35
BAB III
ANALISA TERHADAP PERTIMBANGAN PUTUSAN HAKIM DALAM PERKARA NOMOR 1064 K/PDT/2020
1. Pertimbangan Putusan Hakim
Dalam memeriksa perkara perdata tingkat kasasi ini, merupakan kasus yang terjadi antara PT MySalon Internasional yang berkedudukan di Blok M Square, Lantai 3, Nomor 9-12, Jalan Melawai V, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang diwakili oleh Thomas Lie, selaku Direktur Utama, dalam hal ini memberikan kuasa kepada Robin Siagian, S.H., LL.M, dan kawan-kawan, Para Advokat berkantor di Citiloft Sudirman, Lantai 28, Unit 2827, Jalan K.H. Mas Mansyur Nomor 121, Jakarta Pusat 10220.
Persidangan kasasi berlangsung antara Penggugat melawan Tergugat.
Tergugat dalam perkara ini yaitu, Ratnasari Lukitaningrum, bertempat tinggal di Komplek Permata Pekayon, Jalan Permata I Blok 1/6, RT 004 RW 001, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dalam hal ini memberikan kuasa kepada Sentot Panca Wardhana, S.H., dan kawan-kawan, Para Advokat, berkantor di Jalan Galur Sari Timur Nomor 81, Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur.
Majelis Hakim memberikan beberapa pertimbangan pada perkara Putusan Nomor 1064 K/Pdt/2020 tersebut. Majelis Hakim berpendapat bahwa berdasarkan surat-surat yang bersangkutan, Penggugat dalam gugatannya memohon kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk memberikan putusan sebagai berikut:
36 Primair:
Dalam Provisi: Memerintahkan kepada Tergugat untuk tidak lagi menggunakan nama/merek dagang MYSalon pada usaha salon milik Tergugat baik yang berlokasi di Komplek Ruko Simprug Plaza, Blok A3/12, Jalan Simprug Raya, Jababeka, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat maupun yang berlokasi di Komplek Ruko Taman Galaxi Indah, Blok A, Nomor 09, Kota Bekasi, sampai pada putusan atas perkara ini mempunyai kekuatan hukum tetap;
Dalam Pokok Perkara:
1. Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
2. Menyatakan hukumnya Perjanjian Kerjasama Waralaba tertanggal 25 April 2015 dan Perjanjian Lisensi tanggal 25 April 2015 serta Perjanjian Kerjasama Waralaba tanggal 18 Juni 2015 dan Perjanjian Lisensi tanggal 18 Juni 2015 tersebut mempunyai kekuatan hukum yang sah dan mengikat;
3. Menyatakan hukumnya bahwa Tergugat telah melakukan perbuatan ingkar janji/wanprestasi terhadap Perjanjian Kerjasama Waralaba tertanggal 25 April 2015 dan Perjanjian Lisensi tanggal 25 April 2015;
4. Menyatakan hukumnya bahwa Tergugat telah melakukan perbuatan ingkar janji/wanprestasi terhadap Perjanjian Kerjasama Waralaba tanggal 18 Juni 2015 dan Perjanjian Lisensi tanggal 18 Juni 2015;
5. Menyatakan hukumnya bahwa akibat wanprestasi Tergugat, Perjanjian Kerjasama Waralaba tertanggal 25 April 2015 dan Perjanjian Lisensi
37
tanggal 25 April 2015 serta Perjanjian Kerjasama Waralaba tanggal 18 Juni 2015 dan Perjanjian Lisensi tanggal 18 Juni 2015, diakhiri dengan segala akibat hukumnya;
6. Menyatakan hukumnya bahwa akibat wanprestasi Tergugat tersebut, Penggugat telah dirugikan secara materiil berupa kekurangan pembayaran royalty fee atas Outlet MYSalon Jababeka, sebesar Rp26.000.000,00;
7. Menghukum Tergugat untuk membayar kerugian materiil Penggugat sebesar Rp26.000.000,00 kepada Penggugat secara tunai dan sekaligus;
8. Menyatakan hukumnya bahwa akibat wanprestasi Tergugat tersebut, Penggugat telah dirugikan secara materiil berupa kekurangan pembayaran royalty fee serta kekurangan pembayaran atas BPJS TK, denda, dll atas Outlet MYSalon Galaxi Bekasi sebesar Rp80.073.551,00;
9. Menghukum Tergugat untuk membayar kerugian materiil Penggugat sebesar Rp80.073.551,00 kepada Penggugat secara tunai dan sekaligus;
10. Menyatakan hukumnya bahwa akibat diakhirinya Perjanjian Kerjasama Waralaba tanggal 18 Juni 2015 dan Perjanjian Lisensi tertanggal 18 Juni 2015, Tergugat berkewajiban untuk melakukan pembayaran equipment fee tahap ketiga sebesar Rp175.000.000,00 (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) kepada Penggugat;
11. Menghukum Tergugat untuk membayar equipment fee tahap ketiga sebesar Rp175.000.000,00 (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) kepada Penggugat secara tunai dan sekaligus;
38
12. Menyatakan hukumnya bahwa akibat wanprestasi Tergugat, Penggugat juga telah dirugikan secara materiil sebesar Rp1.405.368,00 untuk setiap bulannya sampai dengan Tergugat membayar kerugian materiil Penggugat tersebut kepada Penggugat;
13. Menghukum Tergugat untuk membayar kerugian materiil Penggugat sebesar Rp1.405.368,00 untuk setiap bulannya sampai dengan Tergugat membayar kerugian materiil Penggugat tersebut kepada Penggugat;
