MARKET BRIEF
Produk Air Mineral 2018
HS 2201 Air, termasuk air mineral alam atau artifisial dan air soda, tidak mengandung tambahan gula atau bahan pemanis lainnya maupun pemberi rasa; es dan salju.
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL ... iii
DAFTAR GAMBAR ... iv
1. Pendahuluan ... 1
1.1. Air Minum Dalam Kemasan ... 1
1.2. Profil Negara Uni Emirat Arab ... 4
1.2.1. Informasi Geografis ... 4
1.2.2. Demografi ... 6
1.2.3. Perekonomian ... 7
2. Potensi Pasar Negara Akreditasi ... 13
2.1. Ekspor – impor produk AMDK di UEA ... 13
2.2. Potensi pasar impor produk AMDK di UEA ... 16
2.3. Regulasi Produk AMDK di UEA ... 19
2.3.1. Kebijakan impor produk AMDK di UEA ... 19
2.3.2. Persyaratan mutu, label, dan kemasan produk AMDK di UEA ... 22
2.4. Saluran Distribusi Produk AMDK di UEA ... 24
3. Peluang Dan Strategi ... 26
3.1. Peluang ... 28
3.2 Strategi ... 31
4. Informasi Penting ... 33
4.1. TPO (Trade Promotion Officer) asing di UEA ... 33
4.2. TPO dan / atau Kedutaan UEA di Indonesia ... 33
4.3. Chamber Of Commerce (Kamar Dagang) di UEA ... 33
4.4. Chamber Of Commerce (Kamar Dagang) di Indonesia ... 34
4.7. Daftar pameran produk AMDK di UEA ... 34
4.9. Daftar importir produk AMDK di UEA ... 34
DAFTAR PUSTAKA ... 37
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Volume Produksi AMDK dalam miliar liter.
Tabel 2. Indikator Pertumbuhan Ekonomi Uni Emirat Arab Tabel 3. Sektor Industri Utama Ekonomi Uni Emirat Arab Tabel 4. Nilai Ekspor‐Impor Uni Emirat Arab 2012‐2016
Tabel 5. Mitra Dagang Utama Ekspor‐Impor Uni Emirat Arab 2016 Tabel 6. Produk Utama Ekspor‐Impor Uni Emirat Arab 2016 Tabel 7. Jasa Utama Ekspor‐Impor Uni Emirat Arab 2016
Tabel 8. Total Impor ke UAE Berdasarkan Negara Asal (2012 – 2016) Tabel 9. Neraca Perdagangan Indonesia dengan UAE (2013 – 2017)
Tabel 10. Komoditas Ekspor Non‐Migas Utama Indonesia ke UAE (2013‐2017) Tabel 11. Komoditas Impor Non‐Migas Utama Indonesia dari UAE (2013‐2017) Tabel 12. Daftar Negara eksportir produk AMDK ke UEA tahun 2016
Tabel 13. Daftar Negara importir produk AMDK dari UEA tahun 2016 Tabel 14. Nilai dan volume ekspor AMDK HS 2201 Indonesia ke UEA Tabel 15. Prosedur Sebelum Melakukan Impor Bahan Makanan di Dubai Tabel 16. Berbandingan Harga berbagai merek produk AMDK di UEA
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Persentase Volume Produksi AMDK dalam miliar liter Gambar 2. Lima Negara teratas tujuan ekspor AMDK (ribuan US$)
Gambar 3. Letak Geografis United Arab Emirates (CIA The World Factbook, 2018) Gambar 4. Penduduk UAE berdasarkan Kebangsaan
Gambar 5. Trend impor AMDK UAE di 5 tahun terakhir (dalam jutaan US$)
Gambar 6. Trend impor – ekspor produk AMDK UAE di 5 tahun terakhir (jutaan US$) Gambar 7. Nilai dan volume ekspor produk AMDK HS 2201 Indonesia ke UEA
Gambar 8. Nilai impor produk AMDK Indonesia dibandingkan China, Malaysia, India, Vietnam dan Thailand di tahun 2016.
Gambar 9. Alur Kerja Pembebasan Produk Makanan Impor Gambar 10. Aplikasi Agthia
Gambar 11. Contoh Varian Kemasan produk AMDK di Dubai (Mai Dubai)
Gambar 12. Segmentasi Merek AMDK air segar berdasarkan Sumber dan Harga di UEA
1. Pendahuluan
1.1. Air Minum Dalam Kemasan
Dalam market brief ini dipilih produk Air Mineral atau juga lebih dikenal dengan istilah Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) sebagai obyek analisa. Jika mengacu kepada klasifikasi Harmonized System 4 digit, AMDK masuk ke deskripsi klasifikasi HS 2201, Air, termasuk air mineral alam atau artifisial dan air soda, tidak mengandung tambahan gula atau bahan pemanis lainnya maupun pemberi rasa; es dan salju.
Air adalah sumber kehidupan, dan sumber perkembangan peradaban manusia. Oleh karena itu, terutama di area geografis yang kering perkembangan peradaban manusia terpusat di sekitar sumber air. Lebih jauh lagi, air tidak hanya berfungsi sebagai penopang kehidupan secara biologis, namun juga secara berkontribusi langsung di berbagai kegiatan ekonomi dan keagamaan.
Beberapa peradaban besar dunia yang lekat dengan sumber air adalah, peradaban Mesir Kuno dengan sungai Nil, peradaban Sabit Subur dengan sungai Tigris dan Efrat, peradaban China Kuno dengan sungai Kuning dan India Kuno dengan sungai Indus.
Seiring pertumbuhan zaman dan perkembangan perkembangan teknologi, konsentrasi penduduk dan perkembangan kota tidak lagi haya terjadi di sekitar sumber air. Hal ini dikarenakan air dapat dengan mudah dialirkan melalui infrastruktur pendukung untuk ketersediaan keperluan rumah tangga ataupun industri. Perkembangan teknologi tidak hanya membawa kemudahan dalam pendistribusian dan ketersedian air, namun juga ketersediaan air bersih yang layak di konsumsi.
Perubahan gaya hidup (lifestyle) masyarakat medorong terciptanya air minum dalam kemasan.
Produk AMDK dipilih sebagai produk dalam market brief kali ini karena potensinya yang besar dan akan selalu bertumbuh seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Dengan perkembangan lifesyle dan semakin kompleksnya aktifitas penduduk, permintaan terhadap kemudahan akses dan kualitas air minum juga semakin meningkat, hal ini menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan pasar produk AMDK.
