• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Kasus Organizational Citizenship Behavior pada Keempat Pendiri Educannabis.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Studi Kasus Organizational Citizenship Behavior pada Keempat Pendiri Educannabis."

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

iii

Universitas Kristen Maranatha

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran Organizational Citizenship Behavior pada keempat pendiri educannabis.com. Teori yang dipakai adalah teori OCB yang dikemukakan Organ (2006). Pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan panduan wawancara terstruktur.

Panduan wawancara yang digunakan untuk menjaring data OCB adalah panduan wawancara yang dibuat peneliti berdasarkan teori Organ. Alat ukur ini memiliki 20 pertanyaan yang mengukur kelima dimensi OCB. Validasi panduan wawancara menggunakan validitas ahli. Ahli yang ditunjuk sebagai pihak yang menvalidasi alat ukur adalah Dra. Fifie Nurofia.

(2)

iv

Universitas Kristen Maranatha

Abstract

This research was conducted in order to describe the Organizational Citizenship Behavior within the founders of educannabis.com. The theory used in this research was Organ’s theory of OCB (2006). This research obtained the data by utilizing a structured interview.

The structured interview used in this research was based on Organ’s theory. The structured interview consisted of 20 questions which obtained the dimensions within OCB. The structured interview was validated by using expert validity. Expert who validated the research instrument is Dra. Fifie Nurofia.

(3)

vii

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

ABSTRAK ... iii

ABSTRACT ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR SKEMA ... xii

DAFTAR LAMPIRAN……….... xiii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 8

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian ... 9

1.3.1 Maksud Penelitian ... 9

1.3.2 Tujuan Penelitian ... 9

1.4 Kegunaan Penelitian ... 9

1.4.1 Kegunaan Teoritis ... 9

1.4.2 Kegunaan Praktis ... 10

1.5 Kerangka Kerja Konsep Aksiologi Scheler ... 10

(4)

viii

Universitas Kristen Maranatha BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Nilai ... 20

2.2 Love dan Phenomenological Attitude ... 21

2.2.1 Sekilas Mengenai Fenomenologi ... 21

2.2.2 Pandangan Scheler Mengenai Love dan Phenomenological Attitude ... 24

2.3.2.3 Eksisten-Non Eksisten Values dan Baik-Buruk .. 30

2.3.3 Strata Emotive Life Pada Person ... 31

2.3.3.1 Hubungan Emotive Life dan Values ... 31

2.3.3.2 Values dan Disvalues Rank ... 28

2.3.4 Ressentiment Scheler ... 33

2.4.3.1 Karakteristik Dasar Ressentiment ... 34

2.4.3.2 Ressentiment Patologis ... 35

2.3.5 Kairos ... 36

2.4 Fenomenografi ... 37

2.4.1 Pemahaman Fenomenografi ... 37

2.4.2 Tujuan Fenomenografi ... 38

(5)

ix

Universitas Kristen Maranatha

2.4.4 Metode Fenomenografi ... 41

2.4.5 Analisa Data dalam Fenomenografi ... 42

2.4.6 Validitas dan Reliabilitas Metode Fenomenografi ... 44

2.4.7 Perbedaan Fenomenografi dengan Fenomenologi ... 47

2.4.8 Manfaat Metode Fenomenografi ... 48

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Rancangan dan Prosedur Penelitian ... 50

3.2 Bagan Rancangan Penelitian ... 51

3.3 Instrumen Penelitian ... 51

3.3.1 Kisi-Kisi Semi-Structured Interview ... 51

3.4 Validitas dan Reliabilitas Metode Fenomenografi ... 53

3.4.1 Validitas Metode Fenomenografi ... 54

3.4.1.1 Validitas Internal Metode Fenomenografi... 55

3.4.1.2 Validitas Eksternal Metode Fenomenografi ... 55

3.4.2 Reliabilitas Metode Fenomenografi ... 56

3.5 Partisipan Penelitian ... 57

3.6 Teknik Analisis Data ... 58

BAB IV ANALISA FENOMENOGRAFI 4.1 Pelaksanaan Semi-Structured Interview ... 60

4.2 Analisa Fenomenografi ... 61

(6)

x

Universitas Kristen Maranatha

4.2.2 Hasil Analisa Fenomenografi ... 73

4.3 Diskusi ... 94

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 98

5.2 Saran ... 99

5.2.1 Saran Bagi Penelitian Lanjutan ... 99

5.2.2 Saran Bagi Kegunaan Praktis ... 100

DAFTAR PUSTAKA……… .. xiii

(7)

xi

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Perbedaan Fenomenografi dan Fenomenologi ... 47