14. Menyatakan bahwa dalam hal Tergugat tetap menggunakan nama/merek dagang MYSalon untuk melakukan usahanya setelah seluruh perjanjian antara Penggugat dan Tergugat diakhiri, maka Tergugat berkewajiban untuk membayar denda sebesar Rp100.000,00 per hari kepada Penggugat sampai dengan Tergugat berhenti untuk menggunakan nama/merek dagang MYSalon tersebut;
15. Menghukum Tergugat untuk membayar denda kepada Penggugat dalam hal Tergugat tetap menggunakan nama MYSalon untuk melakukan usahanya setelah seluruh perjanjian Penggugat dan Tergugat diakhiri, sebesar Rp100.000,00 per hari kepada Penggugat sampai dengan Tergugat berhenti untuk menggunakan nama/merek dagang MYSalon tersebut untuk seluruh kegiatan usaha Tergugat;
16. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang dimohonkan oleh Penggugat terhadap harta benda Tergugat berupa barang bergerak peralatan dan furniture Salon milik Tergugat yang terletak di Komplek Ruko Simprug Plaza, Blok A3/12, Jalan Simprug Raya, Jababeka, Kelurahan Kertajaya,
39
Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dan di Komplek Ruko Taman Galaxi Indah, Blok A, Nomor 09, Kota Bekasi;
17. Menyatakan putusan dalam perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu walaupun Tergugat melakukan upaya hukum banding, kasasi, atau verzet;
18. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara. Atau Ex aequo et bono, apabila yang terhormat Pengadilan Negeri Jakarta Selatan cq Majelis Hakim pemeriksa perkara yang memeriksa dan mengadili perkara ini berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya;
Oleh karena adanya gugatan tersebut, maka Tergugat mengajukan gugatan balik (rekonvensi) yang dalam gugatannya memohon kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk memberikan putusan sebagai berikut:
1. Mengabulkan gugatan Penggugat Rekonvensi untuk seluruhnya;
2. Menyatakan Tergugat Rekonvensi telah melakukan wanprestasi terhadap perjanjian lisensi dan waralaba yang masing-masing tanggal 25 April 2015 atas Outlet MySalon Jababeka;
3. Menyatakan Tergugat Rekonvensi telah melakukan wanprestasi terhadap perjanjian lisensi dan waralaba yang masing-masing tanggal 18 Juni 2015 atas Outlet MySalon Galaxi;
4. Menyatakan akibat Tergugat Rekonvensi telah melakukan wanprestasi terhadap perjanjian lisensi dan waralaba yang masing-masing tanggal 25 April 2015 atas Outlet MySalon Jababeka diakhiri dengan segala akibat hukumnya;
40
5. Menyatakan akibat Tergugat Rekonvensi telah melakukan wanprestasi terhadap perjanjian lisensi dan waralaba yang masing-masing tanggal 18 Juni 2015 atas Outlet MySalon Galaxi diakhiri dengan segala akibat hukumnya;
6. Menghukum Tergugat Rekonvensi membayar kerugian materiil kepada Penggugat Rekonvensi sebagai berikut:
- Outlet MySalon Jababeka: sebesar Rp93.500.000,00 (sembilan puluh tiga juta lima ratus ribu rupiah) dan mengembalikan biaya equipment fee tahap pertama dan tahap kedua sebesar Rp450.000.000,00 (empat ratus lima puluh juta rupiah) yang telah disetorkan kepada Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi;
- Outlet MySalon Galaxi: sebesar Rp211.200.000,00 (dua ratus sebelas juta dua ratus ribu rupiah) dan mengembalikan biaya equipment fee tahap pertama dan tahap kedua sebesar Rp475.000.000,00 (empat ratus tujuh puluh lima juta rupiah) yang telah disetorkan kepada Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi;
- Menghukum Para Tergugat Rekonvensi untuk membayar kerugian immateriil kepada Penggugat Rekonvensi Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah);
7. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan terhadap tanah dan bangunan milik Tergugat Rekonvensi berupa:
- Outlet MySalon yang terletak di Mall Blok M Square, lantai, 3 Nomor 916;
41
- BMS yang terletak di Salon Jalan Melawai V Jakarta Selatan 1216;
- Outlet My Salon yang terletak di Mal Lippo Cikarang, lantai 1, Nomor 48-49 Cikarang, Jalan M. Husni Thamrin-Cikarang;
- Outlet My Salon yang terletak di Jalan Kejaksaan AM 13C, Pondok Bambu Jakarta Timur;
- Outlet My Salon Mangga Besar, Jalan Mangga Besar, Nomor 5Q, Jakarta Barat;
- Outlet My Salon Kemang Pratama Jalan Kemang Raya Blok MM -15 Pratama Bekasi;
8. Menghukum kepada Tergugat Rekonvensi untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) per hari setiap kali Tergugat Rekonvensi melalaikan isi putusan ini, terhitung sejak putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap hingga dilaksanakan;
9. Menghukum Para Tergugat Rekonvensi untuk membayar biaya yang timbul dari perkara ini;
Subsidair: Atau apabila pengadilan berpendapat lain, mohon diberikan putusan seadil-adilnya menurut kelayakan dan kepatutan (ex aequo et bono).