Di Indonesia, sejak tahun 2013 terdapat peningkatan kegiatan investasi dan pengolahan produk AMDK di Indonesia. Peningkatan kegiatan investasi di industri produk AMDK Indonesia di tahun
2013 bisa diartikan adanya harapan positif dari para pelaku investasi terhadap perkembangan pasar produk AMDK di Indonesia.
Merajuk kepada data statistik yang didapat dari Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN), di tahun 2014 produksi AMDK meningkat secara signifikan, yaitu sebesar 13,16% (Tabel 1) bila dibandingkan dengan peningkatan di tahun 2013 yang hanya 2,7%. Volume produksi AMDK terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, walaupun tahun lalu di tahun 2017 peningkatan volume produksi hanya mencapai 1,4% yang juga merupakan pertumbuhan terendah sejak tahun 2013. Menurut ketua ASPADIN, penurunan pertumbuhan produksi AMDK in disebabkan oleh penurunan daya beli masyarakat dan adanya perubahan Peraturan Kementrian Perindustrian terhadap perubahan SNI yang ditetapkan sebagai standar dalam produk AMDK.
Tabel 1. Volume Produksi AMDK dalam miliar liter.
Tahun Produksi Pert. Vol Pert. %
2013 20.39 0.530 2.7%
2014 23.16 2.770 13.6%
2015 24.78 1.620 7.0%
2016 26.8 2.020 8.2%
2017 27.17 0.370 1.4%
Sumber: ASPADIN
Gambar 1. Persentase Volume Produksi AMDK dalam miliar liter
Sumber: ASPADIN
2.67%
13.59%
6.99% 8.15%
1.38%
0.00%
2.00%
4.00%
6.00%
8.00%
10.00%
12.00%
14.00%
16.00%
2013 2014 2015 2016 2017
Dengan kondisi ini sejumlah perusahaan produk AMDK menahan rencana ekspansi dan pembangunan pabrik baru karena persaingan untuk memperebutkan pasar menjadi semakin kompetitif seiring semakin banyaknya kompetitor di dalam industri. Saat ini terdapat sekitar 200 perusahaan produk AMDK mencakup 700 unit usaha dengan 2.000 merk di seluruh Indonesia.
Namun, walaupun pertumbuhan produksi AMDK menurun di tahun 2017, pada tahun 2018 ASPADIN memperkirakan pertumbuhan produksi air minum dalam kemasan dapat mencapai 10%.
Jika dilihat dari sisi ekspor, pada tahun 2016 total ekspor produk AMDK Indonesia mencapai US$10 juta. Lima Negara teratas tujuan ekspor produk AMDK adalah Timor Leste sebesar US$6 juta, diikuti dengan Singapura sebesar US$1,8 juta, Papua Nugini US$0,533 juta, Brunei US$0,524 juta dan Myanmar US$0,414 juta.
Gambar 2. Lima Negara teratas tujuan ekspor AMDK (ribuan US$)
Sumber: The Observatory of Economic Complexity (OEC), 2018a
Merujuk kepada data Badan Pusat Statistik, walapun di tahun 2017 nilai ekspor menurun dibandingkan dengan nilai ekspor di tahun 2016, ekspor produk AMDK pada periode Januari hingga Oktober tumbuh 91,11% secara tahunan (year on year) dari US$7,74 juta menjadi US$14,79 juta.
Namun, walaupun pertumbuhannya besar, tetapi nilai tersebut masih kecil dibandingkan penjualan domestik, yaitu sekitar 1% dari total volume, sehingga peluang untuk meingkatkan nilai ekspor masih terbuka lebar. (Industri Bisnis, 2018a)
414.11 524.18 533.24
1,820.75
6,079.14
‐ 1,000.00 2,000.00 3,000.00 4,000.00 5,000.00 6,000.00 7,000.00 Myanmar
Brunei Papua Nugini Singapura Timor Leste
Di pasar global, permintaan produk AMDK secara garis besar dipengaruhi oleh peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan perubahan lifestyle. Diperkirakan akan ada lonjakan permintaan yang dipengaruhi oleh menguatnya permintaan akan air minum yang bersih dan higienis. (Bottled Water Market: Global Industry Perspective, Comprehensive Analysis, Size, Share, Growth, Segment, Trends and Forecast, 2014 – 2020, 2015).
Faktor lain juga tidak kalah penting yang mempengaruhi permintaan produk AMDK di pasar global adalah kemasan yang ramah lingkungan, serta peningkatan industri pariwisata yang mengedepankan kemudahan produk AMDK untuk dibawa.
Di sisi lain, hal yang dapat menghambat pertumbuhan permintaan produk AMDK selain semakin ketatnya peraturan standar kemasan serta meningkatnya kualitas air keran dan kesadaran akan limbah plastik yang umum digunakan sebagai kemasan.
1.2. Profil Negara Uni Emirat Arab 1.2.1. Informasi Geografis
Mengutip dari UAE Annual Book 2016 (National Media Council, 2016), United Arab Emirates (UAE) merupakan salah satu negara di bagian timur kawasan Jazirah (semenanjung besar) Arab yang berada di Asia Barat Daya. Secara geografis (Gambar 3.), perbatasan negara ini ialah: sebelah utara dibatasi oleh perairan Teluk Arab atau juga disebut Teluk Persia, sebelah timur dibatasi oleh Kesultanan Oman, sebelah selatan dibatasi oleh Kerajaan Arab Saudi, dan sebelah barat dibatasi oleh Kerajaan Arab Saudi dan perairan Negara Qatar.
Gambar 3. Letak Geografis United Arab Emirates (CIA The World Factbook, 2018)
UAE merupakan negara federasi konstitusional yang terdiri dari tujuh wilayah emirate dimana masing‐masing dipimpin oleh seorang Emir yang bersama‐sama membentuk Federal Supreme Council. Federal Supreme Council adalah otoritas konstitusional tertinggi di UAE yang juga merupakan otoritas legislatif dan eksekutif tertinggi yang menyusun kebijakan umum dan menyetujui berbagai undang‐undang federal. Ketujuh wilayah emirate tersebut adalah: Abu Dhabi, Dubai, Sharjah, Ajman, Umm al‐Quwain, Fujairah, Ras al‐Khaimah. Abu Dhabi merupakan Ibu kota negara.
UAE mencakup wilayah seluas 83,600 km², dimana 87 persennya adalah bagian dari wilayah emirate Abu Dhabi. Sekitar 74 persen lahan UAE merupakan kawasan gurun atau padang pasir, namun ada berbagai macam lanskap termasuk bukit pasir merah yang menjulang tinggi di daerah Liwa, yang meluas ke Al Ain, oase alam yang dihiasi dengan pohon palem, pegunungan terjal dan dataran pantai yang datar (National Media Council, 2016).
