• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nama : Alam Gentur Kharisma NIM : L2H

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Nama : Alam Gentur Kharisma NIM : L2H"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

USULAN PERANCANGAN RUTE JALUR LINTASAN

PENGANGKUTAN BAHAN DAN ANALISIS SISTEM MATERIAL HANDLING DENGAN CHECKLIST PADA DEPARTEMEN PLASTIC

INJECTION

PT HARTONO ISTANA TEKNOLOGI

LAPORAN KERJA PRAKTEK Disusun untuk memenuhi persyaratan

mata kuliah Kerja Praktek

Disusun Oleh :

Nama : Alam Gentur Kharisma NIM : L2H 007 005

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik

Universitas Diponegoro Semarang

2010

(2)

i

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Kerja Praktek yang berjudul “USULAN PERANCANGAN RUTE JALUR LINTASAN PENGANGKUTAN BAHAN DAN ANALISIS SISTEM MATERIAL HANDLING DENGAN CHECKLIST PADA DEPARTEMEN PLASTIC INJECTION PT HARTONO ISTANA TEKNOLOGI” ini telah diperiksa dan disahkan pada:

Hari / Tanggal : November 2010

Mengetahui,

Koordinator Kerja Praktek, Dosen Pembimbing,

Ari Arvianto, ST, MT Susatyo Nugroho, ST, MM

NIP. 198109132003121002 NIP. 196903111997021001

(3)

ii

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat melaksanakan kerja praktek dengan baik dan dapat menyelesaikan laporan kerja praktek ini.

Kerja praktek yang dilakukan sebagai bekal awal bagi para mahasiswa/mahasiswi untuk dapat mengenal dunia industri secara realiatas bukan hanya berupa teori yang selama ini telah diberikan dalam perkuliahan maupun studi pustaka. Selain itu kerja praktek dapat memberikan pengalaman baru dan pengetahuan yang tidak didapatkan dalam teori perkuliahan. Pengalaman dan pengetahuan baru ini diharapkan kelak dapat bermanfaat di masa depannya.

Penulis berharap laporan yang telah dibuat ini dapat bermanfaat tidak hanya untuk dunia akademis dan ilmiah, namun juga dapat bermanfaat untuk perusahaan tempat penukis melakukan kerja praktek.

Pada kesempatan ini pula penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada:

1. Allah SWT, yang selalu mencurahkan kasih sayang dan perlindunganNya.

2. Orang Tua, yang telah memberikan dukungan penuh baik secara morill maupun materiil.

3. Bapak Susatyo Nugroho, ST. MM selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dalam melakukan penyusunan Laporan Kerja Praktek.

4. Bapak Ari Arvianto, ST. MT selaku koordinator kerja praktek yang telah memberikan arahan dalam penyusunan Laporan Kerja Praktek.

5. Bapak Indrat Mulatno selaku pembimbing dari PT. HARTONO ISTANA TEKNOLOGI yang telah membantu penulis selama kerja praktek.

6. Mas Romi yang selalu membimbing dan memberi informasi waktu jalan – jalan di Pabrik.

(4)

iii

7. Nyoman dan Siti Farkah, yang jadi teman seperjuangan selama kerja praktek di Kudus.

8. Teman – teman dari Universitas Atmajaya yang juga teman seperjuangan waktu kerja praktek.

9. Kos – kosan di Kudus yang menjadi tempat persinggahan saya disana

10. Teman – teman yang sudah meminjamkan segala peralatan untuk membantu saat KP

11. Keluarga Besar Teknik Industri 2007

12. Dan semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terimakasih semuanya.

Tiada sesuatu yang sempurna di dunia ini, demikian pula dengan Laporan Kerja Praktek ini yang masih banyak kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang sekiranya dapat membantu memperbaiki laporan ini.