Sehingga dengan adanya gugatan tersebut, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah memberikan Putusan Nomor 612/Pdt.G/2017/PN.Jkt.Sel tanggal 9 Mei 2018, yang amarnya sebagai berikut:
Dalam Konvensi:
Dalam Provisi: - Menolak tuntutan provisi Penggugat untuk seluruhnya;
42
Dalam Pokok Perkara: - Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima untuk seluruhnya;
Dalam Rekonvensi:
1. Mengabulkan gugatan Penggugat dalam Rekonvensi untuk sebagian;
2. Menyatakan Tergugat Rekonvensi telah melakukan wanprestasi;
3. Menyatakan perjanjian waralaba dan perjanjian lisensi tanggal 25 April 2015 berakhir dengan segala akibat hukumnya;
4. Menyatakan perjanjian waralaba dan perjanjian lisensi tanggal 18 Juni 2015 berakhir dengan segala akibat hukumnya;
5. Menghukum Tergugat Rekonvensi untuk membayar kerugian materiil kepada Penggugat Rekonvensi sebagai berikut:
- Biaya franchise fee outlet MySalon Jababeka sebesar Rp77.000.000,00 (tujuh puluh tujuh juta rupiah);
- Biaya franchise fee outlet MySalon Galaxi sebesar Rp61.600.000,00 (enam puluh satu juta enam ratus ribu rupiah);
6. Menolak gugatan Penggugat Rekonvensi untuk selain dan selebihnya;
Dalam Konvensi/Dalam Rekonvensi: - Menghukum Penggugat dan Konvensi/Tergugat dalam Rekonvensi untuk membayar biaya perkara ini yang ditaksir sebesar Rp866.000,00 (delapan ratus enam puluh enam ribu rupiah).
Tidak hanya sampai disitu saja, Penggugat juga telah melakukan upaya tingkat banding, yang mana dalam tingkat banding sesuai dengan permohonan Penggugat, putusan Pengadilan Negeri tersebut telah dikuatkan oleh Pengadilan
43
Tinggi DKI Jakarta dengan Putusan Nomor 493/Pdt/2018/PT DKI tanggal 4 Oktober 2018. Majelis Hakim Tingkat Banding telah mencermati dan meneliti dalil-dalil gugatan dan jawaban dari pihak yang berperkara serta pertimbangan hukum dan kesimpulan dari Majelis Hakim Tingkat Pertama yang mana dalam putusannya telah mengabulkan gugatan sebagian dari Penggugat Rekonvensi/Semula Tergugat Konvensi.
Dalam hal ini, Majelis Hakim Tingkat Banding memliki pendapat yang sama dengan pertimbangan hukum putusan sebelumnya, karena pada prinsipnya telah dipertimbangkan dengan benar serta putusan tersebut a quo sudah tepat dan benar serta beralasan hukum. Sehingga Majelis Hakim Tingkat Banding menyetujui dan mengambil-alih sebagai pertimbangan sendiri dalam memutus perkara ini, serta menjadi bagian dari dan telah termasuk dalam putusan ini. Oleh karena itu, berdasarkan alasan pertimbangan tersebut diatas maka Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tanggal 9 Mei 2018 Nomor 612/Pdt.G/2017/PN.Jkt.Sel. yang dimohonkan banding harus dipertahankan dan dikuatkan.
Berdasarkan memori kasasi dari Pemohon Kasasi/Penggugat/Pembanding yang diterima tanggal 7 Februari 2019 yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Putusan ini, Penggugat meminta agar:
1. Menerima permohonan kasasi Pemohon Kasasi/Penggugat;
2. Membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 493/PDT/2018/PT.DKI tanggal 4 Oktober 2018;
Mengadili Sendiri
44 Dalam Konvensi
Dalam Provisi: Memerintahkan kepada Termohon Kasasi/Tergugat untuk tidak lagi menggunakan nama/merek dagang “MY Salon” pada usaha salon milik Termohon Kasasi/Tergugat baik yang berlokasi di Komplek Ruko Simprug Plaza, Blok A3/12, Jalan Simprug Raya, Jababeka, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat maupun yang berlokasi di Komplek Ruko Taman Galaxi Indah, Blok A, Nomor 09, Kota Bekasi, sampai pada putusan atas perkara ini mempunyai kekuatan hukum tetap;
Dalam Pokok Perkara:
1. Menerima dan mengabulkan gugatan Pemohon Kasasi/Penggugat untuk seluruhnya;
2. Menyatakan hukumnya Perjanjian Kerjasama Waralaba tanggal 25 April 2015 dan Perjanjian Lisensi tanggal 25 April 2015 serta Perjanjian Kerjasama Waralaba tanggal 18 Juni 2015 dan Perjanjian Lisensi tanggal 18 Juni 2015 tersebut mempunyai kekuatan hukum yang sah dan mengikat;
3. Menyatakan hukumnya bahwa Termohon Kasasi/Tergugat telah melakukan perbuatan ingkar janji/wanprestasi terhadap Perjanjian Kerjasama Waralaba tanggal 25 April 2015 dan Perjanjian Lisensi tanggal 25 April 2015;
4. Menyatakan hukumnya bahwa Termohon Kasasi/Tergugat telah melakukan perbuatan ingkar janji/wanprestasi terhadap Perjanjian Kerjasama Waralaba tanggal 18 Juni 2015 dan Perjanjian Lisensi tanggal 18 Juni 2015;
