ANALISA PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PEKERJAAN PEMASANGAN KERAMIK DI PROYEK GEDUNG SERBA GUNA ATKP DI SURABAYA.

83  26  Download (0)

Teks penuh

(1)

ANALISA PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PEKERJAAN

PEMASANGAN KERAMIK DI PROYEK GEDUNG SERBA

GUNA ATKP DI SURABAYA

TUGAS AKHIR

Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Teknik (S-1)

OLEH :

DIYANA EKA KARTIKA SARI

0753010048

PROGAM STUDI JURUSAN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

(2)

ix

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Syukur Alhamdulillah saya panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat

dan hidayah-Nya atas terselesaikannya penulisan proposal ini yang berjudul

“ANALISA PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PEKERJAAN PEMASANGAN

KERAMIK DI PROYEK GEDUNG SERBA GUNA ATKP”.

Penyusunan tugas akhir ini dibuat untuk memenuhi kurikulum perkuliahan

dan sebagai kelulusan pada program sarjana (S1) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas

Teknik Sipil dan Perencanaan, UPN “Veteran” JAWA TIMUR, juga memperdalam

disiplin ilmu yang kami peroleh di bangku perkuliahan.

Sehubungan dengan hal tersebut, sudah sepantasnya pada kesempatan ini

penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Ibu Ir. NANIEK RATNI JAR ., M.Kes selaku Dekan Fakultas Teknik Sipil

Dan Perencanaan UPN “VETERAN” Jawa Timur.

2. Bapak Ibnu Sholicin ., ST, selaku Ketua Progdi Jurusan Teknik Sipil

3. Bapak N. Dita P. Putra ., ST ., MT, selaku Dosen Pembimbing yang telah

membimbing dan memberi wawasan

4. Ibu Dra. Anna Rumintang ., MT, selaku Dosen Pembimbing yang telah

membimbing dan member wawasan

5. Bapak Iwan Wahjudijanto ., ST, selaku Dosen Wali.

(3)

6. Para Dosen, pengajar yang telah membantu kelancaran penyelesaian tugas

akhir ini.

Dengan menyadari bahwa Tiada Gading yang tak retak, di harapkan segala

kritik dan saran guna penyempurnaan Proposal ini, meskipun demikian proposal ini

dapat di petik manfaatnya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Surabaya, 11 Mei 2011

(4)

ix

(5)

1.6. Lokasi Proyek………

4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Umum………... 5

2.2. Definisi Produktivitas………. 6

2.3. Faktor – faktor yang mempengaruhi produktivitas… 7 2.3.1. Faktor – Faktor Internal………. 7

2.3.2. Faktor – Faktor Eksternal……….. 7

2.4. Usaha Peningkatan Produktivitas……….. 9

2.5. Tinjauan Statistik……… 9

2.5.1. Metode Chi-Square……… 10

BAB III METODOLOGI PENELITIAN……… 12

3.1. Kerangka Penelitian……… 12

3.2. Teknik Pengumpulan Data………. 12

3.2.1. Studi Kasus………. 13

3.2.2. Studi Kepustakaan……….. 13

3.3. Metode Analisa dan Perhitungan……… 13

(6)

ix

BAB IV ANALISA DATA………. 15

4.1. Pengumpulan Data………. 15

4.2. Pengolahan Data………. 16

4.2.1. Analisa Produktivitas……….. 16

4.2.2. Analisa Hubungan Karateristik Tenaga Kerja Dengan Tingkat Produktivitas……… 45

4.2.3. Analisa Usaha Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja……….. 78

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN………. 79

5.1. Kesimpulan……… 79

5.2. Saran………. 80

DAFTAR PUSTAKA……….. 81

LAMPIRAN 1……….. 82

LAMPIRAN 2………. 95

(7)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1. Flowchart ………. 14

Gambar 4.1. Nilai Mean Produktivitas Pada Pardi……… 22

Gambar 4.2. Nilai Mean Produktivitas Pada Suparman……….………… 24

Gambar 4.3. Nilai Mean Produktivitas Pada Ragil……… 26

Gambar 4.4. Nilai Mean Produktivitas Pada Samin……… 28

Gambar 4.5. Nilai Mean Produktivitas Pada Safi’i……… 30

Gambar 4.6. Nilai Mean Produktivitas Pada Slamet………..… 32

Gambar 4.7. Nilai Mean Produktivitas Pada Imam……… 34

Gambar 4.8. Nilai Mean Produktivitas Pada Sapari…………...……… 36

Gambar 4.9. Nilai Mean Produktivitas Pada Prawoto……… 38

Gambar 4.10. Nilai Mean Produktivitas Pada Wanto……….…… 40

Gambar 4.11. Nilai Mean Produktivitas Pada Hartono..……… 42

(8)

ix

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1. Luas Bidang Rencana Yang Diselesaikan………. 15

Tabel 4.2. Daftar Nama Tukang………. 15

Tabel 4.3. Produktivitas Rencana……….………. 17

Tabel 4.4. Produktivitas Aktual………. 18

Tabel 4.5. Produktivitas Aktual………. 19

Tabel 4.6. Kriteria Pembobotan Nilai Produktivitas..………..,……. 20

Tabel 4.7. Nilai Produktivitas Pada Pardi………….………. 21

Tabel 4.8. Nilai Produktivitas Pada Suparman…….………. 23

Tabel 4.9. Nilai Produktivitas Pada Ragil………….………. 25

Tabel 4.10. Nilai Produktivitas Pada Samin…….………. 27

Tabel 4.11. Nilai Produktivitas Pada Safi’i………….……….………. 29

Tabel 4.12. Nilai Produktivitas Pada Slamet..……..………. 31

Tabel 4.13. Nilai Produktivitas Pada Imam….………. 33

Tabel 4.14. Nilai Produktivitas Pada Sapari……….………. 35

Tabel 4.15. Nilai Produktivitas Pada Prawoto……….………. 37

Tabel 4.16. Nilai Produktivitas Pada Wanto……….………. 39

Tabel 4.17. Nilai Produktivitas Pada Hartono………...………. 41

Tabel 4.18. Nilai Produktivitas Pada Udin……….………. 43

Tabel 4.19. Analisis Data Statistik……….………. 74

Tabel 4.20. Analisis Data Statistik……….………. 75

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Data Pelevelan Karakteristik Tenaga Kerja Dengan Produktivitas

Aktual……….. 81

(10)

ix ABSTRAK

ANALISA PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PEKERJAAN PEMASANGAN KERAMIK DI PROYEK GEDUNG SERBAGUNA ATKP

Oleh :

Diyana Eka Kartika Sari 0753010048

Dalam penyelesaian proyek gedung sering kita temui permasalahan dalam hal

keterlambatan pelaksanaannya. Salah satu penyebabnya adalah terjadi

ketidaksesuaian antara durasi aktual dan tenaga kerja aktual dengan durasi rencana dan tenaga kerja rencana. Dengan adanya data produktivitas akan sangat membantu kontraktor dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja

Untuk mengetahui perbedaan produktivitas aktual dari hari ke hari pada setiap tenaga kerja dapat dilakukan pengujian Chi-Square. Serta untuk hubungan antara karakteristik tenaga kerja dengan tingkat produktivitas dilakukan pula perhitungan statistik dengan memakai metode Chi-Square untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kedua variabel tersebut.