Tabel 3.1 Rancangan Semi-Structured Interview Sesi I ... 52

Tabel 3.2 Rancangan Semi-Structured Interview Sesi II ... 53

Tabel 4.1 Transkrip Wawancara Sesi I ... 62

(8)

xii

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR BAGAN

(9)

xiii

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR LAMPIRAN

- LAMPIRAN 1 : DAFTAR PERTANYAAN SEMI-STRUCTURED INTERVIEW

- LAMPIRAN 2 : TRANSKRIP WAWANCARA

(10)

1

Universitas Kristen Maranatha BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pada abad ke 21, manusia sudah mengalami demikian banyaknya perkembangan. Perkembangan tersebut meliputi segala bidang dalam kehidupan sehari-hari. Dari bidang industri, teknologi, bahkan hingga kriminalitas juga turut mengalami perkembangan. Jika dahulu kriminalitas umumnya bersifat kejahatan kerah biru seperti perampokan dan pembunuhan, sekarang sudah terdapat jenis kejahatan kerah putih seperti peretasan (hacking) dan penggelapan dana perusahaan. Selain peretasan dan penggelapan dana, terdapat juga perkembangan dinamis dalam kriminalitas menyangkut narkotika, psikotropika, dan zat aditif lainnya, disingkat NAPZA. Salah satu objek yang termasuk dalam NAPZA adalah ganja.

(11)

2

Universitas Kristen Maranatha UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika memaparkan bahwa penggunaan ganja harus di bawah pengawasan institusi kesehatan atau lembaga sejenis lainnya. Bila ganja digunakan di luar pengawasan institusi atau lembaga tersebut, maka akan dianggap sebagai suatu pelanggaran hukum. Pelanggaran hukum pada pengirim, pembawa, maupun pengguna ganja tergolong berat.

Di lain pihak, terdapat kelompok yang tidak menyetujui bahwa ganja termasuk dalam narkotika golongan I. Lebih jauh lagi, kelompok ini memperjuangkan agar negara melegalisirkan ganja. Semenjak tahun 2009, berdiri suatu gerakan yang awalnya bermula pada gagasan mendukung legalisir ganja melalui jejaring sosial Facebook. Gerakan ini mendapatkan pendukung hingga 11 ribu orang pada tahun tersebut (http://www.legalisasiganja.com/profil/). Pada tahun 2010, gerakan tersebut membentuk organisasi resmi bernama Lingkar Ganja Nusantara atau disingkat LGN. LGN berusaha untuk mencanangkan bahwa terdapat sekian banyak kekeliruan mitos mengenai ganja. Guna mendukung argumentasi, mereka mempublikasikan serangkaian penelitian mengenai ganja. Pergerakan LGN menurut pihak berwajib masih tergolong sah asalkan melalui jalur yang benar (Hidayat, 2011).

(12)

3

Universitas Kristen Maranatha anggotanya. Educannabis.com didirikan oleh lima orang di kota Bandung. Awalnya bertempat di kediaman salah satu pendiri di akhir tahun 2011. Kelima orang ini membagi tugas sebagai berikut: satu orang pengurus web (web master), satu orang sebagai desainer grafis, dua orang penulis artikel (content curator), dan satu pengurus produksi (production manager).

Visi dan misi educannabis.com adalah memberikan edukasi mengenai manfaat-manfaat tanaman ganja. Para pendiri educannabis.com (disebut juga Eduteam) merasa perlu memberikan edukasi melihat banyaknya informasi tidak benar mengenai tanaman ini. Eduteam percaya pada dua manfaat besar tanaman ganja. Eduteam memaparkan manfaat pertama ganja sebagai ganja medis dan manfaat kedua tanaman ganja berhubungan dengan industri, yaitu hemp (rami). Eduteam berpendapat bahwa kedua manfaat ganja dapat memberikan keuntungan ekonomi dalam skala lokal dan nasional serta menolong individu lain yang dalam pengobatannya membutuhkan ganja medis (penderita multiple sclerosis, gangguan kepribadian bipolar, penderita kanker otak, dan lain sebagainya). Meskipun mendukung gerakan legalisasi ganja, tetapi educannabis.com bukan suatu organisasi non-profit seperti organisasi Lingkar Ganja Nusantara. Educannabis.com adalah perusahaan mandiri yang bertujuan menghasilkan profit. Jenis usaha yang dilakukan educannabis.com adalah penjualan barang-barang yang berhubungan dengan ganja seperti pakaian, tas, stiker, dan pin.