45
5. Menyatakan hukumnya bahwa akibat wanprestasi Termohon Kasasi/Tergugat, Perjanjian Kerjasama Waralaba tanggal 25 April 2015 dan Perjanjian Lisensi tanggal 25 April 2015 serta Perjanjian Kerjasama Waralaba tanggal 18 Juni 2015 dan Perjanjian Lisensi tanggal 18 Juni 2015, diakhiri dengan segala akibat hukumnya;
6. Menyatakan hukumnya bahwa akibat wanprestasi Termohon Kasasi/Tergugat tersebut, Pemohon Kasasi/Penggugat telah dirugikan secara materiil berupa kekurangan pembayaran royalty fee atas outlet MySalon Jababeka, sebesar Rp26.000.000,00;
7. Menghukum Termohon Kasasi/Tergugat untuk membayar kerugian materiil Pemohon Kasasi/Penggugat sebesar Rp26.000.000,00 kepada Pemohon Kasasi/Penggugat secara tunai dan sekaligus;
8. Menyatakan hukumnya bahwa akibat wanprestasi Termohon Kasasi/Tergugat tersebut, Pemohon Kasasi/Penggugat telah dirugikan secara materiil berupa kekurangan pembayaran royalty fee serta kekurangan pembayaran atas BPJS TK, denda, dll atas Outlet MySalon Galaxi Bekasi sebesar Rp80.073.551,00;
9. Menghukum Termohon Kasasi/Tergugat untuk membayar kerugian materiil Pemohon Kasasi/Penggugat sebesar Rp80.073.551,00 kepada Pemohon Kasasi/Penggugat secara tunai dan sekaligus;
10. Menyatakan hukumnya bahwa akibat diakhirinya Perjanjian Kerjasama Waralaba tanggal 18 Juni 2015 dan Perjanjian Lisensi tanggal 18 Juni 2015, Termohon Kasasi/Tergugat berkewajiban untuk melakukan pembayaran
46
equipment fee tahap ketiga sebesar Rp175.000.000,00 (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) kepada Pemohon Kasasi/Penggugat;
11. Menghukum Termohon Kasasi/Tergugat untuk membayar equipment fee tahap ketiga sebesar Rp175.000.000,00 (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) kepada Penggugat secara tunai dan sekaligus;
12. Menyatakan hukumnya bahwa akibat wanprestasi Termohon Kasasi/Tergugat, Pemohon Kasasi/Penggugat juga telah dirugikan secara materiil sebesar Rp1.405.368,00 untuk setiap bulannya sampai dengan Termohon Kasasi/Tergugat membayar kerugian materiil Pemohon Kasasi tersebut kepada Pemohon Kasasi/Penggugat;
13. Menghukum Termohon Kasasi/Tergugat untuk membayar kerugian materiil Pemohon Kasasi/Penggugat sebesar Rp1.405.368,00 untuk setiap bulannya sampai dengan Termohon Kasasi/Tergugat membayar kerugian materiil Pemohon Kasasi tersebut kepada Pemohon Kasasi/Penggugat;
14. Menyatakan bahwa dalam hal Termohon Kasasi/Tergugat tetap menggunakan nama/merek dagang MYSalon untuk melakukan usahanya setelah seluruh perjanjian antara Pemohon Kasasi/Penggugat dan Termohon Kasasi/Tergugat diakhiri, maka Termohon Kasasi/Tergugat berkewajiban untuk membayar denda sebesar Rp100.000,00 per hari kepada Pemohon Kasasi/Penggugat sampai dengan Termohon Kasasi/Tergugat berhenti untuk menggunakan nama/merek dagang “MY Salon” tersebut;
15. Menghukum Termohon Kasasi/Tergugat untuk membayar denda kepada Pemohon Kasasi/Penggugat dalam hal Termohon Kasasi/Tergugat tetap
47
menggunakan nama “MY Salon” untuk melakukan usahanya setelah seluruh perjanjian Pemohon Kasasi/Penggugat dan Termohon Kasasi/Tergugat diakhiri, sebesar Rp100.000,00 per hari kepada Pemohon Kasasi/Penggugat sampai dengan Termohon Kasasi/Tergugat berhenti untuk menggunakan nama/merek dagang “MY Salon” tersebut untuk seluruh kegiatan usaha Termohon Kasasi/Tergugat;
16. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang dimohonkan oleh Pemohon Kasasi/Penggugat terhadap harta benda Termohon Kasasi/Tergugat berupa barang bergerak peralatan dan furniture Salon milik Termohon Kasasi/Tergugat yang terletak di Komplek Ruko Simprug Plaza, Blok A3/12, Jalan Simprug Raya, Jababeka, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dan di Komplek Ruko Taman Galaxi Indah, Blok A, Nomor 09, Kota Bekasi;
17. Menyatakan Putusan dalam perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu walaupun Termohon Kasasi/Tergugat melakukan upaya hukum banding, kasasi, atau verzet;
18. Menghukum Termohon Kasasi/Tergugat untuk membayar biaya perkara;
Dalam Rekonvensi: Menolak gugatan rekonvensi Termohon Kasasi/Tergugat untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan rekonvensi Termohon Kasasi/Tergugat tidak dapat diterima.
