ABSTRACT

X-RAY DIFFRACTION STUDYOF Nd2Fe14BPERMANENT MAGNETALLOY. Analisation ofX-ray diffraction pattern ofNd2Fe14Bpermanent magnet alloy magnetized in maximum appliedfleld of 15 kae has been done. The result shows that this alloy has a uniaxial magnetocrystalline anisotropy with c-axes as easy axes and this alloy also shows a very strong magnetisation behaviour.

PENDAHULUAN

S

alah satu persyaratan teknis dari paduan magnet perman en adalah bahwa paduan ini hams mampu mempertahankan kondisi termagnetisasi kuat pacta saar medan magnetisasi luar telah dihilangkan. Ini berarti bahwa paduan magnet permanen disamping hams mempunyai momen magnet tinggi juga hams memiliki sifat anisotropi yang besar. Berbagai metoda pengukuran sifat-sifat ini biasanya dilakukan menggllnakan magnetometer clankhususnya llntuk sifat anisotropi hams menggllnakan paduan dalam bentuk kristal tunggal, yang tak selalu dapat ditumbuhkan pacta setiap kristal paduano Untuk dapat mengatasi kesulitan ini, terutama llntuk karakterisasi / penelitian awal sifat paduan magnet permanen , diperlukan metoda pengukuran altematif dimana cuplikan yang digunakan tak harus berupa kristal tunggal. Salah sarli altematif metoda pengukuran yang dapat dilakukan adalah dengan mempelajari pola diffraksi dari paduan magnet p'ermanen yang telah dimagnetisasi. .

Pacta penelitian ini dilakllkan studi pola difraksi dari padllan magnet permanen Nd2Fe14B yang merllpakan salah sarli padllan magnet permanen generasi terbam yang memiliki llnjuk kerja magnetik sangat baik. Penyiapan paduan

.dilakukan mengikuti metoda / cara pembllatan seperti yang dilakukan oleh Sagawa [I]. Data

difraksi dikllmpulkan dengan menggunakan difraktometer sinar-X, sedangkan magnetisasi dilakukan menggllnakan medan elektromagnet.

Dari pengukuran ini diharapkan dapat diketahui sifat magnetik paduan secara kualitatif.

TATAKERJA

Pcnyiapan Paduan

Ingot dengan komposisi seperti pactatabel 1 yang diperoleh dari Johnsonn Matthey, dihaluskan menjadi serbuk dengan.menggunakan "centrifugal Ball Mill" dalam SllasanaArgon. Ingot ditempatkan dalam wadah Agathe clan penghalusan dilakukan dengan mengllnakan bola-bola Agathe.

Penghalusan dilakukan sampai diperoleh serbuk berukuran :t 75 !lID.Untuk penelitian anisotropi, serbuk disearahkan dalam beberapa harga kllat medan magnet dengan kuat mcdan maksimum 15 k"Oe clan kondisi termagnetisasi dipertahankan dengan mengeraskan serbuk dalam epoxy resin.

Serbuk dibentuk menjadi cuplikan dengan diameter 1 cm clantebal 2 mm.

Pcngambilan Data

Untuk penentuan rasa paduan, data difraksi diambil pacta cuplikan serbllk yang ditempatkan pacta cetakan plexyglass dalam interval sudut 20- 70. Untuk penentuan anisotropi, pengambilan data

Mujamilah dkk ISSN 0216-3128

(2)

Prosiding Pertellll/on doli Preselltasi IlII/illll PPNY-BATAN YogYllkllrtll25-27 April 1995

dilakukan dimana sinar datang tegak lurus pacta arah magnetisasi ( lihat gambar)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengamatan pola difraksi sinar-X dari ingot seperti yang diperlihatkan pacta gambar I yang dianalisa dengan menggunakan program simulasi Rietveld [2)clanmenggunakan parameter dari Herbst [3), menunjukkantelah terbentuk rasa Nd2Fe14B.