Dari hasil analisa maka didapat nilai rata–rata produktivitas aktual sebesar 29,24 m² dengan ukuran keramik 40x40 cm² dan spesi 4 cm dan pembantu tukang sebanyak 2 orang per harinya. Dari hasil analisa hubungan karakteristik tenaga kerja dengan tingkat produktivitas aktual, ternyata kedua variabel tersebut saling berhubungan, dimana variabel karakteristik yang berpengaruh yaitu variabel

pengalaman dimana nilai Asymp Sig = 0.088 > dari α = 0.05 atau 5 %. Dan untuk

memperoleh produktivitas yang tinggi diharapkan tenaga kerja yang berusia diantara 31-40 tahun, mempunyai pengalaman diantara 8-11 tahun. Sehingga pihak kontraktor untuk lankah kedepanya dapat menyelesaikan proyek dengan target yang diharapkan.

Kata kunci : Produktivitas tenaga kerja, peningkatan produktivitas.

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam penyelesaian proyek gedung sering kita menjumpai

permasalahan keterlambatan pelaksanaan. Hal seperti ini disebabkan karena pada

umumnya para kontraktor dalam merencanakan skedul proyek kurang

mempertimbangkan produktivitas tenaga kerja. Sehingga menyebabkan

ketidaksesuaian antara durasi dan kelompok kerja rencana dengan durasi dan

kelompok kerja aktaul.

Kelemahan dalam mempertimbangkan produktivitas tenaga kerja

disebabkan karena masalah produktivitas di proyek sangat kompleks dan adanya

faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya. Sehingga pertimbangan nilai

produktivitas yang dilakukan para kontraktor sulit mendekati nilai produktivitas yang

aktual.

Dengan adanya data produktivitas akan membantu kontraktor dalam

perbaikan perencanaan sekedul proyek dimana dapat diketahui durasi setiap

pekerjaan dan jumlah kelompok dengan lebih akurat. Dan hal ini merupakan salah

satu langkah untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja sebagai suatu upayah

memperbaiki nilai produktivitas tenaga kerja yang ada.

Dengan melakukan studi kasus lebih lanjut pada proyek ini maka

dapat memberi gambaran nilai suatu produktivitas, hubungan produktivitas dengan

(12)

pendidikan dan pengalaman kerja, serta hambatan-hambatan yang mungkin terjadi

pada pekerjaan tersebut. Sehingga dapat diusulkan usaha-usaha untuk meningkatkan

produktivitas yang diharapkan dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan dapat

mengurangi akan kehilangan waktu produktiv.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Berapa besar produktivitas rata-rata tenaga kerja dalam menyelesaikan

pemasangan keramik pada proyek ?

2. Hubungan produktivitas dengan karakteristik tenaga kerja ?

3. Usaha peningkatan produktivitas apa yang dapat diterapkan dalam proyek

studi penelitian ini ?

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Dapat mengetahui nilai produktivitas rata-rata tenaga kerja kelompok pada

pekerjaan pemasangan keramik.

2. Dapat mengetahui hubungan antara variable karakteristik tenaga kerja yang

mempengaruhi produktivitas dengan tingkat produktivitas.

3. Menerapkan usaha guna meningkatkan prodoktivitas dalam proyek studi

kasus ini.

(13)

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian pada proposal ini adalah :

1. Data produktivitas yang dihasilkan dapat digunakan sebagai acuan kontraktor

dalam perencanaan sekedul proyek selanjudnya.

2. Data-data karakteristik pekerja yang didapatkan dari data penelitian dapat di

gunakan untuk memprediksi alternativ-alternativ yang berfungsi untuk

menutpu kekurangan-kekurangan yang akan timbul sehingga dalam

pelaksanaannya pekerjaan di lapangan dapat mengurangi kehilangan waktu

produktivitas.

1.5. Batasan Masalah

Batasan masalah yang digunakan dalam penyusunan proposal ini adalah :

1. Obyek penelitian adalah proyek gedung serba guna ATKP

2. Penelitian dilakukan pada tahap terakhir pembangunan gedung.

3. Penelitian difokuskan pada produktivitas pekerjaan pemasangan keramik.

4. Obyek penelitian adalah tukang keramik.

5. Karakteristik-karakteristik pekerja yang meliputi usia, pendidikan, dan

(14)

6. Usaha peningkatan produtivitas pada proyek tersebut sesuai dengan literature

yang ada.

1.6. Lokasi Proyek

Nama Proyek : Rehabilitasi Gedung Serba Guna ATKP Surabaya

Tahap II

Lokasi : Jl. Jemur Andayani I No.73 Surabaya

Jenis Bangunan : Gedung Serba Guna

Jenis Struktur Bawah : Pondasi Tiang Pancang

Jenis Struktur Atas : Struktur Beton Bertulang

Pemilik : Akademi Teknik Dan Keselamatan Penerbangan

Kontraktor : PT. Santoso Shafanara

Konsultan Perencana : PT. Pamoar

Konsultan Pengawas : PT. Tiga Satu Tiga

Luas Bangunan : ± 1.000 m2

Luas Lahan : ± 1.000 m2

(15)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Umum

Salah satu masalah utama dalam proyek gedung di negara – negara

berkembang seperti halnya Indonesia adalah produktivitas tenaga kerja. Produktivitas

tenaga kerja menentukan keberhasilan skedul proyak. Pengukuran produktivitas

secara detail jarang dilakukan pada proyek – proyek gedung bahkan kontraktor

sering tidak memperhitungkan produktivitas dalam proses perencanaan suatu proyek.