(13)

4

Universitas Kristen Maranatha berjenis network, setiap pengurus memiliki hak berpendapat dan bersuara yang sama dalam pengambilan keputusan. Dalam perusahaan, idealnya terdapat seorang pemimpin guna mengarahkan dan menentukan jalan perusahaan guna menunjang pastinya arah produktifitas perusahaan. Amaral dan Uzzi (2007) menyatakan bahwa dengan struktur organisasi network, umum ditemukan pada perusahaan yang baru berdiri guna menekan biaya.

Bila dikaitkan dengan educannabis.com, maka kemungkinan menentukan jalannya perusahaan akan mengalami proses yang lebih lama dan tidak menentu arah akibat kesetaraan hak dan juga otoritas dalam penentuan keputusan demi menekan biaya operasional dan biaya produksi. Pada kenyataannya, educannabis.com dapat berjalan dengan arah yang jelas. Tujuan-tujuan yang ditetapkan dalam agenda kegiatan dapat berjalan dengan mudah. Meskipun tergolong sebagai perusahaan baru, mereka mencoba untuk bertindak secara profesional. Setiap agenda kegiatan merupakan langkah-langkah yang mendekati visi dan misi yang sebelumnya sudah dipaparkan.

(14)

5

Universitas Kristen Maranatha Graphic designer bertugas membuat konsep serta desain yang menarik untuk produk yang akan dipasrkan.

Dalam pelaksanaannya pernah terjadi saat seorang content curator kesulitan menulis artikel mengenai manfaat ganja, production manager membantu pencarian materi-materi penulisan. Seringkali juga, web master dibantu oleh ketiga pendiri lainnya dalam menjalankan website educannabis.com. Bentuk bantuan yang diberikan berupa masukan mengenai desain layout dan juga ilustrasi-ilustrasi yang menunjang desain yang sudah ditentukan. Dapat dikatakan bahwa dalam setiap pekerjaan masing-masing pendiri educannabis.com, banyak terjadi tindakan saling membantu. Tindakan membantu ini sebenarnya berada di luar tuntutan pekerjaan mereka. Para pendiri educannabis.com juga menyadari betul hal ini. Mereka merasa bahwa hanya dengan berperilaku seperti itu dalam setiap pekerjaan, maka tujuan akhir perusahaan akan tercapai. Tindakan-tindakan terkait pada akhirnya menunjang produktifitas perusahaan.

(15)

6

Universitas Kristen Maranatha Altruism dan courtesy berkaitan dengan tindakan membantu pekerjaan sesama rekan kerja meskipun pekerjaan tidak termasuk pada job description seseorang (Bateman & Organ, 1996). Sportmanship dan conscientiousness berkaitan dengan kondisi perusahaan baik kondisi kerja yang tidak ideal maupun aturan yang terdapat di dalam perusahaan tersebut. Sedangkan civic virtue berkaitan dengan upaya-upaya yang dilakukan guna membantu tujuan perusahaan dan juga mengembangkan perusahaan di mana seseorang bekerja.

Kelima dimensi pembentuk OCB memiliki kesesuaian dengan apa yang terjadi pada educannabis.com saat menjalankan visi dan misinya. Awal tahun 2012, educannabis.com memproduksi 3 desain T-Shirt bertemakan manfaat cannabis bagi industry dan medis. Dalam proses pelaksanaannya, para anggota educannabis.com saling menunjang pekerjaan satu sama lain bahkan melebihi job description masing-masing. Bagian desainer grafis tidak hanya mendesain T-Shirt yang akan diproduksi melainkan turut mengawasi proses produksi bersama dengan bagian pengurus produksi. Bagian web master menuliskan beberapa artikel pada halaman web educannabis.com dikarenakan penulis pada saat itu mendesain pin, stiker, dan juga memproduksi tote bag.

(16)

7

Universitas Kristen Maranatha pemuka agama Islam. Kedua hal ini dilakukan guna membahas ganja dari berbagai perspektif.

Pada bulan Mei 2012, educannabis.com kembali menjalin kerja sama dengan LGN. Kerja sama ini diadakan atas dasar keinginan kelima pendiri educannabis.com. Sebagai koordinator dari pihak educannabis.com, web master dan desainer grafis berinisiatif menjalankan peran ini. Hasil kerja sama dengan LGN berbuahkan long march dengan tajuk “Global Marijuana March” di Bundaran HI, Jakarta. Long march terkait dilakukan serempak di 300 kota pada 64 negara sebagai aksi protes untuk menurunkan ganja dari golongan pertama narkotika.