Semarang, November 2010

Penulis

(5)

iv

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ... i

KATA PENGANTAR ...ii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR GAMBAR ... vii

DAFTAR TABEL ...viii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Tujuan Penelitian ... 3

1.4 Batasan masalah ... 3

1.5 Sistematika Penulisan ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 Pengertian Perancangan Tata Letak Pabrik ... 5

2.2 Tujuan Dan Prinsip Perancangan Tata Letak Pabrik ... 7

2.3 Material Handling ... 12

2.3.1 Tujuan pemindahan material adalah sebagai berikut ... 12

2.3.2 Prinsip Pemindahan Material ... 13

2.3.3 Aturan Prinsip Dasar Pemindahan Bahan ... 14

2.4 Analisis Teknis Perencanaan dan Pengukuran Aliran Bahan ... 14

2.5 Jalan Lintasan (Aisle) ... 15

2.6 Metode Kuantitatif Untuk Menganalisis Aliran Bahan... 17

2.6.1 String Diagram ... 17

(6)

v

2.6.2 Triangular Flow Diagram ... 18

2.6.3 From To Chart ... 18

2.7 Material Handling Check List ... 18

BAB III TINJAUAN SISTEM ... 19

3.1 Sejarah ... 19

3.2 Visi dan Misi ... 24

3.3 Struktur Organisasi ... 25

3.4 Profil Produk ... 26

3.5 Assembly Line... 27

3.6 Pengendalian Produksi ... 27

3.7 Perencanaan dan Pengembangan Produk ... 28

3.8 Pengendalian Kualitas ... 29

3.9 Manajemen Pemasaran ... 30

3.10 Departemen Plastic Injection ... 31

BAB IV PEMBAHASAN ... 32

4.1 Metodologi Penelitian ... 32

4.2 Pengumpulan dan Pengolahan Data ... 33

4.2.1 Pengumpulan Data ... 33

4.2.1.1 Data Mesin ... 33

4.2.1.2 Data Peralatan Pengangkutan Bahan ... 33

4.2.1.3 Data Part yang Diproduksi ... 34

4.2.1.4 Data Pengangkutan Bahan ... 35

(7)

vi

4.2.1.4 Pola Aliran Material ... 36

4.2.2 Pengolahan Data ... 37

4.2.2.1 Perhitungan Distance Volume Jalur Awal ... 37

4.2.2.2 Perhitungan Distance Volume Jalur Alternatif 1... 41

4.2.2.3 Perhitungan Distance Volume Jalur Alternatif 2... 44

4.2.2.4 Perhitungan Distance Volume Jalur Alternatif 3... 47

4.3 Analisa ... 50

4.3.1 Analisa Pola Jalur Pengangkutan Saat Ini ... 50

4.3.2 Analisa Pola Jalur Pengangkutan Alternatif ... 50

4.3.3 Analisa Kondisi Material Handling Dengan Checklist (General ) ... 52

4.3.4 Analisa Kondisi Material Handling Dengan Checklist ( Metode ) ... 54

BAB V PENUTUP ... 57

5.1 Kesimpulan ... 57

5.2 Saran ... 58 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(8)

vii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Kondisi layout saat ini ... 2

Gambar 2.1 Komponen perencanaan fasilitas pabrik ... 6

Gambar 2.2 Bentuk dan Lokasi Jalan Lintas dalam Pabrik ... 17

Gambar 3.2 Produk Audio ... 26

Gambar 3.3 Produk Video ... 26

Gambar 3.4 Produk Home Appliances ... 27

Gambar 3.5 Lokasi Customer Care PT. HIT di Indonesia ... 30

Gambar 3.6 Lokasi Distributor PT. HIT di Indonesia... 30

Gambar 4.1 Metodologi Penelitian ... 32

Gambar 4.1 Pola Aliran Material... 36

Gambar 4.1 Layout Jalur awal... 37

Gambar 4.2 Layout Jalur Alternatif 1 ... 41

Gambar 4.3 Layout Jalur Alternatif 2 ... 44

Gambar 4.4 Layout Jalur Alternatif 3 ... 47

(9)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Standar Lebar Jalan Lintasan Yang Direkomendasikan ... 16