Untuk itu di upayakan usaha peningkatan produktivitas. Peningkatan

produktivitas merupakan usaha untuk mempertahankan dan memperbaiki

produktivitas rencana yang ada.

Unsur – unsur perencanaan yang erat hubungannya dengan manejemen

proyak adalah jadwal, sasaran, kebijakan, prosedur dan anggaran. Tidak semua

perencanaan mengandung semua unsure tersebut. Suatu perencanaan yang baik

memerlukan keterangan – keterangan yang jelas mengenai hubungan antara unsur –

unsure yang menjadi bagian dari perencanaan , sehingga seluruh bagian organisasi an

personal yang terlibat mengetahui arah tindakan yang dituju. ( Iman S. 1992 )

Untuk mencapai nilai produktivitas yang diharapkan, perencanaan durasi

harus dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah kelompok kerja yang ada

sehingga perencanaan yang dihasilkan dapat sesuai dengan kemampuan tenaga kerja

(16)

2.2. Definisi Produktivitas

Secara umum produktivitas didefinisikan dalam beberapa bentuk, diantaranya

adalah sebagai berikut :

1. Produktivitas = ……….( Moekijat,

1990 )

Dimana ; Output = Hasil kerja berupa kuantitas atau volume

Input = Jumlah sumber daya ( misalnya : manusia, peralatan

dan material )

2. Produktivitas = ………... (

Sinungan, 2005 )

Pengukuran produktivitas tersebut dapat digunakan untuk mengukur dua jenis

pengukuran yaitu tingkat tukang dan tingkat proyek ( Thomas, 1984 ). Tingkat

tukang dilakukan untuk mengukur kinerja individu atau kinerja group, yang

diperlukan sebagai sumber data untuk menilai dan mengevaluasi hasil pekerjaan

actual dilapangan. Sedangkan tingkat proyek digunakan mengukur secara

keseluruhan.

(17)

2.3. Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas

Faktor – faktor yang mempengaruhi produktivitas ada dua diantaranya :

2.3.1. Faktor – faktor Internal

a. Pendidikan

Salah satu usaha yang konkrit untuk mendorong peningkatan produktivitas

adalah peningkatan pendidikan serta keterampilan agar mampu melaksanakan

tugas dan pekerjaan sebaik mungkin ( Imam Suharto, 1995 )

b. Usia

Semakin lanjut usia seseorang, semakin menurun produktivitas kerjanya,

pada umumnya produktivitas yang tinggi dicapai pada usia antara 20-45

tahun, selebihnya tingkat produktivitas menurun (Imam Suharto, 1995 )

c. Pengalaman

Pengalaman menyebabkan pekerja lebih terampil dalam mengerjakan

pekerjaan, sehingga hal ini dapat meningkatkan produktivitas kerja ( Kaming,

1996 )

d. Efektivitas jam kerja

Efektivitas adalah mengerjakn hal – hal yang benar, mengoptimalkan

(18)

memperoleh jam kerja yang efektif, perlu satu kedisipinan pola kerja ( Budi,

1997 )

2.3.2. Faktor – faktor Eksternal

a. Cuaca

Pada musim hujan, kegiatan konstruksi dapat terhenti terutama untuk

pekerjaan pondasi dan pekerjaaan pada bagian proyek yang belum tertutup.

Sedangkan hambatan pada musim kemarau adalah suhu udara panas dan

menyebabkan pekerja menjadi cepat lelah yang menyebabkan produktivitas

menurun ( Kaming, 1996 )

b. Kurangnya Sumber Daya

Sumber daya dalam hal ini adalah material, tenaga kerja, dan peralatan.

Kurangnya material disebabkan oleh keterlambatan pengirim material dan

pemasok. Kesalahan dalam pembuatan jadwal pemesanan material dapat

menggangu kesinambungan kerja dilapangan. Kurangnya sumber daya dapat

menggangu jadwal yang telah direncanakan.

c. Keserasian Hubungan Kerja

Hubungan antara tenaga kerja dapat terjalin dengan baik jika setiap tenaga

kerja dapat bertanggung jawab dan disipin dalam melaksanakan pekerjaannya

masing – masing, sehingga tidak terjadi kesalah pahaman didalam bekerja.

(19)

Selain itu mandor dituntut untuk bersikap adil terhadap setiap tenaga kerja

sehingga keserasian hubungan kerja tetap dapat dipertahankan. Hubungan

yang buruk akan mengakibatkan keterlambatan suatu proyek.

2.4. Usaha – Usaha Peningkatan Produktivitas

Usaha peningkatan produktivitas merupakan salah satu langkah pengendaian

yang dapat dilakukan dalam proyek konstruksi. Usaha – usaha peningkatan

produktivitas tersebut adalah :

2.4.1. Disiplin Kerja

Disiplin kerja dalam hal ini berkaitan dengan masalah ketidak hadiran. Untuk

dapat mewujudkan disipin kerja, maka haruslah didukung oleh semua pihak

(20)

2.4.2. Perekrutan Tenaga Kerja

Tujuan utama dalam peningkatan produktivitas bukan terletak pada kualitas

peralatan atau fasilitas lain tetapi lebih ditentukan oleh mutu dan kemampuan

sumber daya manusia dan para pengelolanya.

Untuk mencapai tujuan tersebut pengalaman, usia, pendidikan dan latar

belakang merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam seleksi tenaga kerja.

2.4.3. Pelatihan

Tujuan dari pelatihan adalah meningkatkan produktivitas dan kualitas dengan

melakukan perencanaan sumber daya manusia di masa akan datang. Pelatihan

ini dapat memberikan masukan tenaga kerja mana yang produktif dan

pekerjaan apa yang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya sehingga

secara tidak langsung dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan pada

pelaksanaan proyek berikutnya.

2.4.4. Motivasi

Motivasi adalah dorongan yang diinginkan seseorang guna memenuhi

kebutuhan. Abraham mengemukakan motivasi berdasarkan lima hirarki yaitu

kebutuhan fisik, kebutuhan rasa aman, kebutuhan social, penghargaan dan

kebutuhan aktualisasi diri.

2.5. Tinjauan Statistik

(21)

Hipotesis merupakan suatu asumsi atau anggapan yang bisa benar atau bisa

salah mengenai susuatu hal dan dibuat untuk menjelaskan sesuatu hal tersebut

sehingga memerlukan pengecekan lebih lanjut.