Menurut LePine, Erez, dan Johnson (2002) setiap dimensi OCB memiliki hubungan yang kuat. Bila satu dimensi tampak, maka dimensi yang lain juga dapat dipastikan tampak. Munculnya dimensi-dimensi OCB dikarenakan terdapat suatu bentuk overlap antar satu dimensi dengan dimensi yang lain. Bila meninjau kembali beberapa agenda kegiatan educannabis.com, dapat terlihat beberapa kaitan suatu dimensi OCB dengan dimensi lainnya.

(17)

8

Universitas Kristen Maranatha sehingga akhirnya akan memiliki loyalitas terhadap educannabis.com. Hal tersebut menggambarkan adanya dimensi courtesy yang bersinergi dengan dimensi civic virtue.

Web master educannabis.com yang semestinya hanya memelihara dan memastikan kesinambungan situs educannabis.com menyumbangkan suatu tulisan menunjukkan juga adanya dimensi courtesy, namun alasan web master berbeda dengan desainer yang baru saja dijabarkan. Berdasarkan wawancara, web master melakukan hal ini karena ingin membantu penulis artikel educannabis.com. Menurutnya, penulis artikel sedang kewalahan dengan proses mendesain sehingga web master tergerak untuk segera membantunya. Hal ini menunjukkan dimensi courtesy yang didasari oleh keinginan membantu atau dalam paradigma OCB, dimensi altruism dan juga karena memahami kekurangan yang ada dalam organisasi atau dimensi sportmanship.

(18)

9

Universitas Kristen Maranatha menunjukkan adanya dimensi conscientiousness conscientiousness yang berhubungan erat dengan civic virtue.

Berdasarkan pemaparan kejadian-kejadian sebelumnya, kaitan antar dimensi OCB pada para pendiri educannabis.com, dan juga manfaat OCB yang ada, peneliti menjadi lebih tertarik untuk melihat OCB yang terdapat pada para pendiri educannabis.com.

1.2 Identifikasi Masalah

Penelitian ini ingin melihat bagaimana gambaran OCB pada pendiri educannabis.com.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

1.3.1 Maksud Penelitian

Maksud dari penelitian ini adalah memperoleh gambaran OCB yang terdapat pada pendiri educannabis.com.

1.3.2 Tujuan Penelitian

(19)

10

Universitas Kristen Maranatha

1.4 Kegunaan Penelitian

1.4.1 Kegunaan Teoritis

- Memperoleh pemahaman aplikatif mengenai konsep OCB pada perusahaan nyata sehingga dapat menjadi tambahan informasi bagi ilmu Psikologi, khususnya pada bidang ilmu Psikologi Industri dan Organisasi.

- Memberi informasi pada peneliti lain yang berminat untuk melakukan penelitian yang berhubungan dengan variabel OCB.

1.4.2 Kegunaan Praktis

- Menjelaskan kepada keempat pendiri educannabis.com mengenai OCB yang ada sehingga dapat dijadikan bahan evaluasi kinerja dan memperbaikinya bila dirasa perlu.

- Memberikan gambaran praktis mengenai OCB yang terjadi dalam educannabis.com kepada pihak-pihak yang bersangkutan.

1.5 Kerangka Pemikiran

(20)

11

Universitas Kristen Maranatha beban pekerjaan-pekerjaan para rekannya guna memastikan pencapaian tujuan perusahaan.

OCB dalam pandangan Van Dyne, Cummings dan McLean Parks (1995 dalam Organ 2006) merupakan perilaku extra-role. Perilaku extra-role adalah perilaku yang dilaksanakan guna memberi keuntungan kepada organisasi melebihi dari harapan organisasi terhadap anggotanya dan juga sebagai penunjang efektivitas pelaksanaan kerja dalam lingkungan tersebut. OCB merupakan suatu bentuk dari perilaku extra-role yang memperkuat ikatan afektif di antara anggota organisasi, meningkatkan tahapan emosional positif anggota, dan mengembangkan konsensus daripada konflik. (Organ, 2006).