Terhadap alasan-alasan tersebut, Mahkamah Agung berpendapat:
48
Bahwa alasan-alasan tersebut dapat dibenarkan, oleh karena setelah membaca secara saksama memori kasasi tanggal 7 Februari 2019 serta kontra memori kasasi tanggal 1 Maret 2019 dihubungkan dengan pertimbangan Judex Facti (Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan) telah salah menerapkan hukum, dengan pertimbangan sebagai berikut:
- Bahwa ternyata ditutupnya MySalon Jababeka karena Penggugat tidak segera menyediakan minimal 8 (delapan) orang karyawan sebagaimana yang telah diperjanjikan dalam Pasal 9 ayat (1) Perjanjian Waralaba tanggal 25 April 2015, sehingga justru Penggugatlah yang telah wanprestasi terhadap perjanjian waralaba tanggal 25 April 2015 tersebut;
- Bahwa oleh karena Outlet Jababeka telah tutup sejak bulan Juli 2016 (sejak 2 minggu dari tanggal 6 Agustus 2016 (vide bukti T.14b), dan ditutupnya MySalon Jababeka adalah karena Penggugat yang terlebih dahulu melakukan wanprestasi yaitu tidak menyediakan karyawan untuk operasional MySalon Tergugat, maka Tergugat tidak dapat dituntut telah melakukan wanprestasi oleh Penggugat yang terlebih dahulu melakukan wanprestasi;
- Bahwa begitu juga terhadap perjanjian waralaba tanggal 18 Juni 2015 ternyata Penggugat tidak dapat memenuhi jumlah karyawan yang diperjanjikan Pasal 10.1.1.5 sebanyak 12 orang, sehingga Penggugatlah yang lebih dahulu melakukan wanprestasi;
49
- Bahwa oleh karena Outlet Jababeka telah tutup sejak bulan Juli 2016 (sejak 2 minggu dari tanggal 6 Agustus 2016 (vide bukti T.14b), dan ditutupnya MySalon Jababeka adalah karena Penggugat yang terlebih dahulu melakukan wanprestasi yaitu tidak menyediakan karyawan untuk operasional MySalon Tergugat, maka sudah tepat pertimbangan Judex Facti yang menyatakan gugatan konvensi tidak dapat diterima;
- Bahwa oleh karena gugatan Penggugat dalam Konvensi dinyatakan tidak dapat diterima, maka secara mutatis mutandis sesuai dengan tertib beracara dalam perkara perdata, maka gugatan Penggugat Rekonvensi harus pula dinyatakan tidak dapat diterima, karena tidak mungkin ada rekonvensi tanpa adanya perkara konvensi;
Berdasarkan pertimbangan di atas, Mahkamah Agung berpendapat bahwa terdapat cukup alasan untuk mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi PT MySalon International serta membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 493/PDT/2018/PT.DKI tanggal 4 Oktober 2018 yang menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 612/Pdt.G/2017/PN.Jkt.Sel.
tanggal 9 Mei 2018 serta Mahkamah Agung mengadili sendiri perkara ini dengan amar putusan sebagaimana yang akan disebutkan di bawah ini:
Menimbang, bahwa meskipun permohonan kasasi dikabulkan, namun pada hakekatnya Pemohon Kasasi berada di pihak yang kalah, maka harus dihukum untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini;
50
Memperhatikan Undang Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, Undang Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana yang telah diubah dengan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang Undang Nomor 3 Tahun 2009 serta peraturan perundangan lain yang bersangkutan; maka Majelis Hakim memberikan amar putusan, yaitu:
Mengadili:
- Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi/Penggugat PT MySalon International tersebut;
- Membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 493/PDT/2018/PT.DKI tanggal 4 Oktober 2018 yang menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 612/Pdt.G/2017/PN.Jkt.Sel.
tanggal 9 Mei 2018;
Mengadili Sendiri:
Dalam Konvensi:
Dalam Provisi: - Menolak tuntutan provisi Penggugat untuk seluruhnya;
Dalam Pokok Perkara: - Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima;
Dalam Rekonvensi: - Menyatakan gugatan Penggugat dalam Rekonvensi tidak dapat diterima;
51
Dalam Konvensi dan Rekonvensi: Menghukum Pemohon Kasasi/Penggugat untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini sejumlah Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).
Demikian diputuskan dalam rapat musyawarah Majelis Hakim pada hari Kamis, tanggal 28 Mei 2020 oleh Dr. H. Zahrul Rabain, S.H., M.H., Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis, Dr. Ibrahim, S.H., M.H., LL.M., dan Dr. Drs. Muhammad Yunus Wahab, S.H.,M.H., Hakim- hakim Agung sebagai Para Hakim Anggota, dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis dengan dihadiri Para Hakim Anggota tersebut dan Retno Kusrini, S.H., M.H., Panitera Pengganti dengan tidak dihadiri oleh Para Pihak.
2. Analisis Pertimbangan Putusan Hakim
Pada perkara Putusan Nomor 1064 K/Pdt/2020, yang telah dijadikan objek berperkara yaitu wanprestasi mengenai pembayaran royalty fee dalam perjanjian waralaba. Majelis Hakim dalam memberikan pertimbangan putusan perkara, harus sesuai dengan ketentuan Hukum Acara Perdata. Saat jalannya persidangan, Majelis hakim menemukan bahwa Penggugat telah melakukan wanprestasi terlebih dahulu.