2.5.1. Metode Chi-Square

Pengujian Chi-Square adalah suatu teknik statistic yang memungkinkan

penyelidikan dapat membandingkan perbedaan frekuensi yang diobservasi

dengan frekuensi yang diharapkan. Chi-Square digunakan untuk menyatakan

dugaan maupun menguji hipotesa. Adapun rumus untuk menguji sebuah

hipotesa:

h =

Dimana ; h = Chi-Square

= Frekuensi yang diobservasi

= Frekuensi yang diharapkan

Dalam proyek, frekuensi yang diharapkan dapat dihitung atas dasar hipotesis

nol ( Ho). Bila Ho diterima, frekuensi yang diobservasi hampir sama dengan

frekuensi yang diharapkan, maka di katakana nilai , mempunyai kesesuaian yang

baik. Tetapi bila Ho ditolak, yaitu frekuensi yang diobservasi berbeda dengan

frekuensi yang diharapkan, maka nilai dikatakan mempunyai kesesuaian yang

(22)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Kerangka Penelitian

Dalam metodologi penelitian, diuraikan tahapan kegiatan yang akan

dilaksanakan didalam melakukan analisa produktivitas guna memperoleh nilai

produktivitas tenaga kerja pekerjaan pemasangan keramik.

Tahapan kegiatan tersebut antara lain :

1. Melakukan pendahuluan berupa studi literature untuk penelitian.

2. Menentukan latar belakang masalah guna merumuskan masalah yang akan di

bahas dalam penelitian ini.

3. Menetukan tujuan penelitian yang didasarkan pada permasalahan tersebut.

4. Mengidentifikasi variabel – variabel yang menjadi obyek penelitian.

5. Melakukan pengolahan data

6. Dari data yang telah diolah selanjutnya dianalisa dan dibahas untuk dapat ditarik

kesimpulan

3.2. Teknik Pengumpulan Data

3.2.1. Studi kasus

(23)

Penelitian lapangan ini dimaksudkan agar memperoleh data primer, yaitu

yang dikumpulkan melalui pengamatan agar data yang diperoleh benar – benar

actual. Didalam pengambilan data digunakan teknik antara lain :

1. Pengamatan lagsung dilapangan untuk mencatat hasil kerja perorangan dalam

pekerjaan pemasangan keramik.

2. Pendataan dengan cara wawancara pada pengawas, dan tukang.

3. Pencatatan dilakukan setiap hari dilokasi proyek pada jam kerja.

4. Data yang diperlukan adalah : waktu menyelesaikan pekerjaan pemasangan

keramik, volume dan jumlah tenaga kerja pada pekerjaan pemasangan keramik.

3.2.2. Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan ini diadakan dengan maksud untuk memperoleh data

sekunder, yaitu diperoleh dari jurnal dan buku yang di jadikan pedoman dalam

penelitian ini. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah koefisien tenaga

kerja, serta faktor – faktor yang mempengaruhi tenga kerja.

3.3. Metode Analisa dan Perhitungan

Dalam analisa dan perhitungan ini dilakukan dengan metode Chi-Square (

(24)

Tidak membandingkan perbedaan frekuensi yang di observasikan ( nyata ) dengan

frekuensi yang diharapkan.

Analisa Produktivitas & Hubungan Variabel Karakteristik TK dengan tingkat produktivitas

(25)

Ya

(26)

BAB IV

ANALISA DATA

4.1. Pengumpulan Data

Perolehan data pekerjaan pemasangan keramik dilakukan pencatatan

langsung di lapangan.

Table 4.1. Luas Bidang Rencana Yang Diselesaikan.

Pekerjaan pemasangan keramik hanya dipekerjakan 12 tukang.

Hasil wawancara yang dilakukan kepada tukang diperoleh data karakteristik

sebagai berikut :

Table 4.2. Daftar Nama Tukang.

Nama Usia Pendidikan Pengalaman Asal

Pardi

(27)

Imam

Berdasarkan pengumpulan data yang telah diutarakan diatas maka

dapat dilakukan analisa besarnya produktivitas rata – rata tukang dengan

cara membandingkan produktivitas rencana dan aktual.

A. Produktivitas Rencana

Produktivitas rencana diperoleh dari durasi aktivitas hasil dari

wawancara berdasarkan pengalaman kerjanya. Durasi rencana ini digunakan

untuk merencanakan jumlah waktu yang diperlukan. Produktivitas rencana

dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

(28)

Tabel 4.3. Produktivitas Rencana

Dengan ukuran keramik pada pemasangna keramik tersebut adalah 40 x 40 cm²

dan spesi 4 cm. Dengan 2 orang pembantu tukang keramik, sedang jarak adukannya

flexible antara 2-3 meter. Adonan adukan atau luluh diletakan dalam box adukan.

B. Produktivitas Aktual

Produktivitas aktual didapatkan dari pengamatan dan pencatatan luas

bangunan yang dilakukan dilapangan. Dari hasil pencatatan tersebut maka

nilai produktivitas aktual dapat dihitung dengan rumus : Jenis Pekerjaan Durasi

( jam )

Luas Bidang Yang

Diselesaikan ( m² )

Produktivitas

Rencana ( m²/jam )

Pemasangan

Keramik

7 205.00 29.28

(29)

Dari hasil analisa produktivitas dapat diketahui terdapat perbedaan nilai produktivitas

rencana dan aktual. Dengan adanya perbedaan nilai antara produktivitas rencana dan

produktivitas aktual, kemudian diberikan pemberian bobot terhadap sellisih kedua

produktivitas tersebut dengan ketentuan sebagai berikut :

Tabel 4.4. Kriteria Pembobotan Nilai Mean Produktivitas

Sumber ( Rohman, Muftitachur 2000 )

Keterangan :

X = Selisih antara produktivitas per jam rencana dan actual.

+ = Produktivitas per jam rencana lebih kecil dari produktivitas per jam aktual.

- = Produktivitas per jam rencana lebih besar dari produktivitas per jam aktual.

