Tujuan utama dari pengembangan kapasitas adalah untuk mengembangkan efektifitas dari Lembaga-lembaga pengelola sektor air limbah, baik itu Lembaga-lembaga UPTD, BLU-D atau bahkan suatu saat nanti
PD-PAL. Rencana pengembangan kapasitas haruslah untuk memperbaiki kompetensi dan kinerja dengan sarana program-program pelatihan agar para individu dapt belajar untuk bekerja sebagai suatu unit di dalam kerja tim-nya. Dalam hal ini sektor air limbah, pengembangan kapasitas seharusnya juga berhubungan dengan
masyarakat.
Secara internal, cakupan dari pengembangan kapasitas termasuk di dalamnya adalah pengembangan sumber daya manusia begitu juga dengan sistem, prosedur dan kebijakan – untuk yang terakhir harus didukung oleh pemerintah daerah yang berkaitan dan juga keputusan tingkat kotamadya, bersama dengan pengelolaan yang efektif dan sistem informasi manajemen keuangan. Cakupan ini juga harus me-respon kebutuhan akan pengelolaan yang baik akan sektor air limbah di kota Bogor dalam hal meningkatkan kesadaran masyarakat dan kesehatan lingkungan, masalah-masalah penting akan pencapaian target secara keseluruhan akan sebuah lingkungan yang sehat. Sebuah rencana pengembangan kapasitas harus memiliki pendekatan yang komprehensif dan efektif untuk mengelola dan menangani permasalahan. Isu-isu yang dihadapai diantaranya adalah:
Pengelolaan, perencanaan yang strategis dan organisasi;
Proses kerja dan prosedur;
Reformasi kebijakan dan peraturan untuk pengaturan pelaksanaan begitu juga dengan sanksi kepada yang tidak mematuhi peraturan;
Tanggap terhadap kebutuhan masyarakat dan pelanggan;
Perubahan-perubahan yang melibatkan sektor swasta dlam menyelidiki waktu dan uang mereka dalam pengembangan layanan air limbah;
Meningkatkan peran dan TUPOKSI dari organisasi yang mengimplementasikan;
Meningkatkan aspek pendukung seperti pengelolaan dan sistem informasi manajemen keuangan;
Pelatihan bagi staff dan tenaga kerja, begitu juga dengan sumber daya manusia masyarakat;
Meningkatkan advokasi, propaganda dan penyebaran informasi yang terkait kepada sektor;
Pada tahap ini, diharapkan agar Rencana Tindakan Pengembangan Kelembagaan Daerah (RTPKD) akan menghasilkan hal-hal berikut:
Tugas, peran dan fungsi dari departemen pemerintah kota dan organisasi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan air limbah, begitu juga dengan koordinasi dan komunikasi diantaranya.
Restrukturisasi sektor air limbah sehingga dapat memenuhi tanggung jawab, peran dan fungsi-nya;
Penetapan Tarif dan perencanaan investasi (bagian dari FOPIP)
Pilihan pengembangan bagi kepentingan layanan;
Pengelolaan dan sistem informasi manajemen keuangan
277184BA01/MMI/MMI/12/A arch 2011
P:\Jakarta\MIN\Project\277184BA01 - IndII Wastewater MP\Deliverables\03. Draft Master Plan\Bogor\DMP Bogor 1.04.11_Bahasa.doc
1
277184BA01 MMI MMI 12 A
/home/kominfo3/123/10.RencanaPeningkatanKapasitas.doc
29 arch 2011
9. Rencana Peningkatan Kapasitas
1.1
Pendekatan Dasar 1.2
Output yang Diharapkan
Semua output/hasil dari RTPKD akan dikembangkan secara mendetail dalam hal fase, prosedur dan rencana tahunan untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Bogor (RPJMD). Perkiraan biaya dan akuntabilitas prosedur akan diberikan kepada semua badan yang terkait. Pada akhirnya, akan dihasilkan indikator kinerja. Tabel 9.1. mengilustrasikan bahwa RKPLD akan dikelola. Tabel 9.1: Rencana Tindakan Pengembangan Kelembagaan Daerah (RTPKD)
1. Responsibility duties, roles and fuction of plan and other supporting
d. Perkiraan Biaya
e. Tanggung Jawab Kelembagaan
f. Indikator Kinerja
Indikator kinerja terukur adalah hasil yang cukup signifikan dari RTPKD. Ini awalnya akan di-evaluasi secara kinerja organisasi tapi, sepanjang organisasi tumbuh dan berkembang, dapat dikembangkan menjadi kontrak kinerja bagi Manajer dan Staff-staff senior. Indikator yang digunakan juga akan digunakan sebagai data awal untuk mengembangkan papan penilaian tingkat atas yang akan menggambarkan kemajuan dari sudut pandang masyarakat, begitu juga dengan sudut pandang dari internal. Konsultan IndII yang mengawasi proyek ini telah membuat Papan penilaian indikasi dengan jenis seperti ini untuk sektor air limbah, dan hal ini ditunjukkan pada Tabel 9.2 di bawah ini sebagai referensi.
Table 9.2: Papan Penilaian Indikator Kinerja Kunci
No Indikator Kinerja 2008 2009
2010-2011
2015 Target
I Pandangan Masyarakat
1 Kasus Insiden Diare (%)
2 Akses rumah tangga untuk meningkatkan Sanitasi (%)
3 Peningkatan dalam pembuangan limbah rumah tangga. (%)
II Sudut Pandang Keuangan
1 Rasio Pemulihan biaya terhadapasilitas Pemda (%)
2 Perubahan Tahunan terhadap Anggaran Sanitasi (%)
III Indicators operasional (*)
277184BA01/MMI/MMI/12/A arch 2011
P:\Jakarta\MIN\Project\277184BA01 - IndII Wastewater MP\Deliverables\03. Draft Master Plan\Bogor\DMP Bogor 1.04.11_Bahasa.doc
2
No Indikator Kinerja 2008 2009 2010-2011
2015 Target
1 Kapasitas Pembuangan (%)
2 Efisiensi Pengolahan (%)
3 Kualitas Air di Sungai (%)
IV Indikator Personil (*)
I
Annual Change Training Budget (%)
(*) akan didasarkan pada yang akan dihasilkan dalam RTPKD sebagai indikator kinerja terukur internal. Lihat diatas dan paragraf
7.4.3 di bagian kelembagaan.
277184BA01/MMI/MMI/12/A arch 2011
P:\Jakarta\MIN\Project\277184BA01 - IndII Wastewater MP\Deliverables\03. Draft Master Plan\Bogor\DMP Bogor 1.04.11_Bahasa.doc
3