UAE beriklim gurun, yang sejuk di musim dingin (suhu terendah 10‐12 oC, suhu tertinggi 24‐26 oC), dan yang panas serta terik selama musim panas (suhu terendah 34‐36 oC, suhu tertinggi 46‐48 oC).
Rata‐rata curah hujan 100 mm per tahun dan umumnya terjadi selama bulan‐bulan musim dingin saja (Climate to travel, 2018).
1.2.2. Demografi
Pertumbuhan penduduk di Uni Emirat Arab termasuk yang tertinggi di dunia, yaitu 2,37% untuk tahun 2017 (Index Mundi, 2018). Menurut estimasi World Bank yang dipublikasi oleh Global Media Insight (2018a), total populasi yang tinggal di UAE saat ini adalah 9,54 juta jiwa.Dari Total Populasi tersebut, 43% bermukim di wilayah Abu Dhabi, 18% di wilayah Dubai, 16% di wilayah Sharjah, 10%
di wilayah Ras Al Khaimah, 7% di wilayah Fujairah, 4% di wilayah Ajman dan 2% di wilayah Umm Al Quwain. Perbandingan komposisi pria dan wanita adalah 72% (6.89 juta jiwa) pria dan 28% (2.65 juta jiwa) wanita. Komunitas ekspatriat melebihi jumlah penduduk asli UAE atau yang disebut Emirati yang jumlahnya sekitar 11.48% total populasi. Persentasi ekpatriat terbesar di UAE berasal dari Negara India yaitu 27.49%, kemudian diikuti oleh penduduk dari Pakistan 12.69%, Bangladesh 7.40%, Filipina 5.56%, Iran 4.76%, Mesir 4.23%, Nepal 3,17%, Sri Lanka 3.17%, Cina, 2.1% dan sisa 17.94% berasal dari negara lainnya (Gambar 4.).
Gambar 4. Penduduk UAE berdasarkan Kebangsaan
Sumber dari Global Media Insight (2018a), diolah oleh ITPC Dubai
Bahasa resmi UAE adalah bahasa Arab. Bahasa yang digunakan secara luas di stasiun TV, radio dan surat kabar termasuk: Inggris, Perancis, Hindi, Urdu, Malayalam, Tagalog and Farsi. Islam adalah agama resmi di UAE; praktek agama lain diperbolehkan. Sebanyak 76 persen penduduk memeluk Agama Islam, 9 persen memeluk Agama Kristen, 5 persen memeluk Agama Hindu dan Budha, dan sisanya memeluk agama lainnya (CIA The World Factbook, 2018).
Penduduk Asli UAE 11%
India 28%
Pakistan 13%
Bangladesh 7%
Filipina 6%
Iran 5%
Mesir 4%
Nepal 3%
Sri Lanka 3%
Cina 2%
Negara Lainnya 18%
1.2.3. Perekonomian
1.2.3.1 Kondisi Perekonomian UAE
Sejak persatuan ketujuh emirate tahun 1970‐an dan ledakan produksi dan ekspor minyak yang kebetulan terjadi bersamaan dengan periode harga minyak global yang meroket tahun 1980‐an, negara ini telah mengalami perkembangan ekonomi yang sangat pesat dimana dari wilayah kerajaan kecil di padang pasir, kini menjadi negara modern dengan standar hidup yang tinggi.
Pemerintah telah meningkatkan pengeluaran untuk penciptaan lapangan pekerjaan dan perluasan infrastruktur dan membuka utilitas untuk keterlibatan sektor swasta yang lebih besar. Zona perdagangan bebas (Free Zone) UAE yang menawarkan 100% kepemilikan asing dan nol pajak menjadi daya tarik bagi investor asing.
Ketergantungan UAE pada minyak merupakan tantangan jangka panjang yang signifikan. Kondisi harga minyak yang rendah sejak pertengahan 2015 telah mendorong UAE untuk memotong pengeluaran. Pemerintah mengurangi subsidi bahan bakar, listrik dan air pada bulan Agustus 2015, dan telah memperkenalkan beacukai dan pajak pertambahan nilai sebsar 5% mulai 1 Januari 2018.
Meski masih sangat bergantung pada pendapatan minyak, keberhasilan upaya diversifikasi ekonomi telah meningkatkan porsi GDP dari sektor non minyak dan gas menjadi 70% dan diharapkan menjadi 80% pada tahun 2020 (Al Hashimi, 2018). Sektor ekonomi UAE merupakan yang paling beragam diantara negar‐negara Gulf Cooperation Council (GCC) lainnya.
Masing‐masing dari tujuh Emirat memiliki kondisi dan prioritas ekonomi yang berbeda, namun tetap sejalan dengan strategi pembangunan berdasarkan UAE Vision 2021. Sementara Abu Dhabi memegang sebagian besar cadangan minyak dan gas negara dan mengendalikan sebagian besar tabungan nasional, Dubai bertindak sebagai pusat komersial negara. Pertumbuhan ekonomi domestik akan terus didorong oleh kedua emirat ini. Dimana Dubai menarik investasi asing dalam jumlah besar melalui World Expo 2020 yang saat ini sedang dipersiapkan sedangkan Abu Dhabi menyuntikkan lebih banyak dana ke dalam bidang infrastruktur.