Pemberian bobot merupakan indikator untuk mengetahui perbedaan

produktivitas rencana dan aktual yang dilakukan untuk mendapatkan nilai mean

(30)

Tabel 4.7. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Pardi

Produktivitas Produktivitas Selisih Nilai Mean Rencana Aktual Produktivitas Produktivitas Hari

Sumber ( Rohman, Muftitachur 2000 )

Keterangan :

(31)

Rumus Selisih Produktivitas = ((Prod.Aktual – Prod.Rencana) / Prod.Rencana) * 100

Tabel 4.8. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Suparman

Sumber ( Rohman, Muftitachur 2000 )

(32)

Tabel 4.9. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Ragil

Produktivitas Produktivitas Selisih Nilai Mean Rencana Aktual Produktivitas Produktivitas Hari

Sumber ( Rohman, Muftitachur 2000 )

(33)

Tabel 4.10. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Samin

Produktivitas Produktivitas Selisih Nilai Mean Rencana Aktual Produktivitas Produktivitas Hari

(34)

Tabel 4.11. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Safi’i

Produktivitas Produktivitas Selisih Nilai Mean Rencana Aktual Produktivitas Produktivitas Hari

Sumber ( Rohman, Muftitachur 2000 )

(35)

Tabel 4.12. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Slamet

Produktivitas Produktivitas Selisih Nilai Mean Rencana Aktual Produktivitas Produktivitas Hari

(36)

Tabel 4.13. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Imam

Produktivitas Produktivitas Selisih Nilai Mean Rencana Aktual Produktivitas Produktivitas Hari

Sumber ( Rohman, Muftitachur 2000 )

(37)

Tabel 4.14. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Sapari

Produktivitas Produktivitas Selisih Nilai Mean Rencana Aktual Produktivitas Produktivitas Hari

(38)

Tabel 4.15. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Prawoto

Produktivitas Produktivitas Selisih Nilai Mean Rencana Aktual Produktivitas Produktivitas Hari

Sumber ( Rohman, Muftitachur 2000 )

(39)

Tabel 4.16. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Wanto

Produktivitas Produktivitas Selisih Nilai Mean Rencana Aktual Produktivitas Produktivitas Hari

(40)

Tabel 4.17. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Hartono

Produktivitas Produktivitas Selisih Nilai Mean Rencana Aktual Produktivitas Produktivitas Hari Sumber ( Rohman, Muftitachur 2000 )

(41)

Tabel 4.18. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Udin

Produktivitas Produktivitas Selisih Nilai Mean Rencana Aktual Produktivitas Produktivitas Hari

(42)

Dari perhitungan nilai mean untuk keseluruhan pada tenga kerja yang telah

dihitung. Dapat diketahui pula untuk nilai mean rata – rata keseluruhan tenaga kerja,

yaitu nilai mean keseluruhannya adalah 0.83.

(43)

4.2.2. Analisa Hubungan Antara Karakteristik tenaga Kerja Dengan Tingkat

Produktivitas.

Untuk mengetahui hubungan antara karakteristik tenaga kerja dengan tingkat

produktivitas perlu dilakukan terlebih dulu pengujian setiap tukang terhadap

perbedaan tingkat produktivitas dari hari ke hari. Kemudian baru dilakukan

pengujian hubungan antara karakteristik tenaga kerja dengan tingkat produktivitas

secara keseluruhan. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui karakteristik tenaga

kerja apa saja yang mempengaruhi tingkat produktivitas.

Uji Chi-Square Setiap Tukang Terhadap Produktivitas Aktual.

Sebelumnya dimaksukkan data produktivitas aktual setiap tukang kemudian

dilakukan pengujian Chi-Square dengan menggunakan program SPSS. Hal ini

dilakukan untuk mengetahui perbedaan produktivitas aktual dari hari ke hari.

Sebelumnya ditarik suatu hipotesa setiap tukang, kemudian hipotesa tersebut

(44)

1. Untuk Pardi

Hipotesanya :

Ho = Ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

H1 = Tidak ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

Perhitungan Statistik.

Produktivitas

Aktual (m²/jam) Observed N Expected N Residual

29.06 2 2.1 -.1

(45)

Terima Ho apabila nilai < atau jika tingkat signifikan

observasi (Probolitasnya) > α = 5 % , maka pada tabel diatas dapat dilihat untuk

dependesi tingkat produktivitas mempunyai nilai Prob = .0984 , nilai P Value > α = 5

% , sedangkan nilai Chi-Square hitung lebih kecil dari pada Chi-Square tabel ( =

4.533 < = 22.368 ) , maka terima Ho yaitu terdapat perbedaan

produktivitas dari hari ke hari.

(46)

2. Untuk Suparman

Hipotesanya :

Ho = Ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

H1 = Tidak ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

Suparman

Produktivitas

Aktual (m²/jam) Observed N Expected N Residual

29.04 1 2.1 -1.1

(47)

Terima Ho apabila nilai < atau jika tingkat signifikan

observasi (Probolitasnya) > α = 5 % , maka pada tabel diatas dapat dilihat untuk

dependesi tingkat produktivitas mempunyai nilai Prob = .0683 , nilai P Value > α = 5

% , sedangkan nilai Chi-Square hitung lebih kecil dari pada Chi-Square tabel ( =

Total 30

Test Statistics

Chi-Square 10.133a

df 13

Asymp. Sig. .0683

(48)

10.133 < = 22.368 ) , maka terima Ho yaitu terdapat perbedaan

produktivitas dari hari ke hari.

3. Untuk Ragil.

Hipotesanya :

Ho = Ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

(49)

H1 = Tidak ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

Aktual (m²/jam) Observed N Expected N Residual

29.03 1 1.9 -.9

(50)

tingkat produktivitas mempunyai nilai Prob = .0975 , nilai P Value > α = 5 % ,

sedangkan nilai Chi-Square hitung lebih kecil dari pada Chi-Square tabel ( =

6.267 < = 24.996 ) , maka terima Ho yaitu terdapat perbedaan

produktivitas dari hari ke hari.

4. Untuk Samin.

Hipotesanya :

(51)

Ho = Ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

H1 = Tidak ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

Samin

Produktivitas

Aktual (m²/jam) Observed N Expected N Residual

29.00 1 2.3 -1.3

(52)

Terima Ho apabila nilai < atau jika tingkat signifikan

observasi (Probolitasnya) > α = 5 % , maka pada tabel diatas dapat dilihat untuk

dependesi tingkat produktivitas mempunyai nilai Prob = .007 , nilai P Value > α = 5

% , sedangkan nilai Chi-Square hitung lebih kecil dari pada Chi-Square tabel ( =

21.002 < = 21.026 ) , maka terima Ho yaitu terdapat perbedaan

produktivitas dari hari ke hari.

(53)

5. Untuk Safi’i.

Hipotesanya :

Ho = Ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

H1 = Tidak ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

Safi’i

Produktivitas

Aktual (m²/jam) Observed N Expected N Residual

(54)

Terima Ho apabila nilai < atau jika tingkat signifikan

observasi (Probolitasnya) > α = 5 % , maka pada tabel diatas dapat dilihat untuk

dependesi tingkat produktivitas mempunyai nilai Prob = .094 , nilai P Value > α = 5

% , sedangkan nilai Chi-Square hitung lebih kecil dari pada Chi-Square tabel ( =

16.200 < = 18.307 ) , maka terima Ho yaitu terdapat perbedaan

produktivitas dari hari ke hari.

df 10

Asymp. Sig. .094

a. 11 cells (100.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 2.7.