Tabel 3.1 Ringkasan Sejarah PT. HIT dari Tahun ke Tahun ... 19

Tabel 4.1 Spesifikasi Mesin ... 33

Tabel 4.2 Alat Pengangkut Bahan ... 33

Tabel 4.3 Part yang Dihasilkan Setiap Mesin ... 34

Tabel 4.4 Pengangkutan Bahan ... 35

Tabel 4.5 From to Chart jarak perpindahan bahan ... 38

Tabel 4.6 Volume perpindahan bahan ... 39

Tabel 4.7 Perhitungan distance volume ... 40

Tabel 4.8 From to Chart jarak perpindahan material ... 42

Tabel 4.9 Perhitungan Distance Volume ... 43

Tabel 4.10 From to Chart jarak perpindahan material ... 45

Tabel 4.11 Perhitungan Volume Distance ... 46

Tabel 4.12 From to Chart jarak perpindahan material ... 48

Tabel 4.13 Perhitungan Distance Volume... 49

Tabel 4.14 Rekapitulasi perhitungan distance volume ... 50

Tabel 4.15 Material Handling Dengan Checklist (General ) ... 52

Tabel 4.16 Material Handling Dengan Checklist (Metode) ... 54

(10)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Tata letak (layout) atau pengaturan dari fasilitas produksi dan area kerja yang ada merupakan landasan utama dalam dunia industri. Pada umumnya tata letak pabrik yang terencana dengan baik akan ikut menentukan efisiensi dan dalam beberapa hal akan juga menjaga kelangsungan hidup ataupun kesuksesan suatu industri.

Peningkatan produktivitas merupakan suatu hal yang menjadi fokus perhatian dalam disiplin ilmu Teknik Industri. Produktivitas suatu industri dapat dilihat dari kemampuannya dalam memanfaatkan waktu yang dimiliki untuk aktivitas produksi secara efisien. Salah satu factor yang mempengaruhi tinggi rendahnya produktivitas adalah bagaimana perusahaan merencanakan fasilitas produksinya dengan baik.

Material Handling System (MHS) mempunyai fokus pada layout panduan jalan, pengendalian arus lalu lintas, pengiriman, dan aliran bahan. Dari hasil penelitian biaya pemindahan atau dengan istilah material handling cost. Besarnya biaya ini digolongkan sebagai over head cost berkisar 25% atau lebih dari total biaya produksi yang dikeluarkan.

Dengan demikian perencanaan tata letak fasilitas akan berkaitan dengan perencanaan proses pemindahan bahan.

Departemen plastic Injection pada PT Hartono Istana Teknologi mempunyai pola jalur atau aisle pengangkutan material yang kompleks. Pemanfaatan jalur tersebut untuk proses pengangkutan bahan harus seoptimal mungkin, hal ini berhubungan dengan kondisi sistem material handling pada lantai produksi tersebut. Karena proses material handling yang baik merupakan salah satu syarat yang dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.

Referensi

Dokumen terkait

terkait dengan rekonstruksi konsep , aplikasi dan nilai - nilai ajaran Islam yang ternyata mampu menjadi rujukan shahih dalam menjawab berbagai.. persoalan khususnya di bidang

Tapi apabila kita tidak betol-betol sungguh-sungguh bisa jadi ada mudharatnya.” P : “Apakah dalam penatalaksanaannya Bapak mengalami hambatan / kendala?” R : “Ya kami sih

Di dalam kurikulum 2006 dan 2013 ditegaskan bahwa IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa current ratio (CR), debt to equity ratio (DER), dan profit margin (PM) secara bersama-sama (simultan) tidak berpengaruh

Masyarakat pedesaan juga ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yagn amat kuat yang hakekatnya,

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman konsep yang menggunakan strategi REACT ( Relating, Experiencing, Applying, Cooperating,

Dari hasil penelitian di ketahui pengetahuan ibu hamil tentang infeksi masa nifas berdasarkan pendidikan sebagian besar berpengetahuan kurang pada pendidikan lulus

Tanaman tumbuh lebih tinggi pada umur 15 HST akibat pemulsaan dibandingkan tanpa mulsa karena penggunaan mulsa jerami padi dengan cara disebar secara merata di permukaan tanah