Tabel 2. Indikator Pertumbuhan Ekonomi Uni Emirat Arab
Main Indicators 2015 2016 2017 2018 (e) 2019 (e)
GDP (billions USD) 357.95 348.74 378.66e 400.90 422.89
GDP (Constant Prices, Annual % Change) 3.80 3.00 1.30 3.40 3.20
GDP per Capita (USD) 37361.00 35384.00 37346.00 38436.00 39342.00
General Government Gross Debt (in % of GDP) 18.70 20.71 20.73 20.83 20.80
Inflation Rate (%) 4.10 1.80 2.10 2.90 2.30
Current Account (billions USD) 16.66 8.41 7.88 8.46 10.70
Current Account (in % of GDP) 4.70 2.40 2.10 2.10 2.50
(e) : data estimasi
Sumber: IMF – World Economic Outlook Database (Societe Generale, 2018)
Tabel 3. Sektor Industri Utama Ekonomi Uni Emirat Arab
Breakdown of Economic Activity By Sector Agriculture Industry Services
Employment By Sector (in % of Total Employment) 3.5 21.1 75.4
Value Added (in % of GDP) 0.8 40.4 58.8
Value Added (Annual % Change) 4.3 4.1 1.9
Sumber: World Bank (Societe Generale, 2018)
Tabel 4. Nilai Ekspor‐Impor Uni Emirat Arab 2012‐2016
Foreign Trade Indicators 2012 2013 2014 2015 2016
Imports of Goods (million USD) 226,000 239,000 250,000 230,000 225,000
Exports of Goods (million USD) 349,000 379,000 375,000 265,000 265,900
Imports of Services (million USD) 62,301 61,157 63,744 65,650 83,213
Exports of Services (million USD) 15,276 20,422 22,982 26,358 63,417
Imports of Goods and Services (Annual % Change) 9 7.5 7.4 ‐6 11.3
Exports of Goods and Services (Annual % Change) 17.5 6.1 1.8 5.2 6.5
Foreign Trade (in % of GDP) 185.6 185.8 188.1 196.4 205.3
Imports of Goods and Services (in % of GDP) 85.3 85.2 89 96 101.4
Exports of Goods and Services (in % of GDP) 100.3 100.5 99.1 100.4 103.8
Sumber: WTO – World Trade Organisation (Societe Generale, 2018)
Tabel 5. Mitra Dagang Utama Ekspor‐Impor Uni Emirat Arab 2016
Main Customers
(% of Exports) 2016 Main Suppliers
(% of Imports) 2016
India 3.80% China 8.30%
Iran 3.00% United States 7.60%
Switzerland 2.50% India 6.90%
Iraq 1.80% Germany 4.60%
Oman 1.70% Japan 3.60%
Saudi Arabia 1.60% Italy 2.00%
Belgium 1.50% United Kingdom 1.90%
Hong Kong 1.30% South Korea 1.80%
China 1.20% Turkey 1.70%
United States 1.20% Saudi Arabia 1.70%
Sumber: Comtrade (Societe Generale, 2018)
Tabel 6. Produk Utama Ekspor‐Impor Uni Emirat Arab 2016
298.7 bn USD of products exported in 2016 270.9 bn USD of products imported in 2016
Petroleum oils and oils obtained from bituminous... 11.00% Gold, incl. gold plated with platinum, unwrought... 11.90%
Gold, incl. gold plated with platinum, unwrought... 5.50% Diamonds, whether or not worked, but not mounted... 4.60%
Diamonds, whether or not worked, but not mounted... 4.30% Motor cars and other motor vehicles principally... 4.30%
Articles of jewellery and parts thereof, of... 4.00% Transmission apparatus for radio‐telephony,... 3.40%
Petroleum oils and oils obtained from bituminous... 3.20% Powered aircraft e.g. helicopters and aeroplanes;... 3.10%
Motor cars and other motor vehicles principally... 1.70% Articles of jewellery and parts thereof, of... 2.70%
Unwrought aluminium 1.50% Turbo‐jets, turbo‐propellers and other gas... 1.90%
Transmission apparatus for radio‐telephony,... 1.20% Parts of aircraft and spacecraft of heading 8801... 1.40%
Polymers of ethylene, in primary forms 1.10% Automatic data processing machines and units... 1.00%
Petroleum gas and other gaseous hydrocarbons 1.00% Petroleum oils and oils obtained from bituminous... 0.90%
Sumber: Comtrade (Societe Generale, 2018)
Tabel 7. Jasa Utama Ekspor‐Impor Uni Emirat Arab 2016
27.2 bn USD of services exported in 2015 24.4 bn USD of services imported in 2015
Travel 58.90% Travel 62.05%
Transportation 37.90% Transportation 33.04%
Government services 3.20% Government services 4.91%
Sumber: United Nations Statistics Division (Societe Generale, 2018)
1.2.3.2 Perdagangan antara Indonesia dan UAE
UAE merupakan negara yang memiliki potensi besar sebagai mitra dagang Indonesia. Perannya sebagai pusat perdagangan di kawasan Timur Tengah, Afrika dan Eropa, menjadikan negara ini sebagai tujuan pasar utama yang menjanjikan bagi Indonesia terlebih pasca krisis yang melanda sebagian besar kawasan Eropa saat ini. Pada tahun 2016, berdasarkan total nilai impor seluruh produk ke UAE, Indonesia merupakan negara yang berada di urutan ke‐34, dengan pangsa pasar sebesar 0.43% (Tabel 9.).
Tabel 8. Total Impor ke UAE Berdasarkan Negara Asal (2012 – 2016)
Urutan* Negara
Nilai Impor Perubahan
2015‐2016
Trend 2012‐2016
Pangsa Pasar 2016
2012 2013 2014 2015 2016
Ribu USD Ribu USD Ribu USD Ribu USD Ribu USD (%) (%) (%)
TOTAL 261,022,920 294,966,918 298,611,277 287,024,848 270,882,074 ‐5.96 103.78 100.00
1 China 31,897,618 36,394,414 45,002,963 22,845,146 22,424,487 ‐1.88 70.30 8.28
2 United States 23,561,602 25,067,252 23,997,532 19,334,455 20,587,014 6.08 87.38 7.60
3 India 25,533,300 24,418,686 22,088,030 17,859,649 18,669,359 4.34 73.12 6.89
4 Germany 12,029,348 12,545,712 14,079,091 11,931,541 12,594,494 5.26 104.70 4.65
Urutan* Negara
Nilai Impor Perubahan
2015‐2016
Trend 2012‐2016
Pangsa Pasar 2016
2012 2013 2014 2015 2016
Ribu USD Ribu USD Ribu USD Ribu USD Ribu USD (%) (%) (%)
5 Japan 13,678,156 14,172,456 13,978,325 10,396,851 9,659,325 ‐7.64 70.62 3.57
6 Italy 7,785,179 7,110,099 7,320,373 5,501,739 5,411,373 ‐1.67 69.51 2.00
7 United Kingdom 7,379,371 12,882,098 9,174,332 6,171,677 5,196,702 ‐18.76 70.42 1.92
8 Korea, Rep. 9,770,892 8,012,840 9,968,451 5,277,773 4,769,821 ‐10.65 48.82 1.76
9 Turkey 9,578,186 5,005,070 4,351,942 3,418,962 4,661,408 26.65 48.67 1.72
10 Saudi Arabia 4,939,847 5,305,215 4,860,690 3,952,018 4,473,662 11.66 90.56 1.65
32 Botswana 42,839 113,829 572,569 505,733 1,301,155 61.13 3037.32 0.48
33 Netherlands 1,787,908 1,919,225 2,056,339 1,442,668 1,286,790 ‐12.11 71.97 0.48
34 Indonesia 1,895,969 1,986,418 2,411,236 1,547,448 1,167,388 ‐32.56 61.57 0.43
35 Russian Federation 1,203,965 3,136,788 2,601,820 1,214,907 1,107,624 ‐9.69 92.00 0.41
36 Guinea 136,125 313,862 386,444 186,100 1,078,404 82.74 792.22 0.40
*Urutan berdasarkan nilai impor tahun 2016
Sumber: World Integrated Trade Solution (WITS), 2017a
Ditinjau dari Tabel 10. nilai ekspor non‐migas Indonesia ke UAE pada tahun 2017 mencapai 1.59 milyar USD dan impor non‐migas Indonesia dari UAE sebesar 509 juta USD, dimana keduanya mengalami pertumbuhan sebesar 0.45% dan 30.03% dibanding tahun sebelumnya. Total perdagangan antara Indonesia dengan UAE pada tahun 2017 mencapai 3,69 milyar USD. Nilai ini mengalami peningkatan sebesar 20.70% dibandingkan dengan nilai total perdagangan pada tahun sebelumnya yang mencapai USD 2,92 miliar USD.