(55)

6. Untuk Slamet.

Hipotesanya :

Ho = Ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

H1 = Tidak ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

Slamet

Produktivitas

Aktual (m²/jam) Observed N Expected N Residual

29.02 1 1.3 -.3

29.03 2 1.3 .7

29.12 1 1.3 -.3

29.14 2 1.3 .7

29.17 1 1.3 -.3

29.18 1 1.3 -.3

29.19 1 1.3 -.3

29.20 1 1.3 -.3

29.21 2 1.3 .7

(56)

29.24 2 1.3 .7

a. 23 cells (100.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 1.3.

(57)

Terima Ho apabila nilai < atau jika tingkat signifikan

observasi (Probolitasnya) > α = 5 % , maka pada tabel diatas dapat dilihat untuk

dependesi tingkat produktivitas mempunyai nilai Prob = 1.000 , nilai P Value > α = 5

% , sedangkan nilai Chi-Square hitung lebih kecil dari pada Chi-Square tabel ( =

3.733 < = 33.924 ) , maka terima Ho yaitu terdapat perbedaan

produktivitas dari hari ke hari.

7. Untuk Imam.

Hipotesanya :

(58)

H1 = Tidak ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

Aktual (m²/jam) Observed N Expected N Residual

29.02 1 1.3 -.3

(59)

Test Statistics

Chi-Square 3.733a

df 22

Asymp. Sig. 1.000

a. 23 cells (100.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 1.3.

Terima Ho apabila nilai < atau jika tingkat signifikan

observasi (Probolitasnya) > α = 5 % , maka pada tabel diatas dapat dilihat untuk

dependesi tingkat produktivitas mempunyai nilai Prob = 1.000 , nilai P Value > α = 5

% , sedangkan nilai Chi-Square hitung lebih kecil dari pada Chi-Square tabel ( =

3.733 < = 33.924 ) , maka terima Ho yaitu terdapat perbedaan

(60)

8. Untuk Sapari.

Hipotesanya :

Ho = Ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

H1 = Tidak ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

Sapari

Produktivitas

Aktual (m²/jam) Observed N Expected N Residual

29.04 3 3.0 .0

a. 10 cells (100.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 3.0.

(61)

Terima Ho apabila nilai < atau jika tingkat signifikan

observasi (Probolitasnya) > α = 5 % , maka pada tabel diatas dapat dilihat untuk

dependesi tingkat produktivitas mempunyai nilai Prob = .740 , nilai P Value > α = 5

% , sedangkan nilai Chi-Square hitung lebih kecil dari pada Chi-Square tabel ( =

6.000 < = 16.919 ) , maka terima Ho yaitu terdapat perbedaan

(62)

9. Untuk Prawoto.

Hipotesanya :

Ho = Ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

H1 = Tidak ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

Prawoto

Produktivitas

Aktual (m²/jam) Observed N Expected N Residual

29.00 2 1.8 .2

(63)

Terima Ho apabila nilai < atau jika tingkat signifikan

observasi (Probolitasnya) > α = 5 % , maka pada tabel diatas dapat dilihat untuk

dependesi tingkat produktivitas mempunyai nilai Prob = .985 , nilai P Value > α = 5

% , sedangkan nilai Chi-Square hitung lebih kecil dari pada Chi-Square tabel ( =

6.267 < = 26.296 ) , maka terima Ho yaitu terdapat perbedaan

produktivitas dari hari ke hari.

(64)

10.Untuk Wanto.

Hipotesanya :

Ho = Ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

H1 = Tidak ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

Wanto

Produktivitas

Aktual (m²/jam) Observed N Expected N Residual

29.00 2 2.1 -.1

(65)

Terima Ho apabila nilai < atau jika tingkat signifikan

observasi (Probolitasnya) > α = 5 % , maka pada tabel diatas dapat dilihat untuk

dependesi tingkat produktivitas mempunyai nilai Prob = .758 , nilai P Value > α = 5

% , sedangkan nilai Chi-Square hitung lebih kecil dari pada Chi-Square tabel ( =

29.36 1 2.1 -1.1

29.40 2 2.1 -.1

Total 30

Test Statistics

Chi-Square 9.200a

df 13

Asymp. Sig. .758

(66)

9.200 < = 22.368 ) , maka terima Ho yaitu terdapat perbedaan

produktivitas dari hari ke hari.

11.Untuk Hartono.

Hipotesanya :

Ho = Ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

(67)

H1 = Tidak ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

Hartono

Produktivitas

Aktual (m²/jam) Observed N Expected N Residual

29.00 1 2.3 -1.3

Terima Ho apabila nilai < atau jika tingkat signifikan

observasi (Probolitasnya) > α = 5 % , maka pada tabel diatas dapat dilihat untuk

dependesi tingkat produktivitas mempunyai nilai Prob = .288 , nilai P Value > α = 5

% , sedangkan nilai Chi-Square hitung lebih kecil dari pada Chi-Square tabel ( = Test Statistics

Chi-Square 14.200a

df 12

Asymp. Sig. .288

(68)

14.200 < = 23.685 ) , maka terima Ho yaitu terdapat perbedaan

produktivitas dari hari ke hari.

12.Untuk Udin.

Hipotesanya :

Ho = Ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

(69)

H1 = Tidak ada perbedaan produktivitas dari hari ke hari.

Udin

Produktivitas

Aktual (m²/jam) Observed N Expected N Residual

28.57 1 1.3 -.3

(70)

Terima Ho apabila nilai < atau jika tingkat signifikan

observasi (Probolitasnya) > α = 5 % , maka pada tabel diatas dapat dilihat untuk

dependesi tingkat produktivitas mempunyai nilai Prob = 1.000 , nilai P Value > α = 5

% , sedangkan nilai Chi-Square hitung lebih kecil dari pada Chi-Square tabel ( =

5.267 < = 33.924 ) , maka terima Ho yaitu terdapat perbedaan

produktivitas dari hari ke hari.

Uji Chi-Square Antara

Karakteristik Tenaga Kerja Dengan Tingkat Produktivitas.

(71)

Setelah dilakukan pengujian setiap orang terhadap tingkat produktivitas.