Dengan demikian, OCB yang terdapat pada perusahaan educannabis.com dapat meningkatkan produktifitas perusahaan. Lingkungan kerja menjadi kondusif akibat adanya hubungan relasi kerja yang nyaman beserta penuh kerja sama antar para pendiri educannabis.com. Penggunaan sumber daya yang ada menjadi efektif dan efisien dari segi waktu dan juga biaya. Pendiri educannabis.com melakukan lebih dari tuntutan job description miliknya sehingga meringankan beban kerja rekan pendiri lainnya. Dampak dari adanya OCB pada perusahaan educannabis.com adalah stabilitas dan kemampuan menghadapi perubahan di lingkungan sekitar perusahaan.

(21)

12

Universitas Kristen Maranatha yang lain terselesaikan. Pendiri educannabis.com dengan OCB tinggi akan sesegera dan sebaik mungkin menuntaskan tuntutan pekerjaannya guna melancarkan kinerja bagian pekerjaan pendiri educannabis.com lainnya.

Dimensi kedua adalah courtesy yaitu perilaku membantu mencegah timbulnya masalah yang berhubungan dengan pekerjaan dengan cara memberi konsultasi atau informasi serta menghargai kebutuhan rekan kerja. Contohnya adalah di saat pendiri educannabis.com membantu rekannya dalam menyelesaikan pekerjaan yang baru diterima pertama kali. Peran pendiri educannabis.com yang membantu di sini tidaklah berdasarkan berapa lama pendiri tersebut bekerja, namun lebih pada pengalaman yang dimiliki tiap pendiri. Memberikan masukkan serta nasihat atas pekerjaan rekan kerja dalam menyelesaikan pekerjaan mereka berdasarkan pengalaman pribadi juga termasuk dalam perilaku courtesy.

(22)

13

Universitas Kristen Maranatha Dimensi keempat adalah civic virtue, di mana pendiri educannbis.com terlibat dalam kegiatan-kegiatan di dalam perusahaan serta peduli pada kelangsungan hidup perusahaan. Hal ini berkaitan dengan seberapa besar rasa keterikatan seorang pendiri dengan perusahaan miliknya. Semakin besar rasa keterikatan seorang pendiri, semakin aktif keikutsertaannya dalam menjaga perusahaan dan berpartisipasi dalam kegiatan yang menunjang produktifitas perusahaan. Civic virtue dapat ditunjukkan dengan turut aktif dalam mendukung pengambilan keputusan perusahaan (menghadiri rapat dan menyuarakan opini pembentukan strategi perusahaan), mengawasi pasar secara keseluruhan terhadap ancaman dan peluang, serta melakukan hal yang dapat memengaruhi produktifitas perusahaan.

Dimensi kelima adalah conscientiousness yaitu melakukan hal-hal yang menguntungkan perusahaan, seperti tidak membuang-buang waktu di tempat kerja atau mematuhi kesepakatan yang ada di antara para pendiri educannabis.com. Mereka bekerja tepat waktu, menunaikan tanggung jawab dari tuntutan pekerjaan masing-masing dan bahkan saling membantu rekan sedivisi guna melancarkan pekerjaan-pekerjaan yang dibebankan pada mereka. Perilaku kerja para pendiri educannabis.com dengan conscientiousness tinggi mengarah pada perilaku disiplin kerja yang baik guna mencapai tujuan perusahaan sesuai dengan visi misi yang ada.

(23)

14

Universitas Kristen Maranatha (Organ, 2006). Dalam penelitian ini, karakteristik pemimpin tidak menjadi faktor yang berpengaruh karena seluruh pendiri educannabis.com adalah pemimpin di organisasi tersebut. Karakteristik individu merujuk pada morale dan kepribadian pendiri educannabis.com. Morale mengarah kepuasan kerja dan keterlibatan emosi yang intim terhadap perusahaan pada diri pendiri ditinjau dari aktifitas sosial, aturan perusahaan, dan afeksi antar divisi dalam organisasi. Kepribadian berkaitan erat dengan bagaimana pendiri berperilaku dalam keseharian lingkungan kerja. Sifat ramah bersahabat atau ekstrovert akan mempermudah relasi sehingga mendukung dimensi altruism, courtesy, sportmanship dan civic virtue sedangkan disiplin dan taat aturan menunjang dimensi conscientiousness dalam dimensi OCB.