Hal tersebut terungkap pada saat Majelis Hakim mendengarkan keterangan saksi dari pihak Tergugat yang telah mengajukan gugatan rekonvensi. Dari sini dapat dilihat bahwa telah sesuai dengan exceptio non adimpleti contractus. Eksepsi ini dapat diterapkan kedalam perjanjian timbal balik. Exceptio non adimpleti contractus merupakan suatu perjanjian yang orang tersebut tidak berhak melakukan
52
gugatan, apabila dia sendiri yang tidak memenuhi apa yang menjadi kewajibannya dalam perjanjian.1 Terbukti pada gugatannya, penggugat melakukan wanprestasi dikarenakan Tergugat membuktikan tangkisan dari dalil gugatannya yang terjawab pada salah satu karyawannya, yang mana pada waktu itu telah melakukan permintaan karyawan kepada Penggugat akan tetapi tidak diberikan atau pesan tersebut tidak digubris. Sehingga hal ini membuktikan bahwa Penggugat telah tidak melakukan pertanggung-jawaban atas pelaksanaan perjanjiannya tersebut.
Adapun bukti kuat yaitu dari saksi pihak Tergugat. Salah satu saksi yang memberikan keterangan sumpah secara lengkap yaitu Aries Mundandar yang bekerja sejak Agustus 2016 sampai dengan Juli 2016 dan kebetulan dari pusat ditempatkan di cabang Jababeka, kemudian saksi keluar karena kekurangan karyawan yang menyebabkan pekerjaan yang dikerjakan serba sendirian. Pada dibuka pertama kali terdapat 6 orang karyawan tetapi lama-lama berkurang sehingga tidak ada yang mengganti karyawan tersebut dan pada saat meminta pergantian karyawan dari pusat juga tidak memberikan respon. Saksi juga sempat melakukan permintaan untuk penambahan karyawan, tetapi dari pihak pusat Bu Eka sebagai penanggung jawab pusat meminta Saksi sendiri yang melakukan rekuitment.
Pada saat saksi mencari karyawan untuk cabang Jababeka, harus diberitahukan dahulu ke Kantor Pusat baru cabang dengan bentuk penunjukan karyawan memalui email baru surat. Karena sudah tidak adanya karyawan lagi,
1 Yahya Harahap, Loc. Cit., hal., 529.
53
maka cabang Jababeka tutup sekitar 3 bulan. Sebelum tutupnya cabang, berjalannya tersebut harus dengan 6 orang karyawan selama 3 (tiga) bulan, 4 (empat) bulan berikutnya berdua terus sendiri. Selanjutnya, sempat terdapat pengiriman untuk penggantian karyawan kurang lebih pada bulan Mei-April.
Pada saat di kantor Pusat, pihak Tergugat sempat melakukan komunikasi dengan HRD Bu Rika, jawaban dari Bu Rika yaitu belum ada karyawan pengganti dan hanya sempat mendapatkan satu kali balasan pesan. Selanjutnya tidak ada respons sama sekali melalui email, melalui telpon pula tidak ada sama sekali. Saksi pernah mencari karyawan untuk outlet jababeka, ada 4 (empat) orang lebih yang pernah saksi tes. Saksi juga dapat karyawan tapi janji-janji dari pihak pusat ternyata bohong semua. Pada janjinya untuk mendapatkan fee tidak dibayar dan pada saat itu melakukan permintaan sampai mengejar-ngejar pihak Penggugat dan Bu Rika selaku HRD sudah tidak bisa dihubungi kembali. Pada waktu itu, tempat di outlet jababeka masih ramai terakhir kerja masih ramai tetapi untuk sekarang tidak tahu dan dikabarkan bahwa sekarang sudah tutup. Saksi keluar Juni tahun 2016, sudah tidak ada kegiatan lagi.
Pasal 1478 KUHPerdata, menyatakan bahwa “Si penjual tidak diwajibkan menyerahkan barangnya, jika si pembeli belum membayar harganya, sedangkan si penjual tidak telah mengizinkan penundaan pembayaran kepadanya”. Pasal tersebut dijelaskan bahwa adanya perjanjian jual beli pada kedua pihak yang mempunyai hak dan kewajiban erat satu sama lain. Seperti pada putusan tersebut dimana Penggugat dan Tergugat memiliki hak dan kewajiban yang tertuang dalam perjanjian waralaba dan lisensi tersebut. Yang pada perjanjiannya tersebut
54
mengharuskan kedua pihaknya melakukan hubungan timbal balik yang erat untuk saling bekerjasama melakukan perjanjian. Akan tetapi, salah satu pihaknya tidak menjalankan kewajibannya tersebut.
Seperti pada putusan diterangkan bahwa pihak Tergugat melakukan wanprestasi dikarenakan adanya sangkut pautnya dengan Direktur dari PT MySalon tersebut yang mana telah memiliki permasalahan hukum yang lain sehingga berdampak pada Tergugat yang tidak membayar kewajibannya pada royalty fee.
Padahal bisa dilihat bahwa dengan adanya permasalahan hukum yang lain dari Direktur tersebut, bisa sangat berdampak pada pihak MySalon yaitu Penggugat yang melakukan wanprestasi pada karyawannya dikarenakan sedang membantu mengurus permasalahan hukum dari Direktur. Sehingga dengan adanya hal tersebut, pihak Penggugat menjadi lupa atau lalai melakukan kewajibannya, seperti yang tertuang pada perjanjian waralaba dan lisensi terebut. Hal ini sesuai dengan unsur kelalaian tanpa adanya kesengajaan maupun kesalahan serta telah berbeda dengan kesepakatan perjanjian waralaba pada bagian kewajiban dari Penggugat.