Selanjutnya dilakukan pengujian antara karakteristik tenaga kerja atau variabel –

variabel seperti usia, pengalaman, dan pendidikan dengan produktivitas aktual secara

keseluruhan. Dari ketiga variabel ini akan dicari mana yang paling berpengaruh ?.

Sebelumnya ditarik hipotesa, kemudian hipotesa tersebut ditarik kesimpulan. Untuk

mendapatkan nilai Chi-Square hubungan antara karakteristik tenaga kerja atau

variabel – variabel seperti usia, pengalaman, dan pendidikan dengan produktivitas

actual diperlukan pelevelen pada setiap variabel. Adapun level setiap variabel

(72)

1. SD 2. SMP 3.

SMA 4. STM bangunan

d. Produktivitas Aktual

1. 28.00 – 28.50 m²/jam 3.

29.01 – 29.50 m²/jam

2. 28.51 – 29.00 m²/jam 4.

29.51 – 30.00 m²/jam

(73)

Adapun penyelesainnya sebagai berikut :

a. Usia

Hipotesanya :

Ho : Variabel usia berpengaruh positif terhadap tingkat produktivitas aktual.

H1 : Variabel usia tidak berpengaruh terhadap tingkat produktivitas aktual.

Pelevelen data karakteristik tenaga kerja dengan produktivitas actual terdapat pada

lampiran 1.

(74)

Chi-Square Tests

a. 3 cells (50.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .42.

Terima Ho apabila nilai < atau jika tingkat signifikan

observasi (Probolitasnya) > α = 5 % , maka pada tabel diatas dapat dilihat untuk

dependesi antara usia dengan tingkat produktivitas mempunyai nilai Prob = .082 ,

nilai P Value > α = 5 % , sedangkan nilai Chi-Square hitung lebih kecil dari pada

Chi-Square tabel ( = 4.991 < = 5.591 ) , maka terima Ho

yaitu terdapat hubungan antara variabel usia dengan variabel produktivitas aktual.

b. Pengalaman

Hipotesanya :

Ho :Variabel pengalaman berpengaruh positif terhadap tingkat produktivitas

aktual.

H1 :Variabel pengalaman tidak berpengaruh terhadap tingkat produktivitas aktual.

Pelevelen data karakteristik tenaga kerja dengan produktivitas aktual terdapat

pada lampiran 1.

(75)

Hasil pengujiannya :

Tolak Ho apabila nilai < atau jika tingkat signifikan

observasi (Probolitasnya) > α = 5 % , maka pada tabel diatas dapat dilihat untuk

dependesi antara usia dengan tingkat produktivitas mempunyai nilai Prob = .080 ,

nilai P Value > α = 5 % , sedangkan nilai Chi-Square hitung lebih kecil dari pada

Chi-Square tabel ( = 6.747 > = 7.815 ) , maka tolak Ho

yaitu terdapat hubungan antara variabel pengalaman dengan variabel produktivitas

aktual.

c. Pendidikan.

Hipotesanya :

Ho : Variabel pendidikan berpengaruh positif terhadap tingkat produktivitas

aktual.

H1 : Variabel pendidikan tidak berpengaruh terhadap tingkat produktivitas aktual. Chi-Square Tests

(76)

Pelevelen data karakteristik tenaga kerja dengan produktivitas aktual terdapat

Linear-by-Linear Association .153 1 .695

N of Valid Cases 360

a. 4 cells (50.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1.67.

Terima Ho apabila nilai < atau jika tingkat signifikan

observasi (Probolitasnya) > α = 5 % , maka pada tabel diatas dapat dilihat untuk

dependesi antara usia dengan tingkat produktivitas mempunyai nilai Prob = .088 ,

nilai P Value > α = 5 % , sedangkan nilai Chi-Square hitung lebih kecil dari pada

Chi-Square tabel ( = 6.542 < = 7.815 ) , maka terima Ho

yaitu terdapat hubungan antara variabel usia dengan variabel produktivitas aktual.

Dari hasil analisis produktivitas dan analisa hubungan karakteristik maka

dapat dilakukan langkah – langkah meningkatkan produktivitas yang berhubungan

dengan hasil – hasil yang telah diteliti, sehingga berguna bagi proyek.

Tabel 4.19. Analisis Data Statistik.

(77)

Nama

Tukang

Usia Pengalaman

( Tahun )

Asymp.Sig Ket α Keterangan

Pardi 44 15 .0984 > 0.05 Ada Perbedaan

perbedaan dari hari ke hari.

Dari analisis produktivitas diketahui bahwa dalam menentukan produktivitas

rencana hendaknya menggunakan produktivitas aktual yang telah di teliti dimana

(78)

Dan dari hasil tabel perhitungan diatas dapat dilihat bahwa usia untuk tenaga

kerja pada range usia 31 - 40 yang nilai Asymp.Sig nya lebih tinggi dari pada

usia yang lain, sehingga menghasilkan produktivitas yang tinggi . Begitu pula

pengalaman yang ada pada range 8 – 11 tahun.

Tabel 4.20. Analisis Data Statistik.

Variabel

• Jika Chi-Square hitung > dari pada Chi-Square tabel maka tidak berpengaruh

terhadap variabel tingkat produktivitas

• Jika tingkat signifikan ( Asymp.Sig ) > α = 5 % ( 0,05 ) maka berpengaruh

terhadap variabel tingkat produktivitas

• Jika tingkat signifikan ( Asymp.Sig ) < α = 5 % ( 0,05 ) maka tidak

berpengaruh terhadap variabel tingkat produktivitas.

(79)

• Berdasarkan tabel hasil perhitungan diatas, dapat diketahui bahwa variabel

pengalaman nilai Chi-Square Hitunganya lebih besar dibandingkan dengan

variabel Usia dan Pendidikan, sehingga variabel pengalaman yang paling

berpengaruh terhadap tingkat produktivitas.

Grafik Analisa Hubungan Karakteristik Tenaga Kerja dengan Tingkat

Prod.Aktual.