Tabel 9. Neraca Perdagangan Indonesia dengan UAE (2013 – 2017)
Nama Negara
Nilai Perdagangan Perubahan
2016‐2017 Trend 2012‐2017
2013 2014 2015 2016 2017
Ribu USD Ribu USD Ribu USD Ribu USD Ribu USD (%) (%)
TOTAL PERDAGANGAN 3,398,424.70 4,257,466.40 3,282,394.50 2,928,307.60 3,692,802.75 20.70 108.66 MIGAS 1,394,443.20 1,331,710.40 1,067,663.50 983,903.10 1,588,240.72 38.05 113.90 NON MIGAS 2,003,981.50 2,925,756.00 2,214,731.00 1,944,404.50 2,104,562.03 7.61 105.02
TOTAL EKSPOR 1,589,066.71 2,503,133.96 1,926,295.69 1,612,105.63 1,630,671.13 1.14 102.62
MIGAS 5,116.37 1,736.29 26,392.18 24,246.01 35,693.31 32.07 697.63
NON MIGAS 1,583,950.34 2,501,397.67 1,899,903.51 1,587,859.63 1,594,977.82 0.45 100.70
TOTAL IMPOR 1,809,358.10 1,754,332.40 1,356,098.80 1,316,201.90 2,062,131.62 36.17 113.97 MIGAS 1,389,326.90 1,329,974.10 1,041,271.30 959,657.00 1,552,547.41 38.19 111.75
NON MIGAS 420,031.20 424,358.30 314,827.50 356,544.90 509,584.21 30.03 121.32
NERACA PERDAGANGAN ‐220,291.39 748,801.56 570,196.89 295,903.73 ‐431,460.49 168.58 195.86 MIGAS ‐1,384,210.53 ‐1,328,237.81 ‐1,014,879.12 ‐935,410.99 ‐1,516,854.11 38.33 109.58 NON MIGAS 1,163,919.14 2,077,039.37 1,585,076.01 1,231,314.73 1,085,393.62 ‐13.44 93.25
Sumber : BPS, 2018 (diolah PDSI Kementerian Perdagangan)
Berdasarkan nilai ekspor tahun 2017, 10 komoditas ekspor non‐migas utama Indonesia ke UAE (Tabel 11.) meliputi:
(1) Minyak sawit dan fraksinya; (2) Artikel perhiasan dan bagiannya; (3)Kain tenunan dari benang filamen sintetik; (4) Mobil‐mobil bermotor dan kendaraan bermotor lainnya; (5) Kertas dan kertas karton tidak dilapisi; (6) Tabung, pipa dan profil berongga, tanpa sambungan, dari besi (selain besi tuang) atau baja; (7) Ban pneumatik baru, dari karet; (8) Sabun mandi; preparat aktif permukaan organik; (9) Pulp kayu kimia, soda atau sulfat; (10) Kayu lapis, panel veneer dan kayu laminasi sejenis
Tabel 10. Komoditas Ekspor Non‐Migas Utama Indonesia ke UAE (2013‐2017)
Urutan*
Komoditas
Nilai Ekspor
Perubahan 2016‐2017
Trend 2013‐
2017
Pangsa Pasar 2017
Kode HS 2013 2014 2015 2016 2017
Ribu USD Ribu USD Ribu USD Ribu USD Ribu USD (%) (%) (%)
TOTAL 1,583,950.34 2,501,397.67 1,899,903.51 1,587,859.63 1,594,977.82 0.45 100.70 100.00
1 1511 Minyak sawit dan
fraksinya 144,300.17 216,682.85 158,609.75 159,472.15 219,738.19 27.43 152.28 13.78
2 7113 Artikel perhiasan dan
bagiannya 18,245.87 380,907.18 248,000.81 226,300.05 182,579.01 ‐23.95 1000.66 11.45
3 5407
Kain tenunan dari benang filamen sintetik
153,045.18 203,450.64 187,058.12 190,336.28 151,971.66 ‐25.24 99.30 9.53
4 8703
Mobil‐mobil bermotor dan kendaraan bermotor lainnya
162,311.97 189,052.04 204,912.11 69,710.17 126,038.52 44.69 77.65 7.90
5 4802
Kertas dan kertas karton tidak dilapisi, digunakan untuk menulis, mencetak atau gambar lainnya
87,491.38 56,901.51 80,273.44 65,387.28 44,026.48 ‐48.52 50.32 2.76
6 7304
Tabung, pipa dan profil berongga, tanpa sambungan, dari besi (selain besi tuang) atau baja
31,155.64 28,932.65 90,081.81 43,824.12 48,969.53 10.51 157.18 3.07
7 4011
Ban pneumatik baru, dari karet
62,923.63 51,421.67 72,584.13 31,117.96 27,363.13 ‐13.72 43.49 1.72
8 3401
Sabun mandi;
preparat aktif permukaan organik
39,477.64 51,738.24 46,291.25 35,560.98 38,347.11 7.27 97.14 2.40
Urutan*
Komoditas
Nilai Ekspor
Perubahan 2016‐2017
Trend 2013‐
2017
Pangsa Pasar 2017
Kode HS 2013 2014 2015 2016 2017
Ribu USD Ribu USD Ribu USD Ribu USD Ribu USD (%) (%) (%)
9 4703 Pulp kayu kimia, soda
atau sulfat 15,342.43 23,755.63 26,233.17 19,344.17 15,891.65 ‐21.73 103.58 1.00
10 4412
Kayu lapis, panel veneer dan kayu laminasi sejenis
36,294.63 25,894.63 41,915.82 33,928.95 25,270.35 ‐34.26 69.63 1.58
Sumber : BPS, 2018 (diolah PDSI Kementerian Perdagangan)
Sementara 10 komoditas impor non‐migas utama Indonesia dari UAE (Tabel 12), berdasarkan nilai impor meliputi: (1) Besi atau baja bukan paduan; produk setengah jadi daripadanya; (2) Aluminium; tidak ditempa; (3) Emas (termasuk emas dengan platinum) tidak ditempa atau dalam bentuk setengah jadi, atau dalam bentuk bubuk;(4) Polimer propilena atau olefin lainnya, dalam bentuk asal; (5) Polimer etilena, dalam bentuk asal; (6) Hidrokarbon asiklik; (7) Sisa dan skrap kertas dan kertas karton; (8) Belerang dari segala jenis; selain belerang yang disublimkan, diendapkan dan koloid;(9)Timbal; tidak ditempa; dan (10) Kurma, buah ara, nanas, alpukat, jambu biji, mangga dan manggis; segar atau kering.