Karakteristik tugas merujuk pada sifat pekerjaan yang dilaksanakan para pendiri educannabis.com. Ketika tugas bersifat otonom, maka pendiri harus mampu mengatur jadwalnya sehingga hal ini mempengaruhi dimensi conscientiousness yang ada pada dirinya. Nilai pentingnya suatu tugas menyebabkan pendiri melibatkan emosi dengan mendalam sehingga dapat mempengaruhi dimensi civic virtue dan sportmanship. Ketika tugas beragam dan membutuhkan keahlian berbeda-beda, maka dimensi altruism dan courtesy akan terpengaruh.

(24)

15

Universitas Kristen Maranatha diyakini memiliki keahlian tertentu, maka akan terbentuk suatu sistem kerja yang juga mempengaruhi sportmanship dan conscientiousness.

Karakteristik organisasi mengarah pada hubungan antara perusahaan dan anggota perusahaan tersebut. Saat pendiri menilai bahwa mereka puas dengan perusahaan educannabis.com melalui beban kerja yang adil, keuntungan yang terbagi rata, atau aturan yang adil, maka mereka akan berusaha lebih untuk pencapaian keuntungan optimal educannabis.com. Hal ini berpengaruh pada kelima dimensi yang ada pada OCB.

Dalam menentukan OCB, kelima dimensi yang disebutkan sebelumnya memberikan kontribusi pada gambaran OCB pada para pendiri educannabis.com. Bila kelima dimensi OCB tampak, maka dapat disimpulkan bahwa OCB ada pada pendiri educannabis.com. Menurut LePine, Erez, dan Johnson (2002) setiap dimensi OCB memiliki hubungan yang kuat. Bila satu dimensi tampak, maka dimensi yang lain juga dapat dipastikan tampak. Hal ini dikarenakan terdapat suatu bentuk overlap antar satu dimensi dengan dimensi yang lain. Sebagai contoh, saat salah satu pendiri educannabis.com membantu pendiri yang lain, dapat dikatakan bahwa pendiri tersebut menampilkan indikasi dimensi Altruism namun Courtesy, Sportmanship, Civic Virtue, dan bahkan Conscientiousness juga dapat terjadi bersamaan dalam tindakan tersebut.

(25)

16

Universitas Kristen Maranatha juga saat membantu dapat dikatakan menampilkan sportmanship karena ia menyadari kondisi organisasi yang kurang tenaga kerja sehingga mencoba mengatasi hambatan-hambatan yang ada. Saat membantu pekerjaan, dapat dipastikan juga bahwa hal tersebut sejalan dengan pencapaian tujuan organisasi sehingga hal ini mengarah pada civic virtue. Tindakan membantu ini juga semestinya mengikuti prosedur dan cara kerja dalam educannabis.com sehingga dapat dikatakan bahwa terlihat dimensi conscientiousness.

Penjelasan mengenai OCB pada para pendiri educannabis.com dapat digambarkan dalam bentuk bagan sebagai berikut:

Bagan 1.1 Kerangka Pemikiran

(26)

17

Universitas Kristen Maranatha

1.6 Asumsi

• Para pendiri educannabis.com menjalankan perilaku membantu dalam

pekerjaannya yang merupakan bagian dari extra-role.

Perilaku extra-role pada pendiri educannabis.com di organisasi dapat

disebut sebagai OCB.

OCB para pendiri educannabis.com tergambarkan melalui dinamika antara

lima dimensi OCB yaitu altruism, courtesy, sportmanship, civic virtue, dan conscientiousness.

OCB para pendiri educannabis.com berkaitan dengan empat faktor yaitu

(27)

100

Universitas Kristen Maranatha BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan OCB pada keempat pendiri educannabis.com, dapat disimpulkan bahwa:

• Kelima dimensi OCB pada keempat pendiri memiliki dinamika yang

berbeda-beda. Dinamika keempat pendiri educannabis.com juga memiliki perbedaan dengan dinamika dimensi OCB yang dikemukakan Organ.

Partisipan 1 memiliki OCB yang didominasi dimensi courtesy. Pada

partisipan 1, dimensi courtesy memengaruhi dimensi altruism, civic virtue, dan sportmanship. Dimensi altruism dan civic virtue turut memengaruhi dimensi sportmanship. Dimensi spormanship partisipan 1 kemudian memengaruhi dimensi conscientiousness.

Partisipan 2 memiliki OCB yang didominasi dimensi sportmanship dan civic

virtue. Pada partisipan 2, dimensi sportmanship memengaruhi dimensi altruism dan courtesy. Di saat yang bersamaan, dimensi civic virtue partisipan 2 turut memengaruhi dimensi courtesy dan conscientiousness. Partisipan 3 memiliki OCB yang didominasi dimensi conscientiousness.