(80)

Meninjau fakta di atas maka analisis usaha peningkatan produktivitas yang perlu di

tingkatkan berdasarkan penelitian penulis pada proyek ini di fokuskan pada hal – hal

berikut ini :

a. Penentuan Produktivitas Rencana

Dalam menentukan produktivitas rencana, maka pihak kontraktor harus

mempertimbangkan variabel – variabel dari karakteristik tenaga kerja antara lain,

usia, pengalaman, dan pendidikan. Hal ini di lakukan karena pada penelitian di atas

di ketahui bahwa nilai mean selisih produktivitas pada 12 tenaga kerja pesentasenya

adalah 83% dari 100% atau dari 12 tukang 2 diantaranya nilai mean selisih

produktivitas rencana lebih besar dari produktivitas aktual. Sehingga untuk langkah

ke depan pihak kontraktor harus lebih memperhatikan dalam menuentukan

produktivitas rencana dan aktual yang selisih nilai mean produktivitasnya mendekati

0 ( nol )

b. Perekrutan Tenaga Kerja

Pada penelitian ini di titik beratkan pada perekrutan tenaga kerja di lapangan.

Pada umumnya proses perekrutan tenaga kerja yang dilakukan oleh mandor banyak

yang berasal dari suatu daerah di mana asal dari mandor itu sendiri. Sedangkan

berdasarkan penelitian penulis sebaiknya dalam perekrutan tenaga kerja, hendaknya

kontraktor merealisasikan dalam perekrutan tenaga kerja untuk lebih

mempertimbangkan lagi variabel pengalaman yang berkisar antara range 8 – 11

tahun hal ini dilakukan karena pada hasil penelitian penulis dari ketiga variabel

tersebut variabel pengalamanlah yang berpengaruh dan mendominan.

(81)

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

1.

Karakteristik tenaga kerja meliputi :

Usia

Pengalaman

Pendidikan

2.

Nilai rata – rata produktivitas tenaga kerja pada proyek ini adalah 29.24 m² per hari / jam

kerja dengan ukuran keramik 40 x 40 cm² dan spesi 4 cm, dengan tukang pembantu

sebanyak 2 orang..

3.

Hubungan antara karakteristik tenaga kerja dengan produktivitas :

Untuk menghasilkan produktivitas yang tinggi terdapat pada tenaga kerja ber usia di

antara 31 – 40

Bahwa pengalaman sangat berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja dengan

tingkat produktivitas.

Untuk menghasilkan produktivitas yang tinggi terdapat pada tenaga kerja yang

mempunyai pengalaman di antara 8 – 11 tahun.

4.

Dari hasil analisa dan survey lapangan usaha peningkatan produktivitas yang dapat

(82)

Diharapkan tenaga kerja yang berusia antara 31 – 40 tahun.

Diharapkan tenaga kerja yang mempunyai pengalaman diantara 8 – 11 tahun.

5.2. Saran

Diharapkan dalam menentukan produktivitas tenaga kerja hendaknya pihak kontraktor

memperhatikan variabel – variabel yang berpengaruh terhadap produktivitas rencana dan

produktivitas aktual yang selisihnya mendekati nilai 0 ( nol ).

Serta pihak kontraktor harus

mempertimbangkan variabel – variabel dari karakteristik tenaga kerja antara lain, usia,

pengalaman, dan pendidikan. Dari ketiga variabel tersebut , variabel berikut adalah yang optimal

sedangkan variabel utama atau variabel yang optimal dari ketiga variabel tersebut adalah variabel

pengalaman. Sehingga untuk langkah kedepannya pihak kontraktor agar dapat lebih

memaksimalkan lagi dalam perekrutan tenaga kerja untuk variabel karakteristik tenaga kerja

pada pengalaman.

(83)

DAFTAR PUSTAKA

Moekijat. Kamus Manajemen. Cetakan Keempat. Penerbit Mandar Maju, Bandung, 1990.

Suharto, Imam. Manajemen Proyek : Dari Konseptual Sampai Operasional. Airlangga, 1997.

Suharto, Imam. Manajemen Industri : Dari Unsur – Unsur. Airlangga, 1992.

Sinungan. M. Produktivitas. Edisi Kedua. Penerbit Buni Aksara, Anggota IKAPI, Jakarta, 1992.

Sinungan, Muchadarsyah. Produktivitas Apa dan Bagaimana. Penerbit Bumi Aksara, 2008.

Sulaiman, Wahid. Statistik Non-Parametrik. Contoh kasus dan Pemecahannya dengan SPSS. Penerbit Andi. Yogyakarta, 2003.

Purbayu, Budi Santosa & Ashari. Analisis Statistik Dengan Ms. Excel dan SPSS. Penerbit Andi Yogyakarta. 2005

Thomas H. Randolp, Jose M. Guevara, Carl T. Gistenhoven. Improving Productivity Estimate By Work Sampling. Journal of Contruction Engineering and Management. Volume 102, No 2, Juni 1984.

Kaming, Peter. F, Paul Olomoloiye, Garry D. Holt Frank C. Harris. Factor Influeencing Craftmens Productivity in Indobesia. International Journal Of Project Manajement, No 1, 1997.

Rohman, Muftitachur. Tugas Akhir : Analisa Produktivitas Tenaga Kerja Pekerjaan Pengecetan di Pasar Retro Baru Sedati Sidoarjo. Fakultas Teknik Sipil, UPN JATIM, 2000

Figur

Gambar 3.1.  Alur Penelitian

Gambar 3.1.

Alur Penelitian p.25
Tabel 4.7. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Pardi

Tabel 4.7.

Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Pardi p.30
Tabel 4.8. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Suparman

Tabel 4.8.

Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Suparman p.31
Tabel 4.9. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Ragil

Tabel 4.9.

Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Ragil p.32
Tabel 4.10. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Samin

Tabel 4.10.

Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Samin p.33
Tabel 4.11. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Safi’i

Tabel 4.11.

Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Safi’i p.34
Tabel 4.12. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Slamet

Tabel 4.12.

Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Slamet p.35
Tabel 4.13. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Imam

Tabel 4.13.

Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Imam p.36
Tabel 4.14. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Sapari

Tabel 4.14.

Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Sapari p.37
Tabel 4.15. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Prawoto

Tabel 4.15.

Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Prawoto p.38
Tabel 4.16. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Wanto

Tabel 4.16.

Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Wanto p.39
Tabel 4.17. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Hartono

Tabel 4.17.

Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Hartono p.40
Tabel 4.18. Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Udin

Tabel 4.18.

Nilai Mean Selisih Produktivitas Pada Udin p.41
Tabel 4.19. Analisis Data Statistik.

Tabel 4.19.

Analisis Data Statistik. p.76
Hitungan Tabel Usia 4.991 <  5.591

Hitungan Tabel

Usia 4.991 < 5.591 p.78
Grafik Analisa Hubungan Karakteristik Tenaga Kerja dengan Tingkat

Grafik Analisa

Hubungan Karakteristik Tenaga Kerja dengan Tingkat p.79

Referensi

Memperbarui...