Bila dibandingkan dengan komposisi ingot terlihat adanya sebagian rasa yang diperkaya oleh Nd.

Tetapi prosentasinyajauh lebih kecil dibandingkan

Tabell. Komposisi Ingot Nd-Fe-B

BuklllI 137

prosentasi Nd2Fe14B, sehingga tidak terlihat adanya puncak tambahan pacta pola dithiksi sinar-X.

'sa>

troo

"'"

,cx:c

,~

I<XX)

"""

,roo

10

I-

i'

"'"

~

~

~l t "i' I ~

:'to 2:x)

\0>

. ,.0 :D 3) I() so. eo

.

..11t80

Gambar 1. Polo difraksi Sinar-X ingot NdlFeuB

"':'

sa>

~~. ".-', '""' .¥

.~~

~~

~.

0

sa>

"

50>

"

1<0

0

20 » 40 8> '" ..

"'. l&

SO'

Gambar 2. Polo difraksi Sinar-X serbuk + resin:

~ Ha=~ ~ Ha=~5kO~ ~ Ha=11,5 kOe; dI. Ha=15kOe

Pola difraksi sinar-X untuk cuplikan yang termagnetisasi diperlihatkan pactagambar 2a, b, c, d. Puncak-puncak diftaksi ini selanjutnya diindeks dengan parameter yang sarna seperti pacta ingot.

Terlihat acta puncak-puncak yang makin naik,

No Unsur % berat

1 Nd 27,47

2 Pr 0,10

3 La <0,0)

4 Ce <0,01

5 Fe 71,18

6 Al 0,16

7 Si 0,05

8 Cu 0,02

9 Mg . <0,01

10 Ca <0,01

11 B 1,02

12 C 110 (ppm)

13 0 542 (ppm)

14 N 38 (ppm)

(3)

138

makin turun atau muncul puncak baru (Iihat gambar 3a, b, c, d, e )

.

!! !

l

~

f! $"~

..20

Gambar3. Pola difraksi Sinar-X serbl/k + resin:

aI. i1!terval(20-30); hI. interval (30-40); cI. interval (40-50); dI.

interval (50-60); e. interval (60-70) Perbandingan antar intensitas selengkapnya diberikan pacta tabel 2. Dari analisa ini terlihat bahwa penyearahan serbuk oleh medan magnet memberikan efekpreferred orientation pactaserbuk yang berakibat terjadi perubahan intensitas pola difraksi. dengan asumsi bahwa ukuran serbuk cukup kecil sehingga bisa diambil pendekatan single domain particle [Stoner- Wohlfarth, 4], pengorentasian serbuk ini bisa dianggap sejajar dengan penyearahan roomeD bahan pacta sumbu arab mudahnya. Sehingga dari data-data perubahan puncak pola difraksi ini dapat disimpulkan bahwa panduan ini mempunyai anisotropi magnetik uniaksial dengan sumbu mudah pacta sumbu c.

Dari pola-pola ini juga terlihat adanya pergeseran posisi puncak yang bergeser kearah 2 lebih besar (lihat gambar 4). Fenomena ini mungkin berkaitan dengan mekanisasi magnetisasi daD perubahan posisi atom-atom akibat proses magnetisasi. Untuk mengetahui secara pasti hal ini, perlu dilakukan studi difraksi rewlusi tinggi daD dilanjutkan

BlIkll II

Prosidillg Perlel1U1an don Preselllas; llmiall PPNY-BATAN Yogyakarla 15-17 April 1995

Tabcl2. Pcrbandingan intensita5 cuplikan pada bcbcrapa harga medan magnet luar, Ha (51 : Ha=O; 52 : Ha=7,5 kat; 53 :

dengan analisa penghalusan data. Gambar 5 menunjukkan grafik antara intensitas puncak (410) sebagai fungsi medan magnet luar. Dan grafik ini terlihat adanya kecenderungan magnetisasi yang kuat daD hila dibandingkan dengan basil yang diperoleh Sagawa [51(lihat gambar 6) juga menunjukkan bahwa $umbu mudah magnetisasi paduan ini adalah sumbu c. Sebagai koreksi akhir, pacta gambar 7 diperlihatkan perbandingan antara