(28)

Universitas Kristen Maranatha 101

Partisipan 4 memiliki OCB yang didominasi dimensi civic virtue. Pada

partisipan 4, dimensi civic virtue memengaruhi dimensi courtesy, sportmanship, dan conscientiousness. Dimensi conscientiousness memengaruhi dimensi sportmanship dan altruism. Dimensi courtesy partisipan 4 turut memengaruhi dimensi altruism.

• Bagi keempat pendiri educannabis.com, dimensi yang eksplisit terlihat

adalah dimensi civic virtue dan altruism. Kedua dimensi ini juga umumnya ditunjukkan dari perilaku-perilaku yang mewakilkan dimensi courtesy. • Keempat pendiri educannabis.com sekilas kurang menampilkan perilaku

yang menunjang dimensi conscientiousness dalam hal kepatuhan terhadap peraturan. Di sisi lain, keempat pendiri educannabis.com tetap berupaya untuk menghasilkan kinerja yang melampaui batasan minimum yang sebelumnya sudah ditetapkan bersama.

• Faktor berpengaruh yaitu karakteristik individu, karakteristik tugas,

karakteristik kelompok, dan karakteristik organisasi tidak semuanya memiliki pengaruh yang sama terhadap masing-masing pendiri educannabis.com. Meskipun demikian, pada dimensi sportmanship keempat pendiri educannabis.com dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut.

• Karakteristik tugas dan karakteristik individu pada keempat pendiri

(29)

Universitas Kristen Maranatha 102

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut:

5.2.1 Saran Bagi Penelitian Lanjutan

• Disarankan untuk meneliti hubungan antara dimensi OCB guna memastikan

bahwa terdapat dimensi utama yang menyebabkan munculnya dimensi-dimensi OCB lainnya pada diri individu.

• Disarankan untuk menggali lebih banyak mengenai pengaruh karakteristik

individu, karakteristik tugas, karakteristik kelompok dan karakteristik organisasi terhadap kelima dimensi OCB sehingga didapatkan gambaran karakteristik apa yang paling berpengaruh terhadap pembentukan OCB pada diri individu.

5.2.2 Saran Bagi Kegunaan Praktis

• Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran OCB bagi

keempat pendiri educannabis.com sehingga memahami keadaan perusahaan dan menjadi bahan pertimbangan perbaikan untuk meningkatkan produktifitas perusahaan.

• Diharapkan keempat pendiri educannabis.com untuk lebih menaati peraturan

(30)

Universitas Kristen Maranatha 103

• Diharapkan keempat pendiri educannabis.com untuk memertahankan

(31)

Universitas Kristen Maranatha DAFTAR PUSTAKA

Amaral dan Uzzi. 2007. Complex Systems—A New Paradigm for the Integrative Study of Management, Physical, and Technological Systems. Management Science, 53, 7: 1033–1035.

Babbie, Earl. 2010. The Practice of Social Research (12th ed.). Wadsworth: Cengage Learning.

Bateman, T. S., & Organ, D. W. 1983. Job satisfaction and the good soldier: The relationship between affect and employee "citizenship". Academy of Management Journal, 26(4), 587-595.

Barnard, Chester. 1948. Organization and management: selected papers. Cambridge, MA: Harvard University Press.

David McClelland. 2002. Prinsip – Prinsip Perilaku Organisasi Edisi Kelima. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Friedenberg, Lisa. 1995. Psychological Testing: Design, Analysis, and Use. Boston: Allyn & Bacon.

Guba dan Lincoln. 2005. "Paradigmatic controversies, contradictions, and emerging influences" dalam N. K. Denzin dan Y. S. Lincoln (Editor), The Sage Handbook of Qualitative Research (edisi ketiga), pp. 191-215. California: Sage

Hardaningtyas, Dwi. 2004. Pengaruh Tingkat Kecerdasan Emosi dan Sikap terhadap Budaya Organisasi dalam Pembentukan OCB, Tesis tidak diterbitkan. Unair.

Kaplan, Robert M. dan Dennis P. Saccuzzo. 2004. Psychological Testing Principles, Application, and Issues. California: Brooks/Cole Publishing Company.

Krippendorff, Klaus. 2004. Content Analysis: An Introduction to Its Methodology (2nd ed.). California: Sage.

LePine, J. A., Erez, A., dan Johnson, D. E. 2002. The nature and dimensionality of organizational citizenship behavior: A critical review and meta-analysis. Journal of Applied Psychology, 87(1), 52-65.