Sesuai dengan pasal tersebut, hal ini dapat dibuktikan pada sikap wanprestasi Penggugat yang tidak memenuhi kewajibannya. Seperti yang tercantum dalam Pasal 9.1.1 Perjanjian Kerjasama Waralaba tanggal 25 April 2015 yang berisikan tentang tanggung jawab pihak pertama/Penggugat, yaitu Penggugat harus menyediakan minimal 8 staf yang terdiri atas 3 orang hair stylist dan 5 orang untuk staf shampo/creambath. Sedangkan, pada perjanjian kerjasama outlet MYSalon Galaxi, dalam Pasal 10.1.5 perjanjian Waralaba tanggal 18 Juni 2015, bahwa tanggung jawab pihak pertama/Penggugat harus menyediakan minimal 12
55
staf yang ahli/handal yakni 4 staf hair stylist dan 8 staf shampoo/creambath. Oleh karena itu, Tergugat tidak dapat dituntut telah melakukan sikap wanprestasi, karena Penggugat yang lebih dulu melakukan sikap wanprestasi tersebut.
Sehingga dengan ditemukannya Penggugat melakukan sikap wanprestasi/ingkar janji, maka Majelis Hakim memberikan pertimbangan bahwa gugatan konvensi tidak dapat diterima dengan menggunakan pertimbangan Judex Facti. Dengan menghubungkan pertimbangan Judex Facti ini, maka Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah salah menerapkan hukum.
Putusan Nomor 612/Pdt.G/2017/PN.Jkt.Sel memberikan amar putusan, bahwa dalam gugatan konvensi memberikan penolakan terhadap tuntutan provisi Penggugat untuk seluruhnya serta gugatan Penggugat tidak dapat diterima seluruhnya. Akan tetapi pada gugatan rekonvensi memberikan pertimbangan bahwa telah mengabulkan gugatan Penggugat dalam rekonvensi untuk sebagian serta menyatakan Tergugat Rekonvensi telah melakukan wanprestasi. Bukan hanya itu saja, Majelis Hakim juga menyatakan bahwa perjanjian waralaba dan lisensi tertanggal 25 April 2015 dan 18 Juni 2015 berakhir dengan segala akibat hukumnya. Serta memberikan hukuman kepada Tergugat Rekonvensi untuk membayar kerugian materiil kepada Penggugat Rekonvensi, yaitu:
- Biaya Franchise fee Outlet Mysalon Jababeka sebesar Rp77.000.000,(tujuh puluh tujuh juta rupiah);
56
- Biaya franchise fee Outlet Mysalon Galaxi sebesar Rp61.600.000,- (enam puluh satu juta enam ratus ribu rupiah).
Sehingga dalam konvensi dan rekonvensi, memberikan pertimbangan untuk menghukum Penggugat dalam Konvensi/Tergugat dalam Rekonvensi untuk membayar biaya perkara.
Begitu pula, pada perkara Putusan Nomor 493/PDT/2018/PT.DKI, yang mana putusan tersebut telah menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan memberikan pertimbangan bahwa gugatan rekonvensi dikabulkan sebagian serta putusan a quo sudah tepat dan benar serta beralasan hukum sehingga oleh Majelis Hakim Tingkat Banding menyetujui dan mengambil alih sebagai pertimbangan sendiri dalam memutus perkara ini, serta menjadi bagian dari dan telah termasuk dalam putusan ini.
Sehingga pada Putusan Nomor 1064 K/Pdt/2020 tersebut, telah memberikan pertimbangan bahwa ditutupnya MySalon Jababeka ini dikarenakan Penggugat tidak segera menyediakan minimal 8 (delapan) orang karyawan sehingga berdampak pada outlet Jababeka ditutup sejak bulan Juli 2016 selama 2 minggu. Ditutupnya outlet Jababeka ini karena Penggugat yang terlebih dahulu melakukan wanprestasi yaitu tidak menyediakan karyawan untuk operasional MySalon Tergugat, maka Tergugat tidak dapat dituntut telah melakukan wanprestasi oleh Penggugat yang terlebih dahulu melakukan wanprestasi. Begitu pula pada perjanjian waralaba tertanggal 18 Juni 2015 pada outlet Galaxi pula, Penggugat tidak melakukan pemenuhan karyawan seperti yang diperjanjikan yaitu
57
minimal 12 (dua belas) orang karyawan. Sehingga hakim memberikan pertimbangan yang tepat bahwa pertimbangan Judex Facti yang menyatakan gugatan konvensi tidak dapat diterima maka secara mutatis mutandis sesuai tertib beracara dalam perkara perdata bahwa gugatan rekonvensi harus pula tidak dapat diterima, karena tidak mungkin ada rekonvensi tanpa adanya perkara konvensi.
Permasalahan kedua yang ditemui disini yaitu mengenai gugatan rekonvensi. Gugatan rekonvensi ini merupakan gugatan balik yang dilakukan oleh Tergugat untuk melakukan perlawanan atas dalil-dalil yang diajukan oleh Penggugat. Sebelum itu, perlunya dilihat kembali ke dalam sifat asesor rekonvensi terhadap putusan konvensi karena hal ini sangat berkaitan dengan ada atau tidaknya hubungan erat antara gugatan konvensi dengan gugatan rekonvensi.