Mujamilah dkk ISSN0216-3128

hkl 51 52 s3 s4

210 350

202 200

212 275

004 210 225 310

222 240 200 210 300

311 300 280 250 320

204 200

214 350

105 210

313 300

322 180

224 250

410 500 1750 1970 1950

411 400 420 500 600

330 750 800 800

331 250

412 150

510 150, 170 180

503 100

326 150

440 125 160 175

434 100

550 75 80 100

317 120

610 75 75 100

515 100

620 130 135 150

(4)

Prosiding Perlel1Ula1l dall Preselltasi [Imia"

PPNY-BATAN Yogyakarta 25-27 Apri/1995 Bllkll II 139

pola diftaksi ingot clan pola diftaksi serbuk dalam epoxy resin. Kesesuaian antara kedua pola menunjukkan bahwa epoxy resin tidak memberikan pola/puncak tambahan.

45

16

44

'"

<It -+

43 +-

42.0.2

Gambar 4. Graflk Posisi Puncak sebagai fungsi darimedan agnet/uar,Ha

2500 2000 1500 1000 500

0.0.2 0.2 0.4 0.6 0.8

Ha

Gambar 5. Grafik Intensitas Puncak (410) sebagai fungsi £Inrime{lmr agnet /uar

1.8 1.6 M 1.4

i i1.2

t

1

) 0.8

t

I 0.6

~

0.4 IT! 0.2 00

HI/c.uil

4 5 6 7 8

HagneticField!MAlm)

10 II 12

Gambar6. Grafik magnetisasi vs medan magnet luar £Inrikrista/.tungga/

Nd]Fe}.lB(sagawaet.a/[jJ)

"'"

I-

f

"'"

2m

~...

100 0

10 20 » IiJ .:51) II> .'" .. 81) -+%0

Gambar 7. Perbandingan Polo difraksi sinar-X ingot dengan serbuk + resin

1.2

KESIMPULAN

Dari hasil-hasil pengamatan clan analisa dapat disimpulkan bahwa :

Paduan Nd2Fel4B mempunyai anisotropi magnetokristalin uniaksial dengan sumbu mudah pactasumbu c;

Paduan N d2Fel4B mempunyai kecende- rungan magnetisasi yang besar;

Analisa pola difraksi pacta cuplikan termagnetisasi dapat memberikan infonnasi kualitatif sifat bahan magnetik.

UCAP AN TERIMA KASIH

1.2 Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bpk. Drs. Bambang Hem Pranowo atas pemberian ijin clan bantuan dalam pengambilan data diftaksi sinar-X.

DAFT AR PUST AKA

1. SAGAWA,M.,FUJIMURA,S.,

TOGA WW A,N., Y AMAMOTO,H., MATSUURA,Y.,J.AppI.Phys., 55(6) (1984)2083

2. RIETVELD,H.M., J.Appl. Crystallogr.

2,65( 1969)

3. HERBST,J.F., CROAT,J.J., PINKERTON, F.E and YELON, W., Phys. Rev.B.

(29)(1984)4176

4. STONER, E.C, and WOHLFARTH, E.P., Philos. Trans.R.Sac. London SeT A240 (1948)599

---

-

. .

0.2 0.4 0.6 0.8

...HI (I 15tOIl

(5)

140 BllkllI/

Prosidillg PerteltUlUlI £Ian Presentasi /In/jail PPNY-BATAN Yogyakarta 25-27 April 1995

5. SAGAWA,M.,FUJIMURA,S.,

YAMAMOTO, H., MATSUURA, Y and HIROSA WA,S., J .AppI.Phys., 57 (1)(1985) 4094

TANYAJAWAB

Dwi Bryan/ora

I. Apakah dengan mengetahui anistropi magnetokristalin uniaksial dengan sumbu mudah pada sumbu C mel1unjukkanadanya magnetisasi yang kHat, berapa kekuatan tersebut ?