Tabel 11. Komoditas Impor Non‐Migas Utama Indonesia dari UAE (2013‐2017)
Urutan*
Komoditas
Nilai Impor Perubahan
2016‐2017
Trend 2013‐
2017
Pangsa Pasar 2017
Kode HS 2013 2014 2015 2016 2017
Ribu USD Ribu USD Ribu USD Ribu USD Ribu USD (%) (%) (%)
TOTAL 0.00 0.00 0.00
290
110,521 30.03 121.32 100.00
1 7207
Besi atau baja bukan
paduan; produk setengah jadi
daripadanya
102,065 112,444 81,118 96,563 108,444 99.74 ‐ 21.69
2 7601 Aluminium; tidak
ditempa ‐ ‐ 878 49,731 41,635 10.96 106.25 21.28
3 7108
Emas (termasuk emas dengan platinum) tidak ditempa atau dalam bentuk setengah jadi, atau dalam bentuk bubuk
20,327 26,307 37,004 41,417 33,522 ‐19.45 ‐ 8.17
4 3902
Polimer propilena atau olefin lainnya,
dalam bentuk asal
25,912 20,878 35,354 33,807 32,353 ‐23.55 164.91 6.58
5 3901 Polimer etilena,
dalam bentuk asal 96,300 129,253 32,437 15,168 27,046 ‐4.49 124.86 6.35
6 2901 Hidrokarbon asiklik 15,997 14,585 8,507 15,731 22,055 43.92 28.09 5.31
7 4707 Sisa dan skrap kertas
dan kertas karton 55 3,635 11,726 10,397 19,041 28.67 137.87 4.33
8 2503
Belerang dari segala jenis; selain belerang yang disublimkan,
diendapkan dan koloid
11,500 3,542 6,389 6,271 14,244 45.40 34419.86 3.74
Urutan*
Komoditas
Nilai Impor
Perubahan 2016‐2017
Trend 2013‐
2017
Pangsa Pasar 2017
Kode HS 2013 2014 2015 2016 2017
Ribu USD Ribu USD Ribu USD Ribu USD Ribu USD (%) (%) (%)
9 7801 Timbal; tidak ditempa 11,036 9,892 5,926 8,828 13,054 55.97 123.86 2.80
10 0804
Kurma, buah ara, nanas, alpukat, jambu
biji, mangga dan manggis; segar atau
kering
0.00 0.00 0.00 290 110,521 32.37 118.28 2.56
Sumber : BPS, 2018 (diolah PDSI Kementerian Perdagangan)
Tidak hanya komoditi, pasar UAE juga sangat potensial untuk sektor jasa, salah satunya adalah dengan telah terpilihnya Dubai sebagai tuan rumah World Expo 2020, dapat dijadikan momentum bagi kepentingan Indonesia untuk terus meningkatkan nilai perdagangan Indonesia ke UAE terutama dalam peningkatan sektor jasa, sekaligus peluang bagi Pemerintah Indonesia untuk menjadi bagian dari masa persiapan Dubai dalam membangun fasilitas serta infrastruktur yang telah dimulai sejak 2014 lalu sampai dengan 2020. Jasa konstruksi, desain dan hospitality merupakan sektor jasa yang sangat potensial untuk mengisi peluang tersebut. Selain dikenal sebagai negara kaya minyak, UAE juga memiliki jumlah investor potensial disemua sektor, antara lain Sales, Marketing & Support, Construction, Business Services, Logistics, Distribution &
Transportation, Manufacturing dan lain‐lain.
2. Potensi Pasar Negara Akreditasi
2.1. Ekspor – impor produk AMDK di UEA
Uni Emirat Arab (UEA) adalah salah satu Negara dengan tingkat konsumsi air botol tertinggi di dunia dengan estimasi setiap penduduk mengkonsumsi air minum rata‐rata 250 liter air kemasan per tahun. (UAE Bottled Water Market ‐ Growth, Trends and Forecasts, 2018). Ukuran dan pertumbuhan permintaan AMDK di UEA sangat dipengaruhi oleh meningkatnya populasi yang sebagian besarnya adalah pendatang dan menigkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan.
Di sisi lain, pertumbuhan permintaan produk AMDK di UEA dapat di hambat oleh perkembangan kesadaran konsumen akan bahayanya botol plastik yang digunakan dalam mengemas air minum.
Sebagai contoh, penggunaan unsur kimia Bisphenol A yang diklaim memiliki effek negatif dan berbahaya untuk perkembangan otak dan prostat janin, bayi, dan anak‐anak.
Menurut Codex Alimentarius (Bahasa Latin untuk "Kode Makanan"), kumpulan standar yang diakui secara internasional, kode praktik, pedoman, dan rekomendasi lain yang berkaitan dengan makanan, produksi makanan, dan keamanan pangan, produk AMDK yang baik untuk dikonsumsi dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan sumber, konsistensi, kandungan, kemurnian dan perlakuan (treatment). Ketiga kategori tersebut adalah Natural Mineral Water (Air Mineral Alami), Spring Water (Air dari Sumber Alami), dan Prepared Water (Air yang telah mengalami modifikasi atau pemurnian).
UEA memiliki kelangkaan sumber air alami dan berada di 10 negara teratas yang memiliki kelangkaan sumber air karena iklimnya yang sangat kering (Masdar, 2018a). Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi air, UEA mengandalkan sumber air non‐kovensional yaitu air yang telah mengalami proses desilnated (dalah proses yang menghilangkan kadar garam berlebih dalam air untuk mendapatkan air yang dapat dikonsumsi binatang, tanaman dan manusia) dan air limbah yang telah mengalami pemurnian.
Karena kelangkaan sumber air alami, hampir seluruh produsen produk AMDK lokal memprodukasi produk AMDK jenis Prepared Water yang menggunakan air yang telah mengalami proses desalinated dan diproses lebih lanjut untuk memenuhi standar keamanan untuk dikonsumsi.
Untuk memenuhi kebutuhan air minum nasional, UEA diperkirakan mengimpor 50% AMDK.