(32)

Universitas Kristen Maranatha Straus, A. & Juliet C. 1990. Basics of Qualitative Research : Grounded Theory

Procedures and Techniques. USA: Sage Publications.

Organ, D. W. 1988. Organizational Citizenship behavior: The good soldier syndrome. Lexington, MA: Lexington Books.

Organ, D. W., Podsakoff, P. M., & MacKenzie S. P. 2006. Organizational citizenship behavior: Its nature, antecedents, and consequences. London: Sage Publications.

Organ, D. W. 1997. Organizational citizenship behavior: It’s construct cleanup time. Human Performance, 10(2), 85-97.

Organ, D. W., & Ryan, K. 1995. A meta-analytic review of attitudinal and dispositional predictors of organizational citizenship behavior. Personnel Psychology, 48(4), 775-802.

Padget, D.K. 1998. Qualitative Methods in Social Work Research: Challenge and Rewards. USA: Sage Publications

Podsakoff, Philip M., Scott B. MacKenzie, Julie Beth Paine, and Daniel G. Bachrach. 2000. Organizational Citizenship Behaviors: A Critical Review of the Theoretical and Empirical Literature and Suggestions for Future Research. Indiana University. Journal of Management Vol. 26. pp. 513-563

Podsakoff, Philip M., Ahearne, Michael and MacKenzie, Scott B. 1997. Organizational Citizenship Behavior and the Quantity and Quality of Work Group Performance. Journal of Applied Psychology, Vol. 82 No. 2. pp. 262-270.

Purba, Debora Eflina Purba dan Ali Nina Liche Seniati. 2004. Pengaruh Kepribadian dan Komitmen Organisasi Terhadap Organizational Citizenship Behavior. Makara Sosial Humaniora Vol . 8 pp 105-111

Robbins, Stephen P. 2002. Prinsip – Prinsip Perilaku Organisasi Edisi Kelima. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Sasangka, Hari. 2003. Narkotika Dan Psikotropika dalam Hukum Pidana: Untuk Mahasiswa dan Praktisi serta Penyuluh Masalah Narkoba. Bandung: Mandar Maju.

(33)

Universitas Kristen Maranatha DAFTAR RUJUKAN

2011. Taxonomy Cannabis Sativa L. Diakses tanggal 26 Desember 2012 di situs http://www.ars-grin.gov/cgi-bin/npgs/html/taxon.pl?8862

Marhaenjati, Bayu dan Murizal Hamzah. 2012. Ganja dan Shabu Dominasi Kasus Narkoba 2011-2012. Diakses tanggal 26 Desember 2012 di situs http://www.beritasatu.com/megapolitan/50060-ganja-dan-shabu-dominasi-kasus-narkoba-2011-2012.html

Hidayat, Rofiq. 2011. Kontroversi Gagasan Legalisasi Ganja dan Judi di Indonesia. Diakses tanggal 26 Desember 2012 di situs http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4dca010297bc6/kontroversi-gagasan-legalisasi-ganja-dan-judi-di-indonesia

Referensi

Dokumen terkait

dimensi kepuasan pada atasan berpengaruh secara positif pada tingkat probabilitas ρ ≤ 0.0 5, sementara dimensi-dimensi kepuasan gaji, kepuasan promosi tidak secara

Hal tersebut menunjukan bahwa sebagian besar PNS di Pussenarhanud menampilkan perilaku membantu yang ditujukan kepada pegawai lain dalam organisasi, contohnya

Hasil penelitian dan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan pada Uji F, yaitu antara variable-variabel OCB yakni Altruism

Dari hasil dari penelitian diketahui bahwa pada variabel Organizational Citizenship Behavior yang memiliki nilai terendah adalah Altruism (menolong) sehingga

OCB pada dimensi individu mengacu pada perilaku yang bermanfaat bagi individu seperti kesediaan untuk membantu pekerjaaan individu lain dalam suatu organisasi dan,

Hasil penelitian dan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan pada Uji F, yaitu antara variable-variabel OCB yakni Altruism

b. OCB meningkatkan produktivitas manajer. 1) Karyawan yang menampilkan civic virtue akan membantu manajernya untuk mendapatkan saran atau umpan balik yang berharga

Definisi Operasional Variabel Penelitian Variabel Indikator Definsi Organizational Citizenship Behaviour OCB X1 Altruism perilaku yang membantu pegawai lain dengan tanpa ada