2. Magnet Nd2Fel4B tersebut hasi/ buatan sendiri atoll beli jadi. Jika buatan sendiri bagaimana cora membuat komposisi agar homogen ?

3. Apa bentuk kristal Nd2FeI4B.

Mujamilah

1. Ya, karena setidak-tidaknya mempunyai kecenderungan magnetisasi yang kuat, karena hila bahan sudah termagnetisasi, dia tidak mudah terdemagnetisasi hila ada medan magnetisasi luar balik.

2. Ingot Nd2Fel4B kami beli dari Johnsonn-Matthey Jepang, Tetapi untuk pembuatan magnetnya dilakukan sendiri.

3. Bentuk kristal Nd2Fel4Badalah tetragonal Santin

I. Apa yang dipelajari pada polo difraksi sinar-X?

2. Cliplikan apa yang dig1.lnakan?

3. Apakah yang dimaks1.lddengan anistropi magnetokristalin uniaksial ?

Mujamilah

1. Yang dipelajari dari pola difraksi sinar-X secaJ'a umum adalah struktur mikro bahan.

Dalam penelitian ini kami mempelajari bagaimana pola ini berubah hila sampel diberi magnetis~si.

2. Cuplikan yang digunakan, cuplikan serbuk paduan magnet permanen Nd2Fe14Byang dimagnetisasi pada harga medan magnet luar bervariasi.

3. Yang dimaksud anistropi magnetokristalin uniaksial adal::1hbahwa maIDen-maIDen magnetik atom akan terarahlmudah terarah pada satu sumbu kristal bahan saja, hila diberi medan magnet luar. Sumbu arc.hini disebut sebagai sumbu mudah magnetisasi.

Mujamilah dkk ISSN 0216-3128

Gambar

Gambar 1. Polo difraksi Sinar-X ingot NdlFeuB &#34;':' sa&gt; ~~. &#34;.-', '&#34;&#34;' .¥ .~~ ~~ ~.0sa&gt;&#34;50&gt;&#34;1&lt;00 20 » 40 8&gt; '&#34; .
Gambar 4. Graflk Posisi Puncak sebagai fungsi darimedan agnet/uar, Ha

Referensi

Dokumen terkait

pengembangan lembaga maupun pengembangan ilmu pengerahuan. Demikianlah kedelapan indikator dari visi pengembangan pendidikan tinggi kita memasuki milenium ketiga. Sudah

Dalam hal pembelian Unit Penyertaan REKSA DANA BNP PARIBAS EKUITASdilakukan oleh Pemegang Unit Penyertaan melalui media elektronik, maka Formulir Pemesanan Pembelian Unit

Dilihat dari judul penelitian, maka penelitian yang digunakan di sini adalah jenis penelitian kuantitatif, yaitu pendekatan ini berangkat dari suatu teori, gagasan para ahli

Vitamin B2 (riboflavin) merupakan bagian dari dua koenzim, yaitu riboflavin fosfat atau flavin mono nukleotida (FMN) dan flavin adenine dinukleotida (FAD) (Winarno,

Hasil penelitian ini adalah 4 kelompok diskusi melakukan tahap strategi pada berpikir kritis lebih lama dibandingkan tahap berpikir kritis lainnya (klarifikasi, simpulan, dan

Pengaduan masyarakat (dumas) yang diterima oleh Tim Dumasdu pada Unit Eselon I berasal dari organisasi masyarakat, partai politik, perorangan atau penerusan pengaduan

Analisa data kualitatif menurut Bogdan &amp; Biklen (dalam Moleong, 2004: 248) adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data,

Adapun limbah itu dapat berupa sampah rumah tangga, buangan closet, sisa buangan air yang secara terus-menerus dihasilkan ru mah tangga yang apabila tidak