(Water Resources in the United Arab Emirates , 2016). Di lima tahun terakhir, impor AMDK ke UAE terus mengalami pertumbuhan (Gambar 5) dengan pertumbuhan rata‐rata sebesar 19.6%.
Gambar 5. Trend impor AMDK UAE di 5 tahun terakhir (dalam jutaan US$)
Sumber: The Observatory of Economic Complexity (diolah oleh ITPC) 35.2
43.1
49.7 54.7
71.5
0 10 20 30 40 50 60 70 80
2012 2013 2014 2015 2016
Di tahun 2016, total nilai impor produk AMDK UAE sebesar US$71,5 juta. Berada di lima teratas Negara Eksportir produk AMDK ke UEA tahun 2016 adalah Turki, Perancis, Norwegia, Italia, dan Britania Raya (Tabel 12). Turki menempati posisi pertama di daftar Negara Eksportir produk AMDK ke UEA dengan nilai ekspor sebesar US$23,59 juta, diikuti oleh Perancis sebesar US$16,28 juta, Norwegia US$10,88 juta, serta Italia dan Britania Raya dengan nilai ekspor sebesar US$8,79 juta dan US$2,66 juta.
Tabel 12. Daftar Negara eksportir produk AMDK ke UEA tahun 2016
No Negara Asal Nilai (USD) Persentase
1 Turki 23,592,345 33%
2 Perancis 16,285,271 23%
3 Norwegia 10,885,692 15%
4 Italia 8,796,652 12%
5 Britania Raya 2,660,001 4%
Sumber: The Observatory of Economic Complexity (diolah oleh ITPC)
Perkembangan ekspsor produk AMDK UEA juga terus mengalami pertumbuhan dalam lima tahun terakhir (Gambar 6) dengan pertumbuhan rata‐rata 24,8%, sedikit di atas pertumbuhan rata‐rata impor yang hanya 19.6%. Meskipun begitu, volume ekspor produk AMDK dari UEA masih jauh dibawah volume impor produk AMDK ke UEA, dengan selisih rata‐rata 43%.
Gambar 6. Trend impor – ekspor produk AMDK UAE di 5 tahun terakhir (jutaan US$)
Sumber: The Observatory of Economic Complexity (diolah oleh ITPC) 35.2
43.1
49.7 54.7
71.5
22.4
33.5 33.8 38.3
51.9
0 10 20 30 40 50 60 70 80
2012 2013 2014 2015 2016
Impor Ekspor
Di tahun 2016, total nilai ekspor produk AMDK UAE sebesar US$51,9 juta. Berada di lima teratas Negara Importir produk AMDK dari UEA tahun 2016 adalah Oman (Tabel 12) yang menempati posisi pertama di daftar Negara importir produk AMDK dari UEA dengan nilai impor sebesar US$41,69 juta, diikuti oleh Bahrain sebesar US$2,14 juta, Qatar US$1,90 juta, serta Kuwait dan Saudi Arabia dengan nilai ekspor sebesar US$1,05 juta dan US$0,85 juta. Oman menjadi negara importir produk AMDK dari UEA terbesar dengan persentase yang cukup signifikan yaitu 80% dari total ekspor.
Tabel 13. Daftar Negara importir produk AMDK dari UEA tahun 2016
No Negara Tujuan Nilai (US$) Persentase
1 Oman 41.698.43g5vb 016 80%
2 Bahrain 2,145,093 4.10%
3 Qatar 1,906,460 3.70%
4 Kuwait 1,051,294 2.00%
5 Saudi Arabia 853,603 1.60%
Sumber: The Observatory of Economic Complexity (diolah oleh ITPC)
2.2. Potensi pasar impor produk AMDK di UEA
Untuk pasar Uni Emirat Arab (UEA), ekspor produk AMDK ke UEA dari Indonesia mengalami pasang surut baik secara Nilai (USD) ataupun Volume (KG). Dalam periode tahun 2012 – 2017 nilai ekspor produk AMDK Indonesia ke UEA mengalami trend negatif sebesar ‐34,99, sedangkan secara volume berada di tingkat ‐36,32.
Tabel 14. Nilai dan volume ekspor AMDK HS 2201 Indonesia ke UEA
2012 2013 2014 2015 2016 2017 Trend
Nilai (USD)
1,871
8,252
3,525
38
3,202
2,392 ‐34.99 Volume (KG)
2,621
18,628
17,559
24
7,649
6,467 ‐36.32 Sumber: Kementrian Perindustian RI
Nilai ekspor produk AMDK ke UEA mencapai nilai tertinggi di tahun 2013 dengan total nilai sebesar US$8.252 dengan kenaikan sebesar 341% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, di tahun berikutnya nilai ekspor kembali menurun sebesar ‐57% dan merosot ke nilai terendah di tahun 2015 dengan total nilai ekspor hanya US$38. Walaupun pada tahun 2016 nilai ekspor kembali meningkat dengan total nilai ekspor sebesar US$3.202, namun total nilai ekspor di tahun 2016 masih jauh dibandingkan dengan total nilai ekspor tertinggi di tahun 2013. Sedangakan di tahun 2017 total nilai ekspor produk AMDK ke UEA kembali mengalami penurunan sebesar 25%.
Gambar 7. Nilai dan volume ekspor produk AMDK HS 2201 Indonesia ke UEA
Sumber dari Kementrian Perindustian RI
Jika dilihat perbandingan antara Nilai dan Volume, nilai per volume mengalami trend negatif. Hal ini menggambarkan harga ekspor per volume yang semakin menurun dengan rata‐rata Nilai/Volume periode 2012 – 2016 sebesar US$6,62/volume.
Secara global, Indonesia menduduki peringkat ke‐52 negara pengimpor produk AMDK ke UEA.
Berada di atas Indonesia adalah Bosnia (peringkat ke‐51) dengan nilai impor US$3.215 dan
1,871
8,252
3,525
38
3,202
2,392 2,621
18,628
17,559
24
7,649
6,467
‐ 2,000 4,000 6,000 8,000 10,000 12,000 14,000 16,000 18,000 20,000
2012 2013 2014 2015 2016 2017
Nilai (USD) Volume (KG)
Pakistan US$3.517 (peringkat ke‐50). Sedangkan dua negara dibawah peringkat Indonesia adalah Vietnam US$3.047 dan Brazil US$2.631.
Di tahun yang sama, Malaysia, China dan India memiliki nilai impor diatas Indonesia (Gambar 15), sedangkan Indonesia masih menungguli nilai impor Vietnam dan Thailand.
Gambar 8. Nilai impor produk AMDK Indonesia dibandingkan China, Malaysia, India, Vietnam dan Thailand di tahun 2016.