Dalam hal terdapat hubungan erat atau koneksitas antara gugatan konvensi dengan rekonvensi, dan putusan yang dijatuhkan kepada gugatan konvensi bersifat negatif dalam bentuk gugatan tidak dapat diterima, atas alasan gugatan mengandung cacat formil (error in personal, obscuur libel, tidak berwenang mengadili, dan sebagainya), maka dalam kasus seperti ini:2
- Putusan rekonvensi asesor mengikuti putusan konvensi;
- Dengan demikian, oleh karena putusan konvensi menyatakan gugatan tidak dapat diterima, dengan sendirinya menurut hukum putusan rekonvensi juga harus dinyatakan tidak dapat diterima.
2 Ibid., hal., 546.
58
Hal ini dapat dilihat pada dalil-dalil Penggugat mengenai pembatalan perjanjian kerjasama waralaba dan lisensi tanggal 25 April 2015 dan 18 Juni 2015 yang dalam mengajukan pembatalan perjanjian serta adanya dalil-dalil wanprestasi yang dilakukan Tergugat mengenai royalty fee. Dalam konvensi maupun rekonvensi yang dilakukan Penggugat maupun Tergugat tersebut sama-sama berkaitan dan berhubungan erat. Karena ditinjau dari perjanjian kerjasama waralaba dan lisensi yang mana perjanjian tersebut belum dibatalkan akibat hukumnya dengan adanya konvensi dari Penggugat yang telah ditolak seluruhnya.
Sehingga, tanpa adanya pembatalan perjanjian tersebut, Penggugat dan Tergugat masih terhubung dalam ikatan perjanjian karena adanya koneksitas yang erat. Beda lain halnya, apabila perjanjian kerjasama waralaba dan lisensi yang diajukan untuk dibatalkan/diputus kontraknya pada konvensi dikabulkan. Maka gugatan rekonvensi yang diajukan Penggugat untuk Tergugat mengenai ganti rugi materiil dapat dikabulkan untuk melakukan pergantian kerugian.
Oleh karena itu, Majelis Hakim dalam perkara Putusan No1064 K/Pdt/2020, memberikan pertimbangannya terakhir bahwa oleh karena gugatan Penggugat dalam Konvensi dinyatakan tidak dapat diterima, maka secara mutatis mutandis sesuai dengan tertib beracara dalam perkara perdata, maka gugatan Penggugat Rekonvensi harus pula dinyatakan tidak dapat diterima, karena tidak mungkin ada rekonvensi tanpa adanya perkara konvensi. Dengan adanya uraian putusan tersebut, maka penulis sependapat dengan pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam memberikan Putusan pada Perkara Nomor 1064 K/Pdt/2020 sudah tepat dan sesuai dengan hukumnya, bahwa Penggugatlah yang terlebih dahulu melakukan tindakan
59
wanprestasi/ingkar janji terhadap Perjanjian Kerjasama Waralaba dan Lisensi, sehingga tidak dapat menuntut Tergugat yang melakukan wanprestasi.
Majelis Hakim dalam memberikan pertimbangan tersebut juga hanya melihat pada Judex Facti-nya saja dan tidak melihat pada exceptie non adimpletus contractus. Apabila hakim menambahkan pertimbangan hukum dengan menggunakan eksepsi tersebut, maka putusan tersebut bisa lebih dikuatkan untuk dapat melakukan penolakan pada rekonvensi.
Hal yang ketiga, yaitu pada penelitian ini memiliki perbedaan dari penulis- penulis sebelumnya. Dengan dilihat bahwa penulis sebelumnya yang melakukan penelitian pada putusan tingkat banding yang mana hanya melihat pada pokok permasalahan dari perjanjian royalty fee dan franchise fee sedangkan Penulis disini melihat pada perbedaan pendapat dari Majelis Hakim pada putusan pertama hingga kasasi. Penulis berpendapat bahwa pada putusan kasasi Nomor 1064K/Pdt/2020 sudah tepat dalam memberikan pertimbangan hukum, karena dilihat dari perlakuan dari pihak Penggugat yaitu melakukan itikad tidak baik/wanprestasi dalam perjanjian waralaba tersebut. Sehingga tidak berhak melakukan gugatan kepada Tergugat.
Ketidak-berhaknya Penggugat dalam gugatannya terhadap Tergugat ini bisa dikuatkan dengan Pasal 1478 seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa dalam perjanjian itu harus dipenuhi hak dan kewajibannya untuk kedua belah pihaknya.
Apabila tidak dilakukannya hak dan kewajiban tersebut, maka telah terjadinya wanprestasi. Terkhususnya bila Pihak dari pemberi waralaba yang melakukan
60
wanprestasi, maka untuk melakukan usaha apapun dalam pembuktian selagi sikap ingkar janji tersebut ketahuan dari pihak Tergugat. Maka sesuai hukumnya, gugatan tersebut tidak bisa dilakukan.
Oleh karena itu, sesuai dengan analisis diatas dapat dilihat bahwa Penggugat yang melakukan sikap wanprestasi tidak berhak melakukan gugatannya. Seperti pada putusan tersebut yang telah diakui bahwa Penggugat melakukan wanprestasi terlebih dahulu tidak dapat melakukan gugatan kepada Tergugat meskipun Tergugat melakukan wanprestasi. Karena dilihat dari faktornya bahwa sikap wanprestasi yang dilakukan Tergugat dikarenakan tidak adanya pemenuhan karyawan oleh Penggugat sehingga berdampak pada operasional outlet Jababeka dan outlet Galaxi setiap harinya.