Sumber: The Observatory of Economic Complexity (diolah oleh ITPC)
Dibandingkan dengan total nilai impor produk AMDK ke UEA di tahun 2016 sebesar US$71,5 juta, Indonesa hanya berkontribusi sebesar 0,005%. Nilai ini dibilang sangat rendah, terutama jika dibandingkan dengan Malaysia yang merupakan negara tetangga dengan total impor US$13.837 atau 0,035% dari total nilai impor atau 7 kali lipat nilai impor Indonesia.
2.3. Regulasi Produk AMDK di UEA
2.3.1. Kebijakan impor produk AMDK di UEA
Berdasarkan besarnya volume dan nilai perdagangannya, dibanding wilayah emirat lain Dubai, Abu Dhabi, dan Sharjah adalah titik masuk utama untuk aktifitas impor produk pangan. Masing‐masing municipalities (pemerinatah kota) tiap emirat membawahi Departemen Kesehatan yang bertanggung jawab untuk menegakkan standar keamanan pangan federal pada makanan yang diproduksi dan diimpor secara lokal melalui bagian Food Control Authority (Otoritas Pengendalian Makanan).
Produk AMDK sendiri masuk dalam kategori produk pangan (produk pertanian ‐ ternak ‐ makanan olahan). Produk pangan yang diimpor dan diproduksi secara lokal tunduk pada peraturan keamanan pangan dan persyaratan pelabelan yang sama. Sebagian besar otoritas keamanan pangan UAE bekerja sama dengan importir makanan setempat yang terdaftar oleh Kementrian Ekonomi UAE untuk memastikan bahwa impor makanan dan pertanian tidak terlalu terganggu atau tertunda di pelabuhan masuk.
Di antara ke‐7 emirat UAE, hanya Emirat Dubai yang mengharuskan semua produk makanan yang diimpor melalui titik masuk mereka didaftarkan dan labelnya telah disetujui sebelumnya oleh departemen kesehatan setempat. Tabel 16. menjelaskan prosedur yag perlu dilakukan sebelum melakukan aktivitas impor bahan makanan di Dubai.
Tabel 15. Prosedur Sebelum Melakukan Impor Bahan Makanan di Dubai
Prosedur untuk Produk Makanan Prosedur untuk Perusahaan
Registrasi Food Import Re‐Export System (FIRS) Mendapatkan lisensi perdagangan
Mengajukan permohonan registrasi makanan dan penilaian label makanan kepada FIRS melalui situs web Dubai Municipality (DM) (www.dm.gov.ae)
Penerima barang harus memiliki lisensi perdagangan (trade liscence) dari dikeluarkan oleh otoritas lisensi pemerintah di UAE. Lisensi ini menentukan produk yang diimpor, serta aktivitas pemegang lisensi (misalnya importir, perusahaan konstruksi dll)
Persetujuan label makanan Registrasi perusahaan di E‐Government
Memastikan kepatuhan label dengan standar & peraturan (Lihat Bab 2.3.2 Persyaratan mutu, label, dan kemasan produk) untuk menerima persetujuan dari DM bagian Food Studies & Planning (Food Control Services Department)
Mengirimkan aplikasi elektronik melalui situs web DM (www.dm.gov.ae) dan mendapatkan registration request number
Registrasi barcode produk makanan Aktivasi layanan FIRS & perwakilan perusahaan
Melampirkan gambar label makanan saat aplikasi elektronik
Jika label tidak tersedia, sampel produk dapat diserahkan ke Kantor Pusat DM Karama bagian Food Studies & Planning (Food Control Services Department)
Perwakilan perusahaan datang ke loket e‐government di kantor DM Karama untuk menyerahkan copy lisensi perdagangan, registration request number, rincian kontak (telp, fax, email, PO BOX) dan stempel resmi perusahaan
Uji Laboratorium Deposit
Uji lab produk makanan (biaya ditanggung perusahaan penerima/importir) oleh Dubai Central Food Laboratory atau laboratorium terakreditasi internasional di dunia untuk memastikan makanan sesuai untuk konsumsi manusia.
Pembayaran sebesar 15.000 Dirham untuk jumlah pengiriman yang tidak terbatas harus dibayar dengan uang tunai ke Kantor Pusat DM di Karama, Dubai
Dokumen yang perlu diserahkan bersamaan dengan barang yang diimpor:
1. Sertifikat kesehatan (asli) dari otoritas kesehatan pemerintah di negara asal 2. Packing list
3. Sertifikat halal (asli) untuk produk hewani keluaran organisasi Islam yang disetujui oleh Ministry of Climate Change and Environment of UAE
Kantor untuk Persetujuan Label Makanan dan Pendaftaran Perusahaan:
1) Karama Municipality Center – Tel. 3374800 2) Al Towar Municipality Center – Tel. 2808000
Kantor untuk registrasi produk pangan:
1) Karama Municipality Center – Tel. 3374800 2) Dubai Flower Center – Tel. 2163485 3) EK Mega Terminal – Tel. 2163372 4) Jebel Ali Port Gate 3 – Tel. 8818675 ext. 218
Sumber: Dubai Municipality (2018) diterjemahkan oleh ITPC
Setelah perusahaan dan produk pangan terdaftar dan mendapat persetujuan perlabelan, import produk pangan dapat dilakukan. Gambar 8. menunjukkan alur kerja pembebasan produk makanan impor ketika tiba di UAE (Dubai Municipality, 2018). Ketika muatan dikirimkan, pihak eksportir harus memberi importir beberapa dokumen, yaitu: Bill of lading (asli), commercial invoice (rincian jumlah total, deskripsi barang dan nilai total setiap barang), packing list (metode pengepakan dan kode HS), certificate of origin (menyatakan asal produk pangan yang disetujui oleh Kamar Dagang dan Industri negara asal). Setelah mendapatkan jadwal kedatangan barang impor, pihak importir menyerahkan Bill of lading ke Agen Pengiriman untuk mendapatkan Delivery Order. Pihak importir harus menyelesaikan custom clearance sebelum tanggal kadaluarsa Delivery Order. Pihak importir menyerahkan pengajuan penerbitan deklarasi impor kepada UAE Customs clearance melalui situs web www.dubaitrade.ae dan pembayaran bea cukai sebesar 5% dari total Biaya, Pengangkutan, dan Asuransi (untuk oengiriman diatas 1000 Dirham) dapat dilakukan secara elektronik menggunakan CDR account, atau kartu debit atau kartu kredit. Perlu diketahui juga, secara teoritis pedagang tidak perlu membayar bea cukai lagi untuk mengambil barang melintasi perbatasan ke negara GCC lain.